Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Universitas Tanjungpura (2010)

Pembuatan Aspirin (Asam Asetil Salisilat)

Safitri Ulfah Ramadhani, Gloria Sindora, Tiara Handayani, Joly Tonius, Sri

Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari
Nawawi,

email: safitriulfahramadhani@yahoo.com

ABSTRAK

Asam asetil salisilat atau dikenal dengan aspirin merupakan senyawa modifikasi dari
asam salisilat, senyawa golongan asam karboksilat yang digunakan sebagai analgesik-
antiseptik, antiinflamasi dan antiplatet. Tujuan dari percobaan ini adalah memahami cara
pembuatan aspirin dan reaksi eseterifikasi yang terjadi serta mengetahui randemen yang
dihasilkan kristal aspirinnya dalam proses kristalisasi. Pada percobaan ini, terjadi reaksi
esterifikasi pada saat asam salisilat yang direaksikan dengan anhidrida asetat dan dibantu
katalis asam yaitu asam fosfat, kemudian berlanjut dengan proses kristalisasi. Kristal yang
diperoleh berwarna putih dengan massa kristal sebesar 0,7 gram dan randemen sebesar
38,89%. Kristal terbentuk direaksikan dengan tembaga (II) asetat terbentuk senyawa
kompleks dengan warna hijau dan direaksikan dengan besi (III) klorida terbentuk senyawa
kompleks dengan warna ungu.

Kata Kunci : Aspirin, esterifikasi, kristalisasi, kristal, senyawa kompleks

PENDAHULUAN Sintesis aspirin diklasifikasan sebagai


Aspirin tidak asing lagi di masyarakat, esterifikasi reaksi, asam salisilat asetat yang
yang memiliki fungsi dalam kesehatan mengubah asam salisilat menjadi ester
masyarakat. Aspirin merupakan obat untuk [ CITATION Pal00 \l 1057 ]. Reaksi esterifikasi
menghilangkan sakit ringan dan nyeri. Pada adalah suatu reaski antara asam alkanoat
umumnya, masyarakat menggunakan aspirin dan alkanol yang membentuk ester dan air .
sebagai obat demam, migran, dan nyeri. Reaksi ini dapat dilakukan dengan
Asprin atau asam asetil salislat adalah mereaksikan asam dan alkohol dengan
sejenis senyawa turunan dari asam salisilat , adanya asam mineral sebagai katalis.
senyawa golongan asam karboksilat [ CITATION Fei57 \l 1057 ].
[ CITATION Sis00 \l 1057 ]. Aspirin bersifat Percobaan ini dilakukan untuk memahami
antipiretik dan analgesik karena merupakan cara pembuatan aspirin dan reaksi
senyawa glikosida. eseterifikasi yang terjadi serta mengetahui
Jurnal Universitas Tanjungpura (2010)

randemen yang dihasilkan kristal aspirinnya Didinginkan. Kemudian ditambahkan 20 ml


dalam proses kristalisasi. Asam salisilat akuades. Didiamkan, dan didinginkan dengan
direaksikan dengan anhidrida asetat dan es batu. Kristal yang terbentuk ditamba hakan
menggunakan katalis asam fosfat untuk lagi 15ml akuades. Selanjutnya disaring.
mempercepat reaksi esterifikasinya. Residunya atau kristalnya dicuci dengan air.
Kemudian dilanjutkan dalam proses Kemudian dikeringkan.
kristalisasinya sehingga terbentuk kristal Setelah kering, kristal ditimbang dan
aspirin berwarna putih. Kristalisasi adalah dilanjutkan test uji. Kristal asam asetil salisilat
proses pembentukan fasa padat komponen- dimasukkan kedalam dua tabung reaksi.
komponen tunggal dari fase cair yang multi Masing-masing tabung reaksi ditamabahkan
komponen dan dilakukan dengan cara 1 ml etanol. Tabung pertama, ditambahkan
pendinginan, penguapan, dan kombinasi beberapa tetes larutan tembaga (II) sulfat dan
antara penguapan dan pendinginan. Kristal diamati. Dan tabung kedua, ditambahkan
aspirin dapat membentuk senyawa komplek beberapa tets larutan besi (III) klorida dan
ketika direaksikan dengan tembaga (II) asetat diamati.
membentuk senyawa kompleks dengan
warna hijau dan direaksikan dengan besi (III)
klorida membentuk senyawa kompleks HASIL DAN PEMBAHASAN
dengan warna ungu.
Aspirin atau asam asetil salisilat adalah
senyawa turunan dari asam salisilat yang
METODOLOGI PENELITIAN dimodifikasi gugus hidroksi fenolik, yang
digunakan sebagai analgesik-antiseptik,
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan
antiinflamasi dan antiplatet [ CITATION Sis00 \l
ini antara lain batang pengaduk, bulb, corong
1057 ]. Asam salisilat adalah senyawa
kaca, cawan petris, erlenmeyer, alat
golongan asam karboksilat yang sifatnya
pemanas air, spatula, kertas saring, dan pipet
sangat iriatif yang mempunyai bentuk kristal
volume.
tidak berwarna dan larut dalam air dan
Bahan-bahan yang digunakan dalam
pelarut organik [ CITATION Har03 \l 1057 ].
percobaan ini antara lain akuades, asam
fosfat, asam salisilat, besi (III)klorida, etanol Pembuatan aspirin atau asam asetil salisilat

dan tembaga (II) asetat. diklasifikasi sebagai reaksi esterifikasi.

Asam salisilat ditimbang sebnayak 1,4 Reaksi esterifikasi adalah secara umum

gram, kemudian dimasukkan ke dalam adalah salah satu antara aam alkanoat dan

erlenmeyer, kemudian ditambahkan anhidrida alkanol yang membentuk ester dan

asetat sebanyak 3 ml dan 5 tetes asam air[ CITATION Fes82 \l 1057 ]. Esterifikasi daat

fosfat. Setelah itu, dipanaskan. Setelah itu, dilakukan dengan mereaksikan asam dan

ditambahkan 2 ml akuades saat masih panas. alkohol dengan adanya aam mineral sebagai
Jurnal Universitas Tanjungpura (2010)

katalis. Prosesnya adalah suatu akan meningkat dua kali dengan kenaikan
kesetimbangan yang dipercepat oleh ion suhu. Oleh karena itu, panas digunakan
hidrgen[ CITATION Fei57 \l 1057 ]. Faktor-faktor untuk mempercepat reaksi esterifikasi.
yang mempengaruhi kecepatan proses [ CITATION Gro58 \l 1057 ]. Kemudian
esterifikasi adalah katalisator dan suhu ditambahkan akuades, dengan tujuan
reaksinya[ CITATION Set05 \l 1057 ]. Pertama- mengikat anhidrida yang berlebih agar tidak
tama asam salisilat ditimbang dan menggangu reaksi selanjutnya.
dimasukkan dalm erlenmeyer. Asam salisilat Ditambahkan lagi 20 ml akuades dan
berfungsi sebagai reagent utama untuk didinginkan dan terbentuk kristal, ini
membuat aspirin. Kemudian ditambahkan merupakan proses kristalisasi. Kristalisasi
anhidrida asetat dan 5 tetes asam fosfat. adalah proses pembentukan fasa padat
Anhidrida asetat digunakan sebagai reagen komponen-komponen tunggal ari fase cair
yang dapat mensubsitusikan gugus hidroksil yang multi komponen dan dilakukan dengan
dengan gugus asetil. Dan asam fosfat cara pendinginan, penguapan, dan kombinasi
berfungsi sebagai katalis, mempercepat antara penguapan dan pendinginan
reaksi esetrifikasi. Katalisator mempengaruhi [ CITATION Par00 \l 1057 ].
kecepatan reaksi kimia dalam pemebentukan Setelah itu dilakukan penyaringan, untuk
senyawa. Proses esterfikasi dipercepat memisahkan filtrat dan kristalnya. Kristal
dengan penambahan asam kuat. Titik kemudian dicuci dengan air, tujuan untuk
kesetimbangna tidak diubah oleh katalis mencuci zat pengotor pada kristal. Kristal
hanya kecepatan esterifikasinya adalah susunan atom-atom yang teratur
ditingkatakan[ CITATION Gro58 \l 1057 ]. dalam ruang tiga dimensi. Keteraturan kristal
Katalisator hanya mengurangi energi aktivasi harus memiliki ikatan atom yang berarah dan
pada suatu reaksi sehingga pada suhu susunannya rapat [ CITATION Syu08 \l 1057 ].
tertentu harga konstanta kecepatan reaksi Kristal terbentuk dengan dipengaruhi bebrapa
semakin besar. Reaksinya pada gambar 1. faktor antara lain suhu, kelewatan jenuh,
Setelah itu, dipanaskan selama 5 menit. pengendapan, pembentukan inti kristal,
Tujuan pemanasan adalah melarutkan pematangan kristal, dan pertumbuhan kristal [
campuran dan mempercepat reaksi CITATION Rot \l 1057 ].
esterifikasi. Laju reaksi kimia bertambah Kristal yang terbentuk dikeringkan dan
dengan naiknya temperatur [ CITATION ditimbang. Diperoleh sebesar 0,7 gram kristal
Kee84 \l 1057 ]. Kecepatan esterifikasi kimia
O

O CH3
OH
H 3P O 4
+ (CH 3CO) 2O
COOH
+ CH 3COOH
CO 2H
Jurnal Universitas Tanjungpura (2010)

dan randemen kristal sebesar 38,89 %. Ini membentuk senyawa komplek ketika
menunjukan kristal tak terbentuk secara direaksikan dengan tembaga (II) asetat
sempurna, yang disebabkan oleh pengaruh membentuk senyawa kompleks dengan
yang kelebihan suhu optimum dari aspirin. warna hijau dan direaksikan dengan besi (III)
Suhu optimum dari aspirin sebesar 60 oC. klorida membentuk senyawa kompleks
Kristal yang telah kering, dilakukan test uji. dengan warna ungu.
Kristal dimasukkan kedalam dua tabung
reaksi, kemudian ditambahkan etanol 1ml,
penambahan etanol dengan tujuan DAFTAR PUSTAKA
melarutkan kristal aspirin dari zat pengotor
yang bersifat non polar. Setelah itu, tabung
pertama direaksikan dengan tembaga (II)
asetat membentuk senyawa kompleks
dengan warna hijau dan direaksikan dengan
besi (III) klorida membentuk senyawa
kompleks dengan warna ungu. Senyawa
kompleks atau senyawa koordinasi adalh
senyawa yang pembentukannya melibatkan
ikatan kovalen koordinasi antara ion logam
dengan atom non logam [ CITATION Eff07 \l
1057 ].

SIMPULAN

Dapat memahami cara pembuatan aspirin


dan reaksi eseterifikasi yang terjadi serta
mengetahui randemen yang dihasilkan kristal
aspirinnya dalam proses kristalisasi. Asam
salisilat direaksikan dengan anhidrida asetat
dan menggunakan katalis asam fosfat untuk
mempercepat reaksi esterifikasinya.
Kemudian dilanjutkan dalam proses
kristalisasinya sehingga terbentuk kristal
aspirin berwarna putih dengan berat kristal
sebesar 0,7 gram dan randemen kristal
sebesar 38,89%. Kristal aspirin dapat
Jurnal Universitas Tanjungpura (2010)

Effendy., 2007. "Perspektif Baru Kimia Koordinasi". Malang: UNM Press.

Feiser, L., & Feiser, M.,1957. "Introduction to Organik Chemistry". Tokyo: Maurezen
Company.

Fessenden, R., & Fessenden, J. 1982. "Kimia Organik". Jakarta: Erlangga.

Groggins, P., 1958. "Unit Process in Organic Syntesis". New York: MC Grow Hill.

Hart, H., 2003. "Kimia Organik". Jakarta: Erlangga.

Keenan, C.; D.C. Kleinfelter dan J.H.Wood., 1984. "Kimia Untuk Universitas". Jakarta:
Erlangga.

Palleros., 2000. " Kimia Organik Eksperimental". New Yok: John Willey and Sons.

Pariyanto.,2000. "Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia". Jakarta

Roth, & Baschke., 1988. Analisis Farmasi. Yogyakarta: UGM Press.

Setyawardhani, D., Sari, Y., & Wahyuningsih, S., 2005."Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam
Formiat dengan Etanol pada Variasi Suhu dan Kosentrasi Katalis".

Siswandono, & Soekardjo., 2000. "Kimia Medisinal". Surabaya: Universitas Arilangga Press.

Syukri., 2008. "Kimia Dasar II". Bandung: ITB Press.