Anda di halaman 1dari 2

Metode/cara pemberian oksigen pada gagal nafas kan disebutkan ada 2 macam.

Apa saja dan


jelaskan masing2 alat nya?

Cara pemberian oksigen secara umum ada 2 macam:

1. Sistem arus rendah


2. Sistem arus tinggi

I. Sistem Arus Rendah : low flow low concentration & low flow high concentration

 low flow low concentration: memberikan oksigen dengan konsentrasi yang rendah dan
dengan aliran yang rendah
 low flow high concentration: memberikan oksigen dengan konsentrasi yang tinggi tapi
dengan aliran yang rendah. 

I. Low flow low concentration: (2 alat)


1. Kateter Nasal
Oksigen: Aliran 1 - 6 liter/ menit dengan konsentrasi 24% - 44%.
Prosedur: pemasangan kateter ini meliputi insersi kateter oksigen ke dalam hidung sampai
naso faring.
Indikasi: pasien yang membutuhkan terapi oksigen jangka pendek dengan konsentrasi
rendah sampai sedang.
Kontraindikasi: Fraktur dasar tengkorak kepala, trauma maksilofasial, dan obstruksi nasal.

2. Nasal Kanul
Oksigen: Kecepatan aliran antara 1-6 liter/menit. Konsentrasi oksigen yang dihasilkan
dengan nasal kanul sama dengan kateter nasal yaitu 24 % - 44 %.
Indikasi:
 Pasien yang bernapas spontan tetapi membutuhkan alat bantu nasal kanula
untuk memenuhi kebutuhan oksigen (keadaan sesak atau tidak sesak).
 Pasien dengan gangguan oksigenasi seperti pasien dengan asthma, PPOK,
atau penyakit paru yang lain
 Pasien yang membutuhkan terapi oksigen jangka panjang
Kontraindikasi:
1)        Pada pasien dengan obstruksi nasal
2)        Pasien yang apneu
Keuntungan: nyaman dan aliran O2 terus menerus meskipun pasien sedang
makan/berbicara

II. Low flow high concentration


3. Sungkup Muka (Masker) Sederhana/Simple Face Mask 
Oksigen: Aliran 5-8 liter/ menit menghasilkan 02 dengan konsentrasi 40 - 60 %.
Indikasi: Pasien dengan kondisi seperti nyeri dada (baik karena serangan jantung
atau penyebab lain) dan pasien dengan sakit kepala
Kontraindikasi : Pada pasien dengan retensi CO2 karena akan memperburuk retensi
Hal-hal yang harus diperhatikan:  Aliran O2 tidak boleh kurang dari 5 liter/menit
karena untuk mendorong CO2 keluar dari masker  terjadi penumpukan CO2

4. Sungkup Muka (Masker) dengan kantong rebreathing


Terdiri atas: sungkup muka sederhana yg dilengkapi dengan kantong reservoir/penyimpanan
oksigen pada dasarnya. Oksigen mengalir ke kantong reservoir terus menerus (kantong yang
terus mengembang, baik saat inspirasi maupun ekspirasi).

Ekspirasi  1/3 awal gas ekspirasi masuk ke kantong reservoir bercampur dgn O2 yg ada.
Jadi saat inspirasi pasien menghisap kembali 1/3 gas ekspirasi yg masuk ke kantong.
Udara inspirasi sebagian tercampur dengan udara ekspirasi sehingga konsentrasi CO2 lebih
tinggi daripada simple face mask
Oksigen: Aliran 8-12 l/menit menghasilkan oksigen dengan konsentrasi 60 - 80%. 
Indikasi: Pasien dengan kadar tekanan CO2 yang rendah
Kontraindikasi: Pada pasien dengan retensi CO2 karena akan memperburuk retensi

5. Sungkup Muka (Masker) dengan Kantong Non-Rebreathing 


Prinsip alat: udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi karena mempunyai 2
katup, 1 katup terbuka pada saat inspirasi dan tertutup pada saat ekspirasi, dan ada 1 katup
lagi yang fungsinya mencegah udara ruangan masuk pada saat inspirasi dan akan membuka
pada saat ekspirasi.

Oksigen: Aliran 8-12 l/menit menghasilkan konsentrasi 02 90 %.


Indikasi : Pasien dengan kadar tekanan CO2  yang tinggi, pasien PPOK, pasien dengan status
pernapasan yang tidak stabil dan pasien yang memerlukan intubasi
Kontraindikasi: Pada pasien dengan retensi CO2 karena akan memperburuk retensi

II. Sistem Arus Tinggi

1. Sungkup muka venturi (venturi mask)


Terdiri atas: mask dan mixing jet. Dgn alat ini, FiO2 yang diberikan dpt dikendalikan.
Oksigen: Aliran 4 -14 It / menit menghasilkan konsentrasi 02 30 - 55 %.
Bahaya : Terjadi aspirasi bila muntah dan nekrosis karena pemasangan sungkup yang terialu
ketat.
Indikasi: paling berguna pd pasien dgn PPOK yang sudah diketahui dosis FiO2

2. Sungkup muka Aerosol (Ambu Bag)


Oksigen : Aliran lebih dari 10 l/ menit menghasilkan konsentrasi 02 100 %.
Bahaya : Penumpukan air pada aspirasi bila muntah serta nekrosis karena pemasangan
sungkup muka yang terialu ketat.