Anda di halaman 1dari 3

Mengubah Jalur Faktor Pertumbuhan P

Pada sebagian besar epitel, endotel, dan sel hematopoietik normal, TGF-13
merupakan inhibitor proliferasi yang poten. TGF-13 mengatur proses dalam sel dengan
berikatan dengan kompleks yang terdiri atas reseptor I dan II TGF-P. Pada banyak jenis
kanker, efek penghambat pertumbuhan pada jalur TGF-P diganggu oleh mutasi yang
mengenai sinyal TGFP. Mutasi ini akan mengubah reseptor TGF-P tipe II atau molekul
SMAD yang bertugas untuk meneruskan sinyal antiproliferasi dari reseptor ke inti sel.

Inhibisi Kontak, NF2, dan APC

Apabila dilakukan kultur pada sel non transformasi, akan terjadi proliferasi.
Mekanisme yang mempertahankan inhibisi kontak adalah dimediasi oleh gen tumor
supresor NF2 yang akan memfasilitasi pemicu kontak inhibisi E-kadherin. Hilangnya
homozigot NF2 akan menyebabkan suatu jenis tumor saraf yang disebut
neurofibromatosis. Mekanisme lain kegiatan regulasi E-kadherin itu dipaparkan oleh
penyakit herediter yang jarang yaitu adenomatous polyposis coli (APC). Gen APC
melaksanakan kegiatan antiproliferasi dengan mengatur destruksi protein sitoplasmik
(3-katenin).Dengan hilangnya APC, P-katenin tidak dirusak, dan akan terjadi translokasi
ke inti sel, dan akan berfungsi sebagai faktor transkripsi pemicu pertumbuhan.

Menghindari Kematian Sel

Apoptosis adalah kematian sel secara terprogram melalui 2 jalur, yaitu intrinsic
dan ekstrinsik. Padajalur ekstrinsik Reseptor TNF, seperti CD95 (Fas), melekat pada
ligannya, CD95L, sehingga terjadi trimerisasi reseptor dan domain kematian sitoplasmik,
yang akan mengikat protein adaptor intrasel FADD. Jalur intrinsik (mitokondria)
apoptosis dipicu oleh berbagai stimulus, termasuk hilangnya faktor ketahanan, stres,
dan jejas. Pengaktifan jalur ini akan mengakibatkan peningkatan permeabilitas membran
luar mitokondria dan keluarnya molekul, seperti sitokrom c, yang menginisiasi apoptosis.

Potensi Replikasi tanpa Batas

Apabila gen-gen tidak stabil, terjadi pengaktifan telomerase dan terjadi


akumulasi sejumlah mutasi, yang mendorong sel menuju keganasan. Sel tumor akan
melakukan pengaktifan ulang telomerase, sehingga mencegah bencana mitosis dan sel
menjadi tidak mati dan terjadi pertumbuhan secara terus-menerus.

Perkembangan Angiogenesis yang Terus Menerus


Sel kanker bisa merangsang pembentukan pembuluh darah baru berupa
timbulnya tunas pembuluh darah dari kapiler yang telah ada yang berfungsi untuk suplai
nutrisi dan oksigen, dan sel endotel yang baru terbentuk dapat merangsang
pertumbuhan sel tumor didekatnya dengan mengeluarkan faktor pertumbuhan.
Angiogenesis juga sebagai jalan masuk ke saluran pembuluh darah dan selanjutnya
untuk metastasis.

Kemampuan untuk Invasi dan Metastasis


Penyebaran tumor melalui serangkaian langkah kaskade invasi-metastasis.
Langkah ini terdiri atas invasi lokal, intravasasi ke dalam pembuluh darah dan pembuluh
limfe, transit melalui sistem pembuluh darah, ekstravasasi dari pembuluh darah,
pembentukan mikrometastasis, dan pertumbuhan mikrometastasis menjadi tumor.
Invasi ECM terjadi melalui tahap lepasnya sel tumor, degradasi membran basal dan
jaringan ikat interstisium, perubahan pada perlekatan sel tumor dengan protein ECM,
dan yang terakhir yaitu pergerakan.

Melakukan Program Ulang Metabolisme Energi


Melakukan program ulang metabolisme energi merupakan hal biasa pada tumor
dan dianggap sebagai tanda utama kanker. Walaupun pada keadaan dengan persediaan
oksigen terbatas, kanker akan mengubah metabolisme glukosa menghindari
mitokondria yang butuh oksigen tetapi efisien, menjadi glikolisis.

Menghindari Sistem Imun


Kemampuan tumor untuk menghindari sistem imun merupakan tanda utama
kanker. Agar tumor dapat berhasil tumbuh maka harus dapat mengelabui sistem imun
sehingga sel tumor gagal diketahui keberadaannya atau gagal untuk disingkirkan.

Instabilisitas Genom Memungkinkan Terjadinya Keganasan


Biasanya, instabilitas genome terjadi apabila kedua kopi gen hilang. Sebagian
daripada gen dapat menimbulkan kanker pada keadaan kekurangan haploid
(haploinsufficient).

Radang Pemicu Tumor Memungkinkan Terjadinya Keganasan


Kaitan antara radang dan kanker mempunyai implikasi praktis. Contoh, ekspresi
enzim cyclooxygenase-2 (COX-2), yang akan mengubah asam arachidonat menjadi
prostaglandin, diinduksi oleh stimulus radang dan meningkat pada kanker usus besar
dan tumor lainnya. Pemakaian inhibitor COX-2 untuk mencegah kanker dan pengobatan
kanker.

ETIOLOGI KANKER: AGEN KARSINOGENIK


Kelompok Agen Muskarinik:
1. Bahan Kimia
Karsinogen kimia mempunyai kelompok elektrofil reaktif yang tinggi, yang
langsung akan merusak DNA, dengan menimbulkan mutasi dan kemudian terjadi
kanker
2. Radiasi
Radiasi mengakibatkan patahnya kromosom, translokasi, dan mutasi titik, dan
mengakibatkan kerusakan genetic dan karsinogenesis. Radiasi sinar UV akan
menginduksi pembentukan dimer pyrimidine dalam DNA, mengakibatkan terjadinya
mutasi sehingga dapat menyebabkan karsinoma sel skuamosa dan melanoma kulit.
3. Onkogenesis Virus dan Mikroba
Beberapa virus yang bersifat onkogenik diantaranya, virus RNA onkogenik, virus DNA
onkogenik. Virus DNA onkogenik ini terbagi menjadi dua jenis yaitu virus papiloma
dan virus Epstein-barr.
 Pertahanan Tubuh Terhadap Tumor : Imunitas Tumor
Sel tumor dapat dikenal oleh sistem imun sebagai benda asing yang harus dirusak. Oleh
karena itu, diperlukan antigen tumor yang dapat menimbulkan respon imun. Aktivitas
antitumor dipicu oleh mekanisme pemicu sel. Antigen tumor ditempatkan di permukaan
sel oleh molekul MHC dan dikenal oleh CD8+CTL.

 Aspek Klinik Neoplasia

Tumor dapat menyebabkan masalah karena lokasi dan akibatnya terhadap struktur
sekitarnya,aktivitas fungsional seperti sintesa hormon atau timbulnya sindrom
paraneoplastik,perdarahan dan infeksi bila tumor mengalami ulserasi ke jaringan
permukaan sekitarnya,simptom yang terjadi akibat ruptur atau infark dan, kaheksia atau
penyusutan tubuh.

 Diagnosis Laboratorium Kanker

Untuk diagnosis tumor, ada beberapa cara pengambilan sampel seperti eksisi, biopsi
aspirasi jarum halus dan apusan sitologi.