Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

HUBUNGAN LINIER

Disusun Guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah : Matematika Ekonomi

DOSEN PENGAMPU

Arnah Ritonga, S.Si., M.Si

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 5

Anisya Wahyuni Sucitra Pane (4183111046)


Gita Sonia Simbolon (4183111060)
Putri Khairiyah (4183311054)
Kelas : Pendidikan Matematika E 2018

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga kami dapat menyusun tugas materi
presentasi ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam tugas ini
kami akan mempaparkan materi mengenai Hubungan Linier.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih jauh dari


kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya, hal ini dikarenakan keterbatasan
waktu, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki penyusun, oleh karena itu
penyusun sangat mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya
membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Dengan segala pengharapan dan doa semoga laporan materi presentasi


kami ini dapat memberikan manfaat bagi kami serta dapat melengkapkan salah
satu tugas mata kuliah Matematika Ekonomi.

Medan, 24 Maret 2020

Kelompok 5

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 1
1.3 Tujuan.................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 2
2.1 Penggal dan Lereng Garis Lurus......................................................... 3
2.2 Pembentukan Persamaan Linier.......................................................... 3
2.3 Hubungan Dua Garis Lurus................................................................. 6

BAB III PENUTUP......................................................................................... 8


3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 8
3.2 Saran.................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Hubungan sebab akibat antara beragai variabel ekonomi, misalnya antara
permintaan dan harga, antara investasi dan tingkat bunga, dapat dengan mudah
dinyatakan serta diterangkan dalam bentuk fungsi. Di antara berbagai macam
hubungan fungsional yang ada, hubungan linear merupakan bentuk yang paling
dasar dan paling sering digunakan dalam analisis ekonomi. Makalah ini
menguraikan segala hal yang berkenaan dengan fungsi linear atau persamaan
linear pada bentuk hubungan linear.

Fungsi linier adalah fungsi yang paling sederhana karena hanya


mempunyai satu variabel bebas dan berpangkat satu pada variabel bebas tersebut,
sehingga sering disebut sebagai fungsi berderajat satu. Bentuk umum persamaan
linier adalah y=a+bx; dimanaa adalah konstanta dan b adalah koefisien. Atau
sering dinyatakan dalam bentuk implisit berikut: Ax+ By+C=0. Disamping itu
juga, fungsi ini merupakan dasar untuk mempelajari fungsi – fungsi lainnya yang
lebih rumit dalam penyelesaiannya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep dari penggal dan lereng garis lurus?


2. Bagaimana cara untuk membentuk sebuah persamaan linier?
3. Bagaimana bentuk hubungan dua garis lurus?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep dari penggal dan lereng garis lurus.
2. Untuk mengetahui cara untuk membentuk sebuah persamaan linier.
3. Untuk mengetahui bentuk hubungan dua garis lurus.

1
BAB II
PEMBAHASAN

Hubungan sebab-akibat antara berbagai variabel ekonomi, misalnya antara


permintaan dan harga, antara investasi dan tingkat bunga, dapat dengan mudah
dinyatakan serta diterangkan dalam bentuk fungsi. Di antara berbagai macam
hubungan fungsional yang ada, hubungan linear merupakan bentuk yang paling
dasar dan paling sering digunakan dalam analisis ekonomi.

2.1 Penggal dan Lereng Garis Lurus

Fungsi Linear atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat
tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu. Bentuk umum persamaan linear
adalah y=a+bx. a adalah penggal garisnya pada sumbu vertical – y, sedangkan b
adalah koefisien arah atau lereng garis yang bersangkutan.

Dalam kasus-kasus tertentu, garis dari sebuah persamaan linear dapat


berupa garis horizontal sejajar sumbu x  atau garis vertikal sejajar sumbu   y . Hal
ini terjadi apabila lereng garisnya sama dengan 0 (nol), sehingga ruas kanan
persaman hanya tinggal sebuah konstanta yang melambangkan penggal garis
tersebut.

2
 y=a berupa garis lurus sejajar sumbu horizontal   x , besar kecilnya nilai   x
tidak mempengaruhi nilai y .
 x=c berupa garis lurus sejajar sumbu vertikal   y , besar kecilnya   y tidak
mempengaruhi nilai x.

2.2 Pembentukan Persamaan Linier


Pada prinsipnya sebuah persamaan linear bisa dibentuk berdasarkan dua
unsure. Unsur tersebut dapat berupa penggal garisnya, lereng garisnya atau
koordinat titik-titik yang memenuhi persamaannya. Berikut ini dicontohkan
empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan
linear, masing-masing berdasarkan ketersediaan data yang diketahui. Keempat
cara yang dimaksud adalah: Cara dwi-koordinat, Cara koordinat-lereng, Cara
penggal-lereng dan Cara dwi-penggal.

a. Cara Dwi-Koordinat
Dari dua buah titik dapat dibentuk persamaan linear yang memenuhi kedua
titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik  A dan B dengan koordinat
masing masing (x1, y1) dan (x2, y2), maka rumus persamaan linearnya adalah

3
y− y1 x−x 1  
=
y 2− y 1 x2 −x1

Contoh soal:
Diketahui titik A (2,3) dan titik B (6,5), maka persamaan linearnya adalah:
y− y1 x−x 1
=
y 2− y 1 x2 −x1
y−3 x−2
=
5−3 6−2
y−3 x−2
=
2 4
4 ( y−3 ) =2¿)
4 y−12=2 x−4
4 y=2 x+ 8

b. Cara Koordinat – Lereng


Dari sebuah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linear yang memenuhi
titik dan lereng garisnya adalah b, maka rumus persamaan linearnya adalah :
 

y – y 1=b (x – x1 )

                Contoh soal


Diketahui bahwa titik A (4, 8) dan lereng garisnya adalah 1, maka
persamaan linear yangmemenuhi kedua data ini adalah :
y – y 1=b (x – x1 )
y – 8     = 1 ( x – 4)
y  =  x – 4 + 8
y =  x + 4
c. Cara Penggal – Lereng
Sebuah persamaan linear dapat pula dibentuk apabila diketahui
penggalnya pada salah satu sumbu dan lereng garis yang memenuhi
persamaan tersebut.

4
y=a+bx
         (a = penggal,b= lereng)

Contoh soal:
Diketahui penggal dan lereng garis y=f ¿) masing-masing adalah 4 dan 8
maka   persamaan linearnya adalah :

y=a+bx

y=4+ 8 x

d. Cara Dwi Penggal


Sebuah persamaan linear dapat pula dibentuk apabila diketahui penggal
garis tersebut pada masing-masing sumbu, yakni penggal pada sumbu vertikal
(ketika x=0) dan penggal pada sumbu horizontal (ketika y=0). Apabila a dan
c masing-masing adalah penggal pada sumbu-sumbu vertikal dan horizontal
dari sebuah garis lurus maka persamaan garisnya adalah :

a
y=a – x
c
a = penggal vertikal

b= penggal horizontal

Contoh soal:
Diketahui penggal sebuah garis pada sumbu vertikal dan sumbu horizontal
masing-masing 3 dan 6 maka persamaan linear yang memenuhi adalah

a
y=a – x
c
3
y=3 – x
6
y=3 – 0,5 x

5
2.3 Hubungan Dua Garis Lurus
Dalam sistem sepasang sumbu-silang, dua buah garis lurus mempunyai
empat macam kemungkinan bentuk hubungan yaitu :

a. Berimpit

Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu
merupakan kelipatan dari persamaan garis lain. Dengan demikian, garis
y 1=a1+ b1 x akan berimpit dengan garis y 2=a2+ b2 x jika y 1=n y 2 , a1=n a2
dan b 1=n b2 .

b. Sejajar

Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu
sama dengan lereng/gradien garis yang lain. Dengan demikian, garis
y 1=a1+ b1 x akan sejajar dengan garis y 2=a2+ b2 x jika b 1=b2.

c. Berpotongan
Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang
satu sama dengan lereng/gradien garis yang lain. Dengan demikian, garis
y 1=a1+ b1 x akan berpotongan dengan garis y 2=a2+ b2 x jika b 1 ≠ b2.

6
d. Tegak Lurus
Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis
yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien garis yang lain dengan
tanda berlawanan. Dengan demikian, garis y 1=a1+ b1 x akan tegak lurus
dengan garis y 2=a2+ b2 x jika atau b=−1/b2 .

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

7
Berdasarkan uraian pada pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal
sebagai berikut :

1. Bentuk umum persamaan linear adalah y=a+bx. a adalah penggal


garisnya pada sumbu vertical – y, sedangkan b adalah koefisien arah atau
lereng garis yang bersangkutan.
2. Untuk membentuk sebuah persamaan linier dapat ditempuh dengan empat
cara :
a. Cara dwi-koordinat
y− y1 x−x 1
Rumus persamaan linerarnya adalah =
y 2− y 1 x2 −x1
b. Cara koordinat-lereng
Rumus persamaan linerarnya adalah y – y 1=b (x – x1 )
c. Cara penggal-lereng
Rumus persamaan linerarnya adalah y=a+bx
d. Cara dwi-penggal
a
Rumus persamaan linerarnya adalah y=a – x
c
3. Dalam sistem sepsang sumbu-silang, dua buah garis lurus mempunyai
empat macam kemungkinan bentuk hubungan yaitu :
a. Berimpit
Dua garis lurus akan berimpit apabil persamaan garis yang satu
merupakan kelipatan dari persamaan garis lain.
b. Sejajar
Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu
sama dengan lereng/gradien garis yang lain.
c. Berpotongan
Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu
sama dengan lereng/gradien garis yang lain

d. Tegak Lurus

8
Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis
yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien garis yang lain
dengan tanda berlawanan.

3.2 Saran
Kepada para pembaca kami menyarankan agar lebih banyak membaca
buku yang berkaitan dengan hubungan linier dalam matematika ekonomi agar
lebih memahami hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

9
Kalangi, Josep Bintang. 2002. Matematika Ekonomi dan Bisnis, Jakarta, PT
Salemba Emban Patria.

Santoso, Ettij Iswanti, 2006. Matematika Ekonomi; Fungsi dan Aplikasi.


Yogyakarta, Graha Ilmu.

10