Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

FINANCIAL ANALYSIS PROJECT

OLEH:
A.Fadhel irawan (170301274)
Anita saputri (170301261)
Beni nur saputra (170301)
Hasby ash shiddieqi(170301)

DOSEN PEMBIMBING:
Zul Azmi

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
PEKANBARU
2020
LEMBAR ABSTRAK
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta
unsure-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan
perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai
perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin
mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko dan tingkat kesehatan suatu perusahaan.
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin
mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko dan tingkat kesehatan suatu perusahaan.
Analisis semacam ini mengharuskan seorang analis untuk melakukan beberapa hal :
1) Menentukan dengan jelas tujuan analisis
2) Memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasari laporan keuangan dan
rasio-rasio keuangan yang diturunkan dari laporan keuangan tersebut
3) Memahami kondisi perekonomian dan kondisi bisnis lain pada umumnya yang berkaitan
dengan perusahaan dan mempengaruhi usaha perusahaan.

Sebelum melakukan analisis seorang analis harus memahami ketiga langkah diatas,baru
kemudian melakukan analisis dengan menggunakan alat-alat analisis seperti rasio-rasio
keuangan atau rasio-rasio lainnya.
Dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan tersebut diperlukan beberapa tolak
ukur. Analisis yang biasa dipakai adalah rasio atau indeks yang merupakan perbandingan di
antara data-data keuangan. Analisis rasio keuangan merupakan alat utama yang dapat
digunakan dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan.
Melalui analisis rasio dapat dihasilkan pengukuran dalam bentuk rasio atau relatif dan
bukan dalam angka yang absolut. Dengan demikian dapat mempermudah dalam melihat
perubahanperubahan yang terjadi, apakah menunjukkan arah yang tetap, meningkat atau
bahkan menurun. Faktor-faktor yang paling utama untuk mendapatkan perhatian analisis
adalah tingkat likuiditas, profitabilitas atau rentabilitas, solvabilitas dan aktivitas. Likuiditas
dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya
yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya pada saat ditagih. Profitabilitas dapat menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Solvabilitas dapat menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan
tersebut dilikuidasikan, baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang.
Aktivitas dapat mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber
dayanya.
BAB II
PENGUMPULAN DATA ANALISIS
Perusahaan yang akan di analisis laporan keunengannya adalah PT. Ace Hardware
Indonesia Tbk yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dan laporan keuangan yang
akan dianalisis yaitu laporan keuangan tahun 2014 sampai dengan laporan keuangan tahun
2018. Berikut ini data posisi laporan keuangan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk :
PT. ACE HARDWARE Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tahun 2014-2018

Neraca Saldo 2014 2015 2016 2017 2018


Kas 391,452,438,398 610,472,765,895 697,184,156,097 902,227,973,886 777,964,253,123
Piutang usaha 14,009,204,170 10,825,878,03 22,560,019,150 42,700,492,063 25,001,673,673
Persediaan 1,295,681,754,349 1,476,240,797,274 1,532,892,991,182 1,849,188,643,329 2,412,152,585,971
Aset lancar 2,171,084,574,212 2,391,880,403,506 2,732,616,791,801 3,358,272,302,312 3,909,159,011,820
Total Aset tetap 776,264,087,012 854,736,879,431 1,002,799,016,180 1,186,373,112,258 1,253,347,361,507
Total asset 2,947,348,661,224 3,246,617,282,937 3,735,415,807,981 4,428,840,550,479 5,162,506,373,327
Utang usaha 66,505,191,358 78,667,585,157 86,129,438,709 125,212,823,036 81,103,920,441
Kewajiban lancer 426,629,831,904 355,801,541,165 345,943,500,396 478,208,556,747 472,419,875,072
Utang jangka 555,555,550 4,943,549,775 6,394,354,423 20,628,247,942 15,943,611,783
panjang
Total utang jangka 158,570,583,950 212,341,635,775 274,027,652,423 440,210,145,942 417,498,511,783
panjang
Total kewajiban 585,200,415,854 638,724,157,543 619,971,152,819 855,578,706,881 1,085,709,809,612
Total ekuitas 2,362,148,245,370 2,678,474,105,997 3,115,444,655,162 3,510,421,847,790 4,272,587,986,472
Total kewajiban 2,947,348,661,224 3,246,617,282,937 3,735,415,807,981 4,428,840,550,479 5,162,506,373,327
dan equitas

Laporan Laba 2014 2015 2016 2017 2018


Rugi
Penjualan 4,492,197,911,790 4,562,423,822,199 4,757,502,449,453 1,282,633,573,926 1,504,707,357,452
Penjualan bersih 4,541,473,969,017 4,582,690,272,670 4,777,847,415,658 1,294,873,352,973 1,517,189,538,054
Beban pokok 2,347,889,539,199 2,411,547,537,730 2,509,580,577,513 676,517,256,065 795,857,328,863
penjualan
Beban operasional (1,542,837,709,287) (1,486,095,580,526) (1,528,209,824,313) 434,999,624,994) (491,174,935,962)
Laba bersih 548,892,765,278 593,501,635,594 720,107,994,605 153,208,287,952 207,765,479,308
(EAT)
EBIT 681,878,411,656 746,168,238,002 863,127,561,485 959,980,347,383 258,387,310,244
Laporan arus 2014 2015 2016 2017 2018
kas
Dividen (170,887,500,000) (272,647,888,000) (262,862,462,940) - -
Harga saham 10 10 10 10 10
Lembar Saham 171,500,000,000 171,500,000,000 171,500,000,000 171,500,000,000 171,500,000,000
BAB III
BUSINESS CONTEXT PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
1. Lingkungan ekonomi perusahaan
PT ACE Hardware Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan ritel yang
bergerak dalam bidang perlengkapan rumah dan produk gaya hidup. PT Ace
Hardware Indonesia Tbk merupakan pemegang lisensi/master franchise merek Ace
Hardware di Indonesia yang ditunjuk oleh Ace Hardware Corporation Amerika
Serikat. Pada akhir 2016, perusahaan ini mengelola jaringan dari 129 toko ritel di 34
kota besar di Indonesia. Dengan total area lantai toko yang lebih luas dari 336.000
meter persegi. Toko Ace Hardware Indonesia pertama dibuka di Supermal Karawaci,
tangerang,pada tahun 1995, diikuti rentetan toko lain diberbagai wilayah secara
cepat.
Saat ini Ace adalah pionir dan pusat perlengkapan rumah dan gaya hidup
terlengkap, dengan 99 toko di beraneka pusat keramaian pada kota-kota besar di
Indonesia. Toko Ace terbesar, yang sekaligus paling besar didunia, terletak di Alam
Sutera, Serpong – Tangerang. Ace Alam Sutera adalah Flagship dari Toko Ace di
negeri ini, yang memiliki luas 15.000 meter persegi, dan menyediakan lebih dari
75.000 tipe produk berkualitas dalam kategori lengkap .
ACE Hardware telah membukukan perkembangan yang solid dalam beberapa
tahun terakhir karena bisnis ritel Indonesia terus berkembang berkat fundamen
makroekonomi yang cukup kuat: Indonesia memiliki populasi yang besar dengan
daya beli yang terus meningkat tinggi. Salah satu karakteristik perekonomian
Indonesia adalah konsumsi rumah tangga merupakan pendorong utama pertumbuhan
ekononomi, mencakup sekitar 55% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Hal penting lainnya untuk ACE Hardware adalah pertumbuhan ini juga memberikan
dorongan pada sektor properti dan real estate yang sedang meningkat pesat, dan
karenanya pembeli membutuhkan lebih banyak peralatan rumah tangga.

2. Infrastruktur Keuangan
 Standar Akuntansi
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)
yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntansi
Indonesia (DSAK – IAI), serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (OJK/Bapepam – LK) No. VIII.G.7 tentang “pedoman Penyajian Laporan
Keuangan”, Keputusan Ketua Bapepam – LK No. KEP-347/BL/2012 tentang
penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan public.
 Laporan auditan
Laporan audit independen :
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT. Ace Hardware
Indonesia Tbk dan entitas anaknya terampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal 31 Desember 2014 serta laporan laba rugi kompherensif,
laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan
informasi penjelasan lainnya.
Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan konsolidasian
Manajemen bertaanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wjar laporan
keuangan konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,
dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk
memungkinan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan
penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Tanggung jawab auditor
Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan
keuangan konsolidasian ini berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntansi Publik Indonesia.
Standar tersebut mengahruskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta
merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai
tentang apakah laporan keuangan konsolidasian bebas dari kesalahan penyajian
material.
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit
tentang angka-angka dan pengungkapan adalam laporan keuangan konsolidasian.
Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas
risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko
tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan
penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian entitas untuk
merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk
tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu
audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang
digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta
pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk
menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Opini
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan
secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT. Ace
Hardware Indonesia Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2014, serta kinerja
keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Hal lain
Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas
laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, informasi tambahan dalam
lampiran I-V mengenai laporan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk (entitas induk),
disajikan untuk tujuan analisis dan bukan merupakan bagian yang diharuskan dari
laporan keuangan konsolidasian. Informasi tambahan tersebut telah menjadi objek
prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian
terlampir dan menurut opini kami, informasi tersebut disajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, berkaitan dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir
secara keseluruhan.

 Rating agencies
 Penghargaan
ACE kembali meraih penghargaan di ajang Service Quality Award 2019 untuk
kategori Modern Home Builder - Conventional. Penghargaan ini diberikan
kepada perusahaan yang berhasil mencapai tingkat kepuasan pelanggan
tertinggi berdasarkan Customer Perception Survey SQIndex 2019. Ini
merupakan penghargaan kesembilan yang diperoleh ACE sejak tahun 2008.
ACE kembali mendapatkan penghargaan Investor Award 100 Best Listed
Company sebagai Emiten Terbaik 2019 Sektor Perdagangan & Jasa dari
Majalah Investor. Penghargaan ini diberikan kepada emiten yang memiliki
performa gemilang sepanjang tahun 2018, dengan mengacu pada kriteria
return, likuiditas dan volatilitas saham selama satu tahun, pertumbuhan
penjualan selama tiga tahun, net operating margin, return on equity (ROE),
asset turn over (ATO), dan pertumbuhan laba operasi tiga tahun. Ini
merupakan ketiga kalinya ACE mendapatkan penghargaan serupa.

3. Aspek legal dan peraturan yang berlaku


Hal-hal lain yang berkaitan dengan Prinsip dan Rekomendasi Tata Kelola Emiten
lainnya: No.7.1. Perseroan memiliki kebijakan untuk mencegah terjadinya insider
trading. Hal ini sudah disebutkan di dalam kode etik perusahaan mengenai
“Kerahasiaan Informasi – Insider Trading” yang telah diunggah dalam situs
Perseroan.
No.7.2. Perseroan memiliki kebijakan anti korupsi dan anti fraud. Hal ini telah
disebutkan dalam kode etik perusahaan mengenai “Pemberian dan Penerimaan
Hadiah – Larangan pemberian hadiah, suap dan sejenisnya, serta Larangan menerima
pungutan” yang telah diunggah dalam situs Perseroan.
No. 7.3. Perseroan memiliki kebijakan tentang seleksi dan peningkatan kemampuan
pemasok atau vendor. Perseroan, dalam hal ini bagian Pembelian/Buyer secara
berkala melakukan kunjungan ke berbagai trade fair dan fasilitas produksi pemasok di
luar negeri sebagai bagian dari proses seleksi.
No. 7.4. Perseroan memiliki kebijakan tentang pemenuhan hak-hak kreditur. Dalam
rangka melindungi Perseroan dari luktuasi mata uang, kebijakan yang dianut adalah
dengan melakukan pembayaran dimuka kepada para pemasok, terutama pemasok dari
luar negeri. Dengan demikian pemenuhan hak kreditur lebih terlindungi.
No. 7.6. Perseroan memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang kepada
Direksi dan karyawan.
No. 8.1. Selain situs web, Perseroan telah memiliki mobile app, yang akan
memudahkan pelanggan untuk mengakses informasi tentang lokasi dan kegiatan
promosi yang sedang berlangsung. Selain itu, Perseroan juga aktif dalam penggunaan
media sosial dalam upaya mendekatkan diri kepada pelanggan.
No. 8.2. Perseroan telah mengungkapkan manfaat akhir dalam kepemilikan saham
dalam bagan struktur organisasi. Saat ini Perseroan tidak memiliki pemegang saham
dengan 5% kepemilikan atau lebih, selain yang telah diungkapkan dalam bagan
tersebut.
BAB IV
EVALUASI CORPORATE GOVERNANCE
Sebagai perusahaan publik, AHI didorong untuk selalu menunjukkan keteladanan
dalam setiap tindakan kepada pemangku kepentingan dan bertanggung jawab atas semua
aktivitas dan keputusan dalam pengelolaan Perseroan. Kami telah mengadopsi praktik Tata
Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) dengan pelaksanaan yang
konsisten. Sejak didirikan,Perseroan telah menjadikan GCG sebagai pedoman standar dalam
pengelolaan usaha berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, independensi, akuntabilitas,
tanggung jawab, dan kewajaran. Penerapan prinsip-prinsip GCG di lingkungan Perseroan
dapat dijabarkan sebagai berikut:
 Transparansi – Prinsip Transparansi telah diterapkan dalam pengambilan keputusan,
penyampaian informasi yang relevan dan material tentang Perseroan bagi kepentingan
seluruh pemangku kepentingan.
 Independensi – AHI dikelola secara profesional tanpa dipengaruhi oleh pihak
manapun dan/atau oleh konlik kepentingan apapun, yang tidak sesuai dengan aturan
dan prinsip-prinsip GCG.
 Akuntabilitas – Perseroan memiliki kemampuan untuk mengelola operasi secara
efektif karena kejelasan fungsi, kedudukan dan tanggung jawab para eksekutif
Perseroan, berdasarkan tujuan strategis Perseroan, pengawasan efektif Dewan
Komisaris, dan akuntabilitasnya terhadap Perseroan dan para pemegang saham.
 Tanggung Jawab – Dalam menjalankan Perseroan, manajemen AHI sepenuhnya
bertanggung jawab terhadap semua keputusan eksekutif maupun manajemen, dan
bertanggung jawab untuk menjaga kepatuhan terhadap peraturan dan prinsip-prinsip
operasional Perseroan yang baik.
 Kewajaran – Kebijakan Perseroan telah sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan
kesetaraan menurut hakhak para pemangku kepentingan yang timbul dari kesepakatan
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB V
ANALISIS KEUANGAN DAN DATA OPERASIONAL

a. Analisis Komparatif (perbandingan)


Analisis perbandingan (komparatif) adalah analisis yang menggunakan
metode horizontal dalam melakukan analisisnya dengan tujuan untuk memperoleh
gambaran tentang arah dan kecenderungan (tendensi) tentang perubahan yang
mungkin akan terjadi pada setiap elemen laporan keuangan di masa yang akan datang.
Informasi hasil analisis komparatif bermanfaat untuk memprediksi tentang
kemungkinan yang akan terjadi pada setiap elemen laporan keuangan di masa yang
akan datang.
Berikut merupakan ringkasan laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan
laba rugi PT. Ace Hardware Indonesia Tbk dengan melakukan analisis metode
perbandingan (komparatif)
Neraca Saldo 2014 2015 2016 2017 2018
Kas 391,452,438,398 610,472,765,895 697,184,156,097 902,227,973,886 777,964,253,123
Piutang usaha 14,009,204,170 10,825,878,03 22,560,019,150 42,700,492,063 25,001,673,673
Persediaan 1,295,681,754,349 1,476,240,797,274 1,532,892,991,182 1,849,188,643,329 2,412,152,585,971
Aset lancer 2,171,084,574,212 2,391,880,403,506 2,732,616,791,801 3,358,272,302,312 3,909,159,011,820
Total Aset tetap 776,264,087,012 854,736,879,431 1,002,799,016,180 1,186,373,112,258 1,253,347,361,507
Total asset 2,947,348,661,224 3,246,617,282,937 3,735,415,807,981 4,428,840,550,479 5,162,506,373,327
Utang usaha 66,505,191,358 78,667,585,157 86,129,438,709 125,212,823,036 81,103,920,441
Kewajiban lancer 426,629,831,904 355,801,541,165 345,943,500,396 478,208,556,747 472,419,875,072
Utang jangka 555,555,550 4,943,549,775 6,394,354,423 20,628,247,942 15,943,611,783
panjang
Total utang jangka 158,570,583,950 212,341,635,775 274,027,652,423 440,210,145,942 417,498,511,783
panjang
Total kewajiban 585,200,415,854 638,724,157,543 619,971,152,819 855,578,706,881 1,085,709,809,612
Total ekuitas 2,362,148,245,370 2,678,474,105,997 3,115,444,655,162 3,510,421,847,790 4,272,587,986,472
Total kewajiban 2,947,348,661,224 3,246,617,282,937 3,735,415,807,981 4,428,840,550,479 5,162,506,373,327
dan equitas

Laporan Laba 2014 2015 2016 2017 2018


Rugi
Penjualan 4,492,197,911,790 4,562,423,822,199 4,757,502,449,453 1,282,633,573,926 1,504,707,357,452
Penjualan bersih 4,541,473,969,017 4,582,690,272,670 4,777,847,415,658 1,294,873,352,973 1,517,189,538,054
Beban pokok 2,347,889,539,199 2,411,547,537,730 2,509,580,577,513 676,517,256,065 795,857,328,863
penjualan
Beban operasional (1,542,837,709,287) (1,486,095,580,526) (1,528,209,824,313) 434,999,624,994) (491,174,935,962)
Laba bersih 548,892,765,278 593,501,635,594 720,107,994,605 153,208,287,952 207,765,479,308
(EAT)
EBIT 681,878,411,656 746,168,238,002 863,127,561,485 959,980,347,383 258,387,310,244
Laporan arus 2014 2015 2016 2017 2018
kas
Dividen (170,887,500,000) (272,647,888,000) (262,862,462,940) - -
Harga saham 10 10 10 10 10
Lembar Saham 171,500,000,000 171,500,000,000 171,500,000,000 171,500,000,000 171,500,000,000

Dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi di atas dari tahun 2014
sampai tahun 2018 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
o Dari sisi neraca terjadi kenaikan akun kas dan setara kas setiap tahunnya, kenaikkan
itu disebabkan oleh adanya kenaikkan pada bagian penjualan PT. Ace Hardware
Indonesia Tbk. Hal itu mengindikasikan bahwa pada tahun 2014 sampai tahun 2018
perusahaan telah berhasil meningkatkan tingkat penjualan mereka. Kenaikan
penjualan ini juga turut memperbesar pajak mereka.
o Dari sisi neraca, terjadi kenaikan pada akun persediaan pada setiap tahunnya, ini
mengindikasikan perusahaan telah melakukan penambahan persediaan pada setiap
tahunnya yaitu mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018.
b. fcy