Anda di halaman 1dari 19

Ujian Akhir Semester

Analisis Perubahan Tingkah Laku

Dosen Pengampu : Dr. Edy Legowo, M.Pd & Adi Dewantoro, S,Pd., M.Pd

Niniek Nova Arviani

K3117052

Semester 5

Kelas B

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2019
PENGANTAR ANALISIS PENGUBAHAN TINGKAH LAKU

Analisis pengubahan tingkah laku definisi yang jelas berisi tentang langkah- langkah,
prosedur, yang dapat dipelajari guru atau konselor untuk mengubah tingkah laku peserta didik.
Langkah- langkah analisis pengubahan tingkah laku:
1. Memilih target untuk diubah
Mengidentifikasi dua perilaku yaitu:
a. Mengidentifikasi perilaku yang akan dikurangi/ dihilangkan (deceleration target)
b. Mengidentifikasi perilaku yang sesuai untuk menggantikannya (acceleration target)
2. mengassesmen lingkungan
Mengidentifikasi peristiwa- peristiwa lingkungan yang menentukan deceleration target dan
acceleration target. Lingkungan meliputi:
a. Antecedent : Peristiwa yang mendahului deceleration target dan acceleration target
b. Consequent : Peristiwa yang mengikuti deceleration target dan acceleration target
3. Merencanakan dan mengimplementasikan strategi untuk perubahan
Menekankan pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dari pada berfokus melakukan
penghapusan atau menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan atau menyimpang
4. Evaluasi program untuk perubahan
Membandingkan jumlah sebelum dan sesudah jumlah frekuensi kejadian perilaku yang
diubah
A. Identitas Subjek
Nama : ANA
Umur : 18
Asal : Cilacap
Jenis kelamin : Perempuan
TTL : Cilacap, 20 Februari 2001
Status : Mahasiswa (jurusan pendidikan matematika)
Deskripsi kedekatan :
Observer sebagai penulis dari project ini merupakan teman satu kos dari subjek yang akan di
amati perilakunya. Setiap hari selalu bertemu dengan subjek kecuali di saat ada kegiatan di
kampus sehingga tidak bisa bertemu akan tetapi sehari harinya kita sering berlajar bersama
ketika malam hari untuk menyelesaikan tugas kuliah. Subjek merupakan mahasiswa FKIP
yang tinggal di kos wisma putri sejati Jl. Halimun Jebres Surakarta. Hubungan saya dan
subjek merupakan teman satu kos saya dan subjek tinggal di satu kos yang sama sehingga
saya dapat mengamati perilaku subjek. Hubungan yang terbangun antara subjek dan penelliti
cukup baik hal ini di karenakan keadaan kos yang memang di antar satu kamar dengan
kamar lainnya itu saling mengenal dekat sehingga hubungan yang terjalin cukup intens. Pleh
karena itu dalam melakukan observasi peneliti mendapat bantuan dari teman kos lainnya.

B. Sasaran akselerasi

Antecedents Behaviour Consequents


1

Deceleration target
Mengganggu teman ketika
sedang belajar atau
berkumpul bersama
2

Akseleration target
Berdiskusi bersama
C. Assesmen
Assesmen pertama

Antecedents Behavior Consequents


3 1 4

1. Teman teman Deceleration target 1. Temannya


berkumpul di ruang Mengganggu teman ketika mengabaikan tidak
Assesment

tengah mengerjakan sedang belajar atau membalas perilaku


tugas berkumpul bersama tersebut
2. ANA tidak memiliki 2. temannya tidak
tugas Kuliah memberikan teguran
3. Bercanda dengan 3. temannya serius
teman teman yang lain. dengan laptopnya
5 2 6

1. Ketika belajar bersama Acceleration Target 1. temannya tidak


di kos mulai jam 20.00 Berdiskusi bersama menghiraukan atau
– 21.00 memperhatikan
2. subjek memiliki tugas 2. Teman yang lain
kuliah yang harus mengerjakan tugas juga
segera di selesaikan dan melakukan
aktivitas lain
Assesments kedua

Antecedents Behavior Consequents


3 1 4

1. Tidak memiliki Deceleration target 1. Teman mengabaikan


Assesment

tugas kuliah Mengganggu teman ketika 2. Tidak mengajak


2. Teman teman yang sedang belajar atau bercanda lagi
lain tidak sedang berkumpul bersama
sibuk
5 2 6

1. Mengerjakan tugas Acceleration Target 1. Teman temannya


bersama sama Berdiskusi bersama memberikan pujian
2. Memiliki deadline 2. Ikut berdiskusi
tugas bersama
Assesments ketiga

Antecedents Behavior Consequents


3 1 4

1. Menceritakan Deceleration target 1. Tidak didengarkan


sesuatu yang lucu mengganggu teman ketika dan di abaikan
Assesment

2. Sedang kesal atau sedang belajar atau 2. Temannya pergi ke


marah berkumpul bersama tempat lain
3. Sedang lapar
5 2 6

1. Temannya Acceleration Target 1. Mendapatkan


mengajak Berdiskusi bersama makanan yang di
berdiskusi bersama sukai
2. Mengajak untuk 2. Memberikan pujian
belajar bersama karena dapat
sama menyelesaikan
tugasnya tepat waktu
Pedoman Observasi
Definisi konseptual
Menurut semiun (2006) menjelaskan bahwa perilaku mengganggu merupakan pola
tingkah laku yang tetep dimana individu merusak aturan aturan atau melanggar hak – hak orang
lain. sesuai dengan pendapat yang di kemukakan oleh mabeba dan prinsloo (marais dan meler,
2010) menjelaskan bahwa perilaku mengganggu merupakan perilaku yang melanggar atauran
ataupun tata tertib di lingkungan sekitar.
Menurut Levin dan Nolan (Marais dan Meier, 2010) terdapat 4 kategori dasar perilaku
mengganggu yaitu :
1. Perilaku yang menggangu terkait dengan ajaran dan tindakan belajar misalnya ketika
sedang belajar bersama, seseorang mengganggu teman – temannya dan menunjukka
perilaku agresif.
2. Perilaku yang mengganggu hak hak teman ketika sedang belajar misalnya sering
mencubit atau menepuk teman sebelahnya.
3. Perilaku yang secara psikologis atau fisik tidak aman misalnya bercanda secara
berlebihan.
4. Perilaku yang menyebabkan kerusakan properti.
Berdasarkan kategori tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa perilaku seseorang
yang mengganggu orang lain dan menyebabkan permasalahan dalam belajar sehingga
merugikan orang lain serta serta melanggar hal haknya.
Definisi operational
Mengganggu teman ketika sedang belajar meupakan pola tingkah laku yang dilakukan
individu yang melanggar aturan serta melanggar hal hal orang lain. hal tersebut di tunjukkan
dengan perilaku mencubit, menepuk, mendorong teman di sebelahnya ketika sedang belajar.
Tingkatan dalam perilaku mengganggu teman ketika belajar terdiri atas “sering” (di kategorikan
9 - 12 kali atau lebih perilaku itu muncul) “kadang kadang” (di kategorikan 5 – 8 perilaku
tersebut muncul), “tidak pernah” (di kategorikan 0 – 4 perilaku tersebut muncul). Yang
dilakukan selama 3 hari dengan menggunakan pedoman observasi.

Definisi Operasional Perilaku yang diamati


Mengganggu teman ketika sedang belajar Mencubit teman ketika sedang belajar
meupakan pola tingkah laku yang bersama
dilakukan individu yang melanggar
aturan serta melanggar hal hal orang lain. Mengajak mengobrol teman yang sedang
hal tersebut di tunjukkan dengan perilaku mengerjakan tugas
mencubit, memukul, menepuk,
mendorong teman di sebelahnya ketika
Menepuk teman di sebelahnya tanpa sebab
sedang belajar bersama.
Tingkatan dalam perilaku mengganggu
teman ketika belajar terdiri atas “sering”
(di kategorikan 9 - 12 kali atau lebih Mendorong atau mencolek temannya ketika
perilaku itu muncul) “kadang kadang” (di bercanda atau gemas
kategorikan 5 – 8 perilaku tersebut
muncul), “tidak pernah” (di kategorikan 0
– 4 perilaku tersebut muncul).

Instrumen observasi
Nama subjek :
Hari, tanggal :
No Perilaku yang diamati Frekuensi Tally/turus jumlah
1. Mencubit teman ketika sedang
belajar bersama
2. Mengajak mengobrol teman
yang sedang mengerjakan tugas
3. Menepuk teman di sebelahnya
tanpa sebab
4. Mendorong atau mencolek
temannya ketika bercanda atau
gemas
Jumlah perilaku dalam satu hari

5. Bertanya mengenai hal yang


dibingungkan
6. Mencatatan materi ketika
belajar bersama
7. Bertanya tentang perkuliahan
8. Membaca buku maupun e-
book, e journal
Jumlah perilaku dalam satu hari

DESKRIPSI HASIL SUBJEK OBSERVASI

NO Hari, Tanggal Deskripsi


1. Jumat, 13 desember 2019 Observer mengamati subjek di hari jumat pada pukul 20.00
– 21.00 ketika sedang berkumpul di ruang tengah untuk
belajar bersama. Pada saat itu subjek tidak memiliki tugas
kuliah sehingga subjek mengajak bercanda teman
temanlainnya yang sedang mengerjakan tugas dengan
mengajak mengobrol jika tidak ada respond dia akan
mencubit serta menepuk temannya untuk meminta di
perhatikan.
2. Sabtu, 14 desember 2019 Di hari berikutnya di jam yang sama pukul 20.00 – 21.00
observer mengamati subjek yang berada di ruang tengah
berkumpul dan bercanda bersama sama saat itu teman satu
kos sedang membuka laptopnya dan mereka sedang tidak
sibuk, subjek menunjukkan perilaku mengganggu
temannya dengan terus mendorong dan mencolek ketika
sedang bercanda dan sesekali mencubit ketika dia gemas
dengan sesuatu.
3. Minggu, 15 desember 2019 Observer mengamati subjek pada hari minggu di jam 20.00
– 21.00 saat itu anak kosan berkumpul di ruang tengah
untuk mengerjakan tugas dan subjek juga ikut berkumpul
disana akan tetapi di hari itu subjek tidak terlalu banyak
menunjukkan perilaku yang mengganggu temannya karena
juga juga sibuk dengan HP dan laptopnya akan tetapi
terkadang ketika dia mulai bosa tiba tiba menepuk teman
sebelahnya.

INTERPRETASI HASIL OBSERVASI


Dalam Interpretasi hasil dilakukan perekapan data frekuensi yang muncul selama di lapangan
sesuai dengan bobot observasi pada pedoman observasi, yaitu :
Sering : 9 – 12 kali kemunculan
Kadang – kadang : 5 – 8 kali kemunculan
Tidak pernah : 0 – 4 kali kemunculan
Dengan demikian dapat diinterpretasikan hasil observasi selama 3 hari sebagai berikut :
NO Hari, Tanggal Deskripsi
4. Jumat, 13 desember 2019 Total skor A :13
Total skor B : 3

Dengan demikian, dapat disimpulkan ketika proses


pengamatan yang pertama, subjek telah menunjukan
perilaku mengganggu teman teman belajarnya di tunjukkan
dengan subjek terus terusan mengajak temannya
mengobrol dan mencubitnya
5. Sabtu, 14 desember 2019 Total skor A :18
Total skor B : 0

Dengan demikian, dapat disimpulkan ketika proses


pengamatan di hari kedua, subjek telah menunjukan
perilaku mengganggu teman temannya di tunjukkan ketika
sedang bercanda bersama subjek berkali kali mendorong
menepuk dan mencolek teman di sebelahnya.
6. Minggu, 15 desember 2019 Total skor A :11
Total skor B : 2

Pada pengematan hari ketiga terdapat penurunan intensitas


perilaku mengganggu teman yang di tunjukkan oleh subjek
dimana subjek fokus dengan HP dan laptopnya karena
sedang mengerjakan tugas kuliahnya meskipun sesekali dia
menepuk atau mencolek sebalahnya dan terkadang
mengobrol atau mengeluarkan suara yang mengganggu

Diagram Pre-Strategy
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
Jumat Sabtu Minggu

Perilaku D Perilaku A

Deskripsi Tabulasi
Perilaku D perilaku A
Frekuensi Tertinggi : 18 Frekuensi Tertinggi :3
Frekuensi Terendah : 11 Frekuensi Terendah :0
Total Keseluruhan ( 3 hari) : 42 Total Keseluruhan ( 3 hari) : 5
Rata-rata : 14 Rata-rata : 1,6

D. Strategi Akselerasi “A” dan Strategi Deselerasi “D”

Antecedents Behavior Consequents


3 1 4

1. Tidak memiliki pekerjaan Deceleration target 1. Teman temannya


yang harus dilakukan mengganggu teman mengabaikan
Assesment

2. Besoknya tidak kuliah dan ketika sedang belajar 2. Teman temannya


tidak ada tugas atau berkumpul bersama menyibukkan diri dengan
kegiatan masing masing
5 2 6

1. Memiliki cerita yang Acceleration Target 1. Temannya mendengarkan


menarik untuk di Berdiskusi bersama cerita ANA
ceritakan 2. Teman temannya
2. Memiliki kebingungan memberikan tanggapan
mengenai tugas kuliah terhadap pertanyaan ANA
9 1 10

Rule : Deceleration target 1. Jika ANA mengganggu


Setiap kali sedang kumpul mengganggu teman temannya sebanyak 2 kali
bersama mengerjakan tugas ketika sedang belajar maka dia akan di beri
dia mengganggu temannya atau berkumpul bersama peringatan
sebanyak 2 kali akan di 2. Jika dia masih
“A” Strategi dan “ D” Strategi

peringatkan dan jika dia terus mengganggu hingga 5 kali


melakukannya hingga 5 kali maka akan diberikan
maka dia tidak boleh hukuman yakni dilarang
berbicara, jika dia terus berbicara selama 10 menit
mengganggu teman 3. Jika dia masih
temannya maka dia tidak malakukannya maka dia
boleh ikut belajar bersama harus masuk ke dalam
dan harus masuk ke dalam kamar dan tidak boleh ikut
kamar. belajar bersama.
7 2 8

Aktivitas Acceleration Target 1. Memberikan pujian verbal


Mengajak ANA bercerita Berdiskusi bersama dari teman temannya
mengenai hal hal yang 2. Memberikan acungan
menarik. Menanyakan apa jempol ketika ANA
saja yang dia lakukan selama berhasil menahan diri
satu hari dan mengenai hal tidak mengganggu
unik yang di temuinya. temannya.
Berbagi pengalaman 3. Mengajak ANA keluar
mengenai organisasi yang di untuk membeli cemilan
ikuti atau makanan
Berbagi cerita mengenai kesukaannya ketika
sebuah film yang bagus atau berhasil untuk tidak
mengenai perkuliahan. mengganggu temannya

Self-Contract
Senin, 16 Desember 2019

Subjek : ANA
Observer : Niniek Nova Arviani
Tujuan : untuk mengurangi perilaku mengganggu teman ketika sedang belajar digantikan
dengan berdiskusi bersama
Persetujuan Akselerasi
Subjek : saya setuju untuk lebih banyak berdiskusi dengan teman ketika berkumpul
bersama mengerjakan tugas di bandingkan mengganggu teman saya belajar.
Observer : ketika ANA berhasil malakukannya maka saya akan memberikan pujian
acungan jempol serta mengajaknya keluar untuk membeli makanan kesukaannya.
Persetujuan Deselerasi
Subjek : jika saya melanggar kontrak ini dan tetap mengganggu teman ketika belajar
bersama maka saya akan diberi peringatan pertama selanjutnya akan diberi
hukuman dilarang berbicara selama 10 menit dan jika dia tetap melakukannya
maka dakan diberikan punishment untuk masuk ke dalam kamar dan tidak boleh
ikut belajar bersama sama.
Observer : saya akan berkomitmen untuk melakukan hal tersebut jika ANA melanggarnya.

Berlaku sampai dengan tanggal 20 Desember 2019

Surakarta 16 desember 2019

Subjek :
Niniek :

OBSERVASI SETELAH IMPLEMENTASI STRATEGI/ POST STRATEGY

1. Strategi A
Strategi A merupakan strategi yang diberikan untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan.
Dalam project ini perilaku yang ditingkatkan yaitu perilaku berdiskusi bersama teman satu
kos. Seperti yang terdapat di kontrak apabila subjek mampu meningkatkan perilakunya
maka akan diberikan pujian secara verbal dan diberikan acungan jempol serta akan diajak
keluar membeli makanan kesukaannya. Setelah subjek menyetujui untuk melakukan
perubahan pada dirinya maka dimulailah implementasi strategi tersebut yang dilakukan
selama 3 hari mulai tanggal 17 desember 2019 – 19 desember 2019.
2. Strategi D
Strategi D merupakan strategi yang diberikan untuk mengurangi atau menghilangkan
perilaku yang kurang baik atau tidak sesuai dan digantikan dengan perilaku baru. Dalam
project kali ini perilaku yang akan di hilangkan atau dikurangi yakni perilaku mengganggu
teman ketika sedang belajar. Strategi D yang digunakan dalam pengubahan perilaku ini
yakni sesuai denga nyang tertulis di dalam kontrak dimana jika subjek melanggar kontrak ini
dan tetap mengganggu teman ketika belajar bersama maka subjek akan diberi peringatan
pertama selanjutnya akan diberi hukuman dilarang berbicara selama 10 menit dan jika
subjek tetap melakukannya maka akan diberikan punishment untuk masuk ke dalam kamar
dan tidak boleh ikut belajar bersama sama. Setelah subjek menandatangani kontrak maka
langkah selanjutnya yakni mulai mengimplementasikan kontrak tersebut dari tanggal 17
desember 2019 – 20 desember 2019.

Setelah memyepakati kontrak yang di buat langkah berikutnya yakni melakukan observasi
sebanyak 3 kali untuk mengtahui perubahan yang terjadi pada subjek.
a. Observasi pertama
Nama subjek :
Hari, tanggal :
No Perilaku yang diamati Frekuensi Tally/turus jumlah
1. Mencubit teman ketika sedang II 2
belajar bersama
2. Mengajak mengobrol teman II 2
yang sedang mengerjakan tugas
3. Menepuk teman di sebelahnya I 1
tanpa sebab
4. Mendorong atau mencolek I 1
temannya ketika bercanda atau
gemas
Jumlah perilaku dalam satu hari 6

5. Bertanya mengenai hal yang II 2


dibingungkan
6. Mencatatan materi ketika I 1
belajar bersama
7. Bertanya tentang perkuliahan I 1
8. Membaca buku maupun e- - 0
book, e journal
Jumlah perilaku dalam satu hari 4

b. Observasi kedua
Nama subjek :
Hari, tanggal :
No Perilaku yang diamati Frekuensi Tally/turus jumlah
1. Mencubit teman ketika sedang I 1
belajar bersama
2. Mengajak mengobrol teman II 2
yang sedang mengerjakan tugas
3. Menepuk teman di sebelahnya I 1
tanpa sebab
4. Mendorong atau mencolek II 2
temannya ketika bercanda atau
gemas
Jumlah perilaku dalam satu hari 6

5. Bertanya mengenai hal yang III 3


dibingungkan
6. Mencatatan materi ketika I 1
belajar bersama
7. Bertanya tentang perkuliahan I 1
8. Membaca buku maupun e- I 1
book, e journal
Jumlah perilaku dalam satu hari 6

c. Observasi ketiga
Nama subjek :
Hari, tanggal :
No Perilaku yang diamati Frekuensi Tally/turus jumlah
1. Mencubit teman ketika sedang I 1
belajar bersama
2. Mengajak mengobrol teman I 1
yang sedang mengerjakan tugas
3. Menepuk teman di sebelahnya - 0
tanpa sebab
4. Mendorong atau mencolek - 0
temannya ketika bercanda atau
gemas
Jumlah perilaku dalam satu hari 2

5. Bertanya mengenai hal yang IIII 4


dibingungkan
6. Mencatatan materi ketika II 2
belajar bersama
7. Bertanya tentang perkuliahan I 1
8. Membaca buku maupun e- II 2
book, e journal
Jumlah perilaku dalam satu hari 9

INTERPRETASI HASIL OBSERVASI


Dengan demikian dapat diinterpretasikan hasil observasi selama 3 hari sebagai berikut :
1. Observasi Pertama

Nama Subjek : ANA


Hari, tanggal : Selasa, 17 Desember 2019
Waktu : 20.00 WIB – 21.00 WIB

Frekuensi, Durasi,
No Perilaku yang Diamati Latensi, Topografi Tally Jumlah
(Pilih Salah Satu)
1 Mengganggu teman ketika Frekuensi IIIII I 6
belajar bersama
2 Berdiskusi bersama Frekuensi IIII 4
2. Observasi Kedua
Nama Subjek : ANA
Hari, tanggal : RAbu, 18 Desember 2019
Waktu : 20.00 WIB – 21.00 WIB
Frekuensi, Durasi,
No Perilaku yang Diamati Latensi, Topografi Tally Jumlah
(Pilih Salah Satu)
1 Mengganggu teman ketika IIIII I 6
belajar bersama
2 Berdiskusi bersama IIIII I 6

3. Observasi ketiga
Nama Subjek : ANA
Hari, tanggal : Kamis, 19 Desember 2019
Waktu : 20.00 WIB – 21.00 WIB
Frekuensi, Durasi,
No Perilaku yang Diamati Latensi, Topografi Tally Jumlah
(Pilih Salah Satu)
1 Mengganggu teman ketika II 2
belajar bersama
2 Berdiskusi bersama IIIII II 9

DESKRIPSI HASIL OBSERVASI SUBJEK

NO Hari, Tanggal Deskripsi


1. Selasa, 17 desember 2019 Total skor A : 6
Total skor B : 4

Dengan demikian, dapat disimpulkan ketika proses


pengamatan yang pertama, subjek telah menunjukan
perilaku mengganggu teman teman belajarnya akan tetapi
frekuensinya lebih rendah dari pre-strategy dan sudah
masuk ke dalam rentang kadang – kadang subjek lebih
sering mengajak temannya berdiskusi di bandingkan
bercanda atau mencubitnya.
2. Rabu, 18 desember 2019 Total skor A : 6
Total skor B : 6

Dengan demikian, dapat disimpulkan ketika proses


pengamatan di hari kedua, sama seperti hari pertama
dimana memiliki frekuensi sebanyak 6 kali kemunculan
perilaku dan termasuk dalam rentang kadang kadang,
dalam pengamatan kedua juga terlihat bahwa frekuensi
subjek untuk bertanya mengenai soal atau hal yang
berkaitan dengan kuliah lebih banyak.
3. Kamis, 19 desember 2019 Total skor A : 2
Total skor B : 9

Pada pengematan hari ketiga terdapat penurunan intensitas


perilaku mengganggu teman yang cukup signifikan hal ini
di tunjukkan dengan frekuensi mengganggu hanya muncul
sebanyak 2 kali dan masuk dalam kategori tidak
mengganggu. Karena di hari ketiga ini subjek mengajak
teman satu kosnya untuk berdiskusi mengenai organisasi di
dalam perkuliahan sehingga frekuensi bertanya dan diskusi
yang di lakukan subjek meningkat.

MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI “A” DAN STRATEGI “D”


A. Tabulasi Hasil Post- Strategy D
Nama Subjek : ANA
Status : Mahasiswa
Usia : 19 Tahun
Aktivitas : Berdiskusi bersama
Pre strategi : 13 – 15 Desember 2019
Post strategi : 17 – 19 Desember 2019
Diagram Post-Strategy
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
jumat sabtu minggu selasa rabu kamis

Pre - Strategi

Pre- strategy Post- strategy


Frekuensi tertinggi 18 6
Frekuensi terendah 11 2
Frekuensi total selama 3 hari 42 14
Frekuensi rata- rata selama 3 hari 14 4,3

Keterangan :
Informasi dari chart di atas menunjukkan rentang Frekuensi dari sasaran perilaku
Deselerasi dan rata- rata durasi selama tiga hari. Terdapat dua kolom yang mana
menunjukkan Frekuensi dari periode base rate (sebelum strategi diberikan) dan durasi dari
periode post rate (setelah strategi diberikan).
Berikut ini perhitungan persentase perubahan dari dari base rate menuju post rate:

Perubahan dari dari base rate menuju post rate

( post rate−base rate)


× 100= presentase perubahan
base rate

Perubahan dari dari base rate menuju post rate

( 4,3−14 )
× 100=−69 , 28 %
14
Strategi dapat di katakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku sebesar 50%.
Berdasarkan perhitungan diatas hasilnya menunjukkan perubahan sebesar -69,28%
sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa strategi yang dilakukan untuk mengubah
perilaku memperoleh hasil yang signifikan, Artinya Strategi “D” yang dilakukan dapat
mengurangi sasaran perilaku deselerasi.

B. Tabulasi Hasil Post- Strategi A

Nama Subjek : ANA


Status : Mahasiswa
Usia : 19 Tahun
Aktivitas : Berdiskusi bersama
Pre strategi : 13 – 15 Desember 2019
Post strategi : 17 – 19 Desember 2019

Chart Title
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Jumat Sabtu Minggu Selasa Rabu Kamis

Pre Strategi post Srategi

Pre- strategy Post- strategy


Frekuensi tertinggi 5 9
Frekuensi terendah 0 4
Frekuensi total selama 3 hari 8 19
Frekuensi rata- rata selama 3 hari 2,6 6,3
Keterangan :
Informasi dari chart di atas menunjukkan rentang Frekuensi dari sasaran perilaku
akselerasi dan rata- rata Frekuensi selama tiga hari. Terdapat dua kolom yang mana
menunjukkan durasi dari periode base rate (sebelum strategi diberikan) dan durasi dari
periode post rate (setelah strategi diberikan).

Berikut ini perhitungan persentase perubahan sebagai berikut :


Perubahan dari dari base rate menuju post rate

( post rate−base rate)


× 100= presentase perubahan
base rate

Perubahan dari dari base rate menuju post rate

(6,3−2,6)
×100 %=142 , 3 %
2,6

Strategi dapat dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku sebesar 50%. Berdasarkan
perhitungan diatas hasilnya menunjukkan perubahan sebesar 142,3% sehingga dapatdiambil
kesimpulan strategi yang dilakukan untuk pengubahan perilaku menunjukkan hasil yang
signifikan. Artinya strategi “A” yang dibuat dapat meningkatkan sasaran Akselerasi.