Anda di halaman 1dari 36

Dasar-Dasar

Vaksinasi
dr. Erwin Setiawan
Bagian Pelayanan
Unit Klinik dan Imunisasi Bio Farma
Outline
• Imunicare
• Manfaat Vaksinasi
• Jenis Vaksin
• Program Vaksinasi di Indonesia
• Prosedur Vaksinasi
• Pro dan kontra Program Imunisasi
Imunicare
Solution To Immunity

Mitra Imunicare : Praktek Dokter,


Imunicare merupakan atau bagian dari Klinik/Rumah
Brand outlet layanan Sakit
vaksinasi dari Bio Farma Pengembangan: Kemitraan -
yang lengkap, berkualitas Chanelling
dengan harga yang
terjangkau
One Stop Vaccination Center
Customer Segment

• Vaksinasi untuk segala usia:


- Bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lansia.

• Vaksinasi untuk berbagai kebutuhan:


- Bepergian ke luar negeri (ibadah umroh, jalan-jalan, studi,
magang, bekerja).
- Vaksinasi bagi keluarga, ibu hamil & calon pengantin.
- Vaksinasi bagi karyawan perusahaan (sesuai risiko).
- Vaksinasi bagi instansi pendidikan dan profesi (sesuai risiko).
Cold Chain System

Price to Value

Comfort

Expert

Keunggulan Imunicare
CHANNEL IMUNICARE
1.Website : www.imunicare.biofarma.co.id
2.Media Sosial; Instagram, Twiter, Facebook, Youtube:
@imunicareid
3.Bio Care 1500810
4.Wa: 082121511511

Mail: imunicare@biofarma.co.id
Vaksin
Produk biologi yang berisi antigen berupa
mikroorganisme yang sudah mati atau masih
hidup yang dilemahkan, masih utuh atau
bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme
yang telah diolah menjadi toksoid atau protein
rekombinan, yang ditambahkan dengan zat
lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang Antigen (Ag) = Antibodi Generator
akan menimbulkan kekebalan spesifik secara
aktif terhadap penyakit tertentu
Imunisasi

Alamiah Buatan

Pasif:
Pasif: Aktif: Aktif:
• Anti Serum
Antibodi via Infeksi Vaksin
• Immuno
kolostrum kuman
globulin
Perbedaan Vaksin & Anti Serum
Vaksin Anti Serum

Antibodi dihasilkan di dalam tubuh Antibodi sudah siap pakai


(imunisasi aktif) (Imunisasi Pasif)

Long-term immunity Temporary immunity

Diberikan pada orang yang sedang


Diberikan pada orang sehat
dalam keadaan sakit atau luka
ANTI SERUM VAKSIN
PERBEDAAN VAKSIN &
ANTI SERUM

Titer Anti Body

0 Hari 2 Minggu
Tujuan dan Manfaat Imunisasi
• Melindungi Individu terhadap • Membentuk keluarga sehat dan
penyakit yang dapat dicegah produktif
dengan Imunisasi • Melindungi risiko dari kecacatan dan
• Mengurangi Prevalensi Penyakit kematian
pada masyarakat • Dapat memutus rantai penularan
• Eradikasi Penyakit penyakit infeksi
• Dapat menimbulkan Kekebalan
Kelompok/ Herd Immunity

Investasi sehat yang cost effective karena relative murah dan efektif dalam memberikan
perlindungan
Herd Immunity (Kekebalan Komunitas)

ERADIKASI

Jumlah besar komunitas


Kuman diimunisasi
Orang yang diimunisasi
Orang yang tidak diimunisasi
Sakit, meninggal
Kisah Sukses Vaksin Cacar Api
Kasus terakhir tahun 1977
Eradikasi pada tahun 1979
Kisah Sukses Vaksin Polio

2015,
2 endemic
countries
Sumber: CDC & WHO
JENIS VAKSIN
MENURUT KONDISI ANTIGENNYA:
1. Vaksin Hidup
2. Vaksin Inactivated

MENURUT JENIS ANTIGENNYA


1. Vaksin bakteri
2. Vaksin virus
Jenis Vaksin

Vaksin Bakteri Vaksin Virus

• Parotitis • OPV
• BCG • Campak •Rotavirus
• Rubela • Yellow
Vaksin • Varisela
Hidup Fever

• Difteria • Meningo • Influenza


• Tetanus • Pneumo
• Pertusis • Hib • IPV • Hepatitis B
Vaksin
• Typhim Vi • Rabies • Hepatitis A
Inaktif
• Kolera • HPV
Program vaksinasi di Indonesia :
 Permenkes No12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.
 Berdasarkan jenis penyelenggaraannya, Imunisasi dikelompokkan menjadi Imunisasi Program
dan Imunisasi Pilihan.
1. Imunisasi Program Terdiri dari :
A. Imunisasi rutin :
 Dasar – Bayi<1 tahun : BCG, Polio, Hepatitis B-DPT, HIB, MR
 Lanjutan/ulangan/booster: Baduta, Usia SD (BIAS), WUS (Wanita Usia Subur)-Td
B. Imunisasi tambahan –untuk melengkapi imunisasi dasar, tidak menghapus kewajiban yang rutin,
berdasarkan kejadian epidemiologis.
C. Imunisasi khusus- keadaan KLB, persiapan keberangkatan Haji

2. Imunisasi Pilihan
Imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi
yang bersangkutan dari penyakit tertentu. Misalnya Vaksin : pneumonia dan meningitis, diare yang
disebabkan oleh rotavirus; influenza; cacar air (varisela); demam tifoid; hepatitis A; kanker leher rahim
yang disebabkan oleh Human Papillomavirus; hepatitis B pada dewasa; dan lainnya
Jadwal Imunisasi
USia Vaksin Ket
Dasar
0-24 Jam Hep B Terbaik 12 jam setelah lahir, Maksimal 7 Hari
1 Bulan BCG, OPV 1 Sebelum pulang, maks 3 bulan, optimal 2 bulan Bila >3 bln- Uji tuberkulin
2 Bulan DPT-HB-HIB 1, OPV 2 Paling cepat 6 minggu
3 Bulan DPT-HB-HIB 2, OPV 3
4 Bulan DPT-HB-HIB 3, OPV4, IPV
9 Bulan MR
Lanjutan
18 Bulan DPT-HB-HIB 4 12 Bulan dari DPT-HB-HIB yang ke 3
18 Bulan MR 6 Bulan dari yang pertama
BIAS
Kls 1 SD MR- Agustus
DT November
Kls 2 SD Td November
Kls 5 SD Td November, kemudian booster setiap 10 tahun
Pilihan
6-14 minggu Rotavirus (Monovalen) dosis ke 2 interval 4 minggu, selesai tidak boleh melampaui 24 minggu
6-14 minggu Rotavirus (Pentavalen) 3 dosis, interval 4-10minggu, ke 3 maks 32 minggu
>12 Bulan Varicella Bila diberikan>12 tahun perlu 2 dosis interval min 4 minggu
Mulai 10th HPV Bivalen- 0-1-6, Tetravalen 0-2-6
6bln-3th Influenza 2 dosis, interval 4 minggu, dosis 0.25ml
3th-9th Influenza 2 dosis, interval 4 minggu, dosis 0,5ml
Prosedur Vaksinasi
Pencegahan Infeksi
• Cuci Tangan Sebelum pemberian imunisasi,
• Sarung Tangan
• Tidak Recapping dan Buang ke Disposafe
Semprit yang sudah dipakai, tidak boleh ditutup kembali (recapping)
dan harus dibuang ke dalam kotak tidak tembus jarum seperti
Disposafe. Semprit dan jarum bekas jangan dikeluarkan lagi dari
kotak untuk dipindahkan ke kotak lain. Jika sudah penuh, segera
ditutup rapat agar ketika dibawa ke tempat penghancuran tidak
tumpah keluar.
Anamnesis
1. Memberi salam dan memperkenalkan diri kepada pasien/orangtua, dilanjutkan dengan
melakukan tanya jawab dengan orangtua
2. Menanyakan identitas pasien seperti nama, tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat dan
bila perlu nomor telepon yang dapat dihubungi
3. Menanyakan jadwal imunisasi yang telah diberikan dan melihat catatan imunisasi yang
ada.
4. Selain itu perlu menanyakan, apakah ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang
terjadi setelah imunisasi sebelumnya.
Anamnesis
4. Memberikan penjelasan kepada orang tua mengenai manfaat
5. Memberikan penjelasan mengenai jenis vaksin yang akan diberikan sesuai jadwal
yang ada dan cara penyuntikan yang akan dilakukan.
6. Orang tua juga perlu mendapat penjelasan efek samping imunisasi yang mungkin
terjadi dan cara menanggulanginya.
Pemeriksaan Fisik
1. Tujuan: untuk meyakinkan bahwa pasien dalam keadaan sehat dan
tidak terdapat kontraindikasi pemberian imunisasi.
2. Pemeriksaan fisik dilakukan secara lege artis dan menyeluruh,
dimulai dari antropometri, tanda vital, dan pemeriksaan fisik dari
kepala hingga kaki.
3. Pastikan anak tidak demam atau menderita penyakit infeksi lainnya
Kontra Indikasi
1. Kontra Indikasi mutlak (absolut) seperti riwayat syok anafilaksis atau
riwayat hipersensitivitas berat setelah imunisasi terhadap komponen
yang terdapat di dalam vaksin (Misalnya Neomisin)
2. Anak dengan keadaan imunodefisiensi atau mengalami keadaan
yang menurunkan imunitas tubuh seperti anak yang menderita AIDS,
keganasan, atau sedang mendapatkan pengobatan steroid jangka
panjang, radioterapi atau kemoterapi merupakan Kontra Indikasi
pemberian vaksin hidup
3. Demam atau menderita penyakit infeksi akut lain.
Setelah Vaksinasi
• Selanjutnya anak perlu diobservasi selama minimal 30 menit setelah
imunisasi untuk mewaspadai terjadinya reaksi anafilaksis.
• Untuk antisipasi reaksi anafilaksis, perlu dipersiapkan obat dan alat
gawat darurat (emergency kit)
Hal yang perlu diperhatikan dalam Pelayanan Vaksinasi
1. Benar pasien
2. Benar jadwal
3. Benar vaksin dan pelarut
4. Benar dosis
5. Benar rute, panjang jarum dan teknik
6. Benar lokasi
7. Benar dokumentasi
8. Benar perlakuan limbah dan sisa vaksin
1. Benar Pasien
Sebelum dilakukan imunisasi, perlu dipastikan identitas
pasien sesuai dengan identitas dalam catatan medis.
Identitas pasien dipastikan dengan mencocokan :
Nama lengkap,
Tanggal lahir,
Nomor rekam medis
2. Benar Jadwal
• Perhatikan umur anak, riwayat imunisasi sebelumnya yang tertera
dalam rekam medis dan atau buku catatan kesehatan, serta interval
dengan imunisasi sebelumnya.
• Imunisasi yang terlambat—diberikan segera asal tidak ada kontra
indikasi, tidak perlu diulang. Bila riwayat imunisasi tidak jelas-anggap
belum imunisasi.
• Pemberian dua jenis vaksin hidup yang dilemahkan dapat diberikan
secara simultan; bila diberikan terpisah maka interval waktu minimal
adalah 4 minggu.
• Pemberian vaksin inaktif dapat digabung dengan vaksin inaktif
maupun vaksin hidup yang dilemahkan.
3. Benar vaksin dan pelarut
• Gunakan pelarut yang telah disediakan untuk vaksin
tersebut dan larutkan dalam jumlah yang telah
disediakan
• Setelah dilarutkan, vaksin perlu diberi label yang
memuat keterangan, tanggal dan jam dilarutkan,
tanggal dan jam kadaluwarsa, nama dan tanda tangan
yang melarutkan vaksin.
4. Benar dosis
Pastikan dosis vaksin yang akan diberikan adalah benar untuk anak yang
akan di Imunisasi.
Dosis pemberian adalah takaran vaksin yang akan diberikan sesuai
dengan kebutuhan yaitu
• 0,05 mL untuk Vaksin BCG ;
• 0,5 mL untuk vaksin, DTP, TT, , Campak, DT, COMBO (DTP–Hepatitis B),
Influenza, Hepatitis A, MMR, Typhoid, HiB, Cacar, Hepatitis B Uniject,
Vaksin Anti Rabies (VAR) ;
• 1 mL untuk Hepatitis B Uniject Orang dewasa;
• 2 tetes untuk vaksin OPV.
5. Benar rute dan tehnik
Rute Tehnik

Oral, IM, SC, IC


• Vaksin Pentabio, Hepatitis B
disuntikkan secara intramuskuler
(IM).
• Vaksin MR secara subkutan (SK).
• Vaksin BCG disuntikkan secara
intrakutan (IK)
6. Benar Lokasi
• Penyuntikan intramuskuler dilakukan pada otot paha
anterolateral yaitu M. Vastus lateralis quadriceps femoris
untuk bayi sampai anak berumur 2 tahun.
• Untuk anak umur 3 tahun keatas, penyuntikan intramuskuler
dapat dilakukan pada otot deltoid.
7. Benar Dokumentasi
Setelah imunisasi, perlu dilakukan pencatatan yang meliputi tanggal
imunisasi, nama vaksin dan produsen vaksin, nomor lot atau batch
vaksin, tanggal kadaluwarsa, lokasi penyuntikan, nama dan tanda tangan
atau paraf penyuntik.
8. Benar Perlakuan Limbah dan Sisa Vaksin
Setelah Vaksinasi, spuit dimasukkan ke dalam kotak tidak tembus
jarum, dan selanjutnya di kirim ke pengumpul limbah B3 yang telah
berizin.
Imunisasi di masa Pandemic covid 19
1. Imunisasi tetap diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari
PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi)  Lihat catatan
Imunisasi—Lengkapi Imunisasi sesuai jadwal kemenkes dan IDAI, jangan
tunggu selesai pandemic  wabah akan mengancam bayi dan anak. Jangan
sampai terjadi wabah penyakit lain di tengah wabah COVID-19
2. Cari tempat layanan imunisasi yang dekat rumah dan aman- yang
menerapkan Protokol Kesehatan
3. Terapkan protokol kesehatan : Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dll
4. Jangan menutup layanan imunisasi, Akses terhadap layanan imunisasi tetap
harus tersedia
5. Bila situasi tidak memungkinkan, bisa tunda 1-2 minggu
Pro dan Kontra Program Imunisasi
1. Meluruskan informasi yang tidak benar tentang imunisasi
2. Memobilisasi semua sumber daya yang ada untuk mensosialisasikan manfaat Imunisasi.
3. Sampaikan fakta-fakta mengenai manfaat Imunisasi dan keberhasilan program Imunisasi:
a. Hampir semua negara di Dunia melaksanakan program Imunisasi (194 negara), termasuk
penduduk yang mayoritas beragama muslim seperti: Saudi Arabia dll begitu juga dengan negara
di eropa dan amerika. Cakupan imunisasi di negara maju umumnya cukup tinggi dan terbukti
dapat mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian.
b. Program Imunisasi juga di awasi oleh berbagai institusi resmi di tiap negara, seperti di Indonesia
antara lain di awasi oleh BPOM, Litbangkes, Subdit Surveilans dan Epidemiologi-Kemenkes,
Komnas /Komda KIPI, Satgas Imunisasi IDAI-PAPDI dll. ITAGI (Indonesia Technical Advisory Group
For Immunization Dan institusi tersebut menyatakan program Imunisasi dan bermanfaat
c. Keberhasilan program Imunisasi bisa menurunkan prevalensi penyakit dan eradikasi penyakit—
seperti cacar api/ variola- eradikasi tahun 1979. Kemudian Polio- di Indonesia sudah tidak ada
kejadian lagi kemudian tetanus neonatorum- Indonesia berhasil mengeliminasi.
TERIMA KASIH