Anda di halaman 1dari 36

KONSEP

KEPERAWATAN
KRITIS
KEPERAWATAN KRITIS
RS Carolina utara, Amerika mendirikan unit untuk pertama
kalinya khusus untuk perawatan kritis tahun 1953.
RS didirikan untuk menjawab tantangan dalam
meningkatkan kualitas layanan keperawatan (efektifitas
perawatan)
Pada tahun 1975 berdiri ACCN (American Association of
Critical Care Nurse) yang memiliki visi untuk perkembangan
ilmu dan profesi keperawatan kritis.
KEPERAWATAN KRITIS ?
 Kritis -> penilaian dan evaluasi secara cermat dan hati-hati
terhadap suatu kondisi krusial -> mencari penyelesaian/jalan
keluar.
 Keperawatan kritis -> spesialisasi di bidang keperawatan yang
secara khusus/ keahlian khusus menangani respon manusia
terhadap masalah -> mengancam hidup.
 Perawat kritis adalah perawat profesional yang resmi
bertanggung jawab untuk memastikan pasien dengan sakit kritis
dan keluarga-keluarga mereka menerima kepedulian optimal
(American Association of Critical-Care Nurses).
 Keperawatan kritis adalah suatu bidang yang memerlukan
perawatan pasien yang berkualitas tinggi dan konperhensif.
Untuk pasien yang kritis, waktu adalah vital. Proses
keperawatan memberikan suatu pendekatan yang sistematis,
dimana perawat keperawatan kritis dapat mengevaluasi
masalah pasien dengan cepat.
 Proses keperawatan adalah susunan metode pemecahan
masalah yang meliputi pengkajian dan analisa, diagnose ,
perencanaan ,implementasi, dan evaluasi. The American
Asosiation of Critical care Nurses (AACN) menyusun
standar proses keperawatan sebagai asuhan keperawatan
kritikal.
Pasien Kritis
 Pasien kritis menurut AACN (American Association of Critical
Nursing) didefinisikan sebagai pasien yang berisiko tinggi untuk
masalah kesehatan aktual ataupun potensial yang
mengancam jiwa.

 Semakin kritis sakit pasien, semakin besar kemungkinan untuk


menjadi sangat rentan, tidak stabil dan kompleks,
membutuhkan terapi yang intensif dan asuhan keperawatan
yang teliti
Scope Critical Care Nursing
a. The critically ill patient
 Masalah yang aktual dan potensial mengancam kehidupan pasien
dan membutuhkan observasi dan intervensi mencegah terjadinya
komplikasi.
 Pasien sakit kritis didefinisikan sebagai pasien yang beresiko
tinggi untuk masalah kesehatan aktual atau potensial mengancam
jiwa. Semakin kritis, pasien semakin rentan, tidak stabil dan
kompleks, sehingga membutuhkan asuhan keperawatan yang
intens dan waspada.
b. The critical-care nurse
 Perawat perawatan kritis perlu melakukan penkajian
yang kompleks, intervensi yang berkesinambungan serta
menggunakan pengetahuan, pengalaman dan
keterampilan dalam melalukan asuhan secara optimal
kepada pasien.
 Perawat juga memberikan advokasi kepada pasien,
menghormati dan mendukung nilai-nilai dasar, hak dan
keyakina pasien.
c. The Critical Care environment
-> ICU Psikosis / delirium
PRINSIP KEPERAWATAN KRITIS
 Mengenali ciri-ciri dengan cepat dan penatalaksanaan
dini yang sesuai pada pasien beresiko kritis atau pasien
yang berada dalam keadaan kritis
 Memberikan perawatan kritis sesuai filosofi perawatan
kritis tanpa batas (critical care without wall.
 Pasien kritis memerlukan pencatatan medis yang
berkesinambungan dan monitoring penilaian setiap
tindakan yang dilakukan
PERAN PERAWAT KRITIS
1. Menghormati dan mendukung hak pasien atau pengganti
pasien yang ditunjuk untuk pengambilan keputusan otonom.
2. Membantu pasien mendapatkan perawatan yang
diperlukan.
3. Campur tangan ketika kepentingan terbaik pasien yang
bersangkutan.
4. Menghormati nilai-nilai, keyakinan dan hak-hakpasien.
5. Menyediakan pendidikan dan dukungan untuk membantu
pasien atau pengganti pasien yang ditunjuk membuat
keputusan.
6. Mewakili pasien sesuai dengan pilihan pasien.
7. Mendukung keputusan dari pasien atau pengganti yang
ditunjuk, atau perawatan transfer keperawat perawatan
kritis sama-sama berkualitas.
8. Berdoa bagi pasien yang tidak dapat berbicara untuk
diri mereka sendiri dalam situasi yang memerlukan
tindakan segera.
9. Memantau dan menjaga kualitas perawatan pasien
menerima.
10. Bertindak sebagai penghubung antara pasien, keluarga
pasien dan profesional kesehatan lainnya.
Lingkup Pelayanan Keperawatan Kritis
Ruang penanganan psien kritis di RS terdiri atas :
 Ruang Instalasi gawat darurat, dimana pasien diatasi untu
pertama kali
 Unit Perawatan Intensif (ICU), bagian untuk mengatasi pasien
yang mengalami perburukan pstofisiologi
 Perawat intensif Koroner (ICCU), yang lebih memusatkan
pada kondisi pasien yang mengalami penyempitan dan
penyumbatan pembuluh darah coroner.
 Perawat intensive neurovaskuler, memusatkan pada kondisi
pasien dengan gangguan vaskularisasi system syaraf pusat.
 Baik IGD, ICU maupun ICCU adalah unit perawatan pasien
kritis dimana perburukan patofisiologi dapat terjadi secara
cepat an apat berakhir dengan kematian.
 Namun demikian fase pre hospital juga merupakan tempat
pertama dimana tinakan resusitasi sudah dimulai, termasuk
sebelumnya terdapat upaya triage di lapangan.
 Agar dapat melakukan tindakan secara tepat pada pasien
kritis, mulai ari pre hospital s.d IGD, maka perlu dilakukan
klasifikasi tingkat kegawatan, jika memenuhi jumlah yang
massal. Prinsip ini harus tetap diperhatikan
Tujuan Asuhan Keperawatan Kritis
-> Untuk mempertahankan hidup (Maintaining Life)
 Fase Pengkajian
 Fase Penentuan diagnosa keperawatan
 Fase penyusunan intervensi
 Fase Pelaksanaan Rencana Keperawatan
 Fase Evaluasi
Konsep Holistik dalam
keperawatan Kritis

Salah satu teori yang mendasari praktik keperawatan


profesional adalah memandang manusia secara holistik,
yaitu meliputi dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural
dan spiritual sebagai suatu kesatuan yang utuh
Konsep Holistik dalam
keperawatan Kritis
 Dengan menggunakan konsep holistik perawat dapat melihat
apa saja dampak lingkungan perawatan kritis yang
mengganggu pasien.
 Sebagai contoh dalam lingkungan unit perawatan intensif
(intencive care unit, ICU) perawat dapat menggambarkan
lingkungan ICU dalam hal fisik dan emosional yang dapat
mengganggu pasien.
 Sehingga perawat dapat mengendalikan lingkungan untuk
meningkatkan kesembuhan pasien serta dapat memberikan
intervensi kritis bagaimana cara mengatasinya
Kompetensi Spesialisasi Keperawatan
Kritis
 Melakukan penanganan gangguan jalan nafas
 Prosedur pemasangan ventilator
 Penanganan gangguan sistem kardiovaskuler
 Penanganan pasien gangguan sistem pencernaan
Kompetensi Spesialisasi Keperawatan
Kritis
 Penangganan gangguan sistem perkemihan
 Penanganan gangguan sistem neurologi
 Penanganan gangguan sistem endorin
Karakteristik Perawat Kritis
 Mengeolapasien sesuai SPO yang ada
 Menghormati profesi, team sejawat
 Mempu menjadi role model
 Mampu menginegrasikan pengetahuan an keterampilan
Karakteristik Perawat Kritis
 Beresponterhadap setiap perubahan lingkungan
 Melakukan apliasi EBP
 Mendukung kemajuan teman sejawat
 Mengedepankan komunikasi terapeutik dan aktif
 Mampu menginterpretasikan situasi yang kompleks
 Mampu mengkoordinir tindakan keperawatan dengan
baik
Respon individu dan keluarga terhadap
pengalaman keperawatan kritis
 Cemas
 Takut
 Panik
 Marah
 Perasaan Bersalah
 Distres Spiritual
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS
 Proses keperawatan adalah susunan metode
pemecahan masalah yang meliputi pengkajian, analisa,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
 Keperawatan Kritis harus menggunakan proses
keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS
1. Data akan dikumpulkan secara terus menerus pada semua
pasien yang sakit kritis dimanapun tempatnya
2. Identifikasi masalah/kebutuhan pasien dan prioritas harus
didasarkan pada data yang dikumpulkan
3. Rencana asuhan keperawatan yang tepat harus
diformulasikan
4. Rencana asuhan keperawatan harus diimplementasikan
menurut prioritas dari identifikasi masalah/kebutuhan
5. Hasil dari asuhan keperawatan harus dievaluasi secara terus
menerus
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS
 Ruang ICU merupakan bagian dari rumah sakit yang
terpisah dengan staf khusus dan perlengkapan khusus
untuk menunjang kehidupan pasien kritis yang dirawat.
Pengkajian di ICU meliputi pengkajian sebelum pasien
datang, segera setelah pasien datang, pengkajian
lengkap dan pengkajian berkelanjutan.
 4 jenis pengkajian di ruang ICU
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS
1. Pengkajian sebelum pasien datang (Pre Arrival)
Sebelum pasien dimasukan di ICU, dilakukan pengkajian meliputi
identitas pasien, diagnosa, tanda vital, alat batnu invasif yang
dipakai, modus ventilasi mekanik yang sedang dipakai bila pasien
menggunakan ventilator.
2. Pengkajian segera (Quick Assesment)
Pengkajian segera setelah pasien tiba di ICU
meliputo ABCDE yaitu Airway, Breathing, Circulation, Drugs (obat-
obatan yang saat ini dipakai termasuk apakah pasien ada alergi
terhadap obat-obat tertentu), dan Equipment (adakah alat yang
terpasang pada pasien). Perawat yang menerima pasien di ICU
segera menilai dan melakukan kajian kondisi pasien saat itu.
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS

3. Pengkajian lengkap (Comprehensive Assesment)


Pengkajian riwayat kesehatan lalu, riwayat sosial, riwayat
psikososial dan spiritual serta pengkajian fisik dari setiap sistem
tubuh (sistem kardiovaskuler, respirasi, neurologi, renal,
gastrointestinal, endokrin dan immunologi serta integumen).
4. Pengkajian berkelanjutan (On Going Assesment)
Kontinuitas monitoring kondisi pasien setiap 1-2 jam pada saat
kritis, selanjutnya sesuai kondisi pasien, yang perlu dikaji tanda-
tanda vital, hemodinamik, alat-alat yang terpakai oleh pasien
saat masuk ICU.

(HIPERCCI Pusat (2018). Modul Pelatihan Keperawatan Intensif Dasar)


FORMAT
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
KRITIS
FORMAT
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
KRITIS
FORMAT
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
KRITIS
FORMAT
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
KRITIS
FORMAT
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
KRITIS
Masalah Keperawatan yang biasanya muncul dan
intervensi yang diberikan di ruang
perawatan kritis atau ICU
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif
2. Gangguan penyapihan ventilator
3. Pola nafas tidak efektif
4. Gangguan pertukaran gas
5. Resiko aspirasi
6. Gangguan perfusi jaringan serebral
7. Penurunan Curah Jantung
RENCANA KEPERAWATAN

Tujuan dituliskan dengan memenuhi kriteria SMART


a. Specific (spesifik)
b. Measurable (Dapat diukur)
c. Achievable (Mempertimbangkan keadaan dan
keinginan pasien)
d. Realistik (realistis)
e. Time (menunjukkan jangka waktu pencapaian yg pasti)
RENCANA DAN IMPLEMENTASI
KEPERAWATAN
Intervensi terdiri dari komponen :
a. Observasi
b. Terapeutik
c. Edukasi
d. Kolaborasi
EVALUASI
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai