Anda di halaman 1dari 4

Modul 1. Bahasa Indonesia P.

4
Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung
1. Pengertian Gagasan Pokok
Gagasan utama atau gagasan pokok adalah ide utama atau sebuah inti pembahasan yang
tertulis di dalam paragraf. Gagasan utama menjadi gagasan dasar pengembangan sebuah
paragraf. Dalam sebuah paragraf kita dapat menemukan gagasan utama di dalam sebuah kalimat
utama yang menjadi topik pembahasan.
Pada umumnya sebuah paragraf terdiri dari gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan
penjelas adalah kalimat yang dikembangkan untuk menjelaskan gagasan utama. Sedangkan
gagasan utama adalah pokok pemikiran utama dari suatu paragraf. Gagasan utama biasanya
terletak pada awal kalimat yang disebut paragraf deduktif atau akhir kalimat yang
disebut paragraf induktif. Ada pula paragraf yang memiliki gagasan utama di awal kalimat dan
di akhir kalimat yang dinamakan paragraf campuran.
2. Ciri–Ciri Gagasan Utama
Kita dapat menemukan gagasan utama dengan mudah. Hal tersebut dikarenakan gagasan utama
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdiri atas satu kalimat utuh yang berdiri sendiri.

2. Dibentuk tanpa kata sambung atau transisi.

3. Tersusun atas topik permasalahan utama yang dapat dijelaskan lebih lanjut.

4. Memiliki kalimat yang jelas tanpa dihubungkan kalimat lain.

5. Gagasan utama yang berada di akhir umumnya ditandai dengan kata (oleh karena itu,
kesimpulannya, oleh sebab itu, dengan demikian dan lain sebagainya).

3. Cara Menemukan Gagasan Utama atau Gagasan Pokok


Ada dua tips untuk menemukan gagasan utama, yaitu dengan:
1. Membaca dengan cermat
Kita tidak perlu membaca fokus keseluruhan dari sebuah bacaan. Gagasan utama adalah
pokok dari bahasan sebuah paragraf sehingga kita hanya perlu mengetahui apa yang dibahas
dari paragraf yang kita baca dengan cara memilah mana kalimat yang tidak menjelaskan
kalimat lain.
2. Menemukan kalimat utama
Selanjutnya adalah menentukan letak kalimat utama. Setelah membaca dengan cermat
sebuah bacaan dan mengetahui maksud isi dari bacaan tersebut, kita dapat mengetahui letak
dari kalimat utama sebuah paragraf. Pada umumnya kalimat utama terletak di awal atau di
akhir paragraf. Namun, kalimat utama tidak selalu menjadi kalimat pertama sebuah paragraf.
Oleh karena itu, kita dapat menemukan kalimat utama dengan membaca cermat terlebih
dahulu sebuah paragraf sebelum menentukan kalimat utamanya. Setelah menemukan kalimat
utama maka secara tidak langsung kita dapat mengetahui gagasan utama dari sebuah paragraf.
4. Contoh Menentukan Gagasan Utama atau Gagasan Pokok
Contoh paragraf deduktif
Jenderal Khalid bin Walid adalah Panglima yang tak pernah kalah sepanjang karirnya
memimpin tentara di medan perang. Dia bergelar “Pedang Allah yang Terhunus”. Dalam
suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah
pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000
orang. Namun, dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya
dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.
Contoh paragraf induktif
Karya sastra merupakan hasil olahan imajinasi  pengarangnya. Pengarang harus
membebaskan imajinasinya agar hasil karyanya berkualitas. Tanpa daya imajinasi, mustahil
seorang pengarang berhasil menciptakan sebuah karya sastra bernilai tinggi. Oleh karena itu,
imajinasi merupakan aspek penting dalam proses penciptaan karya sastra.
Contoh paragraf campuran
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar
“dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan
efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal
di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai
dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar
menjelang UAN.
5. Pengertian Gagasan Pendukung
Gagasan Pendukung adalah kalimat-kalimat yang isinya merupakan penjelasan, uraian,
atau berupa rincian-rincian detail tentang kalimat utama suatu paragraf. Kalimat penjelas
adalah kalimat-kalimat yang bersifat khusus dan berfungsi untuk mengembangkan gagasan
utama pada sebuah paragraf. Gagasan Pendukung merupakan uraian mengenai kalimat yang
berisi penjelasan atau rincian kalimat utama dalam suatu paragraf. Kalimat penjelas biasanya
bersifat khusus, sehingga kalimat tersebut harus menjelaskan secara detil mengenai apa yang
sedang menjadi topik.
6. Ciri Kalimat Penjelas
1. Kalimat penjelas bersifat khsusus.
2. Kalimat penjelas diletakkan setelah atau sebelum kalimat utama.
3. Kalimat penjelas isinya berupa uraian-uraian pendukung berupa contoh, data, fakta, dan
opini.
4. Kalimat penjelas tidak bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain, maknanya menjadi tidak
jelas jika dipisahkan menjadi satu kalimat utuh tanpa kalimat utama atau kalimat penjelas
laimnya.
5. Kalimat penjelas memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya, terlebih
lagi, misalnya, contohnya dan lain-lain”. kalimat-kalimat penjelas membutuhkan kata
penghubung agar suatu paragraf menjadi Koherence atau berkesinambungan antar
kalimat.
7. Contoh Kalimat Utama dan Penjelas Dalam Paragraf
 Contoh Kalimat utama di awal paragraf (deduktif)
(1) Memasuki arus globalisasi, beberapa hal terkait IPTEK yang semakin canggih
menjadi boomerang bagi masyarakat Indonesia.(2)Sebagai contoh, saat ini kecanggihan
koneksi internet yang semakin mudah diakses bisa menjadi ancaman bagi anak- anak.
(3)Wajib diwaspadai bagi para orang tua khususnya. (4) Hal tersebut dikarenakan
mudahnya akses internet yang akhir- akhir ini sering disalahgunakan.
Keterangan : Kalimat utama pada paragraf diatas ada pada nomor (1), sedangkan
kalimat-kalimat selanjutnya adalah penjelas.
 Contoh Kalimat utama di akhir paragraf (induktif)
(1) Bersosialisasi menjadikan seseorang peka pada reaksi sosial dan segala peristiwa
di sekitarnya. (2) Dengan sosialisasi setiap orang dapat memeroleh penjelasan mengenai
hal yang tidak diketahui sebelumnya. (3)Pada berbagai situasi, sosialisasi antar individu
pasti dilakukan. (4)Misalnya pada acara seminar yang dilangsungkan antar perusahaan,
sosialisasi dapat menambah jaringan pertemanan yang bisa saja saling menguntungkan.
(5) Jadi, cukup banyak manfaat yang diperoleh dengan menjalin sosialisasi antar sesama.
Keterangan : Kalimat utama pada paragraf diatas adalah kalimat nomor (5), kalimat lainnya
(1,2,3,4) adalah kalimat penjelas yang menuntun ke arah gagasan utama di akhir paragraf.
 Contoh Kalimat utama terletak di awal dan akhir paragraf (campuran)
(1) Melemahnya rupiah terhadap Dolar diperkirakan masih akan terus terjadi hingga
akhir bulan Januari tahun ini. (2) Permasalahan kurs rupiah yang seperti ini menjadi
perhatian beberapa ahli ekonomi di Indonesia. (3) Banyak yang menduga serangan
terorisme menjadi satu diantara penyebab devisa negara menurun dan berdampak pada
nilai mata uang Indonesia tersebut. (4)Akibatnya, karena serangan masih berdampak
hingga saat ini ,maka nilai tukar rupiah yang melemah sepertinya masih terjadi hingga
akhir bulan Januari.
Keterangan : Kalimat utama pada paragraf diatas adalah kalimat nomor (1) dan (4), kalimat
lainnya (2 dan 3) adalah kalimat penjelas yang menuntun ke arah gagasan utama di akhir
paragraf.