Anda di halaman 1dari 2

Paradoks rasionalitas dalam pengambilan keputusan

1. ALLAIS PARADOX
Menurut prinsip cancellation, pilihan antara dua alternatif harus bergantung hanya
pada bagaimana dua alternatif berbeda tidak pada setiap faktor yang sama untuk kedua
alternatif. Setiap faktor yang sama untuk kedua alternatif tidak akan mempengaruhi pilihan
yang dibuat orang yang rasional. Misalnya, jika Anda memilih antara dua mobil, dan mereka
berdua mendapatkan jarak tempuh yang sama, maka faktor jarak tempuh yang seharusnya
tidak mempengaruhi mobil yang dipilih.
Kelihatannya prinsip ini tampak sangat masuk akal, jika dua mobil mendapatkan jarak
tempuh yang sama, mengapa pilihan anda diantara kedua mobil tersebut dipengaruhi oleh
apakah jarak tempuh tinggi atau rendah? Pengambil keputusan rasional seharusnya hanya
memutuskan diantara alternatif - alternatif atas dasar alternatif – alternatif yang berbeda.
Pada tahun 1953, ahli ekonomi Prancis Maurice Allais menerbitkan sebuah tulisan yang
menantang prinsip cancellation. Pada tulisannya tersebut, Allais menguraikan apa yang
sekarang dikenal sebagai Allais Paradox, yaitu paradox yang menunjukkan bagaimana
prinsip cancellation kadang-kadang dilanggar.
2. ELLSBERG PARADOX
Pelanggaran terhadap prinsip cancellation juga dikemukakan oleh Daniel Ellsberg
(1961). Paradox Ellsberg mengungkapkan contoh sebagai berikut, kiranya sebuah
guci berisi 90 bola, 30 diantaranya berwarna merah, dan sisanya 60 bola berwarna
hitam dan kuning dalam proporsi yang tidak diketahui.
3. INTRANSITIVITY
Prinsip lainnya dalam pengambilan keputusan rasional adalah Prinsip Intransitivitas,
yang menyatakan bahwa seorang pembuat keputusan yang lebih memilih hasil A dari
hasil B, dan memilih hasil B dari hasil C, dan juga memilih hasil A dibanding hasil C.
Kiranya anda memiliki pilihan diantara tiga pelamar kerja, dan anda memiliki
informasi tentang intelegensi dan pengalaman kerja setiap pelamar. Keputusan yang
akan dibuat mengikuti aturan sebagai berikut, jika perbedaan IQ diantara dua pelamar
lebih dari 10 poin, maka pelamar dengan IQ tertinggi yang dipilih, tapi jika perbedaan
IQ diantara dua pelamar sama atau kurang dari 10 poin, maka pilih pelamar dengan
pengalaman kerja yang lebih lama.
dimenangkan atau kalah. Pada kasus di mana orang-orang memilih taruhan yang
bayarannya tinggi, 81% menentukan nilai dolar yang lebih besar pada taruhan
yang bayaranya tinggi. Ketika orang-orang diminta untuk memilih antara dua
taruhan, mereka memberi perhatian khusus pada peluang kemenangan. Namun
ketika diminta untuk menentukan harga bagi seberapa bernilai taruhan itu, mereka
melihat pada seberapa besar bayaran potensialnya.
Sulit untuk menentukan apakah pelanggaran terhadap teori utilitas harapan
menunjukkan bahwa orang-orang membuat keputusan secara tidak rasional karena
tidak ada ukuran yang pasti mengenai hal tersebut

4. Preference Reversals
Salah satu studi pertama yang mendokumentasikan preferensi reversals
dipublikasikan oleh Sarah Lichtenstein dan Paul Slovic (1971). Pemilihan antara
sepasang taruhan mungkin melibatkan proses psikologi yang berbeda
dibandingkan menawarkan setiap taruhan secara terpisah. Secara khusus, mereka
menghipotesiskan bahwa pilihan akan ditentukan terutama oleh peluang taruhan,
sedangkan penawaran akan dipengaruhi terutama oleh jumlah yang akan

Anda mungkin juga menyukai