Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA Ny.

P
DENGAN DIAGNOSA HEMOROID

Disusun untuk memenuhi Tugas Praktik Profesi Ners Stase Keperawatan Medikal
Bedah

NAMA MAHASISWA :

FAFORITA IRMA NUR MILA

NIM :

16.09.2.149.015

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

2020
LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA Ny. P


DENGAN DIAGNOSA HEMOROID

Telah mendapatkan persetujuan dari Pembimbing Akademik pada:


Hari :
Tanggal :

DISUSUN OLEH:

FAFORITA IRMA NUR MILA


16.09.2.149.015

Ketua Prodi Ners


STIKES Nahdlatul Ulama Tuban Pembimbing Akademik

Kusno Ferianto, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,MM Suhartono S.Kep.,Ns.,M.Kep


NIDN. 0705028101 NIDN. 0712108803

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
2020
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hemoroid atau yang dikenal sebagai wasir/ambeiyen merupakan kondisi

peradangan dan melebarnya pembuluh darah vena di sekitar anus yang berasal

dari pleksus hemoroidalis. Hemoroid timbul karena dilatasi, pembengkakan, atau

inflamasi vena hemoroidalis yang disebabkan oleh konstipasti dan mengedan

berulang, serta pola makan rendah serat.

Hemoroid atau lebih dikenal dengan nama wasir atau ambeien, bukan

merupakan suatu keadaan yang patologis (tidak normal), namun bila sudah mulai

menimbulkan keluhan, harus segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya.

Hemoroid dari kata “haima”dan “rheo”. Dalam medis, berarti pelebaran pembuluh

darah vena (pembuluh darah balik) di dalam pleksus hemorrhoidalis yang ada di

daerah anus. Dibedakan menjadi 2, yaitu hemoroid interna dan hemoroid eksterna.

1.2 Tujuan Penulisan

1.2.1 Tujuan Umum

Setelah melakukan pengkajian diharapkan penulis dapat meningkatkan

pengetahuan dan kemampuan dalam mengetahui kasus mengenai Hemoroid

1.2.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusus yang ingin dicapai penulis setelah pelaksanaan asuhan

keperawatan adalah:

1. Mampu memahami tentang konsep dasar asuhan keperawatan pada pada

pasien dengan Hemoroid


2. Mampu melaksanakan pengkajian dalam memberikan asuhan

keperawatan pada pasien dengan Hemoroid

3. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada pada pasien dengan

Hemoroid

4. Mampu merencanakan tindakan keperawatan pada pasien dengan

Hemoroid

1.3 Manfaat Penulisan

1.3.1 Bagi Institusi Pendidikan

Hasil penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan

ilmu pengetahuan khususnya di bidang Keperawatan Medikal Bedah pada

pasien hemoroid

1.3.2 Bagi Penulis

Hasil penulisan karya ilmiah ini diharapkan memberikan pengetahuan dan

memperkaya pengalaman bagi penulis dalam memberikan dan menyusun

asuhan keperawatan pada pasien hemoroid sebagai salah satu syarat

menyelesaikan pendidikan program profesi ners STIKES NU TUBAN

1.3.3 Bagi Klien

Membantu klien dalam memperoleh informasi penting tentang penyakit

hemoroid
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Konsep Dasar

2.1.1 Pengertian Hemoroid

Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus

yang berasal dari plexus homorrhoidalis. Hemoroid eksterna adalah pelebaran

vena yang berada dibawah kulit (subkutan) di bawah atau luar linea dentate.

Hemoroid interna adalah pelebaran vena yang berada dibawah mukosa

(submukosa) diatas atau di dalam linea dentate. (Sudoyo Aru,dkk 2009 dalam

NANDA NIC NOC 2015).

2.1.2 Etiologi Hemoroid

Hemoroid timbul karena dilatasi, pembengkakan atau inflamasi vena,

hemoroid disebabkan oleh faktor-faktor resiko/pencetus, seperti :

1. Mengedan saat buang air besar (BAB) yang sulit

2. Pola buang air besar yang salah (lebih banyak menggunakan jamban

duduk, terlalu lama duduk di jamban sambil membaca, merokok)

3. Peningkatan tekanan intra abdomen karena tumor (tumor udud, tumor

abdomen)

4. Kehamilan (disebabkan tekanan jenis pada abdomendan perubahan

hormonal)

5. Usia tua

6. Konstipasi kronik
7. Diare akut yang berlebihan dan diare kronik

8. Hubungan seks peranal

9. Kurang minum air dan kurang makan-makanan berserat (sayur dan buah)

10. Kurang olahraga/imobilisasi

(Nurarif.A.H. dan Kusuma.H. (2015). APLIKASI Asuhan Keperawatan

Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC.Jogjakarta:

MediAction.

2.1.3 Tanda dan Gejala

1. Tanda

1) Perdarahan

Umumnya merupakan tanda pertama hemoroid interna trauma oleh feses

yang keras. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak

bercampur dengan feses. Walaupun berasal dari vena, darah yang keluar

berwarna merah segar karena kaya akan zat asam, jumlahnya bervariasi

2) Nyeri

Nyeri yang hebat jarang sekali ada hubungannya dengan hemoroid

interna dan hanya timbul pada hemoroid eksternayang mengalami

trombosis dan radang.

2. Gejala

1) Anemia dapat terjadi karena perdarahan hemoroid yang berulang


2) Jika hemoroid bertambah besar dapat terjadi prolap, awalnya dapat

tereduksi spontan

3) Pada tahap lanjut pasien harus memasukkan sendiri setelah defekasi dan

akhirnya sampai pada suatu keadaan dimana tidak dapat dimasukkan

4) Keluarnya mukus dan terdapatnya feses pada pakaian dalam merupakan

ciri hemoroid yang mengalami prolap menetap

5. Rasa gatal karena iritasi perianal dikenal sehingga pruritis anus

rangsangan

2.1.4 Klasifikasi dan Derajat

1. Derajat 1:

Pemebesaran hemoroid yang tidak prolaps keluar kanal anus, hanya dapat

dilihat dengan anorektoskop

2. Derajat 2:

Pemebesaran hemoroid yang prolaps dan menghilang atau masuk sendiri

kedalam anus atau spontan

3. Derajat 3:

Pemebesaran hemoroid yang prolaps dapat masuk lagi kedalam anus

dengan bantuan dorongan jari

4. Derajat 4:

Prolaps hemoroid yang permanen rentan dan cenderung untuk mengalami

trombosis dan dan infark


2.1.5 Manifestasi Klinis

1. Timbul rasa gatal dan nyeri

2. Perdarahan berarna merah terang saat defekasi

3. Pembkakan pada area anus

4. Nekrosis pada area sekitar anus

5. Perdarahan atau prolaps

2.1.6 Patofisiologi

Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan oleh gangguan aliran

balik dari vena hemoroidalis. Telah diajukan beberapa faktor etiologi yaitu

konstipasi, diare, sering mengejan, kongesti pelvis pada kehamilan, pembesaran

prostat, fibroid uteri, dan tumor rektum. Penyakit hati kronisyang disertai

hipertensi portal sering mengakibatkan hemoroid, karena vena hemoroidalis

superiormengalirkan darah ke sistem portal. Selain itu sistem portaltidak

mempunyai katup, sehingga mudah terjadi aliran balik.

WOC (Web Of Caution)

Konstipasi Penekanan Peningkatan Nutrisi kurang


v
intra abdomen tekanan vena serat
hemoroid

Pre Op Post Op

Resiko Injuri Psikologis

2.1.7 Pemeriksaan
Trauma defekasiPenunjan MK: resiko MK: ansietas Ketakutan
perdarahan
1. Pemeriksaan Colok Dubur

Diperlukan untuk menyingkirkan kemugkinan karsinoma rektum. Pada

hemoroid internatidak dapat diraba sebab tekanan vena di dalamnya tidak

cukup tinggi dan biasanya tidak nyeri

2. Anoskop

Diperlukan untuk melihat hemoroid interna yang tidak menonjol keluar

3. Proktosigmoidoskopi

Untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh proses radang

atau proses keganasan di tingkat yang lebih tinggi

2.1.8 Penatalaksanaan

1. Keperawatan

Hemoroid merupakan sesuatu yang fisiologis, maka terapi yang dilakukan

hanya untuk menghilangkan keluhan, bukan untuk menghilangkan pleksus

hemoroid. Pada hemoroid derajat I dan II terapi yang diberikan berupa

terapi lokal dan himbauan tentang perubahan pola makan. Dianjurkan untuk

banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah yang banyak mengandung

air. Hal ini untuk memperlancar buang air besar sehingga tidak perlu

mengejan secara berlebihan. merendam anus dalam air selama 10-15 menit

3 kali sehari. Pasien dinasehatkan untuk tidak banyak duduk atau tidur,

namun banyak bergerak/jalan. Pasien harus banyak minum 30-40

cc/kgBB/hari, dan harus banyak makan serat (dianjurkan sekitar 30

gram/hari) seperti buah-buahan, sayuran, sereal dan bila perlu suplementasi

serat komersial. Makanan yang terlalu berbumbu atau terlalu pedas harus

dihindari
2. Medis

1) Penatalaksanaan Koservatif

a. Koreksi konstipasi jika ada, meningkatkan konsumsi serat, laksatif,

dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi

seperti kodein

b. Perubahan gaya hidup lainnya seperti meningkatkan konsumsi

cairan, menghindari konstipasi dan mengurangi mengejan saat

buang air besar

c. Kombinasi antara anestesi lokal, kortikosteroid, dan antiseptik dapat

mengurangi gejala gatal-gatal dan rasa tak nyaman pada hemoroid.

Penggunaan steroid yang berlama-lama harus dihindari untuk

mengurangi efek samping. Selain itu suplemen flavonoid dapat

membantu mengurangi tonus vena, mengurangi hiperpermeabilitas

serta efek antiinflamasi meskipun belum diketahui bagaimana

mekanismenya

2.1.9 Pencegahan

1. Konsumsi makanan tiggi serat seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan

kacang-kacangan karena dapat membuat feses menjadi lunak sehigga

mengurangi proses mengedan dan tekanan pada vea anus

2. Minuman air sebanyak 6-8 gelas sehari agar tubuh kita tidak

kekurangan cairan tubuh

3. Melakukan kegiatan seperti olahraga rutin (seperti : jogging, senam,

berenang)
4. Mengubah kebiasaan buang air besar. Bila ingin buang air besar

segeralah ke kamar mandi karena akan menyebabkan feses menjadi

keras dan jangan duduk terlalu lama

2.2 Asuhan Keperawatan Teoritis

Asuhan keperawatan adalah serangkaian tindakan sistematis

berkesinambungan, yang meliputi tindakan untuk mengidentifikasi masalah

kesehatan individu atau kelompok, baik actual maupun potensial kemudian

merencanakan tindakan untuk menyelesaikan, mengurangi, atau mencegah

terjadinya masalah baru dan melaksanakan tindakan atau menugaskan orang lain

untuk melaksanakan tindakan keperawatan serta mengevaluasi keberhasilan dari

tindakan yang dikerjakan

2.2.1 Pengkajian

1. Biodata

Identitas Pasien : Nama/Inisial, umur, jenis kelamin, status, agama,

pekerjaan, pendidikan, alamat, no MR, ruang rawat, tanggal masuk,

tanggal pengkajian.b.Identitas Penanggung Jawab : Nama/Inisial, umur,

jenis kelamin, hubungan keluarga, pekerjaan, alamat

2. Alasan Masuk/Keluhan Utama

Keluhan utama merupakan hal yang pertama kali dikeluhkan klien kepada

perawat / pemeriksa

3. Riwayat Kesehatan

1) Riwayat Kesehatan Sekarang

Riwayat kesehatan sekarang merupakan pengembangan dari keluhan

utama yang mencakup PQRST. Adapun hal –hal yang harus


diperhatikan saat melakukan pengkajian riwayat kesehatan sekarang

klien, yaitu:

a. Apakah ada rasa gatal, panas / terbakar dan nyeri pada saat

defekasi

b. Adakah nyeri abdomen

c. Apakah ada perdarahan di rectum, seberapa banyak, seberapa

sering, dan apa warnanya (merah segar atau warna merah tua)

d. Bagaimana pola eliminasi klien, apakah seing menggunakan

laktasif atau tidak

2) Riwayat Kesehatan Dahulu

Tanyakan pada klien apakah dahulu pernah mengalami hal yang sama,

kapan terjadinya, bagaimana cara pengobatannya. Apakah memiliki

riwayat penyakit yang dapat menyebabkan hemoroid atau yang dapat

menyebabkan kambuhnya hemoroid

3) Riwayat Kesehatan KeluargaTanyakan apakah keluarga klien memiliki

riwayat penyakit menular (seperti TBC, HIV/AIDS, hepatitis, dll)

maupun riwayat penyakit keturunan (seperti hipertensi, Diabetes,

asma, dll)

4. Pemeriksaan Fisik

1) Keadaan Umum Klien

Penampilan klien, ekspresi wajah, bicara, mood, berpakaian dan

kebersihan umum, tinggi badan, BB, gaya berjalan.2)Tanda-tanda

VitalPemeriksaan pada tanda-tanda vital mencakup : suhu, nadi,

pernapasan dan tekanan darah.Pemeriksaan fisik pada pasien hemoroid


biasanya seperti pemeriksaan fisik pada umumnya, tetapi pada saat

pemeriksaan rectum dilakukan hal –hal sebagai berikut :Pasien

dibaringkan dengan posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan

dada menempel pada tempat tidur (posisi genupectoral / kneechest)

2) Inspeksia

a. Pada inspeksi lihat apakah ada benjolan sekitar anus

b. Apakah benjolan terlihat saat prolaps

c. Bagaimana warnanya, apakah kebiruan, kemerahan, atau

kehitaman

d. Apakah benjolan tersebut terletak diluar atau didalam (internal /

eksternal)

5. Data Biologis

Di kaji kegiatan/aktivitassehari-hari pasien seperti : saat sehat porsi makan

selalu habis minumnya pun 7-8 L/hari atau saatsakitporsi makannya tidak

habis atau ½ porsi, dalam pengkajian eliminasisaat sehat BAB rutin dalam

sehari 2-3 kali dan tidak ada kesulitan dan BAK juga rutin dalam sehari 9-

10 kali dan tidak ada kesulitan,dan saat sakit BAB dan BAK pasien

mengalami kesulitan seperti halnya BAB sulit mengedan atau konsistensi

cair dan BAK terganggu sehingga dipasang kateter

6. Riwayat Alergi

Di kaji melalui pasien atau keluarga pasien riwayat alergi pasien baik

makanan, minuman, maupun obat-obatannya.

2.2.2 Kemungkinan Diagnosis yang Muncul

1. Pre Operasi
1) Risiko Perdarahan

2) Risiko Konstipasi

3) Risiko Ketidakseimbangan Cairan

2. Post Operasi

1) Ansietas

2) Intoleransi Aktivitas

3) Risiko Infeksi

4) Nyeri Akut

2.2.3 Rencana Asuhan Keperawatan

1. Pre Op

1) Diagnosis Keperawatan :Risiko Perdarahan

a. Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama3x24

jampasiendapat mengurangi risiko mengalami kehilangan darah

baik internal maupun eksternal.

b. Intervensi

Observasi :

a) Monitor tanda dan gejala perdarahan

b) Monitor nilai hematokrit/hemoglobin sebelum dan setelah

kehilangan darah

c) Monitor tanda-tanda vital ortostatik

d) Monitor koagulasi

2) Diagnosis Keperawatan: Risiko Konstipasi

a. Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama3x24

jampasiendapat mengurangi risiko mengalami kesulitan dan

penegeluaran feses tidak lengkap.Kriteria Hasil :1. Kontrol

pengeluaran feses meningkat2. Keluhan defekasi lama dan sulit

b. Intervensi

Observasi :

a) Identifikasi faktor risiko konstipasi (mis. asupan serat tidak

adekuat, asupan cairan tidak adekuat, aganglionik, kelemahan

otot abdomen, aktivitas fisik kurang)

b) Monitor tanda dan gejala konstipasi (mis. defekasi kurang 2

kali seminggu, defekasi lama / sulit, feses keras, peristaltik

menurun)

2. Post Op

1) Diagnosis Keperawatan : Ansietas

a. Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama2x24 jam

pasiendapat mengurangi kecemasan.Kriteria Hasil :1. Verbalisasi

kebingungan menurun

b. Intervensi

Reduksi Ansietas Observasi:

a) Identifikasi saat tingkat ansietas berubah (mis. Kondisi, waktu,

stressor)

b) Identifikasi kemampuan mengambil keputusan

c) Monitor tanda-tanda ansietas (verbal dan nonverbal)


2.2.4 Implementasi

Implementasi yang merupakan komponen dari proses keperawatan adalah

kategori dari prilaku keperawatan dimana tindakan yang diperlukan untuk

mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan keperawatan

dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan

keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan.

Namun demikian, di banyak lingkungan perawatan kesehatan,

implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. (Potter

& Harry, 2005)

2.2.5 Evaluasi

Evaluasi adalah langkah terakhir dalam asuhan keperawatan, evaluasi

dilakukan dengan pendekatan SOAP (data subjektif, data objektif, analisa

dan planning). Dalam evaluasi ini dapat ditemukan sejauh mana

keberhasilan rencana tindakan keperawatan yang harus dimodifikasi.


BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN

HEMOROID

3.1 Studi Kasus

Seorang perempuan usia 52 tahun dirawat di RS dengan keluhan keluar darah

segar saat BAB sudah 3 hari dan terasa nyeri sekali. Hasil pemeriksaan fisik:

terdapat prolaps didaerah perianal yang tidak dapat dimasukan dengan jari.

Tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 88/menit, RR 20/menit, suhu 37°C

3.2 Pengkajian

3.2.1 Identitas Pasien/Klien

 Nama/Inisial : Ny P

 Umur : 52 Tahun

 Jenis Kelamin : Perempuan

 Tgl Masuk : 05 Juni 2019

 Status: Menikah

 Tgl Pengkajian : 10 November 2020

 Agama : Islam

 Pekerjaan : -

 Pendidikan : -

3.2.2 Alasan Masuk

Pasien dirawat di RS dengan keluhan keluar darah segar saat BAB sudah 3

hari dan terasa nyeri sekali.

3.2.3 Riwayat Penyakit Sekarang


1. Keluhan Utama : keluar darah segar saat BAB selama 3 hari dan

terasa nyeri

2. Riwayat Penyakit Sekarang : hemorid

2.2.4 Riwayat Penyakit Dahulu

1. Riwayat Penyakit Kronik dan Menular ya, jenis : ................... tidak

3. Riwayat Penyakit Alergi ya, jenis : ................ tidak

4. Riwayat Operasi ya, jenis : ............... tidak

2.2.5 Riwayat Penyakit Keluarga

Ya .... tidak ...

2.2.6 Observasi Dan Pemeriksaan Fisik

1. Tanda-tanda vital

Keadaan umum baik sedang lemah

S: 37 ºC N : 88 x/mnt TD : 140/90 mmHg

RR : 20 x/mnt

MASALAH KEPERAWATAN :

2. Sistem Pernafasan (B1)

 Pola nafas irama:  Teratur  Tidak teratur

 Jenis  Dispnoe  Kusmaul  Ceyne Stokes Lain-

lain:

 Pernafasan cuping hidung ada tidak

 Septum nasi simetris tidak simetris

 Lain-lain:

 Bentuk dada simetris asimetris barrel chest

Funnel chest Pigeons chest


 Keluhan sesak batuk nyeri waktu napas

 Irama napas teratur tidak teratur

 Suara napas vesiculer ronchi D/S wheezing D/S

rales D/S

MASALAH KEPERAWATAN :

3. Sistem Kardiovakuler (B2)

 Keluhan nyeri dada ya tidak

 CRT < 3 detik > 3 detik

 Konjungtiva pucat ya tidak

 JVP normal meningkat menurun

 Bunyi jantung:  Normal  Murmur  Gallop lain-

lain

 Irama jantung:  Reguler  Ireguler S1/S2 tunggal  Ya

 Tidak

 Akral:  Hangat  Panas  Dingin kering

 Dingin basah

MASALAH KEPERAWATAN :

4. Sistem Persarafan (B3)

 Kesadaran composmentis

apatis somnolen sopor koma

GCS :

 Keluhan pusing ya tidak

 Pupil isokor anisokor


 Nyeri tidak ya, skala nyeri :

lokasi :

 Refleks fisiologis:  patella  triceps  biceps lain-

lain:

 Refleks patologis:  babinsky  budzinsky  kernig lain-lain

MASALAH KEPERAWATAN :

5. Pengindraan

 Penglihatan (mata)

Pupil :  Isokor  Anisokor  Lain-lain:

Sclera/Konjungtiva :  Anemis  Ikterus  Lain-lain:

Lain-lain :

 Pendengaran/Telinga:

Gangguan pendengaran :  Ya  Tidak Jelaskan:

Lain-lain :

 Penciuman (Hidung)

Bentuk :  Normal  Tidak Jelaskan:

Gangguan Penciuman :  Ya  Tidak Jelaskan:

Lain-lain

MASALAH KEPERAWATAN :

6. Sistem Perkemihan (B4)

 Keluhan : kencing menetes inkontinensia retensi

gross hematuri disuria poliuri

oliguri anuri

Alat bantu (kateter, dll) ya tidak


 Kandung kencing : membesar ya tidak

nyeri tekan : ya tidak

 Produksi urine :................ ml/hari warna : .................

bau :..................

 Intake cairan : oral :.............cc/hr

parenteral : ...................cc/hr

MASALAH KEPERAWATAN :

7. Sistem Pencernaan (B5)

 TB : cm BB : kg

 Mukosa mulut : lembab kering merah

stomatitis

 Tenggorokan nyeri telan sulit menelan

 Abdomen supel tegang nyeri tekan,

Luka operasi jejas lokasi :

Pembesaran hepar ya tidak

Pembesaran lien ya tidak

Ascites ya tidak

Mual ya tidak

Muntah ya tidak

Terpasang NGT ya tidak

Bising usus :..........x/mnt

 BAB : 3x/hr, konsisten lunak cair lendir/darah

konstipasi inkontinensia kolostomi

Diet padat lunak cair


Frekuensi :2-3x/hari jumlah:............... jenis : berwarna

merah segar

MASALAH KEPERAWATAN : Diare

8. Sistem Muskuloskeletal dan Integumen (B6)

 Kekuatan otot

5 5

5 5

 Pergerakan sendi bebas terbatas

 Kelainan ekstremitas ya tidak

 Kelainan tlg. belakang ya tidak

 Fraktur ya tidak

 Traksi/spalk/gips ya tidak

 Kompartemen sindrom ya tidak

 Kulit ikterik sianosis kemerahan hiperpigmentasi

 Akral hangat panas dingin kering basah

 Turgor baik kurang jelek

 Odema:  Ada  Tidak ada Lokasi : benjolan

pada anus

 Luka : jenis : prolaps luas : ............... bersih kotor

MASALAH KEPERAWATAN : Nyeri akut

9. Sistem Endokrin

 Pembesaran kelenjar tyroid ya tidak


 Pembesaran kelenjar getah bening ya tidak

 Hiperglikemia  Ya  Tidak Hipoglikemia  Ya

 Tidak

 Luka gangrene  Ya  Tidak Pus  Ya

 Tidak

MASALAH KEPERAWATAN

2.2.7 Pengkajian Spiritual

 Kebiasaan beribadah sering kadang-kadang tidak pernah

MASALAH KEPERAWATAN :

2.2.8 Personal Hygiene

 Mandi: 2x sehari :

 Sikat gigi : 2x / hari

 Keramas 2x/ hari :

 Memotong kuku: 1/ minggu

 Ganti pakaian : 2xx/ hari

MASALAH KEPERAWATAN

2.2.9 Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium, radiologi, EKG, USG)

1. Pemeriksaan Laboratorium

No Jenis Pemeriksaan Hasil SatuanNilai Normal


1. HGB 15,0 g/dL P : 13,0 –16,0

W : 12,0 –

14,0
2. RBC 6,29 106/mm P : 4,5 –5,5

W : 4,0 –5,0
3. HCT 39,4 % P : 40,0 –48,0

W : 37,0 –
43,0
4. Kalium 4,10 mEq/l 3,5 -5,5
5. Natrium 133,9 mEq/l 135 –147
6. Khlorida 101,7 mEq/l 100 –106
7. MCV 85,4 fL 80 –97

Tuban,.................................

Perawat Primer,

(.............................................)

3.3 Analisa Data


DATA ETIOLOGI MASALAH

DS: Iritasi Diare

 Pasien mengatakan nyeri


pada abdomen-Pasien
mengatakan ada BAB
darah sebanyak 3x/hari
 Pasien mengatakan BAB
cair
 Pasien mengatakan tidak
nyaman

DO:

 Pasien tampak gelisah


 Skala nyeri 7-10
 TTV
TD: 140/90mmHg
N: 88/menit
S:37°C
RR: 20/menit

DS: Agen cedera fisiolgis Nyeri Akut

 Pasien mengatakan nyeri


pada anus
 Pasien mengatakan nyeri
disebabkan karena adanya
benjolan pada anus
 Pasien mengatakan nyeri
yang dirasakan di anus
terasa diiris-iris
 Pasien mengatakan skala
nyeri yang dirasakan pada
anus sangat nyeri skala 7-
10

DO :

 Pasien tampak ada


benjolan di anusnya
 Pasien tampak meringis
 Pasien tampak gelisah
 Skala nyeri di anus 7-10
 TTV
TD: 140/90mmHg
N: 88/menit
S:37°C
RR: 20/menit

3.4 Diagnosa keperawatan

1. nyeri akut b.d cedera fisiologis

2. diare b.d iritasi

INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosis Tujuan Intervensi
Nyeri akut b.d Tujuan Manajemen Nyeri
cedera fisiologis Setelah dilakukan Observasi:
tindakan 1. Identifikasi lokasi,
DS: keperawatan selama karakteristik, durasi,
 Pasien mengatakan 30 menit pasien frekuensi, kualitas,
nyeri pada anus dapat mengontrol intensitas nyeri
 Pasien mengatakan nyeri 2. Identifikasi skala nyeri
nyeri disebabkan Kriteria Hasil : 3. Identifikasi respon nyeri
karena adanya 1. Keluhan nyeri non verbal
benjolan pada anus menurun 2. Meringis Terapeutik:
 Pasien mengatakan menurun 1. Kontrol lingkungan yang
nyeri yang memperberat rasa nyeri
dirasakan di anus 2. Edukasi
terasa diiris-iris 1. Jelaskan penyebab,
 Pasien mengatakan periode, dan pemicu
skala nyeri yang nyeri
dirasakan pada 2. Jelaskan strategi
anus sangat nyeri meredakan nyeri
skala 7-10 3. Mengajarkan teknik
DO : nonfarmakologis /
 Pasien tampak ada mengajarkan teknik
benjolan di relaksasasi nafas
anusnya dalam untuk
 Pasien tampak mengurangi rasa nyeri
meringis Kolaboratif
1. Kolaborasi dengan
 Pasien tampak
dokter
gelisah
 Skala nyeri di anus
7-10
 TTV
TD: 140/90mmHg
N: 88/menit
S:37°C
RR: 20/menit

Diare b.d iritasi Tujuan : Manajemen Diare


DS: Setelah dilakukan Observasi:
 Pasien mengatakan tindakan 1. Identifikasi penyebab
nyeri pada keperawatan selama diare
abdomen-Pasien 30 menit pasien 2. Identifikasi riwayat
mengatakan ada dapat mengontrol pemberian makanan
BAB darah diare dengan asupan 3. Monitor warna,
sebanyak 3x/hari makanan volume, frekuensi,
 Pasien mengatakan Kriteria Hasil : dan konsistensi tinja
BAB cair 1. Kontrol Terapiutik
 Pasien mengatakan pengeluaran feses 1. Berikan cairan asupan
tidak nyaman 2. Distensi oral
DO: abdomen 2. Ambil sampel feses
 Pasien tampak menurun untuk kultur
gelisah 3. Mengejan saat Edukasi
 Skala nyeri 7-10 defekasi menurun 1. Anjurkan makanan
 TTV porsi kecil dan sering
TD: 140/90mmHg secara bertahap
N: 88/menit 2. Anjurkan
S:37°C menghindari makanan
RR: 20/menit pembentuk gas,
pedasdan
mengandung laktosa
Kolaborasi
1. Kolaborasi dengan
tim medis lainya

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Diagnos Tangg Tujuan Impelementasi T


a al dan
Jam T

D
Nyeri 09 Tujuan 1. Mengidentifikasi
akut b.d novem Setelah dilakukan lokasi, karakteristik,
cedera ber tindakan keperawatan durasi, frekuensi,
fisiologis 2020 selama 30 menit pasien kualitas, intensitas
Jam dapat mengontrol nyeri nyeri
10.00- Kriteria Hasil : 2. Mengidentifikasi
10.30 1. Keluhan nyeri skala nyeri
menurun 3. Mengidentifikasi
2. Meringis respon nyeri non
menurun verbal
4. Menjelaskan
penyebab, periode,
dan pemicu nyeri
5. Menjelaskan strategi
meredakan nyeri
6. Mengajarkan teknik
nonfarmakologis /
mengajarkan teknik
relaksasasi nafas
dalam untuk
mengurangi rasa
nyeri
Diare b.d 09 Tujuan : 1. Mengidentifikasi
novem Setelah dilakukan penyebab diare
iritasi ber tindakan keperawatan 2. Mengdentifikasi
2020 selama 30 menit pasien riwayat pemberian
dapat mengontrol diare makanan
Jam dengan asupan 3. Memonitor warna,
13.20- makanan volume, frekuensi,
10.50 Kriteria Hasil : dan konsistensi tinja
1. Kontrol 4. Memberikan cairan
pengeluaran asupan oral
feses 5. Mengambil sampel
2. Distensi abdomen feses untuk kultur
menurun 6. Meberikan makanan
Mengejan saat defekasi porsi kecil dan sering
secara bertahap
menurun

EVALUASI KEPERAWATAN

Diagnosa Tanggal dan Evaluasi TTD


Jam
Nyeri akut Selasa S:
b.d cedera 10 Nov 2020  Pasien mengatakan nyeri
fisiologis Pukul
09.00 WIB berkurang
O:
 Pasien tampak sedikit tersenyum
 Pasien tampak terlihat sedikit
nyaman
 TTV
TD: 140/90mmHg
N: 88/menit
S:37°C
RR: 20/menit
A:
 Masalah teratasi sebagiaan
P:

 Intervensi dilanjutkan

Diare b.d Selasa S:


10 Nov 2020  Pasien mengatakan nyeri abdomen
iritasi Pukul berkurang
10.00 WIB  Pasien mengatakan bab darah
berkurang
O:
 Pasien tampak tersenyum
 Pasien terlihat nyaman
 TTV
TD: 140/90mmHg
N: 88/menit
S:37°C
RR: 20/menit
A:
 Masalah teratasi sebagiaan
P:

 Intervensi dilanjutkan

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Dari hasil pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan Hemoroid di

RS. Hemoroid adalah varikositis akibat pelebaran (dilatasi) pleksusvena hemoroid

eksterna

Didalam pengkajian ditemukan masalah pada pasien adalah pasien hemoroid

dengan keadaan pre operasi dengan 2 diagnosis keperawatan yaitu diare

berhubungan dengan iritasi, nyeri akut berhubungan dengan agen cedera

fisiologis.

4.2 SARAN

4.2.1 Bagi Penulis

Dapat meningkatkan kualitas dan mutu dalam memberikan asuhan

keperawatan dan mengembangkan ilmu keperawatan menjadi lebih maju

4.2.2 Bagi Institusi Pendidikan

Menambah referensi-referensi di perpustakaan. Peningkatan kualitas dan

pengembangan mahasiswa melalui Studi Kasus agar dapat menerapkan

asuhan keperawatan secara komprehensif

DAFTAR PUSTAKA

Maulana Y R, Danang samudro, 2020, efek inflamasi ekstrak tanaman pagoda


terhadap hemoroid, di akses pada 10 november 2020,
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPP//article//d
ownload/82/63/
Nurarif Huda Amin, 2015, Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa
Medis dan NANDA NIC—NOC Jilid 2, Tamantirto, Kasihan Bantul,
Jogjakarta
Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2016, Standrat Diagnosis Keperawatn Indonesia
Definisi Dan Indikator Diagnosis, J.Raya Lenteng Agung No 64
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610
Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2018, strandart Intervensi Keperawatan Indonesia
Definisi Dan Tindakan Keperawatan, , J.Raya Lenteng Agung No
64 Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610

Anda mungkin juga menyukai