Anda di halaman 1dari 5

KEPERAWATAN GERONTIK

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik

Dosen pengampu :
Dwi Sulistyowati, S.Kep., Ns., M.Kes

Disusun Oleh

Eka Yulia Rizki Nasution 20210109487

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
PROFESI NERS KEPERAWATAN
2020
ANALISIS KASUS

1. Kasus
Di kabupaten X terdapat banyak sekali lansia. Permasalahan yang dialami lansia
ada berbagai macam salah satunya depresi. Ny. F yang berumur 70 tahun sudah lama
menetap di daerah sana, setiap hari beliau hanya berdiam diri di rumah dan terkadang
tetangga sesekali melihat kondisi Ny. F. Ny. F terkenal dengan sifatnya yang suka
berteman dengan sesama lansia di daerah sekitar rumahnya, periang dan sering sekali
mengikuti acara keagamaan yang dilakukan di daerah tersebut. 3 tahun belakangan ini
beliau menunjukkan sikap yang mengarah pada depresi seperti sering mennagis, suka
sendiri, merasa putus asa dan tidak berharga. Kejadian tersebut dialaminya sejak 5 tahun
yang lalu ketika suaminya meninggal dunia, anak semata wayangnya juga merantau dan
jarang mengunjungi Ny. F. Setelah kepergian anak dan suami tersebut Ny. F sering sakit-
sakitan dan tidak terurus. Ny. F sering sekali bercerita kalau dirinya merasa sedih dengan
keadaan yang dialaminya sekarang ini, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan bahkan
anak yang disayanginya itu sudah menelantarkannya, tidak berselang lama setelah
menceritakan kejadian tersebut perlahan-lahan terjadi perubahan pada Ny. F.
Untuk membantu menyembuhkan Ny. F adiknya berupaya membawa Ny.F ke
puskesmas terdekat untuk pengobatan dirinya, namun dengan obat-obatan yang diberikan
pada Ny. F hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa saat setelah di bawa
ke puskesmas adik Ny. F mengunjungi salah satu panti wedha yang ada disana, adik Ny.F
mengajak beliau kesana dengan harapan dengan berteman Ny. F tidak mengalami depresi
lagi dan dapat sembuh seperti sedia kala, Ketika berada di panti wedha Ny. F tidak mau
berinterksasi sosial dengan para lansia yang ada disana, beliau hanya mengikuti program
yang dilaksanakan di panti wedha yaitu setiap pagi mendengarkan murrotal Quran.
Setelah seminggu berada di panti wedha tersebut ketika ditanya oleh pengurus panti, Ny,
F mau menjawab suka mendengarkan murrotal quran dan teringat kegiatan yang
diikutinya dulu,

2. Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh murrotal quran terhadap penurunan tingkat depresi lansia.
3. Kerangka Masalah
a. Rumusan PICOT
P (Problem) = Lansia merasakan adanya suasana sedih dan mersa
kesepian
karena ditinggal suami dan anaknyajarang menemuinya.
I (Interveension) = Pengobatan dengan obat-obatan.
C (Comparison) = Murrotal Quran; mengurangi tingkat depresi pada lansia.
O (Outcome) = Setelah terapi Murrotul Quran lansia terjadi penurunan tingkat
depresi lansia.
T (Time) = Setiap pagi di Panti Werdha.

b. Merumuskan Kalimat Masalah


Apakah murotal quran dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia ?

4. Bukti-Bukti
Penelitian yang dilakukan oleh Listiani Amanah dan Santi Esterlita Purnamasari
pada tahun 2015 dengan judul Efektivitas Mendengarkan Bacaan Al-Quran Terhadap
Penurunan Tingkat Depresi Pada Lansia. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 lansia
yang tinggal di Panti Sosial Tresna Wredha Unit Budhi Luhur. Desain eksperimen
penelitian ini adalah Pretest-Posttest Group Design. Pengambilan data menggunakan
Beck Depression Inventory (BDI). Analisis data menggunakan teknik non paramaterik
yaitu uji wilcoxon dan mannwhitney u test.

5. Analisa Kasus
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara
kelompok eksperimen yang diberi perlakuan mendengarkan bacaan Al-Quran dan
kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai
probabilitas (sign 2 tailed) sebesar 0,000 (p<0,05). Dari perbandingan mean posttest
kedua kelompok terlihat bahwa mean posttest kelompok eksperimen sebesar 12,15 lebih
rendah dari pada mean posttest kelompok kontrol sebesar 18,31. Hal tersebut
menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada perbedaan tingkat depresi sesudah
mendengarkan bacaan Al-Quran antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol
diterima.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa mendengarkan bacaan Al-Quran
cukup efektif untuk penurunkan tingkat depresi pada lansia. Lansia yang mendengarkan
bacaan AlQuran akan mengalami penurunan tingkat depresi setelah mendengarkan
bacaan Al-Quran. Lansia yang tidak mendengarkan bacaan AlQuran tidak mengalami
penurunan tingkat depresi. Berdasarkan hasil analisis perbedaan tingkat depresi sebelum
dan setelah diberi perlakuan mendengarkan bacaan Al-Quran pada kelompok eksperimen,
terlihat nilai z sebesar 3,189 dengan probabilitas/sig 2 tailed=0,001 (p<0,05). Hal
tersebut berarti hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan tingkat depresi pada
lansia kelompok ekperiman sebelum dan setelah mendengarkan bacaan AlQuran dapat
diterima. Selain itu, dari hasil analisis perbedaan tingkat depresi sebelum dan sesudah
pada kelompok kontrol yang tidak diperdengarkan bacaan Al-Quran menunjukkan nilai z
sebesar 1,633 dengan probabilitas/sig 2 tailed=0,102 (p>0,05). Hasil tersebut
menunjukkan tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest dari kelompok kontrol.
Hal tersebut berarti tidak ada penurunan tingkat depresi pada kelompok kontrol. Oleh
karena itu hipotesis yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan tingkat depresi antara
sebelum dan setelah pada kelompok kontrol yang tidak mendengarkan bacaan Al-Quran
dapat diterima.
Mendengarkan bacaan Al-Quran yang merupakan salah satu kegiatan spiritual
telah mampu mengatasi kondisi depresi yang dialami para lansia. Para lansia yang
mendengarkan bacaan Al-Quran telah mengalami perubahan pada kondisi kognitif
maupun emosinya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Taylor & Anderson (dalam
Trimulyaningsih & Subandi, 2010) kegiatan yang disertai dengan kegiatan
bertema keagamaan dapat meningkatkan kesadaran spiritual individu, yang diasumsikan
dapat mengubah keadaan emosi individu berupa kesenangan dan kepuasan, serta terjadi
perubahan kognisi berupa meningkatnya keyakinan agama dan kesadaran individu akan
diri, lingkungan sekitar dan Tuhan.

6. Asumsi
Dalam penanganan asuhan keperawatan gerontik pada lansia sebagai perawat
dapat menerapkan menggunakan cara spiritual salah satunya yaitu terapi murottal quran
untuk menurunkan depresi pada lansia. Terapi tersebut dapat dilakukan sebagai salah satu
program yang dapat dilaksanakan baik di panti wedha, rumah ataupun rumah sakit.
Dilkaukan setiap hari atau menerapkan jadwal rutin pada kegiatan lansia.