Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengukuran Arus, Tegangan dan RPM Turbin

Proses pengukuran arus, tegangan pada penelitian dilakukan menggunakan


multimeter digital sedangkan untuk mengukur Rpm turbin menggunakan Tachometer
Digital. Proses pengambilan data energi listrik yang dihasilkan generator dilakukan
pada pukul 10.00 – 10-00 WIB dengan selang waktu 10 menit per-data yang di ambil.
Hasil arus dan tegangan yang di ambil memiliki nilai yang berbeda setiap 10 menit.
Proses pengambilan data dilakukan selama 3 x 24 jam, yang dimulai pada tanggal 11
juli 2020 s/d 13 juli 2020. Berikut hasil data yang di dapatkan terbagi menjadi 3 hari
yaitu :

Hari Ke-1 Beri judul grafik

22.00
20.00
18.00
16.00
14.00
12.00
10.00
Tegangan (V)
8.00
Arus (A)
6.00
4.00
2.00
0.00
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
:0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0
:00 :20 :40 :00 :20 :40 :00 :20 :40 :00 :20 :40 :10 :30 :50 :10 :30 :50
1 0 1 1 1 2 14 15 16 1 8 1 9 20 22 23 0 2 3 4 6 7 8
Putaran Turbin (rpm)
1200.0

1000.0

800.0

600.0 Putaran Turbin (rpm)


400.0

200.0

0.0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
:0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0
:00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :10 :40 :10 :40 :10 :40
10 1 1 1 3 1 4 16 1 7 1 9 20 22 2 3 1 2 4 5 7 8

Gambar 4.2 Grafik Data PLTB Hari Ke-1

Pada pengukuran hari pertama di dapatkan hasil pengambilan data yang


dimulai dari pukul 10.00 s/d 10.00 WIB. Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa
semakin besar putaran turbin yang dihasilkan maka semakin tinggi arus dan tegangan
yang dihasilkan. Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi angina sangat
setabil di antara pukul 10.00 s/d 16.40 yang mana data maksimal pengukuran di
dapatkan pada pukul 15.10 wib sebesar 20,24 Volt untuk tegangan, 1,050 Ampere
untuk arus dan 1025,2 Rpm untuk putaran turbin. Dan pada sore hari hasil yang
didapatkan mulai menurun karena mulai kehilangan angin. Dan rata-rata yang
dihasilkan PLTB pada hari pertama yaitu sebesar 6,36 Volt untuk tegangannya dan
0,131 Ampere untuk arusnya, sedangkan untuk rata-rata putaran turbin sebesar 292,5
Rpm.
Hari Ke-2 Beri judul grafik

20.00
18.00
16.00
14.00
12.00
10.00
8.00 Tegangan (V)
6.00 Arus (A)

4.00
2.00
0.00
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
:0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0
:00 :20 :40 :00 :20 :40 :00 :20 :40 :00 :20 :40 :10 :30 :50 :10 :30 :50
1 0 1 1 12 14 1 5 16 1 8 19 2 0 2 2 23 0 2 3 4 6 7 8

Putaran Turbin (rpm)


900.0
800.0
700.0
600.0
500.0
400.0 Putaran Turbin (rpm)
300.0
200.0
100.0
0.0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
:0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0
:00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :10 :40 :10 :40 :10 :40
10 11 13 14 1 6 1 7 19 20 22 2 3 1 2 4 5 7 8

Gambar 4.3 Grafik Data PLTB Hari Ke-2


Pada hasil pengukuran hari kedua, di dapatkan hasil yang berbeda pada hari
pertama, namun tidak banyak dan cenderung turun dari hari yang pertama. Dan
kondisi angina juga sangat setabil di antara pukul 09.40 s/d 16.50 yang dimana data
maksimal tercatat sebesar 18,80 Volt untuk tegangan, 0,59 Ampere untuk arus dan
826,8 Rpm untuk putaran turbinya. Data tersebut cenderung turun dibandingkan data
pada hari pertama, penurunan ini disebabkan karena turunya intensitas angin. Dan
rata-rata yang dihasilkan PLTB pada hari ke-2 yaitu sebesar 5,10 Volt utuk
tegangannya, 0,082 Ampere untuk arusnya, sedangkan untuk putaran turbin sebesar
236,4 Rpm.

Hari Ke-3 Buat judul grafik


22.00
20.00
18.00
16.00
14.00
12.00
10.00
Tegangan (V)
8.00
Arus (A)
6.00
4.00
2.00
0.00
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
:0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0
:00 :20 :40 :00 :20 :40 :00 :20 :40 :00 :20 :40 :10 :30 :50 :10 :30 :50
10 1 1 1 2 14 1 5 16 1 8 1 9 20 2 2 23 0 2 3 4 6 7 8

Putaran Turbin (rpm)


1200.0

1000.0

800.0

600.0 Putaran Turbin (rpm)


400.0

200.0

0.0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
:0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0
:00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :10 :40 :10 :40 :10 :40
10 11 1 3 1 4 1 6 1 7 19 20 22 2 3 1 2 4 5 7 8

Gambar 3.5 Grafik Data PLTB Hari Ke-3


Pada hasil pengukuran hari ke-3 hasil yang didapatkan cenderung sama pada
hari yang pertama,akan tetapi memiliki perbedaan kestabilan angin yang dimana hari
ke-3 memilik rentang waktu ksetabilan angina lebih singkat dibandingkan dengan
hari ke-1 . Pada hari ke-3 ini cuaca cendrung teduh dan minim angin pada waktu
15.20 s/d 08.50, kondis angina cenderung setabil mulai pukul 10.00 s/d 15.20 yang
dimana data maksimal tercata sebesar 20,54 Volt untuk tegangannya, 1,080 Ampere
untuk arusnya dan 980,0 Rpm untuk putaran turbinya. Dan rata-rata yang dihasilkan
PLTB pada hari ke-3 yaitu sebesar 3,34 Volt untuk tegangannya dan 0,062 Ampere
untuk arusnya, sedangkan untuk kecepatan putaran turbin sebesar 145,1 Rpm.
Melihat dari data rata-rata tersebut dapat disimpulkan bahwa pada hari ke-3
cenderung menurun dibandingkan hari ke-1 dan ke-2.

4.2. Analisa Data dan Perhitungan

4.2.1 Daya Ideal Angin

Energi yang dimiliki oleh angin dapat diperoleh dari persamaan :

1
Pa= ρ A v3
2

Dimana :

Pa = Energi angin (Watt)

ρ = Kerapatan udara (Kg/m3 )

A = Area penangkapan angin (m 2 )

V = Kecepatan angin (m/s)


Contoh perhitungan untuk kecepatan angin 4 m/s .

1
pa= ρ A v3
2

1
pa= ∗1,255∗3,14∗0,472∗4 3
2

pa=27,85602Watt

4.2.2. Perhitungan Tip Speed Ratio ( λ)

Tip speed ratio (TSR) merupakan rasio kecepatan ujung rotor turbin dengan
kecepatan anginyang melalui sudu rotor tersebut. Untuk turbin savonius memiliki
nilai koefisien daya maksimum pada nilai tip speed ratio berada dibawah Adapun
TSR dapa dirumuskan sebagai berikut:

ω.R
λ=
V

Dimana :

λ = tip speed ratio

ω= kecepatan sudut = 2 π rad / sec

R = jari – jari rotor turbin = 0,47 m

V = kecepatan angin = 4 m/s

Sehingga :

ω.R
λ=
V
2π .R
λ=
V

4.2.3 Perhitungan Putaran yang Dihasilkan Turbin (RPM)

Besarnya RPM rotor secara langsung dipengaruhi oleh kecepatan angin,


rancangan dan diameter. Untuk kecepatan tangensial ujung rotor yang sama, maka
pengecilan diameter akan secara langsung mengakibatkan kenaikan RPM. Dengan
demikian kenaikan kecepatan angin rancangan akan bersesuaian dengan kenaikan
RPM rancangan. Dimana : RPM = putaran yang dihasilkan turbin (rpm) = tip ratio
speed V = kecepatan angin = m/s D = diameter turbin

λ .V
Rpm=60
π .D

Dimana :

RPM = putaran yang dihasilkan turbin (rpm)

λ = tip ratio speed

V = kecepatan angin = m/s

D = diameter turbin

Tambahkan total energi setiap harinya, dan bandingkan antara hari ke 1, 2 dan ke 3

Jelasakan kesimpulan total energi berdasarkan putaran per hari