Anda di halaman 1dari 3

Nama : Latifah Humairoh

Kelas : XII IPA 1


Judul Buku : The Mission
Pengarang : Lintang Assyifa
Penerbit : Dar! Mizan
Resume :

 Rabu, 5 September 2018


Hujan baru berhenti saat terdengar tangisan ketiga bayi mungil itu. Seorang perempuan
bayi dan sepasang bayi kembar itu tidak berhenti menangis hingga berada di dalam dekapan
ibu mereka. Ibu mereka adalah dua orang sahabat yang tumbuh, sekolah, sukses, menikah,
bahkan melahirkan di hari yang sama. Dan sekarang kedua Ibu tersebut akan meneruskan
kebersamaan itu kepada anak-anak mereka.
 Kamis, 6 September 2018
Bayi kembar itu bernama Dhira dan Dhani. Pagi itu seperti biasanya, Dhira terbangun
karna suara teriakan Dhani yang lupa lagi membawa handuk mandinya. Dengan bersungut-
sungut Dhira mengantarkan handuk itu dan meneriaki Dhani untuk tidak lupa lagi. Mereka
pun bersiap-siap kesekolah. Dhani tengah sarapan bersama Ibu mereka ketika Dhira pamit
untuk pergi kesekolah tanpa sarapan karna Ia membawa coklat untuk dimakan di sekolah.
Melihat saudara kembarnya pergi, Dhani pun ikut pamit dan pergi kesekolah meninggalkan
Ibu mereka yang sarapan sendirian. Sarapan sendirian itu merupakan hal yang membosankan
bagi seorang Ibu tersebut. Tetapi dia berusaha untuk yakin bahwa itu akan menjadi suatu hal
yang biasa nantinya.
 Selasa, 11 September 2018
Tiga sekawan itu berlomba dengan sepeda mereka untuk sampai kesekolah. Mereka
adalah si Kembar dan Alvie seorang gadis yang lahir bersamaan dengan mereka. Setelah
sampai dan memarkirkan sepeda mereka, tiga sekawan itu masuk kelas yang kebetulan lagi
mereka satu kelas di salah satu SMP terkenal di Bandung. Saat sedang berbincang-bincang,
Alvie mengajak Dhira untuk pergi ke Warung Ngebul akhir pekan nanti. Dhira pun setuju
dan berpikir Dhani juga akan setuju karna ada menu kesukaan Dhani disana.
 Rabu, 12 September 2018
Dhani memiliki mimpi yang sangat Ia impikan. Dan pada hari ini, Dhani tidak menyangka
bahwa Ia bisa meraih mimpi itu. Ia menatap amplop putih di tangannya dan membacanya
berulang-ulang karna rasa tidak percayanya. Dia telah membagikan kabar gembira ini kepada
orangtuanya dan sekarang dia menuggu kembarannya pulang untuk membagikan hal yang
menggembirakan itu.
 Kamis, 13 September 2018
Dhira tak kuasa menahan airmatanya ketika mendengar kabar Dhani akan belajar di
Prancis. Bukan hal yang menggembirakan bagi Dhira jika Ia akan ditinggalkan oleh
saudaranya. Tetapi melihat Dhani yang begitu bersemangat untuk memenuhi mimpinya
yaitu mengunjungi kota Andorra La Verla sebuah kota antara Prancis dan Spanyol, Dhira
terpaksa berbohong dan memalsukan senyumannya. Mereka saling berpelukan dan
menangis. Dhira karna rasa kekecewaannya dan Dhani yang merasakan berbagai emosi di
dadanya.

 Selasa, 18 September 2018


Juli, 2009. Saudaranya telah pergi meninggalkannya. Untuk menutupi rasa kecewa
yang mendalam di hatinya, Dhira bertekad untuk mengubur kejadian ini. Ia bertekad
untuk mengubur kenangan-kenangan yang Ia punya. Yang tidak akan ada yang bisa
menemukannya selain dirinya sendiri.

 Rabu, 19 September 2018


Dhira dan Alvie kini sedang berada di kamar Dhira. Dhira yang sibuk dengan hobinya
yaitu melukis, dan Alvie yang asyik memandang foto Van Houten, si pembuat coklat
kesukaan mereka. Alvie meminta Dhira untuk melukis paman Houten dan Dhira pun
setuju untuk menyiapkan dalam satu setengah minggu. Disaat Dhira masih asyik melukis,
Alvie menceritakan sejarah hidup paman Houten. Dhira pun berhenti dan mendengarkan
kisah sejarah yang diceritakan temannya itu.

 Kamis, 20 September 2018


Setelah menyelesaikan ceritanya, Alvie berkata bahwa Ia ingin seperti paman Houten
yang mengerjakan apa yang dicintainya dan diakui banyak orang. Ia juga berkata ingin ke
Belanda, negara asal paman Houten. Dhira berkata untuk belajar membuat coklat pada
tantenya saja yang pandai memasak, tidak harus pergi jauh ke Belanda. Selain itu,
menurut Dhira sayang jika Alvie memiliki profesi seperti pembuat coklat, karna Alvie
memiliki otak yang cerdas. Tetapi menurut Alvie itulah mimpi, belum tentu bidang yang
dikuasai seseorang adalah apa yang diinginkannya.

 Selasa, 25 September 2018


Entah sejak kapan Dhira merasa berhati-hati dengan yang namanya mimpi. Ia merasa
didalam mimpi selalu ada kesedihan dan kehilangan seperti yang Ia rasakan. Mendengar
pendapat Alvie, membuat Dhira kembali masuk kemasa lalunya dan saat Alvie pamit
pulang Dhira tak kuasa menahan airmatanya lagi. Ia bertanya-tanya seberapa penting arti
mimpi bagi seorang pemimpi? Dan berapa harga yang harus dibayar bagi orang-orang
yang berani bermimpi?.
 Rabu, 26 September 2018
Dhira telah menunggu Alvie selama setengah jam tetapi Alvie tidak kunjung datang.
Setelah menghabiskan coklat ketiganya, Alvie pun datang dengan seorang gadis, Anna.
Anna adalah seorang anak yang direkomendasikan Bu Andini untuk bergabung dengan
klub yang dipimpin Dhira. Dhira kurang setuju dan merasa was-was karna Ia belum kenal
dengan Anna dan terlebih lagi anggota terakhir yang direkomendasi oleh Bu Andini
malah mengundurkan diri dari klub tersebut. Alvie meminta Dhira protes langsung ke Bu
Andini saja. Setelah mengatakan hal itu, Alvie dan Anna pun pamit pulang meninggalkan
Dhira yang ingin duduk merenung sendirian.
 Kamis, 27 September 2018
Saat Dhira sedang berpikir tentang klubnya. Mama mengetuk pintu dan masuk kamar
Dhira. Mama Dhira melihat sekeliling kamar Dhira karna telah lama Ia tidak masuk ke
kamar putrinya itu. Dhira berkata itu karena Mamanya tidak peduli terhadapnya.
Mendengar perkataan putrinya, Mamanya hanya menghela napas dan mengatakan
alasannya masuk kekamar Dhira.