Anda di halaman 1dari 24

Muhammad Taufiq Rabbani

L011171517
KIMIA DASAR
Tugas Individu pekan ke-12 (Senyawa Hidrokarbon)

1. Sebutkan 3 kelompok utama senyawa hidrokarbon. Jelaskan perbedaannya masing-


masing.
2. (a) Senyawa organik yang paling sederhana di alam adalah CH4 bukan CH2. Jelaskan
dengan data, gambar, skema dll. yang mendukung kebenaran pernyataan tersebut.
(b) Tuliskan 7 (tujuh) hal tentang perbedaan alkana dan alkena.

3. Jelaskan sifat fisika dan kimia dari senyawa metana ?


4. Berapa electron valensi dari atom berikut: kalium, karbon, magnesium, oksigen ?
5. Seperti halnya karbon dan hydrogen membentuk metana (CH4), karbon dan klor
membentuk karbon tetraklorida (CCl4). Gambarkan struktur titik elektron untuk CCl4
dan bahaslah bentuk molekulnya.
6. Apakah yang dimaksud dengan ikatan sigma dan ikatan phi ? Jelaskan dalam bentuk
diagram bagaimana tumpangtindih (overlapping) dua orbital setengah terisi yang
menghasilkan ikatan sigma dan ikatan phi.
7. Diantara pasangan unsur berikut ada ikatan kovalen. Urutkan berdasarkan kepolarannya
(mulai dari yang paling polar): (a) H-Cl (b) H-C (c) H-F (d) H-O (e) H-H (f) S-Cl
8. Dengan anggapan bahwa energy disosiasi ikatan adalah sama untuk setiap ikatan, berapa
kilokalori (kkal) diperlukan untuk menguraikan semua ikatan tunggal C-H dalam 0,1
mol metana ?
9. Jelaskan bagaimana teori tolakan pasangan elektron dapat meramalkan besar sudut ikatan
pada metana (CH4), ammonia (NH3) dan air (H2O).
10. Berikan defenisi tentang: orbital atom, orbital anti ikatan dan orbital ikatan ?
11. Dengan menggunakan tabel keelektronegatifan, tentukan mana yang lebih
elektronegatif dari pasangan berikut: S dan O, O dan S, H dan C, C dan N.
12. Jelaskan apa yang dimaksud dengan resonansi dan hibridisasi. Apa kegunaannya ?
13. Apa keuntungan atom C dengan hibridisasi sp3 ?
14. Gambarkan struktur molekul senyawa CH4. Ikatan-ikatan apa saja yang ada di dalam
senyawa tersebut ?
15. Bagaimana bentuk geometrik orbital hibrida sp, sp2, dan sp3 ? Berikan urutan kekuatan
ikatan sigma antara 2 atom C dengan menggunakan orbital hibrida sp-sp, sp-sp2, sp-sp3,
sp3-sp3, sp2- sp2? Mengapa demikian ?
16. Apa yang disebut dengan konformasi ? Tuliskan cara untuk menunjukkan suatu
konformasi.
17. Tuliskan konfigurasi elektronik unsur-unsur periode ke tiga !
18. Gambarkan struktur Lewis dari senyawa-senyawa berikut: amoniak, ion hidronium, air,
propana, etilamina, dimetil eter, fluoroetana, boran (BH3), boron triflourida. Jelaskan
penyimpangan aturan oktet dalam senyawa boran (BH3) dan boron triflourida.

19. Gambarkan struktur Lewis untuk senyawa: N2, HCN, HONO, CO2, H2CNH, HCO2H,
C2H3Cl, HNNH, C3H6, C3H4 (dua ikatan rangkap), C3H4 (satu ikatan rangkap tiga).
Tandai setiap pasangan elektron bebas yang ada.
20. Gunakan data keelektronegatifan untuk memperkirakan arah momen dipol dari ikatan
dibawah: C-Cl, C-O, C-N, C-S, C-B, N-Cl, N-O, N-S, N-B, B-Cl.
21. Hitung muatan formal (Formal Charge) dari setiap atom pada struktur berikut: CH4,
H3O+, H3N-BH3, [H2CNH2]+.
22. Jelaskan hasil eksperimen yg menjadi bukti empirik bhw struktur molekul CH4 a/
tetrahedral.
23. Apa yang dimaksud dengan staggered conformation dan eclipsed conformation ?
Gambarkan diagram profil energi untuk konformasi etana. Apa yang Sdr. bisa simpulkan
dari gambar tersebut. Jelaskan.
24. Jelaskan dan berikan contoh untuk reaksi-reaksi Alkana.
25. Sintesis alkana bisa dilakukan dengan cara khusus dan dan cara umum. Tuliskan
masing- masing cara tersebut dan berikan contoh.
26. Berikan uraian Anda mengenai perbandingan kestabilan senyawa aromatik dengan
senyawa alifatik.
27. Berikan uraian Anda dengan mengurutkan kestabilan senyawa sikloporpana,
siklobutana, dan sikloheksana.Jelaskan dan berikan contoh dari terminologi berikut: sel
volta, sel elektrolisis, sel konsentrasi, katoda, anoda, elektroda dan potensial sel !
Jawab

1. 1. ALKANA
Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CₙH₂ₙ₊₂. Alkana
membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan
sifat bermiripan. Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Bila terdapat
dua atau lebih rantai terpanjang yang sama panjangnya, maka dipilih rantai dengan
cabang terbanyak sebagai rantai utama. Cabang dari rantai utama dengan substituen
hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana
menjadi il. Atom atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari
salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil. Untuk
substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan
seterusnya. Substituen substituen cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan
substituen seperti di, tri, n-(normal), sek-(sekunder), ters-(tersier) diabaikan dalam
pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan.

2. ALKENA
Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua.
Rumus umum alkena adalah CₙH₂ₙ. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir
sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan berikut : Rantai utama
yang dipilih adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Nama rantai
utama diturunkan dari nama alkana dengan jumlah C sama dengan mengganti akhiran
ana menjadi ena. Urutan penomoran pada rantai utama dimulai dari salah satu ujung
rantai yang posisi atom C berikatan rangkapnya mendapat nomor terkecil. Nomor posisi
ikatan rangkap didasarkan pada nomor atom C berikatan rangkap yang nomornya lebih
kecil.

3. ALKUNA
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga.
Rumus umum alkuna adalah CₙH₂ₙ₋₂. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir
seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang
diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah
menjadi una.
2. a) Metana : Gas Penghancur Perisai Bumi dan Pemanfaatannya sebagai Energi

Metana atau CH4 merupakan senyawa kimia sederhana, dengan molekul Karbon
sebagai pusatnya yang dikelilingi atau diikat oleh empat molekul Hidrogen. Meskipun
bukan salah satu gas utama di atmosfer, namun faktanya gas ini merupakan senyawa
organik paling banyak di Bumi. Gas yang memiliki sifat tidak berwarna, tidak berbau
dan tidak berasa, tentu sulit diketahui keberadaannya dengan indera manusia.

Struktur Molekul Metana


Metana juga merupakan komponen utama dari gas alam yang berada jauh di bawah
permukaan Bumi yang terproduksi melalui siklus biologis makhluk hidup jutaan tahun
yang lalu. Dengan komponen penyusun yang sederhana, peneliti di laboratorium
dengan mudah melakukan sintetis gas ini sehingga keberadaannya tidak hanya
bergantung pada gas alam yang lambat laun dapat habis. Keberadaannya di bawah
permukaan bumi tentu tidak membuat khawatir para peneliti karena jika berada di
atmosfer akan menimbulkan dampak negatif pada perubahan iklim. Para peneliti
menggunakan skala metrik yang disebut Global WarmingPotential (GWP) untuk
membandingkan bagaimana 1 ton gas yang terperangkap di atmosfer bumi dengan gas
CO2 yang telah menjadi tolok ukur pemanasan global sejak lama. Berdasarkan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) metana memiliki GWP sebesar 86
yang artinya 86 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2.
Keberadaan Metana di dalam perut bumi jika tidak dieksploitasi tidak akan
memberikan nilai tambah bagi umat manusia. Namun ternyata, teknologi baru selalu
diikuti dengan dampak negatif setelahnya. Menurut badan perlindungan Amerika
Serikat, Environmental Protection Agency (EPA), Metana menyumbang sepuluh
persen dari emisi gas rumah kaca dari berbagai aktivitas manusia seperti sistem gas
alam yang rentan terjadi kebocoran, tempat pembuangan sampah, penambangan batu
bara, bahkan pengelolaan pupuk dapat menyumbang emisi gas ini. Namun, disaat yang
sama Metana merupakan sumber bahan bakar yang penting untuk menghasilkan energi
yangmenghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca ketika ia dibakar dibandingkan energi
fosil seperti minyak dan batu bara.
Metana telah menjadi sumber energi utama di berbagai negara untuk saat ini,
khususnya di Amerika Serikat. Berdasarkan data badan administrasi energi Amerika,
negara tersebut memperoleh 29% energinya yang berasal dari gas alam pada tahun
2015. Disisi lain, penggunaan batu bara untuk membangkitkan energi di negara
adidaya tersebut hanya 16%. Berasal dari gas alam, Metana tidak dikelompokkan
dalam kategori energi terbarukan. Namun dilihat dari manfaatnya hingga sekarang,
potensi pengembangan sumber energi terbarukan berbasis renewable gas masih
membuka banyak peluang.
Dari yang berbagai aktivitas manusia yang dianggap merugikan lingkungan bertahun-
tahun yang lalu, telah berkembang ilmu pengetahuan untuk meminimalisir dampak
tersebut bahkan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar. Aktivitas manusia
maupun makhluk hidup lain seperti hewan pada sektor peternakan, menghasilkan gas
yang disebut biogas karena berasal dari siklus biologis langsung makhluk hidup. Gas
ini berasal dari fermentasi mikroba yang mengubah zat atau nutrisi didalamnya
menjadi berbagai senyawa karbon termasuk Metana.

b)

Alkana Alkena Alkuna

Disebut sebagai Disebut sebagai Olefin. Disebut sebagai


Parafin. Asetilena.

Dirumuskan sebagai Dirumuskan sebagai Disrumuskan sebagai


CnH2n+2. CnH2n. CnH2n-2.

Alkana termasuk Alkena adalah Alkuna juga


kedalam hidrokarbon hidrokarbon tak jenuh, hidrokarbon tidak
jenuh, yang memiliki yang memiliki lebih dari jenuh, yang memiliki
ikatan tunggal antara satu ikatan ganda sebuah rangkap tiga
atom karbon. diantara atom karbon. antara atom karbon.

Merupakan sebuah Merupakan sebuah Merupakan sebuah


Hidrokarbon yang Hidrokarbon yang Hidrokabon yang lebih
paling stabil. kurang stabil. reaktif dibandingkan
dengan Alkana dan
Alkena.

3. Sifat Fisik :
- Rumus molekul : CH4
- Berat molekul : 16 g/mol
- Titik leleh : -182 °C
- Titik didih : -162 °C
- Densitas : 0.423 g/cm3
- Fase pada 250 °C : gas

Sifat Kimia :
- Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya.
- Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbondioksida dan
uap air.
- Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom atom H pada
alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen. CH4 + Cl2 ⇄ CH3Cl + HCl

4 Electron valensi dari atom berikut: kalium, karbon, magnesium, oksigen


 unsur kalium (K) dengan nomor atom 19, konfigurasi elektronnya
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1, maka jumlah elektron valensinya adalah 1.
 unsur karbon (C) dengan nomor atom 6, konfigurasi elektronnya 1s2 2s2 2p2, maka
jumlah elektron valensinya adalah 2+2 = 4
 unsur magnesium (Mg) dengan nomor atom 12, konfigurasi elektronnya
1s2 2s2 2p6 3s2, maka jumlah elektron valensinya adalah 2
 unsur oksigen (O) dengan nomor atom 8, konfigurasi elektronnya 1s2 2s2 2p4 , maka
jumlah elektron valensinya adalah 4+2 = 6

5. Struktur titik elektron CCl4

Pada gambar Anda dapat melihat struktur karbon tetraklorida, yang merupakan geometri
tetrahedral. Perhatikan bahwa atom Cl (bola hijau), berorientasi pada ruang di sekitar
karbon (bola hitam) dengan menggambar tetrahedron. Juga, perlu disebutkan bahwa
karena semua simpul tetrahedron identik, strukturnya simetris; tidak peduli bagaimana
molekul CCl diputar, Itu akan selalu sama. Kemudian, sejak tetrahedron hijau CCl4
simetris, sebagai akibatnya tidak adanya momen dipol permanen. Meskipun ikatan C-Cl
adalah kutub karena elektronegativitas yang lebih besar dari Cl sehubungan dengan C,
momen-momen ini dibatalkan secara vectorially. Oleh karena itu, ini adalah senyawa
organik apolar terklorinasi. Karbon diklorinasi sepenuhnya dalam CCl4, sama dengan
oksidasi tinggi (karbon dapat membentuk maksimum empat ikatan dengan klorin).
Pelarut ini cenderung tidak kehilangan elektron, ini adalah aprotik (tidak memiliki
hidrogen), dan merupakan alat transportasi dan penyimpanan kecil klorin.

6. Ikatan Sigma adalah ikatan yang terbentuk akibat overlap orbital yang posisinya berada
pada satu sumbu (satu garis lurus).

berikut contoh molekul-moleku; yang berikatan sigma:


Ikatan Pi ikatan kovalen yang terjadi pada dua sumbu sejajar. ikatan ini terjadi pada
ikatan rangkap. jadi contohnya pada ikatan rangkap dua molekul etilen, satu
ikatannya adalah ikatan sigma, satu ikatannya lagi adalah ikatan pi. berikut
ilustrasinya:

7.

8. Energi disosiasi ikatan merupakan energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu
ikatan 1 mol suatu molekul gas menjadi gugus – gugus molekul gas

Berdasarkan tabel diatas, maka jumlah energi yang diperlukan untuk menguraikan
semua ikatan tunggal C-H dalam 0,1 mol metana yaitu 415 kJ mol-1
9. Elektron valensi pada atom pusat pada NH3 dan H2O didistribusikan ke sudut
tetrahedron. Teori VSEPR memprediksikan elektron valensi atom pusat dalam amonia dan
air akan mengarah ke sudut tetrahedron, seperti yang terlihat pada Gambar.

Gambar 3. Distribusi Elektron dan Bentuk Molekul NH3 dan H2O

Karena elektron non-ikat tidak bisa ditempatkan pada posisi yang akurat, prediksi bentuk
molekul tidak bisa dilakukan secara langsung. Tetapi hasil yang dikemukakan oleh teori
VSEPR dapat digunakan untuk memprediksi posisi atom pusat dalam molekul. Posisi atom
pusat ini ditentukan secara eksperimental. Berdasarkan posisi atom pusat amonia, VSEPR
memprediksikan bahwa molekul amonia mengadopsi bentuk trigonal bipiramidal, dengan
nitrogen berada di puncak piramid. Sedangkan air mengadopsi bentuk bengkok atau
menyudut. Jika teori VSEPR diperluas terhadap molekul yang elektronnya terdistribusi ke
sudut trigonal bipiramidal, pertanyaan yang muncul adalah: Elektron non-ikat akan berada
pada posisi aksial ataukah ekuatorial? Secara eksperimen, umumnya elektron non-ikat
menempati posisi ekuatorial dalam trigonal bipiramidal. Untuk memahami hal itu, harus
ditekankan bahwa elektron non-ikat menempati ruang yang lebih besar dibandingkan
elektron ikat. Posisi elektron nonikat berdekatan dengan salah satu inti atom, dan hal ini
yang berkaitan dengan ruang yang ditempati dimana elektron non-ikat menyesuaikan diri
dengan ruang yang ada tetapi tetap berdekatan dengan salah satu inti atom. Keberadaan
pasangan elektron non-ikat akan sedikit mengubah situasi pembentukan geometri molekul
senyawa. Tiga tipe tolakan yang terjadi, adalah:

a. Tolakan antara pasangan elektron ikat dengan pasangan elektron ikat


b. Tolakan antara pasangan elektron ikat dengan pasangan elektron non-ikat
c. Tolakan antara pasangan elektron non-ikat dengan pasangan elektron nonikat.
10.a) Orbital atom adalah daerah ruang di sekitar inti atom tempat elektron mungkin
ditemukan. Orbital atom memungkinkan atom untuk membuat ikatan kovalen.
Orbital yang paling sering diisi adalah s, p, d, dan f. Orbital S tidak memiliki simpul
sudut dan berbentuk bola. Orbital P memiliki simpul sudut tunggal melintasi inti dan
berbentuk seperti halter. D dan f masing-masing memiliki dua dan tiga node sudut.
Hanya dua elektron yang akan ditemukan di ruang orbit apa pun sebagaimana
didefinisikan oleh prinsip larangan Pauli. Setelah satu kulit orbital terisi penuh, satu
set orbital baru (2s, 2p, dan seterusnya) tersedia. 2p akan memiliki satu simpul sudut,
seperti 1p, tetapi juga satu simpul radial.

b) Orbital anti ikatan adalah orbital molekul yang mengandung elektron luar daerah
antara dua inti. Sebagai dua atom saling mendekati, mereka orbital elektron mulai
tumpang tindih. Tumpang tindih ini membentuk molekul ikatan antara dua atom
dengan bentuk orbital molekul sendiri. Orbital ini mengikuti prinsip pengecualian
Pauli dalam cara yang sama seperti orbital atom. Tidak ada dua elektron dalam orbital
dapat memiliki keadaan kuantum yang sama. Jika atom-atom asli mengandung
elektron di mana obligasi akan melanggar aturan, elektron akan mengisi energi yang
lebih tinggi orbital anti ikatan. Orbital antibonding ditandai dengan tanda bintang di
sebelah jenis terkait orbital molekul. σ* adalah orbital anti ikatan terkait dengan
sigma orbital dan π orbital * harus antibonding pi orbital. Ketika berbicara orbital ini,
kata ‘bintang’ sering ditambahkan ke akhir nama orbital: σ* = sigma-bintang.

c) Orbital molekul ikatan terbentuk dari orbital atom dengan kombinasi orbital atom in-
phase. Ini meningkatkan kerapatan elektron antara atom yang terikat. Energi mereka
lebih rendah dari orbital atom. Elektron pertama kali diisi ke orbital molekul ikatan
dan mereka menstabilkan molekul karena mereka mengasosiasikan lebih sedikit
energi daripada elektron dalam atom induk.

11. Berdasarkan tabel keelektronegatifan, maka dapat disimpulkan


- Untuk unsur O dan S, atom O lebih elektronegatif dari atom S.
- Untuk unsur H dan C, atom C lebih elektronegatif dari atom H.
- Untuk unsur C dan N, atom N lebih elektronegatif dari atom C.
12. Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu
dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur Lewis Struktur molekul
atau ion yang mempunyai delokalisasi elektron disebut dengan struktur resonan. atau
Struktur resonan adalah salah satu dari dua atau lebih struktur Lewis untuk satu
molekul yang tidak dapat dinyatakan secara tepat dengan hanya menggunakan satu
struktur Lewis. Istilah resonansi berarti penggunaan dua atau lebih struktur Lewis
untuk menggambarkan molekul tertentu.Masing-masing struktur resonan dapat
melambangkan struktur Lewis, dengan hanya satu ikatan kovalen antara masing-
masing pasangan atom. Beberapa struktur Lewis digunakan bersama-sama untuk
menjelaskan struktur molekul. Namun struktur tersebut tidak tetap, melainkan ada
sebuah osilasi antara ikatan rangkap dengan elektron, saling berbolak-balik (resonansi)
Struktur sebenarnya kemungkinan adalah peralihan dari dua struktur resonan.
Hibridisasi merupakan proses bergabungnya orbital atom pusat dengan orbital atom
lainnya sehingga terbentuk orbital hibrida. Orbital hibrida yang terbentuk memiliki
panjang ikatan, sudut, dan tingkat energi yang berbeda dengan orbital pembentuknya.
Keberadaan orbital hibrida ini mampu menjelaskan bentuk molekul dan ikatan atom-
atom di dalamnya. Orbital hibrida terdiri dari orbital hibrida sp yang berbentuk linear,
sp2 yang berbentuk segitiga datar, sp3 yang berbentuk tetrahedral, sp3d yang berbentuk
segitiga bipiramida, dan sp3d2 yang berbentuk oktahedral.

13. Hibridisasi sp3 menjelaskan struktur molekul tetrahendral. Hibridisasi satu orbital s dan
tiga orbital p(px,py,pz) yang menghasilkan empat orbital sp3.
Sebagai contoh orbital hibridisasi sp3 oleh atom C (karbon) :
Atom C yang dengan nomor atom 6 memiliki konfigurasi sebagai berikut :

Pada awalnya atom C hanya memiliki 2 elektron tidak berpasangan, tapi seperti
diketahui untuk berikatan dan menjadi stabil C haruslah memiliki 4 elektron tidak
berpasangan. Untuk itu 1 electron pada orbital 2s akan dieksitasi ke orbital 2p menjadi:

Dengan demikian atom C telah memiliki 4 elektron tidak berpasangan, sehingga


mempunyai empat energy ikatan yang sama. Atom C telah membentuk 4 x sp3. Pada
hibridisasi sp3, satu orbital sp3 diisi oleh dua elektron dan tiga orbital sp3 diisi masing-
masing satu elektron.

14. Struktur molekul senyawa CH4

Proses pembentukan ikatan pada senyawa CH4 yaitu melalui pembentukkan ikatan
kovalen. dimana setiap 1 elektron dari atom C berikatan dengan 1 elektron atom H
sehingga terjadi pemakaian elektron bersama membentuk ikatan kovalen yang
digolongkan menjadi ikatan kovalen tunggal. Ikatan kovalen adalah ikatan yg
terbentuk karena adanya pemakaian elektron bersama.

15. Bentuk geometrik orbital hibrida sp, sp2 , dan sp3


Urutannya kekuatan ikatan adalah C≡C > C=C > C-C Sp > Sp2 > Sp3. Jadi urutan
yang sesuai adalah sp-sp, sp-sp2, sp-sp3, sp2-sp2, sp3-sp3

16. Konformasi adalah suatu bentuk konformer dari sebuah molekul dengan rumus struktur
kimia yang sama namun posisi konformernya yang berbeda karena terjadinya rotasi
dari sebuah atom-atom pada ikatan kimia atau dapat didefenisikan sebagai sebuah
penataan ruang tertentu dari sebuah atom-atom dalam molekul.

17. Konfigurasi elektronik unsur-unsur periode ke tiga :


 11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1
 12Mg : 1s2 2s2 2p6 3s2
 13Al : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
 14Si : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2
 15P : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
 16S : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
 17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
 18Ar : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

18. Amoniak :

Ion Hidronium :
Air :

Propana :

Etilamina :

Dimetil Eter :
Fluoroetana :

Boran :

Boron triflourida :

Kaidah oktet sangat bermanfaat untuk meramalkan senyawa yang akan dibentuk oleh
unsur-unsur. Namun, ada pengecualian atas kaidah ini. Beberapa senyawa bersifat stabil
meskipun tidak memenuhi kaidah, misalnya BF3. Atom 5B memiliki konfigurasi
elektron 5B: 2,3. Atom B ini memiliki tiga elektron valensi. Distribusi elektron valensi
atom B dan pembentukan ikatan pada BF3 sebagai berikut.
Gambar Struktur Lewis BF3

Elektron yang dilingkari pada atom B hanya berjumlah enam sehingga kurang dua elektron
untuk memenuhi kaidah. Jadi, senyawa BF3 tidak mengikuti kaidah oktet. Hal ini juga
berlaku untuk senyawa Boron lainnya, seperti BH3 dan BCl3.

19. N2 :

HCN :

(seperti metana, CH4), maka karbon haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki
simetri yang tepat dengan 4 atom hidrogen. Konfigurasi keadaan dasar karbon adalah
1s2 2s2 2px1 2py1 atau lebih mudah dilihat:

(Perhatikan bahwa orbital 1s memiliki energi lebih rendah dari orbital 2s, dan orbital
2s berenergi sedikit lebih rendah dari orbital-orbital 2p) Teori ikatan valensi
memprediksikan, berdasarkan pada keberadaan dua orbital p yang terisi setengah,
bahwa C akan membentuk dua ikatan kovalen, yaitu CH2. Namun, metilena adalah
molekul yang sangat reaktif (lihat pula: karbena), sehingga teori ikatan valensi saja
tidak cukup untuk menjelaskan keberadaan CH4. Lebih lanjut lagi, orbital-orbital
keadaan dasar tidak bisa digunakan untuk berikatan dalam CH4. Walaupun eksitasi
elektron 2s ke orbital 2p secara teori mengijinkan empat ikatan dan sesuai dengan teori
ikatan valensi (adalah benaruntuk O2), hal ini berarti akan ada beberapa ikatan CH4
yang memiliki energi ikat yang berbeda oleh karena perbedaan aras tumpang tindih
orbital. Gagasan ini telah dibuktikan salah secara eksperimen, setiap hidrogen pada
CH4 dapat dilepaskan dari karbon dengan energi yang sama. Untuk menjelaskan
keberadaan molekul CH4 ini, maka teori hibridisasi digunakan. Langkah awal
hibridisasi adalah eksitasi dari satu (atau lebih) elektron:

Proton yang membentuk inti atom hidrogen akan menarik salah satu elektron valensi
karbon. Hal ini menyebabkan eksitasi, memindahkan elektron 2s keorbital 2p. Hal ini
meningkatkan pengaruh inti atom terhadap elektron-elektronvalensi dengan
meningkatkan potensial inti efektif. Kombinasi gaya-gaya ini membentuk fungsi-
fungsi matematika yang baru yang dikenal sebagai orbital hibrid. Dalam kasus atom
karbon yang berikatan dengan empat hidrogen, orbital 2s (orbital inti hampir tidak
pernah terlibat dalam ikatan) "bergabung" dengan tiga orbital 2p membentuk hibrid
sp3 (dibaca s-p-tiga) menjadi

Pada CH4, empat orbital hibrid sp3 bertumpang tindih dengan orbital 1s hidrogen,
menghasilkan empat ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat
yang sama, sehingga sesuai dengan pengamatan.
Sebuah pandangan alternatifnya adalah dengan memandang karbon sebagai anion C4-.
Dalam kasus ini, semua orbital karbon terisi:

Jika kita menrekombinasi orbital-orbital ini dengan orbital-s4 hidrogen (4 proton, H+)
dan mengijinkan pemisahan maksimum antara 4 hidrogen (yakni tetrahedal), maka kita
bisa melihat bahwa pada setiap orientasi orbital-orbital p, sebuah hidrogen tunggal
akan bertumpang tindih sebesar 25% denganorbital-s C dan 75% dengan tiga orbital-p
C. Hal ini sama dengan persentase relatif antara s dan p dari orbital hibrid sp3 (25%s
dan 75%p). Menurut teori hibridisasi orbital, elektron-elektron valensi metana
seharusnya memiliki tingkat energi yang sama, namun spektrum foto elekronnya
menunjukkan bahwa terdapat dua pita, satu pada 12,7 eV (satu pasangan elektron) dan
saty pada 23 eV (tiga pasangan elektron). Ketidakkonsistenan ini dapat dijelaskan
apabila kita menganggap adanya penggabungan orbital tambahan yang terjadi ketika
orbital-orbital sp3 bergabung dengan 4 orbital hidrogen.

20.

21.

22. Konfigurasi elektron C (Z = 6) dan H (Z = 1) adalah : C : 2,4 (memerlukan 4 elektron


untuk mencapai kestabilan oktet/8) struktur lewis menggambarkan susunan elektron
valensi atom-atom, sehingga atom C yang mengelilingi terdapat 4 elektron.
H : 1 (memerlukan 1 elektron untuk mencapai kestabilan duplet/2) sedangkan struktur
lewis pada atom H yang mengelilingi terdapat 1 elektron.
Agar atom C dapat mencapai kestabilan, 1 atom C berikatan dengan 4 atom H.
Sehingga atom C menerima 4 elektron dari atom H kemudian elektron digunakan
bersama untuk saling berikatan.
Proses pembentukan ikatan kovalen CH₄

Dari gambar struktur lewis, dapat dilihat bahwa pada senyawa CH₄ terdapat 4 ikatan
kovalen tunggal dan tidak adanya pasangan elektron bebas (PEB)

23. 1). Konformasi Eclipsed, di mana substituen pada atom yang berdekatan berada dalam
jarak terdekat satu sama lain. Dapat dikatakan bahwa subtituen tersebut saling
melampaui satu sama lain dalam proyeksi Newman. Atau dimana ikatan – ikatan C-H
dari atom karbon yang satu tepat dibelakang ikatan C-H pada atom karbon yang lain
jika dilihat sepanjang sumbu ikatan C-C.

Konformasi eclipsed memiliki dua atom atau kelompok yang memiliki sudut dihedral 0
atau 120 derajat. Ikatan pada sumbu rotasi selaras. Konformasi paling tidak stabil.
2). Konformasi Staggered adalah konformasi molekuler di mana kelompok/substituen pada
atom-atom yang berdekatan ditempatkan paling rata satu sama lain. Dapat dikatakan
bahwa subtituen tersebut saling melampaui satu sama lain dalam proyeksi Newman.

Konformasi staggered memiliki dua atom atau kelompok yang memiliki sudut dihedral
60 atau 180 derajat. Ikatan pada sumbu rotasi tidak selaras. Konformasi paling stabil.

24. Reaksi dalam Alkana.

A. Oksidasi
Alkana sukar dioksidasi oleh oksidator lemah atau agak kuat seperti KMNO4, tetapi mudah
dioksidasi oleh oksigen dari udara bila dibakar. Oksidasi yang cepat dengan oksigen yang
akan mengeluarkan panas dan cahaya disebut pembakaran atau combustion. Hasil oksidasi
sempurna dari alkana adalah gas karbon dioksida dan sejumlah air. Sebelum terbentuknya
produk akhir oksidasi berupa CO2 dan H2 O, terlebih dahulu terbentuk alkohol, aldehid
dan karboksilat.

Alkana terbakar dalam keadaan oksigen berlebihan dan reaksi ini menghasilkan sejumlah
kalor (eksoterm)
CH4 + 2O2 → CO-2 + 2H2 + 212,8 kkal/mol
C4H10 + 2O2 → CO-2 + H2O + 688,0 kkal/mol

Reaksi pembakaran ini merupakan dasar penggunaan hidrokarbon sebagai penghasil kalor
(gas alam dan minyak pemanas) dan tenaga (bensin), jika oksigen tidak mencukupi untuk
berlangsungnya reaksi yang sempurna, maka pembakaran tidak sempurna terjadi. Dalam
hal ini, karbon pada hidrokarbon teroksidasi hanya sampai pada tingkat karbon monoksida
atau bahkan hanya sampai karbon saja.
2CH4 + 3O2 → 2CO- + 4H2O
CH4 + O2 → C + 2H2O

Penumpukan karbon monoksida pada knalpot dan karbon pada piston mesin kendaraan
bermotor adalah contoh dampak dari pembakaran yang tidak sempurna. Reaksi pembakaran
tak sempurna kadang-kadang dilakukan, misalnya dalam pembuatan carbon black,
misalnya jelaga untuk pewarna pada tinta

B. Halogenasi
Reaksi dari alkana dengan unsur-unsur halogen disebut reaksi halogenasi. Reaksi ini akan
menghasilkan senyawa alkil halida, dimana atom hidrogen dari alkana akan disubstitusi
oleh halogen sehingga reaksi ini bisa disebut reaksi substitusi. Halogenasi biasanya
menggunakan klor dan brom sehingga disebut juga klorinasi dan brominasi. Halongen lain,
fluor bereaksi secara eksplosif dengan senyawa organik sedangkan iodium tak cukup
reaktif untuk dapat bereaksi dengan alkana. Laju pergantian atom H sebagai berikut H3 >
H2 > H1. Kereaktifan halogen dalam mensubtitusi H yakni fluorin > klorin > brom > iodin.
Reaksi antara alkana dengan fluorin menimbulkan ledakan (eksplosif) bahkan pada suhu
dingin dan ruang gelap.

25. 1. Di laboratorium, gas metana dibuat dengan mereaksikan aluminium karbida dengan
air.
Reaksi yang terjadi :
Al4C3 + 12H2O ==> 3CH4 + 4Al(OH)3
2. Mereaksikan gas alkena dengan gas hudrogen. Ini merupakan reaksi adisi alkena
sehingga menghadulkan alkana.
Contoh:
C2H4 + H2 ==> C2H6
Alkena Alkana
3. Sintesis Wurtz
Adolphe Wurtz adalah seoranf ahli kimia peracin yang memperoleh alkna dengan cara
mereaksikan alkil halida dengan logam natrium.
Reaksi yang terjadi:
2CH3I + 2Na ==> CH3 - CH3 + 2NaCl
Alkil halida Alkana
4. Sintesis Grignard
Grignard mereaksikan reagen Grignard dengan air. Reagen Grignard adalah senyawa R
- MgX yang banyak dimanfaatkan untuk sintesis senyawa organik. Alkana yang
dihasilkan oleh reaksi ini tergantung pada alkil (R) dari reagen Grignard.
Contoh reaksi :
CH3CH2MgBr + H2O ==> CH3CH3 + Mg(OH)2
5. Sintesis Dumas
Jean Andre Dumas melakukan sintesis alkana dengan mencampurkan garam natrium
karboksilat dengan NaOh.
Contoh Reaksi :
CH3 - C = O + NaOH ==> CH4 + Na2CO3
|
ONa

26. Perbandingan senyawa aromatik dengan senyawa alifatik :

1. Alifatik berarti senyawa yang bereaksi dengan seperti alkana, alkena, alkuna atau
salah satu turunannya. Senyawa aromatik adalah benzena, turunan benzena atau
kadang senyawa aromatik heterosiklik.
2. Senyawa alifatik memiliki struktur lurus, bercabang atau siklik sedangkan senyawa
aromatik berisi struktur siklik.
3. Meskipun rumus kimia menunjukkan sifat yang sangat jenuh dalam senyawa
aromatik, reaksi mereka bertentangan dengan molekul alifatik tak jenuh.

27. 1) Siklopropana adalah senyawa sikloalkana dengan rumus kimia C3H6. Siklopropana
dan propena mempunyai rumus molekul sama namun berbeda strukturnya, sehingga
mereka berisomer struktur. Siklopropana bersifat anestetik ketika dihirup. Dalam
praktik anestetik modern, siklopropana telah digantikan oleh senyawa lain karena
reaktif sehingga mudah meledak.
2) Siklobutana adalah senyawa organik dengan rumus kimia (CH2)4. Siklobutana
adalah gas tak berwarna dan secara komersial terdapat dalam bentuk elpiji.
Siklobutana sendiri tidak memiliki nilai komersial atau biologi, tetapi lebih
digunakan sebagai bahan turunan kompleks pada biologi dan bioteknologi.
3) Sikloheksana adalah sikloalkana dengan rumus molekul C6H12. Sikloheksana
digunakan sebagai pelarut nonpolar pada industri kimia, dan juga merupakan bahan
mentah dalam pembuatan asam adipat dan kaprolaktam, keduanya juga merupakan
bahan produksi nilon. Dalam skala industri, sikloheksana dibuat dengan
mereaksikan benzena dengan hidrogen. Selain itu, karena senyawa ini memiliki ciri-
ciri yang unik, sikloheksana juga digunakan dalam analisis di laboratorium.
Sikloheksana memiliki bau seperti deterjen.

Anda mungkin juga menyukai