Anda di halaman 1dari 18

Nama : Wilda Fitri

No BP : 1910526038
Jurusan : Manajemen Intake
Mata Kuliah : Manajemen Strategik

1. Meringkas chapter 8 dan 9 buku “Strategic Management” Sixteenth Edition oleh


Fred R. David and Forest R. David (2017). Atau Sembarang Edisi, tentang
“Implementasi Strategi”
Jawab:
Menerapkan Strategi: Isu-Isu Manajemen dan Operasi

Hakikat Penerapan Strategi


Perumusan strategi yang berhasil tidak menjamin penerapan strategi yang juga berhasil.
Walaupun terkait erat, secara mendasar penerapan strategi berbeda dari perumusan
strategi. Perumusan dan penerapan strategi berbeda dalam hal-hal berikut :
1. Perumusan strategi memosisikan kekuatan sebelum tindakan
2. Penerapan strategi mengelola kekuatan selama tindakan
3. Perumusan strategi berfokus pada keefektifan
4. Penerapan strategi berfokus pada keefisienan
5. Perumusan strategi terutama merupakan proses intelektual
6. Penerapan strategi terutama merupakan proses operasional
7. Perumusan strategi membutuhkan keterampilan intuitif dan analitis yang bagus
8. Penerapan strategi membutuhkan keterampilan motivasi dan kepemimpinan yang
khusus
9. Perumusan strategi membutuhkan koordinasi antar beberapa individu
10. Penerapan strategi membutuhkan koordinasi antar banyak individu

Perspektif Manajemen
Para manajer divisional dan fungsional dilibatkan sejauh mungkin di dalam aktivitas
perumusan strategi. Hal yang juga sama pentingnya adalah para penyusun strategi harus
sebisa mungkin dilibatkan di dalam aktivitas penerapan strategi.
Isu-isu utama manajemen bagi penerapan strategi meliputi:
1. Penetapan tujuan tahunan
Penetapan tujuan tahunan merupakan sebuah aktivitas terdesentralisasi yang secara
langsung melibatkan seluruh manajer dalam suatu organisasi.
Tujuan tahunan penting bagi penerapan strategi karena:
a. Merupakan landasan untuk alokasi sumber daya
b. Merupakan mekanisme utama untuk mengevaluasi manajer
c. Merupakan instrumen utama untuk memonitor kemajuan ke arah pencapaian
tujuan jangka panjang
d. Menetapkan prioritas organisasional, divisional dan departemental

Maksud dari tujuan tahunan yaitu tujuan tahunan berfungsi sebagai pedoman
tindakakan, mengarahkan dan menyalurkan berbagai upaya dan aktivitas dari para
anggota organisasi, memberikan sumber legitimasi di suatu bisnis dengan cara
menjustifikasi aktivitas di hadapan para pemangku kepentingan, menjadi standar
kinerja, berfungsi sebagai sumber motivasi dan identifikasi yang penting, memberi
insentif bagi para manajer dan karyawan untuk bekerja, dan memberikan landasan
bagi rancangan organisasional.
2. Kebijakan
Kebijakan mengacu pada pedoman, metode, prosedur, aturan, bentuk, dan praktik
administratif spesifik yang ditetapkan untuk mendukung dan mendorong upaya
menuju pencapaian tujuan tersurat. Kebijakan memungkinkan bagi karyawan maupun
manajer mengetahui apa yang diharapkan dari mereka, sehingga meningkatkan
kemungkinan bahwa strategi akan mampu diterapkan dengan baik. Sebisa mungkin,
kebijakan harus dinyatakan dalam bentuk tulisan.

3. Alokasi sumber daya


Alokasi sumber daya merupakan aktivitas (kegiatan) utama manajemen yang
memungkinkan pelaksanaan strategi. Manajemen strategis memampukan sumber daya
dialokasikan berdasarkan prioritas yang ditetapkan dalam tujuan tahunan. Semua
organisasi mempunyai setidaknya empat jenis sumber daya yang dapat digunakan
untuk mencapai tujuan yang diinginkan; sumber daya keuangan, sumber daya
fisik, sumber daya manusia, dan sumber daya teknologi. Nilai nyata dari program
alokasi sumber daya terletak dalam pencapaian tujuan organisasi.
4. Mengelola konflik
Konflik dapat didefinisikan sebagai perselisihan kedua belah pihak atau lebih
mengenai satu atau beberapa isu/ masalah. Berbagai pendekatan untuk mengelola dan
menyelesaikan konflik dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori:
a. Penghindaran
Meliputi berbagai tindakan seperti mengabaikan persoalan dengan harapan
bahwa konflik tersebut akan selesai dengan sendirinya atau secara fisik
memisahkan individu-individu yang berkonflik.
b. Defusi
Meliputi sikap tidak terlalu menekankan perbedaan antarpihak yang berkonflik
tetapi mengutamakan kesamaan dan kepentingan bersama, berkompromi
sehingga ada pihak yang menang atau kalah.
c. Konfrontasi
Dicontohkan oleh pertukaran anggota pihak-pihak yang berkonflik sehingga
masing-masing bisa memberi apresiasi mengenai sudut pandang lain atau
pengadaan di mana pihak-pihak yang berkonflik dapat menyampaikan
pandangan mereka dan mengolah perbedaan di antara mereka.

5. Pencocokan struktur dengan strategi


Perubahan strategi dalam perubahan struktur organisasi biasanya untuk dua alasan
utama. Pertaman, struktur sebagian besar menentukan bagaimana tujuan dan
kebijakan dibentuk. Kedua, struktur menentukan bagaimanan sumber daya akan
dialokasikan. Gejala struktur organisasi yang tidak efektif:
a. Terlalu banyak tingkatan manajemen
b. Terlalu banyak pertemuan yang dihadiri oleh banyak orang
c. Terlalu banyak perhatian diarahkan menuju pemecahan konflik antar
departemen
d. Terlalu besar rentang kembali
e. Terlalu banyak tujuan tidak tercapai
f. Penurunan kinerja perusahaan atau bisnis
Struktur fungsional
Advantages Disadvantages
Sederhana dan murah Akuntabilitas dipaksa ke atas
Mengkapitalisasi pada spesialisasi bisnis Pendelegasian wewenang dan tanggung
kegiatan jawab tidak didorong
Meminimalkan kebutuhan untuk Meminimalkan pengembangan karir
pengendalian sistem yang rumit
Memungkinkan pengambilan keputusan Rendahnya moralitas karyawan/manajer
yang cepat
Perencanaan yang tidak memadai untuk
produk dan pasar

Struktur divisional
Dibagi dalam empat cara yaitu wilayah geografis, oleh produk atau jasa, dengan
pelanggan, atau dengan proses.
Advantages Disadvantages
Akuntabilitas jelas Bisa mahal
Memungkinkan kontrol lokal dari situasi Duplikasi kegiatan fungsional
lokal Membutuhkan tenaga manajemen terampil
Menciptakan peluang pengembangan Membutuhkan sistem kontrol yang rumit
karier Persaingan antar divisi dapat menjadi
Menigkatkan pendelegasian wewenang begitu intens untuk menjadi fungsional
Menghasilkan iklim kompetitif internal Dapat menyebabkan keterbatasan ide dan
Memungkinkan kemudahan sumber daya
menambahkan produk baru Beberapa daerah/produk/pelanggan dapat
Memungkinkan kontrol yang ketat dan menerima perlakuan khusus
perhatian terhadap produk, pelanggan,
dan daerah

Struktur strategi unit bisnis


Dua kelemahan struktur strategi unit bisnis adalah bahwa hal ini memerlukan
tambahan manajemen, yang meningkatkan biaya gaji. Selain itu, peran kelompok
wakil presiden adalah sering ambigu. Keuntungannya adalah keterbatasan ini sering
tidak lebih besar daripada keuntungan dari meningkatkan koordinasi akuntabilitas.
Keuntungan lain dari strutur strategi unit bisnis adalah bahwa itu membuat tugas
perencanaan dan pengendalian oleh kantor perusahaan lebih mudah dikelola.
Struktur matrik
Struktur matrik adalah struktur yang paling kompleks dari semua struktur karena
tergantung pada arus wewenang dan komunikasi vertikal dan horizontal
Advantages Disadvantages
Tujuan proyek yang jelas Membutuhkan arus komunikasi vertikal
Karyawan dapat dengan jelas melihat dan horizontal
hasil pekerjaan mereka Mahal karena menciptakan lebih banyak
Menyelesaikan proyek mudah manajer
Memfasilitasi penggunaan Melanggar prinsip kesatuan perintah
peraltan/personil/fasilitas khusus Membuat jalur gangda otoritas anggaran
Sumber daya fungsional terbagi seperti Menciptakan sumber reward/hukum ganda
dalam struktur divisi Menciptakan wewenang dan pelaporan
bersama

6. Restrukturisasi, reengineering, dan e-engineering


Restrikturisasi pada dasarnya merupakan kegitan mengurangi struktur yang ada dalam
organisasi. Melibatkan pengurangan ukuran perusahaan dalam hal jumlah karyawan
divisi/unit, tingkat hirarki dalam struktur orgainsasi. Reengineering bersangkitan lebih
banyak dengan kesejahteraan karyawan dan pelanggan daripada kesejahteraan
pemegang saham. Reengineering juga disebut manajemen proses, melibatkan
konfigurasi ulang atau mendesain ulang pekerjaan.

7. Menghubungkan kinerja dan gaji dengan strategi


Sistem bonus ganda berdasarkan tujuan tahunan dan tujuan jangkan panjang sudah
lazim diterapkan. Persentasi bonus tahunan untuk manajer terkait hasil jangka pendek
dan jangkan panjang harus bervariasi sesuai dengan hirarki organisasi. Penggunaan
sistem bonus ganda ini penting karena bonus tidak semata-mata diberikan berdasarkan
hasil jangka pendek namun juga melibatkan tujuan jangka panjang.
8. Manajemen resistensi terhadap perubahan
Tiga pendekatan strategi dalam menghadapi perubahan adalah:
a. Strategi perubahan paksa, yaitu dengan memberikan penawaran secara paksa.
Keuntungan strategi ini adalah cepat dalam tindakan namun kekurangannya
adalah rendahnya komitmen dan tingginya perlawanan.
b. Strategi perubahan edukasi, yaitu dengan memberikakn informasi kepada
orang bahwa perubahan memang perlu dilakukan. Kekurangannya adalah
penerapannya yang lambat dan sulit namun strategi ini lebih memberikan
komitmen yang lebih bagus dan perlawanan yang lebih sedikit daripada
strategi perubahan paksa.
c. Strategi perubahan rasional, yaitu dengan menjelaskan kepada seseorang
bahwa perubahan adalah untuk keuntungan diri mereka juga. Penerapan
strategi relatif mudah, namun penerapan perubahan jarang berhubungan
dengan keuntungan setiap orang.
Strategi dapat mengambil langkah positif untuk meminimalkan resistensi perubahan
bagi manajer dan karyawan.
9. Menciptakan kebudayaan yang mendukung strategi
Penyusun strategi harus berusaha untuk mepertahankan, menegaskan, dan
membangun aspek kehidupan yang mendukung tujuan strategi baru. Aspek
kebudayaan yang berlawanan dengan tujuan strategi harus diidentifikasi dan diubah.
Penelitian mengidentifikasikan bahwa strategi baru sering dipengaruhi oleh pasar dan
di dikte oleh paksaan kompetitif. Mengubah kebudayaan perusahaan untuk
menerapkan strategi batu biasanya lebih efektif daripada mengubah strategi untuk
menerapkan kebudayaan lama.
10. Perhatian pada produk/operasi dalam menerapkan strategi
Kapasitas, pembatasan, dan kebijakan produksi/operasi dapat secara signifikan
meningkatkan atau menghambat pencapaian tujuan. Bagian terbesar dari proses
penerapan strategi di bagian produksi karena proses produk biasanya melibatkan 70%
dari total aset. Keputusan terkati produksi mengenai ukuran pabrik, lokasi pabrik,
desain produk, pilihan peralatan, jenis peralatan, besarnya persediaan, pengendalian
persediaan, pengendalian mutu/kualitas, pengendalian biaya, penggunaan standar,
spesialisasi pekerjaan.
11. Perhatian pada sumber daya manusia ketika menerapkan strategi
Tugas manajer personalia berubah dengan cepat ketika perusahaan melakukan
perampingan dan reorganisasi. Tanggung jawab strategi dari manajer personalia
adalah evaluasi kebutuhan karyawan yang dibutuhkan dan biayanya untuk strategi
alternatif selama tahap perumusan strategi dan pengembangan rencana untuk
penerapan strategi yang efektif.

Menerapkan Strategi: Isu-Isu Pemasaran, Keuangan/Akuntansi, Litbang, dan SIM

Sifat Implementasi Strategi


Implementasi strategi secara langsung mempengaruhi kehidupan manajer pabrik,
manajer divisi, manajer departemen, manajer penjualan, manajer produk, manajer
proyek, manajer personalia, manajer staf, supervisor, dan semua karyawan. Dalam
beberapa situasi, individu mungkin tidak berpartisipasi dalam proses perumusan strategi
sama sekali dan mungkin tidak menghargai, memahami, atau bahkan menerima
pekerjaan dan pemikiran yang masuk ke dalam perumusan strategi. Bahkan mungkin ada
penyeretan kaki atau hambatan di pihak mereka. Manajer dan karyawan yang tidak
memahami bisnis dan tidak berkomitmen pada bisnis dapat mencoba menyabot upaya
implementasi strategi dengan harapan organisasi akan kembali ke cara lamanya.

Isu-Isu Pemasaran
Beberapa contoh keputusan pemasaran yang mungkin memerlukan kebijakan adalah
sebagai berikut:
1. Menggunakan dealer eksklusif atau beberapa saluran distribusi
2. Menggunakan iklan TV yang berat, ringan, atau tanpa iklan
3. Untuk membatasi (atau tidak) pangsa bisnis yang dilakukan dengan pelanggan
tunggal
4. Menjadi pemimpin harga atau pengikut harga
5. Menawarkan garansi lengkap atau terbatas
6. Memberi penghargaan kepada tenaga penjualan berdasarkan gaji langsung, komisi
langsung, atau gaji / komisi gabungan
7. Beriklan secara online atau tidak

Isu pemasaran yang menjadi perhatian konsumen saat ini adalah sejauh mana perusahaan
dapat melacak pergerakan individu di Internet dan bahkan dapat mengidentifikasi
individu dengan nama dan alamat email.

Prinsip Baru Pemasaran


Saat ini situs Web bisnis atau organisasi harus memberikan petunjuk yang jelas dan
sederhana bagi pelanggan untuk membuat blog dan/atau berkontribusi ke wiki.
Pelanggan mempercayai pendapat satu sama lain lebih dari promosi pemasaran
perusahaan, dan semakin mereka berbicara dengan bebas, semakin banyak perusahaan
dapat belajar bagaimana meningkatkan produk, layanan, dan pemasarannya. Pemasar
saat ini memantau blog setiap hari untuk menentukan, mengevaluasi, dan memengaruhi
opini yang sedang dibentuk oleh pelanggan. Pelanggan tidak boleh merasa bahwa
mereka adalah audiens yang tertawan untuk beriklan di situs Web perusahaan.

Media Periklanan
Penelitian terbaru oleh Forrester Research mengungkapkan bahwa orang yang berusia 18
hingga 27 tahun menghabiskan lebih banyak waktu mingguan di Internet daripada
menonton televisi, mendengarkan radio, atau menonton DVD. Situs jejaring sosial dan
situs video adalah cara yang lebih baik untuk menjangkau pelanggan mereka daripada
menghabiskan begitu banyak uang pemasaran untuk iklan yellow pages atau televisi,
majalah, radio, atau surat kabar. Perhatikan waktu yang dihabiskan orang di Internet.
Dan ini bukan hanya waktunya. Pemirsa televisi adalah pemirsa iklan yang pasif,
sedangkan pengguna Internet berperan aktif dalam memilih apa yang akan dilihat
sehingga pelanggan di Internet lebih sulit dijangkau oleh pemasar.

Pemasaran Berbasis Tujuan


Kepala pemasaran global di Procter & Gamble, Jim Stengel, baru-baru ini memulai
bisnis LLC-nya sendiri untuk mencoba membujuk perusahaan bahwa cara terbaik untuk
menjual dalam ekonomi yang lemah adalah dengan "menunjukkan kepada pelanggan
bagaimana mereka dapat meningkatkan kehidupan mereka" dengan produk atau layanan
Anda. Stengel menyebutnya -pemasaran berbasis tujuan,‖ dan ratusan perusahaan kini
telah berhasil mengadopsi pendekatan ini. Dia mengatakan ada kebutuhan dalam sebuah
iklan untuk membangun kepercayaan dan hubungan emosional dengan pelanggan untuk
membedakan produk atau layanan Anda.9 Dalam ekonomi yang lemah ketika konsumen
lebih tertarik untuk membeli merek yang lebih murah, Stengel mengakui bahwa iklan
harus mempromosikan harga, tetapi ia mengatakan iklan juga harus menunjukkan nilai
intrinsik produk atau layanan agar hemat biaya. Stengel berpendapat bahwa iklan harus
melakukan keduanya: mempromosikan harga rendah dan membangun ekuitas emosional
melalui "daya tarik berbasis tujuan".

Segmentasi Pasar
dua variabel yang sangat penting untuk implementasi strategi: segmentasi pasar dan
positioning produk. Segmentasi pasar dan posisi produk peringkat sebagai kontribusi
pemasaran yang paling penting untuk manajemen strategis. Segmentasi pasar banyak
digunakan dalam menerapkan strategi, terutama untuk perusahaan kecil dan khusus.
Segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai pengelompokan pasar menjadi subset
pelanggan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan membeli. Segmentasi
pasar merupakan variabel penting dalam implementasi strategi untuk setidaknya tiga
alasan utama. Pertama, strategi seperti pengembangan pasar, pengembangan produk,
penetrasi pasar, dan diversifikasi membutuhkan peningkatan penjualan melalui pasar dan
produk baru. Untuk menerapkan strategi ini dengan sukses, diperlukan pendekatan
segmentasi pasar yang baru atau lebih baik. Kedua, segmentasi pasar memungkinkan
perusahaan beroperasi dengan sumber daya terbatas karena produksi massal, distribusi
massal, dan periklanan massal tidak diperlukan. Segmentasi pasar memungkinkan
perusahaan kecil untuk berhasil bersaing dengan perusahaan besar dengan
memaksimalkan keuntungan per unit dan penjualan per segmen. Akhirnya, keputusan
segmentasi pasar secara langsung mempengaruhi variabel bauran pemasaran: produk,
tempat, promosi, dan harga.

Posisi Produk
Setelah pasar tersegmentasi sehingga perusahaan dapat menargetkan kelompok
pelanggan tertentu, langkah selanjutnya adalah mencari tahu apa yang diinginkan dan
diharapkan pelanggan. Ini membutuhkan analisis dan penelitian. Mengidentifikasi
pelanggan sasaran untuk memfokuskan upaya pemasaran pada menetapkan panggung
untuk memutuskan bagaimana memenuhi kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen
tertentu. Penentuan posisi produk banyak digunakan untuk tujuan ini. Pemosisian
memerlukan pengembangan representasi skematis yang mencerminkan bagaimana
produk atau layanan Anda dibandingkan dengan pesaing pada dimensi yang paling
penting untuk sukses di industri. Langkah-langkah berikut diperlukan dalam pemosisian
produk:
1. Pilih kriteria utama yang secara efektif membedakan produk atau layanan dalam
industri.
2. Buat diagram peta pemosisian produk dua dimensi dengan kriteria tertentu pada
setiap sumbu.
3. Plot produk atau jasa pesaing utama dalam matriks kuadran empat yang dihasilkan.
4. Identifikasi area dalam peta pemosisian di mana produk atau layanan perusahaan bisa
menjadi paling kompetitif di pasar sasaran tertentu. Cari area kosong (ceruk).
5. Mengembangkan rencana pemasaran untuk memposisikan produk atau layanan
perusahaan dengan tepat.
Beberapa aturan untuk menggunakan positioning produk sebagai alat implementasi
strategi adalah sebagai berikut:
1. Cari lubang atau ceruk kosong. Peluang strategis terbaik mungkin segmen yang
belum terlayani.
2. Jangan melayani dua segmen dengan strategi yang sama. Biasanya, strategi yang
berhasil dengan satu segmen tidak dapat langsung ditransfer ke segmen lain.
3. Jangan memposisikan diri Anda di tengah peta. Bagian tengah biasanya berarti
strategi yang tidak secara jelas dianggap memiliki karakteristik pembeda. Aturan ini
bisa berbeda dengan jumlah pesaing.

Strategi penentuan posisi produk yang efektif memenuhi dua kriteria: (1) secara unik
membedakan perusahaan dari pesaing, dan (2) membuat pelanggan mengharapkan
layanan yang sedikit lebih sedikit daripada yang dapat diberikan perusahaan. Perusahaan
tidak boleh menciptakan ekspektasi yang melebihi layanan yang dapat atau akan
diberikan oleh perusahaan.
Isu-Isu Keuangan/ Akuntansi
Beberapa contoh keputusan yang mungkin memerlukan kebijakan keuangan / akuntansi
adalah sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan modal dengan hutang jangka pendek, hutang jangka panjang,
saham preferen, atau saham biasa.
2. Untuk menyewa atau membeli aset tetapaset
3. Untuk menentukanyang sesuai rasio pembayaran dividen
4. Untuk menggunakan LIFO (Last-in, First-out), FIFO (First-in, First-out), atau
pendekatan akuntansi nilai pasar.
5. Untuk memperpanjang waktu piutang
6. Untuk membuat a persentase diskon tertentu pada rekening dalam jangka waktu
tertentu.
7. Untuk menentukan jumlah uang tunai yang harus disimpan.

Memperoleh Modal Untuk Menerapkan Strategi


Sukses sering kali membutuhkan modal tambahan. Selain laba bersih dari operasi dan
penjualan aset, dua sumber modal dasar untuk organisasi adalah hutang dan ekuitas.
Menentukan campuran yang tepat dari hutang dan ekuitas dalam struktur modal
perusahaan dapat menjadi vital untuk implementasi strategi yang sukses. Analisis
Earnings Per Share/ Earnings Before Interest and Taxes (EPS / EBIT) adalah teknik yang
paling banyak digunakan untuk menentukan apakah hutang, saham, atau kombinasi
hutang dan saham merupakan alternatif terbaik untuk meningkatkan modal untuk
menerapkan strategi. Teknik ini melibatkan pemeriksaan dampak hutang versus
pembiayaan saham terhadap laba per saham berdasarkan berbagai asumsi mengenai
EBIT.

Proyeksi Laporan Keuangan


Analisis proyeksi laporan keuangan adalah teknik implementasi strategi sentral karena
memungkinkan organisasi untuk memeriksa hasil yang diharapkan dari berbagai
tindakan dan pendekatan. Ada enam langkah dalam melakukan proyeksi analisis
keuangan:
1. Siapkan proyeksi laporan laba rugi sebelum neraca. Mulailah dengan memperkirakan
penjualan seakurat mungkin.
2. Gunakan metode persentase penjualan untuk memproyeksikan harga pokok
penjualan (CGS) dan item biaya dalam laporan laba rugi.
3. Hitung laba bersih yang diproyeksikan.
4. Kurangi pendapatan bersih dividen yang harus dibayarkan untuk tahun itu. Sisa laba
bersih ini merupakan laba ditahan (RE). Bawa jumlah laba ditahan untuk tahun itu
(NI - DIV = RE) ke neraca dengan menambahkannya ke RE tahun sebelumnya yang
ditunjukkan di neraca. Dengan kata lain, setiap tahun perusahaan menambahkan RE-
nya untuk tahun tertentu (dari laporan laba rugi) ke total RE historisnya di neraca.
Oleh karena itu, jumlah RE di neraca adalah jumlah kumulatif daripada uang yang
tersedia untuk implementasi strategi! Perhatikan bahwa RE adalah item neraca
proyeksi pertama yang akan dimasukkan. Karena prosedur akuntansi ini dalam
mengembangkan proyeksi laporan keuangan, jumlah RE di neraca biasanya
berjumlah besar. Namun, bisa juga menjadi angka rendah atau bahkan negatif jika
perusahaan telah mengalami kerugian. Satu-satunya cara bagi RE untuk turun dari
satu tahun ke tahun berikutnya di neraca adalah (1) jika perusahaan mengalami rugi
laba tahun itu atau (2) perusahaan memiliki laba bersih positif untuk tahun tersebut
tetapi membagikan dividen lebih dari batas pemasukan. Ingatlah bahwa RE adalah
penghubung utama antara proyeksi laporan laba rugi dan neraca, jadi berhati-hatilah
untuk membuat perhitungan ini dengan benar.
5. Proyeksikan item-item neraca, dimulai dengan laba ditahan dan kemudian peramalan
ekuitas pemegang saham, kewajiban jangka panjang, kewajiban lancar, total
kewajiban, total aset, aset tetap, dan aset lancar.
6. Buat daftar komentar (komentar) pada pernyataan yang diproyeksikan. Setiap kali
terjadi perubahan signifikan pada item dari tahun sebelumnya ke tahun yang
diproyeksikan, penjelasan (komentar) harus diberikan. Komentar sangat penting
karena jika tidak pro forma tidak ada artinya.

Anggaran Keuangan
Anggaran keuangan adalah dokumen yang rincian bagaimana dana akan diperoleh dan
menghabiskan untuk jangka waktu tertentu. Anggaran tahunan adalah yang paling
umum, meskipun jangka waktu anggaran dapat berkisar dari satu hari hingga lebih dari
10 tahun. Pada dasarnya, penganggaran keuangan adalah metode untuk menentukan apa
yang harus dilakukan untuk menyelesaikan implementasi strategi dengan sukses.
Penganggaran keuangan tidak boleh dianggap sebagai alat untuk membatasi pengeluaran
tetapi lebih sebagai metode untuk mendapatkan penggunaan sumber daya organisasi
yang paling produktif dan menguntungkan. Anggaran keuangan dapat dipandang sebagai
alokasi sumber daya perusahaan yang direncanakan berdasarkan prakiraan masa
depan. Jenis anggaran keuangan hampir sama banyaknya dengan jenis organisasi.
Mengevaluasi Nilai Bisnis
Mengevaluasi nilai bisnis adalah pusat implementasi strategi karena strategi integratif,
intensif, dan diversifikasi sering dilaksanakan dengan mengakuisisi perusahaan lain.
Strategi lain, seperti penghematan dan divestasi, dapat mengakibatkan penjualan suatu
divisi dari suatu organisasi atau perusahaan itu sendiri. Semua metode yang berbeda
untuk menentukan nilai bisnis dapat dikelompokkan menjadi tiga pendekatan utama: apa
yang dimiliki perusahaan, apa yang diperoleh perusahaan, atau apa yang akan dibawa
perusahaan ke pasar.

Memutuskan Apakah Perlu Go Public


Akan berarti menjual sebagian dari perusahaan Anda kepada orang lain untuk
meningkatkan modal; akibatnya, itu melemahkan kontrol pemilik perusahaan. Go public
tidak disarankan bagi perusahaan dengan penjualan kurang dari $ 10 juta karena biaya
awal bisa terlalu tinggi bagi perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang cukup agar go
public bermanfaat.

Isu-isu Penelitian dan Pengembangan (Litbang)


Penelitian dan Pengembangan (penelitian dan pengembangan (R&D) dapat memainkan
bagian integral dalam implementasi strategi. Orang-orang ini biasanya ditugaskan untuk
mengembangkan produk baru dan meningkatkan produk lama dengan cara yang
memungkinkan penerapan strategi yang efektif.
Kebijakan R&D dapat meningkatkan upaya implementasi strategi untuk:
1. Menekankan perbaikan produk atau proses.
2. Tekankan penelitian dasar atau terapan.
3. Menjadi pemimpin atau pengikut dalam R&D.
4. Mengembangkan proses robotika atau manual.
5. Menghabiskan sejumlah besar uang, rata-rata, atau rendah untuk R&D.
6. Melakukan R&D di dalam perusahaan atau mengontrak R&D ke perusahaan luar.
7. Gunakan peneliti universitas atau peneliti sektor swasta.

Isu-Isu Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi, dan mengevaluasi informasi eksternal
dan internal secara paling efektif mendapatkan keunggulan kompetitif dibandingkan
perusahaan lain. Memilikiyang efektif sistem informasi manajemen (SIM) mungkin
merupakan faktor terpenting dalam membedakan perusahaan yang berhasil dan yang
tidak. Proses manajemen strategis sangat difasilitasi dalam perusahaan yang memiliki
sistem informasi yang efektif. Pengumpulan, pengambilan, dan penyimpanan informasi
dapat digunakan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dengan cara seperti
penjualan silang ke pelanggan, memantau pemasok, menjaga agar manajer dan karyawan
mendapat informasi, mengoordinasikan aktivitas antar divisi, dan mengelola dana.
Sistem informasi yang baik memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya.
Misalnya, pesanan online dari staf penjualan ke fasilitas produksi dapat mempersingkat
waktu pemesanan bahan dan mengurangi biaya inventaris
2. Jelaskan 16 kegiatan dalam implementasi strategi menurut pendapat Fred R David
(2002: 218 - 277)?
Jawab:
Implementasi strategi (mengorganisasi strategi dan memimpin strategi) terdiri dari 16
kegiatan (Fred R David, 2002: 218 - 277) yaitu:
1. Tujuan jangka pendek (tujuan tahunan)
Penetapan tujuan tahunan merupakan sebuah aktivitas terdesentralisasi yang secara
langsung melibatkan seluruh manajer dalam suatu organisasi.
Tujuan tahunan penting bagi penerapan strategi karena:
a. Merupakan landasan untuk alokasi sumber daya
b. Merupakan mekanisme utama untuk mengevaluasi manajer
c. Merupakan instrumen utama untuk memonitor kemajuan ke arah pencapaian
tujuan jangka panjang
d. Menetapkan prioritas organisasional, divisional dan departemental

Maksud dari tujuan tahunan yaitu tujuan tahunan berfungsi sebagai pedoman
tindakakan, mengarahkan dan menyalurkan berbagai upaya dan aktivitas dari para
anggota organisasi, memberikan sumber legitimasi di suatu bisnis dengan cara
menjustifikasi aktivitas di hadapan para pemangku kepentingan, menjadi standar
kinerja, berfungsi sebagai sumber motivasi dan identifikasi yang penting, memberi
insentif bagi para manajer dan karyawan untuk bekerja, dan memberikan landasan
bagi rancangan organisasional.
2. Kebijakan (policy)
Kebijakan mengacu pada pedoman, metode, prosedur, aturan, bentuk, dan praktik
administratif spesifik yang ditetapkan untuk mendukung dan mendorong upaya
menuju pencapaian tujuan tersurat. Kebijakan memungkinkan bagi karyawan
maupun manajer mengetahui apa yang diharapkan dari mereka, sehingga
meningkatkan kemungkinan bahwa strategi akan mampu diterapkan dengan baik.
Sebisa mungkin, kebijakan harus dinyatakan dalam bentuk tulisan.
3. Alokasi sumberdaya
Alokasi sumber daya merupakan aktivitas (kegiatan) utama manajemen yang
memungkinkan pelaksanaan strategi. Manajemen strategis memampukan sumber
daya dialokasikan berdasarkan prioritas yang ditetapkan dalam tujuan
tahunan. Semua organisasi mempunyai setidaknya empat jenis sumber daya yang
dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan; sumber daya
keuangan, sumber daya fisik, sumber daya manusia, dan sumber daya
teknologi. Nilai nyata dari program alokasi sumber daya terletak dalam pencapaian
tujuan organisasi.

4. Manajemen konflik
Konflik dapat didefinisikan sebagai perselisihan kedua belah pihak atau lebih
mengenai satu atau beberapa isu/ masalah. Berbagai pendekatan untuk mengelola dan
menyelesaikan konflik dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori:
a. Penghindaran
Meliputi berbagai tindakan seperti mengabaikan persoalan dengan harapan
bahwa konflik tersebut akan selesai dengan sendirinya atau secara fisik
memisahkan individu-individu yang berkonflik.
b. Defusi
Meliputi sikap tidak terlalu menekankan perbedaan antarpihak yang berkonflik
tetapi mengutamakan kesamaan dan kepentingan bersama, berkompromi
sehingga ada pihak yang menang atau kalah.
c. Konfrontasi
Dicontohkan oleh pertukaran anggota pihak-pihak yang berkonflik sehingga
masing-masing bisa memberi apresiasi mengenai sudut pandang lain atau
pengadaan di mana pihak-pihak yang berkonflik dapat menyampaikan
pandangan mereka dan mengolah perbedaan di antara mereka.

5. Mencocokkan struktur organisasi


Perubahan strategi dalam perubahan struktur organisasi biasanya untuk dua alasan
utama. Pertaman, struktur sebagian besar menentukan bagaimana tujuan dan
kebijakan dibentuk. Kedua, struktur menentukan bagaimanan sumber daya akan
dialokasikan. Gejala struktur organisasi yang tidak efektif:
a. Terlalu banyak tingkatan manajemen
b. Terlalu banyak pertemuan yang dihadiri oleh banyak orang
c. Terlalu banyak perhatian diarahkan menuju pemecahan konflik antar
departemen
d. Terlalu besar rentang kembali
e. Terlalu banyak tujuan tidak tercapai
f. Penurunan kinerja perusahaan atau bisnis
6. Restrukturisasi dan rekayasa ulang (reengineering)
Restrikturisasi pada dasarnya merupakan kegitan mengurangi struktur yang ada
dalam organisasi. Melibatkan pengurangan ukuran perusahaan dalam hal jumlah
karyawan divisi/unit, tingkat hirarki dalam struktur orgainsasi. Reengineering
bersangkitan lebih banyak dengan kesejahteraan karyawan dan pelanggan daripada
kesejahteraan pemegang saham. Reengineering juga disebut manajemen proses,
melibatkan konfigurasi ulang atau mendesain ulang pekerjaan.
7. Mengaitkan prestasi kerja dan gaji pada strategi
Sistem bonus ganda berdasarkan tujuan tahunan dan tujuan jangkan panjang sudah
lazim diterapkan. Persentasi bonus tahunan untuk manajer terkait hasil jangka pendek
dan jangkan panjang harus bervariasi sesuai dengan hirarki organisasi. Penggunaan
sistem bonus ganda ini penting karena bonus tidak semata-mata diberikan
berdasarkan hasil jangka pendek namun juga melibatkan tujuan jangka panjang.

8. Mengelola penolakan perubahan (Manajemen perubahan dan inovasi)


Tiga pendekatan strategi dalam menghadapi perubahan adalah:
a. Strategi perubahan paksa, yaitu dengan memberikan penawaran secara paksa.
Keuntungan strategi ini adalah cepat dalam tindakan namun kekurangannya
adalah rendahnya komitmen dan tingginya perlawanan.
b. Strategi perubahan edukasi, yaitu dengan memberikakn informasi kepada
orang bahwa perubahan memang perlu dilakukan. Kekurangannya adalah
penerapannya yang lambat dan sulit namun strategi ini lebih memberikan
komitmen yang lebih bagus dan perlawanan yang lebih sedikit daripada
strategi perubahan paksa.
c. Strategi perubahan rasional, yaitu dengan menjelaskan kepada seseorang
bahwa perubahan adalah untuk keuntungan diri mereka juga. Penerapan
strategi relatif mudah, namun penerapan perubahan jarang berhubungan
dengan keuntungan setiap orang.
Strategi dapat mengambil langkah positif untuk meminimalkan resistensi perubahan
bagi manajer dan karyawan.
9. Mengelola lingkungan alam
Ada dua konsep manajemen yang berkaitan dengan keterlibatan sosial (social
involvement) manajemen, yaitu:
a. Manajemen Berbasis Nilai (Value-Based Management) atau Manajemen Berbasis
Budaya Organisasi ialah pendekatan manajemen (managing approach) yang para
manajer menetapkan, memajukan, dan mempraktekkan nilai-nilai bersama suatu
organisasi (organizational shared values). Nilai bersama organisasi itu
membentuk budaya organisasi (organizational culture).
b. Manajemen Ramah Lingkungan (The “Greening” of Management) ialah
kesadaran (recognition) akan eratnya hubungan antara keputusan dan kegiatan
organisasi dengan dampaknya (impact) terhadap lingkungan alam.
10. Menciptakan budaya organisasi yang mendukung strategi
Penyusun strategi harus berusaha untuk mepertahankan, menegaskan, dan
membangun aspek kehidupan yang mendukung tujuan strategi baru. Aspek
kebudayaan yang berlawanan dengan tujuan strategi harus diidentifikasi dan diubah.
Penelitian mengidentifikasikan bahwa strategi baru sering dipengaruhi oleh pasar dan
di dikte oleh paksaan kompetitif. Mengubah kebudayaan perusahaan untuk
menerapkan strategi batu biasanya lebih efektif daripada mengubah strategi untuk
menerapkan kebudayaan lama.
11. Manajemen operasional
Roger Schroeder dalam Fred R. David (2006: 195) mengatakan bahwa terdapat lima
fungsi manajemen produksi (fungsi manajemen operasional), yaitu: 1) Proses, 2)
Kapasitas, 3) Persediaan, 4) Tenaga Kerja, 5) Kualitas .
12. Manajemen sumberdaya manusia
Tugas manajer personalia berubah dengan cepat ketika perusahaan melakukan
perampingan dan reorganisasi. Tanggung jawab strategi dari manajer personalia
adalah evaluasi kebutuhan karyawan yang dibutuhkan dan biayanya untuk strategi
alternatif selama tahap perumusan strategi dan pengembangan rencana untuk
penerapan strategi yang efektif.
13. Manajemen pemasaran
Beberapa contoh keputusan pemasaran yang mungkin memerlukan kebijakan adalah
sebagai berikut:
a. Menggunakan dealer eksklusif atau beberapa saluran distribusi
b. Menggunakan iklan TV yang berat, ringan, atau tanpa iklan
c. Untuk membatasi (atau tidak) pangsa bisnis yang dilakukan dengan pelanggan
tunggal
d. Menjadi pemimpin harga atau pengikut harga
e. Menawarkan garansi lengkap atau terbatas
f. Memberi penghargaan kepada tenaga penjualan berdasarkan gaji langsung,
komisi langsung, atau gaji / komisi gabungan
g. Beriklan secara online atau tidak

Isu pemasaran yang menjadi perhatian konsumen saat ini adalah sejauh mana
perusahaan dapat melacak pergerakan individu di Internet dan bahkan dapat
mengidentifikasi individu dengan nama dan alamat email.
14. Manajemen keuangan
Beberapa contoh keputusan yang mungkin memerlukan kebijakan keuangan /
akuntansi adalah sebagai berikut:
a. Untuk meningkatkan modal dengan hutang jangka pendek, hutang jangka
panjang, saham preferen, atau saham biasa.
b. Untuk menyewa atau membeli aset tetapaset
c. Untuk menentukanyang sesuai rasio pembayaran dividen
d. Untuk menggunakan LIFO (Last-in, First-out), FIFO (First-in, First-out), atau
pendekatan akuntansi nilai pasar.
e. Untuk memperpanjang waktu piutang
f. Untuk membuat a persentase diskon tertentu pada rekening dalam jangka waktu
tertentu.
g. Untuk menentukan jumlah uang tunai yang harus disimpan.
15. Manajemen penelitian dan pengembangan
Penelitian dan Pengembangan (penelitian dan pengembangan (R&D) dapat
memainkan bagian integral dalam implementasi strategi. Orang-orang ini biasanya
ditugaskan untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan produk lama
dengan cara yang memungkinkan penerapan strategi yang efektif.
Kebijakan R&D dapat meningkatkan upaya implementasi strategi untuk:
a. Menekankan perbaikan produk atau proses.
b. Tekankan penelitian dasar atau terapan.
c. Menjadi pemimpin atau pengikut dalam R&D.
d. Mengembangkan proses robotika atau manual.
e. Menghabiskan sejumlah besar uang, rata-rata, atau rendah untuk R&D.
f. Melakukan R&D di dalam perusahaan atau mengontrak R&D ke perusahaan
luar.
g. Gunakan peneliti universitas atau peneliti sektor swasta.
16. Manajemen sistem informasi
Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi, dan mengevaluasi informasi
eksternal dan internal secara paling efektif mendapatkan keunggulan kompetitif
dibandingkan perusahaan lain. Memilikiyang efektif sistem informasi manajemen
(SIM) mungkin merupakan faktor terpenting dalam membedakan perusahaan yang
berhasil dan yang tidak. Proses manajemen strategis sangat difasilitasi dalam
perusahaan yang memiliki sistem informasi yang efektif. Pengumpulan,
pengambilan, dan penyimpanan informasi dapat digunakan untuk menciptakan
keunggulan kompetitif dengan cara seperti penjualan silang ke pelanggan, memantau
pemasok, menjaga agar manajer dan karyawan mendapat informasi,
mengoordinasikan aktivitas antar divisi, dan mengelola dana. Sistem informasi yang
baik memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya. Misalnya, pesanan online
dari staf penjualan ke fasilitas produksi dapat mempersingkat waktu pemesanan
bahan dan mengurangi biaya inventaris.

3. Jelaskan 10 fungsi manajemen produksi (fungsi manajemen operasional) menurut


pendapat Jay Heizer dan Barry Render (2009: 9)?
Jawab:
Jay Heizer dan Barry Render (2009: 9) mengatakan bahwa terdapat 10 fungsi manajemen
produksi (fungsi manajemen operasional), yaitu:
1. Desain Produk dan Jasa
Desain produk dan jasa menerapkan sebagian besar proses transformasi yang akan
dilakukan. Keputusan biaya, kualitas, dan sumber daya manusia bergantung pada
keputusan desain. Desain biasayan menetapkan batasan biaya terendah dan kualitas
tertinggi.
2. Manajemen Kualitas
Harapan kualitas harus ditetapkan, peraturan, serta prosedur dilakukan untuk
mengenali dan mencapai kualitas tersebut.
3. Proses Operasional
Keputusan proses yang diambil mengikat manajemen akan teknologi, kualitas,
penggunaan sumber daya manusia dan pemeliharaan yang spesifik
4. Lokasi Operasional
Keputusan lokasi perusahaan atau organisasi manufaktur dan jasa menentukan
kesuksesan perusahaan.
5. Tata Letak Operasional
Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat karyawan, keputusan
teknologi, dan kebutuhan persediaan akan mempengaruhi tata letak.
6. Sumberdaya Manusia dan Desain Jabatan
Manusia merupakan bagian integral dan mahal dari keseluruhan rancang siste. Oleh
karena itu, kualitas lingkungan kerja yang diberikan, bakat, dan keahlian yang
dibutuhkan, serta upah harus ditentukan secara jelas.
7. Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
Keputusan tentang apa yang harus dibuat dan apa yang harus dibeli.
Pertimbangannya pada kualitas, pengiriman, dan inovasi, kesemuanya harus ditingkat
harga yang memuaskan.
8. Manajemen Persediaan
Keputusan persediaan dapat dioptimalkan atau dimaksimalkan, apabila
dipertimbangkan dalam sudut kepuasan pelanggan, pemasok, perencanaan produksi,
dan sember daya manusia.
9. Penjadwalan
Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien dapat atau harus dikembangkan,
permintaan atas sumber daya manusia, dan fasilitas diprioritaskan terlebih dahulu
yang harus ditetapkan dan diawasi.
10. Pemeliharaan
Keputusan harus dibuat pada tingkat keandalan dan kestabilan yang diinginkan oleh
suatu perusahaan. Sistem harus dibuat untuk menjaga keandalan dan stabilitas
tersebut.

4. Jelaskan 12 fungsi manajemen sumberdaya manusia menurut pendapat Gary


Dessler (1986: 2)?
Jawab:
Gary Dessler (1986: 2) mengatakan bahwa terdapat 12 fungsi manajemen sumberdaya
manusia, yaitu:
1. Analisis jabatan
Prosedur yang dilakukan untuk menentukan tugas-tugas dari suatu jabatan, serta
spesifikasi sumberdaya manusia yang tepat untuk mengisi jabatan tersebut.
2. Perencanaan pegawai
Proses penentuan kebutuhan pegawai pada masa yang akan datang berdasarkan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam persediaan tenaga kerja yang ada.
3. Perekrutan pegawai
Sebagai kegiatan atau aktivitas apapun yang diadakan organisasi dengan tujuan
utama mengidentifikasi dan menarik karyawan yang potensial.
4. Seleksi pegawai
Memperoleh karyawan yang paling tepat dalam kualitas maupun kuantitas dari calon-
calon yang akan ditariknya.
5. Orientasi pegawai
Program yang memperkenalkan kepada pegawai baru tentang lingkungan (kondisi
dan situasi) di tempat pekerjaan.
6. Pelatihan pegawai
Suatu usaha untuk memperbaiki performasi pekerjaan pada suatu pekerjaan tertentu
yang sedang menjadi jawabnya atau suatu pekerjaan yagn ada kaitannya dengan
pekerjaan supaya efektif.
7. Pemberian gaji
Balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya dengan syarat tahunan
tanpa memperhatikan jam kerja.
8. Pemberian insentif finansial
Memberikan upah/gaji berdasarkan perbedaan prestasi kerja sehingga bisa jadi dua
orang yang memiliki jabatan yang sama akan menerima upah yang berbeda, karena
prestasinya berbeda, meskipun gaji pokoknya sama.
9. Pemberian tunjangan
Diberikan kepada karyawan seperti THR, tunjangan makan, kesehatan, dan layanan.
10. Kualitas kehidupan kerja
Kualitas kehidupan kerja merupakan suatu keadaan dimana para pegawai dapat
memenuhi kebutuhan mereka yang penting dengan bekerja dalam organisasi.
11. Penilaian prestasi kerja
Mengevaluasi kinerja karyawan dimasa sekarang dan masa lalu secara relatif
terhadap standar kinerjanya.
12. Manajemen karier
Perencanaan yang dilakukan baik oleh indivisu (pegawai) maupun organisasi,
terutama mengenai persiapan yang harus dipenuhi oleh seorang pegawai untuk
mencapai tujuan karir tertentu.

5. Jelaskan empat fungsi manajemen pemasaran menurut pendapat Philip Kotler


(2003: 16)?
Jawab:
Philip Kotler (2003: 16) mengatakan bahwa ada empat fungsi manajemen pemasaran,
yaitu:
1. Produk
Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan di pasar berupa barang dan jasa.
Produk yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan konsumen, kemudian harus
sesuai dengan keinginan dari konsumen. Juga harus memiliki keunikan tersendiri,
sehingga membuat konsumen puas serta mendapatkan kesan yang tidak terlupakan
dalam benak konsumen.
2. Harga
Harga dalam suatu produk atau jasa, biasanya disesuaikan dengan indikator kualitas,
persepsi, kemudian keuntungan.
3. Distribusi
Suatu kegiatan yang dilakukan oleh produsen untuk mempermudah konsumen
memperoleh suatu produk. Produsen memikirkan produk mereka apakah mudah
didapat atau tidak.
4. Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperkenalkan suatu produk.
Tujuannya adalah supaya sebuah produk dikenal, kemudian bisa menarik perhatian
konsumen.

6. Jelaskan tiga fungsi manajemen keuangan menurut pendapat James Van Horne
dalam Fred R. David (2002: 158–162)?
Jawab:
James Van Horne dalam Fred R. David (2002: 158–162) mengatakan bahwa terdapat
tiga fungsi manajemen keuangan, yaitu:
1. Manajemen investasi
Juga disesbut sebagai penganggaran modal adalah alokasi dan realisasi dari modal
dan sumber daya untuk proyek, produk, asset, dan divisi dari sebuah organisasi.
Setelah strategi diformulasikan, keputusan penganggaran modal dibutuhkan untuk
mengimplementasikan strategi dengan sukses.
2. Manajemen finansial
Menentukan struktur modal terbaik untuk perusahaan dan mencakup evaluasi
berbagai metode yang dapat digunakan perusahaan untuk menghasilkan modal.
Keputusan pendanaan harus mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek dan
jangka panjang atas modal kerja. Dua rasio keuangan kunci yang mengindikasikan
apakah keputusan pendanaan perusahaan sudah efektif adalah rasio utang terhadap
ekuitas dan rasio utang terhadap total biaya.
3. Manajemen deviden
Memikirkan isu seperti presentase laba yang dibayarkan kepada pemegang saham,
stabilitas dividen yang dibayarkan sepanjang waktu, dan pembelian kembali atau
penerbitan saham. Keputusan dividen menentukan jumlah dana yang akan ditahan
dalam perusahaan dibandingkan dengan jumlah yang dibayarkan kepada pemegang
saham.

7. Jelaskan dua bentuk manajemen penelitian dan pengembangan?


Jawab:
Manajemen penelitian dan pengembangan dalam organisasi dapat mempunyai dua
bentuk, yaitu:
1. Penelitian dan Pengembangan Internal
Sebuah organisasi menjalankan departemen riset dan pengembangannya sendiri.
Misalnya PT Semen Padang mendesain direktorat penelitian dan pengembangan
dikelola oleh Direktur Litbang.
2. Penelitian dan Pengembangan Eksternal
Organisasi mengontrak peneliti dan lembaga penelitian untuk meneliti dan
mengembangkan produk spesifik.

8. Apakah pengertian sistem informasi manajemen (management information system)


Jawab:
Sistem informasi manajemen (management information system) (MIS) ialah sistem yang
digunakan untuk secara teratur memberi (provide) manajemen suatu informasi yang
dibutuhkan. MIS berfokus pada menyediakan data dan informasi bagi manajer.

9. Untuk siapa sistem informasi manajemen (MIS) mengumpulkan data dan


menganalisis data menjadi informasi?
Jawab:
Sistem informasi manajemen (MIS) mengumpulkan data dan menganalisis data menjadi
informasi untuk digunakan manajer