Anda di halaman 1dari 3

Nama : Meilani Sari Lawolo

Nim : 1203111025
Kelas : G PGSD 2020
Dosen Pengampu : Masta M Sembiring, S.Pd., M.Pd.

RINGKASAN LANDASAN AGAMA, FILSAFAT, SOSIOLOGI, HUKUM, DAN


LANDASAN MORAL

A. Landasan Agama
Agama (Religion) berasal dari kata Latin “religio”, berarti “tie-up”. Dalam bahasa Inggris,
Religion dapat diartikan “having engaged ‘God’ atau ‘The Sacred Power’. Secara umum di
Indonesia, Agama dipahami sebagai sistem kepercayaan, tingkah laku, nilai, pengalaman dan
yang terinstitusionalisasi, diorientasikan kepada masalah spiritual/ritual yang diterapkan
dalam sebuah komunitas dan diwariskan antar generasi dalam tradisi.

Pendidikan agama mempunyai dua aspek penting yaitu :


 Aspek pertama dari pendidikan agama, adalah ditujukan kepada jiwa atau pembentukan
kepribadian.
 Aspek kedua dari pendidikan agama, adalah ditujukan kepada pikiran atau pengajaran
agama itu sendiri.

Peran agama dalam kesehatan mental, antara lain :


1. Dengan agama dapat memberikan bimbingan dalam hidup
2. Aturan agama dapat menentramkan batin.
3. Ajaran agama sebagai penolong dalam kebahagiaan hidup
4. Ajaran agama sebagai pengendali moral
5. Agama dapat menjadi terapi jiwa
6. Agama sebagai pembinaan mental

B. Landasan Filsafat
Kata filsafat ( filsafat ) bersumber dari bahasa Yunani, philien berarti cinta dan sop hia berarti
jaman. Cinta berarti hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh -
sungguh. Kebijaksanaaan kebenaran kebenaran sejati atau kebenaran yang sebenarnya. Jadi
filosofi artinya hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati (Soetriono
dan Rita Hanafi, 2007: 20).

Pancasila sebagai Landasan Filsafat Sistem Pendidikan Nasional


Pasal 2 UU-RI No. 2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan Nasional berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Rincian selanjutnya tentang hal itu informasi
dalam penjelasan UU-RI No. 2 Tahun 1989, yang menyatakan bahwa pembangunan
nasioanal termasuk dibidang pendidikan adalah pengamalan pancasila, dan untuk itu
pendidikan nasional mengusahakan antara lain: “Pembentukan manusia Pancasila sebagai
manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri”.Sedangkan ketetapan
MPR-RI No.II / MPR / 1978 tentang Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila. Pula
bahwa pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia,
pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar Negara Republik Indonesia.

C. Landasan Sosiologis
Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte (1798-1857) pada tahun
1839, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan positif yang memepelajari masyarakat.
Sosiologi mempelajari berbagai tindakan sosial yang menjelma dalam realitas sosial.
Mengingat banyaknya realitas sosial, maka lahirlah berbagai cabang sosiologi seperti
sosiologi kebudayaan, sosiologi ekonomi, sosiologi agama, sosiologi pengetahuan, sosiologi
pendidikan, dan lain-lain.

Ciri-ciri sosiologis pendidikan :


 Empiris adalah ciri utama sosiologi sebagai ilmu, Sebab bersumber dan diciptakan dari
kenyataan yang terjadi di lapangan.
 Teoritis adalah peningkatan fase penciptaan yang menjadi salah satu bentuk budaya yang
bisa disimpan dalam waktu lama dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
 Komulatif adalah sebagai akibat dari penciptaan terus – menerus sebagai konsekuensi dari
terjadinya perubahan di masyarakat, yang membuat teori – teori itu akan berkomulasi
mengarah
 kepada teori yang lebih baik.
 Nonetis adalah karena teori ini menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta
individu – individu di dalamnya, tidak menilai apakah hal itu baik atau buruk.

Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber


dari norma kehidupan masyarakat:
1. Kekeluargaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat.
2. Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat.
3. Negara melindungi warga anegaranya
4. Selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban.

D. Landasan Hukum Pendidikan


Menurut Made Pidarta (2013:43) bahwa landasan hukum pendidikan dapat diartikan
peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-
kegiatan tertentu dalam hal ini kegiatan pendidikan. Tetapi tidak semua kegiatan pendidikan
dilandasi oleh aturan-aturan baku. Cukup banyak kegiatan pendidikan yang dilandasi oleh
aturan lain, seperti aturan cara mengajar, cara membuat persiapan

Landasan Hukum Pendidikan di Indonesia


Undang-undang dasar 1945.
Undang- Undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional.
Undang-Undang RI NO 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
Pendidikan Menurut Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2015.
E. Landasan Pendidikan Moral Manusia
Manusia dalam hal ini sebagai individu anggota masyarakat, kapabilitas dan kualitasnya
secara keseluruhan telah teruji melalui sikap, perilaku, serta kemampuan untuk mencari,
menciptakan dan menerapkan cara kerja terus dipertahankan hingga generasi ketiga setelah
kemerdekaan dan menjadi anak bangsa yang aktif menopang pembangunan dalam segala
lingkup dengan menempatkan diri dalam berpartisipasi, serta mendorong dan memberi arah
bagi terwujudnya sosok manusia seutuhnya yang beriman, beretika, berkualitas, potensial,
kreatif dan berprestasi serta mampu dan tak kenal menyerah dalam memberikan yang terbaik
dari dirinya, guna meningkatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan bangsa, baik
dalam skala daerah maupun skala nasional.

PENGAPLIKASIAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Landasan Agama
Dalam dunia pendidikan landasan agama sangat di terapakan. Hal itu dapat dilihat dimana
agama menjadi salah satu mata pelajaran yang penting di dunia pendidikan. Pendidikan
agama dalam pendidikan masa kini pun memeiliki peranan penting dalam pembinaan akhlak
siswa. Siswa diajarkan untuk berperilaku sesuai dengan syariat yang ada, serta menunjang
aspek moral yang nantinya akan dibawa ke dalam lingkungan masyarakat

Landasan Filsafat
Dengan berfilsafat di dalam dunia pendidikan, menjadikan para pengajar dan peserta didik
memiliki pemikiran yang lebih maju dan luas. Jadi berfikir filsafat dalam pendidikan adalah
berfikir mengakar/menuju akar atau intisari pendidikan. 

Landasan Sosiologi
Landasan Sosiologi mampu memberikan rekomendasi mengenai bagaimana
harapan dan tuntutan masyarakat mengenai isi dan proses pendidikan itu, atau bagaimana
sebaiknya pendidikan itu berlangsung menurut kacamata kepentingan masyarakat, baik pada
level nasional maupun lokal.

Landasan Hukum Pendidikan


Dalam dunia pendidikan Landasan Hukum Pendidikan tentunya diterapkan. Landasan hukum
pendidikan merupakan seperangkat peraturan dan perundang-undangan yang menjadi
panduan pokok dalam pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia.

Landasan Pendidikan Moral Manusia


Pendidikan moral bertujuan sangat mulia yaitu untuk membentuk anak negeri sebagai
individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan/tenggang rasa demi persatuan
menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah untuk kerakyatan serta keadilan hakiki.

Anda mungkin juga menyukai