Anda di halaman 1dari 3

Terapi diet untuk pasien dengan pielonefritis

1. Kurangi garam dan makanan yang mengandung natrium

Mengontrol asupan makanan yang mengandung garam dan natrium dalam diet Anda dapat
membantu menjaga tekanan darah Anda. Anda disarankan untuk mendapatkan hanya 2300 mg
natrium per harinya, natrium ini bisa didapatkan dari garam dalam makanan maupun natrium
dalam makanan kemasan.

Anda harus berhati-hati saat membeli makanan kemasan, makanan jadi, atau makanan olahan.
Perhatikan informasi nilai gizi yang tertera dalam setiap makanan kemasan. Sehingga, Anda
bisa membatasi asupan garam atau natrium Anda maksimal 2300 mg per hari.

2. Konsumsilah protein dalam jenis dan jumlah yang tepat

Mengontrol asupan protein Anda dapat membantu melindungi ginjal Anda. Asupan protein yang
tinggi dalam diet Anda hanya akan membuat kondisi ginjal Anda memburuk karena dapat
memberatkan kerja ginjal. Oleh karena itu, pada penderita gangguan ginjal, sebaiknya
Anda batasi konsumsi protein Anda atau ubah makanan sumber protein yang biasa Anda
makan. Untuk mengetahui berapa jumlah protein yang sebaiknya Anda makan dan makanan
sumber protein apa saja yang sebaiknya Anda makan, sebaiknya tanyakan lebih jelas pada
dokter dan ahli gizi Anda.

Beberapa makanan sumber protein yang bisa Anda makan adalah ayam, ikan, daging tanpa
lemak, telur, dan susu (sumber protein hewani), serta kacang-kacangan yang merupakan
sumber protein hewani.

3. Batasi asupan makanan yang mengandung fosfor

Hal ini sangat direkomendasikan bagi Anda penderita gangguan ginjal karena untuk melindungi
tulang dan pembuluh darah Anda. Pada ginjal yang sehat, ginjal mampu menjaga kadar fosfor
yang ada di tubuh sehingga tubuh berfungsi dengan baik. Namun, pada ginjal yang sudah
mengalami gangguan, kadar fosfor dalam tubuh bisa tidak terkontrol dan mengalami
peningkatan. Hal ini kemudian bisa membuat tulang melemah dan pembuluh darah kaku karena
terjadi penumpukan fosfor.

Untuk mencegah hal ini, maka Anda disarankan untuk membatasi asupan fosfor Anda.
Beberapa makanan yang mengandung fosfor tinggi adalah:

 Susu dan beberapa produk susu, seperti yogurt dan keju. Namun, beberapa produk
susu mengandung kadar fosfor yang lebih rendah, seperti mentega, krim keju, dan keju ricotta.
 Ikan, ayam, dan daging
 Kacang-kacangan
 Gandum
 Cokelat
 Fast food dan makanan yang sudah diproses

Jika Anda membeli makanan kemasan, sebaiknya perhatikan bahan-bahan yang


dikandungnya. Jika bahan-bahan dalam makanan kemasan tersebut ada yang memakai kata
“phos/fos” artinya makanan kemasan tersebut mengandung fosfor.

Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran karena banyak buah dan sayuran hanya
mengandung fosfor dalam jumlah yang rendah. Selain itu, makanan lain yang mengandung
fosfor rendah adalah roti, pasta, nasi, dan sereal.

4. Batasi makanan yang mengandung kalium

Saat ginjal Anda mengalami masalah, kadar kalium dalam darah Anda bisa terlalu tinggi atau
terlalu rendah. Kadar kalium yang tidak terkontrol ini dapat menyebabkan saraf dan otot tidak
bekerja dengan baik. Hal ini juga dapat menyebabkan kram otot, lemah otot, dan masalah pada
denyut jantung. Oleh karena itu, Anda juga harus membatasi kadar kalium darah darah Anda
untuk membantu kerja saraf dan otot.

Beberapa makanan yang mengandung kalium tinggi dan harus Anda batasi adalah:

 Jeruk, pisang, alpukat, melon, kiwi


 Kentang, tomat, bayam, asparagus
 Nasi merah
 Susu dan produk susu
 Roti dan pasta gandum
 Kacang-kacangan

Sedangkan, makanan yang mengandung kalium rendah dan bisa menjadi pilihan Anda adalah:

 Apel, pir, anggur, nanas, strawberi, semangka


 Wortel, selada, brokoli, kol, seledri, mentimun, terong, bawang, lada
 Roti dan pasta
 Nasi putih
 Daging dan ayam
 Kacang hijau

Jika Anda membeli makanan kemasan, sebaiknya perhatikan apakah di dalamnya terkandung
kalium klorida. Biasanya kalium klorida digunakan dalam makanan kemasan sebagai garam
pengganti. Jika terkandung, sebaiknya Anda tidak memilih makanan kemasan tersebut. Jika
Anda membeli buah atau sayuran kaleng, sebaiknya tiriskan sebelum dimakan.

5. Batasi asupan cairan Anda

Ini juga sangat penting bagi Anda yang menderita gangguan ginjal. Walaupun konsumsi banyak
air disarankan untuk orang sehat, namun berbeda bagi penderita gangguan ginjal. Ginjal yang
sudah rusak tidak mampu lagi menyaring kelebihan cairan yang ada di tubuh. Sehingga, terlalu
banyak cairan dalam tubuh akan membahayakan, bisa menyebabkan tekanan darah tinggi,
pembengkakan, dan gagal jantung. Kelebihan cairan juga dapat mengelilingi paru-paru Anda
yang membuat Anda sulit bernapas.

Sebaiknya tanyakan ke dokter Anda berapa banyak cairan yang harus Anda asup tiap harinya.
Banyaknya cairan yang diperlukan oleh tubuh Anda tergantung dari keparahan penyakit ginjal
Anda.

Ingat, cairan yang masuk ke tubuh Anda tidak hanya Anda dapatkan dari minuman, tetapi juga
dari makanan dan ini harus Anda perhitungkan juga. Sebaiknya tidak konsumsi makanan yang
mengandung banyak cairan, seperti sup, es krim, semangka, melon, anggur, dan tomat. Juga,
sebaiknya Anda tidak konsumsi makanan yang membuat Anda cepat haus, seperti makanan
bergaram dan es.

Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang
dapat dilakukan untuk mengatasi pielonefritis (infeksi ginjal)?
Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi
pielonefritis:

 Dehidrasi. Minum banyak air atau cairan, tetapi jangan minum alkohol
 Air putih dan minuman asam dapat membuat beberapa jenis bakteri tidak dapat
bertahan di kendung kemih, membantu Anda menghindari kambuhnya infeksi
 Jangan menahan air kecil untuk waktu yang lama. Anda sebaiknya buang air kecil
sebelum dan sesudah melakukan seks untuk mencegah bakteri menginfeksi melalui hubungan
seks
 Hilangkan batu ginjal jika Anda memilikinya. Anda juga harus melakukan tes prostat
secara berkala dan mengobatinya jika terdapat pembesaran
 Jangan berhenti mengonsumsi obat-obat sesuai dengan dosis karena Anda merasa
lebih baik hingga dokter Anda menyarankan berhenti
 Jangan mengonsumsi obat-obatan herbal yang Anda temukan di toko. Beberapa dapat
menyebabkan penyakit ginjal