Anda di halaman 1dari 5

10

A. Pembinaan Kesiswaan
Bidang Kesiswaan SMKN 8 Bandung memegang peranan penting bagi
pembentukan karakter dan pengembangan kepribadian siswa.Dalam
pelaksanaannya Bidang Kesiswaan dibantu oleh semua elemen SMK Negeri 8
Kota Bandung, khususnya BP/BK, wali kelas dan guru mata pelajaran.
Orientasinya yaitu selalu berusaha membimbing dan mengarahkan peserta
didiknya kearah yang lebih baik, termasuk dalam pembinaan moral dan
intelektual peserta didiknya. Adapun tugas-tugas Wakasek Bidang Kesiswaan
yaitu:
1. Kedisiplinan.
2. Kreativitas.
3. Ekstrakurikuler.
4. Prestasi non akademis.
Wakasek Bidang Kesiswaan dan jajarannya mencoba memberikan yang
terbaik untuk peserta didik SMK Negeri 8 Kota Bandung, tetapi masih banyak
masalah diantaranya:
1. Kordinasi yang kurang maksimal diantara elemen sekolah contohnya Wali
kelas atau pendidik dengan bagian unit lainnya diharapkan turut berperan
serta dalam menyelesaikan permasalahan kedisiplinan. Akan tetapi dalam
pelaksanaannya masih dianggap rendah.
2. Peserta didik yang tetap malas ke sekolah walaupun bagian kesiswaan sudah
berusaha memberikan bimtal (bimbingan mental) kepada siswa. Ini terbukti
masih banyaknya siswa yang terlambat datang ke sekolah setiap harinya.
Bahkan sering juga terjadi siswa yang bolos tidak masuk pelajaran di kelas
dan memulangkan dirinya sendiri.
3. Wali kelas tidak berperan maksimal, ketika ada anak yang sedang ditangani
kedisiplinan (Remedial Teaching), hanya beberapa wali kelas yang peduli
untuk memantau partisipasi siswanya.
4. Masih banyak peserta didik yang memakai atribut atau seragam sekolah
yang tidak sesuai dengan tata tertib sekolah, seperti celana yang tidak
standar dan sepatu yang beragam.
11

B. Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler


Kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu sarana bagi siswa yang harus
diprogram dan diperhatikan oleh pihak SMKN 8 Bandung.Hal ini karena
memiliki manfaat untuk menumbuhkan bakat dan potensi siswa yang belum
terlihat. Manfaat lainnya adalah membiasakan siswa untuk menumbuhkan jiwa
pemimpin, bisa bekerja secara tim, membentuk jiwa mandiri, mampu mengelola
waktu, membagi pekerjaan dan memprioritaskan pekerjaan, yang nantinya
sangat bermanfaat ketika siswa sudah terjun di dunia kerja dan masyarakat.
Salah satu yang dapat dilakukan di sekolah adalah dengan melibatkan diri dalam
organisasi (OSIS, Pramuka, PMR, Paskibra, Bidang Olahraga, Bidang Kesenian,
Bidang Teknologi). Permasalahan yang dihadapi organinasi ekstrakurikuler di
SMKNegeri 8 Kota Bandung diantaranya:
1. Jadwal sekolah yang menggunakan sistem rolling pagi dan siang
menyulitkan dalam hal menentukan waktu latihan dan kegiatan ekstra
kurikuler.
2. Antusiasme peserta didik yang kurang terhadap ekstrakurikuler yang ada di
sekolah.
3. Jumlah ruang untuk kesekretariatan sangat minim, sehingga ada satu
ruangan yang digunakan untuk beberapa organisasi.

C. Pembinaan Kerjasama dengan Orang Tua Murid


Bentuk pembinaan kerjasama dengan orang tua peserta didik yang
dilakukan pihak sekolah diantaranya:
1. Adanya surat-surat pemberitahuan mengenai kemajuan dan kehadiran
peserta didik.
2. Mengadakan rapat antara orang tua peserta didik dengan pihak sekolah
mengenai informasi penting dan kemajuan peserta didik.
3. Adanya pertemuan khusus antara orang tua peserta didik dengan wali kelas
tentang permasalahan yang dihadapi peserta didik di sekolah.
Masalah-masalah yang dihadapi dalam pembinaan kerjasama dengan
orang tua peserta didik adalah:
12

1. Kurang lengkapnya alamat yang dituju, dalam hal ini alamat orang tua
peserta didik, seringkali surat tidak sampai ketujuan sehingga informasi
tidak sampai kepada orang tua peserta didik.
2. Kurangnya partisipasi orang tua peserta didik apabila ada undangan
pertemuan penting yang diadakan oleh sekolah.
3. Kurangnya pertemuan antara orang tua peserta didik dengan sekolah.
4. Kurangnya peranan orang tua terhadap pendidikan siswa di luar sekolah.

D. Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran


Pengelolaan yang baik terhadap fasilitas pembelajaran akan terciptanya
lingkungan belajar yang kondusif dan produktif. Pengelolaan fasilitas
pembelajaran yang dimaksud adalah pengelolaan sarana dan prasarana yang
dapat diartikan sebagai kegiatan menata, mulai dari merencanakan kebutuhan,
pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan dan
penghapusan serta penataan lahan, bangunan, perlengkapan dan perabot sekolah
secara tepat guna dan tepat. Adapun fasilitas sarana dan prasarana yang ada di
SMK Negeri 8 Kota Bandung diantaranya:
1. Ruang belajar.
2. Ruang praktek.
3. Ruang gambar.
4. Laboratorium komputer.
5. Laboratorium bahasa.
6. Perpustakaan.
7. Lapangan olah raga.
8. Musholla.
9. Ruang guru dan TU.
Selain itu, SMK Negeri 8 Kota Bandung masih terus membangun,
membenahi, memperbaiki dan menyediakan fasilitas penunjang kegiatan belajar
mengajar seperti membangun ruang perpustakaan baru, ruang praktek TPBO,
dan ruang kopsis.Proses perealisasiannya, Kepala Sekolah dibantu dengan Wakil
Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana melakukan pembenahan disegala
bidang sehingga dapat terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
13

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana juga mengelola unit
produksi yang dijadikan salah satu sumber pendapatan sekolah dalam memenuhi
kesejahteraan guru, staf dan peserta didik. Unit produksi yang telah berkembang
di SMK Negeri 8 Kota Bandung bukan sepenuhnya milik sekolah, tetapi bekerja
sama denganperusahaan atau unit usaha perseorangan dengan sistem bagi hasil.
Permasalahan yang dihadapi bidang sarana dan prasarana diantaranya:
1. Fasilitas bengkel, ruang gambar dan sarana belajar kelas yang belum
memadai.
2. Peralatan media seperti proyektor masih belum memadai, dan
pemakaiannya kurang terawat.
3. Buku perpustakaan yang kurang memadai karena masih sedikit buku yang
menunjang tentang teknologi dan kebutuhan siswa tentang pengetahuan
yang terkini.
4. Masih tersipannya buku-buku lama yang tidak terpakai dan pembaruan
buku-buku lama yang masih belum berjalan.
5. Luas ruang perpustakaan yang tidak sesuai dengan jumlah siswa di SMK
Negeri 8.

E. Pengelolaan Kesejahteraan civitas Akademika


Permasalahan yang dialami bagian Pengelolaan Kesejahteraan Civitas
Akademika diantaranya:
1. Kesejahteraan Guru-Guru dan Staf TU
Ada beberapa permasalahan yang terdapat pada staf TU dan Guru-
guru diantaranya:
a. Pengadaan media pembelajaran yang dibutuhkan guru belum maksimal,
sehingga guru mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar mengaiar.
b. Jarang diadakannya kegiatan yang dapat mempererat persaudaraan guru-
guru dan staf yang ada di SMK Negeri 8 Kota Bandung. Kegiatan yang
dilaksanakan hanya memanfaatkan pada hari-hari besar.
14

F. Pembinaan Kerjasama dan Hubungan Industri dan Intitusi Lain


Adanya media sebagai penghubung antara dunia industri dengan sekolah
sangat dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan salah satunya Bidang
Hubungan Industri yang ada di SMK Negeri 8 Kota Bandung. Bidang Hubungan
Industri sebagai ujung tombak dalam melaksanakan kerja sama dengan dunia
industri telah berperan aktif dalam penyaluran lulusan ke dunia industri, prakerin
dan magang para guru. Tugas Bidang Hubungan Industri diantaranya:
1. Pemetaan Dunia Usaha/Dunia industri (DU/DI).
Bidang Hubungan Industri terus mencari peluang kerjasama baru dengan
Dunia Industri yang nantinya dapat di jadikan tempat Prakerin, magang para
guru dan peserta didik.Sampai saat ini sebanyak 260 perusahaan berhasil
dipetakan DU/DI.
2. Prakerin
Menempatkan peserta didik yang melaksanakan Prakerin ke industri yang
telah dipetakan DU/DI, mengawasi dan mengevaluasi jalannya Prakerin
yang dilaksanakan oleh peserta didik.
3. Uji Kompetensi
Bekerja sama dengan industri melaksanakan uji kompetensi sebanyak tiga
kali (tingkat 1, 2 dan 3).
4. Bursa Kerja
Bekerja sama dengan industri dalam menyalurkan lulusan SMK Negeri 8
Kota Bandung untuk bekerja di industri, membuka lowongan pekerjaan
sesuai dengan informasi yang diberikan industri, melaksanakan proses
seleksi penerimaan karyawan perusahaan yang bekerja sama dengan Bidang
Hubungan Industri.
Permasalahan yang biasa terjadi di bidang hubungan industri,
merupakan:
1. Masih belum terdatanya para alumni yang sudah bekerja dan yang belum
bekerja.
2. Tempat praktek industri yang memadai untuk menunjang praktek industri
siswa.