Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 2

TUTORIAL ONLINE (TUTON)


MPDR5202 STATISTIKA PENDIDIKAN
MASA REGISTRASI 2019.1

SITI SAMSUNISA
NIM. 530020993

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN DASAR


UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ-UT SERANG
2019
TUGAS TUTON 2

1. Seorang guru SD hendak mengetahui apakah hasil UN 29 orang siswa di kelasnya memiliki
rata-rata lebih dari 70. Apabila diketahui nilai UN 29 siswanya tersebut berdistribusi normal
dengan rata-rata 72 dan simpangan baku 10, simpangan baku nilai UN SD seluruh indonesia
adalah 15. jawablah setiap pertanyaan berikut ini:
a. Hipotesis statistik yang tepat dirumuskan untuk dugaan guru tersebut!
Jawab:
H0 : µ1 > 70
HA : µ1 < 70
b. Statistik uji yang tepat digunakan untuk membuktikan dugaan guru tersebut?
Jawab:
Statistic uji yang tepat digunakan adalah uji statistic mean tunggal satu arah karena
hipotesisnya sudah jelas, diduga rata-rata nilai siswanya lebih dari 70 yaitu 72.
c. Nilai statistik hitung pada poin b menggunakan informasi nilai ulangan 29 orang siswa?
Jawab:
Diketahui:
n = 29
x́ = 72
µ=70
σ = 10
Untuk α = 0,05, dan uji satu ekor ke kanan. Maka:
72−70 3
Zhitung = = = 0,2
10 10
Z kritis = ± 1,65
d. Sketsa daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis statistik beserta kriteria (nilai
kritis) yang dapat digunakan oleh guru tersebut dalam menguji hipotesis statistik yang
telah ditetapkan pada poin a dan menggunakan statistik uji pada poin b?
Jawab:

Daerah penerimaan H0 Daerah penolakan H0

Area 0,05

Ht0 diterima jika thitung < tkritis. 0 0,2 ± 1,65


e. Apa kesimpulan yang dapat diperoleh oleh guru SD tersebut berdasarkan hasil nilai
statistik uji hitung pada poin c dan kriteria pengujian hipotesis pada poin d?

Jawab:
H0 diterima jika Zhitung > Zkritis.
Dari kurva di atas, tampak bahwa nilai Z hitung = 0,2 terletak di daerah penerimaan H 0,
maka HA ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil UN 29 siswa memiliki rata-rata
lebih dari 70.
2. Seorang guru SD hendak mengetahui apakah hasil UN 28 orang siswa di kelasnya memiliki
rata-rata lebih dari 65. Jika diketahui nilai UN 28 orang siswanya tersebut berdistribusi
normal dengan rata-rata adalah 68 dan simpangan baku adalah 9. Berdasarkan penjelasan di
atas tentukan:
a. Hipotesis statistik yang tepat dirumuskan untuk dugaan guru tersebut!
Jawab:
H0 : µ1 > 65
HA : µ1 < 65
b. Statistik uji yang tepat digunakan untuk membuktikan dugaan guru tersebut?
Jawab:
Statistik uji yang tepat digunakan adalah uji statistic mean tunggal satu arah karena
hipotesisnya sudah jelas, diduga rata-rata nilai siswanya lebih dari 65 yaitu 68.
c. Nilai statistik hitung pada poin b menggunakan informasi nilai ulangan 28 orang siswa?
Jawab:
Diketahui:
n = 28
x́ = 68
µ=¿ 65
σ=9

Α = 0,05, df = 28-1 = 27, dan uji statistik satu ekor ke kanan. Maka diperoleh t kritis =
±1,703.
68−65 3
thitung = = = 0,33
9 9
d. Sketsa daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis statistik beserta kriteria (nilai
kritis) yang dapat digunakan oleh guru tersebut dalam menguji hipotesis statistik yang
telah ditetapkan pada poin a dan menggunakan statistik uji pada poin b?
Jawab:
Menentukan letak thitung = 0,33 pada tkritis = ± 1,703.

Daerah penerimaan H0 Daerah penolakan H0

Area 0,05

H0 diterima jika thitung < tkritis.


t 0 0,33 ± 1,703
e. Apa kesimpulan yang dapat diperoleh oleh guru SD tersebut berdasarkan hasil nilai
statistik uji hitung pada poin c dan kriteria pengujian hipotesis pada poin d?
Jawab:
Dari kurva di atas, tampak bahwa nilai thitung terletak di daerah penerimaan H0, maka HA ditolak.
Maka dapat disimpulkan bahwa nilai UN 28 orang siswa memiliki rata-rata lebih dari 65.

3. Seorang guru SD hendak mengetahui apakah penerapan metode A yang dilakukan pada kelas
5A dengan banyaknya siswa 29 orang lebih baik dari penerapan metode B yang dilakukan
pada kelas 5B dengan banyaknya siswa 28. Jika diketahui nilai ulangan kedua kelas yang di
gunakan guru tersebut homogen, berdistribusi normal, dengan nilai rata-rata kelas A adalah
72 dan simpangan baku kelas A adalah 8, sementara itu nilai rata-rata kelas B adalah 68 dan
simpangan baku kelas B adalah 9. Berdasarkan penjelasan di atas tentukan:
a. Hipotesis statistik yang tepat dirumuskan untuk dugaan guru tersebut!
Jawab:
H0 : µ1 > µ2
HA : µ1 < µ2
b. Statistik uji yang tepat digunakan untuk membuktikan dugaan guru tersebut?
Jawab:
Yang paling tepat digunakan adalah uji statistic double mean sampel kecil dua ekor/arah
karena hipotesis belum jelas arahnya
c. Nilai statistik hitung tersebut pada poin b menggunakan informasi nilai-nilai ulangan
kedua kelas?
Jawab:
Untuk α = 0,05, df = 29+28-2= 55.
Maka diperoleh tkritis = ±2,004
(digunakan statistik t, karena N1+N2 = 29+28<100)

29 × 82 +28 ×92 29+28


σ x1-x2 =

29+28−2
×
29 × 28 √
1856+ 2268 57
=
√ 55
×
√ 812
= √ 74,98 × √ 0,07

= 8,65 × 0,26 = 8,91

x́ 1−x́ 2 72−68
thitung =
√ σ x́ −x́
1 2
=¿
√8,91

4
=
√ 8,91
=√ 0,45 = 0,67

d. Sketsa daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis statistik beserta kriteria (nilai
kritis) yang dapat digunakan oleh guru tersebut dalam menguji hipotesis statistik yang
telah ditetapkan pada poin a dan menggunakan statistik uji pada poin b?
Jawaban
Daerah penolakan H0 Daerah penerimaan H0 Daerah penolakan H0
Kriteria:
H0 diterima bila = -2,004 ≤ t ≤ 2,004
H0 ditolak bila = t > 2,004 atau t < -2,004 Area 0,05

t - 2,004 0 0,67 + 2,004


e. Apa kesimpulan yang dapat diperoleh oleh guru SD tersebut berdasarkan hasil nilai
statistik uji hitung pada poin c dan kriteria pengujian hipotesis pada poin d?
Jawab:

Karena thitung 0,67 terletak di daerah penerimaan H0, maka HA ditolak. Tidak ada evidensi

4. Seorang guru SD hendak mengetahui apakah penerapan metode A yang dilakukan pada
kelas 5A dengan banyaknya siswa 29 orang lebih baik dari penerapan metode B yang
dilakukan pada kelas 5B dengan banyaknya siswa 28. Jika diketahui nilai ulangan kedua
kelas yang digunakan untuk menguji dugaan guru tersebut tidak homogen, berdistribusi
normal, dengan nilai rata-rata kelas A adalah 72 dan simpangan baku kelas A adalah 8,
sementara itu nilai rata-rata kelas B adalah 68 dan simpangan baku kelas B adalah 9.
Berdasarkan penjelasan di atas tentukan:
a. Hipotesis statistik yang tepat dirumuskan untuk dugaan guru tersebut!
Jawab:
H0 : µ1 > µ2
HA : µ1 < µ2
b. Statistik uji yang tepat digunakan untuk membuktikan dugaan guru tersebut?
Jawab:
Yang paling tepat digunakan adalah uji statistic double mean sampel kecil dua ekor/arah
karena hipotesis belum jelas arahnya
c. Nilai statistik hitung tersebut pada poin b menggunakan informasi nilai-nilai ulangan
kedua kelas?
Jawab:
Untuk α = 0,05, df = 29+28-2= 55.
Maka diperoleh tkritis = ±2,004
(digunakan statistik t, karena N1+N2 = 29+28<100)
2 2
29+28
= 29 × 8 +28 ×9 ×
σ x1-x2
√ 29+28−2 √ 29 × 28

1856+ 2268 57
=
√ 55
×
√ 812
= √ 74,98 × √ 0,07

= 8,65 × 0,26 = 8,91

x́ 1−x́ 2 72−68
thitung =
√ σ x́ −x́
1 2
=¿
√8,91

4
=
√ 8,91
=√ 0,45 = 0,67

d. Sketsa daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis statistik beserta kriteria (nilai
kritis) yang dapat digunakan oleh guru tersebut dalam menguji hipotesis statistik yang
telah ditetapkan pada poin a dan menggunakan statistik uji pada poin b?
Jawaban
Daerah penolakan H0 Daerah penerimaan H0 Daerah penolakan H0

Area 0,05
t - 2,004 0 0,67 + 2,004

Kriteria:
H0 diterima bila = -2,004 ≤ t ≤ 2,004
H0 ditolak bila = t > 2,004 atau t < -2,004

e. Apa kesimpulan yang dapat diperoleh oleh guru SD tersebut berdasarkan hasil nilai
statistik uji hitung pada poin c dan kriteria pengujian hipotesis pada poin d?
Jawab:
Karena thitung 0,67 terletak di daerah penerimaan H0, maka HA diterima. Ada evidensi
untuk menerima bahwa model A lebih baik dari model B.
untuk menerima bahwa model A lebih baik dari model B.

Anda mungkin juga menyukai