Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat
dan karunia-Nya lah penyusunan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik Kimia
SMA/MA dengan model pembelajaran Problem Besed Learning materi Sel Elektrolisis dapat
terselesaikan.

Lembar kerja Peserta Didik Kimia SMA/MA dengan pendekatan Problem Besed
Learning memuat materi Sel Elektrolisis. Bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik disusun
berbasis langkah – langkah Problem Besed Learning. Bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta
Didik ini juga dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan juga menyajikan soal soal beserta
contoh soal.

Bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik ini diharapkan dapat membantu peserta
didik untuk lebih mudah dalam memahami pelajaran materi Sel Elektrolisis dan membuat peserta
didik akan lebih tertarik belajar kimia, sehingga peserta didik lebih aktif dalam proses
pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Penulis menyadari dalam penyusunan Bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik ini
masih jauh dari sempurna untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Semarang, 10 Desember 2018

Penulis
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PROBLEM BASED LEARNING

FASE INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN


 Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan
Orientasi siswa pada pembelajaran dan logistik yang dibutuhkan.
1
masalah.  Siswa dimotivasi untuk terlibat aktif dalam
pemecahan masalah yang dipilih.
 Siswa didorong mendefinisikan dan
Mengorganisasikan
2 mengorganisasikan tugas belajar yang
siswa.
berhubungan dengan masalah tersebut.
 Siswa didorong untuk mengumpulkan informasi
Membimbing
yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk
3 pengalaman individu
mendapatkan penjelasan dan pemecahan
dan kelompok.
masalah.
Mengembangkan dan  Siswa dibimbing dalam merencanakan dan

4 menyajikan hasil menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan,


karya. model dan berbagi tugas dengan teman.
Menganalisis dan
mengevaluasi  Hasil belajar siswa dievaluasi terkait materi
5 proses yang telah dipelajari atau meminta kelompok
pemecahan presentasi hasil kerja.
masalah.
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan


metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkanmasalah.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah.

4. Abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

3.3 Mengevaluasi gejala atau proses yang terjadi dalam contoh sel elektrokimia (sel volta dan sel
elektrolisis) yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

3.5 Menerapkan hukum atau aturan dalam perhitungan terkait sel elektrokimia.

3.3.8 Menggambarkan dan menjelaskan susunan sel elektrolisis beserta fungsi tiap bagiannya.
3.3.9 Menuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada larutan atau cairan dengan
elektroda aktif ataupun elektroda inert.
3.5.1 Menerapkan konsep hukum Faraday dalam perhitungan sel elektrokimia.
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian sel elektrolisis dengan benar.
2. Menghitung besaran-besaran yang terkait sel elektrolisis dengan menerapkan hukum
faraday dengan tepat.
3. Melakukan percobaan tentang sel elektrolisis dengan baik.

Elektrokimia

Sel Elektrolisis Sel Elektrolisis

Elektroda Hukum Faraday I


dan II

Aktif Inert
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian sel elektrolisis dengan benar.
2. Menghitung besaran-besaran yang terkait sel elektrolisis dengan menerapkan hukum
faraday dengan tepat.

A. SEL ELEKTROLISIS
Seorang ahli dari Inggris bernama Michael Faraday mengalirkan arus listrik ke dalam
larutan elektrolit dan ternyata terjadi suatu reaksi kimia. Proses penggunaan arus listrik
untuk menghasilkan reaksi kimia disebut sel elektrolisis. Memiliki 2 kutub, kutub negatif
(katoda) dan kutub positif (anoda).

Gambar 1. Diagram Sel Elekrolisis

Sel elektrolisis dibagi menjadi 2, yaitu:


a. Lelehan
b. Larutan
Secara umum, sel elektrolisis terdiri dari:

a. Sumber listrik, yang menyuplai arus listrik searah (DC).


Contoh : Baterai
b. Katode, yakni elektrode dimana reaksi reduksi terjadi.
c. Anode, yakni elektrode dimana reaksi oksidasi terjadi.
d. Elektrolit, yakni zat yang dapat menghantarkan listrik yang akan diurai dalam sel

elektrolisis.
B. HUKUM FARADAY I

W = massa endapan (gram)


Ar = massa atom relatif
t = waktu (detik)
i = arus listrik (ampere)
n = biloks

C. HUKUM FARADAY II

W = massa endapan (gram)


n = biloks
Ar = massa atom relatif
1. Kalium Iodida dapat di Elektrolisis dengan menggunakan peralatan sebagai
berikut:

(a) Tuliskan reaksi yang terbentuk pada elektroda negatif.


Jawab:

(b) Disebut apakah yang berada pada elektoda positif? Lingkarilah jawaban yang benar.

anion anoda katoda kation elektrolit

(c) Tuliskan reaksi yang terbentuk pada elektroda positif.


Jawab:

(d) Lengkapi kalimat berikut tentang Elektolisis menggunakan kata yang telah tersedia.
inert magnesium platinum reaktif solid
Elektroda yang terbuat dari grafit atau ……………….. biasanya digunakan pada
Elektrolisis karena sifatnya yang ………………….

2. Tuliskan reaksi sel elektrolisis lelehan NaCl dengan menggunakan elektroda Pt!

Jawab:

Katoda :

Anoda :

Hasil Reaksi :
3. Tuliskan reaksi sel elektrolisis larutan MgSO4 dengan menggunakan elektroda Cu!

Jawab:

Katoda :

Anoda :

Hasil Reaksi :

4. Pada Elektrolisis larutan AgNO3 menggunakan arus 0,2 F, hitunglah:

a. Massa endapan di katoda;

b. Volume gas di anoda (STP).

Jawab:

a.

b.

5. Pada Elektrolisis seri larutan NiSO4 dengan AgNO3 diperoleh 26 gram Ni (Ar Ni = 52 dan
Ar Ag = 108). Hitung massa logam Ag!

Jawab:
Melakukan percobaan tentang sel elektrolisis dengan baik.

APLIKASI DAN KEGUNAAN SEL ELEKTROLISIS


1. Pembuatan beberapa bahan kimia
Beberapa bahan kimia seperti logam alkali dan alkali tanah aluminium, gas hidrogen, gas
oksigen, gas klorin, dan natrium hidroksida dibuat secara elektrolisis.
Contoh: Pembuatan logam Na dari lelehannya.

2. Pemurnian Logam
Pada pengolahan tembaga dari bijih kalkopirit diperoleh tembaga yang masih tercampur
dengan sedikit perak, emas, dan platina. Untuk beberapa keperluan dibutuhkan tembaga
murni, misalnya untuk membuat kabel. Tembaga yang tidak murni dipisahkan dari zat
pengotornya dengan elektrolisis.
Contoh: Pemurnian logam Cu.

Gambar 2. Pemurnian Logam Cu


3. Electroplating
Electroplating adalah aplikasi elektrolisis pada pelapisan suatu logam atas logam yang lain.
Teknik ini bisa dipakai untuk memperbaiki penampakan dan daya tahan suatu logam.
Contoh: Suatu lapisan tipis logam chromium pada bemper baja mobil untuk membuatnya
menarik dan melindunginya dari karat.

Gambar 3. Proses Electroplating


Perhatikan gambar dibawah ini!

Gambar diatas yaitu sendok yang berkarat atau mengalami korosi. Agar melindungi logam
terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan dilakukan proses elektroplating.
1. Buatlah kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang!

2. Diskusikan dengan kelompok Anda mengenai penyepuhan logam terutama pada sendok atau
garpu!

Tujuan: Menyepuh sendok

Alat dan Bahan:

1. Sendok
2. Perak
3. Larutan elektrolit Ag(CN)2-
4. Sumber listrik (baterai)
5. Gelas kimia
6. Kabel dan Plester
Cara Kerja:

1. Mengisi gelas kimia dengan larutan Ag(CN)2-.

2. Merangkai baterai dengan sendok.

3. Mencelupkan sendok dan perak ke dalam larutan.

4. Menunggu sampai sendok terlapisi oleh perak (terlihat mengkilap).

Data Pengamatan

Pengamatan
Logam
Sebelum penyepuhan Sesudah penyepuhan

Analisislah hasil percobaan yang diperoleh dari eksperimen, kemudian diskusikan


pertanyaan –pertanyaan berikut bersama kelompokmu!

1. Bagaimana proses penyepuhan tembaga dapat terjadi?


2. Buat reaksi elektrolisis dari percobaan diatas!

Tuliskan kesimpulan eksperimen dibawah ini!


Presentasikanlah hasil eksperimen dari kelompok anda di depan kelas!
Kerjakan soal pilihan ganda berikut dengan memilih jawaban yang dianggap benar!

1. Apa itu Elektroda?


a. Elektroda adalah konduktor yang dilalui arus listrik dari satu media ke yang lain,
biasanya dari sumber listrik ke perangkat atau bahan.
b. Elektroda adalah isolator yang dilalui arus listrik dari satu media ke yang lain,
biasanya dari sumber listrik ke perangkat atau bahan.
c. Elektroda adalah semikonduktor yang dilalui arus listrik dari satu media ke yang
lain, biasanya dari sumber listrik ke perangkat atau bahan.
d. Semua jawaban benar.
e. Semua jawaban salah

2. Apa yang akan terjadi bila dalam reaksi sel elektrolisis, arus listrik diputus?
a. Reaksi kimia akan terbentuk dengan waktu yang cepat.
b. Reaksi kimia tidak akan terbentuk.
c. Reaksi kimia akan terbentuk dengan waktu yang sangat lama.
d. Reaksi kimia terbentuk namun reaksi sel tidaj sesuai.
e. Semua jawaban salah.

3. Pembuatan logam alkali dengan mengelektrolisis larutan garam kloridanya


menggunakan elektroda Pt tidak akan berhasil karena….
a. Terbentuk gas oksigen di anoda
b. Potensial reduksi logam alkali sangat besar
c. Zat yang mengalami reduksi yaitu air
d. Ion ion logam alkai akan mengalami reduksi jika berbentuk larutan
e. Logam alkali logam yang sangat lemah
4. Perhatikan sel elektrolisis berikut ini!

Reaksi yang terjadi di katoda adalah ....


a. K+(aq) + e → K(s)
b. 4OH−(aq) → 2H2O(l) + O2(g) + 4e-
c. 2I−(aq) → I2(s) + 2e-
d. 2H2O(l) + 2e → H2(g) + 2OH−(aq)
e. Cu (s) → Cu2+ (aq) + 2e-

5. Pada reaksi elektrolisis lelehan natrium bromida dengan menggunakan elekltroda


karbon, reaksi yang terjadi di ruang katode, adalah ....
a. 2 H2O + 2e → 2 OH- +H2
b. Na+ + e → Na
c. 2 H2O → 4H+ + O2 + 4e
d. C + O2 → CO2
e. Na → Na+ +e

6. Perhatikan gambar elektrolisis berikut ini :

Elektrolisis yang menghasilkan gas H2 ditunjukkan pada gambar ….


a. 2 dan 3

b. 2 dan 4

c. 3 dan 4

d. 1 dan 4

e. 1 dan 3

7. Dibawah ini yang termasuk aplikasi dan kegunaan sel elektrolisis, kecuali ....
a. Pemurnian logam
b. Pembuatan baterai
c. Pembuatan beberapa bahan kimia
d. Penyepuhan logam
e. Pembuatan sendok

8. Bila larutan CuSO4 dielektrolisis menggunakan elektroda Fe maka yang terdapat pada
reaksi di anoda adalah?
a. Oksidasi Fe
b. Reduksi Fe
c. Oksidasi H2O
d. Reduksi H2O
e. Oksidasi SO42-

9. Pada penyepuhan logam besi dengan perak dilakukan elektrolisis selama 2 jam dengan
arus 10 A. Jika larutan yang digunakan AgNO3 (Ar Ag = 108) maka massa perak yang
mengendap adalah ….
a. (2 x 96.500 x 10 x 60) / 108
b. (108 x 2 x 96.500) / (60 x 60 x 10)
c. (108 x 2 x 60 x 60 x 10) / 96.500
d. (108 x 2 x 96.500) / 10
e. (108 x 2 x 60 x 10) / 96.500

10. Logam untuk melapisi sendok garpu yang terbuat dari baja kecuali ....
a. Logam Nikel
b. Logam Perak
c. Logam Timah
d. Logam Magnesium
e. Logam Emas
11. Sebanyak 1 liter larutan CrO3 1,0 M dieletrolisis dengan arus 6,00 A. Waktu yang
diperlukan untuk mengendapkan semua logam kromium (Ar Cr = 52, 1F = 96.500 C/mol
adalah ….
a. 289500 dt
b. 96500 dt
c. 48250 dt
d. 32167 dt
e. 16083 dt

12. Sejumlah tertentu muatan listrik, dapat mengendapkan 2,7 gr aluminium (Ar Al = 27) dari
larutan yang mengandung Al3+ muatan listrik yang sama bila dialirkan kedalam larutan
asam akan menghasilkan gas H2 (0℃, 1 atm) sebanyak ….
a. 2,24 liter
b. 3,36 liter
c. 4,48 liter
d. 5,60 liter
e. 6,72 liter

13. Kalium klorat dibuat dengan elektrolisis KCl dalam larutan basa berdasarkan reaksi:
KCl + 3H2O → KClO3 + 3H2

Untuk membuat 1 mol KclO3 dibutuhkan muatan listrik sebanyak ….


a. 2 faraday
b. 3 faraday
c. 4 faraday
d. 5 faraday
e. 6 faraday
14. Larutan Cu(NO3)2 dielektrolisis dengan elektroda platina dan diperoleh tembaga 12,7
gram. Volum oksigen yang dihasilkan pada anoda (STP) adalah ….(Ar Cu = 63,5)
a. 1,12 L
b. 2,24 L
c. 3,36 L
d. 4,48 L
e. 5,60 L

15. Pada elekrolisis leburan L2O3 (Ar O = 16, Al = 27) diperoleh 0,225 gram Al. Jumlah
muatan listrik yang diperlukan adalah …. (1F = 96500 C/mol)
a. 221,9 Coulomb
b. 804,0 Coulomb
c. 1025,9 Coulomb
d. 2412,5 Coulomb
e. 8685,0 Coulomb

16. Dalam suatu elektrolisis, arus listrik sebanyak 1930 C dilewatkan dalam leburan zat
elektrolitdan mengendapkan 1,50 g unsur X pada katoda. Jika diketahui bahwa massa
atom relatif (berat atom) X sama dengan 150 dan tetapan faraday sama dengan 96500 C
maka ion dari unsur X itu dapat dinyatakan sebagai ….
a. X+
b. X-
c. X2+
d. X2-
e. X4+

17. Arus listrik sebanyak 96500 c selama beberapa waktu dialirkan melalui 1 liter larutan
perak nitrat 1 M dalam sebuah sel elektrolisis, bila kedua elektroda dibuat dari platina,
volum larutan dianggap tetap, berapakah pH larutan setelah elektrolisis selesai ….
a. 0
b. 1
c. 2
d. 3
e. 4

18. Unsur flourin dapat diperoleh dengan cara elektrolisis leburan KHF2 sesuai dengan reaksi:
HF2 →HF + 1⁄2F2 + e-

Waktu yang diperlukan untuk memperoleh 15 liter F2 (diukur pada 0℃ dan tekanan 1
atm) dengan arus 20 ampere (1 faraday = 96500 coulumb, 1 mol) gas STP = 22,4 liter)
adalah ….
a. 1,29 jam
b. 1,80 jam
c. 3,60 jam
d. 6,46 jam
e. 13,40 jam
19. Arus listrik dialirkan ke dalam suatu sel elektrolisis yang mengandung ion Ag+ (berat atom
= 108) dan dalam waktu tertentu mengendap sebanyak 0,54 gram perak pada katoda. Jika
jumlah yang sama dialirkan melalui larutan yang mengandung ion X 2+ (berat atom =
40),maka jumlah logam X yang diendapkan pada katoda adalah ….
a. 0,54 gr
b. 0,10 gr
c. 0,27 gr
d. 1,08 gr
e. 0,20 gr

20. Arus listrik 965 mA dialirkan melalui suatu larutan asam selama 5 menit. Banyaknya gas
hydrogen yang terbentuk adalah (1F = 96500 C/mol)...

a. 3,0 . 10 -3 mol
b. 2,5 . 10 -3 mol
c. 2,0 . 10 -3 mol
d. 1,5 . 10 -3 mol
e. 1,0 . 10 -3 mol

Anda mungkin juga menyukai