Anda di halaman 1dari 24

Mata Kuliah Dosen Pengampu

Asesmen Minat, Bakat dan Intelegensi Ikhwanisifa, M. Psi., Psikolog

Sejarah dan Administrasi Tes DAT dan TKD

DISUSUN OLEH :
Satria ( 11860112421 )
Siti Hasima ( 11860120471)
Sri Astuti ( 11860120392 )
Vika Afrianti ( 11860125170 )

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM
PEKANBARU
TAHUN AJARAN 2020/2021

i
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada
penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Sejarah dan Administrasi tes DAT dan TKD” tepat
waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah Asesmen Bakat,
Minat dan Intelegensi. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah
wawasan bagi pembaca tentang “Sejarah dan Administrasi tes DAT dan TKD”.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu Ikhwanisifa., M.Psi.,
Psikolog selaku dosen mata kuliah Asesmen Bakat, Minat dan Intelegensi. Tugas yang telah
diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.
Demikian yang dapat penulis sampaikan. Akhir kata, semoga makalah Asesmen Bakat, Minat
dan Intelegensi ini dapat bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pekanbaru, 22 Oktober 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................ i
DAFTAR ISI...........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah..........................................................................................1
Rumusan Masalah....................................................................................................3
Tujuan......................................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN
Sejarah dan Teori Tes TKD.....................................................................................4
Administrasi TKD....................................................................................................5
Instruksi dan Skoring TKD......................................................................................6
Sejarah dan Teori Tes DAT.....................................................................................13
.................................................................................................................................
Subtes Tes DAT.......................................................................................................14
Administrasi Test DAT............................................................................................16
Skoring Test DAT....................................................................................................18

BAB III PENUTUP


Kesimpulan..............................................................................................................20
Saran........................................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Untuk membantu para siswa agar dapat memahami dirinya secara tepat, jelas, nalar,
dan logis terutama menyangkut mengenai kemampuan, inteligensi, potensi, bakat, minat,
sikap, dan ciri-ciri kepribadiannya sendiri agar individu siswa dapat memilih suatu tindakan
secara tepat, baik dalam kegiatan pembelajaran, memilih program atau jurusan, memilih
teman, memilih lapangan kerja, jabatan dan karir dan sebagainya.

Dengan menggunakan instrumen tes psikologis seperti tes inteligensi, tes bakat, tes
kemampuan umum, tes atau inventori minat dan kepribadian dalam pelaksanaan layanan
bimbingan dan konseling pada umumnya dan bimbingan karir di sekolah pada khususnya,
maka hasil pengukurannya akan lebih tepat, sebab setiap instrument yang baku telah
memiliki persyaratan-persyaratan tertentu, yaitu memiliki tingkat reliabilitas yang memadai,
valid, baku dan objektif.

Menurut Anastasi dan Urbina (2006), tes psikologi merupakan suatu pengukuran yang
objektif dan standar terhadap sampel dari suatu perilaku tertentu. Karena tujuan dan fungsi
tes berbeda-beda sehingga memunculkan banyak jenis tes psikologi. Menurut Kaplan dan
Saccuzo (2005), ada dua jenis tes psikologi yaitu tes kepribadian (personality test) dan tes
kemampuan (ablility test). Tes kepribadian digunakan untuk mengukur perilaku, sifat, dan
watak seorang individu. Sedangkan, tes kemampuan digunakan untuk mengukur
kemampuan dalam hal kecepatan, ketepatan, kecerdasan, ataupun ketiganya sekaligus. Tes
kemampuan terdiri dari tes prestasi, tes bakat dan tes inteligensi. Tes prestasi digunakan
untuk mengukur hasil belajar. Tes bakat digunakan untuk mengukur kemampuan khusus.
Tes inteligensi digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan
kemampuan adaptasi pada situasi yang berubah. Penggunaan semua tes ini sama pentingnya,
namun tes inteligensi paling umum dan sering digunakan.

Tes inteligensi banyak digunakan untuk proses seleksi, baik siswa, mahasiswa ataupun
karyawan. Akan tetapi, peningkatan penggunaan tes intelegensi ini tidak dibarengi dengan
pengembangan alat tes intelegensi itu sendiri. Tes inteligensi biasanya digunakan dalam

1
tahap awal atau tahap penyaringan sebelum diberikan tes selanjutnya, sehingga keakuratan
dari tes inteligensi sangat perlu dijaga. Apalagi, jika sudah terjadi kebocoran soal akan
menyebabkan hasil tes tidak menggambarkan diri peserta karena distraktor yang

Salah satu bentuk tes yang sering digunakan untuk mendeteksi mengukur kemampuan
mental siswa adalah Tes differensial atau Differential Aptitude Test (DAT). Tes ini disusun
oleh George K. Bennet, Harold G. Seashore, & Alexander G. Wesman pada tahun 1947.
Lahirnya tes ini dilatarbelakangi oleh pemikiran ahli psikologi bahwa kemampuan mental
tidak hanya terdiri dari satu faktor saja melainkan banyak faktor sehingga dibutuhkan suatu
tes yang dapat mengukur bermacam-macam faktor dengan beberapa skor sesuai dengan
kemampuan yang diukur. Dalam instrumen DAT terdapat tujuh subtes yang sering disebut
seri multiple bakat yakni verbal reasoning (vr), numerical ability (na), abstract reasoning
(ar), clerical speed and accuracy (csa), mechanical reasoning (mr), space relations (sr), dan
language usage yang terdiri atas spelling and sentences. Dalam aplikasinya, tes ini dapat
disajikan secara keluruhan (1 seri) atau terpisah (tiap subtes).

Dan bentuk tes selanjutnya adalah tes TKD. Tes TKD merupakan battery tes yang
disusun berdasarkan teori multiple factor yang dibuat oleh Thurstone.L dan Thurstone, T.G.
pada tahun 1941. Teori ini berupa selusin faktor yang dirancang sebagai tujuh faktor
kemampuan mental primer. Kemampuan-kemampuan tersebut adalah analogi verbal,
kelancaran kata, kemampuan numerik, kemampuan spasial, memori, kecepatan persepsi, dan
kemampaun penalaran. Kemudian pada tahun 1976, dikembangkan oleh Sudirgo Wibowo
seorang Guru Besar Fakultas Psikologi ketika menyusun Disertasi. TKD berasal dari
TINTUM 66 yang direvisi menjadi TINTUM 69. Sudirgo Wibowo membuat disertasi
dengan obyek penelitian TINTUM 69 untuk mengukur kemampuan diferensial seseorang
dan disimpulkan bahwa TINTUM 69 valid digunakan untuk mengukur kemampuan
diferensial seseorang sehingga namanya diubah menjadi Tes Kemampuan Diferensial. TKD
digunakan untuk usia 15 tahun keatas atau lulusan sekolah lanjutan atas untuk memasuki
jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupaun memasuki pekejaan.

TKD memiliki sepuluh subtes yang mengukur aspek intelegensi yang berbeda-beda
dan dapat berdiri sendiri. Sepuluh subtes tersebut adalah pengertian umum (TKD 1),
menyelesaikan kalimat (TKD 2), Analogi verbal (TKD 3), pernyataan-pernyataan (TKD 4),

2
hitungan (TKD 5), deret angka (TKD 6), melengkapi kalimat (TKD 7), mencari
ketidaksamaan (TKD 8), menyusun potongan-potongan gambar (TKD 9), dan membedakan
antar dua gambar (TKD 10).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, dan agar pembahasan pada makalah
ini tidak melebar kepada pembahasan yang lain, maka perlu adanya perumusan dari masalah
yang akan didiskusikan, adapun yang menjadi pokok pembahasana yaitu:
1. Bagaimana sejarah tes TKD ?
2. Bagaimana cara administrasi pada tes TKD ?
3. Bagaimana cara skoring pada tes TKD ?
4. Bagaimana sejarah pada tes DAT ?
5. Apa saja subtes pada tes DAT ?
6. Bagaimana adminitrasi pada tes DAT ?

C. Tujuan
Berdasarkan uraian rumusan masalah tersebut maka perlu ada tujuan dari makalah ini.
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahuai sejarah pada tes TKD
2. Menjeaskan mengenai cara administrasi pada tes TKD
3. Menjelaskan mengenai cara skoring pada tes TKD
4. Mengetahui sejarah pada tes DAT
5. Menjelaskan mengenai cara administrasi pada tes DAT

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tes TKD
1. Sejarah dan Teori Tes TKD

Tes TKD atau tes kemampuan diferensial yang dikembangkan oleh sudirgo Wibowo
pada tahun 1976. Sudirga Wibowo merupakan salah satu guru besar fakultas Psikologi UI.
Dekade berasal dari tintum 66 yang direvisi menjadi tintum 69. Pintu 69 cocok untuk
mengetahui kemampuan diferensial yang digunakan biasanya untuk seleksi calon
mahasiswa, seleksi calon karyawan, termasuk promosi dan mutasi pada karyawan. Tes ini
disusun berdasarkan teori multi faktor dari L.L., dan truston, T. G. 1941. Sejak disusun
pada tahun 1976 di universitas Indonesia tes ini telah mengalami beberapa revisi bahkan
beberapa bagian mengalami perubahan disesuaikan dengan berbagai situasi dan kebutuhan.
Awalnya timthumb 69 dianggap sangat relevan untuk mengukur kecerdasan atau
intelegensi umum namun pada tahun 1976 sudirgo Wibowo membuat disertasi dengan
objek penelitian tentang 69 untuk mengukur kemampuan diferensial seseorang dan
kesimpulan dan disimpulkan bahwa tintum 69 valid digunakan untuk mengukur
kemampuan diferensial seseorang sehingga namanya diubah menjadi tes kemampuan
diferensial atau TKD.
Tes TKD bisa diberikan pada anak usia 15 tahun keatas atau lulusan sekolah lanjutan
untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dalam memasuki pekerjaan.
Rangkaian tes kemampuan diferensial yang disusun berdasarkan teori multibe faktor
thurstone itu memiliki 7 faktor kemampuan mental primer yaitu kemampuan verbal,
kelancaran kata, kemampuan spasial, kemampuan numeric, memory, kecepatan persepsi
dan kemampuan penalaran. Namun tes ini dapat dilakukan secara klasikal dan waktu
pelaksanaan tes relatif singkat yakni 66 menit dimana didasari pertimbangan praktis maka
dalam tes ini hanya mengukur 5 faktor mental primer saja yaitu number, space, speed, and
induction atau generall reasoning.
2. Administrasi TKD
Sebelum testee (Orang Percobaan) melaksanakan tes ini hendaklah tester mengemukakan
petunjuk umum sebagai umum:

4
1. Testee tidak diperkenankan membuka buku persoalan sebelum ada perintah dari tester.
2. Testee tidak diperkenankan menulis atau mencoret apapun dalam buku persoalan.
3. Jawaban testee dituliskan dalam lembar jawaban khusus.
4. Pada setiap persoalan akan didahului oleh penjelasan-penjelasan dan perintah-perintah
dari tester. Hendaknya testee mendengarkan dan memahami sebaik-baiknya penjelasan-
pejelasan dan perintah tersebut, sebab kesalahan menangkap perintah dan penjelasan
akan merugikan testee.
5. Testee hendaknya “MULAI” dan “BERHENTI” secara bersama-sama sesuai dengan
perintah dari tester.
6. Setiap persoalan (tes) mempunyai batas waktu tertentu. Bila testee tidak dapat
menyelesaikan seluruh persoalan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, hendaknya
testee tetap tenang, tidak perlu gelisah dan tidak terpengaruh oleh persoalan yang telah
berlalu, berpikir jernilah untuk mendengarkan perintah-perintah berikutnya.
7. Testee diminta untuk menuliskan: nama dan tanggal pemeriksaan (tes) di lembar
jawaban.

Tabel ringkasan susunan penyajian persoalan TKD

I Pengertian umum 10 menit 10 soal


II Menyelesaikan kalimat 7 menit 40 soal
III Analogi Verbal 5 menit 40 soal
IV Pernyataan-pernyataan 3 menit 20 soal
V Hitungan 7 menit 20 soal
VI Deret Angka 10 menit 30 soal
VII Melengkapi Kalimat 6 menit 20 soal
VIII Mencari ketidaksamaan 6 menit 20 soal
IX Menyusun potongan-potongan gambar 6 menit 20 soal
X Membedakan antara dua gambar 7 menit 80 Oal

3. Intruksi dan Skoring TKD

a. TKD (COMPREHENSION)

Nama : Pengertian Umum


Tujuan : U/menilai kecerdasan social, yakni sikap terhadap situasi social praktis
Tugas : Menjawab secara jelas, lengkap dan singkat.

5
Instruksi :
“Tes berikut ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang juga menyangkut pengetahuan
umum yang bersifat praktis. Jawablah sesuai dengan hal yang biasa saudara lakukan atau
setidaknya apa yang akan saudara lakukan”. Silahkan anda tuliskan jawaban anda pada
bagian yang telah ada dilembar jawaban.
(Tester boleh sambil menunjukkan lembar kerja kepada testee untuk menegaskan)
Scoring : Lihat kriteria jawaban.
Niali-nilai yang diberikan adalah 2,1,0.
Nilai tertinggi = 20

b. TKD II (INFORMATION)

Nama : Menyelesaikan Kalimat


Tujuan : Untuk menilai ruang lingkup pengetahuan, kewaspadaan (alertness) seseorang
terhadap dunia luar.
Tugas : Memilih satu kata dari 4 kata untuk menyelesaikan suatu kalimat.
Instruksi : Dipapan tulis, tester membuat contoh-contoh soal dan cara menjawabnya,
seperti :
1) Kanguru banyak terdapat di…..
a. Hawai
b. India
c. Australia
d. Sulawesi
2) Ibu kota Republik Indonesia adalah…..
a. Bogor
b. Bali
c. Yogyakarta
d. Sulawesi

Macam tempat menjawab:

A. B. C. D.
A. B. C. D.

6
Instruksi:

“Pada subtes berikut, silahkan anda menyelesaikan kalimat yang terdapat pada lembar
soal dengan jawaban yang tepat dengan cara memilih salah satu pilihan kata yang
terdapat dibawahnya. Silahkan berikan coretan (berikan contoh dipapan tulis) pada huruf
dimana terdapat kata/jawaban yang menjadi pilihan anda.

Skoring: Nilai 1 u/jawaban yang benar

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 40

c. TKD III : (ANALOGI VERBAL)


Nama : Analogi Verbal
Tujuan : Untuk menilai kemampuan analogi berfikir.
Tugas : Mencari kata ke-4 yang ada hubungannya dengan kata ke-3, sama dengan kata
ke-1 dan kata ke-2
Instruksi : Sebelumnya tester membuat contoh-contoh soal dan cara menjawabnya
dipapan tulis, seperti :
1) Langit : biru = rumput :…..
A. Putih B. Hijau C. Panas D. Terang
2) Ikan : berenang = orang……
A. Kertas B. Waktu C. Berjalan D. Manusia

Macam tempat menjawab :

A. B. C. D.
A. B. C. D.

Instruksi :

“Dalam tes ini terdapat tiga (3) kata, antara kata pertama dan kedua terdapat suatu
hubungan tertentu. Antara kata ketiga dan salah satu diantara empat kata pilihan harus
pula terdapat hubungan yang sama seperti kata pertama dan kedua, carilah kata ke-4
tersebut. Silahkan berikan jawaban anda dengan mencoret salah satu huruf dari pilihan

7
yang tersedia. Persoalan ini terdiri dari 40 soal, waktu yang disediakan terbatas.
Bekerjalah dengan cepat dan teliti.

Skoring : Nilai 1 u/jawaban benar

Nilai 0 u/jawaban salah

Nilai tertinggi = 40

d. TKD IV (LOGIKA)
Nama : Pernyataan-pernyataan
Tujuan : Untuk menilai cara berfikir logis
Tugas : Memberikan pernyataan yang tepat.
Isntruksi : Tester mencontohkan :
Mengapa pada musim liburan kita senang beristirahat ditempat yang sejuk?
A. Karena hal itu adalah mode
B. Karena hawa yang sejuk baik untuk kesehatan
C. Karena hawa yang sejuk dingin
D. Karena tidak panas

Macam tempat menjawab:

A. B. C. D.

Instruksi :

“Pada subtes ini, silahkan anda membaca penyataan-pernyataan berikut dan membuat
pernyataan, dengan cara memilih salah satu pilihan jawaban dari empat kemungkinan
jawaban yang tersedia dibawahnya. Silahkan anda memberikan coretan pada huruf
dimana terdapat jawaban yang menjadi pilihan anda. Bekerjalah secepat dan seteliti
mungkin”.

Skoring : Nilai 1 u/jawaban yang benar

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 20

8
e. TKD V (ARITHMETIC)

Nama : Hitungan

Tujuan : Mengukur penalaran berhitung dengan angaka

Tugas : Berhitung

Intruksi :

“Berikut adalah persoalan hitungan silahkan anda mengerjakan soal-soal hitungan yang
tersedia dan tuliskan jawab anda (cukup angkanya saja) pada kolom jawaban yang
tersdia. Waktu anda terbatas silakan anda bekerja secepat dan seteliti mungkin”.

Skoring : Nilai 1 u/jawaban yang bener

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 20

f. TKD VI (DERET ANGKA)

Nama : Deret Angka

Tujuan : Mengukur penalaran berhitung dengan angka dan mengatur logika berpikir

Tugas : Melanjut kan 2 bilangan yang sesuai dengan irama deret

Intruksi : Sebelum nya tester membuat contoh soal dn ara menjawab nya di papan tulis
seperti:

1 3 5 7 11 ….. ….

3 2 4 5 4 .... …

Macam tempat menjawab: … ….

Intruksi :

9
“Pada persoalan berikut terdapat deret angaka setiap deret angka tersusun menurut suatu
aturan tertentu dan di belakangnya ada 2 tempat yang kosong yang harus diisi sesui
dengan aturan yang ada sebelum nya tersebut. Tugas anda adalah mencari angka sealnjut
nya pada setiap eret dan tuliskan jawaban anda pada kolam jawaban yang tersedia.
Sebelum nya mari kita lihat contoh di papan tulis (setelah mengerjakan soal dipapan tulis)
tanyaka apakah saudara mengerti? (jika sudah negerti) lalu katakan waktu anda terbatas
silahkan anda bekerja secepat dan seteliti mungkin”.

Skoring : Nilai 1 u/jawaban yang bener

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 20

Catatan : Jawaban yang benar adalah apabila kedua bilngan di tuliskan tepat, bila hanya
satu bilangan tepat dan yang lain salah, dianggap salah.

g. TKD VII (SINONIME)

Nama : Melengkapi kalimat

Tujuan : Mengukur kemampuan berpikir analogi

Tugas : Melengkapi kalimat yang belum selesai dengan sebuah kata

Intruksi : Tester membut contoh di papan tulis

1) Seekor kijang memiliki persamaan dengarbesar dengan….


A. Kucing
B. Anjing
C. Babi
D. Tikus
E. Kancil
2) lawan dari hadapan salah………..
A. Kesedihan
B. putus harapan

10
C. Kesengsaraan
D. Kecintaan
E. Kebencian

Macam tempat menjawab:

A. B. C. D.
A. B. C. D.

Intruksi:

“Pada subtes berikut, silahkan anda melengkapi kalimat yang tedapat pada lembar soal
dengan jawaban yang tepat dengan memilih salah satu pilihan kata yang dapat terdapat
di bawaha nya slahkan anda berikan jawaban dengan mencoret pada hurup dimana
terdapat kata/jawaban yang menjadi pilihan anda”.

Skoring : Nilai 1 u/jawaban yang benar

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi=20

h. TKD VIII (DIFFERENCES)

Nama : Mencari ketidaksamaan

Tujun : Menguur aspek aspek diskrmiminassi generalisasi berpikir

Tugas : Mencari satu kata yang tidak mempunyai persamaan dengan 4 kata lainnya

Intruksi : Sebelum nya tester membut contoh contoh dan cara menjawab nya di papan
tulis seperti:

1. A. Meja B. Kursi C. Burung D. Lemari E. Ranjang


2. A. Duduk B. Berdiri C. Berbaring D. Pergi E. Berlutut

Macam tempat menjawab:

A. B. C. D. E.

11
A. B. C. D. E

Instruksi:

“Pada subtes ini, ditentukan 5 kata. Pada 4 dari 5 kata tersebut terdapat suatu kesamaan.
Tugas anda adalah mencari satu kata yang tidak memiliki kesamaaan dengan keempat
kata yang lain. Silahkan anda memberikan jawaban dengan mencoret salah satu huruf
dimana terdapat kata atau jawaban yang menjadi pilihan anda”.

Skoring: Nilai 1 u/jawaban yang benar

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 20

i. TKD IX (COMPLETION)
Nama : Menyusun potongan-potongan gambar
Tujuan : Mengukur Kemampuan persepsi keruangan
Tugas : Menyatukan gambar yang terpotong-potong dan mencari gambar yang utuh.
Instruksi:
“Sebelumnya tester membuat contoh-contoh dan cara menjawabnya di papan tulis
seperti:
1. 2. 3. 4. 5.

Macam tempat menjawab: 1 2 3 4 5

Instruksi:

“Pada persoalan berikut, setiap soal memperlihatkan suatu bentuk tertentu yang terpotong
menjadi beberapa bagian. Tugas anda adalah mencari diantara bentuk-bentuk yang
ditentukan (1,2,3,4,5), bentuk yang dapat dibangun dengan cara menyusun potongan-
potongan itu sedemikian rupa sehingga tidak ada kelebihan sudut atau ruang diantaranya.
Tuliskan jawaban anda dengan mencoret salah satu angka dimana terdapat gambar yang
menjadi pilihan jawaban anda. Waktu anda terbatas, silahkan anda bekerja secepat dan
seteliti mungkin”.

12
Skoring: Nilai 1 u/jawaban yang benar

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 20

j. TKD X (PERCEPTION)
Nama: Membedakan antara dua gambar
Tujuan: Mengukur ketepatan persepsi
Tugas: Menyatakan apa pasangan-pasangan gambar itu sama atau berbeda
Instruksi: Sebelumnya tester membuat contoh-contoh dan cara menjawabnya dipapan
tulis.
“Pada subtes berikut nyatakanlah apakah gambar itu sama atau berbeda? Bila sama,
berilah tanda 0 (lingkaran) pada nomor yang bersangkutan. Bila berbeda berilah tanda x
(silang) pada nomor yang bersangkutan”.
Berdasarkan gambar, maka cara menjawabnya:
1. 2. 3.

Skoring: Nilai 1 u/jawaban yang benar

Nilai 0 u/jawaban yang salah

Nilai tertinggi = 80.

B. Test DAT
1. Sejarah dan teori DAT
Tes ini disusun oleh George K. Bennet, Harlold G. Seashore, dan Alexander G.
Wesman. Tes ini dibuat dengan maksud agar dapat mengukur kemampuan mental dari
beberapa factor bukan hanya satu factor saja sehingga sekor yang dihasilkan tidak pula
hanya satu akan tetapi ada beberapa sesuai dengan kemampuan yang diukur. Karena
itulah tes ini dibuat agar mendapatkan prosedur penilaian yang ilmiah, terintegrasi, dan
standard bagi murid-murid sekolah pada kelas 8-12 untuk tujuan bimbingan kependidikan
dan bimbingan karir. Dengan kata lain tes DAT bertujuan untuk konseling sekolah atau
penjurusan & seleksi pekerjaan.

13
DAT (Differential Aptitude Test) pertama kali digunakan pada tahun 1947 untuk
penyediaan basis bagi bimbingan Pendidikan dan vokasional para siswa kelas 8-12. DAT
edisi ke-5 terdiri dari 2 level, yaitu:
1. Level 1, dirancang terutama untuk siswa di kelas 7-9 dan orang dewasa yang telah
menyelesaikan jenjang sekolah ini;
2. Level 2, untuk siswa kelas 10-12 dan orang dewasa yang sudah bersekolah lebih dari 9
tahun, tetapi mungkin belum tamat sekolah menengah.
2. Subtes Tes DAT
1. Verbal Reasoning (VR) Penalaran Verbal
Tes ini mengugkap kemampuan membaca dan memahami konsep-konsep yang
disusun dari kata-kata, melihat alasan yang logis, serta untuk mengambil keputusan
dalam situasi praktis. Dengan kata lain bertujuan untuk mengetahui kemampuan
abstraksi, generalisasi, dan berpikir konstruktif.
2. Numerical Ability/penalaran numerik
Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami hubungan numerik &
memecahkan masalah yg berhubungan dg konsep numerik. Mengetahui seberapa baik
seseorang memahami ide – ide yang diekspresikan dalam bentuk angka, seberapa jelas
dapat berpikir dan menalar angka. Tes ini biasa digunakan di sekolah pada pelajaran
matematika dan ekonomi. Untuk pekerjaan biasanya pada arsitek dan akuntan.
3. Abstract Reasoning/penalaran abstrak.
Tes ini bertujuan untuk mengukur penalaran non verbal. Yaitu meliputi
kemampuan individu untuk dapat memahami adanya hubungan yang logis dari figur-
figur abstrak atau prinsip-prinsip Non-Verbal Design. Suatu instrument non verbal
yang mengungkap penalaran individu, individu harus tentukan azas atau prinsip,
tentukan perubahan gambar, memberi tanda. Tes ini biasanya dilakukan pada arsitek.
4. Space Relation/Hubungan Ruang
(SR) Space Relation/Hubungan Spasial atau ruang. Mengukur kemampuan
visualisasi terhadap konstruksi objek tiga dimensi yang dibangun dari pola dua
dimensi dan kemampuan membayangkan berbagai cara yang di gunakan untuk
memutar objek tersebut sehingga mempunyai bangunan seperti yang tampak dalam

14
gambar. Test ini dirancang untuk memprediksi kesuksesan dalam bidang perencanaan
tata ruang, desainer, arsitektur, seni, dan dekorasi.
5. Mechanical Reasoning/penalaran mekanik
Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan pemahaman prinsip-prinsip
mekanik & fisika, melihat seberapa baik seseorang memahami hukum yang mendasari
alat – alat, mesin – mesin dan alat sederhana. Tes ini disusun berdasarkan tes
pemahaman mekanikal yang disusun oleh Binet. Tes ini diberikan pada montir,
insinyur mesin.
6. Perseptual (Clerical) Speed and Accuracy/kecepatan dan akurasi perseptual
Tes ini dirancang untuk mengukur kecepatan & ketelitian respon dalam tugas-
tugas yang membutuhkan persepsi sederhana. mengukur kecepatan memberi jawaban
atau tanggapan dalam suatu persepsi sederhana, mengungkap kecepatan persepsi,
mengingat dengan cepat, kemampuan memberi tanggapan. Tes ini dapat diberikan
pada sekretaris, kasir.
7. Language Usage
 Language Usage-part I: Spelling/Ejaan
Mengungkap kemampuan membedakan ejaan bahasa Inggris yang betul.
 Language Usage-part II: Sentences/Bahasa
Mengungkap kemampuan membedakan tatabahasa yang baik dan benar, tanda-
tanda baca, penggunaan kata-kata.

Di Indonesia, tes DAT ini telah diadaptasi (khususnya di fakultas psikologi


UGM) namun hanya 5 subtes yaitu:
a. Numerical Ability – Tes Berhitung
b. Abstract Reasoning – Tes Penalaran
c. Space Relation – Tes Pola
d. Mechanical Reasoning – Tes Pengertian Mekanik
e. Clerical Speed and Accuracy – Tes Cepat Teliti
3. Administrasi Tes DAT

a. Verbal reasoning/penalaran verbal:

15
Mengungkap kemampuan membaca dan memahami konsep-konsep yang disusun
dari kata-kata, melihat alasan yang logis serta untuk mengambil keputusan dalam
situasi praktis. Dengan kata lain bertujuan untuk mengetahui kemampuan abstraksi
generalisasi dan berpikir konstruktif.
b. Numerical ability/penalaran numeric
Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya, jumlah soal = 40 butir,
lembar jawaban terpisah titik tes ini mengukur kemampuan berpikir dengan angka,
penguasaan hubungan numerik, misalnya penjumlahan yang sederhana, sehingga tes
ini disebut aritmatik compulsion bukan aritmatik reasoningtitik walaupun tes ini
mengukur aspek yang sederhana, bersama-sama dengan verbal reasoning dari DAT
dapat mengukur kemampuan belajar secara umum. tes berhitung ini bersama-sama
dengan abstrak reasoning atau penalaran dan verbal reasoning akan mengukur
intelegensi umum.
Penyajian tes ini dapat lakukan secara individual maupun klasikal. Waktu yang
digunakan untuk mengerjakan tes ini ialah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi
sekitar 5 sampai 10 menit titik tes ini digunakan untuk melakukan prediksi dalam
bidang pendidikan dan pekerjaan bidang pendidikan meliputi matematika fisika kimia
teknik, ilmu sosial bahasa Inggris. untuk memberikan nilai diperhatikan jumlah
jawaban yang benar dan jumlah jawaban yang salah titik yang benar diberi nilai 1
sedangkan yang salah diberi nilai 0
c. Abstract reasoning/penalaran abstrak:
Tes ini betujuan untuk melakukan seleksi/evaluasi dibidang pendidikan ataupun
pekerjaan. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakan soal berjumlah = 50
butir dan lembar jawaban terpisah. Tes ini dapat disajikan secara individual maupun
klasikal menurut manual hasilnya waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini
adalah 20 menit, sedangkan waktu untuk intruksi sekitaran 5 sampai 10 menit .
Nilainya ditekukan dengan ketentuan apabila benar maka nilainya adalah 1 namun jika
salah adalah 0.
d. Space relation/hubungan ruang .
Mengukur kemampuan mengenal benda konkret melalui proses penglihatan tiga
dimensi. Terdiri dari 40 soal, Testee perlu melakukian imajinasi (memanipulasi secara

16
mental). Bisa individual atau kelompok waktu adalah 30 menit, instruksi 5 – 10 menit.
Tujuandari tes ini adalah mengetahui kemampuan seseorang mengenal bentuk 3
dimensi soalnya adalah hanya benar atau salah
e. Machanical reasoning/penalaran mekanis.
Mengukur daya penalaran di bidang kerja mekanik dan prinsip fisika. Jumlah soal
68 buah merupakan bentuk baru dari tes mechanical comprehensive yang dibuat oleh
Binnett.  waktu yang dibutuhkan 30 menit. Skoring B = 1, S = 0, Skor tertinggi 68.
rumus pemberian skor kasar: R – ½ w yaitu jumlah benar dikurangi seperdua jumlah
salah
f. Perseptual atau clerical speed and acurary/kecepatan dan akurasi
Bertujuan untuk mengukur respon subjek terhadap tugas tugas atau pekerjaan
yang menyangkut kecepatan persepsi atau dari stimulus yang bersifat sederhana,
kecepatan respon terhadap kombinasi huruf dan angka, ingatan yang sifatnya tidak
lama. Jumlah soal 100 buah dibagi menjadi 2 bagian.Waktu yang dibutuhkan adalah 3
menit masing – masing.
g. Laguage usage- part 1: spelling/ejaan: mengungkap kemampuan membedakan ejaan
bahasa Inggris yang betul
h. Laguage usage- part 2: sentence/bahasa: mengungkap kemampuan membedakan tata
bahasa yang baik dan buruk, tanda tanda baca, penggunaan kata.
Para penyusun tes memiliki area-area untuk delapan tes berdasarkan data
eksperimental dan eksperiensial ketimbang bergantung pada analisis faktor formal
yang mereka lakukan sendiri titik dalam mengkonstruksi DAT, para penyusun dipandu
oleh beberapa kriteria-kriteria eksplisit:
 setiap tes harus merupakan test independent ada situasi dimana hanya satu bagian
tes kombinasi yang diisyaratkan atau dikehendaki
 Tes tes tersebut harus mengukur kekuatan: untuk sebagian besar tujuan
vokasional di mana hasil hasil tes tersebut berkontribusi evaluasi kekuatan
menyelesaikan masalah sulit dalam waktu yang memadai merupakan
 Tes kombinasi harus menghasilkan suatu profil. 28 skor yang berbeda dapat
dikonversi menjadi peringkat persentil dan ditempatkan pada grafik profil umum

17
 Norma-norma harus memadai titik2 dalam edisi kelima norma-norma diperoleh
dari 100.000 siswa untuk standarisasi di musim gugur, 70.000 siswa untuk
standardisasi di musim semi.
 Materi-materi tes harus praktis. 2 dengan batas waktu 6 hingga 30 menit per tes,
seluruh tes ini dapat dilaksanakan dalam satu sesi sekolah pagi atau siang
 Tes-tes harus mudah dilaksanakan: setiap tes mengandung contoh-contoh
pemanasan yang sangat bagus dan dapat dilaksanakan oleh orang-orang yang
hanya menerima pelatihan khusus minimal
 bentuk-bentuk alternatif harus tersedia: untuk tujuan pengujian ulang,
ketersediaan bentuk alternatif saat ini bentuk c dan d akan mengurangi semua
dampak latihan.
Langkah – Langkah Pelaksanaan Tes DAT 
 Pengantar: Bentuk rapport yang baik, beri tahu tujuan tes, bangkitkan motivasi
agar tes dikerjakan sungguh – sungguh dan baik. Tester mengatakan: ”Tes ini bisa
dikerjkan oleh semua orang, tidak perlu memiliki kemampuan khusus untuk
menjalankan tes ini”. Tester tidak boleh langgar batas waktU. 
 Alat Tulis: Pensil runcing (1 cadangan, 2B untuk komputer). Tester boleh
sediakan / beri pengumuman sebelum hari tes. 
 Lembar Jawaban + Buku Tes. Didistribusikan: Lembar jawaban disisipkan di
buku. Beri instruksi : ”jangan membuka buku tes sebelum diperintahkan”.
Kemudian testi diminta untuk mengeluarkan lembar jawaban, lalu beri instruksi
”Tulislah identitas anda” (nama, tanggal, tes, dsb). Beri peringatan agar buku
tidak dicoret – coret. 
 Baca Petunjuk (panduan instruksi tes). Baca instruksi / petunjuk tes dengan suara
keras, jelas, dan beri contoh soal/ Pancing testi untuk jawab contoh soal. Beri
kesempatan bertanya. Beri petunjuk cara menjawab. 
 Waktu: Beri aba – aba mulai + selesai dengan leras dan tegas. Saat selesai,
katakan “Stop! Berhenti Bekerja, letakkan alat tulis anda”. Tester / pengawas
harus kontrol testi dan bergerak ke seluruh ruangan, periksa cara kerja testi.

Informasi waktu dan scoring

18
Subtes Waktu Kunci Skor maksimal Catatan
skoring

1. Verbal 30' B 50 1 skor/item


reasoning

2. Numerical 30' B-1/4S 40 1 skor/item


ability

3. Abstract 25' B-1/4S 50 1 skor/item


reasoning

4. Space 30' B-S 100 Jawaban<1item


relation

5. Mech. 30' B-1/2S 68 1 skor/item


Reasoning

6. Clerical I. 3' B 100 Hanya bag II yang di


speed dan skor
II. 3'
accurary

7. Language I. 10' B-S 100


usage
II. 25' B-S 95

1 skor/item

Jawaban<1item

19
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tes TKD adalah suatu
tes kemampuan dasar yang dikembangkan oleh sudirgo Wibowo pada tahun 1976. Sudirga
Wibowo merupakan salah satu guru besar fakultas Psikologi UI. Dekade berasal dari tintum
66 yang direvisi menjadi tintum 69. Pintu 69 cocok untuk mengetahui kemampuan diferensial
yang digunakan biasanya untuk seleksi calon mahasiswa, seleksi calon karyawan, termasuk
promosi dan mutasi pada karyawan.
Sedangkan tes DAT yaitu suatu tes yang disusun oleh George K. Bennet, Harlold G.
Seashore, dan Alexander G. Wesman. tes ini dibuat dengan maksud agar dapat mengukur
kemampuan mental dari beberapa factor bukan hanya satu factor saja sehingga sekor yang
dihasilkan tidak pula hanya satu akan tetapi ada beberapa sesuai dengan kemampuan yang
diukur.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan pada makalah ini, ada beberapa saran yang
dapat diberikan yaitu:
 Bagi pembaca, agar lebih memahami pembahasan menggenai tes TKD dan Test DAT,
dan mencari referensi baru agar lebih menyempurnakan makakalah selanjutnya.
 Bagi penulis selanjutnya, agar dapat memperbanyak referensi lainya.

20
DAFTAR PUSTAKA

Ikhwanisifa, dkk. 2018. Asesmen Bakat, Minat dan Intelegensi: Teori Administrasi dan Skoring.
Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press.

Yulianto, A .(2011). Buku Petunjuk Penggunaan TKD. Depok: LPSP3 Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia.
Soeramto, S, Harjito, P & Kumara, A. (1987). Validitas, Reliabilitas dan Nilai Standar dari Tes
Pemahaman, Tes Penalaran, Tes Berhitung, Tes Ungkapan dan Tes Pengertian Mekanik.

21

Anda mungkin juga menyukai