Anda di halaman 1dari 49

perkutut dan primbon

Bagi Anda yang suka pelihara


burung, Burung Perkutut adalah satu diantara burung peliharaan yang disukai banyak
orang, karena beberapa kalangan menilai memelihara perkutut mendatangkan
keberkahan. walaupun itu tidak boleh dijadikan alasan utama. oleh karena pendapat
atau kepercayaan yang sifatnya turun-temurun, banyak sekali burung perkutut yang
harganya sangat mahal, utamanya jenis yang memang sesuai dengan kategori tertentu
yang sedang dicari.
Harga burung perkutut tidak saja dipengaruhi oleh suaranya yang bagus, tetapi juga
dari segi bentuk dan warna bulunya, hal penting lainnya adalah saat kapan perkutut itu
berbunnyi. Adapula semacam keharusan jika Anda ingin membeli perkutut, Anda tidak
boleh menawar lebih dari satu kali, kalau perlu jangan ditawar dan langsung bayar. ini
akan berpengaruh pada kondisi perkutut pada hari berikutnya. Pun juga Anda tidak
boleh berpura-pura menawar jika memang tidak minat. Ada peraturan-peraturan yang
tidak tertulis mengenai jual beli perkutut ini, oleh karenanya jika Anda ingin memelihara,
ajaklah orang yang memang mengerti akan seluk beluk dari perkutut ini.
Dari beberapa literatur jawa ada beberapa jenis perkutut yang membawa berkah kepada
pemiliknya, bahkan ada pula yang bikin sial bagi pemeliharanya. Oleh karenanya jangan
sembarangan jika Anda ingin memelihara burung ini, sebaiknya
simak katuranggan dibawah ini :

1. Kuku jari keduanya dan ibu jari keduanya berwarna putih namanya: Srimangepel,
cocok jadi peliharaan petani karena dipercaya rejeki dari pertaniannya akan melimpah.

2. Paruh dan kakinya agak hitam, namanya: Wisnuwicitra , yang memelihara , akan
rahayu, selamat dari berbagai cobaan .

3. Paruh dan kakinya putih , namanya Kusumawecitra, yang memelihara akan banyak
rejeki dan gampang mencari hubungan kerja.

4. Jumlah bulu ekornya 15 , namanya: Pandawamijil, yang memelihara akan jadi orang
terhormat, punya pangkat

5. Matanya merah bersinar bergoyang: Purnama sidi ,yang memelihara disenangi


banyak orang, gampang bergaul.

6. Seluruh tubuhnya berwarna putih, yang memelihara pasti jadi ketua ( kepala desa ,
camat, bupati , dll.)
7. Jika pagi berbunyi bersamaan dengan terbitnya matahari, namanya : Gedong menga,
, yang memelihara banyak memperoleh rezeki, dan punya emas dan perak yang
banyak..

8. Warnanya akag kuning dan warna seperti kalung di leher, namanya : Udan mas, baik,
di pemelihara akan mendapat apa yang diinginkan dan memperoleh keselamatan,
rejekinya lancar terus

9. Matanya kuning, bersinar. namanya : Mercujiwa, yang memelihara disenangi orang,


mendatangkan rejeki, dan gampang mencari pekerjaan.

rahasia Katuranggan perkutut

Katuranggan kemungkinan berasal dari kata katur dan angga, Katur disini berarti
menyampaikan dan angga berarti badan, jadi Katuranggan adalah pengetahuan yang
menyampaikan pengertian tentang bentuk bentuk badan. sedangkan dalam bahasa
Belanda istilah katuranggan ini dikenal dengan sebutan Exterieur atau bentuk lahiriah
bagian badan yang nampak diluar.  Menghubung hubungkan katuranggan burung
dengan kualitas burung mungkin sudah menjadi tradisi penggemar burung di indonesia
tidak terkecuali burung perkutut. Bagi penggemar burung perkutut pemilihan
katuranggan ini menjadi satu hal yang sangat penting selain bunyi suara tentunya 
sewaktu memilih burung perkutut bakalan untuk dijadikan burung kesayangannya.
sebab hanya dengan mengetahui katuranggan dari burung tersebut pemiliknya bisa
meramalkan bagaimana kualitas burung, katuranggan adalah ilmu tentang sifat suatu
benda/manusia/hewan berdasarkan penampakan fisiknya. Bukan sepenuhnya hal mistis
karena katuranggan itu masuk dalam jajaran ilmu titen alias ilmu yang diperoleh
berdasar pengamatan terhadap sekelompok orang dengan kriteria tertentu, semacam
survey begitu.

Prediksi suara perkutut berdasarkan katurangan tubuhnya


Bentuk kepala dari samping

•Burung perkutut yang bentuk kepalanya njambe nom ( seperti buah jambe atau pinang
yang masih muda ), diperkirakan mutu suaranya bisa ngepol ( maksimal ) dan
keindahan suara tersebut akan terus bertahan sampai burung berusia tua.

perkutut kepala jambe nom


  •Burung perkutut yang bentuk kepalanya mbeton nongko ( seperti biji nangka ),
diperkirakan bunyi suaranya akan bisa bertahan sampai tua, akan tetapi keindahannya
tidak dapat mencapai maksimal.

Kepala perkutut mbeton nangka


 •Burung perkutut yang bentuk kepalanya nggobog ( seperti uang logam ), diperkirakan
mutu suaranya akan terus meningkat sampai pada usia tengahan atau 3 rambahan
( sekitar 24 tahun, karena per rambahan = 8 tahun ), kemudian akan menurun sesuai
dengan umurnya.
 •Burung perkutut yang bentuk kepalanya mbungkul bawang ( seperti bungkul atau siung
( umbi ) bawang putih ), diperkirakan mutu suaranya tidak menentukan. Kadang dapat
baik dan mengejutkan, tapi dapat juga mlempem, tak ada kemajuan.
 •Burung perkutut yang bentuk kepalanya nakir kuwalik ( takir terbalik , takir adalah
tempat makanan / sesaji terbuat dari daun pisang berbentuk segi empat ), sulit
diharapkan suara baiknya.

Perkutut kepala nakir kuwalik


Bentuk paruh badan dan ekor
•Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya ngepel ( seperti buah kapel
/ burahol ) dan bentuk badannya tuntut gedang ( seperti kuncup bunga pisang ) serta
bentuk ekornya meruncing dengan garis - garis bulu yang jelas, burung ini bisa
diharapkan tengahnya ( ketek ) bisa terdengar jelas dan baik.
 •Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya nggabah ( seperti gabah
atau butiran padi ) dan bentuk badannya nongko sanglundung ( seperti buah nangka )
serta bentuk ekornya panjang dengan garis - garis bulu yang jelas tapi tumpul,
diperkirakan suara tengahnya agak baik.
 •Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya mapah gedang ( seperti
pelepah pisang ) dan bentuk tubuhnya mbluluk ( seperti pentil atau buah kelapa yang
masih sangat muda ) serta bentuk ekornya pendek meruncing, diperkirakan suara
tengahnya cukup baik.
 •Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruh yang nglombok gede ( seperti
cabe besar ) dan bentuk tubuhnya njagung nglobot ( buah jagung yang belum dikupas
kulitnya ) serta bentuk ekornya panjang tapi kurang meruncing ( sehingga bulu
bertumpuk dan garis - garis warnanya kurang jelas ), diperkirakan suara tengahnya
kurang baik.
 •Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya seperti nglombok rawit
seperti cabe rawit ) dan bentuk tubuhnya seperti wungkal gerang ( seperti batu asahan
pisau yang sudah aus bagian tengahnya ) serta bentuk ekornya mekar seperti kapas,
diperkirakan bunyi suara tengahnya kurang sekali, akan tetapi dapat tebal bunyinya.

Ada beberapa jenis perkutut lokal yang tubuhnya tumbuh tidak seperti biasa (tidak
normal, tidak lazim), seperti perkutut umumnya yang lain, misalnya ada bulu putih
tumbuh di kepala, sisik kaki, silang, dst jenis perkutut itu di klasifikasi sebagai berikut :

1.Kol Buntet: Ules hitam pekat/seperti ayam cemani ules lurik terhubung dari pangkal
leher,  kanan ke kiri,  dan garis ules lurik ini sampai dubur,   serta ules ini tidak hilang
setelah proses mabung

2.Cendolo Sabdo : warna bulu putih  di bagian sayap bagian luar, dan bulu putih ini  
tidak hilang setelah proses mabung, tercabut, ataupun rusak

3.Trah Pajajaran/Daulatan: ules kekuning kuningan dan sorot matanya kuning menyala
4.Gendawa Sabda: ada bulu putih di sebelah leher, bulu putih  ini tidak hilang setelah
proses mabung, tercabut ataupun patah
5.Kantong Semar:  leher pendek dan tembolok/perutnya besar/melembung ke depan
seperti mentok  

6.Kusuma Wicitra: warna paruh dan sisik kaki keputih-putihan


7.Larasati: Mata beralis kekuningan dan bulu halus pada pangkal ekor kuning merata,
dan warna kuning ini tidak hilang setelah proses mabung  ataupun kena air (dimandikan)
8.Mercu Jiwa : matanya berwarna kuning

9.Muncis: bentuk badanya kecil memanjang seukuran tempat makan


10.Mustikaningmanuk: seluruh bulu, paruh dan kuku berwarna putih serta mata merah
tembus, tidak ada lurik sama sekali

11.Pendawa Mijil: bulu ekornya berjumlah ganjil  13/15 /17 /19/21,  lembar, dan bulu
ekor  tidak hilang setelah proses mabung,  tercabut, rusak ataupun patah
12.Pedaringan Kebak/Kemben Tepung/Tlaga Tepung/kalung tepung: Bulu lurik di
leher dan dada menyambung dari kiri ke kanan tetapi tidak sampai dubur, dan ules ini
tidak hilang setelah proses mabung .  

13. Kaki Bebek : 2 jari menempel atau ada selaput di antara 2 jari
14.Purnomo Sidhi: bpl mata merah, warna bulunya kemerah-merahan seperti permata

15.Rupo Cahyo: warna bulunya mengkilat bercahaya, dan tidak hilang setelah proses
mabung
16.Rajekwesi: kaki bersisik sebelah kaki saja atau silangnya tidak penuh
17.Rajawana : kaki bersisik silang keduanya
18.Sapu Jagad/Cemoro: ada bulu lebih setelah ujung bulu
19.Satria Kinayungan: ditengah kepalanya (unyeng unyeng) ada satu bulu warna putih,
dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung

20.Puther : tak berjari atau kaki patah


21.Sengkang Negoro dikepala tumbuh bulu lurik,  dan ules ini tidak hilang setelah
proses mabung
22.Jambul Garuda ada bulu seperti jambul burung garuda, jambul ini tidak akan hilang
setelah proses mabung

23. Sirih: dadanya lebar seperti ada garis di tengah,   atau ada 3 garis seperti daun
24.Singkir Sengkolo/Banyu Mili :  ada belahan bulu dada dari bawah kepala sampai
bawah/dubur 
25.Songgo Ratu: mempunyai jambul satu helai berwarna putih layaknya mahkota
mempunyai warna paruh dan kaki kehitam hitaman, dan jambul  ini tidak hilang setelah
proses mabung

26.Sumping Ratu: Ada dua bulu atau lebih seimbang/sejajar kiri dan kanan,  letak di
kepala, 2 bulu putih di atas mata kiri kanan, dan bulu putih  ini tidak hilang setelah
proses mabung, tercabut, rusak, dan sayap kanan kiri turun nempel tanah/sangkar
27.Sri Kempel: bulu ekor dari pangkal sampai ujung ekor menumpuk dan demikian pula
kotorannya
28.Sri Mangumpel/Sri Sedono Lutut: kuku putih semua

29.Rondo Semoyo: Di sekitar kelopak mata berwarna kuning 


30.Udan Mas: bulunya berwarna coklat muda / krem  dan, bulu yang melingkar
berwarna ke kuning-kuningan,

31.Wilis: bulu putih sehelai diatas kepala bagian belakang, dan bulu putih  ini tidak
hilang setelah proses mabung, tercabut
32.Wisnu Murti: warna kaki, mata dan paruhnya hitam

33.Wisnu Wicitra/wisnu kucem/ wisnu mangemu: bulunya berwarna kehitam-


hitaman, bulu-nya selalu terlihat kusam walaupun sudah dimandikan atau dijemur
34.Tretes mas : Di kepala/bagian dalam sayap ada bercak kuning keemasan atau
coklat, dan warna keemasan (semburat karat) tidak hilang setelah proses mabung,
ataupun tercabut
35. Satrio wicaksono /Junjung Derajat: Bulu putih di pangkal ekor, atau bulu putih di
pangkal paha bawah, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut,
rusak
            
36. Tumbak Cukcukan : paruh melengkung seperti paruh burung kolibri/cucuk ontel

37. Leher Kobra/sriti/srikiti/sriwiti/srikiditi : leher seperti ular kobra yang berdiri


38. Batu Rante : Cirinya sisik kaki berlubang kering,timbul

39. Rojo dino : Jumlah Bulu Ekor 12, dan jumlah ekor ini tidak berubah setelah proses
mabung atau tercabut
40. Korowelang : bulu sayap dan ekor bergaris malang semu... atas bawah/bolak balik, dan
ules ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut 

41. Segoro Ngembeng : leher belah keliling dari depan sampai belakang
42. Songgo Buwono : Bulu Putih di punggung bagian luar, dan bulu putih ini tidak
hilang setelah proses mabung, tercabut

 43. Keruk Bumi/Ciker/Tiker  : Jari kaki melengkung ke dalam / ke luar


44. Samber Lilin atau Trah Majapahit : Bulu semu hijau, dan warna bulu ini tidak hilang
setelah proses mabung atau kena air (dimandikan)

45. Puser Bumi : ditembolok ada cekungan seperti puser


46. Sodo Lanang : bulu ekor dan lainnya tumbuk diselaputi selaput.. bila mau mekar
dari ujung ke pangkal bulu

47. Satrio Wirang : Jumlah ekor 16, dan jumlah ekor ini tidak hilang setelah proses
mabung, ataupun tercabut
48. Ombak Segoro :  bulu punggung bergelombang/cekung
49. Trah Tuban : bulu berwarna semu merah hati, dan bulu ini tidak akan berubah
setelah proses mabung
50. Banyak angkrem :  antara kaki belakang seperti angsa betina
51. Pancuran mas :  dada belah dari leher sampai tembolok saja atau dari tembolok
sampai dubur saja

52. Talang mas :  bulu kebalik, dan bulu ini tidak berubah setelah proses mabung 
53. Simbar : ada bulu putih dikaki, dan bulu ini tidak akan hilang setelah proses
mabung 
54. Noyorono :  kepala bpl nunduk kebawah

55. Bodronoyo :  kepala bpl ndongak menghadap ke atas


56. Mujur : bpl tidur searah tangkringan
57. Jujur : bpl ekornya naik ke atas kalau berjalan
58.Blocok/Blurik/Blandong/Brumbun: Di beberapa bagian tubuh ada beberapa bulu
putih, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung

59.Brahma Kala: kesepuluh jari kakinya berkuku putih


60.Brahma Suku: bulunya berwarna kemerah-merahan
61.Songgolangit :  bpl jalannya pakai siku atau telapak kaki ke arah atas
62.Sri gunting :  bpl ekornya mecah/belah dua bagian seperti gunting
63.Trukung :  bpl tak punya brutu/ekor
64.Patok bangkrong :  bpl kaki satu
65.Jogoboyo :  bpl tidur dibawah ato tidur ditanah ato tidak bisa terbang
66. Blorok sono :  bpl warna bercak/dlemok dlemok krem/coklat muda
67. Cawan mas :  bpl bila di pegang bulu membentuk huruf v atau bila jalan seperti
huruf j/melengkung
68. Bromo sulur :  bpl usus nya keluar /embeien
69.Brahma Kukup: bulunya berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya
70.Brahma Labuh Geni: bulunya berwarna kemerah-merahan tidak merata, dan bulu
merah ini tidak hilang setelah proses mabung
71.Brahma Susur/Brahma Mulur: bpl bulunya ada yang melintir ato ulir seperti per bila
dipotong tumbuh lagi, ules kemerah merahan didubur ada bulu sehelai seperti benang
putih ke luar beberapa senti

72.Brumbun Kendit: Ada bulu putih berderet dari kanan ke kirir pada tekong atas, bulu
puti itu kadang tidak nampak karena tertutp bulu diatasnya
73.Buntel Mayit/Gotong Mayit: masing-masing sayapnya ada bulunya putih, dan bulu
outih ini  tidak hilang setelah proses mabung, atau tercabut
74.Lembu Rawan: bulunya dlemok dlemo tidak tumbuh dengan baik
75.Kelabang Kapipit/Sengkolo Pipit: pada sayap bagian dalam bila direntangkan
terdapat bulu berwarna putih, dan bulu putih ini ini tidak hilang setelah proses mabung
76.Sogok/Sujen: Bulu ekornya paling tengah atau salah satunya berwarna putih, dan
bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung

77. Traju mas :  bpl mempunyai ules kaki berwarna kuning


78. Peksi : bpl paruh pendek 1 cm

79. Bromokolo :  bpl berkuku putih tapi bening.... kuku panjang tajam
80. Ketitiran :  Suara kecil kuat keras bunyinya kikikikikik.... cirinya ekor miji miji ato
nggak berkaitan
81. Mego mendung : bpl warna krem/siver bodinya dan ekor warna hitam, warna bulu
seperti udan mas namun dibagian ekor bawah bulunya hitam .kalung pethuk/nyambung
mata walau bukan merah tapi tembus cahaya
82. Patak warak : kepala botak tanpa bulu sampai tulang kepala tanpa kulit, terlihat
seolah "LUKA" yang mengganga

83. Sumping : bulu putih tepat di atas mata sebelah kiri saja atau kanan saja, dan bulu
putih ini tidak akan hilang  setelah proses mabung/tercabut

84. Kalung usus : lurik nyambung pada.... bawah leher/ tembolok/ pantat


Ciri mathi " adalah ramalan dalam hubungan bentuk, sifat, perilaku seekor perkutut
1.Banyu Panguripan: bpl minumnya banyak , sehari sewadah minum yang besar atau
lebih atau tidur di air atau tidur di tempat air
2. Widaksana gasti gasti :  bpl bersuara keras tembus menggema sampai jauh atau
mantul

Contoh perkutut jantan suara keras kuk panjang irama senggang "menggema" sulit jinak
sulit gacor, cirinya , adalah leherPanjang lubang hidung sempurna paruh tebal Panjang
juara_nasional kepala jambe nom sempurna

3. Sri lumbung :  bpl tidur di atas pakan


4. Tindih :  bpl yang bila bunyi sekali doubel/cuma dua kali ... pakai jeda.... bpl sekali
bunyi dua kali tersebut pertama kuk 7 kedua kuk lima ato kuk tiga
5. Gedong minep : bpl yang hanya bunyi tiap jam 4 sore - 6 sore
6. Gedong mengo :  bpl yang hanya bunyi antara jam 3 pagi sampai jam 6 pagi....
menjemput sinar matahari
7.Gedong Bantala/Rarotan/Jogoboyo: Burung yang tidur turun ketanah dan bersarang
di tanah

8.Mujur: Tidurnya sejajar dengan tempat bertengger dan kotarannya numpuk

mujur http://katurangganperkutu.blogspot.co.id/

9.Lurah: Perkutut selama hidupnya tidak pernah turun ke tanah makan dan minumnya
diloloh perkutut lain
10.Sihwanteyan: Perkutut manggungnya ngelik bersusun
11.Sri Rezeki : Kotorannya menumpuk seperti gunung

Srirejeki

12.Widonosreku: Perkutut manggungnya terdengar bersusun susun


13.Durga Nguwuh: manggung pada tengah malam antara 23.00 sampai 00.00,
14.Durga Ngerik: manggungnya terus terusan (siang malam),
15.Biksu welahan: perkutut bisu/tidak bunyi

kualitas suara perkutut dari bentuk kepala


Katuranggan berasal dari kata jawa yang berarti Katur dan angga.katur sendiri berarti
yang menyampaikan Dan Angga Berarti badan.Katuranggan sendiri bisa kita artikan
ciri fisik yang terdapat pada bentuk Badan hewan yang memiliki kelebihan kusus
termasuk pada burung perkutut ini.

Pada zaman dahulu kususnya di daerah pulau jawa,katuranggan adalah sebuah


pedoman yang di jadikan patokan untuk menandai suatu bentuk hewan yang di anggap
sangat bagus serta sedikit memiliki aura mistis.nah,untuk katuranggan burung perkutut
sendiri,juga sudah banyak di jelaskan di berbagai sumber catatan naskah jawa
kuno.yang paling terkenal adalah tentang Primbon katurangan perkutut yang sampai
sekarang masih bisa kita temukan di berbagai buku maupun internet.

Burung perkutut yang memiliki katuranggan berkualitas unggulan pasti burung tersebut
tergolong istimewa.Disini perlu kita garis bawahi juga,belum tentu katuranggan burung
perkutut yang bagus juga memiliki suara yang bagus pula.itu yang perlu di ingat dan di
pahami kususnya bagi juragan yang pemula terjun di dunia burung perkutut  yang
jangan hanya mengandalkan bentuk dan ciri katuranggan pada burung perkutut
tersebut..

Tak sedikit juga orang yang mengaitkan katuranggan tersebut dengan masalah
mistis,gaib.katurangan burung perkutut hanya bisa di nobatkan pada jenis perkutut
Lokal.banyak juga yang menyakini,jika katurangan tertentu mampu mendatangkan
rezeki,melancarkan usaha,kebahagiaan rumah tangga bagi yang memelihara..kalau
menurut saya pribadi..semua itu tidak ada kaitannya..

Jika mengiginkan lancar rezeki,kerja keras,dan banyak bersedekah bagi orang yang
kurang mampu,fakir miskin dan anak yatim piatu..itu kalau menurut saya,jika menurut
juragan lain,itu hal pribadi masing-masing..tidak usah di perdebatkan..

Dalam primbon jawa di sebutkan beberapa katuranggan ciri dan bentuk burung


perkutut yang detailnya sebagai berikut.

Perkutut Kepala Bawang.

Kepala perkutut bentuk bawang


Jenis burung perkutut yang memiliki bentuk dan ciri kepala bawang ini kualitas suara
yang di berikan tidak bisa untuk di jadikan patokan,tak menentu.terkadang suara sangat
bagus yang bisa membuat orang yang mendengarkan sampai ketiduran,dan terkadang
juga sangat jelek yang bisa bikin sakit telingan.

Perkutut jambe atau pinang.


kepala perkutut bentuk pinang/jambe

Sebutan ini untuk burung perkutut yang memiliki bentuk kepala yang menyerupai bentuk
jambe atau pinang muda.jika perkutut memiliki ciri berikut,suara yang di berikan
tergolong cukup bagus,suara Ngepol,serta memiliki irama lagu suara yang indah hingga
bertahan lama sampai burung tersebut meninggal.

Perkutut Takir walik.

Kepala perkutut nakir walik


Jenis burung perkutut nakir walik ini di sebutkan bagi perkutut yang memiliki kepala
berbentuk takir yang terbalik.kepala burung perkutut tersebut petak agak lonjong
sedikit..kualitas suara bagi burung perkutut yang memiliki ciri ini adalah suara tidak
bagus,tidak bisa di harapkan.

Perkutut Biji Nangka.

kepala perkutut Biji nangka

Jenis burung perkutut ini adalah bagian kepalanya menyerupai bentuk biji
nangka.kualitas suara yang di berikan untuk perkutut jenis ini adalah bagus dan bisa
bertahan lama akan tetapi suara indahnya tidak bisa di pertahankan.

Perkutut Kepala logam.

kepala perkutut uang logam/Bulat


Burung perkutut yang memiliki bentuk kepala seperti uang logam ini,bulan kualitas suara
yang di berikan bagus di pertengahan usianya.jika sudah tua,keindahan suara akan
hilang dan bahkan tidak berbunyi lagi.

Itulah sedikit penjelasan yang terdapat pada primbon jawa.semoga bermanfaat dan bisa
untuk di jadikan rujukan bagi juragan yang selama ini masih memilih perkutut dengan
katuranggan tertentu...

Primbon perkutut
Tradisi Jawa menyebutkan seorang lelaki dewasa harus memiliki kelengkapan
seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar
kebudayaan keraton yaitu memiliki wisma (rumah/tempat tinggal),
curiga (keris/ senjata andalan),  kukila  (burung), turangga (kuda/
kendaraan), gangsa, dan garwa (istri/pendamping hidup). Burung Perkutut
diyakini sebagai burung yang disebut sebagai kukila dengan berbagai
pertimbangan tradisi jawa.
Burung perkutut adalah binatang sakral dan penuh mitos karena pengaruh
legenda Joko Mangu. Legenda tersebut menyatakan pada jaman Kerajaan
Majapahit ada burung perkutut milik Prabu Brawijaya V (raja Majapahit
terakhir)  yang merupakan jelmaan Pangeran dari Pajajaran yang bernama
Joko Mangu. 
Suatu hari Burung Perkutut dengan nama Joko Mangu lepas dari sangkar
tetapi berhasil diketemukan kembali oleh sang raja dalam perjalanannya di
wilayah Yogyakarta. Tepatnya, ditemukan di daerah kretek, dekat Imogiri,
Kabupaten Bantul. Sejak saat itu sampai sekarang, raja-raja Mataram
keturunan Prabu Brawijaya penguasa Majapahit selalu melestarikan dan
mentradisikan kekukututan (memelihara perkutut) dalam kehidupan Keraton
Ngayogjakarta. Kekukututan dianggap memiliki nilai-nilai budaya adiluhung.
Sejak Juni 1990 burung perkutut dijadikan maskot Propinsi DI Yogyakarta. 
”Kukila sendiri itu berarti manggung atau manuk anggung-anggungan.
Dalam hal ini adalah burung perkutut. Kata manuk itu sendiri terdiri dari
Ma (manjing)  dan Nya (nyawa), yang berarti urip. Karena itu para priyayi
dulu sering memberi wejangan kepada anak cucunya, ”Aja mung ngoceh,
nanging manggunga. Tegese yen ngomong kudu sing mentes.

Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara


anggungannya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia
dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara
langsung. Selain dari itu perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena
dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya.
Banyak perkutut yang berdasarkan katuranggan atau ciri mathi dipercaya
memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan) bagi si pemelihara.
Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan
Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/
yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun
terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau
sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini
yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan. Sehingga Perkutut
Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki,
kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.

Masyarakat Jawa mempercayai bahwa burung perkutut dapat mendatangkan


manfaat positif dan negatif bagi pemiliknya atau orang yang memeliharanya.
Burung perkutut dipercaya ada yang punya katuranggan baik dan tidak baik.
Dalam Primbon Betaljemur Ada Makna, perkutut yang punya katuranggan
baik antara lain Srimangempel, Wisnucarita, Wisnumangenu, Kusumawicitra,
Pandhawa Mijil, Purnasidi, Murcujiwa, Minep Gedhong, Gedhong Menga,
Wisnumurti, Udanmas, dan Widahsana gastagasti.
Sedangkan turangga perkutut yang dianggap tidak baik antara lain
Bramasulur, Brama Sulurgenni, Bramakala, Bramakokap, Durgangerik,
Durgaanguwuh, Sanggabuwana, Lemburuwan, Cendhalasabda, dan
Wisnutinundhung.
Selain itu juga dikenal adanya tangguh perkutut, yang terdiri Tangguh
Pajajaran, Ki Joko Mangu (Majapahit), Tuban, Mataram, Pajang, Sedayu, dan
Tangguh Demak.
"Katuranggan" yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan
" Ciri mathi " adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu
seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa
keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.)
 Semoga bermanfaat.
MAKNYA SUARANYA DAN BENTUK TUBUH BURUNG
PERKUTUT
1. (Selalu berdzikir kepada Allah) tandanya suara ini jika bilangan bulu ekornya 16
2. (Selalu menepati janji) tandanya suara ini jika bilangan bulu ekornya 15
3. (Takutilah Allah) tandanya suara ini jika bilangan bulu ekornya 11
4. (Tetaplah pada kebenaran) tandanya suara ini jika bilangan bulu ekornya 17
5. (Tinggalkan riya’) tandanya suara ini jika bilangan bulu ekornya 12
6. (Sabarlah terhadap cobaan) tandanya suara ini jika bilangan bulu ekornya 13
7. (Jangan bakhil pada orang yang minta) tandanya suara ini jika bilangan bulu
ekornya 14 )
8. (Ya Allah jadikan saya dan orang yang bersama saya dan orang yang menyukai
dan memelihara saya jadi raja / terhormat) tandanya jika warna perkutut itu putih dan
kelabu
9. (Datangkanlah Nafaqoh/Rizqi) tandanya jika warna perkutut itu merah dan hitam
10. (Ya Allah hindarkan balak dan coba) tandanya jika warna perkutut itu hitam
11. (Ya Tuhan kami, berilah rizqi orang yang menyukai dan memelihara aku dengan
anugerah mu) tandanya jika kulit kakinya terpisah dengan kuasa Allah
12. (Berilah orang yang menyukai dan memelihara saya harta) tandanya jika bulu
kulit jari tengah dari kedua kakinya 20
13. (Ya Allah berilah barokah rizqi bagi orang – orang muslim) tandanya jika warna
tepi pelupuk mata atau duburnya kuning
14. (Ya Allah hilangkanlah permusuhan) tandanya jika semua warna bulu ekornya
salah satunya putih
15. (Ya Tuhan ku turunkanlah rizqi pada orang yang menyukai dan memelihara aku)
tandanya jika belakang tengkuknya atau lehernya putih
16. (Mudah – mudahan Allah memudahkan keinginan orang yang senang dan
memelihara aku) tandanya jika salah satu / semua bulu sayapnya putih
17. (Mudah – mudahan Allah memberi keselamatan dari bencana pada orang yang
senang dan memelihara ku) tandanya jika diantaranya sayap – sayapnya ada yang putih
dan ada yang hitam