Anda di halaman 1dari 8

ORIGINEEL COFFEA SOENDAICA

Flow Chart Java Preanger Coffee


30 % 30 % 30 % 10 %

Kebun / Pasca Roastery


Petani Kopi Barista
Panen

Light Fruity Smell


Cinnamon

Coffea Arabica Wasd Light Medium


High
Coffea Canephora Natural Medium
City
Coffea Liberica Honey Medium - Dark Full City
Coffea Excelca Wine Dark French
Italian

Bob Ujo
Jenis Kopi
A. Coffea Arabica

Variatas kopi Arabica, ditanam dengan elevasi diketinggian 700 s.d 1700 m dpl dengan suhu 16 – 20 celcius , memeiliki kandungan kafein sebesar 0.8 – 1.4 %. Berikut
beberapa jenis yang tumbuh diberdayakan oleh Petani kopi di Jawa Barat :
1. Typica adalah satu varieatas yang pertamakali dikembangkan oleh Belanda di Indonesia.
2. Hybrido de Timor ( HDT ), varietas ini dikenal oleh masyarakat petani Jawa Barat sebagai varietas “Tim Tim” atau Timor Timur sesuai dengan
tempat asal berkembangnya Timor Timur. Variatas ini merupakan varrietas persilangan alamiah antara Arabica dan Robusta.
3. Linie S, adalah varietas kopi Arabica yang berasal dari India. Beberapa jenis Kini S yang ditanam oleh petani Jawa barat adalah S-288 dan S-795.
4. Catura Cultivars.
5. Geisha
6. Lini Catimor

A. Coffea Canephora

Variatas kopi ini dikenal dengan Robusta. ditanam dengan elevasi diketinggian 400 s.d 700 m dpl dengan suhu 21 – 24 celcius , memeiliki kandungan kafein lebih tinggi
disbanding Arabica yaitu 2.7%. Robusta menghasilkan lebih banyak panen dibandingkan dengan Arabica. Jenis robusta ini lebih tahan hama dan lebih tahan serangan
penyakit dibandingkan dengan Arabica.

Bob Ujo
Perkebunan Kopi

Aspek ekologis menjadi penentu cita rasa secangkir kopi. Ditangan para petani handalah semua itu diwujudkan, dari kebun yang baik semua berawal.
Luas perkebunan di Jawa Barat yaitu 33.630 Hektar, dengan angka produksi 17.628 ton pertahun..

1. Petani, pengolah pasca panen kopi Gn. Cikuray, Gn. Papandayan. PARICoffee. Kabupaten Garut.
2. Petani, pengolah pasca panen kopi Gn. Puntang MADALI Kabupaten Bandung.
3. Petani, pengolah pasca panen kopi Palintang dan Gn. Manglayang SAMBOGA Kabupaten Bandung.
4. Petani, pengolah pasca panen kopi Gn. Puntang MADALI Kabupaten Bandung.
5. Petani, pengolah pasca panen kopi Gn. Burangrang Selatan, BURSEL Kabupaten Bandung Barat.
6. Petani, pengolah pasca panen kopi Gn. Mandalawangi, Kopi Ciheuleut Mndalawangi Kabupaten Bandung.
7. Petani, pengolah pasca panen kopi Gn. Patuha, Panundaan Kabupaten Bandung.

Bob Ujo
Pasca Panen Kopi

Biji merah petikan petani, kemudian diolah dengan beberapa metode guna mencapai rasa yang di inginkan.

1. Wasd Proces
2. Natural Proces
3. Honey Proces
4. Wine Proces

Bob Ujo
Roastery
Pada level terakhir kopi sampai pada titik Roasted. Kopi yang telah dipetik, diolah pada pasca panen, segera di Roasting
( Penyangraian ).
Pada tahap ini seorang Roastery akan menyimpulkan profile kopi guna mencapai cita rasa yang diinginkan.
Berikut beberapa variant rasa yang dibentuk pada tahap roasting ini.

1. Light, dibagi atas dua level :


a. Light ; Fruity smell
b. Cinnamon ; Perfect for drinking black

2. Medium, dibagi atas dua level :


a. Medium ; Medium bitternes than acidity
b. High

3. Medium – Dark, dibagi atas dua level :


a. City ; More bitterness than acidity
bFull City ; Heavy body and bitterness

4. Dark, dibagi atas dua level :


a. French ; Goes well with milk
b. Italian ; Good for espresso drinks

Bob Ujo
Penyeduh Kopi / Barista

Tiba ditangan sang Barista, kopi yang telah matang digiling halus atau kasar sesuai tujuan penyeduh.
Aneka metode dari seduhan dengan air panas hingga air dingin.
Kopi siap dinikmati.

Bob Ujo
A cup off Java

Bob Ujo