Anda di halaman 1dari 2

1.

Vitamin B1
 Istilah tiamin menyatakan bahwa zat ini mengandung sulfur (tio) dan nitrogen
(amine). Tiamin merupakan Kristal putih kekuningan yang larut dalam air. Dalam
keadaan kering vitamin B1 cukup stabil, tahan panas pada keadaan asam, dan
mudah rusak pada suasana alkali.
 Fungsi Vitamin B1
Dalam bentuk pirofosfat (TPP) atau difosfat (TDP), tiamin berfungsi sebagai
koenzim berbagai reaksi metabolism energy. Dalam darah vitamin B1 bermanfaat
untuk menjaga jumlah sel darah merah, menjaga sirkulasinya dan juga membantu
kulit tetap sehat. Mengurangi kelelahan, mencegah terjadinya gagal jantung,
hingga mencegah penuaan dini dan kepikunan.
 Kebutuhan Vitamin B1
Untuk kebutuhan laki-laki, vitamin B1 dengan dosis sesuai usia sebagai berikut:
• 1 sampai 3 tahun : 0.5 miligram per hari
• 4 sampai 8 tahun : 0.6 miligram per hari
• 9 sampai 13 tahun : 0.9 miligram per hari
• 14 tahun ke atas : 1.2 miligram per hari
Sedangkan untuk kebutuhan perempuan dengan dosis juga sesuai usia sebagai
berikut:
• 1 sampai 3 tahun : 0.5 mcg per hari
• 4 sampai 8 tahun : 0.6 mcg per hari
• 9 sampai 13 tahun : 0.9 mcg per hari
• 14 sampai 18 tahun : 1.0 mcg per hari
• 19 tahun keatas : 1.1 mcg per hari
 Sumber Vitamin B1
Sumber makanan vitamin B1 adalah kacang-kacangan, termasuk sayur kacang-
kacangan, semua daging organ, daging tanpa lemak, dan kuning telur. Unggas dan
ikan juga merupakan sumber tiamin yang baik.
 Dampak Kekurangan
Beri-beri, irama jantung yang tidak normal, gagal jantung, kelelahan, susah
berjalan, kebingungan dan kelumpuhan.
 Dampak Kelebihan
Pemakaian thiamin yang melebihi normal mempengaruhi sistem syaraf. Sistem
darah dapat terpengaruh, karena denyut nadi menjadi cepat.
Dafpus :
Frank, LL. 2015. Thiamin in Clinical Practice. Journal of Parenteral and Enteral
Nutrition, 39(5), pp. 503-520.
2. Vitamin B2
 Dalam bentuk murni, riboflavin adalah kristal kuning. Riboflavin larut air, tahan
panas, oksidasi dan asam, tetapi tidak tahan alkali dan cahaya terutama sinar
ultraviolet. Dalam proses pemasakan tidak banyak yang rusak.
 Fungsi Vitamin B2
Riboflavin berfungsi sebagai koenzim. Riboflavin membantu enzim untuk
menghasilkan energi dari nutrisi penting untuk tubuh manusia. Riboflavin
berperan pada tahap akhir dari metabolisme energi nutrisi tersebut.
 Sumber Bahan Makanan
Riboflavin terdapat luas di dalam makanan hewani dan nabati, antara lain susu,
keju, ayam, hati, daging, brokoli, bayam, jamur, dan sayuran berwarna hijau.
 Kebutuhan Vitamin B2
o Usia 0-6 bulan: 0,3 mg
o Usia 7-12 bulan: 0,4 mg
o Usia 1-3 tahun: 0,5 mg
o Usia 4-8 tahun: 0,6 mg
o Usia 9-13 tahun: 0,9 mg
o Laki-laki usia 14 tahun atau lebih: 1,3 mg
o Wanita usia 14-18 tahun: 1,0 mg
o Wanita usia 19 tahun atau lebih: 1,1 mg
o Ibu hamil: 1,4 mg
o Ibu menyusui: 1,6 mg
 Dampak Kekurangan
Kekurangan vitamin B2 dapat dikenali dengan munculnya gejala berupa anemia,
mata merah, kulit kering, bibir pecah-pecah, infeksi mulut, hingga sensitif
terhadap cahaya.
 Dampak Kelebihan
Dapat menyebabkan urin menjadi warna kuning-oranye. Selain itu, berpotensi
diare, meningkatkan frekuensi urin. memicu reaksi alergi seperti gatal-gatal,
bengkak pada wajah, bibir dan lidah.

Dafpus :
Wax, E. 2019. Riboflavin. National Institute of Health. U.S. National Library of
Medicine MedlinePlus.