Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan

1. Jelaskan manfaat analisis SWOT bagi perusahaan ?


2. apa yang dimaksud dengan SWOT tunduk terhadap waktu?
3. Strategi perusahaan apakah harus konsisten mengingat adanya kemungkinan faktor-
faktor lingkungan untuk berubah, seperti yang kasus Bom bali yang pernah terjadi,
apakah hotel-hotel di bali (perusahaan) harus secara konsisten menerapkan strategi
perusahaan sebelumnya?
4. Bagaimana cara menentukan kekuatan dan kelemahan ? Apakah cukup dikira2 saja
dengan mengandalkan intuisi ?
5. Bagaimana cara menentukan peluang dan ancaman ? Data apa yang dibutuhkan ?
bagaimana cara merangkainya ?
6. Apakah perusahaan harus mematrix kan satu per satu item kekuatan dan peluang
untuk mendapatkan strategi-strategi ? Atau cukup digeneralisir menjadi satu strategi ?
7. Coba anda jelaskan langkah-langkah dalam membuat matrix BCG

Jawaban :

1) Sebagai strategi penentu masa depan dalam keberlangsungan bisnis. Bagaimana sebuah
perusahaan menjalankan strategi misi untuk mencapai tujuan (visi) perusahaan. Selain
itu juga dimanfaatkan oleh para stakeholder untuk mengetahui kondisi faktor internal
dan eksternal dari perusahaan. Adanya penilaian SWOT membantu untuk menetapkan
prioritas mana saja yang harus didahulukan oleh perusahaan. Tanpa adanya informasi
dari analisis SWOT, Anda tidak dapat mengetahui potensi pasar, minat dan peluang
pasar yang bisa dimanfaatkan
2) SWOT tunduk terhadap waktu di sini maksudnya adalah pertimbangan faktor-faktor
internal dan eksternal yang ada dalam matriks SWOT dapat mengalami perubahan-
perubahan dari waktu ke waktu, mengingat kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat
mengalami perubahan dan juga faktor-faktor lingkungan eksternal yang mengalami hal
serupa, maka perumusan strategi dengan menggunakan matriks SWOT ini harus
disesuaikan dengan keadaan dan dalam waktu yang bersangkutan, agar perumusan
strategi yang dihasilkan adalah strategi yang relevan.
3) Dimana dalam kasus bom bali, perusahaan mengaplikasikan strategi sesuai dengan
perubahan-perubahan yang telah terjadi, misalnya dengan menurunkan tarif hotel dan
lain sebagainya untuk tetap dapat bertahan pada masa itu. Jadi, di sini dibutuhkan
adanya fleksibilitas terhadap perubahan-perubahan yang terjadi untuk dapat menjaga
keberlangsungan atau going concern perusahaan.
4) Untuk mendapatkan hasil analisis SWOT yang tepat, penentuan kekuatan dan kelemahan tidak
dapat dilakukan sembarangan. Selain validitas dan reliabilitas data yang dimiliki, penggunaan
metode dan tools yang tepat pun menjadi salah satu constraint dalam menentukan kekuatan
dan kelemahan organisasi. Dalam menentukan sesuatu itu sebagai sebuah kekuatan atau
kelemahan, harus ada pembanding yang kita gunakan. Pembanding tersebut dapat berupa
standard/best practise yang ada, membandingkan kondisi internal perusahaan dengan
kompetitor atau jika kedua hal tersebut tidak mungkin dilakukan maka penentuan kekuatan dan
kelemahan juga dapat dilakukan melalui expert judgment, yaitu dengan meminta pendapat
pakar/ahli dibidangnya. Selanjutnya identifikasi kekuatan dapat dilakukan, dimana jika kondisi
saat ini lebih baik daripada kondisi yang terdapat pada standard/best practise, maka bisa
dikatakan hal itu sebagai sebuah kekuatan. Sebaliknya, jika kondisi perusahaan lebih buruk atau
dibawah standard/best practise atau kondisi organisasi kompetitor, maka bisa dikatakan hal itu
sebagai kelemahan. Kemudian dilakukan pemetaan kekuatan dan kelemahan dengan
menggunakan 4 (empat) perspektif balanced scorecard yaitu keuangan (finance), pelanggan
(customer), proses internal (internal process) dan pertumbuhan dan pembelajaran (learning
and growth). Karena kelemahan identik dengan masalah,  maka identifikasi kelemahan tidak
bisa dilakukan hanya dengan melihat gap seperti pada identifikasi kekuatan. Sebab kita tidak
tahu apakah masalah yang kita identifikasi adalah masalah yang sebenarnya atau hanya
masalah yang nampak di permukaan saja. Agar mendapatkan akar permasalahan dari
permasalahan tersebut, maka digunakan tools fishbone diagram atau diagram tulang ikan untuk
mencari akar permasalah dari masalah yang muncul.

5) Setelah kekuatan dan kelemahan berhasil dipetakan, selanjutnya adalah melakukan


identifikasi terhadap peluang (opportunities) dan ancaman / tantangan (threats) yang ada
pada lingkungan eksternal perusahaan. Lingkungan eksternal organisasi dapat dilihat
dari  7 aspek, yaitu Politic, Economy, Social, Technology, Environment, Legal, dan Competition.
Untuk menentukan peluang dan ancaman dapat digunakan metode analisis dampak (impact
analysis), dimana ditentukan apa dampak ketujuh aspek diatas terhadap organisasi. Jika
dampak tersebut menguntungkan organisasi, maka kita tandai hal tersebut sebagai peluang.
Namun jika dampak tersebut justru merugikan organisasi, maka kita dapat mengidentifikasi
sebagai ancaman. Contohnya pemberitaan media tentang kandungan zat kimia berbahaya
pada mie instant. Tentunya hal ini akan sangat merugikan perusahaan-perusahaan yang
memproduksi produk seperti mie instan. Oleh karena itu dengan adanya pemberitaan ini
maka akan memberikan dampak terhadap penjualan produk mie instan yang dilakukan
perusahaan, sehingga dapat kita identifikasi hal tersebut sebagai ancaman perusahaan .

6) Output dari analisis SWOT adalah strategi SWOT, dimana kita akan mendapatkan strategi
menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang bisnis yang dimiliki (strategi SO),
menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman bisnis (Strategi ST), mengatasi kelemahan
untuk memanfaatkan peluang bisnis yang dimiliki (strategi WO) dan mengatasi kelemahan
untuk mengatasi ancaman bisnis (Strategi WT). Jika pada teori analisis SWOT output yang
dihasilkan adalah strategi SO, ST, WO dan WT, maka pada analisis SWOT menggunakan BSC ini
output yang dihasilkan adalah isu-isu strategis yang terkait dengan lingkungan bisnis internal
dan eksternal perusahaan dari perspektif keuangan, pelanggan, proses internal serta
pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan menggunakan isu-isu strategis ini selanjutnya kita
dapat menentukan sasaran strategis, Do-Well (Critical Success Factor – CSF) dan ukuran
pendahuluan, sebelum akhirnya kita memetakan menjadi ukuran dan inisiatif strategi untuk
masing-masing perspektif BSC. 
7) Sebelum menerapkan BCG Matrix, pekerja harus mampu menentukan pasar produknya secara
akurat. Karena jika dalam penentuan pasar sudah salah, maka akan menyebabkan posisi
portofolio yang salah dan klasifikasi produk yang buruk. Jika sudah ditentukan klasifikasi
produk yang tepat, maka langkah dalam penerapan BCG matrix adalah sebagai berikut:
1. Mengukur Tingkat Pertumbuhan Pasar (Market Growth)
Tingkat pertumbuhan pasar (TPP) atau market growth dapat ditemukan dengan cara
menghitung laju pendapatan rata-rata perusahaan. Tingkat pertumbuhan pasar ini diukur
dalam bentuk persentase. 
2. Mengukur Pangsa Pasar Relatif (Relative Market Share)
Pangsa pasar relatif (PPR) digunakan untuk membandingkan penjualan produk perusahaan
yang dimiliki dengan pesaing terbesar yang menjual produk sama.
3. Membuat matriks BCG.
Dari hasil perhitungan TPP dan PPR di atas, selanjutnya dapat dibuat matriks BCG dengan
cara memasukannya ke dalam matrik BCG ntuk menentukan pada quadran mana posisi
perusahaan berada. Posisi pengklasifikasian kuadrannya adalah sebagai berikut:

a. Stars atau bintang, yaitu pada kuadran ini perusahaan memiliki peluang jangka panjang
terbaik untuk pertumbuhan yang menjanjikan dan dapat menjadi salah satu sumber
keuntungan bagi perusahaan.
b. Cash Cow atau sapi perah, yaitu pada kuadran ini menunjukan posisi perusahaan seperti
sapi perah karena menghasilkan arus kas lebih tinggi dari yang dibutuhkannya.
c. Question-mark atau tanda tanya, yaitu pada kuadran ini menunjukan posisi perusahaan
mempunyai pangsa pasar yang kecil dalam suatu pasar yang tumbuh cepat.
d. Dogs, yaitu posisi kuadran ini menunjukan bahwa produk-produk perusahaan yang
dijual memiliki pangsa pasar relatif rendah atau tidak tumbuh.