Anda di halaman 1dari 8

---------------------------------

SISTEM LIMFATIK

Pembuluh Limfe ( Getah Bening )


Pembuluh limfe mengangkut cairan dari jaringan menuju darah. Selain itu, juga
mengangkut lemak dan bahan bahan asing untuk dirombak ke nodus limfe. Pembuluh limfa
bermuara di berbagai jaringan dan peredarannya termasuk sirkulasi terbuka.

Pembuluh limfa terdapat pada organ yang disebut nodus (simpul) limfa (lymph node)
atau nodus getah bening yang menyaring limfa. Di dalam nodus limfa terdapat jaringan ikat yang
berbentuk seperti sarang lebah denagn ruang-ruang yang penuh dengan sel darah putih. Sel-sel
darah putih tersebut berfungsi untuk menyerang virus dan bakteri. Organ-organ limfa diantanya
kelenjar getah bening (limfonodus), tonsil, tymus, limpa ( spleen atau lien) , limfonodulus.
System limfe terdiri dari pembuluh limfe, nodus limfatik, organ limfatik, nodul limfatik, sel
limfatik. Pembuluh limfe merupakan muara kapiler limfe, menyerupai vena kecil yang terdiri
atas 3 lapis dan mempunyai katup pada lumen yang mencegah cairan limfe kembali ke jaringan.
Kontraksi otot yang berdekatan juga mencegah limfe keluar dari pembuluh.
Sistem sirkulasi limfe juga mempunyai beberapa fungsi penting di dalam tubuh di
antaranya sebagai berikut.
1. Mengambil kelebihan cairan di dalam jaringan dan mengirimkannya ke darah.
2. Mengabsorpsi lemak dan asam laktat di usus halus dan mengangkutnya ke darah.
3. Membantu mempertahankan tubuh dari penyakit yaitu dengan melawan bibit penyakit yang
masuk, menyaring racun yang dihasilkan oleh bibit penyakit tersebut, serta membentuk antibodi.

Pembuluh getah bening terdiri dari komponen-komponen :


1.      Kapiler getah bening
Terdiri dari :
a)      Saluran yang berdinding tipis
b)      Dilapisi Endotel
c)      Lumen nya tidak teratur
Kapiler getah bening merupakan pembuluh Limfe yang terkecil, membentuk anyaman
yang luas dan berakhir buntu. Fungsinya adalah untuk menampung cairan Limfe yang berasal
dari masing2 kapiler .
Kapiler-kapiler getah bening bergabung dengan pembuluh getah bening yang lebih besar.
Terdiri dari saluran yang dindingnya lebih tebal memiliki katub. Dindingnya terdiri dari 3
lapisan:
a)      T. Intima terdiri dari : Endotel Sabut elastis
b)      T. Media terdiri dari Sabut otot polos
c)      T. Adventitia terdiri dari : Sabut kollagen, Sabut elastis, Sabut otot polos.
Dalam perjalanan pembuluh getah bening yang besar, pembuluh getah bening ini
mencurahkan isinya ke dalam kelenjar getah bening (Lymph Nodes). Katub pembuluh getah
bening merupakan lipatan T. Intima yang terdiri dari: jaringan ikat kendor, di endotel, terletak
berpasangan & berhadapandan kedua ujung bebas searah dengan aliran limfe.
Gambar: kapiler pembuluh limfe

Di dalam tubuh terdapat dua pembuluh limfe berukuran besar sebagai berikut.
1. Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)
Pembuluh limfe ini mengangkut limfe yang berasal dari kepala, dada sebelah kanan, dan
lengan kanan. Pembuluh limfe kanan bermuara pada pembuluh balik di bawah vena subclavia
dextra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).
2. Ductus Thoracicus (Pembuluh Limfe Dada)
Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh lain dan bermuara ke
pembuluh balik di bawah vena subclavia sinestra (vena yang melewati tulang selangka kiri).
Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak,
yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang
menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.
Tonsil merupakan kelompok sel limfatik dan matrix extra seluler yang dibungkus oleh
capsul jaringan pemyambung, tapi tidak lengkap.Terdiri atas bagian tengah (germinal center) dan
Crypti. Tonsil ditemukan dipharyngeal yaitu :
a)     tonsil pharyngeal (adenoid), dibagian posterior naso pharynx
b)     tonsil palatina, posteo lateral cavum oral
c)     tonsil lingualis, sepanjang 1/3 posterior lidah
Gambar: Tonsil
Nodus limfaticus terdapat di sepanjang jalur pembuluh limfe berupa benda oval atau
bulat yang kecil. Ditemukan berkelompok yang menerima limfe dari bagian tubuh. Fungsi utama
nodus limfaticus untuk menyaring antigen dari limfe dan menginisiasi respon imun.

Timus terletak di mediastinum anterior berupa 2 lobus. Pada bayi dan anak-anak, timus
agak besar dan sampai ke mediastinum superior.Timus terus berkembang sampai pubertas
mencapai berat 30 -50 gr. Kemudian mengalami regresi dan digantikan oleh jaringan lemak pada
orang dewasa timus mengalami atrofi dan hampir tidak berfungsi. Limpa terletak di Quadran atas
kiri abdomen, di inferior diaphragma yang memanjang dari iga 9 – 11, terletak dilateralis ginjal
dan posterolateral gaster. Setiap lobus pada timus dikelilingi oleh kapsul jaringan ikat. Lobulus
yang dihasilkan oleh trabekula (perpanjangan kapsul ke dalam) dicirikan oleh adanya korteks di
luar dan medula di dalam. Sel-sel yang terdapat pada timus:

 Limfosit, hampir seluruhnya terdiri atas sel T.


 Sel epitelium-retikulum yang menyerupai sel retikulum, tetapi tidak membentuk serat
retikulum. Bahkan, sel yang terbentuk seperti bintang ini membentuk jaringan retikulum
dengan mengaitkan taju (perpanjangan) sel lampainya. Taju ini dipertahankan oleh
desmosom, sambungan sel yang dibentuk oleh serat protein.
 Sel epitelium-retikulum menghasilkan timoson dan hormon lain yang dipercaya dapat
mempercepat pendewasaan sel T.
 Korpuskula timus (Hassall) adalah lapisan sel epitelium-retikulum rapat dan konsentris.
Fungsi korpuskula tidak diketahui.
Fungsi timus adalah untuk mempercepat pendewasaan limfosit T. Sel T yang belum
dewasa bermigrasi melalui darah dari sumsum tulang merah ke timus. Dalam timus, sel T yang
belum dewasa tersebut berkumpul pada korteks tempat sel tersebut meneruskan
perkembangannya. Sel T dewasa meninggalkan timus lewat pembuluh darah atau pembuluh
limfa eferen yang berpindah ke jaringan dan organ limfa lain di mana sel T dewasa tersebut
menjadi aktif (berkemampuan imun) pada tangggapan imun. Timus tidak menyediakan
penyaringan yang mirip dengan buku limfa (tidak ada pembuluh limfa aferen yang menuju ke
timus), dan tidak sama dengan pusat jaringan limfa lain, timus tidak memainkan peranan
langsung padatanggapan imun.
Limpa adalah organ limfatik terbesar, limpa terletak di bagian kiri tubuh di antara
diafragma dan lambung. Seperti organ limfatik lainnya, limpa dikelilingi oleh kapsul yang
perpanjangannya membentuk trabekula. Arteri limpa, vena limpa, saraf, dan pembuluh limfa
eferen melewati hilus limpa yang terletak pada bagian permukaan luar yang sedikit cekung. Ada
dua daerah yang berbeda pada limpa:

 Bubur putih terdiri atas serat retikulum dan limfosit pada nodul yang  mirip dengan
nodul-nodul dari buku limfa.
 Bubur merah terdiri atas sinus vena yang berisi darah. Pita limpa yang terdiri atas
jaringan ikat retikulum, makrofag, dan limfosit membentuk jala di antara sinus vena dan
berfungsi sebagai penyaring ketika darah melewati pembuluh arteri dan sinus.

 Berikut ini adalah fungsi limpa:

 Limpa menyaring darah. Makrofag pada limpa menghilangkan bakteri dan patogen lain,
sisa sel, dan sel darah tua. Tidak terdapat pembuluh limfa aferen, dan tidak seperti buku
limfa, limpa tidak menyaring limfa.
 Limpa menghancurkan sel darah merah tua dan mendaur ulang bagian-bagiannya. Limpa
menghilangkan zat besi dari kelompok hema dan mengikatkan zat besi tersebut pada
protein penyimpan.
 Limpa menyediakan tempat penampungan darah. Sifat dasar bubur merah yang menyebar
menyimpan darah dalam jumlah besar, yang dapat diarahkan ke proses sirkulasi jika
diperlukan. Sepertiga dari keping darah disimpan di limpa.
 Limpa aktif pada tanggapan imun. Sel T berkembang biak pada bubur putih sebelum
kembali ke darah untuk menyerang sel-sel asing ketika diperlukan. Sel B berkembang
biak di bubur putih, menghasilkan sel plasma, dan antibodi yang kembali ke darah untuk
menjinakkan antigen.
 Limpa menghasilkan sel darah. Sel darah merah dan putih dihasilkan di limpa selama
perkembangan janin

Faktor Pendorong Gerak Cairan Limfe


Cairan limfe adalah cairan mirip plasma dengan kadar protein lebih rendah. Kelenjar
limfe menambahkan limfosit, sehingga dalam saluran limfe jumlah selnya besar. Faktor
pendorong gerak cairan limfe:
a)      Pembuluh limfa mirip vena memiliki katup yang bergantung pada pergerakan otot rangka
untuk memecah cairan ke arah jantung.
b)      Perlawanan pertama yang dilakukan tubuh adalah dengan respon immun non spesifik : sel
makrofag dan cairan limfa. Sehingga cairan limfatik mengalir melalui sistem limfatik yang
berfungsi juga dalam sirkulasi sistem immun seluler.
c)      Karena fungsi dari sistem saluran limfe juga untuk mengembalikan cairan dan protein dari
jaringan kembali ke darah melalui sistem limfatik, maka faktor pendorong gerak cairan limfe
juga dikarenakan adanya cairan yang keluar dari kapiler darah.

Hukum pascal dapat terjadi pada pergerakan pembuluh limfe. Aliran cairan limfe berada
di dalam pembuluh limfe, sehingga luas penampang dari pembuluh limfe mempengaruhi tekanan
pada cairan limfe, semakin luas penampang pembuluh limfe maka semakain kecil tekanan yang
di hasilkan.

Keterangan :

F1 = gaya pada penampang 1 (newton)

F2 = gaya pada penampang 2 (newton)

A1 = luas penampang 1 (m2)

A2 = luas penampang 2 (m2)

Pergerakan cairan limfe juga di pengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Sesuai dengan rumus
energy potensial gravitasi.
Cairan yang berada diantara sel-sel atau cairan sel-sel untuk membalance kan jaringan. Sambil
beredar dia membawa sel darah putih. Dan membawa asam lemak pemecahan lempak dalam
sistem pencernaan, kan karbohidrat . lemak masuk kedalam pembuluh limfatik terlebih dahulu .
pembuluh limpatik adalah suatu pembuluh yang tidak bersirkulasi. Sistem limpatik ujung
kapilernya terbuka pada jaringan sehingga cairan jaringan masuk kemudian beredar dan masuk
ke vena cava ikut dalam cairan dalam jaringan.

Sistem Limfatik

Anda mungkin juga menyukai