Anda di halaman 1dari 8

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis, pengambilan data dan studi
literatur. Hal yang dilakukan pertama kali adalah dengan melakukan studi literatur
yaitu dengan melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan Signifikasi putaran
turbin angin terhadap keluaran generator. Pada penelitian ini terbagi menjadi lima
tahapan. Lima tahapan tersebut adalah tahap persiapan, tahap perancangan, tahap
pembuatan, tahap pengambilan data, lalu tahap analisis data. Diagram alir prosedur
penelitian secara lengkap dapat dilihat pada gambar 3.1. Pada tahap ini proses yang
dilakukan mempersiapkan komponen apa saja yang akan digunakan. Selain itu juga
mempersiapkan pula alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang proses penelitian
dan pembuatan pembangkit listrik tenaga angin.

MULAI

ANGIN

ANGIN MEMUTAR
KINCIR ANGIN

GENERATOR YANG
TERHUBUNG KE KINCIR ANGIN
MENGELUARKAN DAYA
MENGUKUR TEGANGAN
KELUARAN GENERATOR

TIDAK
TEGANGAN ≥ 12V

TEGANGAN MASUK KE
BEBAN LAMPU DC 12 V

SELESAI

Gambar 3.1 Diagram Alir penelitian

3.2. Jadwal Penelitian

Tabel 3.1 Tabel Jadwal Penelitian


No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
Juli Juli Juli Agustus September
.
1 Studi Literature dan
persiapan Alat
2 Pengamatan Lapangan
3 Pengumpulan Data
Penelitian
4 Pengolahan Data dan
Analisi Data
5 Penyusunan Laporan

Dari tabel diatas diketahui alokasi dan waktu penelitian yang dimana pada
hari pertama yaitu berupa:

1) Studi Literatur
Tahapan awal adalah studi literatur. Studi literature ini berisi kajian penulis dari
beberapa acuan yang baik berupa karya ilmiah , jurnal, mauapun bersumber dari
internet yang ada kaiatannya dengan tema penelitian yang berfungsi sebagai
penunjang untuk mempermudah dalam proses penelitian ini
2) Perancangan Alat
Perancangan alat ini menjadi awal langkah untuk menentukan rancangan
pembangkit LIstrik tenaga bayu untuk pengambilan data yang nantinya akan dibuat.
Dalam langkah ini kita harus mempertimbangkan beberapa rancangan yang sekiranya
dapat beroperasi maksimal apabila pembangkit ini telah diciptakan.
3) Pengambilan data
Pengambilan data ini diperoleh dengan melakukan pengukuran tegangan, arus
maupun Rpm pada pembangkit listrik tenaga bayu. Pada pengambilan data , akan
diambil selama 3 hari , dimulai dari jam 10.00 s/d 10.00 . Bagian ini diawali dengan
penjelasan latar belakang permasalahan penelitian dan rangkuman metode yang akan
digunakan.

3.3. Lokasi dan Waktu penelitian


Lokasi penelitian berada dilapangan Parkir Fakultas Teknik Universitas Bangka
Belitung, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan informasi dari aplikasi
Google Maps. Didapatkan lokasi penelitian berada di Latitude (Lintang) : -2.070257 ,
dan Longitude (Bujur) :106.078567.
Gambar 3.2 Peta Lokasi Penelitian.

Pengambilan data untuk PLTB yang dilakukan dari hari Sabtu tanggal 11 Juli
2020 sampai dengan hari Senin tanggal 13 Juli 2020. Adapun pengambilan data
dilakukan setiap 10 Menit sekali selama 3x24 Jam.
3.4. Bahan dan Alat Penelitian

3.4.1 Bahan Penelitian Tambahkan gambar dengan tabel

Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian dan perancangan KP ini


yaitu:

1. Turbin Angin
2. Generator DC (Tegangan Maksimal 24 Volt dalam kondisiberbeban)
3. Pipa Paralon ukuran 1’ dan 2’ dan sambungan pipa untuk pembuatan Badan
dan Tiang Kincir.
4. Papan Akrilik untuk pembuatan ekor kincir.
5. Besi Penghubung, Baut dan Ring besi.
6. Bearing Ball
7. Kabel Penghubung Secukupnya

3.4.2. Alat Penelitian


Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah;
1. Alat tulis dan seperangkat alat pengolah data, seperti kalkulator dan laptop yang
telah dilengkapi dengan beberapa perangkat lunak, di antaranya Microsoft
Office (Excel, Word), dan IBM SPSS.
2. Peralatan yang digunakan sebagai pengambilan data yaitu Multimeter Digital,
stopwatch, Tachometer.
3. Peralatan untuk membuat PLTB dan PLTS, seperti; Gergaji, Gerindra, Mesin
bor, Mesin las, Palu, Obeng, Tang potong kebel dan lain-lain.

3.4.Perancangan

Pada tahap ini, peneliti melakukan pemodelan system pembangkit listrik tenaga
bayu yang memiliki komponen utama yaitu : turbin / kincir angina, generator,
kerangaka badan dan ekor, tiang dan rangkaian listrik sederhana. Selanjutnya
rangkaian listrik didalam system PLTB dihubungkan dengan controller sehinga dapat
melakukan pengecasan aki atau baterai dan juga mengalirkan energi listrik ke beban.

Gambar 3.3 Perancagan Sistem PLTB

3.5. Perumusan Penelitian

Energi angin merupakan bentuk tidak langsung dari energi matahari karena
angin terjadi akibat pemanasan yang tidak merata pada permukaan bumi oleh
matahari sehingga terjadilah perbedaan tekanan pada atmosfer. Aliran angin bergerak
dari daerah yang mempunyai tekanan tinggi ke daerah yang mempunyai tekanan
rendah. Oleh karena itu energi angin juga merupakan suatu energi kinetik dari
pergerakan massa udara. Sistem PLTB memanfaatkan energi angin untuk
memutarkan turbin, sehingga dengan adanya putaran dari turbin tersebut dapat
mengonversikan energi angin menjadi energi listrik. Perumusan energi kinetik pada
suatu turbin sebagai berikut:

1
𝐸𝑘 = m v2 (3.1)
2

dengan nilai :

𝐸𝑘 = Energi Kinetik (Joule),

m = massa udara (kg),


𝑣 = kecepatan angin (m/s).

Laju aliran massa diberikan oleh persamaan :

𝑚 = 𝜌𝐴v (3.2)

dengan nilai :

𝜌 = massa jenis angin (kg/m3 ) (ketetapan 𝜌 =1,225 kg/m3 ),

𝐴 = luas penampang turbin (m2 ) bisa ditulis ( 𝐴 = 𝜋𝑟 2 ).

Dengan mengubah massa udara pada Persamaan 2.1 dengan Persamaan 2.3,
maka diperoleh perumusan daya total yang dihitung dari kecepatan angin sebagai
berikut.

1
Pa= ρ A v3 (3.3)
2

dengan nilai :

𝑃𝑎 = daya angin (Watt)

ρ = massa jenis angin (kg/m3 )

A = luas penampang melintang aliran (m2 )

v = kecepatan angin (m/s)


3.6 Data Cuaca BMKG

ID WMO : 96237
Nama
Stasiun : Stasiun Meteorologi Depati Amir
Lintang : -2.17000
Bujur : 106.13000
Elevasi : 0

Tanggal RR ff_x ddd_x ff_avg ddd_car


11-07-2020 0,7 8 100 3 SE
12-07-2020 0 6 140 3 SE
13-07-2020 15,1 7 110 3 E

Keterangan :
8888: data tidak terukur
9999: Tidak Ada Data (tidak dilakukan pengukuran)
RR: Curah hujan (mm)
ff_x: Kecepatan angin maksimum (m/s)
ddd_x: Arah angin saat kecepatan maksimum (°)
ff_avg: Kecepatan angin rata-rata (m/s)
ddd_car: Arah angin terbanyak (°)