Anda di halaman 1dari 2

Dasar Teori Echinodermata

Kata Echinodermata berasal dari Bahasa latin echinos (duri) dan derma (kulit).
Anggota dari filum ini mencapai 6.000 spesies dan hidup di laut. Hewan ini masuk pada
kelompok deuterostomata dan bersimetris radial. Mempunyai kulit duri dan endoskeleton
tersusun dari kalsium yang keras. Sebagian besar anggota hewan ini mampu bergerak aktif
dengan kaki ambulakral. (Arif Kurniawan et al, 2008 : 195)

Kelas-kelas pada filum Echinodermata :

1. Asteroida, tubuh berbentuk bintang dengan lengan majemuk, mulut mengarah ke


substrat. Contoh : Bintang laut.
2. Ophiuroidea, cakram pusat yang jelas, lengan yang panjang dan fleksibel, sistem
pencernaan tak sempurna. Contoh : Bintang mengular.
3. Echinoidea, kira-kira bulat atau berbentuk cakram, tidak berlengan, lima deret kaki
tabung, memungkinkan pergerakan lamban, mulut dikelilingi strukrur yang kompleks
dan serupa-rahang. Contoh : Bulu babi.
4. Croinoidea, lengan berbulu di sekitar mulut yang mengarah ke atas, pemakan
suspense. Contoh : Lili laut.
5. Holothuroidea, tubuh berbentuk ketimun, lima deret kaki tabung, kaki tabung
disekitar mulut termodifikasi menjadi tentakel untuk menangkap makanan, rangka
tereduksi, tidak berduri.
6. Concentricycloidea, tubuh berbentuk cakram dan tak berlengan yang dikelilingi oleh
duri-duri kecil, sistem pencernaan tak sempurna, hidup pada kayu yang terendam.
Contoh : aster laut.
(Neil A. Campbell, 2012 : 266)

Dasar Teori Arthopoda

Kelompok ini memiliki anggota spesies terbesar dalam kingdom Animalia yaitu lebih
dari 1.000.000 spesies. Hewan ini habitatnya sangat beragam dan mampu mengisi relung
ekologi yang sangat kecil. Arthopoda berasal dari kata arthos yang berarti buku dan podos
yang berarti kaki atau alat gerak. Karakter umum yang dimiliki oleh filum ini adalah tubuh
beruas-ruas dan mempunyai alat gerak, tubuh dapat dibedakan menjadi 2 atau 3 bagian yang
jelas, mempunyai eksokseleton dan kitin, mengalami pengelupasan kulit (moulting), sistem
pencernaan berupa saluran berbentuk tabung, sistem sirkulasi terbuka, memiliki mata
majemuk dan mata tunggal, pernapasan dengan insang atau trakea dan spirakel, serta eksresi
dilakukan oleh buluh malphigi dan jenis kelamin terpisah. (Arif Kurniawan et al, 2008 : 189)

Subfilum dari filum Arthopoda :

1. Cheliceriformes, tubuh memiliki satu atau dua bagian utama, enam pasang tonjolan
(kelisera, pedipalpus, dan empat pasang kaki untuk berjalan), sebagian besar hidup di
darat atau di laut. Contoh : Mimi.
2. Myriapoda, kepala yang tampak jelas dengan antenna dan mulut pengunyah,
terrestrial. Contoh : Lipan dan Kaki seribu.
3. Hexapoda, tubuh terbagi-bagi menjadi kepala,toraks, dan abdomen, terdapat antenna,
bagian mulut termodifikasi untuk mengunyah, menghisap atau menjilat, tiga pasang
kaki dan biasanya dua pasang sayap, sebagian besar terrestrial. Contoh : serangga.
4. Crustacea, tubuh dengan dua atau tiga bagian, terdapat antenna, mulut pengunyah,
tiga pasang kaki atau lebih, sebagian besar hidup di laut dan air tawar. Contoh : udang.
(Neil A. Campbell et al, 2012 : 259).