Anda di halaman 1dari 7

PSIKOTES HOME-TREE-PERSON (HTP)

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Personality Education
Yang diampu oleh Bapak Subairi, S.E.Sy.,M.E

Oleh:
Kelompok VIII ES A
UMARUL FARUQ
NIM. 18383031193
RENALDI SEPTO H.
NIM. 18383031157
YAYAN SURYADI
NIM. 18383031202
WIDADATUR RAHMAH
NIM. 18383032197

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
2020
PEMBAHASAN

A. Teori Dasar Psikotes Home-Tree-Person (HTP)


Psikotes Home Tree Person (HTP) adalah tes proyektif yang
menggunakan gambar rumah, pohon dan orang. HTP ini merupakan tes
psikologis yang pertama kali dikembangkan oleh John Buck pada tahum 1948.
Buck meyakini bahwa goresan gambar seseorang (dalam hal ini gambar rumah,
pohon dan orang) dapat mewakili karakter pribadinya. 1
Pada tes psikologi HTP ini peserta diminta untuk menggambar sebuah
rumah, sebuah pohon, dan seorang manusia. Yang kemudian hasil dari masing-
masing gambar tersebut dievaluasi dari berbagai aspek untuk menilai karakter
kepribadian peserta tes. Psikotes Home Tree Person (HTP) umumnya memiliki
tujuan untuk mengukur keseluruhan pribadi. Waktu yang dipergunakan dalam
tes, normalnya adalah 10 menit. HTP memiliki fokus melihat kecenderungan
seseorang dalam keluarga.2
Beberapa hal yang harus dipehatikan dalam tes psikologi ini adalah,
HTP digunakan oleh para ahli jiwa untuk mendapatkan data yang cukup
signifikan yang mempunyai sifat diagnosa atau prognosa mengenai
keseluruhan pribadi individu yang bersangkutan, juga dapat mengetahui
bagaimana interaksi pribadi dengan lingkungan, baik yang umum atau spesifik.
Menurut John Duck, HTP digunakan untuk mendapatkan data tentang
kemajuan individu yang dikenai suatu treatment. Baik HTP ataupun tes grafis
lainnya dapat disertai dengan warna dan interpretasinya mencakup juga sesuai
atau tidak sesuainya penggunaan warna terhadap objek. Hal paling penting
yang diinterpretasikan adalah orientasi individu (terhadap ruang dan daya
abstraksi).3

1
Reni Nurhayati dan Agung Santoso, “Hubungan antara Ekspresi Gambar Orang dan Faktor-
faktor 16PF.” Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 2 (Juli, 2018), hlm. 166.
2
Adelbertus Apri Dwi Hartono, Aplikasi Multidimensional Scaling Pada Gambar TES DAP
Bagian Kepala, Skripsi disajikan dalam penelitian Kuantitatif, (Yogayakrta: 22 Juli 2013), hlm. 2.
3
Muh. Amien dan Enha Punjabi, Top Score Psikotes (Sidoarjo: Genta Group Production, 2020),
hlm. 284.

1
B. Pelaksanaan Tes dan Tips Menggambar
1. Pelaksaan Tes
Dalam mengerjakan tes Home Tree Person (HTP) ini ada dua cara
yang dapat dilakukan diantaranya:
a. Subjek diminta menggambar HTP dalam 1 kertas
b. Subjek diminta menggambar HTP masing-masing dalam kertas tersendiri
untuk mengukur intelegensi. Dalam hal ini ada beberapa instruksi yang
harus dilakukan oleh peserta tes, meliputi:
1) “Tulis identitas diri Anda di sisi kanan atas” (nama, jenis kelamin,
usia, tingkat pendidikan).
2) “Silahkan Anda menggambar rumah, pohon, dan orang pada kertas
yang tersedia”.

2. Tips Menggambar
Berikut adalah trik atau tips dalam menggambar tes Home Tree
Person (HTP) ini:
a. Gambarlah semua objek secara perspektif, artinya gambar yang jauh
terlihat kecil, gambar yang dekat terlihat lebih besar.
b. Untuk rumah usahakan terbuka pintunya, ini menunjukkan sikap anda
adalah terbuka.
c. Tambahkan komponen senyata mungkin.
d. Berlatihlah pada objek yang akan anda gambar.
e. Buatlah sesuai karya original Anda. 4

Contoh Hasil Gambar 1 Contoh Hasil Gambar 2

4
Enha Punjabi, Best Score Tes Masuk TNI POLRI 2020-2021 (Surakarta: Genta Smart, 2020),
hlm. 65-66.

2
C. Interpretasi (John N. Buck) Psikotes Home-Tree-Person
1. Lebih menekankan pada keseluruhan, yaitu ketiganya harmoni atau tidak.
2. Prinsip umum interprestasi dengan tidak lepas dari masing-masing gambar.
a. Kesan Umum
1) Proporsi gambar, yaitu proporsional atau tidak
2) Posisi, yakni letak masing-masing gambar
3) Komposisi, yakni bagaimana ia menempatkan diri individu, apakah
menggunakan rasio atau tidak
4) Penyelesaiann, yakni berhubungan dengan perhatian, penilaian, dan
penghargaan subjek terhadap apa yang disimbolkan dari komponen
yang diselesaikan. Perhatiakan hal yang paling selesai! Bagian gambar
yang tidak selesai adalah hal yang dianggap tidak pentik oleh subjek.

b. Rumah
1) Menggambarkan kehidupan sosial terutama pola kontak/interaksi
interpersonal.
2) Merupakan simbol dari peran ibu, sebagai pelindung dan pemelihara.
3) Secara keseluruhan dapat dipertimbangkan sebagai refleksi persepsi
diri subjek atau sebagai potret pengalaman pada masa lalu subjek pada
keluarga serta aspirasinya pada keluarga.
4) Bentuk rumah yang normal, sekurang-kurangnya memiliki 1 pintu, 1
jendela, dinding dan atap.
5) Jika subjek menggambar kurang 1 dari bagian tersebut untuk usia >7
tahun dan anak normal, menunjukkan tidak tercukupinya
intelektual/gangguan emosi yang berat.
6) Penambahan bagian-bagian dari rumah (di luar bagian-bagian utama)
menunjukkan keadaan kecemasan menyeluruh.

c. Bagian-bagian Rumah
1) Atap, berasosiasi dengan super-ego yang terdapat di dalam keluarga
serta hubungan sosialnya.
2) Dinding, merefleksikan karakteristik ego dalam kontak dengan
realitas.

3
3) Jendela dan pintu, berasosiasi dengan bentuk hubungan interpersonal
dengan lingkungan eksternal.
4) Jalan setapak, berasosiasi dengan akses untuk melakukan kontak
dalam hubungan interpersonal.
5) Pagar, berasosiasi dengan batasan antara lingkungan eksternal (sosial)
dan dunia internal yang dapat berupa aturan-aturan.
6) Penampakan rumah, berasosiasi dengan keseluruhan dan fungsi ibu
serta gambaran sikap hubungan interpersonal subjek.

d. Pohon
1) Menggambarkan interaksi kehidupan vitalitas/peranan hidup individu
yang bersangkutan dalam hubungan dengan kemampuan yang
dimilikinya.
2) Merupakan simbol peran dan figur ayah.

e. Orang
1) Menggambarkan kehidupan hubungan interpersonal yang bersifat
umum atau spesifik.
2) Merupakan simbol dari kondisi diri subjek.5

D. Kelebihan, Kekhasan, dan Kekurangan Psikotes Home-Tree-Person


(HTP)
1. Kelebihan
a. HTP dikatakan mencerminkan perasaan, biasanya diwakili oleh gambar
rumah.
b. Gambar pohon dikatakan juga mencerminkan emosional dan
kepribadian.
c. Budaya bebas, tekniknya tidak perlu perintah dengan bahasa yang rumit
untuk mendapatkan informasi
d. Tes HTP ini baik unutk pasien dengan pendidikan yang terbatas,
kemampuan intelektual terbatas, dan cocok bagi mereka yang pemalu
ketika berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal.

5
Ibid. 67.

4
2. Kekhasan
a. Klien/peserta tes diminta untuk menggambar menggunakan kertas lembar
yang bergaris dengan sebuah pensil.
b. Klien/peserta tes diminta untuk menggambar rumah, pohon, dan orang.
c. Pemeriksa tes bisa meminta klien/pasien tes untuk membuat cerita
tentang setiap gambar. Contoh: “Ceritakan tentang rumah, pohon, dan
orang sesuai dengan pikiran kalian.”
d. Dengan menggambar rumah, dapat mengetahui sikap dan emosi
klien/pasien tentang hubungan keluarga.
e. Gambar pohon mencerminkan tentang “diri” (tampilan dan lingkungan).

3. Kekurangan
a. Metode ini memerlukan jangka waktu yang sedikit lama untuk
mengelolanya
b. Hanya dapat mengukur keadaan klien/peserta saat tes dilakukan.6

6
Brother Scooter, “The House Tree PersonTest”,
https://www.academia.edu/36978124/The_House_Tree_Person_Test_HTP, diakses pada tanggal
25 November 2020, Pukul 9:57 WIB).

5
DAFTAR PUSTAKA

Amien, Muh. dan Enha Punjabi. Top Score Psikotes. Sidoarjo: Genta Group
Production, 2020.

Brother Scooter, “The House Tree PersonTest”,


https://www.academia.edu/36978124/The_House_Tree_Person_Test_HT
P, diakses pada tanggal 25 November 2020, Pukul 9:57 WIB).

Hartono, Adelbertus Apri Dwi. Aplikasi Multidimensional Scaling Pada Gambar


TES DAP Bagian Kepala. Skripsi disajikan dalam penelitian Kuantitatif.
Yogayakrta: 22 Juli 2013.

Nurhayati, Reni dan Agung Santoso. “Hubungan antara Ekspresi Gambar Orang
dan Faktor-faktor 16PF.” Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 2
Juli, 2018.

Punjabi, Enha. Best Score Tes Masuk TNI POLRI 2020-2021. Surakarta: Genta
Smart, 2020.