Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL MINI RISET

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BOLA BEKEL DI DALAM MINYAK TANAH


TERHADAP MASSA DAN KOEFISIEN RESTITUSI BOLA BEKEL DENGAN
MENGGUNAKAN APLIKASI TRACKER

oleh

Iswari Afala
4183540001

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini, permainan tradisional menjadi sesuatu yang langka dan jarang kita temui.
Salah satu permainan tradisional yang semakin sulit kita jumpai adalah permainan bekel.
Permainan ini menggunakan sebuah bola yang biasanya terbuat dari karet dan enam buah
biji bekel yang terbuat dari kuningan. Bola yang digunakan dalam permainan bekel
bervariasi, mulai dari yang diameternya 3 cm hingga yang lebih besar 5 cm. Karena ukuran
bola yang digunkan bermain bekel kecil, hal itu menyebabkan bola kurang nyaman ketika
digunakan. Untuk menyiasati hal tersebut beberapa anak biasanya merendam bola bekel
tersebut ke dalam minyak tanah selam semalam atau bahkan berhari-hari, tujuannya agar
bola bekel semakin membesar hingga dua kali lipat atau bahkan lebih. Sehingga bola yang
sudah direndam tersebut akan lebih nyaman ketika digunakan dan pas di tangan.
Dalam kimia, dikenal prinsip like dissolve like di mana suatu pelarut cenderung
melarutkan zat terlarut yang memiliki sifat sama, senyawa polar akan cenderung larut dalam
pelarut senyawa polar, dan senyawa non polar akan terlarut dalam pelarut senyawa non
polar. Berdasarkan prinsip inilah suatu bola bekel yang direndam didalam minyak tanah
akan semakin membesar karena larutan minyak tanah bersifat non polar dan bola bekel yang
terbuat dari karet juga bersifat non polar, sehingga larutan minyak tanah akan masuk
kedalam bola bekel.
Perkembangan teknologi dari masa ke masa saat ini semakin berkembang pesat. Hal itu
juga terjadi dengan teknologi dalam pendidikan, di antaranya adalah perkembangan aplikasi
teknologi dalam menunjang pembelajaran. Salah satu aplikasi teknologi tersebut adalah
aplikasi Tracker Video Analisis. Aplikasi tersebut sangat bermanfaat untuk membantu dalam
menganalisis suatu video ke dalam grafik dua dimensi. Analisis Video dengan menggunakan
aplikasi Tracker dapat membantu kita untuk menentukan suatu koefisien restitusi suatu
benda ketika terjadi tumbukan.
Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama perendaman bola
bekel di dalam minyak tanah terhadap pertambahan massa bola bekel. Selain itu dengan
menggunakan aplikasi Tracker Video Analisis, akan dapat ditentukan koefisien restitusi
suatu bola bekel ketika sebelum direndam dan setelah direndam, sehingga dapat diketahui
bagaimana pengaruh lama perendaman terhadap koefisien restitusi bola. Kemudia koefisien
restitusi inilah yang menentukan daya pantul bola bekel.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengapa bola bekel bisa semakin membesar jika direndam di dalam minyak tanah?
2. Bagaimana hubungan pertambahan massa dan volume bola terhadap lama waktu
perendaman?
3. Bagaimana hubungan antara daya pantul bola terhadap lama waktu perendaman?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui penyebab bola bekel bias semakin membesar jika direndam di dalam
minyak tanah
2. Untuk mengetahui hubungan pertambahan massa dan volume bola terhadap lama waktu
perendaman
3. Untuk mengetahui hubungan antara daya pantul bola terhadap lama waktu perendaman

1.4 Manfaat
1. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan bagi pembaca pada umumnya dan bagi
penulis pada khususnya mengenai pengaruh lama perendaman bola bekel di dalam
minyak tanah terhadap daya pantul dan massa bola
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian Fisika
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Permainan bekel berasal dari budaya Belanda. Kata bekel sendiri berasal dari kata bikkel
dalam bahasa Belanda. Menurut Wikipedia, awalnya permainan ini dilakukan menggunakan
gumpalan bahan keras yang biasa terbuat dari logam atau berasal dari tulang. Gumpalan ini
disebut bikkel. Awalnya yang dipakai adalah tulang-tulang talus (Latin astralagoi) kaki
kambing atau domba. Di Indonesia sendiri, permainan bekel biasanya menggunakan bola
yang terbuat dari karet dan juga biji bekel yang terbuat dari kuningan. Bola yang digunakan
biasanya berdiameter 3 cm hingga 5 cm. Ukuran yang kecil tersebut membuat bola kurang
nyaman ketika digunakan saat bermain. Untuk menyiasati hal itu, kebanyakan anak-anak
merendam bola bekel kedalam minyak tanah. Perendaman tersebut biasanya dibiarkan
selama semalam atau bias berhari-hari, hingga bola itu bertambah besar.
Membesarnya bola bekel saat direndam dalam minyak tanah merupakan salah satu
peristiwa yang menggunakan prinsip like dissolve like yaitu pelarut cenderung melarutkan
zat terlarut yang memiliki sifat sama, senyawa polar akan cenderung larut dalam pelarut
senyawa polar, dan senyawa non polar akan terlarut dalam pelarut senyawa non polar (Elyta,
2018). Hal ini sama saja saat kita tengah menanak nasi atau memasak mie. Dalam beras dan
mie mengandung amilum yang sifatnya polar, begitu pula air yang digunakan untuk
memasak bersifat polar, sehingga air bisa masuk kedalam butiran beras dan untaian mie
mengembang.
Dalam kasus bola bekel yang direndam di dalam minyak tanah, bola yang terbuat dari
karet bersifat non polar begitu pula minyak tanah yang digunakan untuk merendam bersifat
non polar. Sehingga bola bekel akan bertambah besar karena minyak tanah bisa masuk ke
dalam struktur karet.
Koefisien restitusi (e) adalah sebuah nilai konstanta yang menyatakan kelentingan suatu
tumbukan. Jika sebuah bola dijatuhkan pada ketinggian h dan terjadi tumbukan pertama
antara bola dengan lantai, maka tinggi yang diperoleh adalah h1 dan terjadi tumbukan lagi
yang tingginya menjadi h2, dan seterusnya, sehingga besarnya koefisien restitusi untuk
pantulan bola dapat menggunakan persamaan sebagai berikut (Sunard & Gamayel, 2019):
√ √

Dimana:
e = koefisien restitusi
h = ketinggian bola mula-
mula h1 = tinggi pantulan ke-1
h2 = tinggi pantulan ke-2
Dalam suatu tumbukan koefisien restitusi menunjukkan jenis tumbukan. Ada tiga jenis
tumbukan, yaitu tumbukan lenting sempurna dengan koefisien restitusi (e=1), tumbukan
lenting sebagian dengan koefisien restitusi lebih kecil dari satu dan lebih besar dari nol
(0<e<1), kemudian tumbukan tidak lenting sama sekali dengan koefisien restitusi sama
dengan nol (e=0).
Peristiwa memantulnya bola bekel saat digunakan bermain bekel merupakan salah satu
tumbukan lenting sebagian dan memiliki hubungan dengan hukum kekekalan momentum.
Momentum merupakan kecenderungan untuk melanjutkan gerak dengan kelajuan konstan
dari suatu benda yang bergerak. Momentum salah satu besaran vektor yang searan dengan
kecepatan benda. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:

Dimana :
P = Momentum (kg.m/s)
m = Massa (kg)
v = Kecepatan (m/s)
Kecepatan benda sebelum dan sesudah tumbukan sangat mempengaruhi koefisien
restitusi. Pada kasus benda jatuh bebas seperti saat bola bekel yang di jatuhkan dari
ketinggian tertentu, koefisien restitusinya bergantung pada ketinggian benda tersebut ketika
dijatuhkan. Hal itu dikarenakan kecepatan benda yang jatuh bebas sangat dipengaruhi oleh
ketinggian benda, dan juga percepatan gravitasi bumi. Semakin tinggi suatu benda
dijatuhkan maka semakin besar pula kecepatan benda yang dihasilkan.
Dalam penentuan koefisien restitusi suatu benda, umumnya dilakukan pengamatan
parameter gerak masih dilakukan secara manual. Diperlukan kecermatan bagi pengamat
untuk menganalisis tinggi pantulan dengan menggunakan mistar.Proses tersebut rentan akan
kesalahan berupa ketelitian alat ukur sertab subjektivitas pengamat terutama saat data yang
dikumpulkan lebih dari satu pantulan (Silvia,dkk,2020). Untuk meminimalisir hal tersebut
ialah dengan menggunakan aplikasi teknologi analisis video dengan aplikasi Tracker.
Tracker adalah perangkat lunak aplikasi analisis video dan pemodelan. Tracker
dikembangkan oleh Open Source Physicsb(OSP) menggunakan kerangka kerja Java. Fitur
yang tersedia termasuk pelacakan objek dengan posisi, kecepatan, dan percepatan
(Wijayanto & Susilawati,2013).
BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu Penelitian


Penelitian akan dilaksanakan di Kutacane, Aceh Tenggara pada tanggal 31 Mei
s.d. 03 Juni 2020.
3.2 Penentuan Objek Penelitian
3.2.1 Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah bola bekel yang terbuat dari karet.
3.2.2 Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah tiga buah bola bekel yang terbuat dari karet
yang memiliki massa yang berbeda.
3.2.3 Variabel Penelitian
Variable Bebas
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau meneybabkan
timbulnya perubahan variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel bebas yang
digunakan adalah lama perendaman bola bekel di dalam minyak tanah.
Variable Terikat
Variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi atau tergantung
dari variabel bebas. Varibel terikat dalam penelitian ini adalah massa dan volume
bola bekel, serta koefisien restitusi bola bekel.
Variable Kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang nilainya dibuat tetap. Variabel kontrol
dalam penelitian ini adalah ketinggian mula-mula bola bekel sebelum dijatuhkan,
untuk menentukan koefisien restitusi bola.
3.3 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.3.1 Alat
1. Timbangan
2. Stopwatch
3. Wadah (mangkok plastik)
4. Meteran
5. Kamera Handphone
6. Laptop
3.3.2 Bahan
1. Bola bekel (3 Buah)
2. Minyak tanah (1 Liter)
3.4 Prosedur Penelitian
1. Menyiapkan tiga buah bekel dan menimbang masing-masing bola
2. Mengukur keliling bola bekel dengan menggunakan meteran, untuk mengetahui
volume bola
3. Menyiapkan sebuah wadah (mangkok plastik) dan mengisinya dengan minyak tanah
secukupnya
4. Memasukkan tiga buah bola bekel kedalam wadah (mangkok plastik) tersebut,
memastikan seluruh bola terendam minyak tanah
5. Menunggu hingga lama perendaman 2 jam
6. Mengambil satu per satu bola dari wadah (mangkok plastik), kemudian menimbang
dan mengukur keliling bola (untuk mengetahui volume bola)
7. Menjatuhkan bola dengan posisi dari ketingian tertentu (h) dan mengukur
ketinggiannya sebelum bola dijatuhkan
8. Merekam dengan kamera handphone selama bola sedang memantul
9. Memastikan masing-masing bola dijatuhkan dari ketinggian yang sama
10. Memasukkan kembali ketiga bola bekel tersebut ke dalam wadah yang berisi minyak
tanah, dan menunggu hingga lama perendaman berikutnya
11. Mengulangi langkah 6 sampai 9 untuk lama waktu perendaman 5 jam, 10 jam, 20 jam,
25 jam, 30 jam.
12. Mengamati koefisien restitusi masing-masing bola pada setiap lama waktu
perendaman dengan menggunakan aplikasi Tracker pada laptop.

3.3 Teknik Analisi Data


Pengambilan data berupa pengukuran massa bola bekel dengan menggunakan
timbangan. Sedangkan dalam menentukan koefisien bola bekel dengan menggunakan
video simulasi. Setelah bola ditimbang, bola dijatuhkan dari ketinggian 50,55 cm. Saat bola
dijatuhkan pada saat itu pula mulai merekam. Proses merekam selesai ketika bola telah
memantul sebanyak sekurang-kurangnya satu kali. Untuk mengetahui tinggi pantulan bola
maka dilakukan analisis video simulasi hail merekam tersebut dengan menggunakan
aplikasi Tacker. Melakukan tracking pada setiap gerak bola di video yang terpilih maka
secara otomatis akan terlihat tinggi maksimum bola pada pantulan pertama. Data yang
telah diperoleh dari proses menganilisis video dan pengukuran secara langsung akan
dianalisis secara deskriptif berupa gambaran dalam bentuk tabel, angka-angka, dan grafik
yang disertai dengan pembahasan yang menggunakan Aplikasi Microsoft Office Excel
2019 dan Microsoft Office Word 2019.