Anda di halaman 1dari 16

i Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020

KATA
PENGANTAR

Tiada ungkapan yang lebih pantas untuk diucapkan pertama kali selain rasa syukur
kehadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita sehingga
Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muhammadiyah Sekampung Tahun 2020 ini dapat
disusun dengan lancar dan tepat waktu.

Pedoman ini kami susun secara ringkas, berdasarkan Petunjuk Teknis dan Pedoman
Penguatan Budaya Kerja yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Tahun 2020.

Keberhasilan penyusunan pedoman ini tentunya tidak lepas dari dukungan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Sulpakar, M.M., selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga
Provinsi Lampung yang telah memberikan dukungan maksimal atas program Penguatan
Budaya Kerja SMK Muhammadiyah Sekampung.
2. Pengurus Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Sekampung yang senantiasa
memotivasi warga SMK Muhammadiyah Sekampung untuk terus berkembang dan maju.
3. Bapak Drs. Sugiono, M.Pd. selaku Pengawas Pembina SMK Muhammadiyah Sekampung
yang telah berkenan memberikan bimbingan dalam penyusunan Pedoman Penguatan
Budaya Kerja SMK Muhammadiyah Sekampung.
4. Pihak Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) yang telah bekerjasama dan berkolaborasi
dengan pihak SMK Muhammadiyah Sekampung untuk menyelaraskan kurikulum dan
budaya kerja untuk diterapkan di sekolah.
5. Seluruh guru dan karyawan SMK Muhammadiyah Sekampung yang telah bekerja sama
dengan baik dalam menyusun Pedoman Penguatan Buaya Kerja ini.
6. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penyusunan Pedoman Penguatan
Budaya Kerja ini dan tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Semoga segala bentuk dukungan yang telah diberikan menjadi amal kebajikan dan
tentunya mendapat balasan pahala dari Allah Yang Maha Kuasa.

Pedoman ini kami susun dengan semaksimal mungkin, namun saran dan masukan
yang membangun dari semua pihak senantiasa kami harapkan, demi penyempurnaan dan
keterlaksanaan program Penguatan Budaya Kerja SMK Muhammadiyah Sekampung dengan
baik sesuai harapan.

Sekampung, 26 Oktober 2020


Kepala SMK Muhammadiyah Sekampung

Hendra Agus Wijaya, S.E.


NBM. 1057445

ii Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Dasar Hukum 1

C. Tujuan 1

D. Sasaran 1

E. Hasil yang Diharapkan 1

BAB II STRATEGI PELAKSANAAN 2

A. Unsur yang Terlibat 2

B. Tugas dan Tanggung Jawab 2

C. Bentuk Kegiatan 3

BAB III IMPLEMENTASI PROGRAM 4

A. Struktur Program 4

B. Mekanisme Pelaksanaan 10

C. Fasilitator 10

D. Tempat 11

E. Peserta 11

F. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Budaya Kerja 11

BAB IV PENUTUP 12

LAMPIRAN 13
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan penguatan budaya kerja bagi peserta didik merupakan aspek penting
dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Peserta
didik harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi dan tantangan industri, dunia usaha dan
dunia kerja. Lingkungan tempat bekerja berbeda dengan lingkungan sekolah, sehingga diperlukan
adanya penguatan budaya kerja.
Penguatan budaya kerja bagi peserta didik menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu
peserta didik. Peserta didik dan guru sebagai sumber daya manusia yang potensial perlu memiliki
bekal pemahaman dan penguasaan bidang tertentu baik pemahaman dan penguasaan dalam
bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, seni, olah raga, keterampilan, kewirausahaan, dan
sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut, SMK Muhammadiyah Sekampung berupaya menerapkan budaya
kerja dalam proses pembelajaran dan praktik sesuai dengan kompetensi keahlian dan kebutuhan
industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA).

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Petunjuk
Teknis Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sekolah Yang Mendapatkan Penguatan Budaya Kerja
Tahun 2020
3. Surat Keputusan Direktorat SMK Nomor: 3410/D2/KU/2020 dan Surat Perjanjian Nomor
7610/D2.6/KU/2020 tentang Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sekolah yang Mendapatkan
Penguatan Budaya Kerja Tahun 2020

C. Tujuan
1. Menerapkan budaya kerja dalam proses pembelajaran dan praktik sesuai dengan kompetensi
keahlian dan diselaraskan dengan kebutuhan IDUKA
2. Mengembangkan soft skill dan hard skill peserta didik
3. Mengimplementasikan standar karakter budaya kerja bagi warga sekolah
4. Mempersiapkan calon lulusan yang sesuai dengan kebutuhan IDUKA

D. Sasaran
1. Peserta didik SMK Muhammadiyah Sekampung;
2. P endidik dan Tenaga Kependidikan SMK Muhammadiyah Sekampung;
3. Sekolah imbas SMK Muhammadiyah Sekampung.

E. Hasil yang Diharapkan


Terlaksananya penerapan penguatan budaya kerja di SMK Muhammadiyah Sekampung
khususnya dan sekolah imbas umumnya.

1 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


BAB II
STRATEGI PELAKSANAAN

A. Unsur yang Terlibat


Agar pelaksanaan Program Penguatan Budaya Kerja bagi Peserta Didik di SMK dapat
terlaksana dengan baik dibutuhkan strategi dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain:
1. Direktorat SMK
2. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung
3. Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Sekampung
4. IDUKA
5. SMK Muhammadiyah sekampung
6. Sekolah imbas sebanyak 5 (lima) sekolah
7. Pihak lain yang terkait.

B. Tugas dan Tanggung Jawab


Peran masing-masing unsur di atas sebagai berikut:
1. Direktorat SMK
a. Menyusun perangkat yang terkait dengan Budaya Kerja di antaranya: Petunjuk Teknis,
Pedoman, Materi Penguatan Budaya Kerja di Sekolah;
b. Melakukan bimbingan teknis bagi Instruktur Nasional dan Instruktur Provinsi;
c. Melakukan bimbingan Teknis, Penyaluran dana bantuan kepada SMK Penerima Bantuan;
d. Melakukan Supervisi dan dapat menyertakan pihak lain yang kompeten.

2. Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA)


a. Bersama dengan Direktorat SMK melakukan pelatihan bagi Instruktur Provinsi dan
Instruktur Sekolah;
b. Bersama dengan Direktorat SMK melakukan Supervisi pelaksanaan Penguatan Budaya
Kerja di Sekolah.

3. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta


Berperan dalam pembinaan pelaksanaan Program Budaya Kerja bagi Peserta Didik SMK di
bawah binaannya.

4. SMK Muhammadiyah Sekampung


a. Melaksanakan program Penguatan Budaya Kerja sesuai dengan Petunjuk Teknis dan
Pedoman;
b. Mengusulkan calon Instruktur Provinsi;
c. Mensosialisasikan Program Budaya Kerja;
d. Melakukan Penguatan Budaya Kerja di Sekolah, melalui Workshop Penyusunan Pedoman
Budaya Kerja di Sekolah, Pelatihan/diklat Penguatan Budaya Kerja kepada peserta didik di
sekolahnya dengan mendatangkan narasumber baik dari industri atau pihak lain yang
kompeten, Pembuatan Poster/Bahan Informatif tentang penanaman Budaya Kerja;
e. Mengusulkan calon SMK imbas di lingkungan sekitar;
f. Melakukan pelatihan penguatan budaya kerja kepada SMK imbas di lingkungan sekitar.
g. Memantau dan memastikan SMK imbas melakukan sosialisasi/pelatihan budaya kerja
kepada peserta didik di SMK imbas.

5. Sekolah Imbas
a. Sekolah imbas yang ditunjuk dan telah disetujui oleh Direktorat SMK adalah:
1) SMKS Ma’arif NU 6 Sekampung
2) SMKS Ganesa 1 Sekampung

2 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


3) SMKS 2 Ganesa Sekampung
4) SMKS Al Asror
5) SMKS Muhammadiyah 1 Margatiga

b. Lima SMK imbas tersebut mengirimkan masing-masing 4 guru sebagai peserta


sosialisasi Penguatan Budaya Kerja yang dipandu oleh Instruktur Provinsi yang
ditetapkan oleh SMK Muhammadiyah Sekampung.
h. Guru imbas yang telah mendapatkan sosialisasi Penguatan Budaya Kerja dari Instruktur
Provinsi bertanggungjawab untuk melakukan sosialisasi/pelatihan budaya kerja
kepada peserta didik di SMK imbas.

C. Bentuk Kegiatan
1. Workshop Penyusunan Pedoman Budaya Kerja yang menghasilkan buku Pedoman Penguatan
Budaya Kerja;
2. Pelatihan/diklat Penguatan Budaya Kerja bagi Pendidik dan Peserta Didik SMK
Muhammadiyah Sekampung;
3. Pengimbasan (sosialisasi) penguatan budaya kerja bagi pendidik SMK imbas;
4. Memantau guru imbas dalam mensosialisasikan program Penguatan Budaya Kerja kepada
siswa imbas.
5. Pembuatan poster/bahan informatif tentang penanaman Budaya Kerja;
6. Pembuatan konten kreatif berupa video yang diupload di channel youtube SMK
Muhammadiyah Sekampung.

3 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


BAB III
IMPLEMENTASI PROGRAM

A. Struktur Program

1. Struktur Program Internalisasi Penguatan Budaya Kerja

No Kegiatan Waktu
1. Workshop penyusunan pedoman/aturan budaya kerja disekolah dengan
melibatkan IDUKA
Rapat Persiapan Workshop Penyusunan pedoman/aturan Oktober
A. Budaya Kerja disekolah Minggu ke-3
Workshop penyusunan pedoman/aturan budaya kerja
disekolah dengan melibatkan IDUKA
Narasumber :
1. Kacabdin Wilayah V (Indarti, S.Sos.)
Oktober
B. 2. Pengawas Pembina (Drs. Sugiono, M.Pd.)
Minggu ke-4
3. IDUKA :
- PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
- PT. Yamaha Lautan Teduh
- Radar Lampung TV
2. Pelatihan/diklat budaya kerja tenaga pendidik dan peserta didik dengan
melibatkan IDUKA
Rapat Persiapan Sosialisasi Penguatan Budaya Kerja bagi November
A.
peserta didik dan tenaga pendidik SMK di sekolah imbas Minggu ke-1
Pelatihan/diklat budaya kerja tenaga pendidik dan peserta
didik dengan melibatkan IDUKA.
November
B. Narasumber:
Minggu ke-1
1. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sekampung
2. IDUKA
3. Sosialisasi Penguatan Budaya Kerja bagi peserta didik dan tenaga pendidik
SMK di Sekolah Imbas
Rapat Persiapan Sosialisasi Penguatan Budaya Kerja bagi November
A.
peserta didik dan tenaga pendidik SMK di sekolah imbas Minggu ke-2
Sosialisasi Penguatan Budaya Kerja bagi peserta didik dan
tenaga pendidik SMK di sekolah imbas
November
B. Narasumber: Instruktur Provinsi
Minggu ke-2
1. Dedek Efiriyadi, S.Kom.
2. Muid Sidik, S.E.
4. A. Pembuatan poster/alat peraga tentang budaya kerja
Penanggung jawab: Oktober s.d
1. Robby Gunawan, S.Kom.,M.Pd. November
2. Abdi Wahyudhi, S.Pd.
B. Pembuatan Video Konten Kreatif tentang budaya kerja
Penanggung jawab: November
1. Imam Basuki, S.Pd. Minggu ke-4
2. Subanar, S.Kom.

4 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


2. Struktur Program Implementasi Budaya Kerja bagi Warga SMK Muhammadiyah
Sekampung

Target yang Pihak yang


No Program Uraian Kegiatan Waktu
Diharapkan Terlibat
A Membangun Tim Sekolah
1 Membuat Menentukan tim Mendapatkan Kepala sekolah, Awal tahun
struktur kerja sekolah kinerja tim yang wakil kepala ajaran baru
organisasi solid sekolah, dan
sekolah guru karyawan
yang ditunjuk
2 Membuat rincian Setelah Agar tugas lebih Kepala sekolah, Pembuatan SK
tugas dan menentukan jelas dan wakil kepala awal tahun
tanggung jawab siapa saja yang terstruktur sekolah, dan ajaran baru
anggota menjadi tim, lalu berdasarkan bapak/ibu guru
pemberian tugas tugas masing- karyawan yang
untuk tim masing ditunjuk
dengan
tanggungjawab
masing-masing.
3 Sediakan waktu Masing-masing Bisa mendapat Kepala sekolah, Rapat
untuk orang dalam tim referensi wakil kepala pembagian
menentukan harus pendapat lebih sekolah, dan tugas awal
cara/metode mengeluarkan banyak lagi bapak/ibu guru tahun ajaran
bekerjasama pendapat untuk untuk karyawan yang baru
menentukan cara mengambil ditunjuk
atau metode voting
kerja tim
B Pembinaan Kedisiplinan Ketarunaan
1 Disiplin masuk Mendisiplinkan Siswa bisa Semua warga Sebelum masuk
sekolah anak untuk tiba disiplin waktu sekolah sekolah
di sekolah
sebelum bel
tanda masuk
berbunyi
2 Disiplin masuk Mendisiplinkan Siswa bisa Semua warga Setelah istirahat
kelas setelah anak untuk disiplin waktu sekolah
istirahat masuk kembali
ke kelas tepat
waktu setelah
istirahat
3 Disiplin Mendisiplinkan Siswa bisa Semua warga Selama
berpakaian rapi anak supaya disiplin dalam sekolah pembelajaran di
sesuai terbiasa berpakaian rapi sekolah
ketentuan berpakaian rapi
sekolah ketika
pembelajaran
disekolah
4 Disiplin Mendisiplinkan Siswa bisa Semua warga Selama
mengikuti anak supaya disiplin dalam sekolah pembelajaran di
kegiatan tidak bolos mengikuti sekolah
pembelajaran selama kegiatan
sesuai waktu pembelajaran pembelajaran
yang ditentukan berlangsung
5 Disiplin Membiasakan Siswa bisa Semua warga Selama berada
lingkungan anak untuk piket selalu menjaga sekolah di sekolah dan
(piket) membersihkan kebersihan piket bergilir
lingkungan lingkungan
sekolah sekitar

5 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


C Pembinaan Ketarunaan
1 Pramuka Menyusun Siswa dapat Kepala sekolah, Setiap hari
Program Kerja berlatih Pembina sabtu
Pramuka yang ketarunaan pramuka,
sebagai melalui Anggota
ekstrakulikuler kegiatan pramuka
wajib pramuka
2 Baris berbaris di Mengadakan Melatih Semua warga Ketika awal
MPLS program baris kekuatan fisik sekolah masuk tahun
berbaris (MPLS) dan pelajaran baru
kekompakan
sebagaimana
taruna
D Pembinaan Kerohanian
1 BTA (Baca Tulis Kegiatan literasi Seluruh siswa Siswa, Pembina Setiap pagi
Al-Qur’an) pagi berupa beragama Islam sebelum
membaca, dapat membaca, pelajaran
menulis, dan menulis, dan dimulai
menghafal Al- menghafal Al-
Qur’an. Qur’an dengan
baik
2 Infaq rutin hari Setiap hari jumat Siswa dapat Semua warga Setiap hari
jumat ketika berlatih sekolah jumat
pembelajaran di sedekah atau
sekolah siswa menyisihkan
iuran sebagian uang
seikhlasnya mereka untuk
beribadah
3 Sholat dzuhur Ketika datang Selain berlatih Semua warga Setiap hari
dan dhuha waktu untuk kekompakan sekolah
berjamaah beribadah dalam
terutama untuk menjalankan
yang laki-laki ibadah, juga
wajib untuk mencari amal
sholat berjamaah lebih banyak
lagi dengan
beribadah
berjamaah
4 Kajian Kajian Bertambahnya Siswa dan Setiap hari
keagamaan keagamaan pemahaman pembina IPM jumat
melalui Ikatan keagamaan dan
Pelajar semangat
Muhammadiyah mengamalkan
(IPM) setelah
shalat jumat
5 Mentoring Kegiatan Meningkatnya Seluruh Sebulan dua kali
keagamaan pembelajaran kemampuan siswa laki-
kultum dan siswa dalam laki dan
khutbah jum’at menguasai mentor
khusus bagi teknik kultum
siswa laki-laki dan khutbah
jum’at
6 Pesantren kilat Pesantren kilat Siswa dapat Kepala sekolah, Pada bulan
biasanya mengikuti Guru PAI, IPM, ramadhan
dilakukan saat pembelajaran bpk/ibu guru
bulan puasa agama dibulan sebagai
puasa pemateri

6 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


7 Peringatan Hari Kegiatan Siswa dapat Siswa, IPM, Insidental
Besar Islam keagamaan yang mengambil Pembina
berkaitan hikmah dan
dengan perayaan meningkatkan
hari besar agama keimanan
islam kepada Allah
SWT
E Pengembangan Bakat dan Minat
1 Ekstrakurikuler Latihan (giat) Semua siswa Kepala sekolah, Setiap hari
Pramuka kepramukaan menguasai Pembina sabtu
materi pramuka,
kepramukaan Anggota
pramuka
2 Ekstrakurikuler Kegiatan berlatih Terbentuknya Pembimbing Dua kali
Bola Voli olahraga voli tim voli yang ekstra bola voly seminggu setelah
solid dan sportif pulang sekolah
3 Ekstrakurikuler Permainan Terbentuknya Pembimbing Dua kali
Sepak Bola Sepakbola tim sepakbola ekstra Sepak Bola seminggu setelah
yang solid dan pulang sekolah
sportif
4 Ekstrakurikuler Praktik Pembimbing Dua kali
perfilman pembuatan film ekstra perfilman seminggu setelah
pulang sekolah
5 Ekstrakurikuler Kegiatan seni tari Berkembang Pembimbing Dua kali
seni tari tradisional dan nya ekstra seni tari seminggu setelah
kreasi keterampilan pulang sekolah
siswa dan
mampu
melestarikan
kebudayaan
daerah lokal
6 Ekstrakurikuler Kegiatan Tapak Terbentuknya Pembimbing Dua kali
seni beladiri Suci Putera siswa tangguh TSPM seminggu setelah
Muhammadiyah dan tangkas pulang sekolah
(TSPM)
F Pembentukan Karakter Kerja dan Kontrak Belajar
1 Tata tertib Sekolah Siswa dapat Guru produktif Setiap
kompetensi membuat tata terampil dalam melaksanakan
keahlian Teknik tertib terkait dan setelah pembelajaran
Komputer dan pembelajaran pembelajaran produktif
Jaringan (TKJ) produktif TKJ produktif
2 Tata tertib Sekolah Siswa dapat Guru produktif Setiap
kompetensi membuat tata terampil dalam melaksanakan
keahlian Teknik tertib terkait dan setelah pembelajaran
Bisnis Sepeda pembelajaran pembelajaran produktif
Motor (TBSM) produktif TBSM produktif
3 Tata tertib Sekolah Siswa dapat Guru produktif Setiap
kompetensi membuat tata terampil dalam melaksanakan
keahlian tertib terkait dan setelah pembelajaran
Multimedia pembelajaran pembelajaran produktif
(MM) produktif MM produktif

7 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


4 Kontrak belajar Sekolah Siswa dapat Semua warga Pada saat MPLS
siswa membuat bertanggung Sekolah,
perjanjian jawab dengan orangtua/wali
dengan siswa pertanyaan murid
dan yang dibuat
orangtua/wali oleh dirinya
murid. sendiri

Deskripsi

a. Membangun Tim Kerja Sekolah (Character Building)


merupakan tahapan dan metode penerapan kerja kolaboratif dalam masyarakat sekolah.
Dalam aktifitas ini peserta diorientasikan pada pemahaman terhadap urgensi kerja
bersama dengan menampilkan potensi kekuatan dan keunggulan masing-masing untuk
dijadikan determinan keberhasila kerja tim.

b. Pembinaan Kedisiplinan
merupakan latihan pembiasaan dalam mematuhi dan mentaati peraturan yang berlaku
serta kesepakatan yang telah diputuskan bersama. Seluruh perserta didik berkewajiban
untuk mengikutinya tanpa ada penolakan mengingat hal ini akan berdampak pada
kebiasaan peserta didik dalam bekerja. Nilai-nilai taat azas serta budaya kerja yang
mendasari seperti budaya 5R, 3C, 5M, dsb., dapat mengarahkan semuanya, baik peserta
didik maupun para guru dan tenaga kependidikan, untuk lebih mudah mamahami dan
melaksanakannya.

c. Pembinaan Ketarunaan
merupakan latihan aplikasi kongkrit dalam perilaku sehari-hari sebagai seorang peserta
didik baik di lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Seorang peserta
didik akan terikat oleh komitmen ketarunaan yang merupakan tanggung jawab dan
perilaku jati diri peserta didik. Termasuk didalamnya adalah pembinaan kedisiplinan
dan kesamaptaan.

d. Pembiasaan Kerohanian
merupakan latihan berkelanjutan untuk mempersiapkan rohani diri seorang peserta
didik yang mengakui Tuhan Yang Maha Esa dan menerapkan nilai-nilai relijius dalam
kehidupan di lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.

e. Pengarahan Minat dan Bakat


merupakan layanan yang tersedia di sekolah di dalam mendampingi taruna selama
mengikuti proses kegiatan belajar dari masuk hingga lulus sekolah.

f. Pembentukan dan Pembudayaan Karakter Kerja


merupakan penguatan karakter peserta didik dalam melakukan kegiatan
profesionalisme sesuai bidangnya melalui harmonisasi olah fisik, olah rasa, olah pikir, dan
olah raga atas dasar latihan dan pembiasaan sikap perilaku dan tanggung jawab
ketarunaan. Semua dicapai dengan cara melibatkan kerjasama antara satuan pendidikan,
keluarga, dan masyarakat/IDUKA. Didalamnya terdapat Kontrak belajar yang merupakan
janji yang disepakati baik oleh peserta didik, orang tua, maupun sekolah dalam
kaitannya seorang lulusan memiliki komitmen bekerja tanpa memilah pekerjaan.

g. Penerapan Budaya Kerja di Industri


merupakan realisasi implementasi nikai-nilai budaya kerja secara riil di industri, dunia
usaha, dan dunia kerja.

8 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


3. Struktur Program Sosialisasi Penguatan Budaya Kerja ke Sekolah Imbas

Target yang Waktu


No Program Uraian Kegiatan Keterlibatan
Diharapkan Pelaksanaan
1 Menentukan Menentukan 5 Sekolah Imbas Kepala Bulan
sekolah imbas sekolah imbas mengirimkan 4 guru Sekolah, Tim September
yang berada di untuk mengikuti Pelaksana 2020
sekitar SMK kegiatan sosialisasi Program
Muhammadiyah Penguatan Budaya
Sekampung Kerja
2 Sosialisasi Instruktur 20 guru imbas Tim Bulan
penguatan Provinsi (2 memahami materi Pelaksana November
budaya kerja orang) sosialisasi dengan Program, IP, 2020
dari melakukan baik dan dapat Operator
instruktur presentasi mensosialisasikannya Sekolah,
provinsi ke materi kembali kepada Guru Imbas
bapak ibu Penguatan peserta didik di
guru dari Buadaya masing-masing
sekolah imbas Kerja kepada sekolah imbas
20 guru
imbas secara
daring/luring
dengan
mengakses LMS
yang telah
disiapkan oleh
Direktorat PSMK
dan Operator
Sekolah
3 Monitoring Tim pelaksana Siswa imbas Tim Bulan
dan Evaluasi program memahami materi Pelaksana November
memantau dan penguatan budaya Program, IP, 2020
memastikan kerja dengan baik dan Guru Imbas.
guru imbas telah dapat menerapkannya
melakukan di sekolah masing-
sosialisasi masing.
penguatan
budaya kerja
kepada siswa
imbas.

B. Mekanisme Pelaksanaan

1. Dalam Jaringan (Online)


Pelatihan Penguatan Budaya Kerja bagi Instruktur Provinsi dan Instruktur Sekolah
dilaksanakan secara daring melalui Learning Management System (LMS) yang disiapkan oleh
Direktorat SMK.

2. Luar Jaringan (Offline)


Pelatihan Penguatan Budaya Kerja bagi Instruktur Sekolah dilaksanakan secara tatap muka
langsung/Luring dengan memperhatikan Panduan Penyelengaraan Pembelajaran pada Tahun
Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease
2019 (COVID-19)

9 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


3. Campuran (Blended Learning)
Pelatihan Penguatan Budaya Kerja bagi Instruktur Sekolah dilaksanakan secara Daring dan
Luring dengan memperhatikan Panduan Penyelengaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran
2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019
(COVID-19).

C. Fasilitator
1. Instruktur Nasional
Fasilitator bimtek Penguatan Budaya Kerja Tingkat Nasional disebut Instruktur Nasional yang
terdiri dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi lingkup
kejuruan, IDUKA, aparat keamanan (TNI dan POLRI), SMK yang telah menerapkan budaya
kerja industri, dan masyarakat 19 peduli pendidikan kejuruan baik personal atau pun
kelompok yang ditetapkan oleh Direktorat SMK.

2. Instruktur Provinsi
Fasilitator pelatihan Penguatan Budaya Kerja Tingkat Provinsi disebut Instruktur Provinsi
yang telah mengikuti bimtek Penguatan Budaya Kerja Tingkat Nasional. Bila dipandang
perlu dapat melibatkan Instruktur Nasional dan Unsur IDUKA setempat.

3. Instruktur Sekolah
Fasilitator implementasi Budaya Kerja bagi peserta didik, baik di SMK pengimbas ataupun di
SMK imbas, disebut Instruktur Sekolah yang didukung oleh seluruh pendidik dan tenaga
kependidikan yang ada di sekolah.

D. Tempat
1. Program yang dilaksanakan secara daring, bertempat di lokasi masing-masing.
2. Program yang dilaksanakan secara luring, bertempat di SMK Muhammadiyah Sekampung.

E. Peserta
1. Warga SMK Muhammadiyah Sekampung: Guru, Karyawan, Siswa, Komite Sekolah,
Stakeholder Masyarakat
2. Guru Imbas
3. Siswa Imbas

F. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Budaya Kerja


a) Pelaksana Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi pengembangan budaya kerja dilakukan secara berjenjang oleh tim
yang telah ditentukan sebagai berikut;
1) Monitoring dan Evaluasi oleh Direktorat SMK Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Provinsi Lampung.
2) Monitoring dan Evaluasi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung
kepada Pengawas Pembina SMK Muhammadiyah Sekampung.
3) Monitoring dan Evaluasi oleh Pengawas Pembina SMK Muhammadiyah Sekampung
kepada Kepala SMK Muhammadiyah Sekampung.
4) Monitoring dan Evaluasi oleh Kepala SMK Muhammadiyah Sekampung kepada Tim
Pelaksana Penguatan Budaya Kerja SMK Muhammadiyah Sekampung.

10 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


b) Aspek Monitoring dan Evaluasi
1) Perencanaan pengembangan budaya kerja dikaitkan dengan tugas dan fungsi pokok
sekolah.
2) Pelaksanaan, terutama mengungkapkan:
 Kegiatan yang dilaksanakan.
 Hasil/manfaat kegiatan yang dikaitkan dengan peningkatan kualitas pelayanan
kepada masyarakat.
 Hambatan/kendala pelaksanaan pengembangan budaya kerja.
 Usulan/saran pengembangan budaya kerja.

c) Metode Monitoring dan Evaluasi


1) Pengamatan langsung termasuk pemeriksaan dokumen dan administrasi
2) Wawancara

11 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


BAB IV
PENUTUP

Program Penguatan Budaya Kerja merupakan bentuk intervensi Direktorat SMK kepada SMK
untuk mengembangkan dan/atau memperkuat budaya kerja bagi Peserta Didik SMK dengan
pendekatan profesionalitas yang berlaku di Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA). Sebagai
salah satu SMK yang diamanahkan sebagai pelaksana program, maka SMK Muhammadiyah Sekampung
memiliki kewajiban untuk menerapkan budaya kerja dalam proses pembelajaran dan praktik sesuai
dengan kompetensi keahlian dan kebutuhan industri secara optimal di sekolah sekaligus menjadi
sekolah pengimbas bagi 5 (lima) sekolah yang berada di sekitar SMK Muhammadiyah Sekampung.
Berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini yaitu Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka
pelaksanaan program dilakukan secara daring, luring, dan/atau campuran.

Demikian Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muhammadiyah Sekampung ini disusun
untuk menjadi salah satu acuan bagi unsur-unsur yang terlibat dalam merealisasikan program
Penguatan Budaya Kerja bagi Peserta Didik sehingga persiapan dan pelaksanaan Program berjalan
lancar serta tercapainya tujuan yang diharapkan.

Semoga Allah yang Maha Kuasa senantiasa merahmati kita semua.

12 Pedoman Penguatan Budaya Kerja SMK Muska – 2020


Lampiran

Anda mungkin juga menyukai