Anda di halaman 1dari 6

NAMA : FITRANANDA NAPU

KELAS : B KEPERAWATAN 2018

NIM : C01418059

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMERIKSAAN FISIK BAYI


Tanggal terbit Disahkan oleh
Ka. Prodi PSIK

Pengertian Pengkajian fisik adalah proses berkelanjutan yang dimulai selama


wawancara, terutama dengan menggunakan inspeksi atau observasi.
Selama pemeriksaan yang lebih formal, alat-alat untuk percusi, palpasi
dan auskultasi ditambahkan untuk memantapkan dan menyaring
pengkajian sistem tubuh. Seperti pada riwayat kesehatan, obyektif dari
pengkajian fisik adalah untuk merumuskan diagnosa keperawatan dan
mengevaluasi keefektifan intervensi terapeutik (Wong, 2003).
Tujuan Untuk mengetahui status kesehatan bayi.
Untuk menentukan keadaan fisik bayi dalam keadaan normal atau
abnormal.
Untuk mendeteksi segera kelaninan dan dapat menjelaskan pada
keluarga
Indikasi Bayi usia >28 hari sampai dengan 1 tahun
Kontraindikasi Bayi memiliki resiko
Alat dan bahan Timbangan bayi
2. Stetoskop
3. Penlight
4. Termometer
5. Pita ukur
6. Kain bedong
7. Baju bayi
8. Popok bayi
Kerincingan bayi
Format pemeriksaan fisik
Dokumentasi
Persiapan Ibu dan
1. Memberitahu dan menjelaskan tujuan tindakan.
Perawat Mengkaji riwayat ibu dan bayi
Melengkapi riwayat medis.
Mendokumentasikan data pada saat masuk: nama, tanggal lahir
Mendokumentasikan riwayat persalinan
Mendokumentasikan riwayat pasca kelahiran.
Persiapan Lingkungan Ciptakan lingkungan yang tenang dan pencahayaan cukup.
Suhu ruangan yang baik (sesuai dengan NTE, atau tidak memicu
hipotermi).
Prosedur 1. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
2. Cuci tangan.
3. Beri penerangan.
4. Buka bedong bayi baju bayi dan popok bayi.
5. Pemeriksaan kesadaran : Komposmetis, Apatis, Somnolen, Sopor,
Koma, Delirium.
6. Mengukur tanda-tanda vital
 Suhu : Kulit terasa hangat saat disentuh.
 Frekuensi denyut jantung.
 RR.
7. Mengukur antropometri
 Menimbang berat badan bayi.
 Mengukur panjang badan bayi.
 Mengukur lingkar kepala bayi.
 Mengukur lingkar dada bayi.
 Mengukur lingkar abdomen bayi (di umbilikus).
 Mengukur lingkar lengan atas bayi
8. Pemeriksaan fisik sistematis
a. Pemeriksaan kepala
 Inspeksi : bentuk kepala, kebersihan kulit kepala, rambut, warna
rambut.
 Palpasi fontanela : ubun-ubun, sutura, benjolan, luka
b. pemeriksaan mata
 Inspeksi : kebersihan mata, kesimetrisan kedua mata, warna
skera, warna konjuntiva.
 Kaji reflek kornea : dekatkan suatu objek ke kornea, maka mata
akan berkedip.
 Kaji reflek cahaya : jika diberi cahaya, pupul akan berkontriksi
c. Pemeriksaan telinga
 Inspeksi : kebersihan kedua lubang telinga, kondisi membran
timpani, simetris kedua telinga dan kesejajaran antara daun
telinga dengan kantus lateral mata.
 Kaji reflek startle : Jika didengarkan bunyi keras dengan
kerincingan bayi, lengan abduksi secara tiba-tiba
d. Pemeriksaan hidung
 Inspeksi : kebersihan, kesimetrisan letak lubang hidung, adanya
septum nasal, adanya keluaran sekret.
 Kaji hembusan nafas : dengan punggung tangan atau dengan
gerakan kapas.
 Kaji reflek glabelar : dengan mengetuk pangkal hidung dengan
cepat maka mata akan berespon dengan menutup dan rapat
dengan cepat.
 Cairan, edema, nafas
e. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan
 Inspeksi : kebersihan mulut, keutuhan bibir, kelainan bibir.
 Kaji rooting reflek : sentuh pipi sepanjang sisi mulut, bayi akan
merespon dengan cara kepala akan mengikuti arah stimulasi.
 Kaji sucking reflek : Sentuh bibir bayi, bayi akan berespon
dengan cara menghisap kuat.
 Kaji gag reflek : Stimulasi pada posterior faring dengan tube
maka bayi akan muntah.
 Kaji extrusion reflek : Sentuh lidah dengan jari maka bayi akan
mendorong lidah keluar
f. Pemeriksaan leher
 Palpasi : apakah ada pembesaran kelenjar limfe.
 Kaji tonic neck reflek : Arahkan kepala bayi menengok ke arah
salah satu sisi sedangkan tangan dan sisi kaki lainnya fleksi..
 Kaji reflek rithing reflek : Saat bayi miring ke salah satu sisi,
sisi yang lain ikut miring ke sisi tersebut
g. Pemeriksaan dada (paru-paru)
 Pengembangan paru : simetris atau tidak.
 Kaji suara nafas : vesikuler.
 Kaji pergerakan dinding dada : Simetris/tidak dengan cara
letakkan kedua telapak tangan mendatar pada bagian dada
dengan meletakkan kedua ibu jari berada pada garis tengah
sepanjang pinggir iga bagian bawah paru.
 Perkusi paru : setiap sisi dada diperkusi dengan urutan yang
sesuai untuk membandingkan bunyinya.
 Sirkulasi : CRT normal < 3 detik dengan cara menekan telapak
tangan atau telapak kaki
h. Pemeriksaan abdomen dan sistem pencernaan
 Observasi dinding dan bentuk abdomen : tampak cekung
(skapoid), lesi atau bekas luka.
 Auskultasi : ada atau tidak peristaltik usus (normal jika suara
seperti berkumur).
 Perkusi : apakah terdapat asites, perkusi dimulai dari area
epigastrium menuju area abdomen bawah, suara normal yang
terdengar adalah timfani.
 Kaji turgor kulit bayi dengan cara mencubit abdomen bayi.
i. pemeriksaan genitalia
 Inspeksi kebersihan genitalia.
 Jika laki-laki : kaji apakah testis sudah turun, kaji letak uretra
apakah di ujung penis atau belum (hipospadia/epispadia).
 Jika perempuan : inspeksi adakah lesi, klitoris dapat tertutup
sedikit oelh preputium.
 Kaji letak meatus uretra pada bagian posterior klitoris.
 Kaji letak orifisium vagina pada bagian posterior meatus uretra
j. Pemeriksaan tulang belakang
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara inspeksi terhadap adanya
kelainan tulang belakang seperti lordosis, kifosis, skoliosis,
kelemahan serta perasaan nyeri tulang belakang
k. Pemeriksaan anus
Kaji apakah memiliki lubang anus atau tidak, kaji dengan
memasukkan thermometer rekatl pada anus bayi, kaji reflek
spingter ani
l. Pemeriksaan Eksteremitas
 Inspeksi : Kebersihan kuku dan jari, simetris kanan-kiri, jumlah
kuku dan jari.
 Kaji reflek grasp (mengenggam) : apabila telapak tangan
(palmar) atau telapak kaki (plantar) bayi disentuh maka bayi
akan memberikan reaksi fleksi atau mengenggam.
 Kaji reflek babinski : berikan tekanan kuat tapi perlahan dari ibu
jari yang dimulai dari tumit menyusuri bagian lateral telapak
kaki bayi memutar menuju arah ibu jari, respon bayi dorsofleksi
ibu jari dan mengembangkan ibu jari dan jari-jari lainnya
seperti kipas.
 Kaji reflek merangkak : jika bayi ditengkurapkan maka bayi
akan maju secara perlahan seperti merangkak. Reflek ini
sampai usia <6 minggu.
 Kaji reflek gallant : jika bagian sisi punggung sepanjang spina
disentuh maka pinggul bayi bergerak kea rah sisi yang disentuh.
Reflek ini menetap sampai usia <4 minggu.
 Kaji reflek moro : kaji dengan mengagetkan bayi maka bayi akan
memberikan respon berupa eksteremitas ekstensi dan abduksi
dengan cepat, kadang disertai menanggis.
 Kaji reflek stepping : Jika tumit bayi disentuhkan pada bagian
yang rata, bayi akan terstimulasi untuk berjalan dengan
menempatkan satu kakinya di depan kaki yang lain.
9. Pasang baju bayi, popok bayi dan bedong bayi.
10. Evaluasi respon bayi dan keluarga.
11. Bereskan alat.
12. Cuci tangan.
13. Mendokmentasikan hasil pemeriksaan.
14. Interpretasikan hasil pemeriksaan dan rencanakan..
15. Tindakan selanjutnya.