Anda di halaman 1dari 19

TUGAS INDIVIDU KEPERAWATAN KELUARGA

TENTANG
“PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA INDIVIDU MAHASISWA”

Disusun oleh :
Ita Rahmawati Darmawan (201702021)
Keperawatan 6A

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA MULIA
MADIUN
2020
ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA

A. ANALISIS DAN SISTESIS DATA


NO DATA MASALAH
1. Ds. Manajemen kesehatan tidak
 Nn. I mengatakan dirinya mempunyai penyakit efektif
paru sejak 2 bulan yang lalu
 Nn. I mengatakan kesulitan menghindari asap
rokok karena dilingkungan sekitarnya masih
banyak yang merokok
Do.
 Nn. I terlihat gelisah karena merasa gagal untuk
menghindari faktor resiko yang memperparah
penyakitnya
 Tn. D terlihat masih sering merokok didalam
rumah
 Nn. I masih sering terpapar asap rokok Tn. D
 Ny. L terlihat cemas dengan kondisi anaknya
 TTV:
TD = 90/60
N = 80 x/mnt
R = 24 x/mnt
S = 370C

Ds :
3. Bersihan jalan nafas tidak
 Nn. I mengatakan batuk selama 2 bulan tak
efektif
kunjung sembuh
 Nn. I mengatakan sesak ketika menghirup asap
rokok dan ketika terpapar udara yang tidak sehat
 Nn. I mengatakan susah bernafas atau nafas tersa
berat
Do :
 Kesadaran composmetis
 Nn. I tampak lemas
 Nn. Tampak pucat
 Batuk kering dan tidak efektif
 Terdapat sekret sedikit
 Terdapar suara tambahan wheezing
 Frekuensi pernafasan meningkat 24x/menit
 TTV :
TD = 90/60 mmHg
N = 80 x/mnt
S = 370C

Ds :
3.
 Nn. I mengatakan sering terasa pusing
Gangguan rasa nyaman
 Nn. I mengatakan tidak mampu bangun dari
(Nyeri)
tempat tidur
 Nn. I mengatakan tidak bisa tidur karena pusing
yang dialaminya
 Nn. I mengatakan tidak merasa nyaman dengan
yang sedang dialaminya.
 Nn. I mengatakan sering merasa mual
 Nn. I mengatakan jika dibuat bergerak kepala
terasa sakit
Do :
 Kesadaran composmentis
 Terlihat lemas
 Nn. I tampak gelisah
 Nn. I tampak meringis dan sering memegangi
kepalanya
 PQRST
P : Nyeri bertambah saat dibuat bergerak
Q : Nyeri seperti tertusuk
R : Bagian kepala belakang
S : Skala nyeri 5
T : Nyeri hilang timbul +/- 1 menit
 TTV :
TD = 90/60
N = 80 x/mnt
R = 24 x/mnt
S = 370C

B. PERUMUSAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN


NO DIAGNOSA KEPERAWATAN (P)
1. Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakefektifan pola
perawatan kesehatan keluarga
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan nafas
3. Gangguan rasa nyaman (Nyeri) berhubungan dengan gejala penyakit

C. PENILAIAN (SCORING) DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakefektifan pola perawatan
kesehatan keluarga
NO KRITERIA SKOR PEMBENARAN
1. Sifat masalah : krisis 1/3 x 1 = 1/3 Masalah sedang terjadi namun
tidak sedang terlalu
mengancam nyawa, Keluarga
hanya perlu menjalankan
prosedur tindakan keperawatan
agar manajemen kesehatan
tidak efektif mampu teratasi
2. Kemungkinan masalah dapat 1/2 x 2 = 1 Masalah dapat dihindari
diubah : cukup dengan motivasi untuk dapat
terwujudnya keinginan sudah
ada dan membantu klien tidak
memperburuk keadaannya.
3. Potensial masalah untuk 2/3 x 1 = 2/3 Masalah dapat dicegah bila
dicegah: cukup keluarga dapat mengatur atau
mengontrol pola hidup sehat.
4. Menonjolnya masalah : ada 2/2 x 1 = 1 Keluarga sadar ada masalah
masalah , perlu ditangani namun tidak perlu segera
segera ditangani. Masalah dapat
ditangani dengan mengubah
pola perawatan kesehatan
dalam keluarga.
Total 3

2. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan nafas
NO KRITERIA SKOR PEMBENARAN
1. Sifat masalah : tidak/ 3/3 x 1 = 1 Bersihan jalan nafas tidak efektif
kurang sehat akan sangat mengganggu Nn. I,
masalah saat ini sedang terjadi
dan perlu ditangani.
2. Kemungkinan masalah 2/2 x 1 = 1 Motivasi untuk mencegah hal
dapat diubah : sebagian tersebut terjadi masih kurang.
Dukungan keluarga diperlukan
agar masalah pada Nn. I dapat
teratasi
3. Potensial masalah untuk 3/3 x 1 = 1 Dapat dicegah bila klien dapat
dicegah: tinggi mematuhi agar istirahat dan rutin
melakukan pengobatan saat
tubuhnya sudah tidak mampu
bekerja.
4. Menonjolnya masalah : 2/2 x 1 = 1 Masalah serius perlu dilakukan
masalah dirasakan, segera penangan segera. Dapat sembuh
ditangani bila rutin minum obat dan kontrol
ke dokter.
Total 4

3. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala penyakit


NO KRITERIA SKOR PEMBENARAN
1. Sifat masalah : tidak/ kurang 3/3 x 1 = 1 Masalah sedang terjadi,
sehat gangguan rasa nyaman dapat
menimbulkan stress, maka perlu
ditangani dengan minum obat
segera.
2. Kemungkinan masalah dapat 1/2 x 2 = 1 Masalah perlu penangan dengan
diubah : sebagian dukungan keluarga untuk
memotivasi Nn. I
3. Potensial masalah untuk 2/3 x 1 = 2/3 Dapat dicegah bila keluarga
dicegah: cukup mempu mendukung klien, dan
pengobatan perlu diberikan agar
masalah dapat dicegah.
4. Menonjolnya masalah : ada 1/2 x 1 = ½ Masalah perlu ditangani sebab
masalah , perlu ditangani gangguan rasa nyaman akan
menimbulkan pola istirahat klien
berkurang.
Total 3 1/6

D. PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan nafas.
2. Gangguan rasa nyaman (Nyeri) berhubungan dengan gejala penyakit.
3. Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakefektifan pola perawatan
kesehatan keluarga.
E. INTERVENSI
No Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
1 Bersihan jalan nafas tidak Setelah dilakukan 1) Batuk efektif meningkat Observasi
efektif berhubungan dengan tindakan keperawatan 2) Produksi sputum menurun 1. Identifikasi kemampuan batuk.
spasme jalan nafas selama 3x24 jam 3) Wheezing menurun 2. Monitor adanya retensi sputum.
diharapkan masalah 4) Dispnea menurun 3. Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman,
bersihan jalan nafas tidak 5) Gelisah menurun usaha napas).
efektif teratasi. 6) Frekuensi napas membaik 4. Monitor bunyi napas tambahan.
7) Pola napas membaik Terapeutik :
1. Atur posisi semi folwer atau folwer
2. Pertahankan kepatenan jalan napas dengan
head-tlit dan chin-lift.
3. Berikan oksigen, jika perlu
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif.
2. Anjurkan tarik napas dalam melalui hidung
selama 4 detik, ditahan selama 2 detik,
kemusian keluarkan dari mulut dengan bibir
mencucu (dibulatkan) selama 8 detik.
3. Ajarkan teknik batuk efektif.
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian bronkodilator,
mukolitik dan ekspetoran
2 Gangguan rasa nyaman Setelah dilakukan 1) Klien tidak mengeluh nyeri Observasi :
(Nyeri) berhubungan tindakan keperawatan 2) Nyeri menurun 1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
dengan gejala penyakit. selama 3x24 jam 3) Gelisah menurun frekuensi, kualitas, intensitas nyeri.
diharapkan gangguan 4) Meringis menurun 2. Identifikasi skala nyeri.
rasa nyaman (nyeri) 5) Mual menurun 3. Identifikasi faktor yang memperberat dan
dapat teratasi. 6) Keluhan tidak nyaman memperingan nyeri.
menurun Terapeutik :
7) Keluhan sulit tidur 1. Berikan teknik non farmakologi untuk
membaik mengurangi nyeri
2. Fasilitasi istirahat dan tidur
3. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam
pemilihan strategi meredakan nyeri
4. Gunakan relaksasi sebagai strategi
penunjang dengan analgetik atau tindakan
medis lain.
Edukasi :
1. Jelaskan penyebab, periode dan pemicu
nyeri.
2. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri.
3. Anjurkan mengambil posisi nyaman.
4. Anjurkan rileks dan dan merasakan sensasi
relaksasi.
5. Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi.
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu.
3 Manajemen kesehatan tidak Setelah dilakukan 1) Melakukan tindakan untuk Observasi :
efektif berhubungan dengan tindakan keperawatan mengurangi faktor resiko 1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan
ketidakefektifan pola selama 1x24 jam 2) Menerapkan program menerima informasi
perawatan kesehatan diharapkan manajemen perawatan 2. Identifikasi faktor-faktor yang dapat
keluarga kesehatan tercapai. 3) Aktivitas hidup sehari-hari meningkatkan dan menurunkan motivasi
efektif memenuhi tujuan perilaku hidup bersih dan sehat.
kesehatan Terapeutik :
1. Sediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
2. Jelaskan faktor resiko yang dapat
mempengaruhi kesehatan
3. Berikan kesempatan untuk bertanya.
4. Berikan dukungan untuk menjalani program
pengobatan dengan baik dan benar.
Edukasi :
1. Jelaskan Faktor resiko yang dapat
mempengaruhi kesehatan.
2. Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat.
3. Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk
meningkatkan perilaku hidup bersih dan
sehat.
Kolaborasi :
1. Kolaborasi dengan pelayanan kesehatan
didesa untuk memantau perkembangan
kesehatannya.

F. IMPLEMENTASI
HARI, TANGGAL
DIAGNOSIS KEPERAWATAN IMPLEMENTASI
DAN WAKTU
Senin, 01 Juni 2020 Bersihan jalan napas tidak efektif 1. Mengidentifikasi kemampuan batuk.
Jam 08.00 berhubungan dengan spasme jalan 2. Memonitor adanya retensi sputum.
napas 3. Memonitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas).
4. Memonitor bunyi napas tambahan.
4. Mengatur posisi semi folwer atau folwer.
5. Mempertahankan kepatenan jalan napas dengan head-tlit dan chin-lift.
6. Memberikan oksigen, jika perlu.
7. Menjelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif.
8. Menganjurkan tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, ditahan
selama 2 detik, kemusian keluarkan dari mulut dengan bibir mencucu
(dibulatkan) selama 8 detik.
9. Mengajarkan teknik batuk efektif.
10. Berkolaborasi pemberian bronkodilator, mukolitik dan ekspetoran.

Senin, 01 Juni 2020 Gangguan rasa nyaman (Nyeri) 1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi.
Jam 08.00 berhubungan dengan gejala penyakit. 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan
motivasi perilaku hidup bersih dan sehat.
3. Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan.
4. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan.
5. Memberikan kesempatan untuk bertanya.
6. Memberikan dukungan untuk menjalani program pengobatan dengan baik
dan benar.
7. Menjelaskan Faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan.
8. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat.
9. Mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku
hidup bersih dan sehat.

Senin, 01 Juni 2020 Manajemen kesehatan tidak efektif 1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Jam 08.00 berhubungan dengan ketidakefektifan 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan
pola perawatan kesehatan keluarga. motivasi perilaku hidup bersih dan sehat.
3. Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan
4. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
5. Memberikan kesempatan untuk bertanya.
6. Memberikan dukungan untuk menjalani program pengobatan dengan baik
dan benar.
7. Menjelaskan Faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan.
8. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat.
9. Mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku
hidup bersih dan sehat.
10. Berkolaborasi dengan pelayanan kesehatan didesa untuk memantau
perkembangan kesehatannya.

G. EVALUASI
HARI, TANGGAL NO. DIAGNOSIS
EVALUASI
DAN WAKTU KEPERAWATAN
Senin, 01 juni 2020 Diagnosa ke 1 S:
13.00 Bersihan jalan napas tidak efektif  Nn. I mengatakan batuk mulai bisa terkontrol
berhubungan dengan spasme jalan  Nn. I Mengatakan masih terasa sesaak
napas  Nn. I mengatakan masih sesak
O:
 Kesadaran composmetis
 Nn. I tampak masih lemas
 Nn. I masih terlihat batuk
 Nn. I sudah tidak tampak pucat
 Sekret masih
 Suara wheezing masih ada
 Frekuensi nafas 24x/menit
 TTV :
TD : 90/60 mmHg, S : 37 C, N : 80x/menit
A:
 Masalah belum teratasi
P:
 Lanjutkan intervensi

Selasa, 02 juni 2020 S:


13.00  Nn. I mengatakan batuk terkontrol
 Nn. I mengatakan sesak mulai berkurang
O:
 Kesadaran composmetis
 Nn. I sudah tidak terlihat lemas
 Nn. I masih terlihat batuk namun batuk mulai efektif
 Sekret berkurang
 Suara wheezing berkurang
 Frekuensi napas berkurang 22x/menit
 TTV :
TD : 100/70 mmHg, S : 36,5 C, N : 84x/menit
A:
 Masalah teratasi sebagian
P:
 Lanjutkan intervensi
Rabu, 03 juni 2020 S:
13.00  Nn. I mengatakan batuk mulai efektif
 Nn. I mengatakan sudah tidak sesak
O:
 Kesadaran composmetis
 Nn. I sudah tenang
 Nn. I mampu mengontrol batuk efektif
 Sekret berkurang
 Suara wheezing tidak ada
 Frekuensi napas normal 20x/menit
 TTV :
TD : 110/80 mmHg, S : 36,7 C, N : 88x/menit
A:
 Masalah teratasi namun masih ada
P:
 Pertahankan intervensi

HARI, TANGGAL NO. DIAGNOSIS


EVALUASI
DAN WAKTU KEPERAWATAN
Senin, 01 juni 2020 Diagnosa ke 2 S:
13.00 Gangguan rasa nyaman (Nyeri)  Nn. I mengatakan masih pusing
berhubungan dengan gejala penyakit.  Nn. I mengatakan sudah bisa duduk namun belum mampu bergerak dari
tempat tidur
 Nn. I bisa tidur dengan bantuan obat tidur
 Nn. I mengatakan mual mulai tidak terasa
 Nn. I mengatkan kepalanya masih terasa sakit atau berat jika dibuat
bergerak terlalu lama
O:
 Kesadaran composmetis
 Tampak masih lemas
 Gelisah mulai berkurang
 Ekspresi wajah meringis dan masih sering memegangi kepalanya bila
terasa sakit
 PQRST
P : Nyeri berkurang sedikit setelah minum obat
Q : Nyeri masih terasa seperti tertusuk
R : Bagian kepala belakang
S : Skala nyeri 4
T : Nyeri hilang timbul +/- 50 detik
 TTV :
TD : 90/60 mmHg, S : 37 C, N : 80x/menit, RR : 24x/menit
A:
 Masalah teratasi sebagian
P:
 Lanjutkan intervensi
Selasa, 02 juni 2020 S:
13.00  Nn. I mengatakan pusing mulai berkurang
 Nn. I mengatakan sudah bisa bangun serta duduk
 Nn. I mengatakan mulai bisa mengatur tidur
 Nn. I mengatakan sudah tidak mual
 Nn. I mengatkan kepalanya masih terasa sedikit sakit jika dibuat bergerak
yang berlebihan
O:
 Kesadaran composmetis
 Tampak mulai tenang
 Nn. I sudah tidak tampak gelisah
 Ekspresi wajah meringis dan masih sering memegangi kepalanya bila
terasa sakit
 PQRST
P : Nyeri berkurang
Q : Nyeri masih terasa seperti tertusuk jarum
R : Bagian kepala belakang
S : Skala nyeri 3
T : Nyeri hilang timbul +/- 30 detik
 TTV :
TD : 100/70 mmHg, S : 36,5 C, N : 84x/menit, RR : 22x/menit
A:
 Masalah teratasi sebagian
P:
 Lanjutkan intervensi
Rabu, 03 juni 2020 S:
13.00  Nn. I mengatakan pusing sudah hilang
 Nn. I mengatakan sudah bisa bangun dari tempat tidur
 Nn. I mengatakan sudah mulai bisa tidur
 Nn. I mengatakan sudah tidak mual
 Nn. I mengatkan kepalanya sudah tidak terasa sakit jika dibuat bergerak
O:
 Kesadaran composmetis
 Tampak terlihat tenang
 Ekspresi wajah tersenyum
 PQRST
P : Nyeri sudah hilang
Q:-
R : Bagian kepala belakang
S : Skala nyeri 1
T : Nyeri hilang timbul +/- 10 detik
 TTV :
TD : 110/80 mmHg, S : 36,7 C, N : 88x/menit, RR : 20x/menit
A:
 Masalah teratasi
P:
 Hentikan intervensi

HARI, TANGGAL NO. DIAGNOSIS


EVALUASI
DAN WAKTU KEPERAWATAN
Senin, 01 juni 2020 Diagnosa ke 3 S:
13.00 Manajemen kesehatan tidak efektif  Tn.N mengatakan bahwa dirinya sudah tidak kesulitan menghindari asap
berhubungan dengan ketidakefektifan rokok
pola perawatan kesehatan keluarga. O:
 Nn. I sudah tampak lebih tenang karena bisa mulai bisa menghindari
faktor resiko yang memperparah penyakitnya
 Tn. D tampak tidak merokok didekat Nn. I
 Nn. I sering menggunakan masker untuk menghindari asap rokok
 Ny. L sudah tidak cemas lagi terhadap kondisi anaknya.

 TTV :
TD : 90/60 mmHg, S : 36,5 C, N : 84x/menit, RR : 24x/menit

A:
 Masalah teratasi
P
 Hentikan intervensi
DAFTAR PUSTAKA

PPNI. 2018. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Edisi 1. Cetakan II. Jakarta : DPP
PPNI

PPNI. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Edisi 1. Cetakan II. Jakarta : DPP
PPNI

PPNI. 2018. Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Edisi 1. Cetakan II. Jakarta : DPP PPNI