Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENGANTAR ILMU PERTANIAN

BUDIDAYA JAMBU (Syzygium samarangense (Blume) Merr. Dan Perry) DELI


HIJAU DI KABUPATEN BANTUL

Disusun Oleh:
Jihan Faizah Yumna (135190029)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


JURUSAN PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur  penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat


dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Guna memenuhi salah satu
tugas pada mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan
tentang Budidaya Jambu Deli Hijau di Kabupaten Bantul.
            Makalah ini disusun untuk dijadikan pembelajaran ilmu pengantar pertanian. Rangkaian-
rangkaian materi ini yang diharapkan dapat membantu para pembaca dapat mengerti bab
budidaya.  Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi penulis
dan juga pembacanya.
            Penulis sadar, bahwa dalam makalah ini banyak sekali kekurangan dan kelemahan. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan yang
semestinya pada makalah ini sangat penulis harapkan pada semua pihak yang berkenan
memperhatikan isi dan penulisannya.

Yogyakarta, 29 September 2019


                                                                                                                         
                                                                                                                                   

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Beberapa tanaman
dikelompokkan menjadi tanaman hias, tanaman budidaya dan tanaman obat. Salah satu jenis
tanamannya adalah jambu air. Buah jambu air (Syszygium samarangense) termasuk dalam
famili Myrtaceae yang merupakan tanaman asli Indonesia dan sejak masa penjajahan
Belanda dikenal sebagai buah segar dimusim kemarau. Buah jambu air banyak
mengandung air sekitar 90% dari 100 gram bagian buah yang dapat dimakan dan berfungsi
sebagai penghilang rasa haus. Tanaman jambu air dapat tumbuh di hampir semua tempat di
Indonesia. Tanaman ini mudah menyesuaikan diri dengan segala jenis tanah selama tanah itu
subur, gembur dan berair banyak. Keistimewaan lain dari tanaman jambu air adalah
mudah didapat dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu mahal.
Jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. Dan Perry) deli hijau merupakan salah
satu komoditas pertanian buah-buahan yang memiliki prospek yang bagus untuk
dikembangkan. Jambu air deli hijau juga memiliki kelebihan lain seperti mudah dibudidayakan,
rasa manis, bobot buah besar, dan perawatan relatif lebih mudah. Jambu air deli hijau
merupakan tanaman introduksi yang sudah di lepas menjadi varietas pada tahun 2012.
Sebagai salah satu daerah penghasil jambu air di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa
Yogyakarta memiliki keragaman jambu air dengan keunikan tersendiri. Salah satu jenis jambu
air yang berpotensi besar yaitu jambu air deli hijau. Tanaman ini berasal dari Provinsi Sumatera
Utara. Jambu air deli hijau lebih cepat tumbuh dengan sistem tabulampot (tanaman buah
dalam pot) daripada langsung ditanam di tanah. Itulah sebabnya petani lebih memilih
membudidayakan dengan sistem tabulampot. Salah satu daerah penghasil jambu air deli hijau
yang berpotensi yaitu di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan dari penulisan
makalah ini yaitu untuk mengetahui perkembangan, budidaya maupun prospek pasar tanaman
jambu deli hijau di Kabupaten Bantul.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan budidaya buah jambu air deli hijau di Kabupaten Bantul?
2. Bagaimana cara budidaya tanaman jambu air deli hijau di Kabupaten Bantul?
3. Bagaimana prospek pasar tanaman jambu air deli hijau di Kabupaten Bantul?
C. Tujuan
1. Mengetahui perkembangan budidaya jambu air deli hijau di Kabupaten Bantul.
2. Mengetahui cara pembudidayaan tanaman jambu air deli hijau di Kabupaten Bantul.
3. Mengetahui prospek pasar tanaman jambu air deli hijau di Kabupaten Bantul.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PERKEMBANGAN BUDIDAYA JAMBU DELI HIJAU DI KABUPATEN BANTUL


Jambu deli hijau tidak hanya marak ditanam di Medan, Sumatera Utara. Jambu air deli hijau
dan merah kesuma dikukuhkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) sebagai varietas unggulan asal
Sumatra Utara. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 048/ Kpts/
SR.120/ D.2.7/ 5/ 2013 tentang Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura yang ditanda
tangani oleh atas nama Menteri Pertanian. Varietas terbaru itu juga dikembangkan di perkebunan
Kebun Hijau, Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Bayu Ari Purnomosidi, menjadi salah satu pelaku budidaya jambu jenis
ini yang memiliki luas lahan 6.000 m2.
Jambu deli hijau memiliki daging buah bertekstur renyah tanpa biji. Ukuran buahnya cukup
besar dan bisa dipanen sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bobot buah mampu mencapai
200-300 gram per buah. Masa berbuahnya sangat cepat. Pohon jambu ini bisa ditanam pada
tanah terbuka atau dalam pot berdiameter lebih dari 60 cm. Pohonnya juga bisa langsung
berbuah ketika berumur satu tahun. Bahkan dalam setahun, bisa dilakukan panen raya sebanyak
tiga kali dengan total panen 30 kilogram per pohon per tahun.

B. PEMBUDIDAYAAN JAMBU DELI HIJAU


b.1. Keunikan
Jambu air deli hijau memiliki keunggulan dari aspek rasanya yang sangat manis dan bentuk
buahnya yang besar. Tanaman buah jambu air deli hijau memiliki kombinasi tingkat kemanisan
jambu air tertinggi di Indonesia mencapai 12,4-15,5 brix. Buah jambu ini juga memiliki ukuran
yang besar (200-300 gr/buah). Jambu ini juga mudah dirawat dalam skala rumahan dengan
metode tabulampot. Hal tersebut dapat menjadi solusi jika memiliki lahan yang sempit.
Keunikan lainnya, jambu deli hijau ini dikenal sebagai tanaman jambu air yang mampu berbuah
di usia satu tahun. Deli hijau juga dikenal sebagai tanaman genjah, atau tanaman yang cepat
berbuah.
b.2. Ciri-ciri jambu air deli hijau unggulan
• Daun dewasa berukuran lebardan besar
• Daun berwarna Hijau tidak terlalu tua
• Daun berwarna Hijau tidak terlalu tua
• Batang atau ranting muda berwarna hiju muda
• Buah berukuran besar dan berwarna hijau mengkilap
• Rasa Buahnya Manis mencapai 12,4-15,5 brix
• Masa berbuahnya lebih cepat
• Hampir tak kenal musim

b.3. Pembibitan
Para pembudidaya jambu air deli hijau menempuh banyak cara untuk menghasilkan buah
berkualitas tinggi. Pekebun jambu di Kabupaten Bantul Yogyakarta menyiapkannya sejak
memperoleh bibit jambu deli hijau. Ia terlebih dahulu menanamnya di tanah, tidak langsung di
pot. Tujuannya agar batang cepat besar.

b.4. Media Tanam


Perbandingan media tanam yang baik untuk jambu deli hijau tanah : pupuk kandang :
sekam segar adalah 2 : 1 : 1. Tanah yang digunakan sebaliknya tanah yang remah sehingga tidak
mudah memadat. Hindari penggunaan tanah liat agar tidak merekah saat terlambat menyiram.
Jika terpaksa pakai tanah liat maka perbandingan yang dipakai: tanah : pupuk kandang : sekam
segar adalah 1 : 1 : 1. Perbandingan tanah sama dengan sekam segar akan mencegah merekahnya
media tanam jika terlambat menyiram.

b.5. Perawatan
Agar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh tanaman jambu deli hijau terpenuhi, maka
lakukan pemupukan. Pemukan tersebut dapat dilakukan dengan pupuk kandang maupun pupuk
NPK. Pemberian pupuk minimal dilakukan sebulan atau dua pekan sekali. Selain itu penyiraman
bisa dilakukan dua kali dalam sehari untuk menjaga tanah selalu basah. Perawatan lainnya
dengan rutin menyemprotkan insektisida agar jambu tumbuh dengan baik dan sehat. Insektisida
hanya dipakai untuk mengusir hama. Pohon mulai berbuah saat berumur setahun. Sebaiknya
buah dibungkus plastik agar terlindung dari ulat atau hama lainnya.
Jika ditanam di kebun perawatan bibit Jambu Madu Hijau tergolong mudah, hal yang
perlu diperhatikan adalah melakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk sehingga terbentuk
pola 1-3-7-13, yaitu 1 cabang utama,3 cabang primer, 7 cabangsekunder, 13 cabang tersier.
Pemangkasan pertama pada umur 4 bulan setelah pindah ke pot, selanjutnya setiap 3 bulan
lakukan pemangkasan penyeimbang.

b.6. Perawatan Saat Berbunga


Saat pembungaan jambu deli hijau maka faktor terpenting untuk menjadikan bunga manis
ialah penyiraman. Lakukan penyiraman tiap pagi dan sore. Bahkan bila panas terik pada siang
hari maka tanaman harus disiram. Karena pentingnya pemberian air sehingga banyak pekebun
menyiapkan jaringan irigasi sebelum menata pohon.
Ada yang memanfaatkan pipa polivinil klorida (PVC) beserta kran, atau menggunakan
selang plastik hitam atau bening untuk mengalirkan air ke wadah tanam. Setiap tanaman jambu
deli hijau mendapat air sekitar 6 liter. Dengan perawatan intensif, pekebun memetik 4 kg pada
panen perdana per musim. Setelah berumur 3 tahun, jambu menghasilkan 10-15 kg per tanaman
per musim secara stabil.

b.7. Pasca Panen


Pasca panen adalah pasca yang menentukan apakah pohon jambu deli hijau akan mau
berbuah lagi atau justru malah tak berbuah lagi. Untuk mencegah hal tersebut, perlu dilakukan
langkah-langkah sbb :
 Pohon dipupuk lagi dengan pupuk kandang atau pupuk organik berupa cairan atau serbuk
yang banyak dijual di toko pertanian.
 Sebaiknya pupuk kandang atau organik tersebut dicampur dengan pupuk NPK dengan
kadar rendah karena unsur NPK tidak tersedia pada tanah begitu saja. Akan lebih baik
lagi ditambah KCl atau KNO3 untuk persiapan agar bunga tidak rontok.
 Setelah 14 hari diadakan pemupukan tersebut maka dilakukan pemangkasan untuk
merangsang timbulnya calon bunga dan sisa pemangkasan bisa dijadikan sebagai entres
bibit jambu deli hijau.
b.8. Perbanyakan
Cara perbanyakan tanaman buah jambu deli hijau yaitu dengan stek. Dengan cara itu
karakter bibit 100% sama dengan induk. Memilih ranting maupun cabang terbaik sebagai bahan
perbanyakan. Syaratnya, cabang sehat, berdaun hijau tua, tidak sedang bertunas, dan bebas hama
penyakit.

b.9. Manfaat Jambu Air Madu Deli


Jambu deli hijau memiliki kandungan serat tinggi sehingga bermanfaat menjaga
kesehatan sistem pencernaan. Kandungan berbagai vitamin dan kadar airnya yang tinggi mampu
menjaga kadar kolesterol dalam darah. Vitamin C yang banyak terkandung di dalamnya juga
mampu menangkal radikal bebas, mencegah penuaan dini, mencegah serangan penyakit kanker
dan mempercantik kulit serta menjaga daya tahan tubuh.

C. POTENSI DAN PROSPEK PEMASARAN JAMBU DELI HIJAU DI KABUPATEN


BANTUL
Jambu deli hijau yang mempunyai sifat terus berbuah tanpa mengenal musim ini sangat
cocok untuk dibudidayakan dan dibuat tabulampot untuk pribadi atau untuk sampingan usaha
sebagai penambah pemasukan. Kunci agar jambu deli hijau bertahan lama di pasaran adalah
kualitas buah yang prima. Ahli manajemen pemasaran dari Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Arief
Daryanto, menuturkan, bila para pekebun mampu menjaga kualitas, pasar akan merespons dan
sebaliknya. Kriteria jambu madu berkualitas tinggi jika tingkat kemanisan minimal 10,5° briks,
bentuk seperti lonceng atau tanpa malformasi, warna hijau segar, atau kemerahan dan tanpa
gerekan serangga atau bekas penyakit itulah kenapa disebut sebagai jambu air unggulan. Hingga
kini, potensi pasar untuk jambu deli hijau masih sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya
konsumen yang datang ke kebun buah di Banguntapan ini hingga panennya selalu habis sebelum
sempat dijual ke luar. Artinya, kebutuhan pasar di Jogja saja cukup tinggi sehingga pasokan
sangat terbatas. Itulah salah satu alasan mengapa harga jambu ini cukup tinggi.
Jambu deli hijau dijual kepada konsumen yang datang langsung ke kebun. Para pekebun
membanderol Rp30.000 per kg. Volume buah yang terjual sebanyak 600 kg memberikan omzet
Rp18-juta setiap bulan. Namun kapasitas produksi buah di Kebun Hijau Banguntapan ini masih
rendah, rata-rata 1,5 kg per pohon berumur 3 tahun. Banyaknya permintaan dari pengepul
maupun pasar swalayan yang kerap datang bukti bahwa jambu madu deli hijau diterima pasar.

c.1. Permintaan Bibit


Para pekebun menanam jambu madu deli hijau dalam pot dan kantong tanam. Cara tanam
tabulampot—tanaman buah dalam pot—memudahkan pekebun mengatur nutrisi bagi tanaman.
Pemupukan dan penyiraman menjadi efisien sebab tidak ada unsur hara yang terbuang. Selain
buah, permintaan bibit yang datang ke kebun pun tak pernah sepi. Dalam sebulan para pekebun
dapat menjual hingga 1.000 bibit. Kualitas bibit dari kebun hijau Banguntapan ini tak perlu
diragukan lagi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Prospek budidaya jambu deli hijau di Kabupaten Bantul cukup berpotensi dan menjanjikan.
Budidaya jambu deli hijau di Kabupaten Bantul masih dalam skala menengah dan masih belum
optimal. Pemasaran dari sawo ini masih sebatas diperjualkan untuk pengunjung kebun. Pemilik
kebun masih menolak memasok jambu deli hijau ke beberapa daerah, walaupun permintaan
pasar terus meningkat.

B. Saran
Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan pekebun jambu deli hijau. Selain itu, juga
dilakukan pemetaan statistik lahan jambu deli hijau secara intensif yang ada di Kabupaten
Bantul,agar memudahkan investor,distributor,maupun konsumen untuk menjangkau. Perlu
adanya sosialisasi agar pembudidayaan jambu deli hijau dapat dibuat skala besar dan dapat
dipasarkan.
DAFTAR PUSTAKA

Hamied, Abdul Razak (25 Mei 2015). Petani Jambu Deli Hijau Kelimpungan Penuhi
Permintaan.  Dikutip 26 September 2019 dari. https://harianjogja.com/

Titisari, Andari (1 Februari 2017). LABA MANIS JAMBU MADU.  Dikutip 27 September 2019
dari. https://trubus-online.co.id/

Teddy (17 MEI 2018). Budidaya Jambu Madu Hijau Deli Berkualitas Tinggi. Dikutip 29
September 2019 dari https://jambuairmadu.com/