Anda di halaman 1dari 31

Nama : Diego Sarana Ginting

NPM : 18 032 111 088

REVIEW JURNAL

Identitas Jurnal

Nama Jurnal : Jurnal Administrasi Bisnis

Volume Penerbitan : 60

Nomor Jurnal : 1

Tahun Terbit : 2018

Halaman : 180 - 186

Deskripsi Jurnal :

Judul Artikel : PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA(Studi Pada Karyawan PT. Ika Jaya Sahara Karya
Malang)

Penulis : Arnold Jassen Wijaya, Heru Susilo

Tujuan Penelitian :

Penelitian ini bertujuan untuk

(1) mengetahui pengaruh kebutuhan akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan kekuasaan (need
for power) dan kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) secara simultan terhadap kinerja karyawan

(2) mengetahui pengaruh kebutuhan akan prestasi (need for achievement) terhadap kinerja karyawan

(3) mengetahui pengaruh kebutuhan akan kekuasaan (need for power) terhadap kinerja karyawan

(4) mengetahui pengaruh kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) terhadap kinerja karyawan PT. Ika Jaya
Sahara Karya Malang.

Metode Penelitian :

Penelitian ini menggunakan explanatory research, dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dan
dokumentasi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 77 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda.

Hasil Penelitian :

Pengaruh Kebutuhan akan Prestasi/Need for Achievement, Kebutuhan akan Kekuasaan/Need for Power dan
Kebutuhan Berafiliasi/Need for Affiliation terhadap Kinerja Karyawan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja karyawan
baik dari segi kualitas, kuantitas maupun ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis
diketahui jika kebutuhan akan prestasi/need for achievement, kebutuhan akan kekuasaan/need for power dan
kebutuhan berafiliasi/need for affiliation mempunyai pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun
parsial terhadap kinerja karyawan PT. Ika Jaya Sahara Karya.
Variabel kebutuhan akan prestasi/need for achievement (X1), kebutuhan akan kekuasaan/need for power (X2)
dan kebutuhan berafiliasi/need for affiliation (X3) memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap
kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi f (0.000) < α = 0,05 maka Ho ditolak dan H1
diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan (Y) dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
kebutuhan akan prestasi/need for achievement (X1), kebutuhan akan kekuasaan/need for power
(X2),kebutuhan berafiliasi/need for affiliation (X3).

Kebutuhan akan prestasi/need for achievement, kebutuhan akan kekuasaan/need for power dan
kebutuhanberafiliasi/need for affiliation merupakan teori motivasi yang dikembangkan oleh David McClleland
yang berasal dari kebutuhan yang dirasakan seseorang dan mendorong seseorang untuk berhasil. Dalam
konteks pekerjaan, motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk
bekerja. Pengaruh motivasi terhadap kinerja, dapat memberikan hasil kerja yang berkualitas. Seperti yang
dikemukakan David McClelland yang dikutip oleh Robbins (2011:232) menjelaskan prestasi (achievement),
kekuasaan (power) dan afiliasi (affiliation) adalah motivasi yang kuat pada setiap individu. Karyawan dengan
ciri–ciri motivasi berprestasi yang tinggi akan memiliki keinginan bekerja yang tinggi. Beberapa individu memiliki
dorongan yang kuat untuk berhasil. Mereka lebih berjuang untuk memperoleh pencapaian pribadi daripada
memperoleh penghargaan. Mereka memilki keinginan untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih
efisien dibandingkan sebelumnya. Dorongan ini merupakan kebutuhan pencapaian prestasi (Pratama, 2015).

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan prestasi/need for achievement, kebutuhan akan
kekuasaan/need for power dan kebutuhan berafiliasi/need for affiliation secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap terhadap kinerja karyawan mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Cahyono (2013) dan
Puguh (2014) yang menemukan bahwa Ada pengaruh yang signifikan dari kebutuhan eksistensi, kebutuhan
berhubungan dan kebutuhan berkembang terhadap kinerja karyawan.

Kesimpulan :

1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan
kekuasaan (need for power) dan kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) secara simultan terhadap kinerja
karyawan PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang.

2. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan akan prestasi (need for achievement) terhadap kinerja
karyawan P PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang.

3. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan akan kekuasaan (need for power) terhadap kinerja
karyawan PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang.

4. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) terhadap kinerja karyawan
PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang.

Jurnal Asli
(Studi Pada Karyawan PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang)

Arnold Jassen Wijaya


Heru Susilo
Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis
Fakultas Ilmu Administrasi
Univеrsitas Brawijaya Malang
Email : arnoldjassen@yahoo.com

ABSTRACT

Motivationisabasicfactorthatencouragesanemployeetoworkwell.Withahighmotivation,thensomeone will
give more effort in carrying out his work so as to produce better performance. This study aims to (1)
determine the influence of the need for achievement, the need for power dan the need for affiliation
(simultaneous) for the performance of employees (2) know the influence of the need for achievement on
employee performance (3) know the influence of the need for power on employee performance (4) know
the influenceofaffiliatedneedsonemployeeperformanceatPT.IkaJayaSaharaKaryaMalang.Thisstudyuses
explanatory research, with a quantitative approach through questionnaires and documentation. The
sample in this study amounted to 77 respondents. Data analysis technique used is descriptive analysis and
multiple linear regressionanalysis.

Kеywords: Motivation, Performance, Employee

АBSTRАK

Motivasi merupakan faktor dasar yang mendorong seorang karyawan untuk bekerja dengan baik. Dengan
adanya motivasi yang tinggi, maka seseorang akan memberikan usaha yang lebih di dalam melaksanakan
pekerjaannya sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui
pengaruh kebutuhan akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan kekuasaan (need for power) dan
kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) secara simultan terhadap kinerja karyawan (2) mengetahui
pengaruhkebutuhanakanprestasi(needforachievement)terhadapkinerjakaryawan(3)mengetahuipengaruh
kebutuhan akan kekuasaan (need for power) terhadap kinerja karyawan (4) mengetahui pengaruh kebutuhan
berafiliasi (need for affiliation) terhadap kinerja karyawan PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang. Penelitian ini
menggunakan explanatory research, dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dan dokumentasi.
Sampel pada penelitian ini berjumlah 77 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif dan analisis regresi linierberganda.

Kаtа Kunci: Motivasi, Kinerja,Karyawan


Kinerja merupakan hasil pencapaian pelaksanaan tugas tertentu. Hasil kerja yang dicapai oleh seorang
karyawan harus memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan. Karyawan yang memiliki hasil kerja
baik dapat membantu perusahaan mencapai tujuan. Hasil kerja karyawan dirasakan perusahaan dan sangat
besar manfaatnya bagi kelangsungan keberadaan perusahaan. Menurut Mangkunegara (2007:67) istilah
kinerja berasal dari job performance atau actual performance yang berarti hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang ingin dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggungjawab yang diberikan kepadanya.
Motivasikerjasangatdibutuhkankaryawan dalam peningkatan kinerjanya. Motivasi adalah segala
sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja sehingga kuat atau lemahnya motivasi kerja
karyawan akan menentukan kinerjanya. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan,
menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang
optimal. Motivasi semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk
dikerjakan dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan (Hasibuan, 2007:141). Motivasi atau
dorongan untuk bekerja ini sangat menentukan bagi tercapainya suatu tujuan, maka manusia harus dapat
menumbuhkan motivasi kerja setinggi-tingginya bagi para karyawan dalam perusahaan.
Motivasi kerja muncul karena adanya dorongan kebutuhan yang dirasakan seseorang. Menurut
McClelland jika kebutuhan seseorang sangat kuat maka motivasi orang tersebut bertambah untuk
menggunakan perilaku yang mengarah ke pemuasan kebutuhannya (Robbins, 2006:215). Teori ini berfokus
pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan kekuasaan
(needfor power) dan kebutuhan berafiliasi (need for affiliation). Kebutuhan akan prestasi merupakan
kebutuhan seseorang untuk mengungguli dan melakukan sesuatu dengan lebih baik dari yang telah dilakukan
sebelumnya. Kebutuhan akan kekuasaan merupakan keinginan untuk berpengaruh dan mengendalikan orang
lain dan kebutuhan berafiliasi merupakan kebutuhan untuk bersosialisasi dan diterima baik oleh orang lain.
Ketiga hal ini akan dapat memotivasiseseorang
dalam bekerja sehingga dapat mendorong terjadinya peningkatan kinerja karyawan.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang termasuk karyawan didorong oleh suatu kekuasaan
dalam diri orang tersebut, kekuatan pendorong inilah yang disebut motivasi. Motivasi kerja karyawan dalam
suatu organisasi dapat dianggap sederhana dan dapat pula menjadi masalah yang kompleks, karena pada
dasarnya manusia mudah untuk dimotivasi dengan memberikan apa yang menjadi keinginannya. Masalah
motivasi kerja dapat menjadi sulit dalam menentukan imbalan dimana apa yang dianggap penting bagi
seseorang karena sesuatu yang penting bagi seseorang belum tentu penting bagi orang lain. Bila seseorang
termotivasi, ia akan berusaha berbuat sekuat tenaga untukmewujudkan
apayangdiinginkannya.Namunbelumtentuupaya yang keras itu akan menghasilkan kinerja yang diharapkan,
apabila tidak disalurkan dalam arah yang dikehendakiorganisasi.
Banyak penelitian mengenai motivasi menunjukkanpentingnyamotivasikerjakaryawan, diantaranya
adalah penelitian yang dilakukan oleh Mahesa (2010) pada karyawan PT. Coca Cola Amatil Indonesia
(Central Indonesia) menunjukkan jika motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini
menunjukkan jika semakin tinggi motivasi kerja karyawan dalam bekerja maka kinerja yang dihasilkan
karyawan juga akan semakin tinggi. Lebih lanjut hasil penelitian Krisnadi (2014) juga menunjukkan jika
motivasi berpengaruhsignifikan terhadap kinerja pegawai dan Need for Achievement, Need for Power
mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai sedangkan Need for Affiliation
tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerjapegawai.
PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang adalah perusahaan yang bergerak di bidang property yang
didirikan pada tahun 2016. Meski perusahaan ini merupakan perusahaan yang masih tergolong baru tetapi
perusahaan ini dibangun dengan kredibilitas yang tinggi dan berusaha menjadi pelopor dalam menyediakan
berbagai konsep serta menciptakan inovasi baru dengan didukung oleh tenaga-tenaga professional yang
telah berpengalaman di bidangnya. Guna memenuhi komitmennya untuk memberikan kualitas mutu yang
terbaik dan menghadapi persaingan dalam industri sejenis maka diperlukan pengelolaan sumber daya
manusia yang tepat mengingat sumber daya manusia adalah faktor utama yang mendukung
aktivitasperusahaan.Potensisumberdayamanusia yang dimiliki perusahaan harus di manfaatkan dengan
sebaik-baiknya sehingga dapat membantu perusahaan dalam mencapaitujuannya.
Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam pengelolaansumberdayamanusiaadalahmotivasi. Motivasi
merupakan faktor yang mengarahkandan mendorong perilaku individu untuk melakukan suatu kegiatan,
dapat dikatakan jika motivasi merupakan faktor dasar yang mendorong seorang karyawan untuk bekerja
dengan baik. Dengan adanya motivasi yang tinggi, maka seseorang akan memberikan usaha yang lebih di
dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik. Karena itu,
perusahaan perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan motivasi karyawan guna meningkatkan
kinerja karyawan. Pemberian motivasi yang tepat, dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan
kinerjanya. Hal ini seperti yang dikemukakan Siagian (2003:287) bahwa dengan motivasi yang tepat, para
karyawan akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya. Maka dari itu
penting bagi perusahaan untuk memperhatikan motivasi kerja karyawan sehingga dapat menetapkan
kebijakan yang dapat mendorong karyawan agar bekerja dengan baik sehingga kinerjanya meningkat.
Berdasarkan deskripsi latar belakang tersebut, peneliti berasumsi pemberian motivasi yang efektif dapat
menaikkan kinerja karyawan sehingga dapat memberikan pelayanan
yangbaikbagimasyarakat.Olehkarenaitupeneliti mengambil judul “Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja
(Studi pada Karyawan PT. Ika Jaya Sahara KaryaMalang)”.

KAJIAN PUSTAKA
Menurut Hasibuan (2007:141) motivasi kerja adalah cara mengarahkan daya dan potensi bawahan
agar mereka mau bekerja sama secara produktif dan berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah
ditetapkan. Sedangkan Sunyoto (2013:11) berpendapat motivasi adalah caramendorong semangat kerja
seseorang, agar mau bekerja dengan guna mencapai tujuan organisasi. Motivasi merupakan sebuah elemen
pentingdalam sebuahorganisasi.
Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland (Robbins,
2006:216). Beberapa individu memiliki dorongan yang kuat untuk berhasil. Mereka lebih berjuang untuk
memperoleh pencapaian pribadidaripada
memperoleh penghargaan. Mereka memilki keinginan untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih
efisien dibandingkan sebelumnya. Dorongan ini merupakan kebutuhan pencapaian prestasi (Pratama, 2015).
McClelland berpendapat bahwa jika kebutuhan seseorang sangat kuat maka motivasi orang tersebut
bertambah untuk menggunakan perilaku yangmengarahkepemuasankebutuhannya.Dalam teori motivasi
McClelland terdapat tiga kebutuhan manusia yang sangat penting. Teori kebutuhan ini memfokuskan pada
tiga hal yaitu :
Kebutuhan akan prestasi (Need for achievement)
Kebutuhan dalam Kekuasaan atau Otoritas Kerja (Need forPower)
Kebutuhan untuk Berafiliasi (Need for Affiliation)
MenurutHasibuan(2007:94)kinerjaadalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melakukan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta
waktu. Pendapat ini lebih menitikberatkan pada aspek individual atau personal, di mana kinerja yang
dimaksud adalah kinerja pegawai atau karyawan yang diukur melalui prestasi yang dapat dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaanya.
Robbins (2006:260) berpendapat bahwa hampir semua cara pengukuran kinerja mempertimbangkan
hal-hal sebagai berikut :
Kuantitas
Kualitas
Ketepatan waktu
H1 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara kebutuhan akan prestasi/need for achievement (X1),
kebutuhan akan kekuasaan/need for power (X2) dan kebutuhanberafiliasi/needforaffiliation(X3)
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan(Y).

H2 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara kebutuhan akan prestasi/need for achievement (X1)
terhadap kinerja karyawan (Y).
H3 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara kebutuhan akankekuasaan/need for power (X2)
terhadap kinerja karyawan (Y).
H4 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara kebutuhan berafiliasi/need for affiliation (X3) terhadap
kinerja karyawan (Y)

MЕTODOLOGI PЕNЕLITIAN
Pеnеlitian ini mеrupakan pеnеlitian pеnjеlasan (еxplanatory rеsеarch) dеngan pеndеkatan kuantitatif.
Pеnеlitian dilakukan di PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang yang berlokasi di Perum Permata Jingga West
Area A – 53 Kelurahan Tunggul wulung Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Didapat
sampеl 77 orang rеspondеn dеngan pеngumpulan data mеnggunakan kuеsionеr yang dianalisis mеnggunakan
rеgrеsi liniеr bеrganda.

HASIL DAN PЕMBAHASAN


Tabel 1. Hasil Uji F

Sumbеr : Data Primеr diolah, 2017


Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B T Sig.
Kebutuhan
akan .221 .079 .301 2.790 .007
Prestasi
(X1)
Kebutuhan
akan .142 .058 .282 2.466 .016
Kekuasaan
(X2)
Kebutuhan
.153 .067 .259 2.266 .026
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumbеr : Data Primеr diolah, 2017

Pengaruh Kebutuhan akan Prestasi/Need for Achievement, Kebutuhan akanKekuasaan/Need for Power
dan Kebutuhan Berafiliasi/Need for Affiliation terhadap KinerjaKaryawan

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja
karyawan baik dari segi kualitas, kuantitas maupun ketepatan waktupenyelesaian
pekerjaan.Berdasarkanhasilanalisisdiketahuijika kebutuhan akan prestasi/need for achievement, kebutuhan
akan kekuasaan/need for power dan kebutuhan berafiliasi/need for affiliation mempunyai pengaruh yang
signifikan baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja karyawan PT. Ika Jaya SaharaKarya.
Variabel kebutuhan akan prestasi/need for achievement (X1), kebutuhan akankekuasaan/need for
power (X2) dan kebutuhan berafiliasi/need for affiliation (X3) memiliki pengaruh yang signifikan
secarasimultanterhadapkinerjakaryawan(Y).Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi f (0.000) <
α=0,05makaHoditolakdanH1diterimasehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan (Y)
dapatdipengaruhisecarasignifikanolehkebutuhan akan prestasi/need for achievement (X1), kebutuhan akan
kekuasaan/need for power (X2), kebutuhan berafiliasi/need for affiliation (X3). Kebutuhan akan
prestasi/need for achievement, kebutuhan akan kekuasaan/need for power dan kebutuhan berafiliasi/need for
affiliation merupakanteorimotivasiyangdikembangkanoleh David McClleland yang berasal dari kebutuhan
yang dirasakan seseorang dan mendorong seseorang untuk berhasil. Dalam konteks pekerjaan, motivasi
merupakan salah satu faktor pentingdalammendorongseorangkaryawanuntuk bekerja. Pengaruh motivasi
terhadap kinerja, dapat memberikan hasil kerja yang berkualitas. Seperti
yangdikemukakanDavidMcClellandyangdikutip oleh Robbins (2011:232) menjelaskan prestasi
(achievement), kekuasaan (power) dan afiliasi (affiliation) adalah motivasi yang kuat pada setiap individu.
Karyawan dengan ciri–ciri motivasi berprestasi yang tinggi akan memiliki keinginan bekerja yang tinggi.
Beberapa individu memiliki dorongan yang kuat untuk berhasil. Mereka lebih berjuang untuk memperoleh
pencapaian pribadi daripada memperoleh penghargaan. Mereka memilki keinginan untuk melakukan sesuatu
dengan lebih baik atau lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Dorongan ini merupakan kebutuhan
pencapaian prestasi (Pratama,2015).
Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan prestasi/need for achievement, kebutuhan
akan kekuasaan/need for power dan kebutuhan berafiliasi/need for affiliation secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap terhadap kinerjakaryawanmendukungpenelitianyangtelah dilakukan oleh Cahyono
(2013) dan Puguh (2014) yang menemukan bahwa Ada pengaruh yang signifikan dari kebutuhan eksistensi,
ke-butuhan berhu-bungan dan ke-butuhan ber-kembang
terhadap kinerja karyawan. Berikut ini akan dikemukakan penjelasan dari masing-masing faktor tersebut:

Pengaruh Kebutuhan akan Prestasi/Need for Achievement terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan hasil analisis diketahui jika variabel Kebutuhan akan prestasi/need for
achievement(X1)mempunyainilaithitung(2,790) dannilaisignifikan(0.007)lebihkecildaripadaα
= 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X1 (Kebutuhan akan prestasi/need for achievement) berpengaruh
signifikan terhadap variabel Y (kinerja karyawan).
Beberapa individu memiliki doronganyang kuat untuk berhasil. Mereka lebih berjuang untuk
memperoleh pencapaian pribadi daripada memperoleh penghargaan. Mereka memilki keinginan untuk
melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Dorongan ini merupakan
kebutuhan pencapaian prestasi. Dari penelitian terhadap kebutuhan pencapaian, McClelland menemukan
bahwa individu dengan prestasi tinggi membedakan diri mereka dari individu lain menurut keinginan mereka
untuk melakukan hal-hal dengan lebih baik. Mereka mencari situasi-situasi dimana bisa mendapatkan
tanggung jawab pribadi guna mencari solusi atas berbagai masalah, bisa menerima umpan balik yang cepat
tentang kinerja sehingga dapat dengan mudah menentukan apakah mereka berkembang atau tidak, dan di
mana mereka bisa menentukan tujuan-tujuan yangcukup menantang. Individu berprestasi tinggi bukanlah
penjudi, mereka tidak suka berhasil secara kebetulan. Mereka lebih menyukai tantangan menyelesaikan
sebuah masalah dan menerima tanggung jawab pribadi untuk keberhasilan atau kegagalan daripada
menyerahkan hasil pada kesempatan atau tindakan individu lain. Yang penting, mereka menghindari apa
yang mereka anggap sebgai tugas yang sangat mudah atau sangat sulit. Mereka lebih menyukai tugas-tugas
dengan tingkat kesulitan menengah. (Robbins,2011:232).
Berdasarkan hasil analisis diketahui jika kebutuhan akan prestasi/need for achievement mempunyai
pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan bahkan dari hasil analisis menunjukkan jika kebutuhan akan
prestasi/need for achievement mempunyai pengaruh paling besar (dominan) terhada kinerja karyawan. Hal
ini menunjukkan jika keinginan karyawan untuk berprestasi akan mendorong seseorang untuk
mengembangkan
kreativitasnya dan mengerahakan semua kemampuannya untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.
Karyawan akan antusias untuk berprestasi tinggi asalkan diberikan peluang untuk hal tersebut. Seseorang
menyadari bahwa hanya dengan mencapai prestasi kerja yang tinggi akan dapat memperoleh pendapatan
yang besar dan dengan pendapatan yang besar itulah akhirnya dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian Krisnadi (2014) yang menemukan jika Variabel moti-vasi Need
For Achievement mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja pegawai.

PengaruhKebutuhanakanKekuasaan/Needfor Power terhadap KinerjaKaryawan

Berdasarkan hasil analisisdiketahuijika variabel kebutuhan akan kekuasaan/needforpower(X2)


mempunyai nilai t hitung (2,4660)dannilaisignifikan(0.016)lebihkecildaripadaα=0,05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwaX1(kebutuhan akan kekuasaan/need forpower)berpengaruhsignifikan terhadap variabel Y
(kinerjakaryawan).
Kebutuhan akan kekuasanadalahkeinginan untuk memiliki pengaruh,menjadiberpengaruh,
danmengendalikanindividulainsertabertanggungjawab kepadanya. IndividudenganKebutuhan kekuatan
(need for power)tinggi sukabertanggung jawab, berjuang untuk memengaruhiindiviulain, senang
ditempatkan dalam situasiyangkompetitif dan berorientasi status, sertacenderunglebihkhawatir
dengan wibawa dan mendapatkanpengaruh atas individu lain daripadakinerjayang efektif.
Kebutuhan akan kekuasaan (need,for Power = n Pow) menurutAlmustofa(2014)merupakan
daya penggerakyangmemotivasisemangatkerjakaryawan.NPowakanmerangsang dan memotivasi gairah
kerjakaryawansertamengarahkan semua kemampuannya demi mencapai kekuasaan atau kedudukan
yangterbaik.
Keinginan seseorang untuk lebih berkuasa dari manusia lainnya akan menimbulkan persaingan.
Persaingan ditumbuhkan secara sehat oleh pimpinan dalam memotivasi bawahannya supaya karyawan
terdorong untuk bekerja dengan giat. Orang-orang yang memiliki kebutuhan tinggi akan kekuasaan
cenderung lebih banyak memberikan saran-saran, lebih sering memberikan pendapat dan evaluasinya, selalu
mencoba untuk mempengaruhi orang lain ke dalam caraberpikirnya dan juga cenderung menempatkan diri
sebagai pimpinan di lingkungan aktivitas kelompoknya serta cenderung dekat dengan atasan atau pimpinan.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Cahyono (2013) yang menemukan
bahwa kebutuhan akan kekuasaan/need for power mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
karyawan.

Pengaruh Kebutuhan Berafiliasi/Need for Affiliation terhadap KinerjaKaryawan

Berdasarkan hasil analisisdiketahuijika variabel kebutuhan berafiliasi/needforaffiliation(X3)


mempunyai nilai t hitung (2,266)dannilaisignifikan(0.026)lebihkecildaripadaα=0,05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwaX3(kebutuhan berafiliasi/need for affiliation) berpengaruh signifikan
terhadap variabel Y (kinerjakaryawan).
Kebutuhan yang ketiga yang dipisahkan oleh McClelland adalah hubungan. Individu
denganmotifhubunganyangtinggiberjuanguntuk persahabatan, lebih menyukai situasi yang kompetitif, dan
menginginkan hubungan- hubungan yang melibatkan tingkat pengertian mutual yang tinggi (Robbins,
2011:232). Kebutuhan afiliasi merupakan suatu keinginan untuk melakukan hubungan yang bersahabat
hangat sengan orang lain. Kebutuhan ini sama dengan kebutuhan sosial menurut Maslow.
Dalam bekerja maka karyawan juga dapat memenuhi kebutuhan afiliasinya dimana kebutuhan ini
merupakan kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial. Hal ini sesuai dengan kondisi di perusahaan dimana
dalam bekerja karyawan tidak dapat melakukannya sendiri tapi harus bekerja dalam sebuah tim sehingga
terjalin hubungan yang baik diantara karyawan terutama dalam bekerjasama guna menyelesaikan
pekerjaannya dan hal ini dapat membuat karyawan lebih semangat dalam bekerja.
Orang-orang yang memiliki kebutuhan afiliasi yang tinggi mencari kesempatan di tempat kerja unyuk
memuaskan kebutuhan tersebut. Oleh karenamya, orang-orang yang memiliki kebutuhan afiliasi yang tinggi
cenderung bekerja dengan orang lain daripada bekerjsa sendiri dan mereka cenderung memiliki tingkat
kehadiran yang tinggi. Orang-orang yang memiliki kebutuhan afiliasi yang tinggi juga ada kecenderungan
untuk berprestasi lebih baik dalam situasi dimana ada dukungan personal dan moral. Implikasinya terhadap
organisasi adalah bahwa manajer dapat emnciptakan adanya lingkungan kerja yang kooperatif dan suportif
bagi karyawan yang memilikikebutuhanafiliasiyangtinggi,akandapat meningkatkan kinerjanya. Sebaliknya
bagi karyawan yang memiliki kebutuhan akanafiliasi
yang rendah seharusnya ditempatkan pada suatu tugas yang memungkinkan untuk bekerja secara
independent, karena orang yang memiliki kebutuhan afiliasi yang rendah akan lebih suka bekerja sendiri.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Luthfi (2014) yang menemukan
bahwa kebutuhan berafiliasi/need for affiliation mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
karyawan.

KЕSIMPULAN DAN SARAN


Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhanakanprestasi(needforachievement),
kebutuhanakankekuasaan(needforpower)dan kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) secara simultan
terhadap kinerja karyawan PT. Ika Jaya Sahara KaryaMalang.
Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan akan prestasi (need for achievement) terhadap kinerja
karyawan P PT. Ika Jaya Sahara KaryaMalang.
Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan akan kekuasaan (need for power) terhadap kinerja
karyawan PT. Ika Jaya Sahara KaryaMalang.
Terdapat pengaruh yang signifikan dari kebutuhan berafiliasi (need for affiliation) terhadap kinerja
karyawan PT. Ika Jaya Sahara KaryaMalang.

Saran

Bagiperusahaan
PT. Ika Jaya Sahara Karya Malang sebaiknya lebih memperhatikan lagi mengenai faktor- faktor yang
mempengaruhi motivasi kerja karyawan berkaitan dengan kebutuhan akan
prestasi(needforachievement),kebutuhanakan kekuasaan (need for power) dan kebutuhan berafiliasi (need
for affiliation) yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diantaranya dengan
memberikan pendidikandanpelatihan(diklat)bagikaryawan sehingga karyawan dapat mengembangkan
kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini karena kebutuhan akan prestasi (need for
achievement) memberi pengaruh paling besar (dominan) terhadap kinerjakaryawan.
Bagi penelitiselanjutnya
Pada penelitian hanya meneliti mengenai pengaruh motivasi kerja karyawan terhadap
kinerja karyawan maka diharapkan pada penelitian selanjutnya menambah variabel lain
yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan sehingga penelitian ini menjadi lebih luas
dan mendalam.
Almustofa R. 2014. Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja terhadap
Kinerja Pegawai (Studi pada PegawaiPerum Bulog Divisi Regional). Skripsi. Fakultas
Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro.Semarang
Cahyono, Puguh 2013. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan studi pada
Karyawan AJB Bumi Putera 1912 Cabang Kayutangan Malang. Skripsi Fakultas Ilmu
Administrasi, Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya. Penelitian
Tidak Diterbitkan.

Deewar, Mahesa. 2010. Analisis Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja
Karyawan dengan Lama Kerja sebagaiVariabelModerating(StudipadaPT. Coca Cola
Amatil Indonesia (Central Java)). Skripsi. Fakultas Ekonomi. Semarang:
UniversitasDiponegoro
Hasibuan, Malayu S.P.2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Krisnadi W. 2014. Pengaruh Kompensasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Motivasi
dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Badan Kerjasama dan Penanaman
Modal Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Program Pascasarjana. Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta.
Luthfi, Ridwan Isya 2014. Pengaruh Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan studi
pada PT Elsiscom Prima Karya, Kantor Perwakilan Surabaya.Skripsi Fakultas Ilmu
Administrasi, Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya. Penelitian
Tidak Diterbitkan.

Pratama. Y.B. 2015. Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja
Karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM)KabupatenSleman.Skripsi.
Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Yogyakarta
Robbins, Stephen P.2006.Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
YKPN.

Siagian, Sondang P. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Suharto dan Budi Cahyono. 2005, Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia, di sekretariat
DPRDPropinsi Jawa Tengah, JRBI. Vol. 1, No.1, januari 2005:13-30.