Anda di halaman 1dari 3

Case 1 • Rontgen thorax: Dalam batas normal

Tn. Tamrin 40 th, adalah seorang atlet dengan riwayat sering sesak napas. Dosis kortikosteroid inhalasi (ICS) dan LABA ditingkatkan menjadi flutikason

Saat ini menggunakan inhaler reliever albuterol sekitar 3 kali seminggu 500 mcg/salmeterol 50 mcg, satu isapan dua kali sehari. Namun, ia terus

selama 1 tahun terakhir. Akhir-akhir ini pasien mengeluh terbangun karena mengalami gejala dan kembali ke ahli paru untuk pemeriksaan lebih lanjut

sesak dan napas berbunyi ngik-ngik, kira-kira dua kali dalam sebulan. sebagai berikut ini:

Kemudian dilakukan spirometri untuk mengetahui volume ekspirasi paksa • CT thorax : parenkim paru normal tanpa jaringan parut atau

pada detik pertama (FEV1) dari 78% yang diprediksi. Pasien kemudian bronkiektasis

diresepkan pengobatan dengan kortikosteroid dosis rendah, flutikason 44 • CT sinus : Penebalan mukosa ringan

mcg dua isapan dua kali sehari. Namun, pasien tetap menunjukkan gejala • Hitung darah lengkap (CBC): Dalam batas normal, sel darah putih (WBC)

dan terus menggunakan inhaler relievernya 3 kali seminggu. Oleh karena 10.0 K / mcL, 3% eosinofil

itu, diganti dengan kombinasi steroid inhalasi dan beta-agonis kerja • Imunoglobulin E (IgE): 25 IU / mL

panjang (LABA) (fluticasone propionate 250 mcg dan salmeterol 50 mcg, • Tes alergi kulit: Positif untuk debu, serbuk pohon

satu isapan dua kali sehari) oleh dokter faskes primernya. • NO yang dihembuskan: Oksida nitrat yang dihembuskan pecahan (FeNO)

Dengan pengobatan tersebut, Tn. Tamrin terus menunjukkan gejala dan 53 bagian per miliar (pbb)

membutuhkan penggunaan inhaler reliever. Oleh karena itu, ia dirujuk ke Pertanyaan

ahli paru, yang melakukan pemeriksaan awal dgn hasil berikut: 1. Apa diagnosis anda?

2. Apa tatalaksana yg tepat bagi pasien?

• Spirometri; pra-albuterol: FEV1/FVC 79%, pasca-albuterol: peningkatan

12%
Case 2 Satu-satunya riwayat medis sebelumnya adalah hipertensi dalam

Seorang astronom amatir wanita berusia 38 tahun merupakan seorang pengobatan lisinopril, metoprolol, dan hidroklorotiazid.

perokok, mengalami masalah selama bertahun-tahun dengan asap dan

cahaya rokok yang mengganggu kemampuannya untuk melihat galaksi yang Anda melakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan foto rontgen thorax:

lebih jauh melalui teleskopnya, tetapi pasien tetap belum mau berhenti temuannya normal. Klinik anda memiliki mesin spirometri, dan studi

merokok. pasca-bronkodilator menunjukkan hal berikut:

Selain itu, pasien merasakan batuk ringan yang kadang-kadang produktif - FEV1: 79% dari prediksi

selama 3-4 bulan terakhir. Batuknya semakin parah setiap kali dia - FEV1 / FVC: 65%

menghabiskan malam di pedesaan untuk mengambil astrofoto di mana dia

terpapar asap api liar di dekatnya. 1. Apa diagnosis anda berdasarkan gambaran klinisnya dan pemeriksaan

Pasien akhirnya memutuskan untuk mengunjungi dokter keluarganya, penunjang?

setelah dokter melakukan anamnesis ternyata dokter menemukan bahwa 2. Apa saran anda terhadap pasien dan bagaimana manajemen

pasien memiliki riwayat merokok sekitar satu bungkus per hari selama 20 mengobatannya?

tahun terakhir. 3. Kemudian pasien bertanya mengenai obat hipertensinya apakah bisa

Batuk-batu telah dirasakan hampir setahun. Tidak demam atau menggigil. dikonsumsi bersamaan?

Pasien mengaku lebih sering mengalami sesak napas saat berolahraga

selama enam bulan terakhir.


Case 3

Seorang laki-laki 43 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak Analisis Gas Darah menunjukkan :

3 jam yang lalu. Pasien memiliki riwayat asma sejak kecil namun akhir-akhir pH 7,14

ini jarang menggunakan bronkodilatornya. Pasien diketahui memiliki pCO2 77mHg

riwayat merokok 1 bungkus sehari selama 15 tahun terakhir. pO2 44,2 mmHg

Pasien datang dengan kondisi sadar, tidak dapat berbaring dan pasien tidak HCO3 28,4 mEq/l

dapat berbicara satu kata pun. Laktat 2,8 mg/dl

KU : Composmentis , tampak sakit berat Rontgen pasien setelah dilakukan terapi awal:

TD : 140/70 mmHg

HR : 140 x/min

RR : 40 x/min, WOB (+)

SpO2 : 70% room air

T : 36, 8

Hasil PF paru menunjukkan wheezing di kedua lapang paru.

Hasil analisa lab darah menunjukkan : 1. Apa diagnosis Anda?

Leukosit : 16,722 /mm3 2. Apa saran terapi awal dan lanjutan pada pasien ini?

CRP : normal