Anda di halaman 1dari 38

ASPEK-ASPEK PENILAIAN

(RANAH KOGNITIF,
AFEKTIF, & PSIKOMOTOR)

ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA

Achmad Samsudin, M.Pd.


JURDIK FISIKA FPMIPA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Terdapat hubungn erat antara:
1. Tujuan kurikulum (KTSP) dengan
Materi Subjek (Subject Matter)
2. Materi Subyek dengan alat-alat
evaluasi (asesmen)
3. Tujuan kurikulum dengan alat-alat
evaluasi (asesmen)
“Jika hasil pendidikan
merupakan sesuatu yang
penting tetapi tidak dapat
diukur maka tujuan itu
harus diubah”
1. Tujuan umum pendidikan
2. Tujuan yang didasarkan
atas tingkah laku
3. Tujuan yang lebih jelas
yang dirumuskan secara
operasional.
Definisi Taksonomi
Taksonomi::
 “Berhasil
tidaknya pendidikan dalam
bentuk tingkah laku baik dalam
kegiatan menganalisis atau
mengklasifikasikan sebuah pandangan
yang berkaitan dengan kegiatan
pendidikan sehari-hari”
1. Kognitif
2. Afektif
3. Psikomotor
Taksonomi yang
dikembangkan Bloom dkk
lebih condong bersifat
mental
Ada 3 tingkat tujuan
(termasuk taksonomi), yaitu:
a. Tujuan akhir atau tujuan
umum pendidikan
b. Taksonomi
c. Tujuan yang operasional
Taksonomi Bloom
 Ada 4 buah prinsip dasar yang digunakan Bloom
dan Krathwohl dalam melahirkan taksonomi,
yaitu:
a. Prinsip metodologis (cara guru mengajar)
b. Prinsip psikologis (fenomena kejiwaan)
c. Prinsip logis (logis dan konsisten)
d. Prinsip tujuan (keselarasan antara tujuan dan
nilai-nilai)
AWAL MULA MUNCULNYA TAKSONOMI BLOOM
HANYA TERDIRI 2 BAGIAN YAITU:

1. Kognitif domain
2. Afektif domain

 Simpson (1966) (Arikunto, 2009) melengkapi


dengan psikomotor domain

 Pemisahan domain ini hanya buatan karena pada


dasarnya “manusia merupakan suatu kebulatan
yang tidak dapat dipecah-pecah sehingga segala
tindakannya juga merupakan suatu kebulatan”.
Bloom dkk merumuskan tujuan-tujuan
pendidikan pada 3 tingkatan:
1. Kategori tingkah laku yang masih verbal
2. Perluasan kategori menjadi sederatan tujuan
3. Tingkah laku konkret yang terdiri dari tugas-
tugas (taks) dalam pertanyaan-pertanyaan
sebagai ujian dan butir-butir soal
Ada 3 ranah atau domain besar, yaitu:
1. Ranah kognitif (Cognitive domain)
2. Ranah afektif (Afective domain)
3. Ranah psikomotor (psychomotor domain)
Taksonomi bloom (1956), ranah
kognitif
1. Mengenal (recognition)

Dalam pengenalan siswa diminta untuk memilih


satu dari dua atau lebih jawaban

Mengungkap/mengingat kembali (recall)

Siswa diminta untuk mengingat kembali satu


atau lebih fakta-fakta yang sederhana
2. PEMAHAMAN (COMPREHENSION)

Siswa diminta untuk membuktikan


bahwa siswa memahami hubungan
yang sederhana diantara fakta-fakta
atau konsep.
3. Penerapan atau aplikasi (application)
Siswa dituntut memiliki kemampuan untuk
menyeleksi atau memilih suatu abstraksi
tertentu (konsep, hukum, dalil, aturan,
gagasan, cara) secara tepat untuk
diterapkan dalam suatu situasi baru dan
menerapkannya secara benar.
Siswa diminta untuk
menganalisis suatu hubungan
atau situasi yang kompleks atas
konsep-konsep dasar.
5. Sintesis (synthesis)
Meminta siswa menggabungkan
atau menyusun kembali
(reorganize) hal-hal yang sfesifik
agar dapat mengembangkan
suatu struktur baru
Siswa mampu menerapkan
pengetahuan dan kemampuan yang
telah dimiliki untuk menilai sesuatu
kasus yang diajukan oleh penyusun
soal.
STRUKTUR HIPOTESIS BLOOM (1956)
INGATAN
PEMAHAMAN

APLIKASI
ANALISIS
SINTESIS
EVALUASI
STRUKTUR OLEH MADAUS DKK
INGATAN
PEMAHAMAN

APLIKASI
ANALISIS SINTESIS

EVALUASI
RANAH KOGNITIF
Pengetahuan Pemahaman Aplikasi Analisis Sintesis Evaluasi
(Knowledge) (Comprehension) (Aplication) (Analysis) (Synthesis) (Evaluation)

mendefinisikan mengklasifikasikan mengaplikasikan menganalisis mengatur mengapresiasi


mengidentifikasi menjelaskan menghitung mengapresiasi mengumpulkan menilai
mengindikasi mendiskusikan mengkonstruksi menghitung mengkoleksi memilih
mengetahui menyatakan mendemonstrasikan mengktegorikan memadukan membandingkan
mendaftar mengidentifikasi mendramatisasi membandingkan mengkonstruksi memperbandingkan

mengingat mengungkapkan menkaryakan mengkontraskan menciptakan memutuskan


memberi nama mengenal memberi contoh mengkritisi merancang menaksir
mengingat melaporkan mengilustrasikan mendebat memformulasikan mengevaluasi
mecatat menyatakan kembali menginterpretasikan menentukan mengelola meranking
mengulangi mengkaji ulang menyelidiki membuat diagram mengorgasisasi menimbang
memilih menyarankan mengoperasikan mendiferensiasikan menemutunjukkan mengukur
menggarisbawahi meringkas mengorgasisasi membedakan merencanakan memperbaiki
menceritakan mempraktekan menguji mempersiapkan menskor
menterjemahkan memprediksi mencobakan memproduksi memilih
smenjadwalkan memeriksa mengajukan menilai
membelanjakan menginventarisir mengatur
mensketsakan menanyakan
menterjemahkan menghubungkan
menggunakan memecahkan
TAKSONOMI BLOOM REVISI ANDERSON &
KRATWOHL (2001) (CARTONO, 2007; ANDERSON
ET AL, 2001)
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF
1. Mengingat (Remembering)  Memanggil kembali pengetahuan yang relevan
dari memori jangka panjang (longterm memory)
1.1. Mengenal Mengidentifikasi Menempatkan Mengenal
(Recognizing) (Identifing) pengetahuan di simbol besaran
longterm memory dalam fisika
sesuai dengan materi (Contoh:
yang disajikan percepatan
benda
disimbolkan a)
dsb.
1.2. Menelusuri Menelusuri Mengingat
Mengungkap/meng (Retrieving) pengetahuan yang kembali
ingat relevan dari (contoh: 7x3 =
kembali/menghafal longterm memory ...)
(Recalling)
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF
2. Mengerti (Understanding)  Membangun makna dari pesan
pembelajaran, lisan, tulisan, dan komunikasi grafik.
2.1. Interpretasi Menjelaskan Mengubah bentuk Mengubah
(Interpreting) (clarifying) penyajian kalimat
Menafsirkan dengan kata-
(paraphrasing) kata ke dalam
Menyajikan simbol
(representing) (Contoh:
Translasi Massa suatu
(translating) benda
merupakan
perkalian
volume benda
dengan massa
jenis benda
tersebut
M = Vxρ)
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

2.2. Menerapkan Menggambarkan Menemukan contoh Menggambark


dengan contoh (Illustrating) spesifik atau an bagaimana
(Exemplifing) & mencotohkan menggambarkan segi tiga siku-
(instantiating) konsep atau siku.
prinsip

2.3. Mengkategorikan Menetapkan dalam Mengelompok


Mengklasifikasi (Categorizing), kelompoknya an benda
(Clasifying) Mengelompokkan logam dan
(subsuming) bukan logam.
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

2.4. Merangkum Mengabstraksi Mengabstraksi Siswa telah


(Summarizing) (Abstracting), tema umum membaca
menggeneralisasi sejarah
(generalizing) penemuan
listrik lalu
diminta untuk
membuat
rangkuman

2.5. Inferensi Menyimpulkan Membuat Menyimpulka


(Inferring) (concluding), kesimpulan yang n hubungan
ekstrapolasi masuk akal dari dua variabel
(ekstrapolating), informasi yang V = IR (R
interpolasi disajikan konstanta/ha
(interpolating) , mbatan, V
prediksi tegangan, I
(predicting) kuar arus
listrik)
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

2.6. Komparasi Mengontraskan Mendeteksi Apa


(Comparing) (Contrating), kesesuaian antara perbedaan
memetakan dua atau lebih; antara arus
(mapping), benda, ide, listrik yang
mencocokkan peristiwa, dsb melewati
(matching) penghantar
dengan air
yang mengalir
dalam pipa?
2.7. Eksplanasi Membangun Membangun Bagaimana
(Explaning) model hubungan sebab efek
(Contructing akibat dari suatu penyinaran
model) sistem pada suatu
benda?
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

3. Menerapkan (Applying)  Menggunakan prosedur pada situasi yang


diberikan (tertentu)
3.1. Melaksanakan Menerapkan Menerapkan
Melaksanakan (Carrying out) prosedur untuk Hukum II
(Executing) tugas yang tidak Newton untuk
biasa (familiar) situasi yang
tepat

3.2. Menggunakan Menerapkan Menjawab


Implementasi (using) prosedur untuk pertanyaan
(Implementing) tugas yang tidak penelitian
biasa (unfamiliar) (bagaimana
meningkatkan
kinerja suatu
alat)
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

4. Menganalisis (Analyzing)  Menguraikan materi ke dalam bagian-bagian nya


dan menentukan bagaimana bagian-bagian berhubungan satu dengan yang lain.
4.1. Deferensiasi Membedakan Membedakan Membedakan Atom
(Differentiting) (Discriminating, bagian yang Dalton dan Atom
distinguishing), relevan dari Thomson.
memfokuskan (focusing), yang tidak
menyeleksi (selecting) relevan atau
bagian yang
penting dari
yang tidak
penting
4.2. Menemukan (Finding), Menetapkan Bagaimana
Mengorganisasi koherensi (coherence), bagian-bagian prosedur menyusun
(Organizing) perpaduan atau fungsi laporan penelitian?
(intergrating), membuat dalam struktur
garis besar (outlining),
menguraikan (parsing),
membentuk
(structuring)
KATEGORI KATA KERJA DEFINISI CONTOH
& PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

4.3. Dekontruksi Menerapkan Menentukan


Mengetahui (deconstructing) pandangan, bias, maksud
maksud nilai/maksud penulis dari
(attributing) paparannya

5. Mengevaluasi (Evaluating)  Membuat pertimbangan berdasarkan


kriteria dan standard.
5.1. Mengecek koordinasi Mendeteksi Memeriksa
(checking (coordinating), ketidakkonsistenan apakah
mendeteksi atau alasan yang tidak kesimpulan
(detecting), masuk akal pada suatu dari sebuah
memonitor proses atau produk; penelitian
(monitoring), menemukan apakah ditarik dari
menguji (testing) suatu proses atau data hasil
produuk mempunyai observasi
konsistensi internal;
mendeteksi efektivitas
prosedur yang
diterapkan
KATEGORI KATA KERJA DEFINISI CONTOH
& PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

5.2. Mempertimbang Mendeteksi Mempertimba


Mengkritisi kan ketidakkonsistenan ngkan dua
(critiquing) (judging) antara produk dengan metode yang
kriteria luar; paling baik
menemukan apakah untuk
suatu proses atau memecahkan
produuk mempunyai masalah
konsistensi luar;
mendeteksi ketepatan
prosedur dengan
masalah yang
diberikan
KATEGORI & KATA KERJA DEFINISI CONTOH
PROSES OPERASIONAL
KOGNITIF

6. Mencipta (Creating)  Menggabungkan unsur-unsur secara bersama untuk


membentuk suatu hubungan yang fungsional; mengorganisasi kembali bagian-
bagian ke dalam pola atau struktur yang baru.
6.1. Membangun Berhipotesis Mengusulkan Membangun
(Generating) (Hypothesizing) hipotesis hipotesis
berdasarkan
kriteria

6.2. Merancang Memikirkan Menguji hipotesis


Merencanakan (Designing) suatu prosedur
(Planning) untuk
menyelesaikan
tugas
6.3. Menyusun Menemukan Membuat bel
Menghasilkan (Contructing) suatu produk listrik dengan
(Producting) frekuensi tertentu
RANAH AFEKTIF
 Pandangan atau pendapat (opinion)

Guru akan mengukur aspek afektif siswa yang


berhubungan dengan pandangan siswa maka
pertanyaan yang disusun menhendaki respons
yang melibatkan ekspresi, perasaan, atau
pendapat pribadi siswa terhadap hal-hal yang
relatif sederhana tetapi bukan fakta.
RANAH AFEKTIF
 Sikapatau nilai (Attitude, value)
Siswa ditanya mengenai responnya
yang melibatkan sikap atau nilai
telah mendalam di sanubarinya,
dan guru meminta siswa untuk
mempertahankan pendapatnya.
RANAH “AFEKTIF”

Menerima Menanggapi Menilai Mengorganisasi Menjadi Karakter


(Receiving) (Responding) (Valuing) (Organization) (Characterization)

Memilih Menjawab Mengasumsikan Menganut Mengubah perilaku


Mendengar Membantu Meyakini Mengubah Berakhlak mulia
Mengikuti Mengajukan Melengkapi Menata Mempengaruhi
Memberi Mengompromikan Meyakinkan Mengklasifikasikan Mendengarkan
Menganut Menyenangi Memperjelas Mengombinasikan Mengaktualisasi
Mematuhi Menyambut Memprakarsai Mempertahankan Melayani
Meminati Mendukung Mengimani Membangun Menunjukkan
Menyetujui Mengundang Membentuk pendapat Membuktikan
Menampilkan Menggabungkan Memadukan Memecahkan
Melaporkan Memperjelas Mengelola
Memilih Mengusulkan Menegosiasi
Mengatakan Menekankan Merembuk
Memilah Menyumbang
Menolak
RANAH PSIKOMOTOR
 Berkaitan dengan kata “motor”,
“sensory motor”, “perceptual motor”
 Ranah Psikomotor berhubungan erat
dengan kerja otot sehingga
menyebabkan geraknya tubuh atau
bagain-bagiannya.
 Ada dua hal dalam psikomotor,
yaitu: keterampilan (skills) dan
kemampuan (abilities).
Domain Psikomotor “Dave”
Contoh Aktivitas yang
Deskripsi Perilaku Kata Kerja
Kategori diukur
Meniru tindakan dari yang Mengamati guru atau
Imitasi ditunjukkan orang lain: pelatih kemudian Meniru, mengikuti, mereplikasi,
1
(Imitation) mengamati kemudian menirukannya: aktivitas mengulangi,
mereplikasi proses.

Menciptakan kembali,
Manipulasi Mereproduksi aktivitas dari Melakukan tugas dari membangun, menijukkan,
2
(Manipulation) pelatih atau ingatannya instruksi tertulis atau verbal melaksanakan,
mengimplementasikan

Mempertunjukkan keahlian
melaksanakan tugas atau Mendemonstrasikan, melengkapi,
Presisi Melakukan keterampilan aktivitas tanpa bantuan mempertunjukkan,
3
(Precision) tanpa bantuan orang lain atau instruksi, mampu menyempurnakan, mengkalibrasi,
menunjukkan aktivitas pada mengontrol.
siswa lain.
Mengkonstruksikan, memecahkan,
Mengaitkan an
mengkombinasikan,
Artikulasi Mengadaptasi dan mengkombinasikan
4 mengkoordinasikan,
(Articulation) mengintegrasikan kealian aktivitas untuk
mengintgrasikan, mengadaptasi,
mengembangkan metoda
mengembangkan, emformulasi
Melkukan aktivitas secara Mendefinisika tujuan,
Naturalisasi terkait dengan tingkat pendekatan dan strategi Merancang, menspesifkasi,
5
(Naturalization) keterampilan yang telah untuk melakukan aktivitas mengelola,
dimiliki untuk keperluan
DAFTAR RUJUKAN:
 Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
 Cartono (2007). Assesmen dalam Pembelajaran
Sains. Bandung: Program Doktor SPs UPI
 Anderson, et al. (2001). A Taxonomy for
Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of
Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives.
New York: David Mckay Company, Inc.
SEKIAN...
TERIMA KASIH...

Syam 2010

Beri Nilai