Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KEBERSIHAN SEKOLAH

PADA SISWA KELAS 2 DI SD NURIZATI

Disusun Oleh

Ika Suhariningsih( 1819010038)


Indah Tania Sapitri(18190000056)
Wini Laturette (18190100084)
Anggi desiani(18190000095)
Nina Weliana Tanlain (18190100077)
Wa Ode Siti(18180000118)
Renal yuli setiawan(18190100043)
Sovia Nuraliah(18190100048)
Martha Lopulalan(18190000085)
Hendri Tri Azahari(18190100055)
Cornelia Dyna Lourenza(18190100041)
Febrina Tifany Fiona R(18190000076)
Srikurniati kaunar(1819000062)
Herus Susanto(18190000053)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
JAKARTA
2020
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

PENYULUHAN KEBERSIHAN SEKOLAH

PADA SISWA KELAS 2 DI SD NURIZATI

Topik : Kebersihan sekolah


Sasaran : Siswa Kelas 2 SD Nurizati
Tempat : Work From Home
Hari/Tanggal : Rabu, 24-11-2020
Waktu : 30 Menit

A. TOPIK
Kebersihan sekolah
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kagiatan Kebersihan lingkungan kelas diharapkan para siswa
mampu memelihara kebersihan sekolah.
2. Tujuan khusus
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kebersihan kelas para siswa dapat :
a. Mengetahui dan menjelaskan mengenai kebersihan di sekolah
b. Memahami dan menjelaskan manffat menjaga kebersihan sekolah.
c. Menyebutkan dampak kebersihan sekolah.
d. Mengetahui jenis alat alat kebersihan .
e. Membedakan jenis sampah organik dan non organik

C. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Kebersihan Lingkungan
2. Dampak Tidak menjaga kebersihan lingkungan
3. Manfaat menjaga kebersihan di lingkungan kelas
4. Memperkenalkan alat-alat kebersihan
5. Memperkenalkan jenis tempat sampah
6. Membedakan jenis sampah organik dan non organik
D. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi /Tanya Jawab
E. MEDIA
1. Laptop
2. PPT
3. Handphone
4. Aplikasi Zoom

F. STRATEGI PELAKSANAAN
NO WAKTU KEGIATAN RESPON
1 05 Menit Pembukaan
 Memberi salam Menjawab salam
 Apserpsi
 Menjelaskan tujuan Mengerti tujuan

 Kontrak waktu Menyetujui kontrak


2 15 Menit Pelaksanaan
 Menjelaskan Apa itu kebersihan Mendengarakan
lingkungan disekolah
 Menjelaskan Dampak tidak menjaga Memperhatikan
kebersihan lingkungan sekolah
 Menjelaskan manfaat menjaga kebersihan
lingkungan
 Pengenalan alat kebersihan
 Pengenalan jenis tempat sampah
 Pengenalan sampah organik dan non
organik

3 05 Menit Tanya jawab mengenai materi yang telah Aktif bertanya


disampaikan
4 05 Menit Terminasi
 Menyimpulkan bersama-sama  Mendengarkan
 Evaluasi materi yang telah disampaikan  Aktif menjawab
 Mengucap salam  Menjawab salam
G. Pengorganisasian Tempat

Keterangan:
: moderator
: pembicara/penyuluh
: fasilitator
: observer
: peserta

H. Pengorganisasian Tugas
1. Penanggung Jawab (Renal Yuli Setiawan, S.Kep):
Uraian tugas:
a. Bertanggung jawab mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dari
seluruh kegiatan dalam pertemuan kedua.
b. Mengkoordinir anggota kelompok dan menjelaskan tugas dan peran masing-
masing anggota.
c. Memimpin pertemuan pendahuluan (technical meeting) untuk mempersiapkan
pelaksanaan kegiatan.
2. Moderator (Cornelia Dyna Lourenza, S.Kep):
Uraian tugas:
a. Membuat susunan acara.
b. Membuka dan menutup acara.
c. Bertanggung jawab sebagai time keeper.
d. Memandu jalannya diskusi dan tanya jawab.
e. Menyimpulkan hasil diskusi.
f. Menetapkan rencana tindak lanjut/kegiatan selanjutnya.
3. Penyampai materi (Ika Suhariningsih, S.Kep):
Uraian tugas :
Menyampaikan materi penyuluhan Kebersihan Lingkungan kelas
4. Fasilitator (Anggi Desiani,Wa Ode Siti Rahmatia,Sovia Nuraliah):
Uraian tugas :
a. Memotivasi peserta untuk mengikuti penyuluhan
b. Memfokuskan peserta penyuluhan ketika dilakukan penyampaian materi
c. Memfasilitasi peserta penyuluhan ketika dilakukan demonstrasi
5. Observer (Febrina Tifani, S.Kep,Herus Susanto,S.Kep,SriKurnianti
Kaunar,S.Kep)
a. Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal kegiatan sampai akhir
b. Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan
6. Pendokumentasian (Hendri Tri Azari,S.kep,Indah Tania Sapitri,S.kep):
Uraian tugas:
a. Bertanggung jawab dalam pendokumentasian (kamera
Laptop/HP) selama acara berlangsung.
b. Bertanggung jawab dalam publikasi hasil acara.
c. Menghubungi pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan
kegiatan.
7. Perlengkapan (Nina Weliana Tanlain,S.kep,Winny laturette,S.Kep,Martha
Lopulalan,S.Kep):
Uraian tugas:
a. Bertanggung jawab pada ketersediaan alat dan media
yang digunakan selama acara berlangsung.
b. Mampu menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan ketersediaan alat dan media yang digunakan.
c. Memastikan semua alat dan media siap digunakan
dalam proses diskusi dan berfungsi dengan baik.
I. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi struktur
1) Mahasiswa :
a) Satuan acara pembelajaran telah dibuat, dikonsulkan, dan
mendapat persetujuan pembimbing
b) Materi telah disiapkan, dikonsulkan dan mendapat persetujuan
pembimbing
c) Mahasiswa telah mempelajari dan menguasai materi
d) Mahasiswa telah memberitahukan/menyebarkan informasi tentang
penyuluhan melalui kepala sekolah maupun guru-guru di sekolah.
2) Sasaran : Siswa Kelas 2 di SD Nurizati
3) Perlengkapan:
a) Kegiatan telah mendapat izin 1 minggu sebelum kegiatan dimulai
b) Alat dan media yang diperlukan telah disiapkan 1 hari sebelum kegiatan
b. Evaluasi proses
1) Mahasiswa
a) Mahasiswa hadir 30 menit sebelum kegiatan dimulai
b) Fasilitator bergabung dengan peserta dan memfokuskan peserta
pada materi yang disampaikan
c) Mahasiswa (penyuluhan) menyampaikan dan mendemonstrasikan
materi dengan baik dan dapat dimengerti oleh peserta
d) Mahasiswa memberikan reinforcement positif kepada peserta
penyuluhan
e) Waktu pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
2) Sasaran
a) Peserta penyuluhan hadir tepat waktu
b) Peserta penyuluhan mendengarkan dengan aktif saat materi penyuluhan di
sampaikan
c) Peserta penyuluhan aktif bertanya tentang hal yang belum dimengerti
d) Peserta penyuluhan mengikuti acara sampai selesai
3) Perlengkapan
a) Alat dan media dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik.
c. Evaluasi hasil
1) Mahasiswa
a) 100 % mahasiswa hadir
b) Mahasiswa menyampaikan materi dengan baik
2) Sasaran
a) 80 % peserta hadir
b) Peserta penyuluhan mampu memahami materi dan menjawab pertanyaan
dengan benar dari penyuluhan minimal 80 %
3) Perlengkapan
● Alat dan media berfungsi dengan baik
MATERI PENYULUHAN

KEBERSIHAN SEKOLAH

1. Pengertian kebersihan Lingkungan Sekolah

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, debu, sampah dan bau.( Leuis pasteur)

Kebersihan kelas yaitu kebersihan ruangan kelas bebas dari sampah,bau dan debu,
sehingga siswa dapat belajar fokus dan konsentrasi ( buku kelas 2, tema 4) .
Semua siswa di kelas bertanggung jawab akan kebersihan kelas.
Alat alat kebersihan kelas di siapkan di sekolahan. Meliputi sapu.lap,tempat sampah dan
lain lain.
Dampak jika kita tidak mejaga lingkungan kelas.adalah : lingkungan jadi tidak enak
dilihat, bau.kotor,penuh dengan sampah,ada serangga.kegiatan belajar mengajar jadi tidak
nyaman.
Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari dedaunan,ranting,yang mudah terurai
secara alami, dapat menjadi kompos.juga sampah rumah tangga. ( sampah kulit buah
buahan,dll).
Sedangkan sampah An organik adalah sampah bekas plastik,botol minuman,kertas
,kaleng yang sulit untuk diuraikan.
Sampah organik dan non organik harus dibedakan dalam pembuangannya.sehingga
pengolahan sampahnya dapat dengan mudah.
Jika lingkungan sekolah bersih, siswa dapat belajar dengan baik, bermain dengan
nyaman,terhindar dari penyakit, lingkungan sejuk,dan nyaman ( Buku kls 2,tema4).
Setelah mencuci membersihkan sampah, debu, banyak kuman bakteri yang menempel
ditangan,kuman bakteri tidak dapat dilihat,maka dari itu ingatlah agar selalu mencuci
tangan dengan benar,menggunakan sabun dan langkah langkah yang sesuai.
Sampah Organik dan Sampah Anorganik
Sampah adalah sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak
digunakan lagi, tetapi masih dapat di daur ulang menjadi barang yang bernilai. Sampah
organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara
alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa
dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan bahkan sampah bisa diolah kembali menjadi
suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila tidak dikelola
dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap hasil dari
pembusukan sampah organik yang cepat.
Sampah anorganik adalah sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai.
Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena
sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam
tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah.
Jenis – Jenis Sampah Organik
Berdasarkan jenisnya sampah organik dapat digolongkan menjadi 2 antara lain sampah
organik basah dan kering.
1. Sampah Organik Basah
Sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengadung air. Sampah
organik basah contohnya adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit
bawang dan sejenisnya.Sampah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap sebab
kandungan air tinggi yang menyebabkan sampah jenis ini cepat membusuk.
2. Sampah Organik Kering
Sampah organik kering adalah sampah organik yang sedikit mengandung air. Contoh
sampah organik misalnya kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering.
Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk
memusnahkannya.
 Contoh Sampah Organik
Contoh dari dari sampah organik adalah nasi, kulit buah, buah dan sayuran
busuk, ampas teh / kopi, bangkai hewan, dan kotoran hewan / manusia
 Contoh Sampah Anorganik
Contoh dari sampah anorganik adalah plastik, botol / kaleng minuman,
kresek, ban bekas, besi, kaca, kabel, barang elektronik, bohlam lampu dan
plastik. Memang sampah anorganik sulit terurai tetapi dapat anda
manfaatkan kembali, jangan sampai dibiarkan begitu saja.
Manfaat sampah organik dan anorganik
Masing – masih sampah bila berniat untuk mengelola pasti bisa diolah kembali
menjadi suatu yang bermanfaat, lihat saja contoh pemanfaatan sampah organik dan
anorganik berikut ini:
Manfaat sampah organik
Sampah organik memiliki banyak manfaat ini bisa menjadi sumber pemasukkan bila
diolah yang bermanfaat. Bahkan dapat menimimalisir banyak sampah di tempat
pembuangan akhir. Berikut manfaat sampah organik yang dapat anda coba:

Sampah Organik Untuk Kompos / Pupuk Organik

Sampah organik seperti buah – buah busuk dan sayuran dapat dibuat menjadi
suatu berguna antara lain kompos. Pengolahan sampah organik untuk kompos
tidaklah terlalu sulit.
1. Manfaat Sampah Anorganik
manfaat sampah anorganik yang bisa kita manfaatkan adalah dengan membuat
kerajinan dari sampah / limbah tersebut. Misalnya sampah plastik dapat dibuat
tas, taplak meja makan, pernak pernik.

Jenis – jenis penyakit di lingkungan Tidak Sehat

Di dalam kehidupan manusia tidak pernah lepas dari lingkungan dan


kebiasaannya. kebiasaan yang kurang baik akan berdampak pada lingkungan dan
manusia. beberapa bibit penyakit yang sering menyerang manusia adalah bakteri ,
virus dan parasit. kebiasaan membudayakan hidup sehat sangat penting untuk
menjaga diri kita sendiri agar terhindar dari berbagai penyakit baik ringan maupun
berat. maka dari itu biasakan budaya hidup sehat dalam keluarga, lingkungan dan
masyarakat.

Beberapa penyakit yang terjadi jika lingkungan kotor atau tidak sehat

1. Asma
Kondisi udara yang kotor dan mengandung banyak zat
berbahaya akan meningkatkan risiko asma. Zat-zat asing yang masuk
ke saluran pernapasan akan mengganggu kelancaran proses bernapas.
Akibatnya, Anda rentan terhadap asma. Beberapa gejala yang
mengganggu seperti sesak napas, batuk, dan napas berbunyi pun sulit
dihindari. Pengidap asma harus mengonsumsi obat khusus untuk
mengembalikan fungsi saluran pernapasan seperti sedia kala.
2. Typhus 
Penyakit tifus sering diremehkan dan disalahartikan sebagai
rasa lelah biasa. Padahal, penyakit tifus yang tidak ditangani secara
serius bisa membahayakan keselamatan jiwa. Virus typhus akan
melemahkan sistem pencernaan dan menurunkan daya tahan tubuh.
Pengidap tifus harus istirahat total dan mengonsumsi makanan bergizi
yang teksturnya halus. Hal ini harus dilakukan supaya sistem
pencernaan tidak terbebani dan proses pemulihan pun bisa berlangsung
lebih cepat
3. Diare 
Bakteri penyebab diare dapat berkembang biak secara
maksimal di tempat yang kotor. Jika air atau makanan yang kotor
tersebut masuk ke tubuh Anda, maka bakteri yang ada di dalamnya
akan menyebabkan diare. Mencuci tangan dengan benar dan
menyantap makanan higienis adalah cara mudah yang patut Anda
lakukan agar terhindar dari diare. Jadikan pola makan sehat dan
mencuci tangan sebagai bagian dari kebiasaan Anda mulai hari ini.
4. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
5. Demam Berdarah Dengue penyakit yang disebabkan oleh virus dengue
yang tergolong arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti yang betina (Suriadi : 2001).
DAFTAR PUSTAKA

Andrew, Moira. 1998. Legend Into Language. United Kingdom: Belair


Publications Limited. -------. 1998.

Words With Wings Ideas for Writing in Different Forms and Contexts for
Teachers of Children Aged Five to Eleven. United Kingdom: Belair
Publications Limited.

Bromley, Karen, dkk. 1999. 50 Graphic Organizers or Reading, Writing &


More. New York: Scholastic.

Butterworth, John and Geoff Thwaites. 2010. Thinking Skills. United


Kingdom: Cambridge University Press.

Dale, Liz and Rosie Tanner. 2012. CLIL Activities A Resource for Subject
and Language Teachers. United Kingdom: Cambridge University Press.

Harvey, Stephanie and Anne Goudvis. 2000. Strategies That Teaching


Comprehension to Enhance Understanding. Markham, Ontorio: Pembroke
Publishers Limited.

James, Frances and Ann Kerr. 1998. On First Reading Ideas for Developing
Reading Skills With Children from Four to Seven. United Kingdom: Belair
Publications Limited.

Kemper, Dave, dkk. 1995. Writers Express. Burlington: Write Source


Educational Publishing House.

Kitching, Katie. 2000. Sounds Like This: First Steps in Phonics, Linking
Sounds with Letter Shapes. United Kingdom: Belair Publications Limited.

McKnight, Katherine S. 2013. The Elementary Teacher’s Big Book of


Graphic Organizers.

San Fransisco: Jossey-Bass. Pica, Rae. 2012. Permainan-permainan


Pengembangan Karakter Anak-anak. Jakarta: Indeks.

Puchta, Herbert and Marion Williams. 1992. Teaching Young Learners to


Think. USA: Helbling Languages 2011.

Ramsey, Robert D. 1997. Tips for Teachers: Kid-Tested Ideas, Strategies,


and Inspirations. Chicago: Contemporary Publishing Group.

Schiller, Pam and Joan Rossano. 1990. The Instan Curriculum. USA:
Gryphon House, Inc.

Tim Abdi Guru. 2006. Kreasi Seni Budaya dan Keterampilan untuk SD
Kelas II. Jakarta: Erlangga.
Tim Bina Karya Guru. 2004. Pendidikan Jasmani untuk Sekolah Dasar
Kelas II. Jakarta: Erlangga.

Wright, Andrew. 2002. Creating Stories With Children. New York: Oxford
University.

Wyatt III, Robert L and Sandra Looper. 2004. So You Have to Have A
Portfolio. California: Corwin Press.

http://www.theworldcounts.com/stories/How-Does-Pollution-Affect-Humans

https://www.livestrong.com/article/176670-diseases-caused-by-air-pollution/

https://www.gardenof.life/10-diseases-caused-by-pollution/

http://www.newhealthadvisor.com/Diseases-Caused-By-Water-Pollution.html

http://www.pusdatin.kemkes.go.id/article/view/15073000001/w-a-s-p-a-d-a

https://health.detik.com/read/2016/04/28/184911/3199281/764/

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_dir/e1cf67b8122c12a4d2
a95d6ac50137ff.pdf