Anda di halaman 1dari 1

CARA PEMBUATAN KITOSAN

Penyiapan Kitosan
Limbah udang kering dihaluskan dengan grinder sehingga diperoleh serbuk
limbah udang dengan ukuran -40+50 mesh. Serbuk limbah udang dideproteinasi
untuk menghilangkan kandungan protein dengan penambahan NaOH 1 N. Volume
larutan NaOH yang ditambahkan adalah 1:10 (berat kitosan/volume). Campuran
diaduk dengan kecepatan pegadukan 500 rpm selama 60 menit pada suhu 65 0C
dalam labu leher tiga. Langkah selanjutnya adalah penyaringan campuran dengan
filtrasi vakum. Setelah itu kemudian dilakukan pencucian padatan yang diperoleh
sampai pH netral. Pengeringan padatan dilakukan menggunakan oven bersuhu
50+2 0C sampai diperoleh padatan dengan kadar air 5 – 7% (berat kering).
Hasil deproteinasi kemudian didemineralisasi untuk menghilangkan
kandungan Ca(CO3)2 dengan penambahan HCl 1 N. Volume HCl yang ditambahkan
sebanyak 1:15 (berat kitosan/volume). Campuran diaduk dengan kecepatan 500
rpm selama 30 menit pada suhu ruang. Kitin yang dihasilkan dipisahkan dengan
cara disaring menggunakan metode filtrasi vakum dan dicuci menggunakan
aquades sampai pH padatan netral. Padatan yang diperoleh kemudian dikeringkan
di dalam oven bersuhu 50+20C sehingga diperoleh padatan dengan kadar air 5 –
7%.
Untuk menghasilkan kitosan, kitin dipanaskan dalam larutan NaOH 50% pada suhu
900C dalam labu leher tiga selama 2 jam. Volume NaOH yang ditambahkan adalah
1:10 (berat kitosan/volume). Langkah selanjutnya adalah penyaringan dengan
filtrasi vakum. Kemudian dilakukan pencucian padatan sampai pH netral, dan
dikeringkan dalam oven bersuhu 50+20C sampai diperoleh kitosan kering dengan
kadar air antara 5 – 6%. Kitosan dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared
Spectroscopy (FTIR) untuk mengetahui derajat deasetilasinya dan dianalisis berat
molekul rata-rata dengan menggunakan metode pengukuran viskositas intrinsiknya.