Anda di halaman 1dari 20

1

Universitas Faletehan
Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM)
Jl. Palamunan No.72, Pelamunan, Kec. Kramatwatu, Serang,
Banten 42616 Telp: (0254) 230 054, Fax: (0254) 230 054 .
info@uf.ac.id. Web: www.uf.ac.id

Tabel Skala Psikologi


MK Perilaku & Pengukurannya

Sabtu, 28 November 2020

Dr. Lukman Waris


2

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu menyebutkan dan menjelaskan


tabel spesifikasi skala Psikologi

Dr. Lukman Waris


3

Pokok bahasan

Penyusunan skala perilaku


1. Pengertian dan ruang lingkup tabel
skala Psikologi
2. Tujuan mengkpde data

3. Melakukan pengkodean data

4. Latihan

Dr. Lukman Waris


4

Tujuan Penyusunan skala Psikologi

• Mengukur perilaku masyarakat


• Misalnya perilaku • Perilaku pola makan sehat,
 Pola makan sehat,  Aneka ragam makanan,
 berolah raga,  Kecukupan gizi
 Istrahat  Kandungan lemak, karbo
 kedisiplinan  Kebiasaan makan pagi
 Tidak minum alkohol
 Makanan aman
Dr. Lukman Waris
5

Perilaku pola makan sehat

• Pola makan adalah cara yang ditempuh seseorang untuk


memilih makanan dan mengkonsumsinya sebagai reaksi
terhadap pengaruh fisiologis, psikologis, budaya dan sosial
(Harper, 1986)
• Makanan sehat adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam
makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga
memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan
perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta
pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2004)
Dr. Lukman Waris
6

1. Pengertian dan ruang lingkup


tabel skala Psikologi
• Skala Psikologi pada dasarnya adalah alat ukur yang objektif
dan dibakukan untuk mengukur perilaku tertentu sehingga
skala Psikologi bertujuan untuk mengukur perilaku yang akan
kita ukur
• Membuat alat ukur sendiri yang dirancang sesuai dengan
tujuan yang akan diukur
• Pembuatan item skala diibuat dengan bantuan tabel
• Didasari oleh teori keilmuan
Dr. Lukman Waris
7

Pengukuran Perilaku
• Skala Guutman (Hidayat, 2009): Jawaban tegas (ya: 1 dan tidak: 0).
• Skala Likert (Azwar, 2008): dengan memberi 4 kategori jawaban:
selalu, sering, jarang dan tidak pernah dengan skor:
1. Jawaban dari item pernyataan perilaku
positif
a. Selalu: responden sangat setuju (4) POSITIF
b. Sering: responden setuju (3)
c. Jarang: responden ragu-ragu (2)
d. Tidak pernah: responden tidak setuju (1)
2. Jawaban dari item pernyataan perilaku
NEGATIF negatif
a. Selalu: responden sangat setuju (1)
Dr. Lukman Waris
b. Sering: responden setuju (2)
c. Jarang: responden ragu-ragu (3)
d. Tidak pernah: responden tidak setuju (4)
8

Konsep pengukuran Skala Likert

• Paling banyak digunakan untuk mengukur perilaku


• Menggambarkan secara kasar posisi individu dalam
kelompoknya
• Membandingkan skor subjek dengan kelompok normatif
• Menyusun skala pengukuran yang sederhana dan mudah dibuat
• Responden diminta untuk menyatakan kesetujuan atau
ketidaksetujuannya terhadap isi penyataan dalam beberapa
kategori jawaban
Dr. Lukman Waris
9

2. Tujuan Mengkode Data

• Kode: simbol atau kata atau frasa pendek


• Pengokodean: Pengodean adalah aktifitas memberi kode
terhadap segmen-segmen data
• Tujuan pengkodean: memberikan makna akan sebuah
pernyataan, perilaku, peristiwa, perasaan, tindakan dari
respoden
• Data coding atau pengodean data memegang peranan penting
dalam proses analisis data, dan menentukan kualitas abstraksi
data hasil penelitian
Dr. Lukman Waris
10

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diperhadapkan pada kode


atau nilai yang kita berikan terhadap sesuatu yang kita lihat/ rasakan
misalnya makanan enak (ada yang lebih enak atau kurang enak) dll

• Sebuah illustrasi: apakah warna putih hanya ada satu?, tentu


berbeda-beda tingkatannya, ada putih, putih keabu-abuan, putih
kekuning-kuningan, putih kehitam-hitaman dll
• Setiap warna putih tsb mempunyai tingkatan
• Agar tingkatan tsb bisa dibedakan maka diberi simbol
• Simbol tsb adalah kode yang bisa dipahami oleh pengolah data
• Yang berwarna putih bersih bernilai paling tinggi sementara putih
kehitam-hitaman bernilai paling rendah

Dr. Lukman Waris


11

3. Melakukan pengkodean Data


• Nilai skala setiap pernyataan ditentukan oleh distribusi respon
yang bergerak dari SS, S, RG, TS ,STS
• Setiap pernyataan sikap dapat disepakati sebagai bentuk
pernyataan yang favorable atau yang unfavorable
• Jawaban yang diberikan oleh responden yang mempunyai
sikap positif diberi nilai bobot yang lebih tinggi dari yang negatif
favorable SS S RG TS STS
Penilaian /Skoring 5 4 3 2 1
unfavorable SS S RG TS STS
Penilaian /Skoring 1 2 3 4 5
Dr. Lukman Waris
12

Langkah-langkah penyusunan Skala Likert

Secara umum langkah-langkah penyusunan skala likert:


1. Menentukan apa yang mau diukur
2. Menyusun blue print untuk memandu penyusunan alat ukur
a. Indikator yang secara teoritis memberi konstribusi yang lebih
besar harus diberikan pernyataan lebih banyak
b. Pernyataan dibuat favorable dan unfavorable
1. Membuat item sesuai dengan kaidah
2. Uji coba item
3. Memilih item yang baik
4. Menyusun item terpilih menjadi satu set alat ukur
5. interpretasi
Dr. Lukman Waris
13

Memilih item yang baik

1. Memilih nilai r (korelasi)


2. Nilai r hitung dibandingkan dengan r tabel (pilih yang r hitungan
positif dan lebih besar dari r tabel)
3. Patokan yang sering dipakai r minimal 0,3
4. Buang item yang r hitungnya kurang dari r tabel atau kurang dari
0,3
5. Hitung kembali korelasinya hingga r hitung semua item lebih ari r
tabel atau lebih dari 0,3
6. Pilih 20-25 item dengah nilai r yang tinggi dan semua indikator
harus terwakili oleh favorable dan unfavorable

Dr. Lukman Waris


14

4. Latihan
Menu seimbang: adalah menu
yang terdiri dari beraneka ragam
makanan dalam jumlah dan • Perilaku pola makan sehat,
proporsi yang sesuai, sehingga  Aneka ragam makanan,
memenuhi kebutuhan gizi  Kecukupan gizi
seseorang guna pemeliharaan  Kandungan lemak, karbo
dan perbaikan sel-sel tubuh dan  Kebiasaan makan pagi
proses kehidupan serta  Tidak minum alkohol
pertumbuhan dan perkembangan  Makanan aman

Dr. Lukman Waris


15

Blue print alat ukur

merupakan tabel dua sisi yang berisi:


1. Uraian komponen-komponen/indikator perilaku
atribut yang nantinya akan menjadikan acuan
didalam membuat item.
2. Proporsi/jumlah item masing-masing
komponen/indikator perilaku

Dr. Lukman Waris


16

No. Item
No Aspek Indikator Total
Favorable Unfavorable
1 “sikap mental” keinginan “Aneka ragam makanan” 1,4, 8 5, 12, 18 6
menerapkan perilaku pola Mengkonsumsi makanan yang
makan sehat beraneka ragam dan seimbang
“Kecukupan gizi”. 2, 9, 10 3, 6, 7 6
Mengkonsumsi makanan yang
cukup
“Kandungan lemak, karbohidrat” 11, 15, 18 13, 14,17 6
Kandungan zat gizi makanan yang
dikonsumsi
Dst

Dr. Lukman Waris


17

No. Item
No Aspek Indikator
Favorable Unfavorable
1 “sikap mental” Makan makanan dengan pola Saya mengkonsumsi Saya mengkonsumsi
keinginan 4 sehat setiap hari makanan yang makanan yang cukup
menerapkan mengandung unsur 4 mengandung
perilaku pola makan sehat karbohidrat saja
sehat Setiap hari saya selalu Saya jarang makan
mengkongsumsi sayur dalam setiap
makanan pokok, sayur menu makanan saya
dan buah
Kebiasaan yang baik dalam Saya minum Saya minum
mengkonsumsi makanan setidaknya 8 gelas air minuman yang saya
sehat dan seimbang dalam sehari sukai termasuk soft
drink
Saya membawa bekal Saya makan kalau
kemana-mana agar saya lapar atau
memudahkan saya ketemu warung
makan dan minum makan saja
Dr. Lukman Waris
Dst….
18

No. Item
No Aspek Indikator
Favorable Unfavorable
1 “sikap mental” Makan makanan dengan pola 5, 3, 3, 2, 4, 3, 4, dst 1, 3, 4, 2, 3, 2 dst
keinginan 4 sehat setiap hari 4, 2, 1, 3, 5, 2, 2, dst 5, 3, 2, 4, 3, 4 dst
menerapkan
perilaku pola makan
sehat Kebiasaan yang baik dalam 3, 3, 2, 2, 4, 3, 4, dst 5, 3, 1, 2, 4, 2 dst
mengkonsumsi makanan 2, 3, 2, 2, 3, 3, 3, dst 2, 4, 3, 3, 1, 2 dst
sehat dan seimbang
Dst….

Angka-angka yang didapatkan dari jawaban responden adalah “kode” yang


selanjutnya dapat di analisis

Salah dalam pengkodean akan memberikan hasil yang tidak valid bahkan bisa
memberikan hasil yang terbalik

Dr. Lukman Waris


19

Validitas dan Reablitas

Pada sesi berikutnya

Dr. Lukman Waris


20

Dr. Lukman Waris