Anda di halaman 1dari 6

II.

PENDEKATAN MODEL TRANSPORTASI


Rabu 2020

PEMILIHAN PENDEKATAN MODEL

 Dalam Kebijakan Transportasi harus memperhitungkan beberapa faktor


sebagai berikut:
 Faktor lingkungan
 Keamanan
 Pertahanan
 Ekonomi dan Sosial Budaya

 Pendekatan Model yang dipakai dalam Transportasi adalah pendekatan


Analitis dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Pengambilan Keputusan
Maksudnya dalam setiap keputusan untuk menentukan tingkat kedalaman
analisis yang diambil perlu melihat pada sifat Strategis, taktis atau
operasional dengan pertimbangan:
 apakah faktornya hanya transportasi saja dan yang
mempengaruhinya
 apakah hanya pada tingkat kebutuhan pergerakan saja atau
termasuk juga system prasarananya, dll.
 dan berapa banyak pilihan yang harus dipertimbangkan
2. Persyaratan Ketepatan
Ketepatan hasil kajian perencanaan dan pemodelan tergantung pada tujuan
kajian tersebut dan ini selalu didukung ketepatan data yang bergantung
pada kualitas peretan yang digunakan dalam mendapatkan data tersebut

3. Ketersediaan data yang dibutuhkan


Data yang menjadi masalah utama dalam pemodelan dikarenakan
keterbatasannya dari sisi kualitas dan kuantitas yang menyebabkan hasil
pemodelan tidak memiliki ketepatan yang tinggi

4. Kemutakhiran Pemodelan
Pemodelan adalah pencerminan dan penyederhanaan realita maksudnya
dengan makin dapat mencerminkan realita model akan semakin baik
jadidalam mencapainya perlu dana besar dan data yang sangat banyak
Dalam penentuan model haruslah tepat sesuai dengan situasi dan kondisi
tertentu

5. Sumber Daya yang Tersedia


Dalam hal ini menyangkut dana, data, perangkat komputer termasuk paket
program yang tersedia, kemampuan peneliti, dan yang paling perlu
diperhatikan ada dua bagian terpenting adalah waktu dan tingkat
komunikasi dengan para pengambil keputusan atau yang berwenang dan
masyarakat pengguna. Dengan batasan waktu dapat dilakukan pemodelan
yang lebih sesuai
6. Persyaratan Proses Data
Dalam proses data ini yang perlu diperhatikan adalah kemampuan dari
perangkat komputer yang digunkan dalam pemodelan. Kendala yang
paling perlu diperhatikan adalah kemampuan manusia dalam
mengumpulkan, mengkodifikasi,memasukkan data, menjalankan program
dan menafsirkan keluaran dari program tersebut.

7. Tingkat Kemampuan Perencana dan Peneliti


Dengan biaya yang sangat tinggi untuk pelatihan maka dapat dilakukan
dengan menggunakan model yang sudah ada seefisien mungkin dan sambil
mempelajari serta memahami model lainnya yang lebih baik.

 FAKTOR DALAM PEMODELAN TRANSPORTASI

1. Spesifikasi Model
Dalam beberapa ini mempertimbangkan beberapa hal penting yang harus
di jabarkan lebih lanjut yakni:
 Struktur Model
 Bentuk Fungsional
 Spesifikasi Peubah
2. Kalibrasi dan Pengabsahan Model
Suatu model dalam bentuk sederhana dapat dinyatakan sebagai fungsi
matematika dari beberapa peubah x dan parameter  seperti berikut: Y =
f{x, }

3. Ciri Dasar Perencanaan Transportasi


Kajian Perencanaan Transportasi mempunyai cirri yang berbeda dengan
kajian bidang lain yakni luas beragam dan melibatkan asfek yang cukup
banyak dan beragam pula yang ditandai dengan multimode, multi disiplin,
multisektoral dan multimasalah.

4. Ciri Pergerakan Non-Spasial


Maksudnya semua ciri pergerakan yang berkaitan dengan aspek non-
spasial seperti:
 sebab terjadinya pergerakan
 waktu terjadinya pergerakan
 dan jenis moda yang digunakan.

5. Ciri Pergerakan Spasial


Konsep dasar yang menjelaskan terjadinya pergerakan atau perjalanan
selalu dikaitkan dengan pola hubungan antara distribusi spasial perjalan
dengan distribusi spasial tata guna lahan yang terdapat dalam satu wilayah,
dimana kegiatan tersebut ditentukan pola tata guna lahan atau sangat
berperan yang terdiri dari:
 pola perjalanan orang
 pola perjalanan barang
6. Campur Tangan Manusia Pada Sistem Transportasi
Permasalahan Transportasi atau ketidakefisienan transportasi merupakan
pemborosan besar.
Pada dasarnya masalah transportasi menurut Wells (1970) sangat
sederhana “ terlalu besar kebutuhan akan pergerakan tidak sebanding
dengan prasana yang tersedia”. Usaha pemecahannya yang dapat
dilakukan adalah:
a) Membangun prasarana transpotasi dengan dimensi yang lebih
besar sehingga kapasitasnya sesuai dengan atau melebihi
kebutuhan
b) Mengurangi tuntutan akan pergerakan dengan mengurangi
kendaraan pemakai jalan
c) Menggabungkan pembangunan dan pengurangan pergerakan
pada poin (a dan b) sekaligus mengadakan pengawasan dengan
kata lain mengoptimalkan prasarana transportasi

Cara pertama pada poin “a” tidak mungkin dilakukan secara terus menerus
tanpa batas sebab itu sangat mahal dan tidak ekonomis dan sering
menumbulkan masalah sosial

Cara kedua poin “b” mengurangi atau membatasi jumlah kendaraan sngat
tidak mungkin sebab setiap orang berhak menikmati kesejahteraan dan
tidak ada dasar hukumnya melarang orang memiliki kendaraan bermotor
yang diperoleh secara sah.

Cara umum yang dapat dilakukan secara umum bentuk campur tangan
manusia pada system transportasi yang mungkin dengan cara:
 Mengubah teknologi transportasi
 Mengubah ciri kendaraan
 Mengubah ciri ruas jalan
 Mengubah konfigurasi jaringan transportasi
 Mengubah kebijakan operasional, organisasi dan kelembangan
 Mengubah prilaku perjalan
 Mengubah pilihan kegiatan
 Mengubah teknologi informasi

7. Perencanaan Transportasi Sebagai Bentuk Campur Tangan Manusia

8. Pihak Yang Terlibat dalam Perencanaan Transportasi


 Penyelenggara kajian; orang atau lembaga yang bertanggung
jawab dalam pengambilan keputusan dari hasil kajian
 Profesional atau pakar; pihak yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan kajian
 Masyarakat; mencakup sekelompok anggota masyarakat yang
dipilih untuk mewakili masyarakat umum dalam proses
pengkajian

Dalam pelaksanaan kajian pihak penyelenggara dan masyarakat


selanjutnya berfungsi sebagai pihak yang mengawasi atau mengarahkan
pelaksanaan kajian oleh pihak professional yang dikelompokkandalam tiga
komite yaitu:
 Komite eksekutif
 Komite pengarah teknis
 Komite perwakilan masyarakat