Anda di halaman 1dari 23

KEBIJAKAN

PEMBERIAN IMUNISASI COVID-19

Subdit Imunisasi
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan
Ditjen P2P – Kementerian Kesehatan

Disampaikan pada Pelatihan Imunisasi COVID-19 bagi Petugas Kesehatan


LATAR BELAKANG

OUTLINE PEMBERIAN IMUNISASI

PAPARAN COVID-19

PESAN KUNCI
Latar Belakang
COVID -19 Fatality Rate di Indonesia
(per 09 September 2020)
Saat ini, dengan jumlah kasus COVID-19 global mencapai 27 juta (216 negara) ,
fatality rate (tingkat kematian) global sebesar 3,25%. Fatality rate Indonesia
sebesar 0,84% lebih tinggi dari angka global yaitu 4,09%
(34 provinsi, 489 Kab/Kota).
KASUS TERKONFIRMASI MENINGGAL FATALITY RATE

Indonesia 203.342 8,336 4,09%


Dunia 27.486.960 894.983 3,25%
LIMA PROVINSI DENGAN KASUS TERTINGGI
DKI Jakarta 49.397 1.334 2,70%
Jawa Timur 36.712 2.646 7,20%
Jawa Tengah 16.113 1.106 6,86%
Jawa Barat 13.333 286 2,14%
Sulawesi Selatan 12.864 374 2,90%

https://covid19.go.id/peta-sebaran
Pemerintah telah menetapkan pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai
bencana non-alam.

Pemerintah telah mengumumkan kasus konfirmasi pertama COVID-19 di Indonesia


pada awal Maret 2020. Dalam rentang waktu satu bulan, seluruh provinsi telah
melaporkan kasus konfirmasi. Penyebaran COVID-19 tidak hanya terjadi di Daerah
Khusus Ibukota Jakarta dan kota padat penduduk lainnya, namun telah menyebar
hingga ke pedesaan di daerah terpencil.

LATAR Pandemi COVID-19 memberikan tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat di Indonesia.
BELAKANG
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, juga memberikan dampak yang terlihat nyata
dalam berbagai sektor di antaranya sektor sosial, pariwisata, dan pendidikan.

Perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan
namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai
penularan penyakit melalui upaya pemberian imunisasi.
PETA DUNIA PENGEMBANGAN VAKSIN COVID-19
Return on Investment Imunisasi sebesar 16 kali Cost of Ilness sehingga imunisasi
dinilai sebagai intervensi paling cost of effective
Kajian Vaksinasi COVID-19
Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI)
Kajian Spesifikasi Vaksin COVID-19
Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI)
Pemberian Imunisasi
COVID-19
TUJUAN VAKSINASI COVID-19
1. Menurunkan kesakitan &
kematian akibat COVID-19

2. Mencapai kekebalan kelompok (herd


immunity) untuk mencegah dan melindungi
kesehatan masyarakat

3. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara


menyeluruh

4. Menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan


ekonomi
Sasaran
(Kajian ITAGI – Agustus 2020)

Kelompok rentan yang berusia 18 – 59 tahun:

1. Tenaga kesehatan dan semua petugas yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan di
seluruh Indonesia,
2. Kelompok prioritas lainnya yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan
operasional imunisasi COVID-19, diantaranya :
a. Petugas non-medis: adalah petugas pelayanan publik (essensial worker) misalnya TNI –Polri, petugas bandara, stasiun
kereta api, pelabuhan, pemadam kebakaran, PLN, PAM yang bertugas di lapangan, dll.

b. Kelompok risiko tinggi/high risk lain


• Kelompok pekerja berusia 18 – 59 tahun yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontribusi pendiidkan termasuk sektor perekonomian
• Populasi lainnya: penduduk yang tinggal di tempat berisiko tinggi (rumah jompo, penduduk padat memiliki komorbid yang terkendali dan masih aktif/
produktif populasi di kluster, misalnya pasar (sasarannya pedagang bukan pembeli, kluster asrama, pondok pesantren dan kelompok kluster lainnya).

c. Kotak Erat Kasus Konfirmasi COVID-19, kelompok risiko dari keluarga dan kontak sekitar kasus Covid-19. termasuk
pegawai RS/Puskesmas, perkantoran, pasar tradisional, ABK/PMI, panti, lapas/rutan, kegiatan keagamaan dll.
d. Administrator pemerintahan yang terlibat dalam memberikan layanan publik.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Tempat
Pemberian imunisasi COVID-19
dilaksanakan dengan
Waktu Pelaksanaan menerapkan protokol kesehatan
Mulai awal tahun 2021 pada tempat pelayanan sebagai
secara bertahap dengan berikut:
mempertimbangkan kajian • Puskesmas, puskesmas
epidemiologi, ketersediaan pembantu
vaksin COVID-19 dan sarana • Fasilitas kesehatan lainnya
pendukung lainnya yang memberikan layanan
imunisasi dan telah terdaftar
di Dinas Kesehatan setempat.
• Kantor Kesehatan Pelabuhan
(KKP) beserta fasilitas
pelayanan kesehatan di
wilayah kerjanya
Prinsip Pelaksanaan Imunisasi COVID-19

1) Pemberian imunisasi dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan di fasilitas pelayanan kesehatan
pemerintah maupun swasta yang menjadi tempat pelaksanaan pelayanan imunisasi COVID-19

2) Tidak mengganggu pelayanan imunisasi rutin dan pelayanan kesehatan lainnya

3) Pelayanan imunisasi dapat dilakukan di puskesmas dan jaringan pelayanannya maupun fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi sesuai aturan dan kebijakan
pemerintah daerah setempat

4) Melakukan skrining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum dilakukan pemberian


imunisasi (comorbid dan status infeksi/penyakit COVID-19)

5) Menerapkan protokol kesehatan

6) Mengoptimalkan kegiatan surveilans COVID-19 termasuk pelaporannya


PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI

1 2

Dosis administrasi : diberikan 2 (dua) Pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah


dosis/orang dengan jarak minimal 14 hari, dokter, perawat dan bidan di fasilitas pelayanan
sehingga dapat membentuk kekebalan kesehatan baik pemerintah, swasta maupun
(antibodi) terhadap COVID-19 secara optimal. akademi/institusi Pendidikan, Kantor Kesehatan
Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri dalam jejaring
Public Private Mix (PPM)

3 Pemberian imunisasi COVID-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pada


tempat pelayanan sebagai berikut:
1. Puskesmas, puskesmas pembantu;
2. Fasilitas kesehatan lainnya, baik pemerintah maupun swasta, yang memberikan layanan
imunisasi dan telah terdaftar di Dinas Kesehatan setempat;
3. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) beserta fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya
Public Private Mix (PPM) dalam Pelaksanaan
Pemberian Imunisasi COVID-19
❑ Jejaring layanan imunisasi yang terintegrasi antar semua fasilitas pelayanan kesehatan dibutuhkan
untuk peningkatan akses terhadap layanan imunisasi yang berkualitas dan sesuai standar sehingga
upaya peningkatan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat terwujud.
❑ Pelaksana jejaring layanan imunisasi merupakan tanggung jawab Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dan jajarannya, dengan melibatkan seluruh fasyankes, baik pemerintah maupun
swasta.
❑ Pendekatan yang dapat digunakan untuk jejaring layanan imunisasi:
▪ Pemerintah – Pemerintah: program imunisasi di Dinkes Kab/Kota dengan layanan imunisasi yang
terdapat di fasyankes pemerintah
▪ Pemerintah – Swasta: program imunisasi di Dinkes Kab/Kota dengan layanan imunisasi yang
terapat di fasyankes swasta
❑ Jejaring layanan imunisasi terdiri dari jejaring internal dan eksternal
▪ Jejaring internal : jejaring seluruh program di puskesmas yang terlibat layanan imunisasi (ex:
program imunisasi, KIA, surveilans PD3I, promkes, dsb)
▪ Jejaring eksternal : huungan koordinasi dan pembinaan antara pemberi layanan imunisasi oleh
fasyankes dengan Tim Jejaring Layanan Imunisasi di Fasyankes Pemerintah dan Swasta,
Institusi/Organisasi yang menaungi fasyankes tsb, dan masyarakat sebagai pengontrol.
Jejaring Layanan Imunisasi Public Private Mix

Pemberian pelayanan imunisasi COVID-19 juga melibatkan peran swasta


sebagai bagian dari Public Private Mix (PPM)
Alur Jejaring Eksternal Layanan Imunisasi
Alur Distribusi RS/UPS*

Vaksin Pemerintah PUSKESMAS


/POSYANDU
VACCINE
CARRIER
Distribusi Vaksin sangat tergantung
Kapasitas penyimpanan vaksin di masing-
masing level
VACCINE PUSKESMAS LEMARI ES
Dalam kondisi Normal peralatan cold CARRIER

chain yang ada di Daerah hanya cukup


untuk mengelola vaksin untuk
imunisasi rutin
KABUPATEN
Dalam kondisi tertentu (seperti pd saat COLD BOX LEMARI ES +
FREEZER
Kampanye MR) kekurangan kapasitas
penyimpanan vaksin disiasati dengan
meningkatkan frekuensi
pengambilan/pengiriman vaksin
PROVINSI
COLD ROOM + LEMARI ES +
Introduksi Vaksin baru FREEZER
menyebabkan kebutuhan
sarana penyimpan vaksin
meningkat.
Industri : Penyedia
COLD BOX

KEMENKES Vaksin
STRATEGI : PELAKSANAAN IMUNISASI COVID-19
Pemilihan jenis vaksin : Penyediaan dan
berdasarkan kajian atau distribusi vaksin
rekomendasi dari ITAGI
Rapid Assesment

Monitoring dan Evaluasi


Penyusunan Microplanning – Validasi Tata Sasaran, Identifikasi
COVID-19 Vaccine
Jumlah Pos Pelayanan pada setiap wilayah kerja, jumlah SDM,
Kader, dsb (Prov/Kab/Kota/Puskesmas) Acceptance

Assesement Cold Chain Equipment Peningkatan Kapasitas


SDM (Refreshing
(Provinsi/Kab/Kota/Puskesmas), RS?? training)

Adsos dan Komunikasi Penguatan Electronic Data Surveilans Keamanan


Publik (termasuk PPM, Management Vaksin
pemberdayaan kader, dll)
STRATEGI KOMUNIKASI
IMUNISASI COVID-19

1. Berdasarkan data dan fakta


PENDEKATAN 2. Berorientasi hasil
STRATEGI KOMUNIKASI 3. Bermitra dengan kelompok/ group lokal yang potensial
4. Sharing informasi dengan publik dan masyarakat sebagai instrumen
COVID-19 yang efektif untuk mempengaruhi perilaku seseorang

Agar memastikan sasaran atau target imunisasi :


1. Terinformasi manfaat imunisasi dan bahayanya jika tidak mendapatkan
imunisasi COVID-19 lengkap (misal : 2 dosis pemberian)
PENTINGNYA 2. Mengetahui ketersediaan akses pelayanan imunisasi di wilayahnya (jumlah
STRATEGI KOMUNIKASI kunjungan dan jarak waktu mendapatkan imunisasi 2 dosis)
3. Mengetahui peran dan tanggung jawab dalam melindungi diri sendiri,
keluarga dan lingkungan (tetap menerapkan protokol kesehatan dsb)
4. Termotivasi untuk mendapatkan imunisasi COVID-19 tepat waktu dan
lengkap
Penerimaan dan
animo Vaksin
COVID-19 oleh
masyarakat sangat
tinggi
Kesimpulan
• Pemberian imunisasi COVID-19, disertai dengan
penerapan protokol kesehatan yang ketat, merupakan
upaya akselerasi dalam rangka penanggulangan
pandemi
• Pemberian imunisasi dengan cakupan yang tinggi dan
merata akan membentuk kekebalan kelompok pada
masyarakat sehingga dapat memutuskan mata rantai
penularan penyakit COVID-19