Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN KASUS GASTRITIS DI RUANG ANAK RSUD JOMBANG

STASE ANAK

Dibimbing Oleh :

Yusi Vidhiastutik, S.Kep.,Ns.

Disusun Oleh :

VIKI ARIYANTI
NIM : 2019040025

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG
TAHUN 2020
Lembar Pengesahan
Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan Dengan Kasus Gastritis
di ruang Anak RSUD Jombang, Telah disahkan dan disetujui pada :
Hari :
Tanggal :

Mahasiswa

( Viki Ariyanti )

Mengetahui,
Pembimbing Akademik Pembimbing Ruangan

(Yusi Vidhiastutik, S.Kep.,Ns.) ( )

Kepala Ruang

( )
LAPORAN PENDAHULUAN DAN KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
GASTRITIS

A. Laporan pendahuluan Gastritis


1. Definisi
Gastritis (penyakit maag) adalah penyakit yang disebabkan oleh
adanya asam lambung yang berlebih atau meningkatnya asam lambung
sehingga mengakibatkan imflamasi atau peradangan dari mukosa
lambung seperti teriris atau nyeri pada ulu hati. Gejala yang terjadi yaitu
perut terasa perih dan mulas.
2. Klasifikasi
Ada dua jenis penyakit gastritis yaitu:
1. Gastritis Akut
Gastritis akut adalah suatu peradangan permukaan mukosa
lambung yang akut. Gatritis Akut paling sering diakibatkan oleh
kesalahan diit, mis. makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan
makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi.
Penyebab lain termasuk alcohol, aspirin, refluks empedu atau terapi
radiasi.
2. Gastritis Kronis
Gastritis kronik adalah Suatu peradangan bagian permukaan
mukosa lambung yang menahun yang disebabkan oleh ulkus lambung
jinak maupun ganas atau bakteri Helicobacter pylori. Bakteri ini
berkoloni pada tempat dengan asam lambung yang pekat.
3. Etiologi
Penyebab dari Gastritis dapat dibedakan sesuai dengan klasifikasinya
sebagai berikut:
 Obat-obatan seperti obat anti inflamasi nonsteroid,
silfonamide merupakan obat yang bersifat mengiritasi
mukosa lambung.
 Minuman beralkohol
 Infeksi bakteri seperti H. pylori, H. heilmanii, streptococci
Infeksi virus oleh sitomegalovirus
 Infeksi jamur seperti candidiasis, histoplosmosis,
phycomycosis
 Stress fisik yang disebabkan oleh luka bakar, trauma,
pembedahan.
 Makanan dan minuman yang bersifat iritan. Makanan
berbumbu dan minuman dengan kandungan kafein dan
alkohol merupakan salah satu penyebab iritasi mukosa
lambung.

4. Manifestasi Klinis
Berdasarkan jenisnya :
a. Gastritis Akut yaitu Anorexia, mual, muntah, nyeri epigastrium,
perdarahan saluran cerna pada hematemesis melena, tanda lebih lanjut
yaitu anemia.
b. Gastritis Kronik, Kebanyakan klien tidak mempunyai keluhan, hanya
sebagian kecil mengeluh nyeri ulu hati anorexia, nausea, dan keluhan
anemia dan pemeriksaan fisik tidak di jumpai kelainan.

5. Patofisiologi
Gastritis Akut. Zat iritasi yang masuk ke dalam lambung akan
mengiitasi mukosa lambung. Jika mukosa lambung teriritasi ada 2 hal
yang akan terjadi :Pertama Karena terjadi iritasi mukosa lambung sebagai
kompensasi lambung. Lambung akan meningkat sekresi mukosa yang
berupa HCO3, di lambung HCO3 akan berikatan dengan NaCL sehingga
menghasilkan HCI dan NaCO3.Hasil dari penyawaan tersebut akan
meningkatkan asam lambung . Jika asam lambung meningkat maka akan
meningkatkan mual muntah, maka akan terjadi gangguan nutrisi cairan &
elektrolit. Kedua Iritasi mukosa lambung akan menyebabkan mukosa
inflamasi, jika mukus yang dihasilkan dapat melindungi mukosa lambung
dari kerusakan HCL maka akan terjadi hemostatis dan akhirnya akan
terjadi penyembuhan tetapi jika mukus gagal melindungi mukosa
lambung maka akan terjadi erosi pada mukosa lambung. Jika erosi ini
terjadi dan sampai pada lapisan pembuluh darah maka akan terjadi
perdarahan yang akan menyebabkan nyeri dan hypovolemik.
6. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan darah
Tes ini untuk memeriksa apakah ada H-Pylori dalam darah.
2. Pemeriksaan feses
Tes ini memeriksa apakah terdapat H-Pylori dalam feses atau tidak.
3. Endoskopi saluran cerna bagian atas
Pada tes ini memungkinkan terlihat adanya gangguan dalam
saluran cerna atas yang mungkin tidak terlihat pada sinar-X.
4. Analisis lambung
Tes ini dilakukan untuk mengetahui sekresi asam dan merupakan
tekhnik penting untuk menegakkan diagnosis penyakit lambung.

7. Penatalaksanaan Gastritis
Obat-obatan yang diberikan :
 Antasida (untuk menetralisir asam lambung dan
menghilangkan nyeri)
 Pompa proton untuk mencegah pertumbuhan bakteri,
menghentikan produksi asam lambung dan menghambat
infeksi H-Pylori
 Obat anti sekrotik untuk menekan sekresi asam
 Panktreatin utk membantu sistem pencernaan ( mencerna
lemak, karbohidrat, protein dll )
 Ranitidin ( mengobati tukak lambung )
 Simetidin ( mengobati dispepsia)
 Agen cytoprotectiv untuk melindungi mukosa lambung dan
usus halus.
 Kompres air hangat pada bagian perut
 Menghindari penyebab terjadinya gastritis
8. Terapi
Obat yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter atau sesuai resep
dan diberikan sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter atau
pharmacist.

B. Konsep Asuhan Keperawatan Kejang Demam


Nama Mahasiswa:
Tanggal :
Ruang :

I. Pengkajian

A. Identitas Klien
Nama/Nama panggilan :
Tempat tgl lahir/usia :
Jenis kelamin :
Agama :
Pendidikan :
Alamat :
Tgl masuk :
Tgl pengkajian :
Diagnosa medik :
B. Identitas Orang tua
1. Ayah
Nama :
Usia :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Agama :
Alamat :
2. Ibu
Nama :
Usia :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Agama :
Alamat :

C. Identitas Saudara Kandung

No N A M A USIA HUBUNGAN STATUS KESEHATAN

II. Keluhan Utama/Alasan Masuk Rumah Sakit

Keluhan yang dirasakan anak dan alas an kenapa anak dibawa ke rumah sakit

III. Riwayat Kesehatan

1. Riwayat Kesehatan Sekarang


2. Riwayat Kesehatan Lalu (khusus untuk anak usia 0 – 5 tahun)
1. Prenatal care

a. Pemeriksaan kehamilan : ……. kali


b. Keluhan selama hamil : perdarahan , PHS, infeks , ngidam
Muntah-muntah, dema , perawatan selama hamil
c. Riwayat : terapi obat

d. Kenaikan BB selama hamil: ……..Kg

e. Imunisasi TT: …..kali


f. Golongan darah ibu :

Golongan darah ayah :

2. Natal

a, Tempat melahirkan : RS , Klinik, Rumah

b. Lama dan jenis persalinan : spontan, forceps, operasi dan lain-lain

c. Penolong persalinan : dokter, bidan, dukun

d. Cara untuk memudahkan persalinan : drips, obat perangsang

e. Komplikasi waktu lahir : robek perineum , infeksi nifas

3. Post natal

a. Kondisi bayi : BB lahir……gram, PB……cm

b. Apakah anak mengalami : penyakit kuning, kebiruan, kemerahan ,


problem menyusui, BB tidak stabil

(Untuk semua Usia Anak)

 Penyakit yang pernah dialami : Batuk ,demam,diare, kejang, Dll


 Kecelakaan yang dialami : jatuh ,tenggelam ,lalu lintas, keracunan
 Pernah : makanan, obat–obatan ,zat/subtansi kimia textile
 Komsumsi obat-obatan bebas
 Perkembangan anak dibanding saudara-saudaranya : lambat, cepat

3. Riwayat Kesehatan Keluarga : apakah dikeluarga memiliki penyakit yang


sama atau penyakiut lainya
4. Genogram
IV. Riwayat Immunisasi
NO Jenis immunisasi Waktu pemberian Reaksi setelah pemberian

1. BCG

2. DPT (I,II,III)

3. Polio (I,II,III,IV)

4. Campak

5. Hepatitis

V. Riwayat Tumbuh Kembang

A. Pertumbuhan Fisik
1. Berat badan :
2. Tinggi badan ;
3. Waktu tumbuh gigi……bulan, Tanggal gigi……. tahun
B. Perkembangan Tiap tahap
Usia anak saat

1. Berguling :
2. Duduk :
3. Merangkap :
4. Berdiri :
5. berjalan :
6. Senyum kepada orang lain pertama kali :
7. bicara pertama kali :
8. Berpakaian tanpa bantuan:
VI. Riwayat Nutrisi

A. Pemberian ASI
1. Pertama kali disusui :

2. Cara pemberian : Setiap kali menangis , terjadwal

3. Lama pemberian……tahun

B. Pemberian susu formula


1. Alasan pemberian :

2. Jumlah pemberian :

3. Cara pemberian : dengan dot , sendok

C. Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini

Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian

1. 0 – 4 Bulan
2. 4 – 12 Bulan
3. Saat ini

VII. Riwayat Psikososial

 Apakah anak tinggal di : apartemen , rumah sendiri, kontrak


 Lingkungan berada di : kota , setengah kota , desa
 Apakah rumah dekat : sekolah , ada tempat bermain, punya kamar tidur
sendiri
 Apakah ada tangga yang bisa berbahaya,Apakah anak punya ruang
bermain
 Hubungan antar anggota keluarga ; harmonis , berjauhan
 Pengasuh anak : Orang tua, Baby sister , pembantu, nenek/kakek

VIII. Riwayat Spiritual

 Support sistem dalam keluarga :


 Kegiatan keagamaan :

IX. Reaksi Hospitalisasi

 Apakah dokter menceritakan kondisi anaknya


 Apakah yangdirasakan orangtua
 Bagaimana perasaan atau reaksi anak
X. Aktivitas sehari-hari

 Nutrisi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

 Selera makan
 Menu makan
 Frekuensi makan
 Makanan pantangan
 Pembatasan pola
makan
 Cara makan
 Ritual saat makan

 Cairan
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

 Jenis minuman
 Frekuensi minum
 Kebutuhan cairan
 Car pemenuhan

 Eliminasi (BAB&BAK)
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

BAB (Buang Air Besar ) :

1. Tempat pembuangan

2. Frekuensi (waktu)
3. Konsistensi
4. Kesulitan
5. Obat pencahar
BAK (Buang Air Kecil) :

1. Tempat
pembuangan
2. Frekwensi
3. Warna dan Bau
4. Volume
5. Kesulitan

 Istirahat tidur
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Jam tidur
- Siang
- Malam
2. Pola tidur
3. Kebiasaan sebelum
tidur
4. Kesulitan tidur
 Olah Raga
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Program olah raga


2. Jenis dan frekuensi
3. Kondisi setelah
olah raga

 Personal Hygiene
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

 Mandi
- Cara

- Frekuensi
- Alat mandi

 Cuci rambut
- Frekuensi

- Cara

 Gunting kuku
- Frekuensi

- Cara

 Gosok gigi
- Frekuensi

- Cara

 Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Kegiatan sehari-hari

2. Pengaturan jadwal
harian

3. Penggunaan alat Bantu


aktifitas

4. Kesulitan pergerakan
tubuh

 Rekreasi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Perasaan saat
sekolah
2. Waktu luang
3. Perasaan setelah
rekreasi
4. Waktu senggang
klg
5. Kegiatan hari libur

XI. Pemeriksaan Fisik

A. Keadaan umum klien

Baik , Lemah, Sakit berat

B. Tanda-tanda vital

Suhu :

Nadi :

Respirasi :

Tekanan darah :

C. Antropometri

Tinggi Badan :

Berat Badan :

Lingkar lengan atas :

Lingkar kepala :

Lingkar dada :

Lingkar perut :

Skin fold :
D. Sistem pernapasan

 Hidung : simetris , pernapasan cuping hidung, secret , polip,


epistaksis
 Leher : pembesaran kelenjar, tumor
 Dada :
Bentuk dada : normal, barrel, pigeon chest
Perbandingan ukuran AP dengan transversal
Gerakan dada : simetris, terdapat retraksi, otot Bantu pernapasan
Suara napas : VF, Ronchi , Wheezing, Stridor, Rales
 Apakah ada Clubbing finger :
5. Sistem Cardio Vaskuler
Conjunctiva anemia/tidak, bibir pucat/cyanosis, arteri carotis : kuat/lemah
Tekanan vena jugularis : meninggi/tidak
 Ukuran jantung : Normal, membesar, IC/apex
 Suara jantung : S1, S2, Bising aorta , Murmur, gallop
 Capillary Refilling Time….detik
6. Sistem Pencernaan
 Sklera : Ikterus/tidak, bibir : lembab, kering, pecah-pecah , labio skizis
 Mulut : Stomatitis , palato skizis , Jml gigi,
 Kemampuan menelan : baik/sulit
 Gaster : kembung, nyeri,gerakan peristaltic
 Abdomen : Hati : teraba, lien, ginjal, faeces
 Anus : lecet, haemoroid

G. Sistem indra
1. Mata

- Kelopak mata, bulu mata, alis

- Visus (gunakan Snellen chard)

- Lapang pandang

2. Hidung
- Penciuman , perih dihidung, trauma, mimisan

- Sekret yang menghalangi penciuman

3. Telinga

- Keadaan daun telinga, kanal auditoris : bersih, serumen

- Fungsi pendengaran :

H. Sistem saraf

1. Fungsi cerebral

a. Status mental : Oreintasi, daya ingat, perhatian, perhitungan, bahasa

b. Kesadaran : Eyes, Motorik, Verbal, dengan GCS

c. Bicara ekspresif, Resiptive

2. Fungsi motorik : Massa otot, tonus otot, kekuatan otot

3. Fungsi sensorik : Suhu, Nyeri, getaran, posisi, diskriminasi

4. Fungsi cerebellum : Koordinasi, keseimbangan

5. Refleks : Bisep, trisep, patella, babinski

6. Iritasi meningen : Kaku kuduk, laseque sign, Brudzinki

I. Sistem Muskulo Skeletal

1. Kepala : Bentuk kepala, gerakan

2. Vertebrae : Scoliosis , Lordosis,kiposis,gerakan, ROM,Fungsi gerak

3. Pelvis : Gaya jalan, gerakan, ROM , Trendelberg test

4. Lutut : Bengkak, kaku, gerakan, Mc Murray test, Ballotement test

5. Kaki : bengkak, gerakan, kemampuan jalan, tanda tarikan

6. Tangan : bengkak, gerakan , ROM


J. Sistem Integumen

 Rambut : Warna, Mudah dicabut

 Kulit : Warna , temperatur, kelembaban, bulu kulit , erupsi


tai lalat, ruam, teksture
 Kuku : Warna , permukaan kuku, mudah patah,kebersihan
K. Sistem Perkemihan

 Oedema palpebra, moon face, oedema anasarka


 Keadaan kandung kemih
 Nocturia, dysuria, kencing batu

L. Sistem Reproduksi

1. Wanita

- Payu dara : Putting, aerola mammae, besar

- Labia mayora & minora bersih, secret, bau

2. Laki-laki

- Keadaan glans penis : uretra, kebersihan

- Testis sudah turun

- Pertumbuhan rambut : kumis, janggut, ketiak

- Pertumbuhan jakun, perubahan suara

XII. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan

6 tahun keatas

1. Perkembangan kognitif
2. Perkembangan Psikoseksual
3. Perkembangan Psikososial
XIII. Test Diagnostik

 Laboratorium
 Foto Rotgen
 CT ScanMRI, USG, EEG, ECG dll

XIV. Terapi saat ini

XV. Analisa Data

Bertujuan untuk menyimpulkan atau mengelompokkan masalah


berdasarkan DS dan DO yang diperoleh untuk menegakkan diagnosa’

XVI. Diagnosa yang muncul

1. Nyeri akut b/d agen pencedera fisiologis d.d mengeluh nyeri, tampak
meringis
2. Risiko kekurangan volume cairan d.d merasa lemas, membrane mukosa
kering
3. Resiko defisit nutrisi d.d faktor psikologis

XVII. Intervensi

No SDKI SLKI SIKI


.
1 Nyeri akut b/d agen Tingkat nyeri (L.08066) Managemen nyeri (I.08238)
pencedera fisiologis Setelah dilakukan tindakan Observasi :
d.d mengeluh nyeri, keperawatan 3x24 jam  Monitor lokasi, karakter,
tampak meringis diharapkan tingkat nyeri durasi,frekuensi,kualitas, dan
(D.0077) menurun intensitas nyeri
Kriteria hasil :  Identifikasi skala nyeri
 Keluhan nyeri menurun (5)  Identifikasi respon nyeri non verbal
 Meringis menurun (5)  Identifikasi pengetahuan dan
 Gelisah menurun (5) keyakinan tentang nyeri
 Skala nyeri menurun (5)  Identifikasi pengaruh budaya
 Kesulitan tidur menurun (5) terhadap respon nyeri
 Anoreksia menurun (5)  Monitor keberhasilan terapi yg
 Mual muntah menurun (5) diberikan
 Pola nafas membaik (5)  Monitor efek samping penggunaan
 Mafsu makan membaik (5) analgetik
 Fokus, perilaku membaik (5) Terapeutik :
 Pupil dilatasi menurun (5)  Berikan terknik nonfarmakologis
 Berkemih membaik (5) untuk mengurangi nyeri
 TD membaik (5)  Control lingkungan yang
 Perasaan takut menurun (4) memperberat nyeri
 Menarik diri menurun (5)  Fasilitasi istirahat dan tidur
 Diaphoresis menurun (5)  Pertimbaangkan jenis dan sumber
 Sikap protektif menurun (5) nyeri
 Perasaan depresi menurun (5) Edukasi
 Jelaskan penyebab, periode,
pemicu nyeri
 Jelaskanlah strategi meredakan
nyeri
 Anjurkan monitor nyeri secara
mandiri
 Ajarkan teknik non farmakologis
untuk mengurangi nyeri
Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian analgetik

XVIII. Implementasi

Suatu tindakan keperawatan yangdilakukan sesuai rencana


keperawatan atau intervensi yang telah disusun.

XIX. Evaluasi

S :Berisi data subjektif atau respon klien setelah dilakukan tindakan


keperawatan
O :Berisi data objectif dari klien setelah dilakukan tindakan
keperawatan
A :Berisi pembanding antara respon klien dan kriteria hasil
P :Berisi rencana keperawatan lanjutan atau dihentikan