Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH STUDY KELAYAKAN BISNIS

“Analisis Profil Perusahaan”

Dosen Pengampu: Cut Ermiati, SE, M. Si

Disusun Oleh:

Kelompok 7
Cecilia Oktaviani Br Surbakti (7173210005)
Devi Azwariyah (7173210007)
Dina Cahyati (7162210004)
Eka Widya Ningsih (7173510019)
Yuyut Sandika (7171210025)

MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan Makalah ini dengan
judul Analisis Profil Perusahaan. Makalah ini dibuat guna memenuhi penyelesaian tugas pada
mata kuliah Study Kelayakan Bisnis, semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan
pengetahuan bagi pembacanya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam


menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Ibu Cut Ermiati, SE, M. Si selaku dosen mata
kuliah Study Kelayakan Bisnis yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna karena masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan
mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan
kedepannya.

Akhir kata kami mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam
makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi para pembaca.

Medan, Desember 2020

Kelompok 7

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan .............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Analisis SWOT ............................................................................. 3


B. Unsur-Unsur Analisis SWOT ......................................................................... 3
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Analisis SWOT ................................. 4
D. Kelebihan dan Kekurangan Analisis SWOT ................................................ 4
E. Posisi Perusahaan di Pasar ............................................................................. 5
F. Pentingnya Analisis SWOT Dalam Bisnis .................................................... 6
G. Pengertian Matriks BCG ............................................................................... 6
H. Kategori Matriks BCG .................................................................................. 7
I. Strategi Setelah Analisis Matriks BCG ........................................................ 8
J. Kelebihan dan Kekurangan Dari Matriks BCG ......................................... 9
K. Cara Menggunakan Analisis Matriks BCG ................................................ 9

BAB III Penutup

A. Kesimpulan ..................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebelum kita menganalisa secara mendalam strategi apa yang akan dipakai pada
berbagai posisi persaingan, tentunya kita harus paham dulu apa itu pemasaran dan apa artinya
strategi pemasaran. Dari berbagai literature yang kita baca pemasaran pada prinsipnya adalah
proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi pada
kesempatan dan kebutuhan lingkungan guna mencapai tujuan perusahaan. Pemasaran ini
bersifat universal, dimana pemasaran hadir dalam berbagai sisi kehidupan dan berkembang di
daerah manapun di dunia. Walaupun pemasaran ini bersifat universal namun ia akan
berkembang sesuai dengan keadaan atau pengalaman yang dimiliki seseorang untuk itu akan
bersifat unik.

Karena latar belakang berbeda, maka rencana pemasaran juga harus menyesuaikan
dimanan rencana pemasaran suatu daerah tidak akan dapat diterapkan sepenuhnya pada
daerah lain. Dalam pertumbuhan ekonomi yang bersifat global, dimana ekonomi suatu daerah
akan merambah pasar daerah lain yang tentunya daerah tersebut juga memiliki sektor
ekonomi tersendiri. Pada saat memperebutkan pangsa pasar inilah akan ada yang tampil
sebagai pemenang atau perusahaan ini akan mampu merebut pangsa lebih besar dibanding
perusahaan lain.

Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal
utntuk suatu tujuan bisnis tertentu. SWOT merupakan akronim dari kata: kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam
suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim
SWOT.

Matriks BCG atau BCG Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk
membantu perusahaan dalam mempertimbangkan peluang pertumbuhan dengan perencanaan
strategis jangka panjang dan meninjau portofolio produk perusahaan tersebut agar dapat
mengambil keputusan untuk berinvestasi, mengembangkan atau menghentikan produknya.
Matrik BCG ini juga membantu perusahaan dalam menentukan pengalokasian sumber daya
dan sebagai alat analisis dalam pemasaran merek, manajemen produk, manajemen strategis
dan analisis Portofolio.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan makalah ini dapat dirumuskan sebagai
berikut:

1. Apa definisi Analisis SWOT?


2. Apa sajakah Unsur-Unsur Analisis SWOT?

1
3. Apa sajakah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Analisis SWOT?
4. Apa Kelebiha dan Kekurangan Analisis SWOT?
5. Apa Posisi Perusahaan di Pasar?
6. Apa Pentingnya Analisis SWOT Dalam Bisnis?
7. Apa definisi Matriks BCG?
8. Apa Kategori Matriks BCG?
9. Apa Strategi Setelah Analisis Matriks BCG?
10. Apa Kelebihan dan Kekurangan Matriks BCG?
11. Cara Menggunakan Analisis Matriks BCG?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui definisi Analisis SWOT?


2. Untuk Mengetahui Unsur-Unsur Analisis SWOT?
3. Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Analisis SWOT?
4. Untuk Mengetahui Kelebiha dan Kekurangan Analisis SWOT?
5. Untuk Mengetahui Posisi Perusahaan di Pasar?
6. Untuk Mengetahui Pentingnya Analisis SWOT Dalam Bisnis?
7. Untuk Mengetahui definisi Matriks BCG?
8. Untuk Mengetahui Kategori Matriks BCG?
9. Untuk Mengetahui Strategi Setelah Analisis Matriks BCG?
10. Untuk Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Matriks BCG?
11. Untuk Mengetahui Cara Menggunakan Analisis Matriks BCG?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal
utntuk suatu tujuan bisnis tertentu. SWOT merupakan akronim dari kata: kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam
suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim
SWOT.
SWOT melibatkan penentuan tujuan spekulasi bisnis atau proyek yang spesifik dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak mendukung
dalam mencapai tujuan tersebut. Proses ini akan lebih baik dibahas dengan menggunakan
tabel yang dibuat dalam kertas besar sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari
setiap aspek.

Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal
yang memengaruhi keempat faktornya, kemudian dipetakan dalam gambar matriks SWOT:
Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal
utntuk suatu tujuan bisnis tertentu. SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

B. Unsur-Unsur Analisis SWOT

Ada 4 unsur-unsur yang terdapat dalam analisis SWOT antara lain:


1. Strength (kekuatan) adalah segala sesuatu yang bagus yang dapat diperbuat oleh
perusahaan, atau suatu karakteristik yang memiliki kapabilitas penting. Kekuatan itu
dapat berupa keahlian (skill), keunggulan/kompetensi inti (core competence),
sumberdaya, kemampuan bersaing, tehnologi superior dan lain-lain. Adapun contoh
dari kekuatan perusahaan yaitu keuangan lancar, reputasi yang baik, teknologi
canggih, inovasi produk, periklanan yang baik, perusahaan semakin maju.
2. Weakness (kelemahan) adalah segala sesuatu yang merupakan kekurangan
perusahaan, atau suatu kondisi yang tidak menguntungkan perusahaan. Contoh dari
kelemahan perusahaan adalah arah strategi yang tidak jelas, profitabilitas yang
kurang, citra pasar tidak bagus, pemasaran yang kurang, kurangnya jaringan
distribusi, kurangnya manajemen perusahaan, dll.
3. Opportunities (peluang) pasar merupakan faktor terbesar yang membentuk strategi
perusahaan. Peluang industri berbeda dengan peluang perusahaan. Tidak semua
perusahaan bisa memanfaatkan peluang industri. Hal ini tergantung dengan posisi dan
kemampuan perusahaan dalam mengejar peluang yang ada. Ada beberapa contoh dari

3
peluang antara lain: tambahan grup konsumen, membuat segmen baru, dan mengisi
kekosongan barang.
4. Threats (ancaman) adalah segala sesuatu yang berisiko bagi perusahaan sendiri atau
kemungkinan keberhasilan atau pertumbuhannya.Ini dapat mencakup hal-hal seperti
pesaing yang baru muncul, perubahan dalam undang-undang pengaturan, risiko
keuangan, dan hampir semua hal lain yang berpotensi membahayakan masa depan
perusahaan. Contoh-contoh ancaman perusahaan yaitu pesaing memiliki biaya yang
rendah, pertumbuhan pasar lambat, adanya perubahan selera konsumen, muncul
perusahaan baru yang sejenis dengan perusahaan kita.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Analisis SWOT

Ada 2 faktor yang mempengaruhi analisis SWOT yaitu faktor internal (faktor dari dalam)
dan faktor eksternal (faktor dari luar).
1. Faktor internal
Kekuatan (S) dan kelemahan (W) mengacu pada faktor internal, yang merupakan sumber
daya dan pengalaman yang tersedia untuk perusahaan. Berikut adalah beberapa faktor
internal yang biasanya dipertimbangkan:

 Sumber daya keuangan (pendanaan, sumber pendapatan dan peluang investasi)


 Sumber daya fisik (lokasi, fasilitas, dan peralatan)
 Sumber daya manusia (karyawan, sukarelawan dan target audiens)
 Akses ke sumber daya alam, merek dagang, paten, dan hak cipta
 Proses saat ini (program karyawan, hierarki departemen dan sistem perangkat lunak)

2. Faktor eksternal
Kekuatan eksternal memengaruhi dan memengaruhi setiap perusahaan, organisasi, dan
individu. Faktor-faktor ini terhubung secara langsung atau tidak langsung dengan peluang (O)
atau ancaman (T), penting untuk dicatat dan didokumentasikan masing-masing. Faktor
eksternal biasanya adalah hal-hal yang Anda atau perusahaan Anda tidak dapat kendalikan,
seperti berikut ini:
 Tren pasar (produk baru, kemajuan teknologi, dan pergeseran kebutuhan audiens)
 Tren ekonomi (tren keuangan lokal, nasional, dan internasional)
 Pendanaan (donasi, legislatif dan sumber lainnya)
 Demografi
 Hubungan dengan pemasok dan mitra
 Peraturan politik, lingkungan, dan ekonomi.

D. Kelebihan dan Kekurangan Analisis SWOT


1. Kelebihan
Ada beberapa kelebihan dari analisis SWOT antara lain:

4
 Teknik analisis yang menilai dari sudut pandang general dan memberikan solusi
solusi general. SWOT tidak fokus pada detail dan spesifik. SWOT berperan
sebagai peta jalan yang membimbing seseorang dari general ke spesifik.
 Teknik analisis interaksional yang membuat evaluasi secara luas atau makro bisa
dilakukan. Sebagai alat analisis, SWOT menyediakan kesempatan untuk fokus
pada nilai positif dan negatif aspek internal dan eksternal dari sebuah organisasi.
 SWOT membuka peluang dan memberikan kesempatan bagi organisasi. Dengan
memahami kelemahan organisasi, ancaman bisa diatasi dan dihilangkan. Melalui
analisis kompetitor menggunakan SWOT, strategi untuk mengalahkan kompetitor
bisa dibentuk.

2. Kekurangan
Analisis SWOT juga memiliki kekurangan, yaitu sebagai berikut:
 Analisis SWOT berkembang di masa ketika kondisi lingkungan diam/statis. Oleh
karena itu, teknik ini dianggap tidak valid diterapkan di masa sekarang karena
dunia sudah berubah. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa analisis
SWOT dibuat dengan buruk
 Analisis SWOT adalah teknik analisis yang bermasalah di bagian kualitas dan
kuantitas. Dalam menerapkan analisis SWOT, banyak faktor bisa diidentifikasi,
akan tetapi kualitas tidak sama dengan kuantitas.Prioritas tidak bisa ditentukan
dari analisis SWOT., fokus pada detail, menyelesaikan masalah perkembangan di
dimensi yang berbeda, dan termasuk masukan dan saran berdasarkan data dan
analisis yang berbeda.

E. Posisi perusahaan di Pasar

Dalam memperebutkan pangsa pasar, semua perusahaan akan melakukan apa saja yang
bisa dilakukan agar produknya benar-benar diminati oleh pelanggan. Dalam posisi persaingan
ini akan muncul beberapa hal:
1. Dominan (dominant)
Suatu perusahaan dapat menguasai lebih banyak pangsa pasar, dimana perusahaan
tersebut memahami strategi pemasaran dan memiliki banyak pilihan strategi untuk tetap eksis
di hati masyarakat tanpa dipengaruhi oleh strategi pesaingnya.

2. Kuat (strong)
Perusahaan yang memiliki kekuatan lebih akan mampu bertahan dan lebih leluasa dalam
memasuki pasar dalam jangka waktu yang lebih panjang.

3. Baik (favorable)
Suatu perusahaan dapat masuk pada pasar dengan menggunakan strategi-strategi tertentu
dimana kondisi perusahaan cukup baik dan memiliki kemampuan lebih dibanding dengan
perusahaan pesaing.

5
4. Sedang (tenable)
Perusahaan ini pada prinsipnya memiliki kekuatan lebih dibanding dengan perusahaan
pesaing, namun kadang-kadang ia kalah dalam memperebutkan pasar.
5. Lemah (weak)
Perusahaan tidak mampu bersaing dengan sempurna dibanding dengan perusahaan lain,
namun perusahaan ini masih diterima oleh pelanggan. Berarti perusahaan masih memiliki
harapan untuk hidup lebih baik, tentunya perusahaan akan mengubah apa saja yang bisa
diubah agar perusahaan itu tetap diterima oleh pelanggan, misalnya mengubah strategi
pemasaran, penetapan harga atau memberikan pelayanan lebih dibanding dengan pesaing
dengan harapan perusahaan ini kembali menguasai pasar.

6. Tidak ada harapan (non viable)


Perusahaan yang menghadapi kondisi seperti ini sangan tipis harapan untuk berkembang
dengan baik.hal ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: produknya sudah
tidak disukai lagi oleh konsumen mungkin karena sudah ketinggalan zaman atau harga tidak
sesuai dengan harapan pelanggan atau bisa saja faktor lain yang bersifat politik.

F. Pentingnya Analisis SWOT dalam Bisnis

Analisis SWOT sangat penting untuk dilakukan, yaitu sebagai kerangka untuk
menganalisis apa yang dimiliki dan tidak dimiliki perusahaan. Analisis ini bukan hanya
penting untuk membangun sebuah bisnis saja, namun sangat penting untuk keberlangsungan
bisnis. Analisa SWOT sudah dianggap sebagai metode analisis untuk mendeskripsikan
perusahaan yang paling dasar. Melalui analisa SWOT dapat menjadi bahan untuk membuat
perencanaan strategis dan mencapai tujuan perusahaan secara lebih sistematis. Analisis yang
diterapkan dengan baik dan dijalankan dengan benar dalam sebuah perusahaan akan sangat
membantu untuk melihat sisi-sisi perusahaan yang selama ini tidak terlihat. Tanpa melakukan
analisis bisa jadi bisnis yang dibangun tidak berjalan secara efisien dan efektif.

G. Pengertian Matriks BCG

Matriks BCG atau BCG Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk
membantu perusahaan dalam mempertimbangkan peluang pertumbuhan dengan perencanaan
strategis jangka panjang dan meninjau portofolio produk perusahaan tersebut agar dapat
mengambil keputusan untuk berinvestasi, mengembangkan atau menghentikan produknya.
Matrik BCG ini juga membantu perusahaan dalam menentukan pengalokasian sumber daya
dan sebagai alat analisis dalam pemasaran merek, manajemen produk, manajemen strategis
dan analisis Portofolio.

Matriks BCG dikembangkan oleh Bruce Henderson pada tahun 1970-an. Bruce Henderson
juga merupakan pendiri Boston Consulting Group (BCG) yaitu sebuah perusahaan konsultan

6
manajemen global yang terkemuka yang pernah menduduki peringkat ketiga perusahaan
terbaik untuk bekerja versi Forbes pada tahun 2014.

Karena Matriks ini dikembangkan oleh pendiri Boston Consulting Group (BCG) maka
matriks ini dinamakan dengan Matrik BCG yang singkatan dari Boston Consulting Group.
Matriks BCG ini juga berkaitan erat dengan siklus hidup produk (Products life cycle)
sehingga sering disebut juga dengan Product Portfolio Matrix (Matriks Portofolio Produk).
Nama-nama lain Matriks BCG diantaranya adalah BCG Growth-Share Matrix (Matriks
Pertumbuhan dan Pangsa Pasar BCG), Boston Box dan Portfolio Diagram (Diagram
Portofolio).

Matriks BCG terdiri dari matriks yang berukuran 2 baris x 2 kolom atau terdiri dari 4 sel (4
kuadran). 4 sel tersebut pada dasarnya mewakili 4 kategori portofolio produk perusahaan dari
2 dimensi klasifikasi bisnis unit yaitu Relative Market Share (pangsa pasar relatif) dan
Market Growth Rate (tingkat pertumbuhan pasar). Kategori-kategori tersebut masing-masing
diwakili oleh Bintang (Star), Sapi Perah (Cash Cows), Anjing (Dogs) dan Tanda Tanya
(Question Marks).

H. Kategori Matriks BCG

1. Stars (Bintang)
Yang termasuk dalam kategori Stars atau Bintang adalah produk atau unit bisnis yang
memiliki pangsa pasar yang dominan dan pertumbuhan yang cepat serta menghasilkan uang
(pendapatan) yang besar. Ini berarti produk-produk yang dihasilkan merupakan produk-
produk terkemuka yang diminati oleh pasar. Perusahaan membutuhkan banyak investasi
untuk mempertahankan posisi produk-produk tersebut dan untuk mendukung pertumbuhan
lebih lanjut serta mempertahankan keunggulan-keunggulan atas produk tersebut agar dapat
tetap bersaing dengan produk kompetitor lainnya. Produk-produk di kategori Bintang ini
dapat berubah menjadi kategori Sapi perah (Cash Cows) apabila mereka tetap dapat

7
mempertahankan keberhasilan mereka hingga tingkat pertumbuhannya mengalami
penurunan.

2. Cash Cows (Sapi Perah)


Yang termasuk dalam kategori Cash Cows atau Sapi Perah adalah produk atau unit bisnis
yang merupakan pemimpin pasar, menghasilkan uang atau pendapatan yang lebih banyak
dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaannya. Produk atau unit bisnis
pada kategori ini memiliki pangsa pasar yang tinggi namun prospek pertumbuhan kedepan
akan sangat terbatas. Pendapatan yang didapat pada tingkat Cash Cows ini biasanya
digunakan sebagai pendanaan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk baru yang
masih berada di kategori Question Marks (Tanda Tanya) atau membayar hutang-hutang
perusahaan serta membayar dividen kepada pemegang saham. Perusahaan disarankan untuk
tetap berinvestasi pada produk-produk dalam kategori Cash Cows ini untuk mempertahankan
produktivitas dan kualitas atau dapat juga dijadikan pendapatan pasif bagi perusahaan.

3. Dogs (Anjing)
Dogs (Anjing) atau juga dikenal dengan istilah hewan peliharaan, yang termasuk pada
kategori Dogs ini adalah produk atau unit bisnis yang memiliki pangsa pasar rendah dan
mengalami tingkat pertumbuhan yang rendah. Produk-produk pada kategori ini biasanya
hanya memberikan kontribusi keuntungan yang sangat rendah atau bahkan harus menderita
kerugian. Produk atau bisnis unit kategori Dogs ini umumnya merupakan beban bagi
perusahaan karena dapat menguras waktu manajemen dan sebagian besar sumber daya
perusahaan. Unit bisnis atau produk yang telah berada pada kategori ini biasanya akan
mengalami pengurangan, divestasi ataupun likuidasi oleh manajemen perusahaan.

4. Question Marks (Tanda Tanya)


Kategori Question Marks kadang-kadang disebut juga dengan problem children atau
wildcats). Yang termasuk dalam kategori Question Marks ini adalah produk atau bisnis unit
yang memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi tetapi pangsa pasarnya masih sangat rendah.
Penghasilan (uang) yang didapat umumnya tidak sebanding dengan biaya-biaya yang
dikeluarkan (lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan). Namun karena prospek
pertumbuhannya sangat pesat sehingga berpotensi untuk berubah menjadi Stars atau Bintang.
Manajemen perusahaan tersebut disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk atau bisnis
unit yang berada dalam kategori Question Marks ini karena pertumbuhan yang tinggi.

I. Strategi setelah Analisis Matriks BCG

Setelah mengetahui posisi produk dan bisnis unit kita berada, tahap selanjutnya adalah
menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi pasar dan tingkat persaingan yang ada.
Berikut ini terdapat empat strategi yang dapat diterapkan pada bisnis unit atau produk-produk
yang berada dalam Matriks BCG.
1. Build atau Membangun, yaitu meningkatkan investasi pada produk atau unit bisnis agar
dapat meningkatkan pangsa pasar. Strategi ini biasanya dilakukan untuk mendorong

8
produk-produk dalam kategori Question Marks menjadi Stars dan akhirnya menjadi
Cash Cows.
2. Hold atau Mempertahankan, yaitu strategi untuk mempertahankan produk-produk agar
tetap pada kategori yang sama. Strategi tersebut biasanya digunakan pada kategori Stars.
3. Harvest atau Memanen, yaitu strategi untuk mengurangi investasi dan mencoba untuk
mendapatkan uang tunai (cash) semaksimum mungkin dari produk atau meningkatkan
profitabilitas secara keseluruhan. Strategi ini biasanya digunakan pada produk-produk
atau unit bisnis yang berada di kategori Cash Cows.
4. Divest atau Melakukan Divestasi, yaitu strategi yang melakukan penutupan usaha atau
likuidasi terhadap unit bisnis atau produk yang mengalami kerugian atau produk yang
memiliki pangsa pasar rendah. Strategi Divestasi ini biasanya dilakukan pada produk
atau unit bisnis yang berada di kategori Dogs.

J. Kelebihan dan Kekurangan Dari Matriks BCG

Ternyata didalam penerapannya, Matriks BCG memiliki beberapa kekurangan dan


kelebihan yang perlu diketahui oleh para pemimpin perusahaan, yaitu diantaranya adalah :

1. Kelebihan dari Menerapkan Matriks BCG

Kelebihan dari Matriks BCG adalah sebagai alat yang digunakan untuk pengambilan
keputusan yang paling sederhana, yaitu hanya dengan cara membaca grafiknya saja, sudah
memudahkan orang untuk melihat di mana bisnis mereka.

Matriks ini berfokus pada arus kas, karakteristik investasi, dan juga kebutuhan didalam
bidang bisnis yang berbeda.

2. Kekurangan dari Penerapan Matriks BCG


 Dalam matriks ini hanya dua dimensi yang digunakan yaitu pangsa pasar relatif
dengan tingkat pertumbuhan pasar.
 Sangat sulit untuk memperoleh data mengenai pangsa pasar dan tingkat pertumbuhan
pasar.
 Adanya penyederhanaan yang terlalu banyak,karena semua perusahaan dianggap
sebagai bintang, tanda tanya, anjing atau sapi perah.
 Metode ini umumnya menganggap bahwa setiap area bisnis tidak bergantung pada
area bisnis lain. Padahal dalam beberapa kasus area bisnis “Anjing” dapat membantu
lini bisnis lainnya agar memperoleh keuntungan kompetitif.
 Matriks ini umumnya tidak mendeskripsikan apakah area bisnis atau industri yang
berbeda tumbuh seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, matriks ini tidak memiliki
karakteristik temporal. Hal inilah yang menyebabkan adanya variabel lainnya seperti
ukuran pasar dan juga keuntungan kompetitif.

K. Cara Menggunakan Analisis Matriks BCG

9
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menganalisis produk atau unit bisnis dengan
menggunakan Matriks BCG.

Langkah 1. Pilih Unit atau Produk yang ingin dianalisis

Analisis Matriks BCG dapat digunakan untuk menganalisis Bisnis unit strategis, merek,
produk atau bahkan perusahaan itu sendiri. Langkah pertama adalah menentukan pilihan
terhadap unit mana yang akan dianalisis.

Langkah 2. Tentukan Pasar (Market)


Menentukan Pasar merupakan hal yang paling penting dalam melakukan analisis. Kesalahan
menentukan pasar akan menyebabkan klasifikasi yang tidak tepat. Sebagai contoh, jika kita
menganalisis mobil bermerek BMW di pasar pengangkutan umum maka akan mendapatkan
hasil di kategori Dogs. Karena mobil bermerek BMW lebih dominan dan kuat di pasar mobil
mewah.

Langkah 3. Menghitung Pangsa Pasar Relative (Relative Market Share)


Relative Market Share dapat dihitung berdasarkan segi Pangsa Pasar ataupun segi
Pendapatan. Perhitungannya adalah dengan membagi Pangsa Pasar atau Pendapatan merek
kita sendiri dengan Pangsa Pasar atau Pendapatan merek pesaing terbesar kita dalam industri
yang sama. Misalnya, jika perusahaan kita adalah memproduksi Smartphone, pangsa pasar
pesaing kita adalah sekitar 25% sedangkan pangsa pasar kita hanya 10% pada tahun yang
sama, maka nilai Relative Market Share kita adalah 0,4 saja. Dalam Matriks BCG, Relative
Market Share diletakkan pada sumbu X. Di sudut kiri paling atas berikan nilai 1, ditengah
matriks berikan nilai 0,5 dan sudut kanan atas berikan nilai 0.

Relative Market Share = Pangsa Pasar atau Pendapatan Perusahaan kita / Pangsa Pasar atau
Pendapatan Perusahaan pesaing terbesar

Langkah 4. Ketahui tingkat pertumbuhan pasar (Growth Market Rate)


Tingkat pertumbuhan industri dapat diketahui dari laporan industri yang biasanya tersedia
secara online. Tingkat Pertumbuhan pasar dapat dihitung dengan melihat pertumbuhan
pendapatan rata-rata dari perusahaan terkemuka. Tingkat pertumbuhan pasar diukur dengan
persentase (%). Titik tengah sumbu Y biasanya ditetapkan pada tingkat pertumbuhan 10%,
tetapi dapat juga bervariasi sesuai dengan aktual pencapaian industri yang bersangkutan.
Beberapa industri mengalami pertumbuhan selama bertahun-tahun tetapi hanya pada tingkat
pertumbuhan rata-rata 1% hingga 2% per tahun. Oleh karena itu, ketika melakukan analisis
kita harus mengetahui tingkat pertumbuhan yang dianggap paling signifikan (titik tengah)
untuk memisahkan Cash Cows dengan Stars dan Question Marks dengan Dogs.

Langkah 5. Menggambar Siklus di Matriks BCG


Setelah melakukan perhitungan pada setiap variabel pengukuran, gambarkan posisi merek
atau produk anda ke dalam matriks dengan bentuk lingkaran. Gambarkan juga merek atau
produk lainnya dengan bentuk lingkaran sesuai dengan proporsi pendapatan atau pangsa
pasar yang didapat oleh merek yang bersangkutan.

10
11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal
utntuk suatu tujuan bisnis tertentu. SWOT merupakan akronim dari kata: kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam
suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim
SWOT.

Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal
yang memengaruhi keempat faktornya, kemudian dipetakan dalam gambar matriks SWOT:
Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk
memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal
utntuk suatu tujuan bisnis tertentu. SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

Matriks BCG atau BCG Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk membantu
perusahaan dalam mempertimbangkan peluang pertumbuhan dengan perencanaan strategis
jangka panjang dan meninjau portofolio produk perusahaan tersebut agar dapat mengambil
keputusan untuk berinvestasi, mengembangkan atau menghentikan produknya. Matrik BCG
ini juga membantu perusahaan dalam menentukan pengalokasian sumber daya dan sebagai
alat analisis dalam pemasaran merek, manajemen produk, manajemen strategis dan analisis
Portofolio.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-analisis-swot/

https://www.linovhr.com/analisis-swot/

https://accurate.id/marketing-manajemen/apa-itu-analisis-swot/

http://hendry96.blogspot.com/2014/09/analisis-profil-perusahaan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT

https://cerdasco.com/matriks-bcg/

https://thidiweb.com/matriks-bcg-dan-contohnya/#:~:text=Matriks%20BCG%20terdiri
%20dari%204,Rate%20(tingkat%20pertumbuhan%20pasar).

https://greatdayhr.com/id/blog/analisis-swot/

https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-analisis-matriks

https://rumus.co.id/matriks-bcg/

13