Anda di halaman 1dari 168

CHAPTER BOOK

Upaya Penguatan Pemberdayaan Ekonomi


Mayarakat, Pencegahan Penularan Covid-19 dan
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam
Menanggulangi Dampak Covid-19

Penulis

Mohamad Tedy Rahardi, SE, M.HI, Yellow Claw,


STAIN Sultan Abdurrahman Kepri

Alex Saputra, Aldy Tri Octafianto,


Nikmatuzzakiyah, Didik Agung Wahyudi, Rahmi
Syaidah, Nur Harianti, Neny Bangun Lestari,
Donna Aprilia Asri, Rahmadita Srikandi, Melly
Multiana

Yellow Claw, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ......................................................... 1


PENDAHULUAN ................................................. 4
A. PENERAPAN METODE BELAJAR DASAR-
DASAR AGAMA ISLAM DI ERA PANDEMI
COVID-19 KEPADA ANAK-ANAK SEKOLAH
DASAR DI KAMPUNG PULAU LADI(Donna
Aprilia Asri) .......................................................... 5
B. STRATEGI PEMBELAJARAN KALIGRAFI
PADA ANAK SEKOLAH DI KAMPUNG
PULAU LADI DALAM UPAYA MENU-
MBUHKAN MINAT SERTA KREATIFITAS DI
TENGAH PANDEMI COVID-19(Nur Harianti).
............................................................................. 19
C. MEMBANGUN KREATIFITAS GERENASI
CINTA AL-QUR’AN DI TENGAH PANDEMI
COVID-19 DENGAN CARA PEMBELAJARAN
MENULIS AL-QUR’AN(Neny Bangun Lestari).
............................................................................. 36
D. PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF
DESA DALAM RANGKA PERTAHANAN
EKONOMI DITENGAH PANDEMI COVID-19
(Studi Atas Pengembangan Ekowisata Pulau
Ladi)(Nikmatuzzakiyah) ..................................... 49
E. PENERAPAN METODE BELAJAR CERITA
MENYANYI (B,C,M) DI TPQ AL-QALAM
KAMPUNG PULAU LADI(Rahmadita Srikandi)
............................................................................. 71
F. PENGEMBANGAN KEBUGARAN JASMANI
DAN ROHANI DI MASA COVID-19(Rahmi
Syaidah) ............................................................... 86
G.MENJADIKAN WISATA MANGROVE
SEBAGAI LOCAL TOURISM MANGROVE
KAMPUNG PULAU LADI(Didik Agung
Wahyudi)………………………………………. 95

H.PENGADAAN DAN PENERAPAN


BANTUAN ALAT PROTOCOL KES-
EHATAN BAGI MASYARAKAT KAMP-
UNG PULAU LADI ( Alex Saputra)……….107

I.UPAYA MEMBANGUN KREATIFITAS PE-


REKONOMIAN MASYARAKAT KAMPUNG
PULAU LADI(Melly Multiana) ....................... 131
DAFTAR PUSTAKA ....................................... 107
BIODATA PESERTA....................................... 154

3
PENDAHULUAN

KKN adalah suatu bentuk pendidikan


dengan cara memberikan pengalaman belajar
kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah
masyarakat, secara terstruktur melalui beberapa
tahap diantaranya persiapan, pembekalan,
observasi sampai pada tahap evalusi. Persiapan
merupakan tahap awal sebelum KKN
dilaksanakan, persiapan dilakukan agar kegiatan
dapat terlaksana dengan terstruktur dan terarah
sesuai rencana. Persiapan telah dilakukan baik
oleh pihak P3M selaku koordinator dan
mahasiswa sebagai peserta KKN. Dalam
pelaksanaan KKN di masyarakat, mahasiswa
diharapkan dapat memberikan bantuan
pemikiran, tenaga, dan ilmu pengetahuan dalam
merencanakan dan melaksanakan program
pengembangan Desa. Pembekalan KKN
diselenggarakan oleh pihak P3M pada tanggal 13
September 2020 secara daring di Aplikasi Zoom
dan membekali mahasiswa dengan materi
pemberdayaan masyarakat melalui KKN, materi
tentang, serta materi Upaya Penguatan
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pencegahan
Penularan Covid-19 dan penguatan kapasitas
masyarakat dalam menanggulangi dampak covid-
19 yang terkait dengan teknis kegiatan KKN.
Melakukan koordinasi dengan Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kelompok
secara efektif. Mahasiswa KKN juga mengadakan
pertemuan secara rutin membahas program kerja.
Ketika penerjunan ke lokasi KKN, para
mahasiswa melakukan kegiatan observasi.
Kegiatan ini dilakukan sebelum mahasiswa benar-
benar terjun ke lokasi KKN. Kegiatan ini
dilakukan untuk mengamati secara langsung
terhadap situasi, kondisi, sarana, dan pasarana
yang ada di lokasi KKN dalam hal ini guna
mendukung proses kuliah kerja nyata di Pulau
Ladi tersebut.

A. PENERAPAN METODE BELAJAR DASAR-


DASAR AGAMA ISLAM DI ERA
PANDEMI COVID-19 KEPADA ANAK-
ANAK SEKOLAH DASAR DI KAMPUNG
PULAU LADI

1. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah pengaplikasian
secara menyeluruh, dibidang disiplin ilmu pengetahuan
dari teori-teori yang dimilikinya ke dalam sebuah
wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kuliah
Kerja Nyata (KKN) merupakan program wajib yang

5
harus ditempuh mahasiswa sebagai salah satu syarat
untuk mengakhiri Studi Strata Satu (S1).
Menerapkan dan mendayagunakan ilmu yang
sudah didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan
nyata di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa
diharapkan bisa beradaptasi dan berinteraksi sosial
dengan masyarakat sehingga nantinya diharapkan
mampu membantu menyelesaikan masalah-masalah
yang terjadi di masyarakat tentunya dengan ilmu yang
sudah didapatkan di bangku kuliah.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
secara pesat menuntut adanya persaingan disegala
bidang, kenyataan seperti inilah yang mengharuskan
kita untuk mampu beradaptasi dan berusaha ikut serta
berperan aktif dalam mewarnai kemajuan dan
mengambil setiap peluang yang ada tanpa terkecuali.
Untuk mempermudah tujuan tersebut maka kami
bermaksud mengadakan kegiatan yang sesuai dengan
keadaan yang ada dan nyata yang ada di lingkungan
masyarakat. Kgiatan ini meliputi kegiatan kelompok
dan individu, akan tetapi dalam laporan ini kegiatannya
merupakan kegiatan yang termasuk program kegiatan
individu. Kegiatan dalam program ini yaitu mengenai
pentingya pendidikan dasar dalam menulis al-Qur’an
pada anak-anak. Yang menurut saya, saat ini waktu
anak di saat pendemi Corona tersita dengan media
sosial atau HP Android sebagai peningisi waktu.
Oleh karena itu kegiatan ini di harapakan mampu
mengalihkan konsentrasi anak dalam mengisi waktu
keseharian dengan belajar dan meningkatkan
kemampuan menulis ayat ayat alquran, bukan hanya
bisa tapi juga Indah.
Oleh karena itu program kegiatan individu ini
memberikan pengajaran dasar-dasar agama islam
kampung Pulau Ladi Desa Tembeling Tanjung

2. Tujuan dan Sasaran Kegiatan


Tujuan dari kegiatan tersebut adalah
1. Untuk membangkitkan semangat belajar anak-
anak kp pulau ladi
2. Untuk menciptakan suasana baru dan
menyenangkan
3. Memberi pengetahuan kepada anak-anak kp
pulau ladi yang tidak mereka pahami

Sasaran Kegiatan dari program kerja ini adalah


anak-anak sekolah dasar di kampung Pulau Ladi Desa
Tembeling Tanjung RT 002 RW 002 Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau. Dalam kategori usia sekolah
Dasar dan Menengah.

3. Hasil yang Diharapkan


Dalam kegiatan ini hasil yang diharapkan dan di
inginkan adalah sangat memuaskan, dan bisa terus
berlanjut, dan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:
1. Anak-anak kampung Pulau ladi Desa Tembeling
Tanjung dapat memahami ilmu yang sudah di
berikan
2. Anak-anak Pulau ladi Desa Tembeling Tanjung
bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk
diajarkan kepada adik-adiknya di kemudian hari

7
4. Strategi Kegiatan
Pada pelaksanaan KKN KS STAIN Sultan
Abdurrahman Kepri tahun 2020 ini, metode yang akan
dipakai dalam program kerja yang penulis laksanakan
adalah metode Participatory Action Research
(PAR).karna PAR merupakan sebuah metodologi yang
di rancang sebagai system pengganti dalam
memproduksi ilmu pengetahuan yang berbasis pada
peran masyarakat sebagai penyusun agenda, pelaku
dalam proses pengumpulan data, dan pengontrol
pemanfaatan dari hasil-hasil yang telah di
laksanakan.((PAR), 2557)

Di dalam metode PAR sendiri juga menerapkan


nilai-nilai keislaman di dalam kehidupan masyarakat.
Menurut hasil survey penulis “kehidupan masyarakat di
wilayah Kampung Pulau Ladi khususnya anak-anak
TPQ memang masih belum memahami mengenai
“Dasar-Dasar Agama Islam”, maka dari itulah hal yang
harus di lakukan memnuat sebuah rancangan kerangka
mengunakan metode PAR

5. Hasil dan Evaluasi.

Di akhir pembelajaran tersebut akan diadakan tes


atau ujian untuk mengetahui kemampuan anak-anak
tersebut apakah mereka mampu memahami
pembelajaran dan mampu mengulangnya kembali.
Akhir dari tes tersebut anak-anak akan diberikan sagu
hati agar anak-anak merasa senang dan semangat
dalam mengikuti tes tersebut.
Demikian proposal kegiatan yang saya sampaikan,
kiranya program ini mendapat dukaungan dari segala
pihak. Sehingga nantinya mampu meningkatkan
perberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ilmu
serta minat dan bakat peserta belajar. Wassalam.

1. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi


Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling.
Sejarah Desa Tembeling di awali dengan
datangnya seorang perantau yang bernama TOK
SADEK, yang di awal daerah tersebut terdapat sebuah
pantai yang penih dengan kaca cermin, sehingga pantai
tersebut digelar Pantai Cermin. Kemudian TOK
SADEK membuka lahan/kampung dan memberi nama
kampung Tembeling (karena didaerah itu banyak
terdapat kaca/beling). Sekarang TOK SADEK
dijadikan nama jalan yang ada di Tembeling Tanjung.
Pada tahun 2007 dikarenakan memiliki wilayah yang
cukup luas serta keinginan sebagian besar warga untuk
memisahkan diri dari wilayah Desa Tembeling maka
dilaksanakan pemekaran Induk dari Desa Tembeling
Tetap menjadi Desa Tembeling dan hasil pemekaran
Desa Tembeling adalah menjadi kelurahan Tembeling
Tanjung. Paska pemekaran dan pemisahan diri dari
Desa Tembeling yang sekarang menjadi Tembeling
Tanjung. Desa Tembeling dipimpin dengan
Kepemimpinan pertama Kepala Desa Tembeling yaitu
BUYUNG IBRAHIM pada tahun 1979 sampai dengan
1980.(Desa Tembeling, 2019; & Kalurahan Tepus,
2014)

9
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang
disatukan bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi,
karena setiap masyarakat yang ditanya “mau pergi
kemana?” jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada
juga yang ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat
dekat maka nama tersebut disatukan menjadi Pulau
Ladi. Daerah Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap
sungai memiliki nama masing-masing seperti sungai
celau, sungai tambak, sungai bata dan sebagainya,
dikarenakan banyaknya sungai tersebut yang
mengelilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling;
1. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d 1980
2. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
3. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
4. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;
Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa
Tembeling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau
a. Gambaran Peta Umum

Gambar 2.1 Peta Wilayah Desa Tembeling

TABEL 2.1
DESKRIPSI WILAYAH DESA TEMBELING

DESA TEMBELING
KECAMATAN TELUK BINTAN
KABUPATEN BINTAN
PROVINSI KEPRI
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter

11
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Indonesia
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Provinsi
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di
Kabupaten/Kota
Desa/Kelurahan Ya
Terluar di Kecamatan
Sumber : Olahan kantor desa tembeling 2020

TABEL 2.2
DATA JUMLAH PENDUDUK

DATA JUMLAH PENDUDUK Per KK


KP. PULAU LADI
Laki-laki Peremp Jumlah
uan
104 KK 39 KK 143 KK
Sumber : Olahan kantor desa tembeling 2020

TABEL 2.3
DATA RUMAH IBADAH

DATA RUMAH IBADAH


KP. Pulau Ladi
Nama Jumlah
Masjid 1
Sumber : Olahan kantor desa tembeling 2020

A. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial


1. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi
adalah untuk mengetahui berapa lama jarak yang
akan ditempuh dalam perjalanan menuju kesana,
bagaimanan kondisi kampung Pulau Ladi sebelum
melakukan pembelajaran yang akan dilakukan dan
sekaligus meminta izin kepada aparat desa seperti
kepala desa, kepala dusun, ketua Rt, ketua RW
untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran
penulisan huruf hijaiyah menurut kaidah-kaidah
yang ditetapkan di kampung Pulau Ladi. Selain itu
silaturahmi yang dilakukan akan menimbulkan
suasana yang lebih nyaman untuk melakukan
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh penulis.

2. Realisasi Program Kerja


Pelaksanaan KKN Kerja Sosial lokasi di
Kampung Pulau Ladi Desa Tembeling yaitu
“Penerapan metode belajar dasar-dasar agama islam
kepada anak-anak Sekolah dasar di Kampung Pulau
Ladi”. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial gambaran
umum proses dan tahapan-tahapan pelaksanaan
kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan,
mengikuti perkembangan sasaran, serta proses
membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah
dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi
mau, dari mau menjadi mampu untuk
melakukannya dan menjadi tenaga pengajar untuk
kedepannya. Sasaran dan pelaksanaan kegiatan kali
ini tertuju pada nilai pengetahuan anak-anak di
Kampung Pulau Ladi. Adapun sasaran program
kerja adalah dengan cara pembelajaran secara

13
langsung atau tatap muka di TPQ Al-Qalam
kampung pulau ladi ba’da Maghrib. Dalam konsep
pelaksanaan ini, perencanaan awalnya adalah
melakukan survei turun langsung kelapangan dan
mencaritahu apa saja yang sesuai dengan keadaan
sekarang ini apa yang dibutuhkan masyarakat
Kampung Pulau Ladi dimasa Pandemi Covid-19
ini.
Pendekataan awal yang dilakukan untuk riset
adalah dengan berkunjung ke-kelurahan Tembeling
serta menjelaskan program yang akan dilaksanakan.
Pendekatan yang dilakukan berlangsung selama
peserta KKN berada di lingkungan tersebut dengan
mengoptimalkan agar sasaran dapat terealisasikan,

B. Permasalahan yang Dihadapi


Kendala yang dihadapi dan strategi pemecahan
masalah selama kegiatan. Kerangka pemecahan
masalah merupakan kerangka berfikir secara teorotis
dan empirik untuk memecahkan masalah yang telah
diidentifikasikan dan dirumuskan. Dalam kaitan ini
perlu digambarkan berbagai alternatif pemecahan
masalah yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan
permasalah yang terjadi tersebut.
Pengetahuan anak-anak kampung Pulau Ladi
betapa pentingnya pembelajaran tentang dasar-dasar
agama islam yang benar. Bukan hanya mengetahui apa
saja yang di sampai kan tetapi juga mereka bisa
mengimplemantasikan di kehidupan sehari-hari , jadi
hal tersebut dapat menimbulkan semangat dalam
melaksanakan kegiatan program kerja yang telah
dibuat.
Jadi kendala yang timbul dalam kegiatan program
kerja yang dilakukan adalah anak-anak yang mudah
bosan dalam melakukan pembelajaran sehingga anak-
anak tersebut bergantian dalam melakukan
pembelajaran, dan tidak ada semangat dalam mengikuti
pembelajaran. selain itu mereka juga kurang aktif dan
interaktif dalam kegiatan belajar mengajar.

C. Pembahasan
Dalam bentuk KKN Kerja Sosial yang telah
dilakukan dan kesesuaiannya dengan tujuan dan hasil
yang diharapkan agar anak-anak selalu ingin
mengetahui hal baru tentang dasar-dasar agama islam
yang mereka belum ketahui atau mereka pahami,
dengan cara menonton video-video edukasi tentang
pembelajaran.
Respon yang di dapat dalam melakukan kegiatan
program kerja yang penulis lakukan ahamdulillah
mereka memberikan nilai dan respon yang positif,
terutama respon dari orang tua anak-anak yang
mengikuti pembelajaran ini. dan manfaat dari kegiatan
program kerja yang dilakukan adalah memberikan
pengetahuan dan pengalaman belajar kepada para anak-
anak TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau Ladi tentang
pembelajaran dasar-dasar agama islam

TABEL 2.4
ABSENSI KEHADIRAN MURID
NO NAMA KELAS ASAL
SEKOLAH
1 2 3 4
1 Syahwaludin VI SDN 006

15
TELUK
BINTAN
2 Khairul III SDN 006
Ramadhan TELUK
BINTAN
3 Rizki III SDN 006
TELUK
BINTAN
4 Beni Alfaro II SDN 006
TELUK
BINTAN
5 Steven Rizki II SDN 006
Anggia TELUK
BINTAN
6 Haikal IV SDN 006
TELUK
BINTAN
7 Andre Nefaldi V SDN 006
TELUK
BINTAN
8 R. Andika VI SDN 006
Saputra TELUK
BINTAN
9 Elvi V SDN 006
TELUK
BINTAN

1 2 3 4
10 Rini Yuliani IV SDN 006
TELUK
BINTAN
11 Hamidah Nabila VI SDN 006
TELUK
BINTAN
12 Lia Liyani IV SDN 006
TELUK
BINTAN
13 Vika Viranti III SDN 006
TELUK
BINTAN
14 Sifa Harianti I SDN 006
TELUK
BINTAN
15 Pita Panipera V SDN 006
TELUK
BINTAN
16 Syahdan VI SDN 006
TELUK
BINTAN
17 Aditya Pratama IV SDN 006
Saputra TELUK
BINTAN
18 Muhammad Dafa V SDN 006
TELUK
BINTAN
19 Alif Al Hidayat III SDN 006
TELUK
BINTAN
20 Arif Al Imran III SDN 006
TELUKBINTAN
1 2 3 4
21 R. Arini V SDN 006
TELUK
BINTAN
22 Desi Nurharianti IV SDN 006
TELUK
BINTAN
23 Maida Syakir V SDN 006
TELUK
BINTAN
24 Raisa V SDN 006
TELUK

17
BINTAN
25 Nur Cinta Aisyah IV SDN 006
TELUK
BINTAN
26 Tasya III SDN 006
TELUK
BINTAN
27 Haipa II SDN 006
TELUK
BINTAN

Hal yang di harapkan dalam pembelajaran dasar-


dasar agama islam adalah anak-anak kp pulau ladi
dapat memahami dan mengimplementasikan apa yang
di dapat dari kegiatan ngajar mengajar yang di lakukan.
B. STRATEGI PEMBELAJARAN KALIGRAFI
PADA ANAK SEKOLAH DI KAMPUNG
PULAU LADI DALAM UPAYA MENU-
MBUHKAN MINAT SERTA KREATIFITAS
DI TENGAH PANDEMI COVID-19

1. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah pengaplikasian
secara menyeluruh, dibidang disiplin ilmu pengetahuan
dari teori-teori yang dimilikinya ke dalam sebuah
wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Dalam
pelaksanan KKN ini juga menggunakan pola Kuliah
Kerja Nyata Kerja Sosial (KKN KS) (STAINSAR,
2020)
KKN-KS (Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial) yang
merupakan KKN yang dilaksanakan selama masa
wabah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19)
tahun 2020 secara individu maupun kelompok dengan
cara melakukan upaya penguatan pemberdayaan
ekonomi masyarakat, penguatan atas kesadaran
kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penularan
covid-19, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam
menanggulangi dampak covid-19, serta penguatan
kapasitas masyarakat wilayah mahasiswa tinggal,
bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga/Camat-
/Lurah/Kades dan/atau Gugus tugas resmi dibawah
pengendalian dan pengawasan pihak berwenang serta
mengikuti protocol kesehatan yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Dengan berjalannya waktu seluruh warga
kampung pulau ladi juga harus memulai tatanan
kehidupan yang baru atau lebih dikenal dengan era new

19
normal dan untukk tetap bertahan terhadap krisis
ekonomi yang diakibatkan oleh virus corona ini. Dan
mengharuskan masyarakat kampung pulau ladi untuk
melakukan gaya hidup baru ditengah pandemi COVID-
19 dengan menumbuhkan kreatifitas masyarakat
kampung pulau ladi agar tetap bisa bertaha hidup.
Pendidikan merupakan salah satu komponen yang
sangat penting di dalam pembentukan dan
pengembangan sumber daya manusia dalam
menghadapi kemajuan zaman. Dengan kemajuan
zaman yang terus maju pesat, mau tidak mau akan
memerlukan generasi manusia yang berkualitas,
manusia berkualitas adalah manusia yang bisa bersaing
di dalam arti yang baik, dengan membentuk pola pikir
yang kritis, penalaran yang mantap, kreatif dan inovatif.
Dengan ini penulis membuat program kerja
strategi pembelajaran kaligrafi pada anak sekolah
dalam upaya menumbuhkan minat serta kreatifitas anak
ditengah pandemi COVID-19. Oleh karena itu
diharapkan anak-anak dapat meluangkan waktunya
untuk ikut serta dalam proses pembelajaran kaligrafi di
Kampung Pulau Ladi Desa Tembeling Tanjung.

2. Tujuan dan Sasaran Kegiatan


Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai
berikut;
1. Memberikan pengalaman kepada mahasiswa
tentang kondisi yang terdapat pada masyarakat
dan bagaimana hidup ditengah-tengah masyarakat
dan mengimplemasikan disiplin ilmu yang kita
miliki.
2. Menggali potensi masyarakat kampung pulau ladi
dalam kreativitas menulis kaligrafi .
3. Menumbuhkan minat dan bakat peserta dalam
bidang seni khususnya kaligrafi islami serta
membantu mengedukasikn ekonomi kreatif
masyarakat ksmpung pulau ladi.
4. Menumbuhkan kemampuan mengkritik dan
menyelami rasa seni setelah mengetahui unsur-
unsur keindahan dalam kaligrafi yang bagus
Sasaran kegiatan ini anak sekolah di kampung
Pulau Ladi desa Tembeling Tanjung RT 002 RW 002
kabupaten Bintan provinsi Kepulauan Riau.

3. Hasil yang Diharapkan


Dalam kegiatan ini berharap bahwa hasil yang
akan didapatkan sangat memuaskan, terus berlanjut
hingga seterusnya, dan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut;
1. Mampu meningkatkan kemampuan masyarakat
khususnya anak sekolah kampung pulau ladi
untuk memecahkan masalah kejenuhan pada saat
ini dan dimasa yang akan datang
2. Diharapkan kepada anak remaja kampung pulau
ladi yang sudah memiliki kreativitas dalam
menulis kaligrafi dan dijadikan hiasan dinding
yang memiliki nilai estetika terus berlanjut.
3. Pada tingkat mahir lanjutan seni kaligrafi islami
diharapkan menjadi sumber mata pencaharian
dengan mendalami kelas pelatihan khusus.

21
4. Strategi Kegiatan
Dalam Kuliah Kerja Nyata ini metode yang di
pakai oleh penulis yaitu metode Participatory Action
Research (PAR). Karena PAR merupakan sebuah
metodologi yang dirancang sebagai sistem pengganti
dalam memproduksi ilmu pengetahuan yang berbasis
pada peran masyarakat sebagai penyusun agenda,
pelaku dalam proses pengumpulan data, dan
pengontrol pemanfaatan dari hasil-hasil yang telah
dilaksankan. ((PAR), 2557)
Salah satu tujuan program KKN ini adalah
membantu menumbuh kembangkan minat serta
menggali potensi/ bakat-bakat terpendam yang ada
pada anak di Kampung Pulau Ladi dalam pembelajaran
penulisan kaligrafi. Mengingat bahwa anak-anak
dikampung pulau ladi sama sekali tidak mengenal dan
mengetahui apa itu kaligrafi. Sehingga ada strategi
yang dilakukan dalam proses pembelajaran penulisan
kaligrafi di Kampung Pulau Ladi. Berikut adalah
strategi pelaksanaan tersebut :
1. Bekerjasama kepada guru ngaji untuk
meluangkan waktu peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran kaligrafi
2. Memberi penjelasan kepada peserta didik secara
jelas apa itu kaligrafi dan jenis jenis serta gambar
berupa macam-macam hiasan kaligrafi. sehingga
diharapkan mampu memberikan pengetahuan
baru bagi peserta didik.
3. Proses pembelajaran dilakukan 6 kali pertemuan
dalam 1 minggu selama 1 bulan
4. Diakhir penutup pembelajaran kaligrafi terdapat
evaluasi dalam penulisan kaligafi.
5. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi
Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling. Sejarah
Desa Tembeling di awali dengan datangnya seorang
perantau yang bernama TOK SADEK, yang di awal
daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung Tem-
beling (karena didaerah itu banyak terdapat kaca-
/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama jalan
yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007
dikarenakan memiliki wilayah yang cukup luas serta
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah Desa Tembeling maka dilaksanakan
pemekaran Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi
Desa Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling
adalah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska
pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling
yang sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa
Tembeling dipimpin dengan Kepemimpinan pertama
Kepala Desa Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM
pada tahun 1979 sampai dengan 1980.(Desa
Tembeling, 2019; Kalurahan Tepus, 2014)
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit. Kata
Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang disatukan
bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi, karena setiap
masyarakat yang ditanya “mau pergi kemana?”

23
jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada juga yang
ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat dekat maka
nama tersebut disatukan menjadi Pulau Ladi. Daerah
Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap sungai
memiliki nama masing-masing seperti sungai celau,
sungai tambak, sungai bata dan sebagainya, di-
karenakan banyaknya sungai tersebut yang meng-
elilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi. Kampung
Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke dalam Desa
Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa Tembeling;
1. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d 1980
2. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
3. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
4. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;
Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa
Tembeling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau.
a. Gambaran Peta Umum

Gambar 2.1 Peta Wilayah Desa Tem-


beling

TABEL 2.1
Deskripsi Wilayah Desa Tembeling
DESA TEMBELING
KECAMATAN TELUK BINTAN
KABUPATEN BINTAN
PROVINSI KEPRI
1 2
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Terluar di Tidak
Indonesia
Desa/Kelurahan Terluar di Tidak
Provinsi
Desa/Kelurahan Terluar di Tidak
Kabupaten/Kota

25
1 2
Desa/Kelurahan Terluar di Ya
Kecamatan
Sumber : Olahan Data Kantor Desa Tembeling
2020
TABEL 2.2
Data Jumlah Penduduk
DATA JUMLAH PENDUDUK Per KK
KP. PULAU LADI
LAKI- PEREMPUAN JUMLAH
LAKI
104 KK 39 KK 143 KK
Sumber : Olahan Data Kantor Desa Tembeling
2020

TABEL 2.3
Data Rumah Ibadah
DATA RUMAH IBADAH
KP. PULAU LADI
NAMA JUMLAH
Masjid 1
Sumber : Olahan Data Kantor Desa Tembeling
2020

6. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial


Pelaksanaan KKN KS Lokasi di Kampung Pulau
Ladi Desa Tembeling mencakup tentang pembelajaran
pada anak sekolah. berkaitan dengan program KKN KS
ini, KKN KS melaksanakan program-program tersebut
dan melaporkan hasil pelaksanaan program tersebut
kepada pihak desa dan penjabat yang berwenag.
Adapun pelaksanaan program kerja yang telah penulis
lakukan di Kampung Pulau ladi Desa Tembeling , yaitu
Strategi Pembelajaran Kaligrafi pada Anak Sekolah di
Kampung Pulau Ladi dalam Upaya Menumbuhkan
Minat serta Kreatifitas di tengah Pandemi COVID 19.
Tujuan penulis membuat program kerja ini untuk
menumbuhkan minat serta kreatifitas anak dalam
penulisan kaligrafi. Ketika penulis melakukan survey
kepada guru ngaji bahwa dikampung Pulau ladi sama
sekali belum pernah ada pembelajaran kaligrafi.
Sehingga beliau sangat mendukung proses pembelajar-
an kaligrafi tersebut. Dan pelaksanaan pembelajaran
kaligrafi dilaksanakan 6 kali dalam 1 minggu selama 1
bulan. Selain itu penulis melakukan pendekaatan ter-
lebih dahulu kepada peserta didik sehingga dalam
proses pembelajaran menimbulkan suasana yang lebih
nyaman dalam melakukan kegiatan yang akan dilak-
sanakan oleh penulis.

7. Permasalahan yang dihadapi


Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat kendala
baik dari segi teknis ataupun nonteknis, kendala yang
dihadapi, disikapi dengan memberikan solusi yang
tepat, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Kendala yang dihadapi penulis dalam melakukan
program kerja ini adalah kurangnya minat anak-anak
yang tidak stabil serta kurangnya disiplin peserta didik
sehingga mengakibatkan rusaknya fasilitas pem-
belajaran yang ada.
Dalam hal ini strategi pemecahan masalah yang
digunakan selama kegiatan KKN-KS berlangsung
khususnya dalam proses pengerjaan program kerja
tersebut adalah tetap melanjutkan kegiatan karena sifat
dari program kerja ini mewujudkan seni yang berupa

27
minat dan bakat dari masing-msing peserta didik.
Memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak dan memberi
teguran, arahan dan motivasi kepada peserta didik
sehingga mereka sadar akan pentingnya kedisiplinan
dalam proses pembelajaran.

8. Pembahasan
Oemar Hamalik mengatakan dalam bukunya “
Kurikulum dan Pembelajaraan “, bahwa : Pembelajaran
adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-
unsur manusiawi, material. Fasilitas, perlengkapan dan
prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan
pembelajaran. (Villela, 2013)
Kata kaligrafi di ambil dari Bahasa Inggris
“calligraphy”, diambil dari Bahasa Yunani “kalios”
yang berarti indah dan “graph” yang berarti tulisan atau
aksara. Bahasa Arab menyebutnya dengan istilah khat
yang berarti garis atau tulisan indah. Dengan demikian
jelas, bahwa kaligrafi mempunyai makna tulisan yang
indah, arti lainnyanya kepandaian menulis indah atau
elok (tulisan elok) Definisi kaligrafi lebih lengkap
sebagaimana menurut Sirojuddin AR dalam bukunya
Seni Kaligrafi Islam, Syekh Syamsudin Al- Afkani
dalam kitab Irsyad Al-Qaysid” bab “Hasr Al ‘Ulum”
mengemukakan sebagai berikut :
Artinya : “Khat/kaligrafi adalah suatu ilmu yang
memperkenalkan bentuk huruf-huruf tunggal,
letak-letaknya dan cara-cara merangkainya
menjadi sebuah tulisan yang tersusun atau
apa-apa yang ditulis di atas garis-garis,
bagaimana cara menulisnya, dan menentukan
mana yang perlu ditulis, mengubah ejaan yang
perlu diubah, dan menentukan bagaimana cara
mengubahnya. ( Sirojuddin AR, Seni Kaligrafi
Islam, Cet ke-1, Jakarta : Mult Kreasi Singgasana,
1992 ..3.)
Dapat disimpulkan bahwa kaligrafi adalah ilmu
yang mempelajari tentang tata cara menulis huruf-
huruf Arab dengan benar sesuai dengan kaidah-
kaidah yang mengaturnya. Kaidah yang dimaksud ada-
lah aturan yang harus dipatuhi oleh seorang penulis
kaligrafi agar tulisan yang dihasilkan memenuhi stan-
dard, sebagai tulisan yang diakui kebenarannya.
Penulis menggabungkan beberapa pendapat
tentang pembelajaran dan tentang kaligrafi lalu
mengambil kesimpulan bahwa pembelajaran kaligrafi
merupakan proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar kaligrafi untuk mempe-
lajari seni kaligrafi
Pembelajaran kaligrafi mencakup tiga aspek yaitu
merancang, melaksanakan dan mengevaluasi :
1. Merancang pembelajaran kaligrafi
Penulis menyiapkan rancangan pembelajaran
yang meliputi beberapa unsur. Seperti : tujuan
pelajaran, materi pelajaran, sarana-sarana pembantu,
kemudian tahap-tahap penyampaian pelajaran.
2. Pelaksanaan pembelajaran kaligrafi
Menurut Fauzi Salim Afifi dalam bukunya cara
mengajar kaligrafi (Pedoman Guru) mengatakan ada
beberapa langkah pelaksanaan pembelajaran kaligrafi:
b. Langkah awal
Dimulai dari anak SD . Dan mengingat bahwa
tulisan yang menuntut perjuangan otot dan pikiran
belum dapat dikuasai oleh murid-murid tingkat ini,
maka cukuplah kita beri mereka motivasi untuk
meniru sebisanya tidak perlu kita tuntut supaya

29
detail dan indah/kita wajibkan menggunakan alat-
alat penjelas dan warna untuk langkah ini, cukup
digunakan pensil.
c. Langkah kedua
Dimulai di kelas tiga dan empat. Disini
murid membutuhkan pengarahan seperti cara
menyempurnakan setiap bentuk huruf seumpama
gigi sin, kepala ha dan lengkungan-lengkungan
huruf tertentu dan seterusnya. Mereka harus selalu
diberi motivasi, karena mempunyai buku tulis
tersendiri untuk Khat Naskhi yang digunakan untuk
membaca dan menulis setiap mata pelajarannya.
Pada periode ini, anak lebih banyak diarahkan
kepada cara menggunakan tangan dan memegang
kalam/pena secara betul.
d. Langkah ketiga
Dimulai di kelas lima dan enam. Anak
memiliki buku tulis Khat Riq‟ah yang merupakan
materi baru. Tangannya yang telah terlatih
menulis Khat Naskhi akan sangat membantunya
dalam mempelajari jenis kaligrafi baru ini. Pada
langkah ini, harus ada peningkatan ketajaman
menelaah, pengetahuan tentang hubungan-
hubungan dan perbandingan antara bentu-bentuk
huruf serta tuntutan agar murid memperbagus
kaligrafinya untuk membangktkan ketajaman rasa
seni dalam jiwanya.
e. Langkah keempat
Dimulai di tingkat SMP. Murid dikelas-
kelas ini memiliki buku-buku tulis Khat dan
diwajibkan mengerjakan tugas-tugas menulis
Khat dibuku-buku tersebut agar tangannya terlatih
secara serius untuk membaguskan tulisannya.
Tugas lain adalah membuat ragam iluminasi-/orna-
men dan medium berwarna yang menerangkan hu-
ruf-huruf/ kata-kata.
f. Langkah ke lima
Merupakan periode tingkat muailimin dimana
pelajar memiliki buku-buku tulis, Riq‟ah dan
Sulus. Studi kaligrafi pada periode ini merupakan
studi atas dasar kesadaran dan ketelatenan, dibawah
bimbingan dan pengarahan yang datang dari
perasaan pentinganya kaligrafi dan pentingnya
memperelok tulisan. Disiapkan untuk digunakan
latihan setelah diajarkan karena kaligrafi telah
dibiasakannya melalui pemahaman dan indera.
g. Langkah ke enam
Titik-titik kelemahan kalamnya. Misalnya,
dalam cara- cara memiringkan/memanjangkan go-
resannya, sebab murid kelas satu dan dua masih
membutuhkan pengarahan dalam menulis dengan
kalam yang baik. Guru harus selalu memperhatikan
ujung pelatuk kalam kayu/bambu, sehingga
keserasian potongannya senantiasa terjaga. Oleh
karenanya, ia selalu membawa contoh kalam
tersebut untuk diperhatikan muridnya. Setiap kali
hendak menulis, keserasian
3. Mengevaluasi
Didalam evaluasi ini, diadakan ujian kepada
peserta didik dengan menulis 1 surah pendek, untuk
melihat hasil pembelajaran selama kurang lebih satu
bulan apakah mereka mampu memahami pembelajaran
dan mampu mengetahui kaidah-kaidah dalam penulisan
huruf hijaiyah yang diajarkan.

31
Setiap murid memerlukan dorongan agar
tulisannnya tambah berkembang, tanpa dorongan
seperti ini, praktek pengajaran menjadi tidak sempurna,
seperti halnya mendemontrasikan huruf-huruf yang
indah akan mendorong minat murid untuk maju dengan
perasaan bahagia karena berhasil memperindah
tulisannya, ini pun merupakan motivasi untuk
menambah kemajuan.
Pembelajaran Kaligrafi pada anak sekolah banyak
diminati oleh anak-anak di kampung pulau ladi. Dari
program kerja yang dilakukan penulis yang diikuti oleh
28 anak. Sebagian besar peserta didik mengikuti proses
pembelajaran dengan rutin. Program ini terlaksana
dengan lancar berkat dukungan dari guru ngaji, orang
tua dan para peserta didik yang semangat dalam
mengikuti kegiataan pembelajaran. Dan dengan
fasilitas yang mendukung.

TABEL 2.4
Daftar Nama Peserta Didik
N NAMA TEMPAT KELA ASAL
O TANGGA S SEKOLA
L LAHIR H
1 2 3 4 5
1 Ahmad Mangsur VI SD 006
Alamsyah Besar, 11 Teluk
Agustus Bintan
2008
2 Dinda Selat VI SD 006
Varencia Bintan, 18 Teluk
November Bintan
2008
3 R. andika Pulau Ladi, VI SD 006
30 Teluk
September Bintan
1 2 3 4 5
4 Ririn Pulau Ladi, VI SD 006
Zalianti 22 Teluk
Desember Bintan
2008
5 Sandini Tg VI SD 006
Pinang,07 Teluk
Desember Bintan
2009
6 Mulyati Pulau Ladi, VI SD 006
Ananda 28 Agustus Teluk
Putri 2008 Bintan

7 Arif Al Tg Pinang, VII SMPN 6


Imran 14 Juli Teluk
2008 Bintan
8 Syahdan Tg Pinang, VII SMPN 6
30 Teluk
September Bintan
2008
9 Syahwaluddi Tg Pinang, VII SMPN 6
n 30 Teluk
September Bintan
2008
10 Sazkia Tanjung VII SMPN 6
Narolika pinang, 16 Teluk
Juni 2009 Bintan
11 Fitria Pulau Ladi, VIII SMPN 6
02 Mei Teluk
2007 Bintan

12 Muthia Pulau Ladi, VIII SMPN 6


Erlynda 26 maret Teluk
2007 Bintan
13 Suci Lestari Pulau Ladi, VIII SMPN 6
23 Januari Teluk
Bintan

33
1 2 3 4 5
14 Mulya Pulau Ladi, IX SMPN 6
Ananda 28 Teluk
Putri Februari Bintan
2007
15 Ressa Pulau Ladi, IX SMPN 6
Amelia 12 Juni Teluk
2006 Bintan
16 Risty Pulau Ladi, IX SMPN 6
Amelia 1 Teluk
November Bintan
2006
17 Febby Pulau Ladi, IX SMPN 6
Mardhalena 22 April Teluk
2006 Bintan
18 Febby Pulau Ladi, IX SMPN 6
Wulandari 21 Teluk
Desember Bintan
2007
19 Meri Pulau Ladi, IX SMPN 6
Areyanti 09 Teluk
September Bintan
2005
20 Arya Tembeling, X SMA
Febryan 11 JULI Negeri 1
2005 Teluk
Bintan

21 Firdaus Pulau Ladi, X SMK 3


04 Oktober Tanjung
2004 Pinang
22 Wahyudha Pulau Ladi, X SMK 3
Saputrra 31 Oktober Tanjung
2004 Pinang
1 2 3 4 5
23 Rosyana Tanjung X SMKN 4
Zalyanti Pinang, 10 Tanjung
Putri Oktober Pinang
2004
24 Selmi Pulau Ladi, X SMAN 1
Amanda 11 Januari Teluk
2005 Bintan
25 Lukmanul Pulau Ladi, X SMAN 1
Alim 24 Teluk
September Bintan
2004
26 Haikal Pulau Ladi, X SMAN 1
25 juni Teluk
2004 Bintan
26 Haikal Pulau Ladi, X SMAN 1
25 juni Teluk
2004 Bintan
27 Sandika Pulau Ladi, X SMAN 1
1 Januari Teluk
2004 Bintan
28 Firman Pulau Ladi, XII SMKN 3
Wirawan 20 April Tanjung
2003 Pinang
Sumber : Olah data penulis 2020

Hasil yang diharapkan dalam proses pem-


belajaran kaligrafi adalah penulis berharap bahwa hasil
didapatkan didalam proses pembelajaran dapat me-
mberikan manfaat dan terus berlanjut hingga
seterusnya. Dalam tahap pelaksanaan ini penulis
menye-diakan kalam, kertas HVS dan tinta. Peseta
didik hanya membawa diri mengikuti proses
pembelajaran dengan efektif.

35
C. MEMBANGUN KREATIFITAS GERENASI
CINTA AL-QUR’AN DI TENGAH
PANDEMI COVID-19 DENGAN CARA
PEMBELAJARAN MENULIS AL-QUR’AN

1. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk
Pendidikan yang berbentuk kegiatan pengabdian ke
masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas
keilmuan. Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan
pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah
masyarakat di luar kampus, pada era pandemic Covid-
19, KKN-KS merupakan salah satu program yang
dilaksanakan pada masa wabah virus disease 2019
(covid-19). (STAINSAR, 2020)
Dengan adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN)
mahasiswa diharapkan bisa menerapkan dan
mendayagunakan ilmu yang sudah didapat di bangku
kuliah ke dalam kehidupan nyata di tengah-tengah
masyarakat. Mahasiswa diharapkan bisa beradaptasi
dan berinteraksi sosial dengan masyarakat sehingga
nantinya diharapkan mampu membantu menyelesaikan
masalah-masalah yang terjadi di masyarakat tentunya
dengan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
secara pesat menuntut adanya persaingan disegala
bidang, kenyataan seperti inilah yang mengharuskan
kita untuk mampu beradaptasi dan berusaha ikut serta
berperan aktif dalam mewarnai kemajuan dan
mengambil setiap peluang yang ada tanpa terkecuali.
Untuk mempermudah tujuan tersebut maka kami
bermaksud mengadakan kegiatan yang sesuai dengan
keadaan yang ada dan nyata yang ada di lingkungan
masyarakat. Kgiatan ini meliputi kegiatan kelompok
dan individu, akan tetapi dalam laporan ini kegiatannya
merupakan kegiatan yang termasuk program kegiatan
individu. Kegiatan dalam program ini yaitu mengenai
pentingya pendidikan dasar dalam menulis al-Qur’an
pada anak-anak. Yang menurut saya, saat ini waktu
anak di saat pendemi Corona tersita dengan media
sosial atau HP Android sebagai peningisi waktu.
Oleh karena itu kegiatan ini di harapakan mampu
mengalihkan konsentrasi anak dalam mengisi waktu
keseharian dengan belajar dan meningkatkan
kemampuan menulis ayat ayat alquran, bukan hanya
bisa tapi juga Indah. Program kegiatan individu ini
memberikan pengajaran menulis al-Qur’an di TPQ Al-
Qalam kampung Pulau Ladi Desa Tembeling.

2. Tujuan dan Sasaran Kegiatan


Tujuan dari kegiatan tersebut adalah
1. Mengimplementasi kemampuan akademik dan
pengalaman mahasiswa di masyarakat sekaligus
sebagai bentuk pengabdian
2. Memberikan pemahaman dalam menulis al-
Qur’an (huruf Hijaiyah) pada anak-anak
3. Menggali potensi anak-anak kampung Pulau Ladi
dalam pembelajaran menulis al-Qur’an
Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak TPQ
di kampung Pulau Ladi Desa Tembeling Tanjung RT
002 RW 002 Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan

37
Riau. Dalam kategori usia sekolah Dasar dan
Menengah.

3. Hasil yang Diharapkan


Dalam kegiatan ini hasil yang diharapkan dan di
inginkan adalah sangat memuaskan, dan bisa terus
berlanjut, dan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:
3. Anak-anak TPQ kampung Pulau ladi Desa
Tembeling Tanjung dapat memahami ilmu yang
didapat setelah mendapat pengajaran tentang cara
menulis al-Qur’an
4. Anak-anak TPQ Pulau ladi Desa Tembeling
Tanjung bisa menerapkan ilmu yang didapat
untuk diajarkan kepada adik-adiknya di kemudian
hari
5. Melatih kreatifitas yang dimiliki Anak-anak TPQ
Pulau ladi Desa Tembeling Tanjung

4. Strategi Kegiatan
Pada Pelaksanaan KKN KS STAIN Sultan
Abdurrahman Kepri tahun 2020 ini, Metode yang akan
dipakai dalam program kerja yang penulis laksanakan
adalah metode Participatory Action Research (PAR).
Karena PAR merupakan sebuah metodologi yang
dirancang sebagai sistem pengganti dalam
memproduksi ilmu pengetahuan yang berbasis pada
peran masyarakat sebagai penyusun agenda, pelaku
dalam proses pengumpulan data, dan pengontrol
pemanfaatan dari hasil-hasil yang telah
dilaksankan.((PAR), 2557)
Di dalam metode PAR Sendiri juga menerapkan
nilai-nilai keislaman di dalam kehidupan masyarakat.
Menurut hasil Survei penulis “Kehidupan masyarakat
di wilayah Kampung Pulau Ladi khususnya anak-anak
TPQ memang masih belum memahami cara-cara
penulisan huruf hijaiyah, maka dari itulah hal yang
harus dilakukan membuat sebuah rancangan kerangka
menggunakan metode PAR Strategi yang di gunakan
didalam pembelajaran ini adalah tenaga pendidik harus
pintar-pintar dalam melakukan kegiatan pembelajaran
terhadap anak-anak, sehingga anak-anak bisa lebih
bersemangat dalam kegiatan pembelajaran. Contohnya
nya tenaga pendidik harus lebih berinovasi dalam
menyampaikan apa yang akan di pelajari pada hari
tersebut.
Berikut adalah strategi pelaksanaan tersebut:
1. Perizinan kepada guru ngaji
2. Perkenalan kepada anak-anak TPQ Al_Qalam
Kampung Pulau Ladi
3. Menyediakan fasilitas seperti pensil kertas
penghapus
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

5. Hasil dan Evaluasi.


Di akhir pembelajaran tersebut akan diadakan tes
atau ujian untuk mengetahui kemampuan anak-anak
tersebut apakah mereka mampu memahami pembelaja-
ran dan mampu mengetahui kaidah-kaidah dalam
penulisan huruf hijaiyah yang diajarkan, dan akhir dari
tes tersebut anak-anak akan diberikan sagu hati agar
anak-anak merasa senang dan semangat dalam meng-
ikuti tes tersebut.
39
Demikian proposal kegiatan yang saya sampai-
kan, kiranya program ini mendapat dukaungan dari
segala pihak. Sehingga nantinya mampu meningkatkan
perberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ilmu
serta minat dan bakat peserta belajar.

6. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi


Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling. Sejarah
Desa Tembeling di awali dengan datangnya seorang
perantau yang bernama TOK SADEK, yang di awal
daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung
Tembeling (karena didaerah itu banyak terdapat
kaca/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama
jalan yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007
di-karenakan memiliki wilayah yang cukup luas serta
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah De sa Tembeling maka dilaksanakan
pemekaran Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi
Desa Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling
adalah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska
pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling
yang sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa
Tembeling dipimpin dengan Kepemimpinan pertama
Kepala Desa Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM
pada tahun 1979 sampai dengan 1980.(Desa
Tembeling, 2019; & Kalurahan Tepus, 2014)
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit. Kata
Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang disatukan
bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi, karena setiap
masyarakat yang ditanya “mau pergi kemana?”
jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada juga yang
ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat dekat maka
nama tersebut disatukan menjadi Pulau Ladi. Daerah
Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap sungai
memiliki nama masing-masing seperti sungai celau,
sungai tambak, sungai Sbata dan sebagainya,
dikarenakan banyaknya sungai tersebut yang
mengelilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling;
1. BUYUNG IBRAHIM : Tahun 1979 s/d 1980
2. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
3. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
4. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;
Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa Tembeling

41
kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Provinsi
Kepulauan Riau.

a. Gambaran Peta Umum

Gambar 2.1 Peta Wilayah Desa


Tembeling

TABEL 2.1
Deskripsi Wilayah Desa Tembeling
DESA TEMBELING
KECAMATAN TELUK BINTAN
KABUPATEN BINTAN
PROVINSI KEPRI
1 2
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Indonesia
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Provinsi
1 2
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di
Kabupaten/Kota
Desa/Kelurahan Ya
Terluar di Kecamatan
Sumber: Olahan kantor Desa Tembeling 2020

TABEL 2.2
Data Jumlah Penduduk
DATA JUMLAH PENDUDUK Per KK
KP. PULAU LADI
Laki-laki Perempuan Jumlah
104 KK 39KK 143KK
Sumber: Olahan kantor Desa Tembeling 2020

TABEL 2.3
Data Rumah Ibadah
DATA RUMAH IBADAH
KP. PULAU LADI
Nama Jumlah
Masjid 1
Sumber: Olahan kantor Desa Tembeling 2020

7. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial


1. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi
adalah untuk mengetahui berapa lama jarak yang
akan ditempuh dalam perjalanan menuju kesana,

43
bagaimanan kondisi kampung Pulau Ladi sebelum
melakukan pembelajaran yang akan dilakukan dan
sekaligus meminta izin kepada aparat desa seperti
kepala desa, kepala dusun, ketua Rt, ketua RW
untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran pen-
ulisan huruf hijaiyah menurut kaidah-kaidah yang
ditetapkan di kampung Pulau Ladi. Selain itu
silaturahmi yang dilakukan akan menimbulkan
suasana yang lebih nyaman untuk melakukan ke-
giatan yang akan dilaksanakan oleh penulis.
2. Realisasi Program Kerja
Pelaksanaan KKN Kerja Sosial lokasi di
Kampung Pulau Ladi Desa Tembeling yaitu tentang
pembelajaran penulisan Huruf Hijaiyah pada anak
TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau Ladi. Pelak-
sanaan KKN Kerja Sosial gambaran umum proses
dan tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan yang
dilakukan secara berkesinambungan, mengikuti per-
kembangan sasaran, serta proses membantu sasaran,
agar sasaran tersebut berubah dari yang tidak tahu
menjadi tahu, dari tahu menjadi mau, dari mau
menjadi mampu untuk melakukannya dan menjadi
tenaga pengajar untuk kedepannya. Sasaran dan
pelaksanaan kegiatan kali ini tertuju pada nilai
pengetahuan anak-anak TPQ Al-Qalam di Kampung
Pulau Ladi. Adapun sasaran pro-gram kerja adalah
dengan cara pembelajaran secara langsung atau tatap
muka di TPQ Al-Qalam kampung pulau ladi ba’da
Maghrib. Dalam konsep pelaksanaan ini, perencana-
an awalnya adalah melakukan survei turun lang-
sung kelapangan dan mencaritahu apa saja yang se-
suai dengan keadaan sekarang ini apa yang di-
butuhkan masyarakat Kampung Pulau Ladi dimasa
Pandemi Covid-19 ini.
Pendekataan awal yang dilakukan untuk riset
adalah dengan ber-kunjung ke-kelurahan Tembeling
serta menjelaskan program yang akan dilaksanakan.
Pendekatan yang dilakukan berlangsung selama peserta
KKN berada di lingkungan tersebut dengan
mengoptimalkan agar sasaran dapat terealisasikan,

8. Permasalahan yang Dihadapi


Kendala yang dihadapi dan strategi pemecahan
masalah selama kegiatan. Kerangka pemecahan
masalah merupakan kerangka berfikir secara teorotis
dan empirik untuk memecahkan masalah yang telah
diidentifikasikan dan dirumuskan. Dalam kaitan ini
perlu digambarkan berbagai alternatif pemecahan
masalah yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan
permasalah yang terjadi tersebut.
Pengetahuan anak-anak TPQ Al-Qalam Pulau
Ladi betapa pentingnya pembelajaran tentang bagai-
mana penulisan huruf hijaiyah yang benar dan
mengikuti aturan dan kaidah-kaidah yang telah di-
tetapkan. Bukan hanya menulis huruf hijaiyah dengan
sembarangan dan tidak mengetahui kaidah-kaidah yang
ditetapkan, jadi hal tersebut dapat menimbulkan
semangat dalam melaksanakan kegiatan program kerja
yang telah dibuat.
Jadi kendala yang timbul dalam kegiatan program
kerja yang dilakukan adalah anak-anak yang mudah
bosan dalam melakukan pembelajaran sehingga anak-
anak tersebut bergantian dalam melakukan
pembelajaran, dan tidak ada semangat dalam mengikuti

45
pemebelajaran karena kurang minat mereka dalam
pembelajaran menulis huruf hijaiyah, selain itu mereka
selalu berfikir bahwa menulis itu adalah sesuatu hal
yang sulit.

9. Pembahasan
Dalam bentuk KKN Kerja Sosial yang telah
dilakukan dan kesesuaiannya dengan tujuan dan hasil
yang diharapkan agar anak-anak selalu ingin
mengetahui hal baru tentang kaidah-kaidah dalam
penulisan huruf hijaiyah yang mereka belum ketahui
atau mereka pahami, dengan cara menonton video-
video edukasi tentang pembelajaran.
Respon yang di dapat dalam melakukan kegiatan
program kerja yang penulis lakukan ahamdulillah
mereka memberikan nilai dan respon yang positif,
terutama respon dari orang tua anak-anak yang
mengikuti pembelajaran ini. dan manfaat dari kegiatan
program kerja yang dilakukan adalah memberikan
pengetahuan dan pengalaman belajar kepada para anak-
anak TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau Ladi tentang
pemebalajaran menulis huruf hijaiyah yang benar dan
menurut kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.
Salah satu tujuan program KKN ini adalah
membantu menumbuh kembangkan kreatifitas dan
menggali potensi anak-anak TPQ Al-Qalam kampung
Pulau Ladi dalam pembelajaran penulisan huruf
hijaiyah. Mengingat bahwa anak-anak tersebut sama
sekali tidak mengetahui kaidah-kaidah penulisan al-
qur’an yang benar. Sehingga ada beberapa strategi yang
dilakukan dalam pembelajaran penulisan huruf hijaiyah
di kampung Pulau Ladi. Berikut adalah paparan strategi
yang digunakan:
1. Bekerjasama dengan guru ngaji untuk mem-
berikan atau meluangkan waktu peserta didik
dalam mengikuti pembelajaran
2. Memberi penjelasan kepada peserta didik tentang
pentingnya mengetahui kaidah-kaidah penulisan
huruf hijaiyah. Sehingga diharapkan mampu
menjadi ilmu pengetahuan yang baru bagi peserta
didik
3. Proses pembelajaran penulisan huruf hijaiyah ini
dilakukan 6 hari dalam seminggu, yang mana
malam minggu diberikan waktu istrahat bagi
peserta didik
4. Diakhir penutup pembelajaran ini dilakukan tes
untuk mengetahui ke-mampuan peserta didik dan
di berikan saguhati agar anak-anak merasa senang
dalam melakukan pembelajaran yang dilakukan,
dan diberikan kesempatan bagi peserta didik
untuk menyampaikan apa yang meraka rasakan
selama melakukan pembelajaran.
TABEL 2.4
Daftar Nama Pesrta Didik
NO NAMA ASAL
KELAS
SEKOLAH
1 2 3 4
1 SDN 006
Dika Kurniawan V
Teluk Bintan
2 SDN 006
Mirza Rayyen III
Teluk Bintan
3 SDN 006
Putri Felisa IV
Teluk Bintan

47
4 SDN 006
Yriciatalia IV
Teluk Bintan
5 SDN 006
Tari V
Teluk Bintan
6 SDN 006
Rafi IV
Teluk Bintan
1 2 3 4
7 SDN 006
R. Arini Saputri V
Teluk Bintan
8 SDN 006
Hamida Nabila V
Teluk Bintan
9 Muhammad SDN 006
III
Rifa’i Teluk Bintan
10 Muhammad SDN 006
III
Azzam Teluk Bintan
11 SDN 006
Desi Murhayati V
Teluk Bintan
Sumber: olahan data penulis 2020

Hasil yang diharapkan dalam proses pembelajar-


an penulisan huruf hijaiyah ini adalah penulis berharap
bahwa hasil yang didapatkan didalam proses pem-
belajaran dapat memberikan ilmu, manfaat dan terus
berlanjut hinga seterusnya.
Dalam tahap pelaksanaan ini penulis men-
yediakan pensil, Fotocopy kertas kotak-kotak dan
penghapus. Peserta didik hanya membawa diri yang
siap untuk mengikuti proses pembelajran dengan
efektif. Dan dengan anak-anak TPQ Pulau Ladi yang
antusias membantu proses pembelajaran dari awal
hingga akhir pertemuan.
D. PENGEMBANGAN EKONOMI KREA-
TIF DESA DALAM RANGKA PER-
TAHANAN EKONOMI DITENGAH
PANDEMI COVID-19 (Studi Atas
Pengembangan Ekowisata Pulau Ladi)

1. Latar Belakang
KKN-KS (Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial)
merupakan KKN yang dilaksanakan selama masa
wabah pandemi corona virus disease 2019 (covid-
19) tahun 2020 secara individu maupun kelompok
dengan cara melakukan upaya penguatan
pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan
atas kesadaran kepedulian masyarakat terhadap
pencegahan penularan covid-19, serta penguatan
kapasitas masyarakat dalam menanggulangi
dampak covid-19, serta penguatan kapasitas
masyarakat wilayah mahasiswa tinggal, bekerja
sama dengan
Kementerian/Lembaga/Camat/Lurah/Kades
dan/atau Gugus tugas resmi dibawah pengendalian
dan pengawasan pihak berwenang serta mengikuti
protocol kesehatan yang ditetapkan oleh
pemerintah. Jenis KKN ini lebih mengarah ke
kegiatan pencegahan bencana, emergency (tanggap
darurat), dan rehabilitas (pasca bencana).
(KEPULAUANRIAU, 2020)
Gelombang informasi, ditandai dengan
perkembangan sektor jasa yang luar biasa pesat.
Era teknologi informasi ini telah melahirkan
berbagai ide-ide “bisnis” baru yang menggunakan
perangkat teknologi sebagai basis produksinya.
Ekonomi kreatif, adalah bagian dari lonjakan
sektor jasa yang saat ini berkembang. Di tangan
beberapa orang, kreativitas mampu dikonversi
49
menjadi komoditas yang mempunyai nilai bisnis
yang cukup tinggi.
Sebuah kenyataan yang tak terbantahkan
bahwa Indonesia merupakan Negara dengan
sumber daya manusia yang luar biasa besar.
Sebagai negara terbesar penduduk nomor empat
dunia, Indonesia mempunyai potensi besar dalam
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.
Potensi yang luar biasa tersebut tentunya harus
dikelola dengan baik, sebab ibarat pisau bermata
dua, jika salah dalam mengelola bisa jadi
menimbulkan efek negatif dalam pembangunan
sebuah bangsa.
Keberadaan ekonomi daerah disatu sisi
memberi peluang kepada daerah untuk otonom,
mandiri dan kreatif. Daerah, dalam hal ini provinsi,
kabupaten/kota diberikan keleluasaan untuk
menetapkan berbagai kebijakan, sebagaimana yang
telah diatur dalam UU No.25 Tahun 1999 tentang
pemerintahan daerah dan UU No.25 Tahun 1999
tentang perimbangan keuangan antara pemerintah
pusat dan daerah. Sehingga, otonomi daerah
memberikan peluang pada setiap daerah di
Indonesia untuk dapat mengembangkan setiap
potensi lokal yang dimilikinya, agar dapat bertahan
dan berkembang ditengah persaingan regional
maupun global. Implikasinya, pembangunan
ekonomi suatu wilayah lebih mengarah pada
pendekatan yang berorientasi pada pengembangan
sumber daya lokal yang merupakan faktor-faktor
endogen wilayah tersebut secara optimal dan
maksimal.(Abdullah, piter, 2020)
Dalam bidang jasa, industri kreatif
berkembang sedemikian pesat seperti pada objek
pariwisata. Dengan begitu selain menghasilkan
pendapatan yang berasal dari kekayaan intelektual,
ekonomi kreatif juga sangat berperan dalam
menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan
(sustainable economic) dan ekonomi hijau (green
economic) karena sumber daya ekonomi kreatif
akan terbarukan serta tidak akan habis dan
berkurang. Kreatifitas akan mengilhami kreatifitas
yang lain. Karena potensi berfikir, berimajinasi dan
bernalar manusia senantiasa berkembang dan
dinamis. Selama ilmu pengetahuan dan teknologi
berkembang maka kekayaan intelektual sebagai
sumber daya ekonomi akan berkembang dan
kelangkaan akan dapat teratasi.(Suryana, 2013)
Kreatifitas adalah potensi manusia yang
mampu memproduksi pemikiran dan gagasan.
Kreatifitas bisa muncul kapan saja, misalnya ketika
orang berpikir, mengkhayal, menggagas,
berimajinasi. Agar kreatifitas menghasilkan
sesuatu yang baru dan bernilai secara ekonomis,
maka tidak cukup hanya berpikir dan berkata,
tetapi harus berbuat atau melakukan sesuatu
sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan
berbeda. Proses ini dalam sekala sektor merupakan
bagian dari upaya menghasilkan ide yang nanti
dimanifestasikan dalam bentuk barang atau jasa
yang menarik perhatian orang.
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang
menjanjikan untuk dikembangkan dalam kaitannya
dengan perolehan devisa, penyediaan lapangan
pekerjaan, serta mendorong pembangunan di suatu
kawasan, bahkan pariwisata telah menjadi industri
terbesar didunia, termasuk di Indonesia (Setiawan,
2006). Sektor wisata saat ini merambah ke
berbagai sektor secara luas, tidak hanya obyek
wisata yang berdimensi pada penggunaan fasilitas
dan wahana canggih. Wisata alam, saat ini menjadi
alternative bagi destinasi wisata yang banyak

51
diburu orang. Apalagi wisata alam yang masih
menampakkan keasrian dan keaslian alam,
sehingga menjadikan pengunjung lebih segar dan
refresh. Wisata alam atau ekowisata saat ini
menjadi destinasi wisata yang banyak
dikembangkan. Dengan mengolah sebuah lokasi
menjadi tempat yang menarik, maka para
pengunjung akan tertarik untuk mengunjungi,
menggunakan dan menikmatinya. Hal inilah yang
kiranya menjadi peluang bagi masyarakat untuk
mengembangkan potensi lingkungan supaya
mampu menjadi wisata yang mampu menarik
pengunjung. Dan desa saat ini berpotensi untuk
menjawab tantangan tersebut.
Pengembangan ekowisata didesa, dalam
konsep ekonomi adalah ikhtiyar dalam pemerataan
sumber-sumber ekonomi. Ketimpangan desa-kota
yang selama ini terlihat sangat tinggi disparitasnya,
akan mampu dikikis dengan pemberdayaan desa.
Potensi ekowisata bagi desa yang relevan, adalah
amunisi untuk mampu meningkatkan
pengembangan ekonomi, yang pada jangka
panjang akan mampu berpengaruh terhadap
kesejahteraan masyarakat.
Di Kampung Pulau Ladi, terdapat sebuah
tempat yang mempunyai potensi wisata untuk
dikembangkan. Letak geografis yang berona sungai
mangrove, yang menjadi potensi alam dalam
mengembangkan wisata berbasis lingkungan atau
eko-wisata.

2. Tujuan Dan Sasaran Kegiatan


Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai
berikut;
a. Memberikan keuntungan finansial secara
langsung bagi keperluan konservasi melalui
kontribusi atau pengeluaran ekstra
wisatawan.
b. Memberikan keuntungan finansial dan
pemberdayaan bagi masyarakat lokal,
dengan menciptakan produk wisata yang
mengedepankan nilai-nilai lokal.
c. Memberikan kepekaan terhadap situasi
sosial, lingkungan dan politik didaerah
tujuan wisata.
Sasaran kegiatan ini masyarakat di kampung
Pulau Ladi desa Tembeling RT 004 RW 002
kabupaten Bintan provinsi Kepulauan Riau.

3. Hasil Yang Diharapkan


Dalam kegiatan ini berharap bahwa hasil
yang akan didapatkan sangat memuaskan, terus
berlanjut hingga seterusnya, dan dapat memberikan
manfaat sebagai berikut;
a. Mengurangi dampak negatif berupa
kerusakan atau pencemaran lingkungan
dan budaya lokal akibat kegiatan wisata.
b. Membangun kesadaran dan penghargaan
atas lingkungan dan budaya dengan tujuan
wisata, baik pada diri wisatawan,
masyarakat lokal, maupun pelaku wisata
lainnya.
c. Menawarkan pengalaman-pengalaman
positif bagi wisatawan maupun
masyarakat lokal, melalui kontak budaya
yang lebih intensif dan kerjasama dalam
pemeliharaan atau konservasi daerah
tujuan objek wisata.
d. Menghormati hak asasi manusia dan
perjanjian kerja, dalam arti memberikan
kebebasan kepada wisatawan dan
masyarakat lokal untuk menikmati atraksi

53
wisata sebagai wujud hak asasi, serta
tunduk kepada aturan main yang adil dan
disepakati bersama dalam pelaksanaan
transaksi-transaksi wisata.

4. Strategi Pengembangan Ekowisata Pulau


Ladi
Mengingat ekowisata Pulau Ladi ini
merupakan obyek yang relatif baru, maka
diperlukan proses pengembangan yang relevan.
Dan saat ini, pihak pengelola bersama desa sedang
berikhtiyar mengembangkan pengelolaan dan
manajemen ekowisata yang lebih baik.
Ekowisata yang berbasis pada lingkungan
alam, akan mampu menjadi daya tarik jika
diimbangi dengan sentuhan-sentuhan kreatifitas
dan gagasan yang bersifat baru. Dalam konteks
ekowisata kampung Pulau Ladi, maka akan
mendorong kreatifitas-kreatifitas dalam
pengembangan wahana ekowisata ini.
Salah satu program KKN ini adalah
membantu dan berpartisipasi dalam pengelolaan
dan sosialisasi obyek ekowisata Kampung Pulau
Ladi. Ada beberapa strategi yang dilakukan dalam
pengembangan ekowisata Kampung Pulau Ladi ini.
Berikut adalah paparan strategi tersebut:
a. Penambahan Spot Yang Menarik
Salah satu cara untuk menambah perhatian
pengunjung adalah adanya spot foto yang menarik.
Penambahan spot yang direncanakan diantaranya
spot berbentuk love dan spot papan tulisan dari
tutup botol. Dengan penambahan ini diharapkan
mampu memberikan nuansa baru bagi pengunjung.
b. Sosialisasi Dan Promosi
Promosi menjadi hal yang penting bagi
sebuah wisata. Sosialisasi dan promosi akan
memperkenalkan khalayak akan keberadaan
sebuah obyek wisata. Saat ini selain promosi dari
mulut ke mulut, pengelola juga nantinya
melakukan promosi di media sosial. Facebook dan
instragram adalah bagian dari upaya promosi
murah yang dilakukan untuk memperkenalkan
keberadaan ekowisata Kampung Pulau Ladi ini.

c. Pengadaan Tempat Sampah Unik


Salah satu dampak dari sebuah wisata adalah
adanya sampah apalagi dimasa pandemi saat
kebersihan lingkungan menjadi faktor utama.
Sampah ini bila tidak diatasi akan memberi
dampak buruk bagi kenyamanan pengunjung.
Selain karena faktor pengunjung yang “seenaknya”
buang sampah, faktor motivasi ekstrinsik (luar)
juga berpengaruh terhadap perilaku membuang
sampah ini. Salah satu upaya dari saya untuk KKN
dalam menjaga kebersihan adalah mengadakan
tempat sampah di arena lokasi ekowisata.
Kesadaran pengunjung yang rendah, apalagi saat
sedang ramai-ramainya, maka problem sampah
menjadi persoalan yang harus diperhatikan.
Pengadaan tempat sampah ini cukup unik, yakni
dengan memanfaatkan tong bekas yang didesain
sedemikian rupa, dengan berbagai cat warna
menambah keunikan tempat sampah ini. Tong
sampah ini selain diwarnai, juga diberi gambar
yang menarik perhatian pengunjung. Harapannya,
dengan tong sampah yang beraneka warna dan
bergambar, akan mampu menjadikan pengunjung
membuang sampah pada tempat sampah tersebut.

55
5. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau
Ladi
Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari
desa Tembeling, kampung Pulau Ladi yang
daerahnya merupakan perpecahan dari Desa
Tembeling. Sejarah Desa Tembeling di awali
dengan datangnya seorang perantau yang bernama
TOK SADEK, yang di awal daerah tersebut
terdapat sebuah pantai yang penih dengan kaca
cermin, sehingga pantai tersebut digelar Pantai
Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung
Tembeling (karena didaerah itu banyak terdapat
kaca/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan
nama jalan yang ada di Tembeling Tanjung. Pada
tahun 2007 dikarenakan memiliki wilayah yang
cukup luas serta keinginan sebagian besar warga
untuk memisahkan diri dari wilayah Desa
Tembeling maka dilaksanakan pemekaran Induk
dari Desa Tembeling Tetap menjadi Desa
Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling
adalah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung.
Paska pemekaran dan pemisahan diri dari Desa
Tembeling yang sekarang menjadi Tembeling
Tanjung. Desa Tembeling dipimpin dengan
Kepemimpinan pertama Kepala Desa Tembeling
yaitu BUYUNG IBRAHIM pada tahun 1979
sampai dengan 1980. (Desa Tembeling, 2019;
Kalurahan Tepus, 2014)
Kemudian masyarakat Tembeling banyak
yang mengungsi atau berpindah tempat ke
kampung Pulau Ladi hal ini disebabkan tanah
tembeling banyak di beli dan dikuasai oleh
perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang
disatukan bagian barat Pulau dan bagian timur
Ladi, karena setiap masyarakat yang ditanya “mau
pergi kemana?” jawaban mereka ada yang ke pulau
dan ada juga yang ke Ladi, disebabkan daerah
tersebut sangat dekat maka nama tersebut
disatukan menjadi Pulau Ladi. Daerah Pulau Ladi
dikelilingi oleh sungai, setiap sungai memiliki
nama masing-masing seperti sungai celau, sungai
tambak, sungai bata dan sebagainya, dikarenakan
banyaknya sungai tersebut yang mengelilingi
kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau
Ladi memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian
Pulau diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada
namanya jalan Bukit Burung. Bukit burung
terdapat bukit yang dahulunya dijadikan lokasi
berburu para masyarakat dan orang luar, namun
sekarang bukit tersebut menjadi tempat keramat di
Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk
ke dalam Des Tembeling, sejarah Kepemimpinan
Desa Tembeling;
a. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d
1980
b. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
c. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d
2006
d. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d
sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau
Ladi; Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam
Desa Tembeling kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

57
Gambar
Letak Geografis Kampung Pulau Ladi
1) Gambaran Umum

Tabel 2.1
Profil Desa Tembeling
Desa Tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas Permukaan 10 Meter
Laut
Desa/Kelurahan Terluar di Tidak
Indonesia
Desa/Kelurahan Terluar di Tidak
Provinsi
Desa/Kelurahan Terluar di Tidak
Kabupaten/Kota :
Desa/Kelurahan Terluar di Ya
Kecamatan
Sumber: Kantor Desa Tembeling 2020

Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Berdasarkan KK
(Kepala Keluarga)
Penduduk (jiwa) 2020
Kepala Keluarga 143
Total 143
Sumber: Kantor Desa Tembeling 2020

59
6. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial
a. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi
adalah untuk mengetahui berapa lama jarak yang
akan ditempuh dalam perjalanan menuju kesana,
bagaimanan kondisi kampung Pulau Ladi sebelum
pembuatan spot foto dan sekaligus meminta izin
kepada aparat desa seperti kepala desa, kepala
dusun, ketua Rt, ketua RW untuk dapat melakukan
penambahan spot foto di kampung Pulau Ladi.
Selain itu silaturahmi yang dilakukan akan
menimbulkan suasana yang lebih nyaman untuk
melakukan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
penulis.
b. Realisasi Program Pengembangan Desa
Wisata
Dalam pengembangan ini menggunakan
Strategi PAR (Participatory Action Research)
yaitu strategi pengembangan sarana dan prasarana
penunjang pariwisata(PAR, 2557). Selain itu juga
meningkatkan kualitas sumber daya manusia
proyek berbasis desa wisata ini mengandalkan
kerja sama dengan pihak desa dan kepala pemuda
kampung Pulau Ladi untuk melakukan
pembangunan desa wisata dengan tujuan agar
dapat lebih mengenalkan kepada wisatawan luar
bahwa kampung yang terpencil dan kampung yang
jauh dari keramaian kota memiliki keindahan
alamnya, Kampung Pulau Ladi merupakan salah
kampung yang memiliki potensi sumber daya alam
berupa Mangrove yang masih terawat. Potensi
yang diambil adalah dengan memanfaatkan
mangrove yang ada sebagai faktor pendukung
dalam program kerja ini. Beberapa program yang
dilakukan untuk mengembangkan wisata ini antara
lain:
c. Kerja Bakti
Melihat area wisata yang tidak tertata dengan
baik. KKN STAIN Sultan Abdruhman Kepulauan
Riau kelompok 2 atau yellow claw bekerja sama
dengan pemuda kampung Pulau Ladi untuk
membersihkan lokasi wisata. Beberapa hal yang
dilakukan meliputi membersihkan sampah-sampah,
dan mengecat plantar pelabuhan agar lebih
berwarna untuk dikunjungi.
d. Pembuatan Spot Foto Dan Tong Sampah
Dari Barang Bekas
Dalam melakukan ini menggunakan strategi
PAR (Participatory Action Research) yaitu strategi
pengembangan sarana dan prasarana penunjang
pariwisata. Selain itu juga meningkatkan kualitas
sumber daya manusia. Hal ini diperlukan karena
melihat kurangnya daya tarik untuk wisatawan.
Untuk melakukan pembuatan spot selfi ini perlu
kerja keras dalam mendapatkan bahan-bahan yang
digunakan seperti kayu. Pemuda Kampung Pulau
Ladi harus mencari kayu di daerah sungai
mangrove menggunakan pompong pemuda. Untuk
memunculkan identitas kampung Pulau Ladi,
penulis membuat papan nama kampung Pulau Ladi
yang akan diletakkan di simpang masuk kampung
Pulau Ladi. Dalam tahap pembuatan ini penulis
melakukannya dibantu oleh pemuda kampung
Pulau Ladi, mulai dari merakit dan memotong,
pengecatan, dan penempelan huruf.
Dengan tong sampah yang beraneka warna
dan bergambar, akan mampu menjadikan
masayarakat maupun pendatang membuang
sampah pada tempat sampah tersebut. Tong
sampah ini diletakkan ditempat keramaian seperti
lapangan voly dan pelabuhan.

61
7. Permasalahan Yang Dihadapi
Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat
kendala baik dari segi teknis ataupun nonteknis,
kendala yang dihadapi, disikapi dengan
memberikan solusi yang tepat, begitu pula dengan
kegiatan KKN ini.
Kendala yang dihadapi penulis dalam
melakukan program kerja ini adalah hambatan
waktu dalam penyelesaian serta tenaga yang
dibutuhkan cukup besar, dimulai dari persiapan
bahan, merakit dan memotong, pengecatan, dan
penempelan huruf membutuhkan waktu yang
cukup lama, sedangkan pemuda kampung Pulau
Ladi pada hari biasa senin sampai jumat sibuk
bekerja, mereka hanya bisa pada hari-hari libur
seperti sabtu dan minggu.
Dalam hal ini strategi pemecahan masalah
yang digunakan selama kegiatan KKN-KS
berlangsung khususnya dalam pengerjaan program
kerja tersebut adalah kerjabakti setiap hari sabtu
dan minggu. Dikarenakan para pemuda kampung
Pulau Ladi hanya ada pada hari sabtu dan minggu
selain hari tersebut mereka sibuk dengan pekerjaan
masing-masing.

8. Pembahasan
Kegiatan di tempat wisata yang paling sering
dilakukan oleh pengujung atau wisatawan adalah
berfoto-foto. Sehingga spot foto yang memiliki
view yang menarik dan bagus akan disukai banyak
pengunjung. Spot foto itu sendiri adalah tempat
atau lokasi yang memiliki pemandangan atau view
yang ideal untuk berfoto agar menghasilkan foto
yang maksimal atau bagus. Umumnya tempat
wisata itu memiliki spot foto unggulan atau yang
banyak menarik perhatian dari pengunjung.
Kampung Pulau Ladi sebenarnya memiliki potensi
untuk menambah tempat spot foto dengan view
sungai dan pohon-pohon mangrove yang
menambah keindahan untuk hasil foto. (A.Oka,
2008)
Ekowisata secara bahasa terdiri dari dua kata,
eko dan wisata. Eko dalam konteks ini dapat
diartikan sebagai lingkungan. Sehingga secara
mudah ekowisata dapat diartikan sebagai wisata
lingkungan atau wisata alam. Ekowisata ini
menaruh perhatian besar terhadap kelestarian
sumberdaya pariwisata. Berdasarkan dari elemen
ekowisata, terdapat beberapa cakupan ekowisata
yaitu untuk edukasi, pemberdayaan masyarakat,
peningkatan ekonomi, serta upaya dalam kegiatan
konservasi.
Pengembangan ekowisata di dalam hutan
yang tidak mengenal kejenuhan pasar, dapat
menjadikan wisata alam sebagai salah tujuan
wisatawan. Oleh karena itu, pengembangan
ekowisata harus mengacu pada prinsip-prinsip
ekowisata, untuk mencapai keberhasilan ekowisata
dalam mempertahankan kelestarian dan
pemanfaatan (Fandeli, 2000).
Berdasarkan Damanik dkk. (2006), prinsip-
prinsip ekowisata antara lain
a. Mengurangi dampak negatif berupa
kerusakan atau pencemaran lingkungan
dan budaya lokal akibat kegiatan wisata.
b. Membangun kesadaran dan penghargaan
atas lingkungan dan budaya dengan
tujuan wisata, baik pada diri wisatawan,
masyarakat lokal, maupun pelaku wisata
lainnya.

63
c. Menawarkan pengalaman-pengalaman
positif bagi bagi wisatawan maupun
masyarakat lokal, melalui kontak budaya
yang lebih intensif dan kerjasama dalam
pemeliharaan atau konservasi daerah
tujuan objek wisata.
d. Memberikan keuntungan finansial secara
langsung bagi keperluan konservasi
melalui kontribusi atau pengeluaran
ekstra wisatawan.
e. Memberikan keuntungan finansial dan
pemberdayaan bagi masyarakat local,
dengan menciptakan produk wisata yang
mengedepankan nilai-nilai lokal.
f. Memberikan kepekaan terhadap situasi
sosial, lingkungan dan politik di daerah
tujuan wisata.
g. Menghormati hak asasi manusia dan
perjanjian kerja, dalam arti memberikan
kebebasan kepada wisatawan dan
masyarakat lokal untuk menikmati
atraksi wisata sebagai wujud hak asasi,
serta tunduk kepada aturan main yang
adil dan disepakati bersama dalam
pelaksanaan transaksitransaksi wisata.
Dalam pengembangan ekowisata, diperlukan
sebuah dukungan khusus dalam pengadaan sebuah
produk wisata, yang dapat menjadi bahan
pertimbangan wisatawan. Wisatawan dengan minat
khusus, umumnya memiliki latar belakang
intelektual yang lebih baik, pemahaman serta
kepekaan yang lebih terhadap etika, moralitas, dan
nilai-nilai tertentu, sehingga bentuk dari wisata ini
adalah untuk mencari pengalaman baru.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 48
tahun 2010 tentang pengusahaan pariwisata alam di
suaka margasatwa, taman nasional, taman hutan
raya dan taman wisata alam, wisata alam adalah
kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan
tersebut, yang dilakukan secara sukarela serta
bersifat sementara untuk menikmati gejala
keunikan dan keindahan alam di kawasan suaka
margasatwa, taman nasional, taman hutan raya, dan
taman wisata alam. Wisata alam hutan merupakan
salah satu sektor hasil hutan yang memiliki potensi
besar untuk dikembangkan. Hutan wisata alam
adalah hutan wisata yang memiliki keindahan
alam, baik keindahan nabati, keindahan hewani,
maupun keindahan alamnya sendiri.
Manfaat ekowisata selain sebagai pariwisata
alam dan rekreasi, juga bisa sebagai obyek
penelitian dan pengembangan Selain itu juga bisa
dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan
kegiatan penunjang budaya.
Menurut Fandeli, hutan wisata alam atau
ekowisata didefinisikan sebagai hutan yang
mencakup bagian daratan maupun lautan, terutama
yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan
rekreasi alam (out-bond). Beberapa kriteria untuk
bisa mendukung wahana ini diantaranya obyek
tersebut mampu menjadi daya tarik alam berupa
tumbuhan, satwa atau ekosistem gejala alam serta
formasi geologi yang menarik. Berikutnya,
mempunyai luas yang cukup untuk menjamin
kelestarian fungsi potensi dan daya tarik untuk
dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam.
Dan yang terakhir, didukung kondisi lingkungan di
sekitarnya sebagai upaya pengembangan pariwisata
alam.
Beberapa motivasi seseorang untuk
melakukan kegiatan rekreasi di alam terbuka yaitu
mencari tata lingkungan yang baru, mencari

65
pengalaman yang baru, menyentuh alam yang asli,
utuh, tenang, serta mempelajari proses yang terjadi
di dalamnya, berpetualang, menyaksikan dan
menikmati panorama alam, serta mencari inspirasi.
Pengertian tentang ekowisata mengalami
perkembangan dari waktu ke waktu. Namun, pada
hakekatnva, pengertian ekowisata adalah suatu
bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap
kelestarian area yang masih alami, memberi
manfaat secara ekonomi dan mempertahankan
keutuhan budava bagi masyarakat setempat. Atas
dasar pengertian ini, bentuk ekowisata pada
dasarnya merupakan bentuk gerakan konservasi
yang dilakukan oleh penduduk dunia. Eco-traveler
ini pada hakekatnya konservasionis.
a. Pengembangan Ekowisata
Ekowisata merupakan bentuk wisata yang
dikelola dengan pendekatan konservasi. Apabila
ekowisata pengelolaan alam dan budaya
masyarakat yang menjamin kelestarian dan
kesejahteraan, sementara konservasi merupakan
upaya menjaga kelangsungan pemanfaatan
sumberdaya alam untuk waktu kini dan masa
mendatang. Hal ini sesuai dengan definisi yang
dibuat oleh The International Union for
Conservation of Nature and Natural Resources
(1980), bahwa konservasi adalah usaha manusia
untuk memanfaatkan biosphere dengan berusaha
memberikan hasil yang besar dan lestari untuk
generasi kini dan mendatang.
Sementara itu destinasi yang diminati
wisatawan ecotour adalah daerah alami. Kawasan
konservasi sebagai obyek daya tarik wisata dapat
berupa Taman Nasional, Taman Hutan Raya,
Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata
dan Taman Buru. Tetapi kawasan hutan yang lain
seperti hutan lindung dan hutan produksi bila
memiliki obyek alam sebagai daya tarik ekowisata
dapat dipergunakan pula untuk pengembangan
ekowisata. Area alami suatu ekosistem sungai,
danau, rawa, gambut, di daerah hulu atau muara
sungai dapat pula dipergunakan untuk ekowisata.
Pendekatan yang harus dilaksanakan adalah tetap
menjaga area tersebut tetap lestari sebagai areal
alam.
Di dalam pemanfaatan areal alam untuk
ekowisata mempergunakan pendekatan pelestarian
dan pemanfaatan. Kedua pendekatan ini
dilaksanakan dengan menitikberatkan pelestarian
dibanding pemanfaatan. Pendekatan ini jangan
justru dibalik.
Kemudian pendekatan lainnya adalah
pendekatan pada keberpihakan kepada masyarakat
setempat agar mampu mempertahankan budaya
lokal dan sekaligus meningkatkan
kesejahteraannya. Salah satu yang dapat dilakukan
adalah dengan mengatur conservation tax untuk
membiayai secara langsung kebutuhan kawasan
dan masyarakat lokal.
Untuk mengembangkan ekowisata
dilaksanakan dengan cara pengembangan
pariwisata pada umumnya. Ada dua aspek yang
perlu dipikirkan. Pertama, aspek destinasi,
kemudian kedua adalah aspek market. Untuk
pengembangan ekowisata dilaksanakan dengan
konsep product driven. Meskipun aspek market
perlu dipertimbangkan namun macam, sifat dan
perilaku obyek dan daya tarik wisata alam dan
budaya diusahakan untuk menjaga kelestarian dan
keberadaannya.
Pada hakekatnya ekowisata yang
melestarikan dan memanfaatkan alam dan budaya

67
masyarakat, jauh lebih ketat dibanding dengan
hanya keberlanjutan. Pembangunan ekowisata
berwawasan lingkungan jauh lebih terjamin
hasilnya dalam melestarikan alam dibanding
dengan keberlanjutan pembangunan. Sebab
ekowisata tidak melakukan eksploitasi alam, tetapi
hanya menggunakan jasa alam dan masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan, fisik/
dan psikologis wisatawan. Bahkan dalam berbagai
aspek ekowisata merupakan bentuk wisata yang
mengarah ke metatourism. Ekowisata bukan
menjual destinasi tetapi menjual filosofi. Dari
aspek inilah ekowisata tidak akan mengenal
kejenuhan pasar.
1) Prinsip Pengembangan Ekowisata
Pengembangan ekowisata di dalam kawasan
hutan dapat menjamin keutuhan dan kelestarian
ekosistem hutan. Ecotraveler menghendaki
persyaratan kualitas dan keutuhan ekosistem. Oleh
karenanya terdapat beberapa butir prinsip
pengembangan ekowisata yang harus dipenuhi.
Apabila seluruh prinsip ini dilaksanakan maka
ekowisata menjamin pembangunan yang ecological
friendly dari pembangunan berbasis kerakyatan.
Ekowisata mempunyai pengertian suatu
perjalanan wisata ke daerah yang masih alami.
Meskipun perjalanan ini bersifat berpetualang,
namun wisatawan dapat menikmatmya. Ekowisata
selalu menjaga kualitas, keutuhan dan kelestarian
alam serta budaya dengan rnenjamin keberpihakan
kepada masyarakat. Peranan masyarakat lokal
sangat besar dalam upaya menjaga keutuhan alam.
Peranan ini dilaksanakan mulai saat perencanaan,
saat pelaksanaan pengembangan dan pengawasan
dalam pemanfaatan.
Potensi dari penambahan spot foto baru
dikampung pulau ladi adalah meningkatkan minat
dari pengunjung yang ingin memiliki foto yang
bagus dengan pemandangan alam yang asri serta
tidak menjadikan pengunjung merasa bosan dan
ingin kembali ke Kampung Pulau Ladi karena
pemandangan alam yang bagus dan asrinya itu.
Apalagi dengan didukung adanya properti spot foto
apabila wisata kampung Pulau Ladi banyak
pengunjung yang datang, secara tidak langsung
akan menambah pendapatan untuk warga lokal
seperti penjual makanan yang ada di tempat
Kampung Pulau Ladi dan juga menambah
penghasilan untuk pengelola wisata mangrove
khususnya bagi masyarakat setempat. Selain itu
apabila wisata mangrove telah banyak diminati
pengunjung, secara tidak langsung maka kampung
pulau ladi sendiri dapat berkembang lebih pesat.
(Setiawan, 2006)
Pemandangan bagus yang disuguhkan oleh
mangrove kampung pulau ladi belum sepenuhnya
dilihatkan sehingga mendirikan spot foto baru
merupakan langkah yang tepat agar wisatawan
yang datang ke kampung pulau ladi tidak merasa
bosan dengan spot foto yang mononton itu-itu saja.
Maka dari itu penulis mempunyai ide untuk
menambah tempat spot foto dengan menggunakan
properti tambahan yaitu frame berbentuk bingkai
dari bahan tutup botol bekas. Sebelum melakukan
pembuatan properti untuk spot foto baru, penulis
melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan
aparat desa seperti kepala desa, kepala dusun,
ketua RT, ketua RW, dan ketua pemuda untuk
mendapatkan ijin agar dapat melaksanakan
program kerja ini. (Gusti, 2017)

69
Hasil pembuatan spot foto baru di kampung
pulau ladi tersebut adalah menambah tempat view
foto dengan latar belakang sungai yang disertai
pohon-pohon mangrove dan menambah keindahan
dari alam. Selain itu dapat digunakan sebagai
penghias tempat wisata serta dijadikan view untuk
berfoto ditempat yang belum dijamah, serta
memanfaatkan lahan yang belum digunakan
sehingga dapat menambah tujuan dari wisatawan
yang datang ke kampung Pulau Ladi. Dengan tong
sampah yang beraneka warna dan bergambar, akan
mampu menjadikan masayarakat maupun
pendatang membuang sampah pada tempat sampah
tersebut. Tong sampah ini diletakkan ditempat
keramaian seperti lapangan voly dan pelabuhan.
Dalam tahap pembuatan ini penulis
melakukannya dibantu oleh pemuda kampung
Pulau Ladi, mulai dari merakit dan memotong,
pengecatan, dan penempelan huruf. Dengan
pemuda-pemuda di kampung Pulau Ladi yang
antusiasme membantu.
E. PENERAPAN METODE BELAJAR CERITA
MENYANYI (B,C,M) DI TPQ AL-QALAM
KAMPUNG PULAU LADI

1. Latar Belakang
Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat
intelektual yang ada dinegeri ini, diharapkan mampu
memberi andil dalam pembangunan bangsa dan
Negara. Pem-bangunan,disektor fisik yang terus malaju
seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi perlu diimbangi dengan kemajuan
masyarakat pada aspek nonfisik. Sejauh ini kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi masih menyisakan
ketertinggalan masyarakat pada aspek nonfisik. Dunia
pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan
masih jauh manjadi problem klasik yang butuh
penanganan serius.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata adalah suatu bentuk
pendidikan dengan cara memberikan pengalaman
empiris kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-
tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung
megajarkan kepada mahasiswa cara identifikasi
masalah-masalah sosial kerakyata. Kuliah kerja nyata
secara langsung akan menunjukan keterkaitan langsung
antara dunia pendidikan dan upaya perwujudan
kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN)
mahasiswa diharapkan bisa menerapkan dan
mendayagunakan ilmu yang sudah didapat di bangku
kuliah ke dalam kehidupan nyata di tengah-tengah
masyarakat. Mahasiswa diharapkan bisa beradaptasi
dan berinteraksi sosial dengan masyarakat sehingga

71
nantinya diharapkan mampu membantus menyelesaikan
masalah-masalah yang terjadi di masyarakat tentunya
dengan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
secara pesat menuntut adanya persaingan disegala
bidang, kenyataan seperti inilah yang mengharuskan
kita untuk mampu beradaptasi dan berusaha ikut serta
berperan aktif dalam mewarnai kemajuan dan
mengambil setiap peluang yang ada tanpa terkecuali.
Untuk mempermudah tujuan tersebut maka kami ber-
maksud mengadakan kegiatan yang sesuai dengan kea-
daan yang ada dan nyata yang ada di lingkungan mas-
yarakat. Kgiatan ini meliputi kegiatan kelompok dan
individu, akan tetapi dalam laporan ini kegiatannya
merupakan kegiatan yang termasuk program kegiatan
individu. Kegiatan dalam program ini yaitu mengenai
pentingya pendidikan dalam keadaan saat ini, Oleh
karena itu program kegiatan individu ini memberikan
pengajaran dan membaantu anak-anak TPQ Al-Qalam
dalam pembelajaran agama islam yang dilakukan setiap
hari setelah ba’da zuhur yang dilakukan dengan metode
B,C,M.
2. Tujuan dan Sasaran Kegiatan
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah
1. Mengimplementasi kemampuan akademik dan
pengalaman mahasiswa di masyarakat
sekaligus sebagai bentuk pengabdian.
2. Membantu pihak orang tua dalam
penyelesaian tugas siswa dengan cara belajar
bersama, yang dilakuakan setiap hari setelah
ba’da zuhur di TPQ Al-Qalam Kampung
Pulau Ladi denagan metode pembelajaran
B,C,M .
3. Membatu pihak sekolah dalam mentransfer
ilmu yang dimiliki melalui pembelajaran
bersama yang dilakukan setiap harinya
denagan anak-anak TPQ Al-Qalam Kampung
Pulau Ladi dengan metode pembelajaran
B,C,M.
Sasaran.
Sasaran dari kegiatan KKN KS ini adalah anak-
anak TPQ Al-Qalam di kampung Pulau Ladi Desa
Tembeling Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.
3. Hasil yang Diharapkan
Dalam kegiatan ini hasil yang diharapkan dan di
inginkan adalah sangat memuaskan, anak-anak TPQ
Al-Qalam Kampung Pulau Ladi bisa memahami dan
terus belajar dirumah dan mengulang kembali
pembelajaran yang diberikan oleh penulis, dan
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat
memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Anak-anak TPQ Al-Qalam kampung Pulau
ladi Desa Tembeling dapat memahami ilmu
yang diberikan dalam kegiatan ini dan dapat
diterima dengan baik.
2. Anak-anak TPQ Pulau ladi Desa Tembeling
bisa menerapkan ilmu yang didapat dalam
kegiatan ini untuk diajarkan kepada adik-
adiknya di kemudian hari.
3. Melatih kretivitas dan keaktifan yang dimiliki
Anak-anak TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau
ladi Desa Tembeling.

73
F. Strategi Kegiatan
Dalam Kuliah Kerja Nyata ini metode yang
dipakai oleh penulis yaitu Metode PAR. Salah satu
tujuan program KKN ini adalah membantu menumbuh
kembangkan minat serta bakat yang dimiliki peserta
didik yaitu anak-anak Kampung Pulau Ladi dalam
pembelajaran dengan mengunakan Metode Bermain,
Cerita dan menyanyi.
Mengingat bahwa dalam kondisi covid saat ini
banyak anak-anak yang jarang sekali belajar dirumah
karena sekolah di liburkan dan mereka hanya sibuk
bermain dan lupa akan tanggung jawab yang harus
dijalankannya dalam urusan sekolahnya. Karna itu
penulis menjalankan program kerja ini untuk membantu
anak-anak Kampung Pulau Ladi berikut ini adalah
strategi pelaksanaan kegiatan tersebut:
1. Bekerjasama dengan Guru Ngaji untuk
periyinan dan meluangkan waktu peserta didik
dalam mengikuti pembelajaran yang
dilakukan setiap hari setelah ba’da zuhur.
2. Memberi penjelasan kepada peserta dididk
tentang materi yang akan disampaikan dalam
proses pembelajaran.
3. Memberi penjelasan tentang metode yang
digunakan dalam proses pembelajaran agar
peserta didik mengerti dengan konsep yang
diajarkan.
4. Proses pembelajaran dilakuka 3 kali
pertemuan dalam 1 minggu selama 1 bulan.
5. Diakhir pembelajaran akan di adakan evaluasi
terhadap materi yang diajarkan untuk
mengetahui seberapa mengerti dan paham
peserta didik terhadap materi yang diajarkan.

G. Hasil dan Evaluasi.


Di akhir pembelajaran tersebut akan diadakan tes
atau ujian untuk mengetahui kemampuan anak-anak
tersebut apakah mereka mampu memahami
pembelajaran dan mampu mengetahui akan apa yang
telah disampaikan saat proses pembelajaran
berlangsung, dan akhir dari tes tersebut anak-anak akan
diberikan sagu hati agar anak-anak merasa senang dan
semangat dalam mengikuti tes tersebut.
Demikian proposal kegiatan yang saya
sampaikan, kiranya program ini mendapat dukaungan
dari segala pihak. Sehingga nantinya mampu
meningkatkan perberdayaan masyarakat dalam
meningkatkan ilmu serta minat dan bakat peserta
belajar. Wassalam.
H. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi
Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling.
Sejarah Desa Tembeling di awali dengan datangnya
seorang perantau yang bernama TOK SADEK, yang di
awal daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung
Tembeling (karena didaerah itu banyak terdapat
kaca/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama
jalan yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007
dikarenakan memiliki wilayah yang cukup luas serta

75
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah Desa Tembeling maka dilaksanakan
pemekaran Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi
Desa Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling
adalah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska
pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling
yang sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa
Tembeling dipimpin dengan Kepemimpinan pertama
Kepala Desa Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM
pada tahun 1979 sampai dengan 1980. ( Profil Desa
Tembeling Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau).
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang disatukan
bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi, karena setiap
masyarakat yang ditanya “mau pergi kemana?”
jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada juga yang
ke Ladi, disebabkan daerah tersebvut sangat dekat
maka nama tersebut disatukan menjadi Pulau Ladi.
Daerah Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap sungai
memiliki nama masing-masing seperti sungai celau,
sungai tambak, sungai bata dan sebagainya,
dikarenakan banyak nya sungai tersebut yang
mengelilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling:
1. BUYUNG IBRAHIM: Tahun 1979 s/d 1980.
2. M, ZUSUF Tahun: 1980 s/d 1990.
3. SALIKIN SIMON Tahun 1990 s/d 2006.
4. SAMSUL BAHARI Tahun 2006 s/d sekarang.
Berikut ini adalah monografi Kampung Pulau
Ladi: Kampung Pulau Ladi termasuk ke dalam Desa
Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau.
a. Gambaran Peta Umum

Gambar 2.1 Peta Wilayah Desa


Tembeling

77
Tabel 2.1
Deskripsi Wilayah Desa Tembeling
Desa Tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan
Provinsi Kepri
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Indonesia
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Provinsi
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di
Kabupaten/Kota
Desa/Kelurahan Ya
Terluar di Kecamatan
Sumber: olahan kantor desa Tembeling 2020
Tabel 2.2
Data Jumlah Penduduk
DATA JUMLAH PENDUDUK Per KK
KP. PULAU LADI
Laki-laki Perempuan Jumlah
104 KK 39 KK
Sumber: olahan kantor desa Tembeling 2020
Tabel 2.3
Data Rumah Ibadah
DATA RUMAH IBADAH
KP. Pulau Ladi
Nama Jumlah
Masjid 1
Sumber: olahan kantor desa Tembeling 2020
I. Pelaksanaan KKN kerja sosial
1. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi
adalah untuk mengetahui berapa lama jarak yang
akan ditempuh dalam perjalanan menuju kesana,
bagaimanan kondisi kampung Pulau Ladi sebelum
pembuatan spot foto dan sekaligus meminta izin
kepada aparat desa seperti kepala desa, kepala dusun,
ketua Rt, ketua RW untuk dapat melakukan
penambahan spot foto di kampung Pulau Ladi. Selain
itu silaturahmi yang dilakukan akan menimbulkan
suasana yang lebih nyaman untuk melakukan
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh penulis.
2. Realisasi Program Kerja
Mengenai program kerja KKN-KS yang telah
dilaksanakan, yaitu: penerapan metode B,C,M
diAnak-anak TPQ Al-Qalam Kampung Pulau Ladi.
Pelaksanaan KKN kerja sosial gambaran umum
proses dan tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan
yang dilakukan secara berkesinambungan
mengikuti perkembangan sasaran, serta proses
membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah
dari zang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi
mau, dari mau menjadi mampu untuk
melakukannya. Sasaran dan pelaksanaan kegiatan
kali ini tertuju pada nilai pengetahuan Anak-anak
TPQ Al-Qalam Kampung Pulau Ladi. Adapun
sasaran program kerja adalah dengan cara
pembelajaran secara langsung atau tatap muka di
TPQ Al-Qalam Kampung Pulau Ladi setelah ba’da
Zuhur. Dalam konsep pelaksanaan ini, perencanaan

79
awalnya adalah melakukan survei turun kelapangan
dan mencari tahu apa saja yang sesuai dengan
keadaan sekarang ini apa yang dibutuhkan
masyarakat Kampung Pulau Ladi dimasa opandemi
Covid-19 ini.
Pendekatan awal yang dilakukan untuk riset
adalah dengan berkunjung ke kelurahan Tembeling
serta menjelaskan program yang akan dilakan.
Pendekatan yang dilakukan brlangsung selama
peserta KKN berada di ling-kungan tersebut dengan
mengoptimalkan agar sasaran dapat ter-ealisasikan.

J. Permasalah yang dihadapi


Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat kendala
baik dari segi teknis ataupun nonteknis, kendala yang
dihadapi, disikapi dengan memberikan solusi yang
tepat, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Kendala yang dihadapi dan starategi pemecahan
masalah selama kegiatan. Kerangka premecahan
masalah merupakan kerangka berfikir secara teorotis
dan empirik untuk memecahkan masalah yang telah
diidentifikasikan dan dirumuskan. Dalam kaitan ini
perlu di gambarkan berbagai alternatif pemecahan
masalah yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan
permasalahan yang terjadi tersebut.
Pengetahuan Anak-anak Kampung Pualau Ladi
betapa pentingnya pembelajaran di tengah pandemi
Covid-19 saat ini dengan keadaan sekolah yang tidak
buka untuk saling belajar bersama, jadi hal tersebut
membuat dapat menimbulkan semangat dalam
melaksanakan kegiatan program kerja yang telah
dibuat. Jadi kendala yang timbul dalam kegiatan
program kerja yang dilakukan adalah sulitnya Anak-
anak Kampung Pulau Ladi tidak mengunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar yang mengakibatkan
kurangnya terjalinnya komunikasi yang baik antara
penulis dengan anak-anak yang diajarkan, anak-anak
kurang memahami materi yang diajarkan yang
mengakibatkan timbul rasa bosan dan jenuh dari
mereka.
Dalam hal ini strategi pemecahan masakah yang
diambil adalah tetap melanjutkan kegiatan seperti
biasanya namun tetap menyesuaikan dengan minat dan
keinginan dari peserta didik yang diajarkan,
menampilkan vidio-vidio pembelajaran yang lebih
menarik, menyediakan buku bacaan yang bergambar
agar minat baca dari peserta didik menjadi bertambah,
bernyayi untuk menghilangkan kebosanaan dan
kejenuhan dari peserta didik.

K. Pembahasan
Dalam bentuk KKN- KS yang telah dilakukan dan
kesesuaian dengan tujuan dan hasil yang diharapkan
agar Anak-anak selalu ingin tahu hal-hal baru dalam
proses pembelajaran yang belum mereka ketahui
denagan cara menonton vidio-vidio edukasi tentang
pembelajaran.
Respon yang didapatkan dalam pelaksanaan
program kerja ini Alhamdulillah Anak-anak TPQ Al-
Qalam merespon positif dari setiap pembelajaran yang
diberikan setiap harinya dan mereka juga semangat saat
mengikuti pembelajaran dan muncul rasa ingin tahu
mereka dari setiap materi yang diberikan, dan manfaat
dari kegiatan program kerja yang dilakukan adalah

81
memberikan pengalaman belajar kepada para anak-
anak TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau Ladi tentang
pembelajaran agama islam, dan membrikan
pengalaman dan pengetahuan.
Salah satu tujuan program kerja KKN KS ini
adalah membantu menumbuhkan kreatifitas dan
menumbuhkan minat belajar dari peserta didik yang di
ajarkan setiap harinya setelah ba’da zuhur dengan
metode pembelajaran B,C,M yang diterapkan agar saat
proses pembelajaran anak-anak tidak cepat bosan.
Dalam pelaksanaan program kerja ini ada beberapa
strategi yang digunakan saat proses pembelajaran di
antaranya:
1. Bekerja sama dengan guru ngaji untuk
memberikan dan meluangkan waktu peserta
didik dalam mengikuti proses pembelajaran
yang dilakukan setelah ba’da zuhur dengan
metode pembelajaran B,C,M.
2. Anak-anak TPQ Al-Qalam kampung Pulau
ladi Desa Tembeling dapat memahami ilmu
yang diberikan dalam kegiatan ini dan dapat
diterima dengan baik.
3. Anak-anak TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau
ladi Desa Tembeling bisa menerapkan ilmu
yang didapat dalam kegiatan ini untuk
diajarkan kepada adik-adiknya di kemudian
hari.
4. Melatih kretivitas dan keaktifan yang dimiliki
Anak-anak TPQ Al-Qalam di Kampung Pulau
ladi Desa Tembeling.
5. Di akhir proses pembelajaran ini akan
diadakan tes yang bertujuan untuk
mengetahaui seberapa memahaminya peserta
didik atas materi yang selama ini di ajarkan,
dan dari hasil tes yang telah dilakukan peserta
didik akan mendapatkan saguhati agar anak-
anak merasa senang dan semangat dalam
melakuak kegiatan pembelajaran yang
dilakuakan, dan peserta didik diberikan
kesempatan untuk menyampaikan apa saja
yang telah mereka pahami dan ketahui selama
proses pembelajaran ber-langsung.
Tabel 2.4
Nama Peserta Didik
NO NAMA ASAL KELAS
SEKOLAH
1 2 3 4
1 SDN OO6 6
TELUK
Syahwaludin BINTAN
2 SDN OO6 3
Khairul TELUK
Ramadhan BINTAN
3 SDN OO6 2
TELUK
Riski BINTAN
4 SDN OO6 2
TELUK
Beni Alfaro BINTAN
5 SDN OO6 2
Steven Riski TELUK
Anggia BINTAN
6 SDN OO6 2
TELUK
Haikal BINTAN
7 SDN OO6 2
Andre Nefaldi TELUK Bintan

83
1 2 3 4
8 SDN OO6 6
R.Andika TELUK
Saputra BINTAN
9 SDN OO6 4
TELUK
Elvi BINTAN
10 SDN OO6 4
TELUK
Rini Yuliani BINTAN
11 SDN OO6 4
Hamidah TELUK
Nabila BINTAN
12 SDN OO6 4
TELUK
Lia Liyani BINTAN
13 SDN OO6 4
TELUK
Vika Viranti BINTAN
14 SDN OO6 3
TELUK
Sifa Hayati BINTAN
15 SDN OO6 5
TELUK
Pitia Pinipera BINTAN
16 SDN OO6 6
TELUK
Syahdan BINTAN
17 SDNOO6 6
Aditia Pratama TELUK
Saputra BINTAN
18 SDN OO6 5
Muhammad TELUK
Dafa BINTAN
19 SDN OO6 5
Alif Al Hidayat TELUK bintan
1 2 3 4
20 SDN OO6 5
TELUK
Arif al Imran BINTAN
21 SDN OO6 6
TELUK
R. Arini BINTAN
22 SDN OO6 6
TELUK
Desi Nurhayati BINTAN
23 SDN OO6 5
TELUK
Maida Syakir BINTAN
24 SDN OO6 6
TELUK
Raisa BINTAN
25 SDN OO6 4
Nur Cinta TELUK
Aisyah BINTAN
26 SDN OO6 3
TELUK
Tasya BINTAN
27 SDN OO6 5
TELUK
Haipa BINTAN
28 SDN OO6 6
M. Khairul TELUK
azzam BINTAN
Sumber: olahan Penulis 2020

85
F. PENGEMBANGAN KEBUGARAN JASMANI
DAN ROHANI DI MASA COVID-19

1. Latar Belakang

KKN-KS (Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial)


kegiatan ini dilaksanakan selama masa wabah
corona(covid-19) Tahun 2020 ini yang secara individu
mau pun dengan kelompok dengan adanya kesehataan
yang baik dan fisik mental yang cukup untuk mengatasi
penularan covid-19. Yang sudah menyebar luas di
berbagai daerah salah satunya adalah di kampung pulau
ladi desa tembeling tanjung.
Seiring berjalannya waktu masyarakat kampung
pulau ladi juga harus mengikuti protokol kesehatan dan
memulai hidup baru dengan cara dengan menggunakan
masker setiap waktu jika berpergian,selalu mencuci
tangan dan juga tidak lupa membawa handsanitaizer
jika berpergian.
Untuk mempermudahkan tujuan tersebut kami
bermaksud untuk meng-adakan kegiatan yang sesuai
dengan keadaan sekarang yaitu dengan cara
berolahraga.
Kegiatan senam sehat sabtu pagi sebagai sarana
olahraga dan silaturahmi, aktivitas bekerja selama
sepekan biasanya membawa keletihan secara lahir
maupun batin.sudah menjadi angenda mingguan
kegiatan KKN untuk mengada-kan kegiatan senam pagi
bersama setiap hari sabtu .senam ini di laksanakan di
lapangan voly kampung pulau ladi.
Senam pagi bermanfaat untuk menjaga
metabolisme tubuh agar terhindar dari penyakit yang
tidak Nampak tetapi mematikan jika daya tahan tubuh
tidak bisa melawan dan menahan serangan yang sudah
menyebar ini. dan menjaga kesegaran jasmani mau pun
rohani dengan dilaksananya kegiatan rutin tersebut,
diharapkan dapat menjaga kondisi dan harus mengikuti
protokol kesehan dan tetap fit dan bugar serta dapat
melaksanakan kegiatan bekerja dengan optimal.
Selain untuk memperoleh kebugaran jasmani, kegiatan
senam tersebut juga di manfaatkan sebagai sarana ber-
silatirahmi antar ibu- ibu dan anak-anak serta bapak-
bapak kampung pulau ladi.warga pulau ladi juga
merasa senam sabtu pagi adalah sebagai hiburan untuk
mengurangi rasa penularan wabah covid-19.

2. Tujuan dan Sasaran Kegiatan


Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai
berikut;
1. Mengajak masyarakat membiasakan pola hidup
sehat.
2. Mencegah penyebaran corona
3. Sehat jasmani dan rohani
4. Melaksanakan aktivitas kesehatan sehari-hari
5. Selalu ingat dengan protokol kesehatan
6. Hidup sehat pikiran lancar
7. Tanpa kesehatan yang baik tak bisa berfikir untuk
menyelesaikan masalah
8. Dan tak lupa juga senyum, tegur,sapa, sopan
santun terhadap masyarakat.
Sasaran :

87
Sasaran kegiatan ini masyarakat di kampung
Pulau Ladi desa Tembeling Tanjung RT 004 RW 002
kabupaten Bintan provinsi Kepulauan Riau.

3. Hasil yang Diharapkan


Hasil yang di harapiatan KKN ini akan
menyadarkan masyrakat pulau ladi dan bisa
menggerakkaan kegian senam sehat ini pada hari
sabtunya dan mampu terus berjalan dengan baik.
Manfaat yang di harapkan untuk mengurangi
penyebaran covid-19 ini juga mencari celah
permasalahan yang terjadi pada masyarakat pulau ladi
tersebut dan juga membantu warga pulau ladi tersebut
untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang di
lakukan anggota KKN di pulau ladi untuk mendukung
kemmajuan masyarakat setempaat.
Manfaat kebugaran jasmani:
1. Meningkatkan sirkulasi darah dan system kerja
jantung.
2. Meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh
sehingga tubuh menjadi lebih energik.
3. Memiliki kemampuan pemulihan organ-organ
tubuh secara cepat setelah latihan

4. Strategi Pengembangan kebugaran jasmani dan


rohani
Senam sehat adalah untuk mengajak ibu-ibu
berpartisipasi untuk kegiatan KKN serta mempererat
tali silaturrahmi dan menyadarkan masyarakat bahwa
tanpa jasmani yang sehat. Dan akan menjadi daya tarik
masyarakat dan memulai hidup baru dengan cara
berolahraga. maka akan mendorong masyarakat untuk
memulai hidup sehat.
Salah satu program KKN ini adalah membantu
dan berpartisipasi dengan cara senam sehat dan jalan
sehat.Dengan penambahan ini diharapkan mampu
memberikan nuansa baru bagi masyarakat sekitar.

5. Pengadaan jalan sehat di kampung pulau ladi


desa tembeling
Jalan sehat ini di adakan untuk penyemangat
warga kampung pulau ladi,pada prinsipnya,kegiatan ini
sering di lakukan di pulau ladi tidak ada yang
dirisaukan atau di khawatirkan. sehingga koordinasi ini
dilakukan untuk memastikan kegiatan ini berjalan
dengan lancar.kegiatan ini di ikut sertakan kira-kira 150
peserta kegiatan ini juga di hadiri ibu RT,RW,Bapak
Dusun,Dan lain sebagianya.di karenakan acara ini acara
bebas.jadi siapa saja yang boleh ikut serta dalam
berpartisipasi kegiatan KKN.(Taufiq, 2020)

6. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi


Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling. Sejarah
Desa Tembeling di awali dengan datangnya seorang
perantau yang ber-nama TOK SADEK, yang di awal
daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung
Tembeling (karena didaerah itu banyak terdapat
kaca/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama

89
jalan yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007
dikarenakan memiliki wilayah yang cukup luas serta
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah Desa Tembeling maka dilaksanakan
pemekaran Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi
Desa Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling
adalah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska
pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling
yang sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa
Tembeling dipimpin dengan Kepemimpinan pertama
Kepala Desa Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM
pada tahun 1979 sampai dengan 1980.(profil desa
tembeling tanjung kecamatan teluk bintan, kabupaten
Bintan Provinsi Kepulauan Riau).
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang
disatukan bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi,
karena setiap masyarakat yang ditanya “mau pergi
kemana?” jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada
juga yang ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat
dekat maka nama tersebut disatukan menjadi Pulau
Ladi. Daerah Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap
sungai memiliki nama masing-masing seperti sungai
celau, sungai tambak, sungai bata dan sebagainya,
dikarenakan banyaknya sungai tersebut yang
mengelilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasiberburu para masyarakat dan
orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling;
1. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d 1980
2. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
3. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
4. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d sekarang

Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;


Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa
Tembeling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau.

Gambaran 2.1
Letak Geografis Kampung Pulau Ladi

91
TABEL 2.1
Profil Desa Tembeling
Desa Tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2
Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas Permukaan Laut 10 Meter
Desa/Kelurahan Terluar di Indonesia Tidak
Desa/Kelurahan Terluar di Provinsi Tidak
Desa/Kelurahan Terluar di Indonesia Tidak
Kabupaten/Kota :

Desa/Kelurahan Terluar di Kecamatan Ya


Sumber : Olahan kantor desa tembeling
2020

TABEL 2.2
JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN
KK (KEPALA KELUARGA)

Penduduk (jiwa) 2020


Kepala Keluarga 143
Total 143
Sumber: Olahan kantor desa tembeling
2020
7. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial
1. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi adalah
untuk mengetahui berapa lama jarak yang akan
ditempuh dalam perjalanan menuju kesana, bagaimanan
kondisi kampung Pulau Ladi sebelum terjadinya covid-
19 sekaligus meminta izin kepada aparat desa seperti
kepala desa, kepala dusun, ketua Rt, ketua RW untuk
dapat melakukankegiatan KKN di desa pulau tersebut.
Selain itu silaturahmi yang dilakukan akan
menimbulkan suasana yang lebih nyaman untuk
melakukan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
penulis.
2. Realisasi Program Pengembangan kebugaran
Jasmani Dan Rohani
Dalam pengembangan ini menggunakan Strategi
abcd yaitu strategi mengajak masyarakat untuk
berpartisipasi dalam kegiatan yang di laksanakan.
Selain itu juga meningkatkan kebugaran jasmani dalam
masa pandemic covid-19.wisata ini mengandalkan kerja
sama dengan ibu-ibu PKK dan warga pulau ladi.
3. Kerja bakti
Melihat area lapangan voly kampung pulau ladi
yang tidak tertata dengan baik.anggota KKN STAIN
Sultan Abdruhman Kepulauan Riau kelompok 2 atau
yellow claw bekerja sama dengan pemuda pemudi
kampung Pulau Ladi untuk membersihkan lokasi
lapangan voly. Beberapa hal yang dilakukan meliputi
membersihkan sampah-sampah, dan membakar sampah
yang berserakan pada lapangan tersebut serta menyapu
lapangan voly di karenakan lapangan tersebut sering di
gunakan untuk kegiatan sorea untuk bermain voly.

8. Permasalahan yang dihadapi


Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat kendala
baik dari segi teknis ataupun nonteknis, kendala yang

93
dihadapi, disikapi dengan memberikan solusi yang
tepat, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Kendala yang dihadapi penulis dalam melakukan
program kerja ini adalah hambatan waktu dan
mengajak ibu PKK kampung pulau ladi agak sulit dan
begitu juga bersama pemuda dan bapakn-bapaknya,
sedangkan pemuda kampung Pulau Ladi pada hari
biasa senin sampai jumat sibuk bekerja, mereka hanya
bisa pada hari-hari libur seperti sabtu dan minggu.
Dalam hal ini strategi pemecahan masalah yang
digunakan selama kegiatan KKN-KS berlangsung
khususnya dalam pengerjaan program kerja tersebut
adalahsetiap hari sabtu dan minggu. Dikarenakan para
pemuda kampung Pulau Ladi hanya ada pada hari sabtu
dan minggu selain hari tersebut mereka sibuk dengan
pekerjaan masing-masing.

9. Pembahasan
Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan
kesehatan.tetapi lebih merupakan cara mengukur
individu dan melakukan kegiatan sehari-hari,dan
mencegar terjadinya penyebaran covid-19. dan untuk
menyadarkan masyarakan untuk hidup sehat. memulai
kehidupan baru, tak luput dari protokol kesehtan,selalu
menggukan masker,mencuci tangan terlebih
dahulu.(tini kartini nata kusumah, 2019)
Sehingga kesimpulan ringkas yang bisa kita
peroleh dari prenjelasan diatas bahwa semakin baik
hidup seseorang maka semakin baik pula tingkat
kebugaran jasmaninya. Dimana kebugaran jasmani
menunjang interaksi di lingkungan sekitar.(Irma
wirnantika, budiman agung pratama, 2007)
G. MENJADIKAN WISATA SEBAGAI LOCAL
TOURISM MANGROVE KAMPUNG PULAU
LADI

1. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah Suatu Bentuk
Pendidikan yang berbentuk kegiatan pengabdian ke
masyarakat oleh mahasisiswa dengan pendekatan lintas
keilmuan, Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan
pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah
masyarakat di luar kampus, pada era pandemic Covid-
19, KKN-KS merupakan salah satu Program yang
dilaksanakan pada masa wabah virus disease 2019
(Covid-19).

KKN-KS merupakan KKN yang dilaksanakan


secara individu maupun kelompok dengan cara
melakukan penguatan atas kesadaran dan kepedulian
masyarakat terhadap pencegahan penularan Covid-19
dan atau penguatan kapasitas masyarakat dalam
menanggulangi dampak Covid-19 melalui keterlibatan
langsung di wilayah mahasiswa tinggal, bekerja sama
dengan kementerian/lembaga dan/atau gugus tugas
resmi di bawah pengendalian dan pengawasan pihak
berwenang serta mengikuti protokol kesehatan yang
ditetapkan oleh pemerintah.

Kuliah Kerja Nyata adalah suatu bentuk


pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan
merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Per-
guruan Tinggi.Dengan diadakannya KKN, di-harapkan
seorang mahasiswa semakin matang dengan disiplin
keilmuannya.Selain itu kegiatan KKN diharapkan

95
melahirkan pribadi yang luar biasa ketika sudah terjun
dimasyarakat,berjiwa kepemimpinan.

Untuk itu, mahasiswa dalam mengembangkan


kegiatan KKN, KKN tidak hanya berisi rangkaian
kegiatan kerja civitas akademik STAIN SAR untuk
masyarakat tetapi berisi rangkaian kegiatan integrative
interdisipliner yang dikemas secara strategis untuk
menyelesaikan permasalahan secara tuntas dan
dilaksanakan bersama masyarakat dengan memerankan
masyarakat sebagai pelaku penting dan utama serta
melibatkan para pemangku kepentingan lain yang
terkait.

Pada dasarnya Kuliah Kerja Nyata merupakan


bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada
masyarakat.Setelah mendapatkan materi perkuliahan
yang senantiasanya dapat berguna dalam lingkungan
masyarakat itu sendiri.Dalam kegiatan pengabdian pada
masyarakat,mahasiswa memberikan pengalaman ilmu
pengetahuan,teknologi,seni,dan agama untuk
memberikan pengarahan agar dapat memecahkan
masalah dan menanggulanginya secara tepat.Selain
itu,pembenahan sarana dan sarana merupakan kegiatan
yang dilakukan serta menjadi program kerja bagi
mahasiswa.

Dalam Program individu saya menitik beratkan


pada pemanfaat suasana lingkungan yang alami dengan
panorama hutan mangrove yang jarang di jumpai di
beberapa daerah lain. Yang nantinya konservasi alam
hutan mangrove memiliki nilai edukasi bagi orang luar
dalam menikLmati panorama alam yangmasih natural.
Salah satunya agar pengunjung bisa merasa
nyaman dengan menata sarana dan prasana yang ada
serta di maksimalkan.

2. Tujuan dan Sasaran Kegiatan


1. Mengenalkan lingkungan dengan panorama
hutan Mangrove sebagai salah satu sumber
alami bagi kehidupan biota laut.
2. Adanya ekosistem yang mendiami atau
terdapat di lingkungan hutan Mangrove.
3. Menjadikan mangrove ini lebih banyak
dikunjung masyarakat lokal dan maupun
Regional.
4. Mengajak masyarakat bersama-sama
mengembangkan wisata tersebut.
5. Selalu menjaga kelestarian alam.
6. Menginventarisir sarana dan prasana
pendukung dalam pengenalan serta edukasi
mangrove.
Adapun sasaran kegiatan KKN KS di masa
pandemi Covid 19 STAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau di Tembeling adalah mengembangkan
mangrove yang diadakan di Pulau Ladi, Desa
Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan. Target dari
kegiatan ini adalah seluruh warga Pulau Ladi.

3. Hasil yang Diharapkan


1. Memberikan informasi ke masyarakat dalam
bentuk edukasi akan manfaat dari pohon
mangrove dan hutan mangrove
2. Menyiapkan brosur atau pamflet tentang kondisi
lingkungan dan masyarakat sekitar

97
3. Bekerjasama dengan mayarakat setempat dalam
menyediakan transpotasi darat dan laut untuk
sampai ke lokasi tujuan
4. Mangrove ini semoga banyak yang di kunjung
dari masyarakat lokal dan budaya luar.
5. Selalu menjaga kelestarian alam.
6. Bisa membuka diri dari isolasi pemukiman yang
sebagian besar orang belum mengetahui
Kampung pulau ladi
7. Mempromisikan wisata ini lewat sosmed atau
temple brosur.
8. Menghidupkan akses transportasi di mangrove.
9. Mampu memberikan sumber penghasilan bagi
masyarakat setempat dengan terbukanya daerah
dari kunjungan wisatawan lokal.
4. Strategi Kegiatan
Strategi kegiatan yang saya lakukan adalah
mengajak masyarakat bersama-sama mengenalkan
wisata mangrove ini supaya ada orang asing
mengunjung wisata mangrove ini, maka dari itu kita
bersama membangung wisata ini lebih maju yang
terletak di Kampung Pulau Ladi.
5. Profil Desa atau Kelurahan
Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling.
Sejarah Desa Tembeling di awali dengan
datangnya seorang perantau yang bernama TOK
SADEK, yang di awal daerah tersebut terdapat sebuah
pantai yang penih dengan kaca cermin, sehingga pantai
tersebut digelar Pantai Cermin.Kemudian TOK
SADEK membuka lahan/kampung dan memberi nama
kampung Tembeling (karena didaerah itu banyak
terdapat kaca/beling). Sekarang TOK SADEK
dijadikan nama jalan yang ada di Tembeling Tanjung.
Pada tahun 2007 dikarenakan memiliki wilayah yang
cukup luas serta keinginan sebagian besar warga untuk
memisahkan diri dari wilayah Desa Tembeling maka
dilaksanakan pemekaran Induk dari Desa Tembeling
Tetap menjadi Desa Tembeling dan hasil pemekaran
Desa Tembeling adalah menjadi kelurahan Tembeling
Tanjung. Paska pemekaran dan pemisahan diri dari
Desa Tembeling yang sekarang menjadi Tembeling
Tanjung. Desa Tembeling dipimpin dengan
Kepemimpinan pertama Kepala Desa Tembeling yaitu
BUYUNG IBRAHIM pada tahun 1979 sampai dengan
1980.(Tembeling, n.d.)
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang
disatukan bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi,
karena setiap masyarakat yang ditanya “mau pergi
kemana?”jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada
juga yang ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat
dekat maka nama tersebut disatukan menjadi Pulau
Ladi.Daerah Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap
sungai memiliki nama masing-masing seperti sungai
celau, sungai tambak, sungai bata dan sebagainya,
dikarenakan banyaknya sungai tersebut yang
mengelilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau

99
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling:
1. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d 1980.
2. M.YUSUF: Tahun 1980 s/d 1990
3. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
4. SAMSUL BAHARI:Tahun 2006 s/d sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;
Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa
Tembeling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau.

Gambar 1:Letak geografis kampung pulau ladi


Tabel 2.1
Profil Desa Tembeling
Desa Tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau
Kode 2101082005
Desa/Kelurahan
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Koordinat Bujur 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Indonesia
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Provinsi
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di
Kabupaten/Kota
Desa/Kelurahan Ya
Terluar di
Kecamatan
Sumber; Kantor Desa Tembeling

Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Berdasarkan KK
(Kepala Keluarga)
Penduduk Jiwa 2020
Kepala Keluarga 143
Total 143
Sumber;Kantor Desa Tembeling

101
6. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial
1. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi
adalah untuk mengetahui berapa lama jarak yang akan
ditempuh dalam perjalanan menuju kesana, bagaimana
kondisi kampung Pulau Ladi sebelum pembuatan
wisata dan sekaligus meminta izin kepada aparat desa
seperti kepala desa,kepala dusun, ketua RT, ketua RW
untuk dapat menjadikan wisata di kampung Pulau Ladi.
Selain itu silaturahmi yang dilakukan akan
menimbulkan suasana yang lebih nyaman untuk
melakukan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
penulis.
2. Realisasi Pengembangan Desa Wisata
Dalam pengembangan ini menggunakan
Strategi WO (Weakness Opportunities) yaitu strategi
pengembangan sarana dan prasarana penunjang
pariwisata.Selain itu juga meningkatkan kualitas
sumber daya manusia proyek berbasis desa wisata ini
mengandalkan kerja sama dengan pihak desa dan
kepala pemuda kampung Pulau Ladi untuk melakukan
pembangunan desa wisata dengan tujuan agar dapat
lebih mengenalkan kepada wisatawan luar bahwa
kampung yang terpencil dan kampung yang jauh dari
keramaian kota memiliki keindahan alamnya, Kampung
Pulau Ladi merupakan salah kampung yang memiliki
potensi sumber daya alam berupa Mangrove yang
masih terawat. Potensi yang diambil adalah dengan
memanfaatkan mangrove yang ada sebagai faktor
pendukung dalam program kerja ini. Beberapa program
yang dilakukan untuk mengembangkan wisata ini
antara lain:
1. Kerja bakti
Melihat area wisata yang tidak tertata dengan
baik. KKN STAIN Sultan Abdruhman
Kepulauan Riau kelompok 2 atau yellow claw
bekerja sama dengan pemuda kampung Pulau
Ladi untuk membersihkan lokasi wisata.
Beberapa hal yang dilakukan meliputi
membersihkan sampah-sampah,dan mengecat
plantar pelabuhan agar lebih berwarna untuk
dikunjungi.
Pelaksanaan Pembuatan Ekowisata di Hutan
Bakau. Dalam melakukan ini menggunakan
strategi WO (Weakness Opportunities) yaitu
strategi pengembangan sarana dan prasarana
penunjang pariwisata. Selain itu juga
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Hal
ini diperlukan karena melihat kurangnya daya
tarik untuk wisatawan.Untuk pelaksanaan
pembuatan ekowisata di hutan bakau di hutan
bakau supaya ada daya tarik masyarakat luar dan
budaya lokal.
7. Permasalahan yang Dihadapi
Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat kendala
baik dari segi teknis ataupun nonteknis, kendala yang
dihadapi, disikapi dengan memberikan solusi yang
tepat, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Kendala yang dihadapi penulis dalam melakukan
program kerja ini adalah hambatan waktu dalam
penyelesaian serta tenaga yang dibutuhkan cukup besar.
Dimulai dari persiapan bahan,merakit dan
memotong,pengecatan,penempelan huruf,dan mencari
kayu membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan

103
pemuda kampung Pulau Ladi pada hari biasa se-nin
sampai jumat sibuk bekerja,mereka hanya bisa pada
hari-hari libur seperti sabtu dan minggu.
Dalam hal ini strategi pemecahan masalah yang
digunakan selama kegi-atan KKN-KS berlangsung
khususnya dalam pengerjaan program kerja tersebut
adalah kerjabakti setiap hari sabtu dan minggu.
Dikarenakan para pemuda kampung Pulau Ladi hanya
ada pada hari sabtu dan minggu selain hari tersebut
mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
8. Pembahasan
Kegiatan di tempat wisata yang paling sering
dilakukan oleh pengujung atau wisatawan adalah
berfoto-foto dan berkeliling hutan mangrove.
Sehingga spot foto dan keindahan alam yang
memiliki view yang menarik dan bagus akan disukai
banyak pengunjung.Spot foto dan hutan bakau adalah
tempat atau lokasi yang memiliki pemandangan atau
view yang ideal untuk berfoto agar menghasilkan foto
yang maksimal atau bagus.
Umumnya tempat wisata itu memiliki spot foto
dan hutan bakau yang memiliki unggulan atau
keindahan yang banyak menarik perhatian dari
pengunjung. Kampung Pulau Ladi sebenarnya memiliki
potensi untuk menambah tempat spot foto dengan view
sungai dan pohon-pohon mangrove yang menambah
keindahan untuk hasil foto.(Kompasiana, 2020)
Potensi dari penambahan spot foto baru
dikampung pulau ladi adalah meningkatkan minat dari
pengunjung yang ingin memiliki foto yang bagus
dengan pemandangan alam yang asli serta tidak
menjadikan pengunjung merasa bosan dan ingin
kembali ke Kampung Pulau Ladi karena pemandangan
alam yang bagus dan asrinya itu.Apalagi dengan
didukung adanya properti spot foto apabila wisata
kampung Pulau Ladi banyak pengunjung yang datang,
secara tidak langsung akan menambah pendapatan
untuk warga lokal seperti penjual makanan yang ada di
tempat Kampung Pulau Ladi dan juga menambah
penghasilan untuk pengelola wisata mangrove
khususnya bagi masyarakat setempat. Selain itu apabila
wisata mangrove telah banyak diminati pengunjung,
secara tidak langsung maka kampung pulau ladi sendiri
dapat berkembang lebih pesat.(Bagus, 2017)
Sebelum melakukan pembuatan properti untuk
spot foto baru, penulis melakukan musyawarah terlebih
dahulu dengan aparat desa seperti kepala desa, kepala
dusun, ketua RT,ketua RW, dan ketua pemuda untuk
mendapatkan ijin agar dapat melaksanakan program
kerja ini.
Hasil pembuatan spot foto baru di kampung pulau
ladi tersebut adalah menambah tempat view foto
dengan latar belakang sungai yang disertai pohon-
pohon mangrove dan menambah keindahan dari alam.
Selain itu dapat digunakan sebagai penghias tempat
wisata serta dijadikan view untuk berfoto ditempat
yang belum dijamah, serta memanfaatkan lahan yang
belum digunakan sehingga dapat menambah tujuan dari
wisatawan yang datang ke kampung Pulau Ladi.
Dalam tahap pembuatan ini penulis
melakukannya dibantu oleh pemuda kampung Pulau
Ladi, mulai dari merakit dan memotong,
pengecatan,penempelan huruf,dan peletakkan kayu

105
dihutan bakau.Dengan pemuda-pemuda di kampung
Pulau Ladi yang antusiasme membantu.
Partisipasi masyarakat Kampung Pulau Ladi
dalam pengembangan pariwisata bukan hanya pada
tahap perencanaan tapi juga pada tahap pelaksanaan
bentuk keterlibatan masyarakat dalam pembangunan
ekowisata Sungai Pinang dapat dilihat dari tiga sektor
yaitu konservasi lingkungan, pendidikan dan penyiapan
sarana dan prasarana.
Masyarakat Kampung Pulau Ladi telah dilibatkan
dalam merancang pariwisata di mereka sebagai
bagian dari kawasan wisata Mangrove. Dalam pela-
ksaanaanya masyarakat lokal telah melaksanakan
berbagai kegiatan yang tidak hanya mendukung
pariwisata akan tetapi ikut melestarikan lingkungan
seperti upaya konservasi lingkungan alam.
Keterlibatan masyarakat dalam keamanan
pariwisata dan pengendalian perilaku masyarakat dan
wisatawan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam kea-
manan.Pengunjung yang datang ke Kampung Pulau
Ladi membutuhkan rasa aman. Untuk itu masyarakat
sudah sadar, bahwa orang asing yang datang akan
datang kembali kalau mereka merasa aman dan
puas atas pelayanan masyarakat.
Mengenai keramah tamahan masyarakat nagari
Sungai Pinang telah dapat dirasakan semenjak kita
memasuki Kampung Pulau Ladi. (Wisata, 2017)
H. PENGADAAN DAN PENERAPAN BANT-
UAN ALAT PROTOCOL KESEHATAN SERTA
PHBS DIERA NEW NORMAL BAGI MASYA-
RAKAT KAMPUNG PULAU LADI

1. Latar Belakang
KKN-KS (Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial)
merupakan KKN yang dilaksanakan selama masa
wabah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19)
tahun 2020 secara individu maupun kelompok dengan
cara melakukan upaya penguatan pemberdayaan eko-
nomi masyarakat, penguatan atas kesadaran kepedulian
masyarakat terhadap pencegahan penularan covid-19,
serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menang-
gulangi dampak covid-19, serta penguatan kapasitas
masyarakat wilayah mahasiswa tinggal, bekerja sama
dengan Kementerian/Lembaga, Camat, Lurah/Kades
dan/atau Gugus tugas resmi dibawah pengendalian dan
pengawasan pihak berwenang serta mengikuti protocol
kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Jenis KKN
ini lebih mengarah ke kegiatan pence-gahan bencana,
emergency (tanggap darurat), dan rehabilitas (pasca
bencana). (Pendahuluan, 2020)
Pemahaman masyarakat terhadap pencegahan
covid 19 belumlah teralalu tinggi, hal inidapat dilihat
dari bagaimana perilaku masyarakat yang masih acuh
te-rhadap protokol kesehatan misalnya seperti menerap-
kan sosial distancing atau-pun physical distancing jika
tengah berkumpul baik dalam lingkungan pekerjaan
ataupun dalam interaksi yang biasa saja. Hal tersebut
yang membawa kehawatiran dikarenakan dapat me-

107
nambah kasus penyebaran dan peningkatan covid 19
oleh karena itu upaya dalam peningkatan pemahaman
pada masyarakat yang ber-sifat terus menerus perlu
dilakukan agar masyarakat betul-betul bisa memahami
dampak dari covid 19 dan turut serta dalam membantu
melawan covid 19.
Oleh karena itu, perlunya dilakukan Edukasi baik
secara langsung dengan turun kepada masyarakat, dan
juga secara tidak langsung dengan melakukan edu-kasi
melalui media online.(Adius Kusnan, 2020)

2. Tujuan Dan Sasaran Kegiatan


Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai
berikut:
1. Memberikan wawasan perihal bahaya Covid-
19 yang meresahkan dunia.
2. Memberikan edukasi pentingnya memakai
APD dimasa wabah pandemi covid-19
terhadap masyarakat sesuai anjuran
pemerintah.
3. Memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan
sehat dimasa pandemi dengan tetap menjaga
imunitas tubuh dengan cara mencuci tangan,
olahraga dan kegiatan positif lainnya.

Sasaran kegiatan ini masyarakat di Desa


Tembeling, Dusun Kp. Pulau Ladi, RT 002 RW 002,
Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

3. Hasil Yang Diharapkan


Dalam kegiatan ini berharap bahwa hasil yang
akan didapatkan sangat me-muaskan, terus berlanjut
hingga seterusnya, dan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut:
4. Mengurangi dampak negatif penyebaran virus
covid-19 di Kp. Pulau Ladi.
5. Membangun kesadaran masyarakat tentang
bahaya virus ini dengan tetap mematuhi
anjuran wajib memakai protocol kesehatan
dimanapun.
6. Masyarakat lebih mandiri dalam menjaga
imunitas tubuh, harapannya saling
mengingatkan satu dengan yang lain.

4. Strategi Kegiatan
Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mencapai
tujuan pelaksanaan pada kegiatan ini adalah peserta
KKN mengajukan surat permohonan bantuan alat pr-
otocol kesehatan kepada instansi yaitu Badan
Penanggulangan Bencana (BPBD Provinsi Kepulauan
Riau). Kemudian peserta menunggu pencairan barang
yang di ajukan. Peserta juga mempersiapkan Maping
lokasi untuk target dari pelaksanaan kegiatan. Peserta
KKN datang meminta izin terlebih dahulu kepada pihak
Kepala Dusun Kp. Pulau Ladi untuk melaksanakan
beberapa kegiatan. Setelah mendapat izin, selanjutnya
peserta kkn melakukan persiapan untuk pelaksanaan
kegiatan yaitu berupa pembagian masker dan hand-
sanitizer serta sosialisasi tentang covid-19 dan Perilaku
Hidup Bersih Sehat. Dengan cara kerja door to door
menggunakan protokol kesehatan dan presentasi.
Materi yang disampaikan yaitu berupa pe-ngenalan
terhadap bahaya virus covid-19 dan cara pencegahan

109
serta kehidupan pada masa New Normal. Kegiatan ini
di post di media sosial dengan beberapa dokumentasi.

5. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi


Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling. Sejarah
Desa Tembeling di awali dengan datangnya seorang
perantau yang bernama TOK SA-DEK, yang di awal
daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung Temb-
eling (karena didaerah itu banyak terdapat kaca-
/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama jalan
yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007
dikarenakan memiliki wi-layah yang cukup luas serta
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah Desa Tembeling maka dilaksanakan peme-
karan Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi Desa
Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling ada-
lah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska
pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling
yang sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa Tem-
beling dipimpin dengan Kepemimpinan pertama Kep-
ala Desa Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM pada
tahun 1979 sampai dengan 1980.
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit. Kata
Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang disatukan bag-
ian barat Pulau dan bagian timur Ladi, karena setiap
masyarakat yang ditanya “mau pergi kemana?” jawa-
ban mereka ada yang ke pulau dan ada juga yang ke
Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat dekat maka
nama tersebut disatukan menjadi Pulau Ladi. Daerah
Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap sungai memi-
liki nama masing-masing seperti sungai celau, sungai
tambak, sungai bata dan se-bagainya, dikarenakan
banyaknya sungai tersebut ya-ng mengelilingi kampung
Pulau Ladi sehingga sulit untuk disebutkan satu per sa-
tu nama sungainya. Pulau Ladi memiliki beberapa na-
ma jalan, yaitu bagian Pulau di-beri nama jalan duata,
dibagian Ladi ada namanya jalan Bukit Burung. Bukit
burung terdapat bukit yang da-hulunya dijadikan lokasi
berburu para masyarakat dan orang luar, namun seka-
rang bukit tersebut menjadi tempat keramat di
Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling;
1. BUYUNG IBRAHIM : Tahun 1979 - 1980
2. M.YUSUF : Tahun 1980 - 1990
3. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 - 2006
4. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 - Sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;
Kampung Pulau Ladi ter-masuk kedalam Desa Tem-
beling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Pr-
ovinsi Kepulauan Riau.

111
Gambaran Peta Umum

Gambar 1. Peta wilayah Desa Tembeling

Tabel Deskripsi Wilayah Desa Tembeling


Desa Tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan
Provinsi Kepri
Kode Desa/Kelurahan 2101082005
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Luas Wilayah 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Terluar Tidak
di Indonesia
Desa/Kelurahan Terluar Tidak
di Provinsi
Desa/Kelurahan Terluar Tidak
di Kabupaten/Kota
Desa/Kelurahan Terluar Ya
di Kecamatan
Sumber: Kantor Desa Tembeling Pusat, 2020

DATA JUMLAH PENDUDUK Per KK


KP. PULAU LADI
Laki – laki Perempuan Jumlah
104 KK 39 KK 143
KK
Sumber Hasil Olahan Penulis, 2020

DATA RUMAH IBADAH


Kp. Pulau Ladi
Nama Jumlah
Masjid 1
Sumber Hasil Olahan Penulis, 2020

6. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial


a. Survei Lokasi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi adalah
untuk mengetahui berapa lama jarak yang akan di-
tempuh dalam perjalanan menuju lokasi, bagaimanan
kondisi kampung Pulau Ladi dimasa pandemi dan seka-
ligus meminta izin kepada aparat desa seperti kepala
desa, kepala dusun, ketua Rt, ketua RW untuk dapat
melakukan pembagian masker dan handsanitizer serta
sosialisasi PHBS di kam-pung Pulau Ladi. Selain itu
silaturahmi yang dilakukan akan menimbulkan sua-
sana yang lebih nyaman untuk melakukan kegiatan
yang akan dilaksanakan oleh penulis.
b. Pengajuan Surat Permohonan Bantuan Alat
Protocol Kesehatan Oleh Peserta Kkn Melalui
Tembusan P3m Kepada Bpbd Provinsi Kepri.
Hal ini merupakan kunci dari program ini, sebab
untuk kebutuhan alat pro-tocol kesehatan jika di
113
distribusikan merata untuk seluruh warga kampung
pulau ladi sangat banyak jumlahnya. Dari total ke-
seluruhan yang di ajukan 70% barang yang di kabulkan
oleh BPBD Provinsi Kepri. Dan ini sangat membantu
kami dalam kesuksesan program KKN ini.
c. Pembagian Masker Kain Dan Pengadaan
Handsanitizer Untuk Masya-rakat Kp. Pulau
Ladi.
Kegiatan ini dilakukan selama satu hari pada
tanggal 25 Oktober 2020 mulai pukul 09.30-16.30 WIB
yang di distribusikan ke seluruh Kp. Pulau ladi. Tujuan
dari kegiatan ini adalah sebagai pencegahan penyebaran
Covid-19, yang mana tujuan umum penggunaan masker
yang diterbitkan oleh World Health Organization
(WHO) saat ini terbagi menjadi dua yaitu sebagai peng-
endalian sumber infeksi apabila masker digunakan oleh
orang yang terinfeksi dan sebagai pencegahan Covid-19
apabila masker digunakan oleh orang yang sehat.
Tim KKN-KS Yellow Claw melakukan kegiatan
pendistribusian handsanitizer kepada masyarakat agar
menjaga kebersihan diri dalam bersosialisasi dengan
masyarakat Kampung Pulau Ladi. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol ke-
sehatan dan mematuhi imbauan pemerintah dengan
tetap menjaga jarak, tidak bersentuhan, memakai mas-
ker dan tidak melakukan jabat tangan. Kegiatan ini me-
liputi pembuatan Infografis Penggunaan Hand sanitizer,
penyerahan Handsnitizer Pada Masyarakat.

7. Permasalahan Yang Dihadapi


Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat kendala
baik dari segi teknis atau-pun nonteknis, kendala yang
dihadapi, disikapi dengan memberikan solusi yang te-
pat, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Kendala yang dihadapi penulis dalam melakukan
program kerja ini adalah hambatan waktu dalam peny-
elesaian serta tenaga yang dibutuhkan cukup besar, di-
mulai dari menunggu pencairan barang yang begitu
lama, sehingga dari pan-tauan, masyarakat tetap acuh
mematuhi protocol kesehatan dalam aktivitas sehari-
hari.
Dalam hal ini strategi pemecahan masalah yang
digunakan selama kegiatan KKN-KS berlangsung khu-
susnya dalam pengerjaan program kerja tersebut adalah
dengan tetap mengingatkan masyarakat harus mema-
tuhi protocol kesehatan baik itu dalam kegiatan sehari-
hari yang sifatnya berkumpul ramai.

8. Pembahasan
Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi
menyatakan virus Corona COVID-19 sebagai pande-
mic. Menurut WHO, pandemi adalah skala penyebaran
penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia.
Namun, ini tidak memiliki sangkut paut dengan peru-
bahan pada karak teristik penyakitnya. Suatu wabah
sebagai pandemic artinya WHO memberi alarm pada
pemerintah semua Negara dunia untuk meningkatkan
kesiap siagaan untuk mencegah maupun menangani
wabah. Hal ini dikarenakan saat sebuah pandemi di-
nyatakan, artinya ada kemungkinan penyebaran komu-
nitas terjadi. Dalam menentukan suatu wabah sebagai
pandemi, WHO tidak memiliki ambang batas dalam
jumlah kematian atau infeksi atau juga jumlah Negara
yang terkena dampak.(Kusnan & Rhenislawaty, 2020)

115
Hingga 7 November 2020 khususnya di Indonesia
Pasien sembuh harian dari COVID-19 bertambah lagi
sebanyak 3.712 orang. Jumlah tersebut menambahkan
kesembuhan kumulatif per 7 November 2020 menjadi
364.417 orang. Selain itu per hari ini jumlah suspek ada
56.461 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak
38.249 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada
di 34 provinsi dan bertambah lagi 1 daerah menjadi 503
kabupaten/kota. (Nasional, 2020)
Normal Baru adalah suatu cara hidup baru atau
cara baru dalam menjalankan aktivitas hidup ditengah
pandemi covid-19 yang belum selesai. Sigit me-
nerangkan, Normal Baru dibutuhkan untuk me-
nyelesaikan masalah kehidupan selama Covid-19.
Beberapa penelitian menjelaskan, suatu kebiasaan yang
terus-menerus dilakukan akan menjadi kebiasaan baru.
Untuk hal ini, hampir semua peneliti sosial duduk da-
lam pendapat yang sama. Perbedaannya terletak berapa
lama kebiasaan baru itu terbentuk.
Secara teori dan teknis, Normal Baru kita antara
lain enggan bersalaman atau berjabat tangan. Muncul
kebiasaan baru dalam Corona yang menggunakan siku
sebagai pengganti telapak tangan. Contoh lain, ke-
biasaan me-makai masker. Himbauan, anjuran, bahkan
perintah memakai masker di laut rumah sudah menjadi
kebiasaan baru. Begitu juga kebiasaan mencuci tangan
dan jaga jarak.
Covid-19, merupakan penyakit yang disebabkan
oleh jenis virus corona yang menyerang ke sistem per-
napasan. Virus corona sebenarnya pertama kali di-
identifikasi pada tahun 1960-an. Umumnya virus ini
ditemukan pada hewan dengan spesies yang berbeda-
beda seperti unta, sapi, kucing, dan kalelawar. Namun
yang terjadi saat ini merupakan jenis baru dari virus
corona yaitu Covid-19. Penyakit ini telah mencapai
kriteria epidemiologis yang sekarang disebut dengan
pandemi yang mendunia karena telah berhasil mengi-
nfeksi lebih dari 100.000 orang di lebih dari 100
negara. Salah satu penyebab penularan covid 19 ini
adalah kurangnya pengetahuan dari masyarakat terha-
dap covid 19 tersebut, bagaimana dan apa yang harus
dilakukan untuk mencegah terjangkit atau me-nularkan,
dan menghindari terjadinya masalah lainnya akibat
pandemi ini. Dengan keadaan seperti ini masyarakat
membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang covid
19 ini. Salah satu cara untuk peningkatan pengetahuan
masyarakat ini ada-lah dengan penyuluhan ke-sehatan
tentang covid 19 agar dapat meminimalisir penularan
atau penyebaran covid 19. Dengan memberikan penyu-
luhan kesehatan melaui media edukasi ini diharapkan
masyarakat memahami pengertian covid 19, memahami
penyebab COVID-19, komplikasi COVID-19, pengo-
batan COVID-19, pencegahan COVID-19.
Upaya yang dilakukan dalam KKN-KS ini adalah
penyediaan Alat Pe-lindung Diri. Hal ini dilakukan
bekerja sama dengan BPBD Provinsi Kepulauan Riau.
Upaya yang dapat digunakan untuk memutus penularan
COVID-19 salah satunya adalah dengan menggunakan
APD (Alat Pelindung Diri). Berdasarkan Permenaker
nomor 8 tahun 2010, alat pelindung diri adalah suatu
alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau
seluruh tubuh dari potensi bahaya. Fungsi dan jenis alat
pelindung diri (APD) terdapat beraneka macam. Alat

117
Pelindung Diri (APD) yang berfungsi untuk melindungi
anggota tubuh dan ada pula yang berfungsi sebagai alat
dalam gawat darurat. Salah satu APD yang wajib di-
gunakan dalam mengurangi penyebaran virus COVID-
19 ini adalah berupa masker, namun sampai saat ini
masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan
masker saat keluar rumah dimana hal ini terjadi karena
kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Dalam pendistribusian APD dan Handsanitizer
penulis dibantu oleh seluruh rekan tim KKN-KS
Yellow Claw dengan cara door to door, alhamdulillah
respon dan antusias warga sangat mendukung dalam
program kerja ini, mengingat betapa pentingnya dalam
menjaga keselamatan warga Kp. Pulau Ladi dari baha-
ya wabah virus covid-19 saat ini.

I. MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT


DALAM MENULIS AYAT-AYAT AL-QUR’AN
(KALIGRAFI) SEBAGAI ASET DAN PELU-
ANG EKONOMI DI MASYARAKAT

A. Latar Belakang
Kuliah kerja Nyata (KKN) Kerja sosial (KS)
merupakan KKN yang dilaksanakan selama masa
wabah pandemi corona virus disase (covid-19) tahun
2020 secara individu maupun kelompok dengan cara
melakukan upaya penguatan pemberdayaan ekonomi
masyarakat, penguatan atas kesadaran kepedulian ma-
syarakat terhadap pemcegahan penularan covid-19 me-
lalui keterlibatan langsung di wilayah tempat tinggal,
Bekerjasaman langsung dengan salah satu lembaga In-
stansi-Intasi yang ada di lokasi yaitu Kementrian
/Lembaga/ Camat /Lurah/Kades/kepala dusun dan Gu-
gus tugas covid-19. Jenis KKN ini lebih mengarah ke-
pada kegiatan Pencegahan bencana (tanggap bencana)
serta Pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam hal ini penulis fokuskan kegiatan yang
mengarah pada peningkatan nilai-nilai Keislaman dan
Kesenian yaitu menulis ayat-ayat Al-Qur’an (Ka-
ligrafi). Yang mungkin pada saat ini kurangnya pe-
rhatian serta pemahaman terhadap penulisan ayat-ayat
Al-Qur’an yang baik dan benar. Karena di zaman se-
karang ini masyarakat khususnya anak-anak lebih
banyak mengarah kepada dunia Teknologi seperti ber-
main game dan lain sebagainya, sehingga hal yang sep-
erti ini jarang sekali ditemui di kalangan masyarakat.
Maka dari itu perlunya pendidikan atau pembelajaran
penulisan Al-Qur’an (Kaligrafi) ini lebih sangat di-
perhatikan.
Dasar Pendidikan Seni Kaligrafi Islam. dasar
yang dimaksud disini adalah landasan, atau alasan me-
ngapaperlu adanya pendidikan dan latihan kaligrafi.
Sehingga dengan landasan tersebut dirasakan perlunya
mempelajari dan menekuni ilmu seni kaligrafi sebagai
disiplin ilmu tersendiri, atau memiliki rujukan yang
jelas. Sebagaimana dasar pelaksanaan pendidikan Islam
yang bersumber kepada dua sumber pokok, yaitu Al-
Quran dan sunnah Rasul, Dengan demikian maka jel-
aslah bahwa baik al-Quran maupun al-Hadits sama-
sama menekankan dan memberikan motivasi yang kuat
pentingnya belajar dan latihan menulis kaligrafi. Dan
belajar atau latihan kaligrafi bukanlah persoalan yang
biasa, namun butuh perhatian dan penanganan khusus.
Ada juga sebagian orang mengambil maslahat dengan

119
mempelajari kaligrafi untuk bekal hidupnya kelak.
Dengan anggapan estetika kaligrafi memberikan pe-
luang secara ekonomi. Seperti kata seorang penyair ya-
ng dikutip dari Sirojuddin sebagai berikut: “Pelajarilah
kaligrafi Wahai orang yang memiliki akal budi,Karena
kaligrafi itu tiada lain,Dari hiasan orang yang berbudi
pekerti , Jika engkau me-miliki ke-kayaan,Maka ka-
ligrafimu adalah ke-kayaan, Namun jika engkau me-
mbutuhkan, Maka kaligrafimu adalah sebaik-baik sum-
berusaha,Tulisan indah akan abadi, me-lampaui umur
penulisnya Se-mentara sang penulis te-lah istirahat di
dalam bumi”.
(Didin Sirajuddin, 1960)

B. Tujuan dan Sasaran Kegiatan


Tujuan di buat program kerja ini adalah salah satu
nya untuk :
1. Meningkatkan Kualitas serta menggali dan me-
nggerakkan potensi yang ada di masyaraka dal-
am bidang kesenian.
2. Berbagi kemampuan, diantaranya pengawasan,
kecermatan memandang, dan kehalusan dalam se-
gala hal terkhusus dalam Kesenian
3. Melatih kebiasaan, seperti disiplin, teliti, keuletan
serta kesabaran dan ketekunan yang bisa dite-
rapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Memperoleh suatu karya seni terkhususnya untuk
memperbagus dalam Penulisan ayat-ayat Al-
Qur’an.
Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak TPQ di
Desa Tembeling, Dusun Kp. Pulau Ladi, RT 002 / RW
002, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Tahapan Pelaksanaan :
1. Membuat rancangan kegiatan
2. Meminta Izin kepada Pengurus TPQ AL-Qalam
(Pulau Ladi)
3. Melakukan Pertemuan minimal 1 minggu 4 kali
Cara Pengenalan kepada peserta dilakukan de-
ngan metode pendekatan secara manual seperti mem-
per-kenalkan diri dengan melihatkan hasil karya yang
pernah dibuat, dan mengajak untuk sama-sama belajar.

C. Hasil yang Diharapkan


Dalam kegiatan ini berharap bahwa hasil yang
akan didapatkan sangat memuaskan, terus berlanjut
hingga seterusnya, dan dapat memberikan manfaat
untuk “Menumbuh kembangkan bakat dan kreatifitas
dalam bidang Kesenian khususnya menulis ayat-ayat
Al-Qur’an (Kaligrafi). yang nantinya bisa menjadi wa-
dah untuk memberikan peluang dari sisi Ekonomi,
seperti membuka usaha penjualan hiasan kaligrafi yang
mungkin bisa dikelola dari kelompok masyarakat atau
pun mengambil tender pembuatan hiasan kaligrafi di
masjid / mushola. Ataupun paling tidak bisa meng-
hasilkan Karya Seni dalam bentuk Hiasan Kaligrafi di-
nding”.

D. Strategi Kegiatan
Pada Pelaksanaan KKN KS STAIN Sultan
Abdurrahman Kepri tahun 2020 ini, Metode yang akan

121
dipakai dalam program kerja yang penulis laksanakan
adalah metode Participatory Action Research (PAR).
Karena PAR merupakan sebuah metodologi yang di-
rancang sebagai sistem pengganti dalam mem-roduksi
ilmu pengetahuan yang berbasis pada peran masyarakat
sebagai penyusun agenda, pelaku dalam proses
pengumpulan data ini, dan pengontrol pem-anfaatan
dari hasil-hasil yang telah dilaksankan. . ((PAR), 2557)
Di dalam metode PAR Sendiri juga menerapkan
nilai-nilai keislaman di dalam kehidupan masyarakat.
Menurut hasil Surve penulis “Kehidupan masyarakat di
wilayah Kampung Pulau Ladi khususnya anak-anak
TPQ memang masih belum memahami mengenai Seni
Penulisan Kaligafi”, maka dari itulah hal yang harus
dilakukan membuat sebuah rancangan kerangka meng-
gunakan metode PAR .
D. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi
Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling. Sejarah
Desa Tembeling di awali dengan datangnya seorang
perantau yang bernama TOK SADEK, yang di awal
daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung Tem-
beling (karena didaerah itu banyak terdapat kaca-
/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama jalan
yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007 di-
karenakan memiliki wilayah yang cukup luas serta
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah Desa Tembeling maka dilaksanakan pem-
ekaran Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi Desa
Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling ada-
lah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska pe-
mekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling yang
sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa Tembeling
dipimpin dengan Kepemimpinan pertama Kepala Desa
Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM pada tahun
1979 sampai dengan 1980. (Sekretariat Kantor Desa
Tembeling, T.T)
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah Tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang
disatukan bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi, ka-
rena setiap masyarakat yang ditanya “mau pergi

123
kemana?” jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada
juga yang ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat
dekat maka nama tersebut disatukan menjadi Pulau
Ladi. Daerah Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap
sungai memiliki nama masing-masing seperti sungai
celau, sungai tambak, sungai bata dan sebagainya,
dikarenakan banyaknya sungai tersebut yang meng-
elilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling;
5. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d 1980
6. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
7. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
8. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d sekarang

Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;


Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa
Tembeling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau. (Sejarah Kampung Pulau
Ladi, 2020)
Gambar
Letak Geografis Kampung Pulau Ladi

Tabel 1
Profil Desa Tembeling
Desa Tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan
Provinsi Kepri
Kode 2101082005
Desa/Kelurahan
Luas Wilayah 2000.2 Hektar
Luas Wilayah 104.429687
Koordinat Lintang 0.996506
Ketinggian Diatas 10 Meter
Permukaan Laut
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Indonesia

125
I II
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di Provinsi
Desa/Kelurahan Tidak
Terluar di
Kabupaten/Kota
Desa/Kelurahan Ya
Terluar di
Kecamatan
Sumber Data Olahan
Desa Tembeling 2020

Tabel 2
Jumlah Penduduk Berdasarkan
KK (Kepala Keluarga)
Penduduk 2020
(jiwa)
Kepala 143
Keluarga
Total 143

Sumber Data Olahan


Desa Tembeling 2020

E. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial


1. Perencanaan Kegiatan
Dalam Perncanaan Kegiatan, yang penulis
lakukan pertama adalah mem-buat konsep dasar yang
ingin Diajarkan nantinya, kemudian mempersiapkan
apa-apa saja yang dibutuhkan seperti dari alat-alat dan
bahan-bahan.
2. Survey Lokasi Kampung Pulau Ladi
Tujuan penulis melakukan survey lokasi adalah
untuk mengetahui berapa lama jarak yang akan
ditempuh dalam perjalanan menuju lokasi, bagaimanan
kondisi kampung Pulau Ladi dimasa pandemi dan
sekaligus meminta izin ke-pada aparat desa seperti
kepala desa, kepala dusun, ketua Rt, ketua RW untuk
dapat melakukan pengajaran mengenai Seni Menulis
Kaligrafi
3. Pelaksanaan Kegiatan
Pada Pelaksanaan Kegiatan ini dimulai dari hari
Minggu sampai dengan Jumat terhitung tanggal 6
Oktober 2020 – 23 Oktober 2020, dengan waktu kegi-
atan yaitu selepas Maghrib hingga Memasuki waktu
Isya’. Untuk sasaran yang diajarai yaitu anak-anak TPQ
di kampung Pulau Ladi
4. Pemantauan Kegiatan
Dari hasil pantauan yang telah penulis lakukan,
respon dari anak-anak TPQ maupun warga setempat
sangat baik. Pada awal pembelajaran penulis men-an-
yakan kepada anak-anak TPQ di kampung Pulau Ladi
perihal pembelajaran kaligrafi, namun mayoritas men-
jawab belum pernah diadakan pembelajaran seperti ini
dan mereka pun rata-rata belum mengetahui seni dalam
penulisan ayat-ayat Al-Qur’an (kaligrafi). Maka dari
itulah penulis sangat bersyukur bisa berbagi sedikit pe-
ngalaman dan ilmu kepada mereka.
5. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi hasil dari kegiatan yang telah penulis
lakukan adalah dengan mengadakan perlombaan Pe-
nulisan Kaligrafi dan beberapa perlombaan lainnya,
yang mana perlombaan tersebut hasil kerjasama antara

127
Pemuda, Remaja Masjid dan Kelompok KKN. Dalam
bidang perlombaan kaligrafi penulis dan Tim KKN
memberikan apresiasi kepada peserta yang mengikuti
nya dengan memberikan penghargaan sertifikat bagi
yang berpartisipasi dan Hadiah untuk yang men-
dapatkan Juara.

F. Permasalahan yang dihadapi


Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat kendala
baik dari segi teknis ataupun nonteknis, kendala yang
dihadapi, disikapi dengan memberikan solusi yang te-
pat, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Hambatan yang dihadapi saat menjalankan
program kerja yaitu mulai ada rasa jenuh peserta de-
ngan tidak stabilnya kehadiran setiap pertemuan, hal
seperti ini memang sangat wajar dialami pada anak-
anak. Tetapi dengan berjalannya waktu hingga diakhir
penghujung pertemuan penulis memberikan arahan
untuk hadir di akhir pertemuan, karena akan diadakan
perlombaan. Berkaitan dengan hal itu respon dari anak-
anak pun kembali untuk hadir dan Alhamdulillah ketika
pertemuan terakhir peserta yang hadir cukup banyak.

G. Pembahasan
Secara bahasa, kaligrafi diambil dari kata
calligraphy (Inggris) yang berarti tulisan yang in-
dah.Sedangkan dari bahasa Yunani, kata kaligrafi di-
ambil dari kata kallos yang berarti indah, dangraphein
yang artinya menulis.Jadi, dalam bahasa Yunani
kaligrafi merupakan kegiatan menulis dengan indah.
Dalam bahasa Arab, kaligarfi disebut dengan Khat.
Yang artinya adalah garis atau baris. Kegiatan menulis
garis-garis indah yang secara umum dinamakan kal-
igrafi tersebut merupakan gubahan kata-kata dari ak-
sara dalam desain tertentu.(Zuhri, 2017)
Ada beberapa jenis khat yang menjadi acuan
penulisan kaligrafi yang baku. Hal ini karena jenis
kaligrafi inilah yang sering digunakan dalam lomba
MTQ nasional cabang kaligrafi. Jenis-jenis kaligrafi
baku inilah yangpopuler digunakan pada berbagai lo-
mba dan dipelajari oleh para penulis kaligrafi di In-
donesia.
1. Khat Naskhi
Khat Naskhi memiliki bentuk yang paling
sederhana dan mudah dibaca.Khat jenis ini biasa
digunakan dalam penulisan mushaf Al-Qur’an dan
naskah-naskah, Gaya Penulisan Khat Naskhi ini ter-
masuk dalam penulisan kaligrafi tertu. Sejak aidah
penulisannya diru,uskan dengan cara yang sistematis,
oleh Ibnu Maqlah di abad ke 10, maka gaya kaligrafi
yang satu ini sangat popular dan digunakan untuk
menulis Mushaf Al-Qur’an hingga saat ini. Karakter
hurufnya sederhana, hamper tidak ada hiasan apapun,
Sehingga lebih mudah ditulis dan juga dbaca.
2. Khat Tsulus
Tsulus berkembang pada masa kerajaan ‘Ab-
asiah.Dinamakan dengan khat Tsuluts karena, pe-
nulisan khat Tsuluts sepertiga lebih panjang dari khat
lainnya. Khat Tsuluts memiliki hiasan ornamental pada
penulisannya dengan menyesuaikan komposisi huruf
yang ditulis.Khat Tsuluts biasa digunakan untuk hi-
asan-hiasan dinding dan dekorasi masjid. Karakter tul-
isannya yang terkesan mewah dan tegas terlihat disetiap

129
goresan nya.Khat ini jarang digunakan dalam penulisan
naskah,karena kurang praktis dalam pe-nulisannya.
3. Khat Riq’ah
Khat Riq’ah berkembang dari zaman Turki Ust-
mani sekitar tahun 1280 M. Tujuan diciptakannya khat
jenis ini mulanya untuk menyatukan penulisan para
pegawai kerajaan. Sehingga, seluruh masyarakat hanya
menggunakan khat Riq’ah untuk menulis segala sesuatu
menurut aturan pemerintah. Ciri-ciri dari khat Riq’ah
adalah huruf-hurufnya yang berbentuk sederhana dan
lebih mudah ditulis dibandingkan dengan khat Naskhi.
Karenanya, pada surat kabar dan majalah yang meng-
gunakan bahasa Arab lebih sering menggunakan khat
Riq’ah untuk penulisannya. Selain lebih praktis,khat
Riq’ah lebih mudah penulisannya dan dapat memuat
banyak tulisan dalam pencetakannya di media cetak
4. Khat Farisi
Khat Farisi banyak berkembang di Persia,
Pakistan, India, dan juga Turki. Khat jenis ini banyak
digunakan untuk penulisan malajah-majalah, surat ka-
bar, maupun karangan-karangan lainnya. Khat Farisi
memiliki perbedaan mencolok dibandingkan dengan
jenis khat lainnya.Khat Farisi memiliki bentuk yang
miring ke arah kanan. Sedangkan khat lainnya lebih
cenderung miring ke kiri.
5. Khat Diwani
Khat Diwani berkembang pada masa kerajaan
Utsmani yang bersamaan dengan perkembangan khat
Farisi pada abad 15M.Khat Diwani dikembangkan oleh
penulis kerjaan dan dijadikan tulisan resmi di kantor-
kantor kerajaan Turki Utsmani.Tulisan khat Diwani
memiliki ciri miring dan melengkung-lengkung dan sa-
ling tumpang tindih.
6. Khat Diwani Jali
Khat Diwani kemudian berkembang menjadi tu-
lisan hias yangdisebut dengan sama dengan khat Diw-
ani khat Diwani Jaali. Khat Diwani Jaali memiliki tek-
nik penulisan yang hampir dan lebih mengutamakan
hiasan dari pada tulisannya.
7. Khat Kufi
Khat Kuufi disebut juga dengan khat Muzawwa,
atau yang memiliki arti siku-siku, karena bentuknya
yang siku-siku. Khat Kuufi berasal dari tempat yang
bernama Hirah, yaitu sebuah daerah di dekat kota
Kufah di Arab Saudi. Khat Kuufi berkem-bang pada
abad 8M pada masa akhir kerajaan Ummayyah dan
terus berkembang den-gan munculnya para penulis-
penulis kaligrafi dari berbagai daerah.(Makmur Haji
Harun, 2015)
Itulah 7 macam Jenis Tulisan dalam penulisan Se-
ni Kligrafi AL-Qur’an, yang biasa diperlombakan dal-
am event-event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Ataupun sejeniisnya.

H. UPAYA MEMBANGUN KREATIFITAS PER-


EKONOMIAN MASYARAKAT KAMPUNG
PULAU LADI
1. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah Suatu Bentuk
Pendidikan yang berbentuk kegiatan pengabdian ke
masyarakat oleh mahasisiswa dengan pendekatan lintas
keilmuan, Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan
pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah

131
masyarakat di luar kampus, pada era pandemic Covid-
19, KKN-KS merupakan salah satu Program yang
dilaksanakan pada masa wabah virus disease 2019
(Covid-19). (STAINSAR, 2020)
KKN-KS merupakan KKN yang dilaksanakan
secara individu maupun kelompok dengan cara
melakukan penguatan atas kesadaran dan kepedulian
masyarakat terhadap pencegahan penularan Covid-19
dan atau penguatan kapasitas masyarakat dalam
menanggulangi dampak Covid-19 melalui keterlibatan
langsung di wilayah mahasiswa tinggal, bekerja sama
dengan kementerian/lembaga dan/atau gugus tugas
resmi di bawah pengendalian dan pengawasan pihak
berwenang serta mengikuti protokol kesehatan yang
ditetapkan oleh pemerintah.
Pada saat ini Wabah Covid-19 Belum Juga
Hilang dari Negeri Kita, Hal ini berdampak besar pada
sector perekonomian rakyat, khususnya masyarakat
Kampung Pulau ladi, kampung ini sudah merasakan
dampak atas Pandemi ini, banyak warga yang di PHK
karena Pengurangan pekerjaan, kemudian harga-harga
Ikan turun Drastis hal ini dirasakan oleh warga karena
mayoritas masyarakat di Kampung pulau Ladi
berprofesi sebagai Nelayan.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat kampung pulau
Ladi harus membuat tatanan hidup baru dalam
mencukupi kebutuhan mereka dan berkehidupan sehat
agar jauh dari wabah tersebut.
Untuk bertahan di dalam situasi sekarang, maka
masyarakat kampung pulau ladi harus membiasakan
diri untuk membentuk suatu tatanan gaya hidup baru
dengan cara selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan
dengan sabun atau hand-sanitizer serta menggunakan
masker saat sedang melaksanakan kegiatan.
Dengan memiliki Potensi Lokasi dan Profesi bahwa
Kampung Pulau Ladi bisa memanfaatkan Sumber daya
alam nya menjadi Produk Makanan Berbahan Dasar
Dari Ikan, kemudian dipasarkan melalui media sosial
untuk menstabilkan Per-ekonomian Masyarakat
setempat dengan Mudah Tanpa Perlu harus kepasar dan
ke tempat umum di era Pandemi ini. Oleh karena itu
melalui program KKN, kami selaku Mahasiswa
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan
Abdurrahman Kepulauan Riau berusaha membantu
menggali dan mengembangkan potensi yang dimilki
oleh daerah dan masyarakatnya di tengah Era Pandemi
dengan Tetap Menggunakan Protokol Kesehatan yang
benar.
Untuk mempermudah tujuan tersebut, maka kami
bermaksud mengada-an kegiatan yang sesuai dengan
keadaan yang ada dan nyata yang ada dalam
lingkungan masyarakat Kampung Pulau Ladi. Kegiatan
ini meliputi kegiatan kelompok dan individu, akan
tetapi dalam laporan ini kegiatannya merupakan
kegiatan yang termasuk program kegiatan individu.
Kegiatan dalam program ini yaitu mengenai
Pemanfaatan Produk makanan dari Sumber daya alam
setempat melalui pemasaran online dalam mengatasi
perekonomian diera covid-19.Oleh karena itu program
kegiatan individu ini memberikan Pemahaman dan
Motivasi Agar Masyarakat Kampung Pulau Ladi dapat
memanfaatkan SDA mereka yaitu membuat produk
makanan berbahan dasar dari ikan kemudian
dipromosikan melalui Sosial Media.

133
i. Tujuan dan Sasaran
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah :
1. Menggali Potensi Masyarakat Kampung Pulau
Ladi dalam memanfaatkan SDA yaitu membuat
produk makanan yang berbahan dasar dari ikan
2. Memberikan pemahaman Tentang manfaat dari
Pemasaran Online
3. Membantu Perekonomian Masyarakat yang
bermata pencaharian sebagai Nelayan
4. Menghimbau Kepada Masyarakat untuk selalu
menjaga Kebersihan diri dan Lingkungan
Sasaran :
Sasaran dari kegiatan ini adalah Ibu-Ibu Rumah
Tangga di Kampung Pulau Ladi desa Tembeling
Tanjung RT 002 RW 002 Kabupaten Bintan, Provinsi
Kepulauan Riau

ii. Hasil yang diharapkan


Dalam Kegiatan ini adalah berharap bahwa Hasil
yang didapatkan me-muaskan dan berjalan hingga
seterusnya, serta dapat memberikan Manfaat se-bagai
berikut:
1. Masyarakat Setempat, Khususnya ibu-ibu Rumah
Tangga dapat menjadikan Ikan sebagai bahan
dasar makanan salah satu produk makanannya
yaitu Pempek.
2. Menambah Penghasilan Sampingan dari
Penjualan Produk Makanan
3. Dapat melakukan Interaksi yang lebih dekat
dengan pelanggan melalui Media Sosial
4. Mampu meningkatkan kemampuan Ibu-ibu dalam
mengatasi kesenjangan ekonomi

4. Strategi Pemanfaatan Sumber Daya Alam


setempat untuk dijadikan Produk Makanan.
Kampung Pulau ladi adalah suatu daerah yang
dimana mayoritas pendu duknya bermatapencaharian
sebagai nelayan, mengingat kondisi dan situasi pada
saat ini bahwa Pandemi Covid 19 membuat masalah
atas pendapatan Masyarakat setempat, karena turunnya
harga ikan, dan kurangnya permintaan ikan dari
konsumen yang disebabkan banyaknya restaurant atau
rumah makan yang tutup dan sepi pelanggan, hal ini
diakibatkan karena maraknya virus covid-19 yang
membuat pemerintah menetapkan system lockdown.
Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan ekonomi
di kampung pulau ladi, penulis membuat program
kegiatan “upaya membangun kreatifitas perekonomian
masyarakat kampung pulau ladi” dengan cara
memanfaat Sumber Daya alam nya untuk dijadikan
pendapatan sampingan dengan cara membuat produk
makanan berbahan dasar dari ikan yaitu “pempek ikan”
dan dapat dijual melalui social media hal ini
memudahkan masyarakat untuk berjualan dimasa
pandemic covid-19. sebelum melaksanakan kegiatan ini
penulis menerapkan beberapa strategi agar tercapaianya
program kerja tersebut, diantaranya yaitu:
1. Pelatihan
Pelatihan adalah proses pendidikan jangka
pendek yang menggunakan prosedur yang sistematis
dan terorganisir Hal ini dilakukan melalui upaya untuk
membantu mengembangkan kemampuan yang

135
diperlukan agar dapat me-laksanakan tugas, baik
sekarang maupun di masa yang akan datang. Ini berarti
bahwa pelatihan dapat dijadikan sebagai sarana yang
berfungsi untuk memperbaiki masalah kinerja
organisasi, seperti efektivitas, efesiensi dan
produktivitas.(Malik & Mulyono, 2017)
Pelatihan sebagai bagian dari pendidikan yang
mengandung proses belajar untuk memperoleh dan
meningkatkan keterampilan, waktu yang relatif singkat
dan metode yang lebih Mengutamakan praktek
daripada teori. Beberapa pengertian tersebut di atas
menggambarkan bahwa pelatihan merupakan proses
membantu peserta pelatihan untuk memperoleh
keterampilan agar dapat men-capai efektivitas dalam
melaksanakan tugas tertentu melalui pengembangan
proses berpikir, sikap, pengetahuan, kecakapan dan
kemampuan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas,
maka dapat disimpulkan beberapa pengertian yang
terkait dengan pelatihan, yaitu :
a. Adanya proses pembelajaran yang dilakukan
sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan.
b. Adanya proses pendidikan yang dilakukan
secara teratur, sistematis dan terencana.
c. Orientasi belajar lebih menekankan pada hal-
hal yang praktis, fungsional, aplikatif sesuai
dengan kebutuhan peserta pelatihan
d. Menggunakan waktu yang relatif singkat.
e. Memiliki tujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian
peserta pelatihan
f. Ditekankan kepada perbaikan kinerja peserta
pelatihan dalam laksanakan tugas.
2. Brand
Berbagai bidang memandang brand dari sudut
pandang masing-masing antara lain: bisnis dan
keuangan, marketing, advertising, sales, promotion,
public relation, komunikasi, desain grafis, semiotika,
psikologi, statistic, antropologi, so-siologi, dan lain-
lain. Karena itulan makna brand menjadi sangat luas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barwise
pada tahun 1993. Pada saat itu banyak praktisi
periklanan menggunakan istilah “bran equity” (ekuitas
merk). Sejak saat itu sampai sekarang, terdapat tiga
teori yang banyak dipakai mengenai istilah brand
equity, yaitu brand equity yang dikaitkan dengan nilai
uang (financial value), brand equity yang dikaitkan
dengan perlusan merek (brand extension) dan bran
equity yang diukur dengan perpektif
pelanggan.(Musay, 2013)
Selain itu Brand adalah karakter, kumpulan
pengalaman dari apa yang konsumen rasakan dan
pikirkan ketika mendengar dan melihat produk Anda,
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barwise
pada tahun 1993. Pada saat itu banyak praktisi
periklanan menggunakan istilah “bran equity” (ekuitas
merk). Sejak saat itu sampai sekarang, terdapat tiga
teori yang banyak dipakai mengenai istilah brand
equity, yaitu brand equity yang dikaitkan dengan nilai
uang (financial value), brand equity yang dikaitkan
dengan perlusan merek (brand extension) dan bran
equity yang diukur dengan perpektif pelanggan.
3. Sosialisasi dan Promosi

137
Strategi pemasaran merupakan poin yang
terpenting. Bisa dikatakan strategi pemasaran yang baik
merupakan kunci keberhasilan penjualan produk. Oleh
sebab itu, langkah-langkah dalam membuat strategi
pemasaran sangatlah penting demi memaksimalkan
kinerja bisnis tersebut. Akan tetapi kualitas produk juga
tetap perlu diperhatikan karena menjadi poin penting
dalam pemasaran tersebut.
Sosialisasi strategi pemasaran cara penjualan yang
baik dan benar pada produk Pempek Kampung pulau
ladi merupakan program utama yang dilakukan oleh
Melly Multiana mahasiswa STAIN SAR program studi
hukum ekonomi syariah. Kegiatan ini dilakukan pada
tanggal 5 oktober2020, pada hari senin, pukul 10:00-
14:00 WIB tempat di Balai Pertemuan Kampung pulau
ladi. Ke-giatan ini yaitu melaksanakan sosialisasi
langsung ditujukan pada masyarakat para ibu- ibu dan
pemudi. Dalam pelaksanaanya, menjelaskan
pemahaman strategi pe-masaran pada produk pempek
dan menampakkan contoh bahan dasar pempek.
Adapun maksud dari program ini yaitu untuk
meningkatkan pemahaman kesadaran masyarakat
tentang cara keberhasilan penjualan produk pempek
tersebut menggunakan strategi pemasaran. Tujuan yang
ingin dicapai dari kegiatan ini adalah agar masyarakat
memahami cara pemasaran yang lebih efektif seperti
promosi, analisis kompetitor, target market dan internet
marketing dengan menggunakan strategi pemasaran
sehingga mengerti cara keberhasilan memasarkan
produk pempek di lokal pulau bintan maupun luar
pulau bintan dan bisa bersaing dengan produk lainnya.
Strategi promosi dapat dilakukan melalui empat
bentuk promosi yang paling dikenal, yaitu periklanan,
personal selling, publisitas, promosi penjualan. Strategi
promosi dapat dilakukan secara sendiri, ttetapi pada
umumnya dilakukan secara bersama-sama. Menurut
Kotler (1997) dalam Suliyanto, hal 90.(Hendro,
2011)Promosi penjualan adalah suatu kegiatan yang
ditujukan untuk membantu mendapatkan konsumen
yang bersedia membeli produk, selain personal selling,
periklanan dan publisitas.

5. Profil Desa/Kelurahan Kampung Pulau Ladi


Sejarah kampung Pulau Ladi berawal dari desa
Tembeling, kampung Pulau Ladi yang daerahnya
merupakan perpecahan dari Desa Tembeling.
Sejarah Desa Tembeling di awali dengan datangnya
seorang perantau yang bernama TOK SADEK, yang di
awal daerah tersebut terdapat sebuah pantai yang penih
dengan kaca cermin, sehingga pantai tersebut digelar
Pantai Cermin. Kemudian TOK SADEK membuka
lahan/kampung dan memberi nama kampung
Tembeling (karena didaerah itu banyak terdapat
kaca/beling). Sekarang TOK SADEK dijadikan nama
jalan yang ada di Tembeling Tanjung. Pada tahun 2007
dikarenakan memiliki wilayah yang cukup luas serta
keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri
dari wilayah Desa Tembeling maka dilaksanakan
pemekaran Induk dari Desa Tembeling Tetap menjadi
Desa Tembeling dan hasil pemekaran Desa Tembeling
adalah menjadi kelurahan Tembeling Tanjung. Paska
pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Tembeling
yang sekarang menjadi Tembeling Tanjung. Desa

139
Tembeling dipimpin dengan Kepemimpinan pertama
Kepala Desa Tembeling yaitu BUYUNG IBRAHIM
pada tahun 1979 sampai dengan 1980.(Desa
Tembeling, 2019; & Kelurahan Tepus, 2014)
Kemudian masyarakat Tembeling banyak yang
mengungsi atau berpindah tempat ke kampung Pulau
Ladi hal ini disebabkan tanah tembeling banyak di beli
dan dikuasai oleh perusahaan tambang bauksit.
Kata Pulau Ladi berasal dari dua daerah yang
disatukan bagian barat Pulau dan bagian timur Ladi,
karena setiap masyarakat yang ditanya “mau pergi
kemana?” jawaban mereka ada yang ke pulau dan ada
juga yang ke Ladi, disebabkan daerah tersebut sangat
dekat maka nama tersebut disatukan menjadi Pulau
Ladi. Daerah Pulau Ladi dikelilingi oleh sungai, setiap
sungai memiliki nama masing-masing seperti sungai
celau, sungai tambak, sungai bata dan sebagainya,
dikarenakan banyaknya sungai tersebut yang
mengelilingi kampung Pulau Ladi sehingga sulit untuk
disebutkan satu per satu nama sungainya. Pulau Ladi
memiliki beberapa nama jalan, yaitu bagian Pulau
diberi nama jalan duata, di bagian Ladi ada namanya
jalan Bukit Burung. Bukit burung terdapat bukit yang
dahulunya dijadikan lokasi berburu para masyarakat
dan orang luar, namun sekarang bukit tersebut menjadi
tempat keramat di Kampung Pulau Ladi.
Kampung Pulau Ladi pengurusnya termasuk ke
dalam Desa Tembeling, sejarah Kepemimpinan Desa
Tembeling:
a. BUYUNG IBRAHIM ; Tahun 1979 s/d 1980
b. M.YUSUF : Tahun 1980 s/d 1990
c. SALIKIN SIMON : Tahun 1990 s/d 2006
d. SAMSUL BAHARI : Tahun 2006 s/d sekarang
Berikut adalah monografi Kampung Pulau Ladi;
Kampung Pulau Ladi termasuk kedalam Desa
Tembeling kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
Provinsi Kepulauan Riau.

Table 2.1
Profil Desa Tembeling
Desa tembeling
Kecamatan Teluk Bintan
Kabupaten Bintan KETERANGAN
Provinsi Kepulauan Riau
Kode Desa/ Kelurahan 2101082005
Luas wilayah 2000.2 hektar
Koordinat bujur 104.429687
Koordinat lintang 0.996506
Ketinggian diatas permukaan 10 meter
laut
Desa/kelurahan terluar di Tidak
Indonesia
Desa/kelurahan Tidak
Desa/kelurahan terluar di Tidak
kabupaten /kota
Desa/kelurahan terluar Ya
dikecamatan
Sumber: Olahan Kantor Desa Tembeling 2020
Table 2.2
Profil Desa Tembeling
Penduduk (jiwa) 2020
Kepala keluarga 143
Total 143

141
Sumber: Olahan Kantor Desa Tembeling 2020

1. Kode Desa/Kelurahan : 2101082005


2. Luas Wilayah : 2000.2 Hektar
3. Koordinat Bujur : 104.429687
4. Koordinat Lintang : 0.996506
5. Ketinggian Diatas Permukaan Laut : 10 Meter
6. Desa/Kelurahan Terluar di Indonesia : Tidak
7. Desa/Kelurahan Terluar di Provinsi : Tidak
8. Desa/Kelurahan Terluar di Kabupaten/Kota :
Tidak
9. Desa/Kelurahan Terluar di Kecamatan : Ya

Berikut adalah monografi kampung pulau ladi:


Kampung pulau ladi termasuk kedalam desa tembeling
kecamatan teluk bintan kabupaten bintan provinsi
kepulauan riau

Gambar 2.1
Monografi Kp Pulau Ladi
6. Pelaksanaan KKN Kerja Sosial
Tahap pelaksanaan KKN-KS dengan pendekatan
transformatif Abcd seperti sebagai berikut;(Pelaksanaan
kkn metode ABCD., 2020)
1. Inkulturasi
Adalah tahapan yang menjadi penentu
keberhasilan atau kesuksesan da-lam pengembangan
masyarakat) tahap ini dilakukan pada minggu pertama,
tujuannya agar masyarakat/komunitas/mitra memahami
maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilakukan
mahasiswa, yaitu bahwa masyarakat/ komunitas /
mitralah yang akan bergerak mengembangkan
asset/potensi yang dimilikinya sedangkan mahasiswa
menjadi pendamping dalam pelaksanaan-nya,
membangun kepercayaan masyarakatnya/ komunitas
mitra. Moto ABCD adalah kekuatan yang hebat selalu
bermula dari dalam, ibarat sebuah telur, jika telur pecah
dari luar maka kehidupan berakhir tetapi sebaliknya
jika telur pecah dari dalam maka kehidupan bermula
dan terus berkembang.
2. Discovery
Proses ini adalah proses untuk mencari jika bisa
menemukan tentang hal-hal positif yang dimiliki mitra,
capaian dan pengalaman keberhasilan dimasa lalu.
Kegiatan pada tahap ini bisa berupa pemetaan Aset,
pemetaan aset bisa dilakukan dengan cara mencari data
di lembaga mitra (seperti kantor desa), atau bisa
langsung melakukan wawancara dengan masyarakat
tempatan. Hasil dari pemetaan asset ini digambarkan
dengan table sebagai bahan untuk melakukan desain
pada tahap selanjutnya. Komunitas perlu melakukan
perumusan mimpi bersama yang diharapkan

143
(merumuskan visi) tahap ini bisa dimulai dan dilakukan
pada minggu pertama.
3. Desain
Pada tahap ini adalah mahasiswa dan
masyarakat/komunitas/mitra telah mengetahui Aset dan
mengidentifikasi peluang. Serta membuat dan
merumuskan keputusan program yang akan dilakukan,
baik dari strategi, proses dan sistem melalui FGD. Serta
mengembangkan kolaborasi untuk mencapai
perubahan. Seperti membangun kerjasama dengan
BNPB atau semisalnya untuk pencegahan Covid-19,
out put tahap ini adalah menghasilkan tabel program
kerja dari FGD. Catatan, program kerja yang dibuat
pada tahap desain adalah program kerja yang sifatnya
mengembangkan atau mengelolah asset yang dimiliki
masyarakat, tahap ini dilakukan pada minggu ke 2.
4. Define
Tahap ini adalah bagian acting atau pelaksanaan
program kerja. Masyarakat/komunitas akan bergerak
bersama dengan menggunakan aset, mereka
melaksanakan program kerja yang telah dirumuskan
pada tahap desain, untuk mencapai visi yang telah
dirumuskan, tabel program kerja pada tahap desain
akan dilaksanakan pada tahap ini. Tahap ini dilakukan
pada minggu ke 2.
5. Refleksi
Pada tahap ini adalah bagian untuk Monitoring
dan evaluation, data hasil dari MONEV ini diperlukan
untuk mengidentifikasi perkembangan dan kinerja.
Tahap ini penting untuk mengetahui sejauh mana
ABCD membawa perubahan.
7. Permasalahan yang dihadapi
Dalam setiap pekerjaan atau kegiatan untuk
mewujudkan hasil yang diharapkan pasti akan melalui
proses-proses capaian tujuan yang berupa risiko. Akan
tetapi setiap risiko dan kendala tersebut memiliki
solusi, begitu pula dengan kegiatan KKN ini.
Permasalahan pertama yang dihadapi penulis
dalam melaksanakan program kerja ini adalah sulitnya
mengumpulkan ibu-ibu kampung pulau ladi, karena
pada saat Program kerja pertama dimulai pada tanggal
05 Oktober 2020 sedikitnya ibu-ibu yang hadir akan
tetapi yang sangat berpartisipasi dalam program kerja
ini adalah pemudi. Kemudian permasalahan kedua
adalah sulitnya mendapatkan bahan dasar yaitu ikan,
karena mayoritas penduduk kampung pulau ladi
mensetorkan seluruh hasil tangkapannya kepada toke
penampungan ikan, sehingga tidak ada lebih ikan untuk
dijadikan produk makanan pempek yang bisa dijual.

8. Pembahasan
Menurut cerita sejarah, Pempek berasal dari nama
seorang pria keturunan Tionghoa. Sebelumnya
makanan buatan Apek belumlah ada namanya, namun
lambat laun karena Apek menjual keliling makanan
buatannya dan ketika warga memanggil namanya untuk
membeli dagangannya terdengar hanya ujung namanya,
yaitu “peek..peek” akhirnya penganan buatan Apek
populer dengan nama pempek merupakan hasil plesetan
nama pempek pertama kal
Pempek disajikan kuah yang biasa disebut orang
dengan nama cuko”.(Sukiakhy, 2017)

145
Usaha pempek yang akan dibangun adalah
pempek Pulau Ladi, Karena dengan adanya usaha
sampingan ini dapat membantu perekonomian
masyarakat setempat dimasa covid-19.
Pembuatan pempek pulau ladi sangat sederhana
dan bahan-bahannya mudah didapatkan di swalayan
atau wakrung terdekat.
Bahan-Bahan yang diperlukan:

Table 2.3
Bahan-Bahan Pokok
NO NAMA BARANG BANYAK
1 Ikan Kembung 2kg
2 Tepung kanji 1 kg
3 Bawang Putih 5 siung
4 Nasi 5 sendok nasi
5 Garam/micin 2-3 sendok teh
6 Gula merah 1 pcs
7 Cabe rawit 15 biji
8 Asam Jawa 1 pcs
9 Telur Ayam 2 butir
Sumber : Olahan penulis 2020

Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam


program ini adalah pada ibu-ibu dan pemudi kampung
pulau ladi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan
meningkatkan masyarakat minat dan keinginan untuk
mengembangkan industri strategi pemasaran pada
penjualan produk pempek dan lainnya sehingga
memiliki penghasilan tambahan bagi masyarakat
tersebut. Kegiatan sosialisasi ini meraih antusias yang
tinggi dari masyarakat khusunya pemudi kampung
pulau ladi.
Laporan penjualan Pempek Pulau Ladi oleh pemudi
Kampung Pulau Ladi

Table 2.4
Laporan Penjualan
NO HARI TERJUAL
1 16 oktober 2020 10 kotak
2 20 oktober 2020 15 kotak
3 21 oktober 20 kotak
4 25 oktober 20 kotak
Sumber: Olahan Penulis 2020

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah


masyarakat paham memasarkan produk pempek dan
mengerti memasarkan yang lain sehingga berhasil
melakukan promosi pempek dengan menawarkan
pempek dengan harga yang terjangkau kepada orang
terdekat untuk menilai kualitas rasa yang di buat
sendiri agar bisa memasarkan produk ke tiap-tiap
daerah . Tindak lanjut dari kegiatan s ini adalah
masyarakat yang sudah memahami memasarkan produk
pempek serta lainnya dapat meneruskan usahanya agar
masyarakat pulau ladi terutama ibu-ibu dan pemudi
kampung pulau ladi memiliki kegiatan yang
mendatangakan keuntungan untuk menstabilkan
perekonomian dimasa covid-19.

147
DAFTAR PUSTAKA

(PAR), M. K. P. A. R. (2557). METODE KKN


Participatory Action Research (PAR). 7(2), 1–16.
Kalurahan Tepus. (2014). Sejarah Desa. In 30 April
2014. https://www.tepus.desa.id/first/artikel/57
KEPULAUANRIAU, P. P. K. K. N. ( K. ) D. M. W. C.
V. D. 2019 ( C.-19 ) T. 2020 P. P. D. P. K. M. ( P.
) S. S. A. (2020). PEDOMAN PELAKSANAAN
KULIAH KERJA NYATA ( KKN ) DALAM MASA
WABAH CORONA VIRUS DISEASE 2019 (
COVID-19 ) TAHUN 2020 PUSAT PENELITIAN
DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (
P3M ) STAIN SULTAN ABDURRAHMAN
KEPULAUAN RIAU TAHUN 2020. 2019.
Villela, lucia maria aversa. (2013). Journal of
Chemical Information and Modeling. Journal of
Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–
1699.
A.Oka, Y. (2008). Ekonomi Parawisata. Buku
Kompas.
Abdullah, piter, D. (2020). Daya Saing Daerah Daerah
Konsep Dan Pengukurannya Di Indonesia. BPFE-
Yogyakarta.
Gusti, D. . B. (2017). Pemasaran Pariwisata. CV. Andi
Offset.
Kalurahan Tepus. (2014). Sejarah Desa. In 30 April
2014. https://www.tepus.desa.id/first/artikel/57
KEPULAUANRIAU, P. P. K. K. N. ( K. ) D. M. W. C.

149
V. D. 2019 ( C.-19 ) T. 2020 P. P. D. P. K. M. ( P.
) S. S. A. (2020). PEDOMAN PELAKSANAAN
Setiawan, I. (2006). Agribisnis Kreatif Pilar
Wirausaha Masa Depan, Kekuatan Dunia Baru
Menuju Kemakmuran Hijau. Penebar Swadaya.
Suryana. (2013). Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru
Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang.
Salemba Empat.

Bagus, D. I. G. (2017). Pemasaran Pariwisata.


CV.Andi Offset.

Kompasiana. (2020). Spot Selfie.

Tembeling, Desa. Sejarah Kampung Pulau Ladi.

Wisata, Pembangunan. (2017). Pembangunan. Datok


Rajo Alam, 4.

Adius Kusnan. (2020). No Title. Peningkatan Peran


Civitas Perguruan Tinggi Dalam Upaya Tanggap
Bencana Nasional Melalui Edukasi Dan
Pencegahan Penyebaran Wabah Pada Masa
Pandemi Covid 19, 4.
Kusnan, A., & Rhenislawaty, S. (2020). Peningkatan
Peran Civitas Perguruan Tinggi dalam Upaya
Tanggap Bencana Nasional Melalui Edukasi dan
Pencegahan Penyebaran Wabah pada Masa
Pandemi Covid 19 di kabupaten Kolaka. Journal
of Community Engagement in Health, 3(2), 257–
265.
Nasional, T. K. K. P. C. V. D. 2019 (COVID-19) dan
P. E. (2020). Pasien Sembuh Mencapai 180.797
Kasus - Berita Terkini. Www.Covid19.Go.Id.
https://covid19.go.id/p/berita/pasien-sembuh-
mencapai-180797-kasus
Pendahuluan, A. (2020). PEDOMAN PELAKSANAAN
KULIAH KERJA NYATA ( KKN ) DALAM MASA
WABAH CORONA VIRUS DISEASE 2019 (
COVID-19 ) TAHUN 2020 PUSAT PENELITIAN
DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (
P3M ) STAIN SULTAN ABDURRAHMAN
KEPULAUAN RIAU TAHUN 2020. 2019.
Desa Tembeling.(2019 Profil Desa(p.1) http://kaligung
.desaid/web/detailnews /profil-desa

Malik, A., & Mulyono, S. E. (2017). Pengembangan


Kewirausahaan Berbasis Po-tensi Lokal melalui
Pemberdayaan Masyarakat. Journal of Nonformal
Edu cation and Community Empowerment. https :
/ / doi. org /1 0 .15294 /pls .v1i 1.15151
Musay, F. (2013). PENGARUH BRAND IMAGE
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
(SURVEI PADA KONSUMEN KFC KAWI
MALANG). Jurnal Administrasi Bisnis S1
Universitas Brawijaya.

Sukiakhy, K. M. (2017). KLASIFIKASI DAN


VISUALISASI PARIWISATA PALEMBANG
DENGAN MENGGUNAKAN DATA PADA
TWITTER. JTI.

151
BIODATA DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN

PAK TEDI

153
BIODATA PESERTA

Nama saya Donna Aprilia Asri, saya lahir


di tanjung pinang pada tanggal 16 April 1999 ,
saya anak pertama dari dua bersaudara , saya
mempunyai adik perempuan yang masih
bersekolah di Sekolah Dasar, kedua orang tua
saya bekerja di industri lobam, saya juga
mempunyai hoby treveling dan olahraga voly,
saya juga suka berbicara di depan orang banyak.
Saya juga pernah beberapa kali menjuarai lomba
modern dance yang di adakan di Tanjung Uban
tepat nya di Gedung Nasional yang dimana saya
dan teman-teman saya menjuarai acara tersebut di
peringat nomer 3 , acara tersebut diadakan di
tingkat Kab bintan.
Saya bekerja di indutri lobam tepatnya di
perusahaan yang bernama pepperl and fuchs selama
2 tahun , jadi bisa di bilang saya bekerja dan
kuliah.
Saya juga pernah bersekolah di SMA negeri
1 teluk sebong dengan jurusan IPA, saya sekarang
lagi melanjutkan pendidikan S1 di sekolah tinggi
agama islam negeri sultan Abdurrahman KEPRI
dengan jurusan tarbiyah dan program studi
manajemen pendidikan islam
Akhir kata ,saya ingin berpesan kepada kalian
para pembaca jika tidak ada kata terlambat dalam
melakukan sesuatu .

Tempat Tanggal Lahir : Tanjung Pinang,


16 April 1999
Email : donnaapriliaasri@gmail.com
Jurusan/Prodi : Tarbiah / Manajemen Pendidikan
Islam
Aktifitas : mahasiswa

155
Nama saya Nur Harianti , biasa dipanggil
yanti, saya lahir di sungai kecil 27 juni 1999 , saya
anak ketiga dari lima bersaudara , saya
mempunyai dua kakak perempuan, satu adik
perempuan dan satu adik laki-laki.
Saya pernah bersekolah di MA madani bintan
dengan jurusan IPS da sekarang saya sedang
melanjutka pendidikan S1 di sekolah tinggi agama
islam negeri ,KEPRI dengan jurusan tarbiah
program studi manajemen pendidikan islam.
Saya mempunyai motto hidup saya yaitu “perkecil
lah dirimu, perbaiki lah dirimu, maka kau akan tumbuh
lebih besar dari dunia”
Akhir kata ,saya ingin berpesan kepada kalian
para pembaca jika tidak ada kata terlambat dalam
melakukan sesuatu .

Nama: Nurharianti
Tempat Tanggal Lahir; Sungai Kecil, 27 Juni
1999
Email: nurharianti99@gmail.com
Jurusan Tarbiyah
Prodi; Manajemen Pendidikan Islam
Aktivitas; Mahasiswa

157
Nama saya neny bangun lestari , saya lahir
di bintan buyu pada tanggal 05 novmber 1999 ,
saya anak kedua dari tiga bersaudara , saya
mempunyai kakak dan adik perempuan yang
sudah menikah dan yang masih bersekolah di
Sekolah menengah pertama, saya juga
mempunyai hoby olahraga voly. Saya pernah
bersekolah d SMA negeri 1 teluk bintan dengan
jurusan IPA dan sekarang saya sedang
menjalankan pendidikan strata satu (S1) di
sekolah tinggi agama islam negeri sultan
Abdurrahman, KEPRI
Akhir kata ,saya ingin berpesan kepada kalian
para pembaca jika tidak ada kata terlambat dalam
melakukan sesuatu .
Tempat Tanggal Lahir : Bintan Buyu, 05
November 19
Email : lestarineny05@gmail.com
Prodi : Hukum Ekonomi Syariah
Aktivitas : Mahasiswa

159
DATA PRIBADI

Nikmatuzzakiyah atau biasa dipanggil dengan


panggilan Kia atau Zakiyah, akun email:
nikmatuzzakiyahz@gmail.com. Lahir di Gresik,
21 September 1998. Anak kedua dari tiga
Bersaudara dari pasangan bapak Ruhen dan ibu
Sri Hartati, menyelesaikan pendidikan Sekolah
Menengah Atas (SMA) Jurusan IPA di SMA
Negeri 1 Teluk Bintan, dan pada saat ini sedang
menyelesaikan pendidikan sarjana Strata-1 (S1)
Hukum Ekonomi Syariah di Sekolah Tinggi
Islam Negri Sultan Abdurahman Kepulauan
Riau. Memiliki Moto hidup “ tidak perlu
menjadi sempurna hanya untuk menjadi
bahagia”.

161
Nama saya Rahmadita Srikandi, saya lahir di
menalai pada tanggal 07 Desember 1999 , saya
anak ketiga dari empat bersaudara , saya
mempunyai dua orang kakak perempuan dan
satu adik laki-laki,
Saya pernah bersekolah di SMA negeri 1 teluk
sebong dengan jurusan IPS dan sekarang saya
sedng menjalankan pendidikan strata satu (S1) di
sekolah tinggi agama islam negeri sultan
Abdurrahman ,KEPRI dengan jurusan hukum
ekonomi syariah.
Akhir kata ,saya ingin berpesan kepada kalian
para pembaca jika tidak ada kata terlambat dalam
melakukan sesuatu .
Tempat Tanggal Lahir; Menalai, 07
Desember, 1999
Email: Ditarahma025@gmail.com
Jurusan Syariah
Prodi; Hukum Ekonomi Syariah
Aktivitas; Mahasiswa

163
Nama saya Rahmi syaidah, saya lahir di senayang
02 febuari 2000, Saya anak ketiga dari empat
bersaudara, asal sekolah SMA NEGERI 01
SENAYANG,JURUSAN IPS, Sekarang b erkuliah
di STAIN SULTAN ABDURRAHMAN kepri
Jurusan Tarbiyah

“moto hidup” bersungguh lah dalam melakukan


sesuatu”
Nama saya Alex Saputra, anak
pertama dari dua bersaudara
pasangan suami istri Bu Reni
Marlina dan Pak Syafrizal. Saya
biasa di panggil Alek oleh krabat
saya dan saya lahir di Ekang
Anculai, 27 Juni 1998. Status saya
adalah Mahasiswa di STAIN
Sultan Aburrahman Kepulauan
Riau, yang sekarang duduk dise-
mester 7, insyaAllah selesai/wisuda
disemester 8 Aamiin ya Allah. Saya beralamat di Kp. Krajan
Desa Sr Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten
Bintan. Harapan saya dengan adanya KKN di Era Covid ini
bisa membuat saya dan reka-rekan Mahasiswa te-tap
bersemangat dalam menyelesaikan Kuliah dan teru me-
ngembangkan potensi diri yan ada. Dan saya juga ber-
terimaksih kepada P3M, Panitia serta DPL yang telah mens-
upport kami dalam berbagai hal. Karena kita sebagai calon
generasi berikutnya dalam mengembangkan dan memajukan
negeri tercinta ini. Oleh karena itu dengan motto saya
menyesuaikan sesuatu dengan motto keep slow, flow &
humble.

165
Nama saya Aldy Tri
Octafianto, yang biasa
di panggil Oncom, saya
anak ketiga dari tiga
bersaudara. saya lahir di
Desa Sri Bintan pada
tanggal, 07 Oktober
1998. Saat ini saya
sedang menempuh pendidikan untuk men-
dapatkan gelar Stara 1/ S1 di Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Ke-
pulauan Riau yang mengambil Jurusan Syari’ah
dan Ekonomi Bisnis Islam dengan Prodi Hukum
Keluarga Islam. Sebelumnya saya telah me-
nyelesaikan pendidikan di SDN 001 Teluk Sebong,
Kemudian dilanjutkan di SMPN 8 Bintan dan
SMA N 1 Teluk Sebong.

Motto saya adalah : Jadilah Orang yang di butuhkan


bukan membutuhkan
Nama saya Didik-
Agung Wahyudi,
Tempat Tanggal
Lahir saya di
Tanjung Pinang 12 -
Desember 1998,
Lalu prodi saya
Hukum Keluarga -
Islam,Semester saya
adalah semester
7,tempat tinggal saya di Kp Purwodadi Perumahan Kapling
Permai Desa Ekang Anculai KM 57 Kecamatan Teluk
Sebong Kabupaten Bintan,Hobi saya adalah bermain futsal
dan sepak bola,sebenarnya saya hobinya di bidang olahraga
tetapi yang rutin latihan adalah futsal dan sepak bola.Dan
saya sangat berterima kasih kepada Pak Tedy,Pak Doni dan
Kawan-kawan yang telah membimbing dari segi
kegiatan,penulisan dan mensupport kegiatan kalau tidak ada
bapak dan kawan-kawan KKN ini tidak akan berlancar
dengan baik.

167
Nama Saya Melly Multiana,
teman-teman atau kerabat
saya memanggil saya
dengan panggilan Nama
Melly, lahir di Kijang pada
tanggal 22 Agustus Tahun
1998. Riwayat Pendidikan,
Saya pernah duduk di-
bangku SDN 003 Bintan
Timur, Kemudian Saya me-
lanjutkan pendidikan SMP
di SMPN 1 Leuwiliang
Bogor (Nelbog).
Lalu melanjutkan pendidikan SMA di Kornita Highschool
kota bogor, kemudian pada kelas 2 Semester 2 saya pindah
sekolah ke SMAN 5 Tanjungpinang. Pada saat ini saya
melanjutkan Pendidikan jenjang S1 di Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepualaun Riau.
Saya Mengambil Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Motto saya adalah kekalahan bukan suatu akhir per-
jalanan, tetapi kekalahan adalah suatu bekal untuk me-
raih kemenangan