Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Katarak merupakan kekeruhan yang timbul pada lensa yang dapat menyebabkan
kebutaan. Hal ini terjadi akibat adanya pengapuran pada lensa mata sehingga daya lihat
mata berkurang. Penyebab katarak bermacam-macam diantaranya disebabkan karena
proses penuaan, faktor genetik, kelainan bawaan, penyakit metabolik seperti diabetes
millitus, darah tinggi, merokok, alkohol, sinar ultraviolet, dan infeksi yang biasanya
didapatkan karena trauma pada mata (Chyntia et al., 2004).
Tanda dan gejala yang ditemukan pada penderita katarak adalah pengelihatan menjadi
tidak jernih, penurunan tajam pengelihatan, saat malam hari pengelihatan akan menjadi
silau terhadap sinar yang datang, pengelihatan seperti terhalang asap yang semakin lama
semakin tebal, penderita merasakan bahwa pengelihatannya seperti berkabut.
Indonesia sampai sekarang masih tercatat sebagai negara tertinggi jumlah penderita
katarak ditingkat Asia Tenggara, oleh karena itu bedah katarak atau operasi katarak
menjadi tindakkan bedah yang paling banyak dilakukan oleh dokter spesialis mata.
Namun terdapat kesenjangan diantara insiden (kejadian baru) katarak yang besarnya
240.000 orang/tahun dengan jumlah operasi katarak yang hanya mencapai 170.000
orang/tahun. Kesenjangan yang ada antara jumlah penderita katarak yang dioperasi dan
tidak dioperasi disebabkan karena kurangnya intensi untuk menjalani operasi dari
penderita katarak itu sendiri. Kuangnya intensi dari para penderita untuk menjalani
operasi katarak tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor ekonomi
yang rendah, kuangnya akses informasi, kurangnya pengetahuan, dan sikap terhadap
katarak. Pentingnya pengetahuan katarak setelah operasi sangat penting untuk mengurangi
terjadinya komplikasi yang terjadi setelah operasi katarak. Namun banyak penderita
katarak yang sudah dioperasi kurang pengetahuan tentang merawat matanya dilakukannya
operasi.
Dari materi diatas, penulis ingin mengangkat masalah dengan diadakan sebuah
penyuluhan yang akan membahas tentang post operasi katarak.

1
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Bagaimana materi penyuluhan kesehatan pasien post operasi katarak?
1.2.2. Bagaimana SAP pasien Katarak post operasi?

1.3. Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui materi penyuluhan kesehatan pasien post operasi katarak.
1.3.2. Untuk mengetahui SAP pasien Katarak post operasi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

1.2.1. Materi Penyuluhan Kesehatan Pasien Post Operasi Katarak

Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan penambahan pengetahuan yang diberikkan


bagi masyarakat melalui penyebarkan sebuah informasi. Tujuan kegiatan penyuluhan
kesehatan yaitu untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku
masyarakat baik itu secara individu ataupun kelompok dengan menyampaian pesan.
Penyuluhan kesehatan merupakan gabungan dari berbagai kegiatan dan kesempatan yang
berlandaskan prinsip-prinsip belajar sehingga harapannya dengan adanya penyuluhan
kesehatan dapat membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola kehidupan yang sehat.
Sasaran penyuluhan kesehatan yaitu mencakup individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Penyuluhan kesehatan pada individu biasanya dilakukan di rumah sakit, klinik, puskesmas,
posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan.

Materi atau pesan yang disampaikan dalam penyuluhan kesehatan biasanya


disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Sehingga materi atau pesan dapat dirasakan langsung manfaatnya. Untuk menyampaikan
pesan atau materi penyuluhan kesehatan biasanya bahasa yang digunakan yaitu bahasa yang
mudah dimengerti sehingga tidak terlalu sulit untuk dimengerti oleh sasaran atau objek
penyuluhan kesehatan. Media merupakan salah satu sarana yang penting dalam penyuluhan
kesehatan. Media yang biasanya digunakan dalam penyuluhan kesehatan seperti media cetak,
media elektronik, dan media luar ruang.

Dalam hal ini fokus penyuluhan kesehatan adalah pasien setelah operasi katarak yang
dilakukan di RS Wangaya. Adapun suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide,
pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh
informasi tentang kesehatan. Metode ini disertai dengan tanya jawab kepada sasaran atau
pendengar. Karena dengan metode ini klien akan lebih mudah memahami karena telah diberi
penjelasan terlebih dahulu. Setelah dilakukan ceramah, maka diadakan sesi Tanya jawab
dimana pada sesi ini klien diberi kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang
jelas. Dan klien akan diberi beberapa jawaban untuk memastikan apakah klien sudah benar-
benar memahami materi yang disampaikan oleh penceramah.

3
1.2.2. Satuan Acara Penyuluhan

Topik : Katarak dan Perawatan setelah operasi

Hari/Tanggal : Rabu/ 19 September 2018

Waktu : 30 menit

Tempat : RSUD Wangaya

Sasaran : Pasien setelah operasi katarak dan keluarga

I. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang perawatan setelah operasi
katarak, klien dan keluarga mengerti mengenai katarak dan mengerti cara perawatan setelah
operasi katarak.

II. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang katarak, perawatan setelah


operasi katarak, dan diharapkan pasien dan keluarga mengerti:

a) Penjelasan pengertian katarak


b) Penjelasan penyebab katarak
c) Penjelasan tanda-tanda katarak
d) Penjelasan pengertian perawatan setelah operasi katarak
e) Penjelasan hal-hal yang perlu diperhatikan pasien dan keluarga stelah operasi katarak
f) Penjelasan cara penggunaan tetes mata dan salep mata

III. Materi
1) Pengertian katarak
2) Penyebab katarak
3) Tanda-tanda katarak
4) Pengertian perawatan setelah operasi katarak
5) Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien dan keluarga setelah operasi katarak

4
6) Cara menggunakan tetes mata dan salep mata

IV. Metode
1) Ceramah
2) Tanya Jawab

V. Media
1) Laptop
2) PowerPoint
3) Leaflet
4) LCD

VI. Kegiatan Penyuluhan

No. Fase Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta Waktu


Pembukaan 1) Memberi salam pembuka  Menjawab salam 3 menit
2) Memperkenalkan diri  Memperhatikan
1. 3) Menjelaskan pokok bahasan dan
tujuan penyuluhan
4) Membagi leaflet
2 Pelaksanaan 1) Menggali pengetahuan peserta  Memperhatikan 15 menit
tentang perawatan setelah operasi
katarak
2) Menjelaskan tentang pengertian
perawatan setelah operasi katarak
3) Menjelaskan maksud dan tujuan
perawatan setelah operasi katarak
4) Menjelaskan hal-hal yang perlu
diperhatikan peserta setelah operasi
katarak
5) Menjelaskan cara penggunaan tetes
mata dan salep mata
3 Evaluasi 1) Menanyakan kepada peserta  Menjawab 10 menit
tentang materi yang telah pertanyaan
diberikan, dan reinforcement

5
kepada peserta yang dapat
menjawab pertanyaan
2) Memberikan kesempatan kepada  Menanyakan
peserta untuk mengajukan hal-hal yang
pertanyaaan kemudian berdiskusi belum jelas
bersama dan menjawab
pertanyaan
4 Terminasi 1) Mengakhiri pertemuan dan  Mendengar 2 menit
mengucapkan terima kasih atas -kan
partisipasi peserta  Menjawab
2) Mengucapkan salam penutup salam

VII. Pengorganisasian
Moderator : I Gusti Ayu Agung Mirah Kencanawati
Penyaji : Ni Made Ayu Mirah Saraswati
Notulen : Ida Ayu Padmi Suari
Observer : Ni Made Dian Kristina

VIII. Kriteria Evaluasi


1) Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai waktu yang direncanakan
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
d. Suana penyuluhan tertib
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan penyuluhan

2) Evaluasi Hasil
Peserta dapat:
a. Penjelasan pengertian katarak
b. Penjelasan penyebab katarak
c. Penjelasan tanda-tanda katarak
d. Penjelasan pengertian perawatan setelah operasi katarak

6
e. Penjelasan hal-hal yang perlu diperhatikan pasien dan keluarga stelah operasi
katarak
f. Penjelasan cara penggunaan tetes mata dan salep mata

IX. Materi Penyuluhan


Katarak Dan Perawatan Setelah Operasi Katarak
A. Pengertian Katarak
Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata biasanya jernih dan bening berubah
menjadi keruh.

B. Penyebab Katarak
Penyebab katarak sering diakibatkan oleh proses lanjut usia, yang
mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh. Penyebab lain yaitu disebabkan
oleh taruma, penggunaan obat dalam jangka waktu lama, terkena sinar matahari yang
berlebihan, ataupun dapat disebakan oleh bawaan dari lahir.

C. Tanda-tanda Katarak
Pada umumnya seseorang penderita katarak akan merasakan gejala atau tanda:
1. Pengelihatan buram atau berkabut, bahkan sampai tidak bisa melihat
2. Sering mengganti kaca mata, karena ukurannya mudah berubah
3. Pada keadaan terang, mata akan silau
4. Pengelihatan akan semakin buram pada sore hari
5. Kadang pengelihatan jadi berbayang
6. Perubahan daya lihat dalam warna
7. Lampu dan matahari sangat mengganggu

D. Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien dan keluarga setelah operasi katarak
1. Sesudah operasi, penderita dibawa lagi ke ruangan
2. Penderita katarak boleh makan dan minum. Makanan harus lembek dan mudah
dicerna. Contohnya makanan ringan seperti sup, bubur, susu, roti, pudding, air sari
buah, ikan daging ayam.
3. Kepala tidak boleh goyang paling sedikit 2 jam setelah operasi, sehingga semua
keperluan harus dibantu, karena harus tirang baring.

7
4. Penderita tidak boleh terlalu keras mengedan pada waktu bak ataupun bab, batuk dan
bersin.
5. Minumlah obat sesuai dengan anjuran, supaya tenang, terutama dimalam hari (obat
anti sakit, obat pencegah bakteri atau kuman).
6. 6 jam setelah operasi, penderita boleh miring ke arah mata yang tidak operasi.
7. Pergantian pembalut dilakukan 24 jam setelah operasi oleh petugas kesehatan
(dokter/perawat).
8. Pemberian obat mata baik tetes maupun salep
9. Bila perkembangan baik, penderita boleh duduk 6 jam setelah operasi, dan boleh
jalan 12 jam sesudah operasi, tidak perlu ditutup dengan kasa, tetapi dengan dop
berlubang.
10. Penderita boleh pulang 2 hari setelah operasi
11. Penderita belum boleh mengangkat barang-barang yang berat selama 2 minggu,
boleh mencuci rambut dengan dibantu (salon).
12. Biasanya 2 bulan setelah operasi penderita diberi kaca mata
13. Perawatan pada anak-anak prinsipnya sama, hanya mobilisasi sesudah operasi lebih
cepat.
14. Setelah penderita pulang dari rumah sakit, penderita di periksa ulang (kontrol) tiap 1
minggu, 3 minggu, 6 minggu kemudian 3,6, dan 12 bulan.
15. Hindari tetesan langsung pada pupil.

E. Cara penggunaan tetes mata


1. Cuci tangan
2. Penderita berbaring atau duduk dan melihat ke atas
3. Perlahan tarik kulit kelopak mata yang sakit ke bawah
4. Teteskan satu tetes ke tengah-tengah kelopak mata
5. Usahakan supaya penetes tidak menyentuh lipatan mata atau bulu mata.
6. Penderita menjaga agar mata tetap tertutup selama 1-2 menit supaya obat meresap
7. Cuci tangan

8
F. Cara penggunaan salep mata
1. Cuci tangan
2. Penderita berbaring atau duduk dan melihat ke atas
3. Perlahan tarik kulit kelopak mata yang sakit ke bawah kemudian pencet ujung
salep, ujung tube jangan sampai menyentuh mata
4. Penderita dianjurkan untuk menutup matanya 2-3 menit, supaya obat masuk dan
teresap.
5. Selama pemberian salep pengelihatannya akan kabur sebentar, dan disarankan
setelah memberi salep penderita beristirahat.
6. Cuci tangan.

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Katarak merupakan kekeruhan yang timbul pada lensa yang dapat menyebabkan
kebutaan. Katarak merupakan penyakit yang paling banyak terjadi pada mata. Penyebab
dari katarak terjadi dari beberapa faktor seperti penuaan, faktor genetik, kelainan bawaan,
penyakit metabolik seperti diabetes millitus, darah tinggi, merokok, alkohol, sinar
ultraviolet, dan infeksi yang biasanya didapatkan karena trauma pada mata. Pendidikan
Post Op Katarak sangat penting diberikan untuk menambah pengetahuan bagi pasien
setelah operasi katarak. Dimana penyuluhan yang diberikan akan dapat membantu pasien
dalam perawatatan setelah operasi.

B. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan kepada tenaga kesehatan yaitu lebih memperhatikan
tentang pengetahuan pasien terhadap perawatan setelah operasi. Dan lebih banyak
memberikan peyuluhan terhadap post operasi katarak kepada pasien, masyarakat maupun
keluarga pasien.

10
DAFTAR PUSTAKA

Amindyta O. (2013). Katarak Senilis Imatur Pada Wanita Umur 84 Tahun. Fakultas
Kedokteran Universitas Lampung.

Kartika Nurif A P. (2015) . Skripsi Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang


Katarak Terhadap Intensi Untuk Melakukan Operasi Katarak pada Klien Katarak di
Wilayah Kerja Puskesmas Semboro Kabupaten Jember. Ilmu Keperawatan Universitas
Jember

11