Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan
individual ini sebagaimana mestinya.

Laporan individual ini berisi:

1. Masalah-masalah yang dialami selama pelaksanaan PPL, membahas


LAPORAN
mengenaiINDIVIDUAL
penyusunan RPP,PROGRAM
Proses PENGALAMAN LAPANGAN
penampilan mengajar, Bimbingan
Belajar /Ekstrakurikuler,
(PPL)Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah dan Proses
KEPENDIDIKAN
Bimbingan baik dengan Guru Pamong ataupun dengan Dosen
DI SMK NEGERI 7 BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG
Pembimbing.
SEMESTER
2. Faktor penyebab GENAP
dari masalah yang TAHUN 2017/2018
dialami pada poin 1,
3. Upaya penanggulangan masalah berdasarkan poin 1 dan 2, dan
4. Simpulan dan Saran.

Sebagai akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen


Pembimbing, Guru Pamong, Pihak Oleh: Sekolah dan semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan laporan individual ini dan berharap kritik dan saran
yang bersifat membangun demi kemajuan bersama karena penulis merasa masih
Badru Jihad
banyak kekurangan dalam laporan ini.
1407071
Departemen Pendidikan Teknik Mesin

Bandung, Mei 2018

Penulis

DIVISI PENDIDIKAN PROFESI DAN JASA KEPROFESIAN


DIREKTORAT AKADEMIK
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2018

1
2
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................... i


KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii

BAB I MASALAH – MASALAH YANG DIALAMI SELAMA


PELAKSANAAN PPL
A. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .............................. 1
B. Proses Penampilan ............................................................................. 5
C. Bimbingan Belajar/Ekstra Kurikuler ................................................. 11
D. Partisipasi dalam Kegiatan Lingkungan Sekolah ............................... 11
E. Proses Bimbingan ............................................................................... 13

BAB II FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI


A. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .............................. 14
B. Proses Penampilan Mengajar ............................................................. 14
C. Partisipasi dalam Kegiatan Lingkungan Sekolah .............................. 15
D. Proses Bimbingan ............................................................................... 15

BAB III UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH


A. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .............................. 16
B. Proses Penampilan.............................................................................. 17
C. Partisipasi dalam Kegiatan Lingkungan Sekolah ............................... 17
D. Proses Bimbingan ............................................................................... 18
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ........................................................................................ 19
B. Saran ................................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 21

LAMPIRAN

3
BAB I

MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI


SELAMA PELAKSANAAN PPL

A. Penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sebagai praktikan, penulis diberikan kesempatan mengajar di kelas X


TKR 3, X TKR 2 dan X TSM 1 pada mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif
dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 12 jam pelajaran per minggu.

RPP berisi pedoman-pedoman kegiatan pembelajaran yang dibuat oleh


guru dalam persiapan kegiatan belajar mengajar dikelas. Guru mempunyai peran
yang sangat penting dalam mengelola siswanya baik dikelas maupun diluar kelas,
karena kondusivitas proses belajar tergantung pada pembawaan dari seorang guru.
Oleh karena itu, untuk memperkecil kemungkinan arah yang tidak jelas dalam
proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), diperlukan perencanaan pembelajaran
yang disusun dalam bentuk RPP.

Penulis menemukan ada beberapa masalah dalam penyusunan RPP mulai


dari RPP pertama sampai terakhir. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah
sebagai berikut:

1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kesatu

a. Belum mengetahui kaidah-kaidah penyusunan RPP pada kurikulum 2013

revisi.

b. Menentukan tujuan pembelajaran khusus yang sesuai dengan dokumen

Kurikulum 2013 revisi.

c. Kesulitan menghubungkan hubungan antara Kompetensi Inti,

Kompetensi Dasar dan Indikator.

4
d. Tujuan dan manfaat pembelajaran pada kehidupan nyata sulit

diungkapakan dalam RPP.

e. Media Pembelajaran:

1) Keterbatasan projector yang akan digunakan dalam mengajar

sehingga pemanfaatan media pada RPP terbatas.

2) Masih sangat sedikit peserta didik yang memiliki komputer di

rumah, sehingga membatasi penulis dalam menerapkan sistem

belajar berbasis IT (Information Technology).

2. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kedua

a. Rumusan tujuan pembelajaran tidak sinkron dengan langkah

pembelajaran.

b. Kesulitan menentukan alokasi waktu tiap skenario pembelajaran.

c. Penggunaan media/alat peraga dan sumber rujukan yang terbatas.

d. Menentukan bentuk penilaian aspek sikap.

3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ketiga

a. Pemilihan kata kerja operasional untuk masing-masing indikator masih

kurang tepat.

b. Penggunaan alat evaluasi pada umumnya hanya menggunakan alat tes

isian singkat atau pilihan ganda.

c. Pengalokasian waktu tiap indikator kurang sesuai dengan proses KBM.

d. Variasi kegiatan pembuka pembelajaran masih kurang.

5
e. Masih sangat sedikit peserta didik yang memiliki komputer di rumah,

sehingga membatasi penulis dalam menerapkan sistem belajar berbasis

IT (Information Technology).

4. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran keempat

a. Memilih kata kerja operasional untuk masing-masing indikator masih

kesulitan.

b. Materi tidak tersampaikan secara sepenuhnya.

c. Mencari variasi kegiatan untuk langkah awal kegiatan pembelajaran agar

siswa lebih termotivasi untuk belajar.

d. Masih sangat sedikit peserta didik yang memiliki komputer di rumah,

sehingga membatasi penulis dalam menerapkan sistem belajar berbasis

IT (Information Technology).

5. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelima

a. Memilih kata kerja operasional untuk masing-masing indikator masih

kesulitan.

b. Materi tidak tersampaikan secara sepenuhnya.

c. Mencari variasi kegiatan untuk langkah awal kegiatan pembelajaran agar

siswa lebih termotivasi untuk belajar.

d. Masih sangat sedikit peserta didik yang memiliki komputer di rumah,

sehingga membatasi penulis dalam menerapkan sistem belajar berbasis

IT (Information Technology).

6. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran keenam

6
a. Memilih kata kerja operasional untuk masing-masing indikator masih

kesulitan.

b. Materi tidak tersampaikan secara sepenuhnya.

c. Mencari variasi kegiatan untuk langkah awal kegiatan pembelajaran agar

siswa lebih termotivasi untuk belajar.

d. Masih sangat sedikit peserta didik yang memiliki komputer di rumah,

sehingga membatasi penulis dalam menerapkan sistem belajar berbasis

IT (Information Technology).

7. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ketujuh

a. Memilih kata kerja operasional untuk masing-masing indikator masih

kesulitan.

b. Materi tidak tersampaikan secara sepenuhnya.

c. Kurangnya motivasi siswa dalam belajar.

d. Masih sangat sedikit peserta didik yang memiliki komputer di rumah,

sehingga membatasi penulis dalam menerapkan sistem belajar berbasis

IT (Information Technology).

8. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kedelapan

a. Memilih kata kerja operasional untuk masing-masing indikator masih

kesulitan.

b. Penguasaan materi pelajaran yang terbatas.

c. Mencari variasi kegiatan untuk langkah awal kegiatan pembelajaran agar

siswa lebih termotivasi untuk belajar.

7
B. Proses Penampilan

Proses penampilan merupakan kegiatan yang diutamakan praktikan dalam


pelaksanaan PPL. Kegiatan ini merupakan implementasi dari perencanaan
pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Dalam proses penampilan, praktikan
menyampaikan materi yang telah dipersiapkan sebelumnya dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Praktikan menemukan berbagai masalah yang muncul dalam Pelaksanaan


proses belajar mengajar, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Proses penampilan kesatu

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

1) Kesulitan dalam menarik perhatian siswa.

2) Kesulitan memotivasi siswa untuk menumbuhkan minat belajar.

3) Memberikan acuan belajar yang akan disajikan.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

1) Kesulitan mengatur keras suara ketika tampil di depan kelas.

2) Masih ada gerakan tubuh yang mengganggu perhatian siswa.

c. Penguasaan bahan ajar

Bahan ajar yang disampaikan tidak sesuai dengan langkah-langkah

rencana pengajaran yang telah dibuat.

d. Proses pembelajaran

1) Kesulitan menanggapi atau merespon pertanyaan siswa.

2) Waktu tidak termanfaatkan secara sempurna.

e. Evaluasi

1) Kesulitan dalam menggunakan penilaian lisan.

8
2) Kesulitan menggunakan ragam penilaian yang relevan.

f. Kemampuan menutup pelajaran

1) Materi yang akan dibahas minggu depan tidak terinformasikan.

2) Kesulitan dalam meninjau kembali dan menyimpulkan materi.

2. Proses penampilan kedua

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

1) Kesulitan dalam menarik perhatian siswa.

2) Kesulitan menimbulkan motivasi belajar siswa.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

Masih ada gerakan tubuh yang mengganggu perhatian siswa.

c. Penguasaan bahan ajar

Bahan ajar yang disampaikan tidak sesuai dengan langkah-langkah

rencana pengajaran yang telah dibuat.

d. Proses pembelajaran

1) Strategi tidak pas dengan kondisi belajar.

2) Kesulitan menanggapi atau merespon pertanyaan siswa.

3) Waktu tidak termanfaatkan dengan sempurna.

e. Kemampuan menggunakan media

1) Penggunaan media kurang tepat.

2) Media bisa membantu meningkatkan proses KBM.

f. Evaluasi

Kesulitan dalam menggunakan penilaian lisan.

g. Kemampuan menutup pelajaran

9
Kesulitan dalam meninjau kembali dan menyimpulkan materi.

3. Proses penampilan ketiga

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

1) Masih adanya kesulitan dalam menarik perhatian siswa.

2) Menumbuhkan motivasi belajar siswa sangat sulit.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

Masih ada gerakan tubuh yang mengganggu perhatian siswa.

c. Penguasaan bahan ajar

Materi yang disampaikan tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat.

d. Proses pembelajaran

Waktu tidak termanfaatkan dengan sempurna.

e. Kemampuan menggunakan media

Media bisa membantu meningkatkan proses KBM.

f. Evaluasi

Kesulitan dalam menggunakan penilaian lisan.

g. Kemampuan menutup pelajaran

Untuk penampilan tiga ini, tidak ada masalah dalam menutup pelajaran.

4. Proses penampilan keempat

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

Kesulitan menggunakan cara menimbulkan motivasi belajar siswa.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

1) Masih ada gerakan tubuh yang mengganggu perhatian siswa.

2) Mimik muka kadang kelihatan lemas, tidak bersemangat.

10
c. Penguasaan bahan ajar

Bahan ajar yang disampaikan tidak sesuai dengan langkah-langkah

rencana pengajaran yang telah dibuat.

d. Proses pembelajaran

1) Strategi tidak pas dengan kondisi belajar.

2) Kesulitan menanggapi atau merespon pertanyaan siswa.

3) Waktu tidak termanfaatkan dengan sempurna.

e. Kemampuan menggunakan media

1) Penggunaan media tepat.

2) Media bisa membantu meningkatkan proses KBM.

f. Evaluasi

1) Kesulitan dalam menggunakan penilaian lisan.

2) Kesulitan menggunakan penilaian untuk aspek sikap.

g. Kemampuan menutup pelajarana

Untuk penampilan empat ini, tidak ada masalah dalam menutup

pelajaran.

5. Proses penampilan kelima

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

Tidak ada masalah yang berarti bagi praktikan.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

Masih ada gerakan tubuh yang mengganggu perhatian siswa.

c. Penguasaan bahan ajar

11
Bahan ajar yang disampaikan tidak sesuai dengan langkah-langkah

rencana pengajaran yang telah dibuat.

d. Proses pembelajaran

Waktu masih tidak termanfaatkan dengan sempurna.

e. Kemampuan menggunakan media

Untuk penggunaan media sudah tepat.

f. Evaluasi

Kesulitan menggunakan penilaian untuk aspek sikap.

g. Kemampuan menutup pelajaran

Untuk penampilan lima ini, tidak ada masalah dalam menutup pelajaran.

6. Proses penampilan keenam

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

Tidak ada masalah yang berarti bagi praktikan.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

Masih ada sedikit gerakan badan yang kurang baik dilakukan di depan

kelas.

c. Penguasaan bahan ajar

Bahan ajar yang disampaikan masih belum sesuai dengan RPP yang telah

dibuat.

d. Proses pembelajaran

Waktu masih kurang pas dengan RPP yang telah dibuat.

e. Kemampuan menggunakan media

Untuk penggunaan media sudah tepat.

12
f. Evaluasi

Tidak ada masalah berarti dalam evaluasi.

g. Kemampuan menutup pelajaran

Untuk penampilan enam ini, tidak ada masalah dalam menutup pelajaran.

7. Proses penampilan ketujuh

a. Kemampuan Membuka Pelajaran

Tidak ada masalah yang berarti bagi praktikan.

b. Sikap praktikan dalam proses pembelajaran

Tidak ada masalah yang berarti pada gerakan tubuh yang mengganggu

perhatian siswa.

c. Penguasaan bahan ajar

Bahan ajar yang disampaikan masih belum tepat dengan RPP yang

dibuat.

d. Proses pembelajaran

Waktu masih tidak termanfaatkan dengan sempurna.

e. Kemampuan menggunakan media

Untuk penggunaan media sudah tepat.

f. Evaluasi

Kesulitan menggunakan penilaian untuk aspek sikap.

g. Kemampuan menutup pelajaran

Untuk penampilan tujuh ini, tidak ada masalah dalam menutup pelajaran.

8. Proses penampilan ke-delapan

13
Masalah untuk penampilan ke-8 ada ketidak sesuaian antara waktu yang ada

dengan waktu mengajar.

C. Bimbingan Belajar/Ekstra Kurikuler

Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran.


Kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMK Negeri 7 Baleendah Kabupaten
Bandung meliputi:

a. OSIS
b. Olahraga (Futsal, Basket, Voli)
c. PMR
d. Pramuka
e. Rohis
f. Moving Service

Praktikan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka setiap hari kamis di


jam ke 1 dan ke 2. Sedangkan yang lainnya tidak diikuti dikarenakan kegiatan
ekstrakurikuler dilaksanakan bertepatan dengan jadual libur praktikan yaitu
hari sabtu. Penulis hanya membantu kegiatan ekstrakurikuler di bawah bidang
kesiswaan, yaitu membuat daftar peserta kegiatan ekstrakurikuler dan
rekapitulasi kehadiran ekstrakurikuler.

D. Partisipasi Dalam Kegiatan Lingkungan Sekolah

Ada beberapa kegiatan yang perlu diketahui dan dilaksanakan oleh


praktikan selama Program Pengalaman Lapangan (PPL) selain KBM yang
merupakan tugas utama praktikan. Adapun beberapa kegiatan tersebut
diantaranya:

14
1. Mengikuti kegiatan upacara bendera setiap hari senin setiap pekannya.
Kegiatan upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari senin wajib
diikuti oleh seluruh siswa, praktikan dan guru.
2. Melaksanakan piket unit
Piket unit kegiatan diluar mengajar yang praktikan lakukan bergilir
perminggunya dari pukul 06.45 s/d selsai di tiap unit yaitu: Piket KBM,
Perpustakaan dan Jurusan. Adapun tugas dan kegiatan yang dilakukan
selama piket unit adalah sebagai berikut:
a. Piket KBM/ Piket Umum Guru
Piket guru praktikan lakukan apabila guru meminta
bantuan. Adapun kegiatan yang dilakukan setiap praktikan piket
guru adalah sebagai berikut:
1. Melayani siswa, membuat surat izin keluar lingkungan sekolah
pada saat jam pelajaran berlangsung, membuat izin memakai
jaket karena siswa sakit.
2. Menyampaikan tugas yang diberikan guru yang berhalangan
hadir.
3. Melakukan absensi guru yang melaksanakan kegiatan belajar
mengajar siang sampai sore.
4. Menerima tamu yang mempunyai kepentingan terhadap sekolah
5. Dan beberapa tugas teknis lainnya yang bersifat kondisional
yang sekiranya dapat dilakukan untuk mendukung aktivitas
belajar mengajar.
b. Perpustakaan
Pelaksaanaan piket dilakukan saat di luar jam mengajar, membantu
pemindahan buku perpustakaan, mencatat peminjaman buku
sirkulasi, penomoran buku yang baru masuk, DLL. Permasalahan
yang ditemui adalah ketika pertama piket di unit ini kurang
mengertinya tugas yang harus dilaksanakan karena belum ada
sosialisasi dari pihak perpustakaan.

15
3. Partisipasi dalam kegiatan ujian tengah sekolah dan Ujian Akhir Semester
Nasional kelas XII.

E. Proses Bimbingan

Adapun permasalahn yang dihadapi praktikan dalam proses bimbingan


adalah:

1. Bimbingan dengan Guru pamong PPL


Untuk bimbingan dengan guru pamong dilakukan ketika akan memasuki
kelas untuk kegiatan belajar mengajar, membahas mengenai materi yang
akan diajarkan dan mengenai proses pembelajaran yang akan berlangsung
di kelas.
2. Bimbingan dengan Dosen pembimbing PPL
Secara deskriptif, tugas dari Dosen pembimbing PPL adalah memberikan
pengarahan dari segi praktis, secara teknis dan non teknis, serta hal-hal
yang berkenaan dengan pengajaran yang baik. Intensitas proses bimbingan
dengan Dosen pembimbing PPL berlangsung ketika pemberian
pembekalan di kampus sebelum praktikan melaksanakan kegiatan PPL
secara penuh disekolah dan beberapa kali menjelang ujian PPL
dilaksanakan. Akan tetapi, Dosen tetap PPL memberikan kemudahan
proses bimbingan bagi praktikan yaitu dengan secara langsung datang ke
SMK Negeri 7 Baleendah Kabupaten Bandung untuk melakukan
monitoring bimbingan kepada praktikan.

16
BAB II

FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIHADAPI

Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya masalah dalam proses


pelaksanaan PPL. Faktor-faktor tersebut muncul sebagai akibat dari keterbatasan
praktikan. Beberapa masalah serta kesulitan yang dihadapi penulis selama
menjadi praktikan di SMK Negeri 7 Baleendah Kabupaten Bandung diakibatkan
oleh beberapa faktor-faktor sebagai berikut:

A. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


1. Kurangnya pemahaman saya dalam menguraikan dan mengidentifikasi
silabus.
2. Pemahaman saya mengenai kurikulum 2013 revisi masih kurang sehingga
saya kesulitan dalam penyusunan silabus dan RPP
3. Sulitnya menggambarkan pencapaian kompetensi dasar.
4. Sulitnya memilih metode yang tepat untuk pembelajaran.
5. Adanya kompetensi inti yang harus dicantumkan yang tidak ada kaitannya
dengan materi pembelajaran sehingga sulit dalam penyusunan penilaian
keterampilan, pengetahuan dan sikap.

B. Proses Penampilan Mengajar

Faktor penyebab dari masalah-masalah yang dialami praktikan selama


proses penampilan di kelas antara lain:

1. Kurangnya motivasi dalam memberikan pengajaran sehingga efektivitas


guru saat pembelajaran dikelas kurang maksimal.
2. Metode pengajaran yang monoton yang membuat siswa kurang tertarik
pada materi dan siswa merasa bosan.
3. Kurangnya perhatian guru pada situasi dan aktivitas siswa.
4. Sulitnya mengingat langkah langkah pembelajaran seperti yang tertang di
RPP.

17
5. Sulitnya memilih media yang tepat untuk proses pembelajaran.
6. Adanya perbedaan situasi dan karakteristik dari kelas yang dipegang
praktikan sehingga memerlukan proses adaptasi dan pendekatan yang
berbeda agar kegiatan pembelajaran di kelas dapat berlangsung dengan
baik.

C. Partisipasi dalam Kegiatan di Lingkungan Sekolah

Praktikan tidak mengalami kesulitan yang terlalu besar dalam hal


partisipasi dengan lingkungan sekolah. Hal ini, tercapai karena adanya kerja sama,
bantuan dan dorongan dari pihak sekolah. Pengaturan jadwal yang tepat untuk
setiap praktikan sangat membantu dalam melaksanakan setiap kegiatannya dengan
baik, sehingga praktikan dapat mengikuti dan berpartisipasi dalam kehidupan
sekolah. Diantara masalahnya adalah:

1. Sulitnya beradapatasi dengan lingkungan sekolah


2. Adanya ketidakjelasan tentang pembagian tugas antara praktikan
dengan pihak kegiatan yang sedang berlangsung.
3. Kurangnya koordinasi antara pihak sekolah dengan praktikan.

D. Proses Bimbingan

Proses bimbingan dengan dosen pembimbing tidak berlangsung secara


rutin dan intensif disebabkan oleh jadwal praktikan dan dosen pembimbing tidak
ditetapkan. Tetapi proses bimbingan ini tidak mengalami masalah karena
praktikan selalu dapat melakukan bimbingan saat dosen bimbingan melakukan
monitoring ke sekolah, sehingga walaupun tidak secara formal dalam waktu yang
lama, proses bimbingan tetap dapat dilakukan.

18
BAB III

UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH

A. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Berkaitan dengan masalah yang dialami praktikan dalam penyusunan RPP,


praktikan berusaha untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam penulisan
dan pembuatan RPP. Adapun usaha-usaha yang dilakukan praktikan antara lain:

1. Berusaha mencari dan menyesuaikan dengan kurikulum yang diterapkan.


2. Berkonsultasi dengan dosen dalam kegiatan PPL.
3. Mempelajari secara lebih mendalam mengenai cara pembuatan rencana
pembelajaran yang baik dari berbagai buku sumber rujukan yang relevan.
4. Dalam pengalokasian waktu disesuaikan dengan jam pelajaran yang
disediakan, sedangkan materinya disesuaikan dengan waktu yang ada
berdasarkan sub pokok bahasan yang akan diajarkan.
5. Menyesuaikan materi ajar dengan silabus yang ada.
6. Optimalisasi fasilitas yang tersedia untuk digunakan sebagai media
pembelajaran.
7. Berdiskusi dengan rekan-rekan PPL yang lain, terutama untuk membahas
penyusunan RPP.
8. Dalam penyusunan RPP dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk
menyusun RPP selanjutnya untuk menghindari kesalahan atau
meminimalisir kesalahan agar sesuai dengan kenyataan pada saat
melakuan proses belajar mengajar di kelas.

19
B. Proses Penampilan

Masalah saat proses peampilan merupakan masalah yang paling dominan,


mengingat proses penampilan memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan
kegiatan lain. Untuk mengatasi permasalahan dalam proses penampilan, praktikan
melakukan berbagai upaya sebagai berikut:

1. Berkonsultasi dengan guru pamong mengenai cara mengatasi siswa.


2. Melakukan persiapan materi sebelum tampil, baik melalui membaca
buku ataupun sumber lainnya serta berdiskusi dengan praktikan lain.
3. Selalu mengingatkan siswa akan tugas-tugas yang diberikan pada siswa
setiap kali tatap muka serta memperingatkan bahwa tugas yang diberikan
berpengaruh terhadap nilai.
4. Menegur siswa yang tidak memperhatikan secara baik-baik serta
memberikan perhatian khusus pada siswa tersebut.
5. Mengkombinasikan antara teori dan praktikum sehingga siswa tidak
jenuh dalam kegiatan pembelajaran.
6. Berusaha membuat siswa lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan
materi seperti soal-soal latihan.
7. Bersikap tenang dan berusaha memberikan variasi metode mengajar.
8. Melakukan variasi pada media pembelajaran untuk proses KBM.

C. Partisipasi dalam Kegiatan Lingkungan Sekolah

Upaya-upaya yang dilakukan praktikan untuk mengatasi kendala-kendala


pada partisipasi dalam kehidupan sekolah ini adalah:

1. Melakukan adaptasi dengan aturan yang ada di SMK Negeri 8 Bandung.


2. Berusaha bersosialisasi dengan seluruh lapisan yang ada di lingkungan
SMK Negeri 8 Bandung.
3. Berusaha mengomunikasikan semua tugas yang harus dikerjakan dengan
setiap pelaksana pada kegiatan di lingkungan sekolah.

20
D. Proses Bimbingan

Upaya dilakukan praktikan untuk mengoptimalkan bimbingan yakni


dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Membuat kesepakatan untuk melakukan bimbingan dengan menentukan


jadwal, baik dengan guru pamong ataupun dosen pembimbing PPL.
2. Berperan aktif dan proaktif melakukan bimbingan, baik dengan guru
pamong ataupun dosen pembimbing PPL.

21
BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dari pengalaman penulis selama mengikuti dan


melaksanakan PPL di SMK Negeri 7 Baleendah Kabupaten Bandung, maka
penulis dapat merumuskan beberapa kesimpulan, sebagai berikut:

1. PPL merupakan kegiatan yang positif untuk memberikan pengalaman


kepada seluruh calon pendidik agar dapat mengenal dunia pendidikan
secara langsung dilapangan webelum ke dunia kerja.
2. PPL berkonstribusi besar terhadap solusi mengatasi kekurangan-
kekurangan yang ada pada proses perkuliahan.
3. Bimbingan dan pengarahan dari guru pamong dan dosen pembimbing
memegang peranan yang penting bagi keberhasilan praktikan dalam setiap
kegiatan PPL.
4. Pendekatan dari praktikan maupun dari pihak sekolah merupakan
pendekatan yang sangat tepat dan menunjang dalam pelaksanaan PPL.
5. PPL dapat membentuk soft skill dalam diri praktikan. Hal ini sangat
penting, karena dalam PPL banyak kemampuan-kemampuan teknis yang
bisa didapat.

B. Saran
Berikut adalah saran atau rekomendasi terhadap pelaksanaan PPL untuk ke
depannya:
1. Untuk SMK Negeri 7 Baleendah Kabupaten Bandung
a. Penambahan peralatan pembantu untuk media pembelajaran.
b. Tetap berpedoman pada sikap terbuka dan bekerja sama dengan pihak-
pihak yang ingin menimba pengalaman atau mempelajari kemajuan
yang telah dicapai hingga saat ini.

22
c. Mempersiapkan ruangan khusus untuk praktikan di masa yang akan
datang agar tugas aministrasi bisa dikerjakan dengan maksimal.

2. Untuk pihak Divisi Pendidikan Profesi dan Jasa Keprofesian (P2JK)


Direktorat Akademik UPI
a. Partisipasi Divisi P2JK Direktorat Akademik UPI selama praktikan
melaksanakan PPL diharapkan lebih ditingkatkan.
b. Pembekalan kiranya lebih intensif dan ditingkatkan, karena selama ini
pembekalan yang diberikan Divisi P2JK Direktorat Akademik UPI
kurang bisa dirasakan manfaatnya dalam mempersiapkan diri untuk
melaksanakan kegiatan PPL karena hanya dilakukan untuk ketua.
c. Harusnya dilakukan pengontrolan dari pihak P2JK baik untuk sekolah
maupun dosen dan guru pamong.

3. Untuk pihak praktikan


a. Harus selalu mengkonsultasikan permasalahan-permasalahan yang
dihadapi kepada dosen pembimbing PPL ataupun kepada guru
pamong.
b. Harus mempunyai kepercayaan diri dan tanggung jawab yang tinggi
dalam melaksanakan proses belajar mengajar
c. Harus mempersiapkan dengan baik materi pelajaran dengan
perencanaan yang benar-benar matang dan diperhitungkan sebelum
mulai melaksakan proses belajar mengajar.
d. Dibutuhkan kesabaran, keterampilan, kemampuan, kesadaran dan
tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang diberikan.
e. Harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, pimpinan sekolah,
staf guru, staf tata usaha maupun dengan para siswa dengan baik.

23
DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Akademik UPI, (2018). Panduan Program Pengalaman Lapangan


(PPL) Kependidikan dan Tenaga Pendidik.
Bandung:UPI

24