Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

“Sistem Akuntansi Penerimaan Kas”

Dosen Pengampu: Khairunnisa Harahap, SE.,M.Si

Nama Kelompok 7:

Filza Aulia Rahman Siregar (7183520020)

Novika Abadi (7182555002)

Mulak Rohani (7183520035)

Shohih Maulana (7183520041)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh karna berkat dan
rahmatnya yang tidak berkesudahan , kami dapat menyelesaikan Critical Book
Review ini tepat pada waktunya .

Kami sangat menyadari bahwa hasil review kami ini jauh dari kata
sempurna , tetapi kami sangat berterimakasih kepada rekan , sekaligus Dosen
yang senantiasa mau memberikan dukungan dan saran dalam penyelesain Critical
Book Review ini . Kami juga sangat mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca.Kiranya apabila banyak kekurangan dan kesalahan dalam penggunakan
kata , kami dengan sepenuh hati meminta maaf sekaligus memohon kritik yang
membangun lebih lagi .

Semoga hasil review kami dapat bermanfaat dan berguna bagi para
pembaca sekalian dan juga kiranya apa yang kami sampaikan dalam hasil review
ini boleh memberi sedikit gambaran yang menarik tentang isi buku untuk para
pembaca sekalian

Medan , 25 September 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i

DAFTAR ISI....................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................1

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR...........................................................4


B. Tujuan Pembuatan Makalah CBR......................................................4
C. Manfaat Pembuatan Makalah CBR....................................................4
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................5

A. Identitas Buku ...................................................................................5


B. Resume Isi Buku................................................................................6
BAB II PENUTUP.........................................................................................18

A. Kesimpulan......................................................................................18
B. Saran................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................19

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR

Karena kurangnya pemahaman akan pemaparan isi buku bacaan , kita


menjadi kurang paham akan materi yang disampaikan dalam buku tersebut .
Adapun pembahasan dalam Critical Book Review ini adalah membandikan
pemaparan materi yang ada dalam buku wajib bahan ajar oleh Jurusan Akuntansi
Non-Dik Universitas Negeri Medan dengan buku refrensi umum yang banyak
digunakan sebagai sumber materi dilingkungan Pendidikan .

Perbandingan tersebut bertjuan untuk mengetahui kelebihan dan


kekurangan dari pada buku yang akan dibandingkan . Oleh karena itu , penulis
akan memamparkan kesimpulan materi yang dapat diambil dari buku tersebut
masing – masing

B. Tujuan Pembuatan Makalah CBR

Memahami materi dari dua sudut pandang pengarang yang berbeda , dan
dapat mengetahui kekurang serta kelebihan dari isi buku tersebut .

C. Manfaat Pembuatan Makalah CBR

Lebih mendalami materi yang dipelajari dalam jurusan . Sehingga dapat


meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dan bersangkutan dengan mata kuliah
yang dipelajari .

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Identitas Buku

a. Indetitas Buku 1

Nama Buku : Sistem Akuntansi

Penulis : Mulyadi

Penerbit : Salemba Empat

Tahun Terbit : 2016-cetakan kedua

ISBN : 978-979—061-619-6

b. Identitas Buku Pembanding :

Nama Buku : Sistem Informasi Akuntansi (Teori dan


Konsep Desain SIA)

Penulis : Dra. Indrayati, MSA., Ak., CA

Penerbit : Aditya Media Publishing

Tahun Terbit : 2015

ISBN : 978-602-323-035-8

5
B. Resume Isi Buku

a. buku utama

Pada bab XIII Sistem Akuntansi Penerimaan kas

A. Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai


1. Penerimaan Kas dari Over-the Counter Sale
Dalam penjualan tunai ini, pe,ebeli datang ke perusahaan dan
melakukan pemilihan barang atau prosuk yang akan dibeli dan
melakukan pembayaran ke kasir, dan kemudian menerima barang
yang dibeli. Dalam metode pembayaran ini perusahaan menerima
uang tunai , cek pribadi (personal check), atau pembayaran
pembayaran langsung dari pembeli dengn kartu kredit atau debit,
sebelum barang diserahkan pembeli.

2. Penerimaan kas dari Cash On Delivery (COD)


Metode ini adalah traksaksi penjualan yang melibatkan kantor pos,
perusahaan angkutan umum, atau angkutan sendiri dalam
penyerahan dan penerimaa kas dari hasil penjualan. COD
merupakan sara untuk , memperluas daerah pemasaran dan untuk
memberikan jaminan penyerahan bagi pembeli dan jaminan
penerimaan kas bagi perusahaan penjual.

3. Penerimaan Kas dari Credit Card Sale


 Merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana
penagihan bagi penjual, yang memberikan kemudahan baik bagi
pembeli maupun bagi penjual. Dalam metode ini pembeli datang ke
perusahaan,dan memilih barang yang ingin dibeli. Metode ini mirip
seperri metode penerimaan kas dari over the counter sale, hanya beda di
pembayarannya saja, yaitu mengguanakan Credit card.

6
B. Fungsi yang Terkait
1. Fungsi Penjualan
Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima order dari pembeli,
mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkan faktur tersebut
kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga barang ke
fungsi kas.

2. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggungjawab atas penerimaan kas dari pembeli.

3. Fungsi gudang
Fungsi ini bertanggungjawab untuk menyiapkan barang yang
dipesan oleh pemebeli serta menyerahkan barang barang tersebut
ke fungsi pengiriman.

4. Fungsi Pengiriman
Fungsi ini bertanggungjawab unyuk membungkus barang dan
menyerahkan barang yang telah dibayar harganya kepada pembeli.

5. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai pencatat transaksi penjualan
dan penerimaan kas dan pembuat laporan penjualan.

C. Informasi yang Diperlukan Oleh manajemen


Ifromasi yang umumnya digunakan oelh manajemen dari penerimaan
kas dari penjualan tunai adalah :
1. jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau
kelompok produk selama jangka waktu tertentu.
2. Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai
3. Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka tertentu
4. Nama dan alamat pembeli harus lengkap.
5. Kuantitas produk dijual

7
6. Nama wiraniaga yang melakukan penjualan
7. Otoritas pejabat yang berwenang.

D. Dokumen yang Digunakan


1. Faktur Penjualan Tunai
Faktur ini digunakan untuk merekan data menegani nama
pemebeli dan alamat pembeli, tanggal transaksi, kode
keamanan barang dan kuantitas, harga satuan, jumlah barang,
nama dan kode wiraniaga, otoritas terjadinya berbagai tahap
transaksi.

2. Pita Registrasi kas


Pita ini merupakan bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oelh
fungsi kas dan merupakan dokumen pendukung faktur
penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan.

3. Credit Card Sale Slip


Dokumen ini berfungsi sebagai alat untuk menagih uang tunai
dari bank yang mengeluarkan kartu kredit , untuk transaksi
penjualan yang telah dilakukan kepada pemegang kartu kredit.

4. Bill of loading
Dokumen ini merupakan bukti penyeahan barang dari
perusahaan penjualan kepada perusahaan angkutan umum.

5. Faktur penjualan COD


Dokumen ini digunakan untuk mrekam penjualan COD yang
diserahkan kepada pelanggan melalui bagian angkutan
perusahaan, kantor pos dan perusahaan angkutan umum.

8
6. Bukti Setor Bank
Dokumen ini dibuat oleh fungsi kas ke bank, bukti setor dibuat
3 lembar an diserahkan oleh fungsi kas ke bannk, bersamaan
dengan penyetoran kas dsari hasil penjualan tunai ke bank.

7. Rekap Beban Pokok Penjualan


Dokumen ini digunakan oleh fungsi akuntansi sebagai
dokumen pendukung bagi pembuatan bukti memorial untuk
mencatat harga pokok produk yanhg dijual.

Pada bab XIII Sistem Akuntansi Penerimaan Kas

A. Sistem Penerimaan Kas dari Piutang


Untuk menjamin penerimaan kas oleh perusahaan, sistemn penerimaan
kas dari piutang mengharuskan :
1. Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau dengan
cara pemindah bukuan melalui rekening bank (giro
bilyet). Jika perusahaan hanya menerima kas dalam
bentuk cek dari debitur, yang ceknya atas nama
perusahaan (bukan atas unjuk), akan menjamin kas yang
diterima oleh perusahaan masuk ke rekening giro bank
perusahaan. Pemindahbukuan juga akan memberikan
jaminan penerimaan kas masuk ke rekening giro bank
perusahaan.

2. Kas yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus


segera disetor ke bank dalam jumlah penuh.

B. Fungsi yang Terkait


1. Fungsi Sekretariat
Fungsi ini bertugas membuat daftar surat pemberitahuan atas
dasar surat pemberitahuan yang diterima bersama cek dari para
debitur.

9
2. Fungsi Penagihan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan penagihan
kepada para debitur perusahaan berdasarkan daftar piutang
yang ditagih dan dibuat oleh fungsi akuntansi

3. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggungjawab untuk menyetorkan kas yang
diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank dalam
jumlah penuh.

4. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan penerimaan kas
dari piutang ke dalam jurnal penerimaan kas dan berkurangnya
piutang ke dalam kartu piutang.

5. Fungsi Pemeriksa Intern


Fungsi ini bertanggungjawab dalam melaksanakan perhitungan
kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik.

C. Dokumen yang Digunakan


1. Surat Pemberitahuan
Dokumen ini dibuat oelh debitur untuk memberitahukan
pembayaran yang telah dilakukannya. Surat pemberitahuan
biasanya berupa tembusan bukti kas keluar yang dibuat oleh
debitur, yang diserahkan dengan cek yang dikirimkan oleh
debitur melalui penagih perusahaan atau pos.

2. Daftar Surat Pemberitahuan


Dokumen ini merupakan rekapitulasi penerimaan penerimaan
kas yang dibuat oleh fungsi sekretariat atau fungsi penagihan.

3. Bukti Setor Bank

10
Dokumen ini dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran
kas yang diterima dari piutang bank, bukti setor dibuat tiga
lembar dan diserahkan oleh fungsi kas ke bank, bersamaan
dengan penyetoran kas dari piutang ke bank.

4. Kuitansi
Dokumen ini sebagai tanda penerimaan kas ini dibuat dalam
sistem perbankan yang tidak mengembalikan cancelled check
kepada check issuer.

b. buku pembanding

Pada bab VII Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai

A. PROSEDUR PENERIMAAN KAS

Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai meliputi 3 prosedur yaitu:

1. Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales Dalam prosedur
ini pembeli datang ke perusahaan melakukan pemilihan barang atau
produk yang akan di beli, melakukan pembayaran ke kasir dan
kemudian menerima barang yang dibeli.

2. Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sales)


Dalam prosedur ini transaksi pembelian melibatkan kantor pos,
perusahaan angkutan umum, atau angkutan sendiri dalam
penyerahan dan penerimaan kas dari hasil penjualan.

3. Prosedur penerimaan kas dari credit card. Kartu kredit dapat berupa
kartu kredit bank, kartu kredit perusahaan dan kartu kredit bepergian
dan hiburan.

11
B. BAGIAN YANG TERKAIT

Bagian yang terlibat dalam prosedur penerimaan uang dari pelunasan piutang
adalah: a. Bagian surat masuk b. Bagian kasir c. Bagian pemeriksa intern
Fungsi bagian surat masuk adalah: Menerima surat masuk bagi perusahaan,
untuk pelunasan piutang dibuatkan daftar penerimaan uang harian,
mengumpulkan cek dan remittance advice. Daftar penerimaan uang harian
satu lembar dan cek diserahkan ke kasir, satu lembar dan remittance advice
diserahkan ke bag. Piutang

Fungsi bagian kasir adalah: Menerima uang dari bag. Surat masuk,
pembayaran langsung atau dari salesman. Membuat bukti setor ke bank dan
menyetorkan semua uang yang diterimanya. Satu lembar bukti setor dari bank
dikirimkan ke bag. Akuntansi. Bag. Akuntansi mencocokkannya dengan
daftar penerimaan uang dari kasir. Kasir membuat bukti kas masuk yang
diberi nomor urut tercetak untuk pengawasan intern. Fungsi bag. Pemeriksa
intern adalah: Melakukan pemeriksaan intern terjadinya transaksi penerimaan
uang, pencatatan dan penyimpanan uang.

C. FORMULIR YANG DIGUNAKAN

Formulir yang digunakan dalam prosedur penerimaan uang adalah:

1. Dokumen (bukti) asli pendukung tiap penerimaan uang.

a. Pemberitahuan tentang pelunasan dari langganan (remittance advice) atau


amplopnya.

b. Bukti penerimaan uang yang diberi nomor urut tercetak yang dibuat oleh
kasir untuk penerimaan uang langsung.

c. Pita daftar penjualan tunai.

d. Pemberitahuan tentang pelunasan, daftar penjualan salesmen.

e. Pemberitahuan dari bank tentang pinjaman, penagihan oleh bank.

2. Data harian yang menunjukkan kumpulan atau ringkasan penerimaan kas.

a. Bukti setor ke bank.

12
b. Daftar penerimaan kas harian yang dibuat oleh bagian kasir dan surat
masuk.

c. Ringkasan cash register.

d. Proof tape. 3. Buku jurnal.

a. Jurnal penerimaan uang.

b. Kombinasi proof sheet dengan jurnal penerimaan uang.

4. Buku pembantu piutang dan buku besar. Sistem penerimaan kas dari
pelunasan piutang dapat dilakukan dengan cara:

1. Ditagih oleh perusahaan

2. Melalui pos

3. Lock-box collection plan

Dalam sistem penerimaan kas dengan lock-box collection plan ini, perusahaan
membuka pos office box (PO Box) di kota yang jumlah debiturnya banyak.
Perusahaan membuka rekening giro di bank yang terletak di kota yang sama
dengan PO Box tersebut. Bank diberi wewenang untuk membuka PO Box
perusahaan. Para debitur diminta untuk melakukan pembayaran utang mereka
dengan cara mengirimkan cek ke PO Box perusahaan yang terletak di kota
terdekat. Setiap hari bank membuka PO Box perusahaan dan membuat daftar
surat pemberitahuan dan mengurus cek clearing cek-cek yang diterima dalam
PO Box tersebut. Daftar surat pemberitahuan dikirim ke bagian sekretariat
perusahaan. Penerimaan cek dikreditkan oleh bank ke dalam rekening giro
perusahaan. 66 mengurus cek clearing cek-cek yang diterima dalam PO Box
tersebut. Daftar surat pemberitahuan dikirim ke bagian sekretariat perusahaan.
Penerimaan cek dikreditkan oleh bank ke dalam rekening giro perusahaan.

D. PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSEDUR


PENERIMAAN KAS.

1. Menetapkan tanggung jawab pengelolaan dan pengawasan fisik.

2. Semua surat masuk harus dibuka dengan pengawasan yang cukup.

13
3. Harus segera dibuat catatan oleh yang membuka surat tentang cek atau uang
yang diterima, dari siapa, jumlahnya dan untuk tujuan apa.

4. Semua penjualan tunai harus dibuatkan nota penjualan yang sudah diberi
nomor urut atau dicatat dalam mesin cash register.

5. Daftar penerimaan uang harus dicocokkan dengan jumlah penerimaan uang.


6. Tembusan nota penjualan tunai harus dikirimkan ke kasir dan bagian
pengiriman.

7. Bukti setor ke bank setiap dicocokkan dengan daftar penerimaan uang


harian dan catatan dalam jurnal penerimaan uang.

8. Kasir tidak boleh merangkap mengerjakan buku pembantu utang dan


piutang dan sebaliknya.

9. Semua penerimaan uang harus disetorkan paa hari itu juga atau pada awal
kerja hari berikutnya.

10. Rekonsiliasi laporan bank harus dilakukan oleh orang yang tidak
berwenang menerima uang maupun yang menulis cek.

11. Kunci kas register harus dipegang oleh orang yang tidak mengelola kas.
12. Diadakan rotasi pegawai agar tidak timbul kerja sama untuk berbuat
kecurangan.

13. Kasir sebaiknya menyerahkan uang jaminan

Pada bab VIII menjelaskan tentang Sistem Penerimaan Kas dari Piutang

A. PROSEDUR PIUTANG

Prosedur Piutang adalah prosedur untuk mencatat timbulnya piutang yang


dimulai dengan diterimanya tembusan faktur penjualan sampai dengan dibuatnya
surat pernyataan piutang dan daftar analisa umur piutang.

B. FUNGSI BAGIAN PIUTANG

14
a. Membuat catatan piutang yang dapat menunjukkan jumlah-jumlah piutang
kepada tiap-tiap langganan.

b. Menyiapkan dan mengirimkan surat pernyataan piutang.

c. Membuat daftar analisa umur piutang setiap periode.

C. SURAT PERNYATAAN PIUTANG (STATEMENT)

Surat pernyataan piutang adalah surat pernyataan dari langganan tentang jumlah
saldo piutangnya kepada perusahaan. Bentuk-bentuk surat pernyataan piutang
adalah: 1. Surat pernyataan saldo akhir bulan (balance-end-of-month-statement)

2. Surat pernyataan satuan (unit statement)

3. Surat pernyataan faktur yang belum dilunasi (open item statement)

4. Surat pernyataan saldo berjalan dengan rekening konvensional (running


balance statement with conventional account)

SURAT PERNYATAAN SALDO AKHIR BULAN

Surat pernyataan bentuk ini berisi saldo piutang langganan pada tanggal akhir
bulan saja yang harus dikirimkan kepada pelanggan.

SURAT PERNYATAAN SATUAN

Surat pernyataan bentuk ini berisi saldo kewajiban debitur pada awal bulan,
mutasi debet dan kredit selama sebulan, saldo kewajiban debitur pada akhir bulan.

SURAT PERNYATAAN FAKTUR YANG BELUM DIBAYAR

Surat pernyataan bentuk ini berisi daftar faktur-faktur yang belum dilunasi oleh
debitur pada tanggal tertentu disertai dengan tanggal faktur dan jumlah rupiahnya.

SURAT PERNYATAAN SALDO BERJALAN DENGAN REKENING


KONVENSIONAL

Surat pernyataan bentuk ini berisi keterangan yang sama dengan surat pernyataan
satuan, hanya saja informasi mutasi dapat terdiri dari beberapa bulan.

15
D. METODE UNTUK MENCATAT PIUTANG

Ada 3 metode untuk mencatat piutang yaitu

: 1. Metode tangan

2. Metode posting langsung

3. Metode tanpa buku pembantu (ledgerless bookkeeping)

1. Metode Tangan Untuk mencatat piutang dilakukan dengan prosedur sebagai


berikut:

a. Setiap hari diterima faktur dari bagian billing, faktur dicatat dalam jurnal
penjualan urut nomor, kemudian disimpan urut nomor.

b. Setiap hari jurnal penjualan diposting ke buku pembantu piutang.

c. Penerimaan uang setiap hari dicatat dalam jurnal penerimaan uang, kemudian
diposting ke buku pembantu piutang.

d. Posting ke buku besar piutang dilakukan dari jurnal penjualan dan jurnal
penerimaan uang.

e. Setiap akhir bulan dibuat daftar saldo pembantu piutang dan dicocokkan dengan
buku besar piutang.

f. Jika diinginkan surat pernyataan piutang maka dibuat pernyataan saldo akhir
bulan.

2. Metode Posting Langsung Adalah posting ke buku piutang dan buku pembantu
piutang yang langsung dibuatkan surat pernyataan piutang dalam bentuk surat
pernyataan tunggal atau bentuk saldo berjalan dengan rekening konvensional.
Posting langsung dapat dilakukan setiap hari atau setiap periode. Posting yang
dilakukan setiap periode dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

Posting ditunda dan cycle billing. Posting ditunda adalah cara posting dimana
faktur yang diterima dari bagian billing dikumpulkan selama beberapa hari,

16
disimpan kemudian diposting. Cycle billing adalah posting setiap langganan
dilakukan sekali setiap bulan, tujuannya adalah untuk meratakan pekerjaan
posting sepanjang bulan. Berikut gambar posting langsung dari piutang. Harian,
ditunda, cycle billing 75 Posting ditunda dan cycle billing. Posting ditunda adalah
cara posting dimana faktur yang diterima dari bagian billing dikumpulkan selama
beberapa hari, disimpan kemudian diposting. Cycle billing adalah posting setiap
langganan dilakukan sekali setiap bulan, tujuannya adalah untuk meratakan
pekerjaan posting sepanjang bulan. Berikut gambar posting langsung dari piutang

3. Metode Tanpa buku Pembantu Adalah posting ke buku besar piutang dan surat
pernyataan piutang tanpa menggunakan buku pembantu. Prosedurnya adalah
sebagai berikut:

a. Faktur diterima dari bagian billing urut nomor.

b. Faktur dipisahkan sesuai nama langganan dan disimpan dalam map faktur yang
belum dibayar.

c. Waktu ada pelunasan, pisah-pisahkan pemberitahuan tentang pelunasan


(remittance advice) menurut abjad kemudian mengambil faktur yang sesuai dari
mapnya, faktur dicap lunas dan diberi tanggal. Membuat daftar faktur yang
dibayar.

d. Membuat bukti setor (deposit slip) dari cek. Mencatat jumlah penerimaan ke
rekening kontrol piutang.

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kas adalah kekayaan perusahaan/perseorangan yang berbentuk uangtunai
kertas maupun logam. Adapun sistem akuntansi penerimaan kas adalah
rangkaian aktivitas kas baik kas masuk dan kas keluar/beban yang terus
terjadisecara berulang-ulang.
Ada 3 jenis sistem penerimaan kas, antara lain
(1)sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai,
(2) sistem akuntansi penerimaan kas dari piutang
(3) penerimaan kas lain-lain.
Sebagian besar penerimaan kas berasal dari penjualan tunai dan penerimaan
pembayaran dari debitur. Akan tetapi, terdapat sejumlah penerimaan kas yang
berasal dari sumber lain, antara lain
(1) penerimaan kasyang timbul karena perusahaan meminjam uang dari bank,
(2) hasil penjualan aset yang sudah tidak digunakan

B. Saran
Dapat memperkaya lagi bahan dan materi ulasan yang digunakan dan dapat
memperluas lagi wawasan serta ilmu pengetahuan tentang Sistem Infornasi
Akuntansi dengan efisien dan melahirkan pencapaian yang sangat baik

18
DAFTAR PUSTAKA

Indrayati, 2015. Sistem Informasi Akuntansi (Teori dan Konsep Desain


SIA).Malang: Aditya Media Publishing.

Mulyadi, 2016. Sistem Akuntansi. Jakarta Selatan: Salemba Empat.

19