Anda di halaman 1dari 15

HYPNOBREASTFEEDING

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah


Asuhan Kebidanan Komplementer

Disusun Oleh :

Chaerani
Efah Latifah
Erica Nur Afifah 205401446116
Kianti
Nisa Sri Rahayau
Tia Puspita

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI D-IV KEBIDANAN
UNIVERSITAS NASIONAL
JAKARTA
2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada saya semua sehingga
kelompok saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Tugas
Kelompok Asuhan Kebidanan Komplemnter”. Makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan Komplementer
dalam program studi Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Nasional.
Penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena
itu dengan segala kerendahan hati saya berharap kepada semua pihak agar
dapat memberi saran dan kritik yang bersifat membangun untuk
mendukung kesempurnaan makalah ini serta saya harap makalah ini
berguna dan bermanfaat bagi masyarakat yang membacanya, khususnya
bagi rekan-rekan mahasiswa. Atas perhatiannya saya ucapkan terima
kasih.

Bogor,10 Desember 2020


DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bayi membutuhkan hanya Air Susu Ibu (ASI) sampai 6 bulan awal
kehidupannya. Kebutuhan bayi akan nutrisi untuk pertumbuhan dan
perkembangannya sesuai dengan komposisi ASI disamping itu ASI juga
mengandung zat pelindung yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit
infeksi. Pada kenyataannya bayi tidak mendapatkan ASI sesuai dengan
kebutuhannya.
WHO melaporkan berdasarkan Global Data Bank meliputi 94 negara dan
65% dari populasi bayi dunia, mengestimasikan bahwa hanya 35% dari bayi-
bayi didunia yang mendapat ASI Esklusif mulai dari usia 0 hingga 4 bulan.
Perkembangan cakupan pemberian ASI Ekslusif di Indonesia masih rendah dan
menunjukkan perkembangan yang sangat lambat. Data Susenas 2016
menunjukan bahwa baru 33,6% bayi di Indonesia mendapatkan ASI.
Kondisi psikologis ibu merupakan 80% penyebab kegagalan ibu
menyusui. Pikiran stress ibu menyusui berakibat pada sekresi hormone
oksitosin dan prolactin. Kurangnya persiapan ibu untuk menyusui bayinya dan
pengaruh lingkungan membuat ibu menjadi kurang percaya diri. Hal tersebut
menyebabkan ibu berpikiran tidak dapat menyusui. Secara tidak sadar pikiran
bawah sadar ibu menghambat produksi ASInya.pikiran bawah sadar
berpengaruh 82% terhadap hidup seseorang. Produksi ASI yang kurang
membuat ibu menjadi semakin tidak percaya diri menyusi bayinya, disamping
itu bayi juga menjadi rewel. Pada saat produksi ASI berkurang ibu memberikan
makanan pendamping ASI, sehinggs ASI semakin berkurang sampai tidak
keluar sama sekali.
Kegagalan pemberian ASI Ekslusif berakibat pada kondisi fisik dan
psikologis bayi. Bayi mudah menderita penyakit infeksi. Tidak terpenuhinya
asupan yang adekuat menyebabkan berkurangnya jumlah sel-sel otak bayi
sebanyak 15-20% sehingga menghambat perkembangan kecerdasan bayi pada
tahap selanjutnya.
Penanganan permasalahan menyusui saat ini lebih difokuskan pada masa
nifas dan pada permasalahan fisik. Perawatan payudara terutama pada kasus
terjadinya bendungan ASI. Kondisi psikologis kurang mendapatkan perhatian,
dukungan, ketenangan, kepercayaan diri ibu akan kemampuan menyusui
sehingga kurang merangsang sekresi oksitosin dan prolactin. Keyakinan ibu
dapat menyusi dapat ditanamkan sejak masa hamil, karena proses laktasi
dimulai sejak ibu hamil mengalami perubahan dengan terjadinyapoliferasi
alveolus. Keyakinan ibu dalam bentuk sugesti atau afirmasi positif dapat
diimplantasikan pada pikiran bawah sadar pada saat ibu dalam keadaan rileks.
Mekanisme hypnosis adalah dengan mengaktifkan pikiran bawah sadar
yang berperan 88% terhadap manusia. Untuk masuk dalam kondisi pikiran
bawah sadar maka harus dilakukan induksi. Pada tahap induksi diawali dengan
teknik focus pada satu subjek dan teknik relaksasi. Pada saat tuhuh dalam
keadaan rileks maka gelombang otak dalam kondisi gelombang alfa sampai
delta. Pada tahap ini dapat dilakuakn inplantasi afirmasi psitif tentang
breastfeeding yang dikenal dengan hipnobreastfeeding. Hipnobreastfeeding
mudah dilakukan, tidak memerlukan biaya yang mahal, bisa dilakuakn
dirumah, dapat dilakuakn sejak hamil.
Inplantasi afirmasi positif secara berulang tentang keberhasilan menyusui
memfasilitasi energy bawah sadar ibu. Kesiapan ibu menyusui sejak hamil
berdampak terhadap kesiapan psikologis dan juga berdampak terhadap
terhadap kesiapan fisik yaitu poliferasi kelenjar payudara. Hypnosis
berpengaruh terhadap sistem endokrin. Ketenangan selam proses meyusi
mereka sekresi kortisol dan adrenalin tetapi meningkatkan sekresi endorphin,
oksitosin dan prolactin. Kedua hormone tersebut dapat memperlancar produksi
ASI.
Berdasarkan penjelasan permasalahan diatas, maka peneliti tertarik untuk
meneliti bagaiaman pengaruh hipnobreastfeeding terhadap produksi ASI.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah
“Adakah pengaruh hipnobreastfeeding terhadap produksi ASI pada ibu post
partum ?”.

C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh hipnobreastfeeding terhadap produksi ASI.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui pengertian dari hipnotherapi.
b. Mengetahui pengertian dari ASI
c. Mengetahui pengertian dari hipnobreastfeeding.
d. Mengetahui apa saja keuntungan dan manfaat dari hipnobreastfeeding.
e. Mengetahui bagaimana langkah-langkah hipnobreastfeeding.
f. Mengetahui bagaimana tahapan relaksasi hipnobreastfeeding.
g. Mengetahui apakah terdapat pengaruh hipnobreastfeeding terhadap
produksi ASI.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Hipnosis/Hipnoterapi
1. Pengertian Hipnosis/Hipnoterapi
Hipnosis berasal dari bahasa Yunani yang artinya tidur, tapi tidak
benar- benar tidur, dimana merupakan suatu kondisi seseorang berada dalam
alam bawah sadar. Seseorang yang berada dalam kondisi hipnosis,
meskipun tubuhnya beristirahat (selayaknya orang tidur), masih bisa
mendengar dengan jelas dan merespons informasi yang diterimanya dari
luar.5,7,10 Perkembangan sejarah ilmu hipnosis dalam dunia kesehatan,
sejak tahun 1890 Dr.Grantley Dick Read mengembangkan dan menerapkan
ilmu hipnosis ke dalam ilmu kebidanan dengan program yang disebut
“childbirth without fear”. Penemuan ini kemudian dilanjutkan oleh Marie F.
Mongan dengan mencetuskan program pertama yaitu Hypno-birthing dan
saat ini di Indonesia, Lanny Kuswandi (seorang perawat dan bidan) sudah
mulai mengembangkan dan memperkenalkan ilmu hipnostetri kepada para
bidan dan dokter dengan berbagai aplikasi hipnosis yang salah satunya
adalah yang akan dibahas disini tentang Hypno-breastfeeding.
Hipnosis telah dipelajari secara ilmiah selama lebih dari 200 tahun
sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa hipnosis merupakan suatu kondisi
pikiran dimana fungsi analisis logis pikiran direduksi sehingga
memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-
conscious/unconcious), dimana tersimpan beragam potensi internal yang
dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Individu yang
berada pada kondisi hipnotic atau “hypnotic trance” lebih terbuka terhadap
sugesti.
Pengelompokan Hypnoterapi Hypnoterapi dapat dikelompokkan
menjadi beberapa cabang hipnosis seperti : Hypnobirthing (melahirkan
tanpa rasa takut dan meminimalkan rasa sakit), Hypnobreastfeeding
(bagaimana hypnosis dapat membantu melancarkan ASI), Hypnoslimming
(menurunkan berat badan dengan cara menanamkan program ke bawah
sadar supaya dapat mengontrol nafsu makannya), Hypnobeauty (bagaimana
hipnosis dapat membantu menghaluskan kulit atau memperbesar payudara),
Hypnosex (bagaimana hipnosis dapat membantu keharmonisan suami istri
di atas ranjang), Hypnolearning (bagaimana hipnosis dapat membantu
seorang anak agar dapat lebih optimal dalam belajar), dan masih banyak lagi
manfaat hipnosis dalam kehidupan kita.
2. Pengelompokan Hypnoterapi
Hypnoterapi dapat dikelompokkan menjadi beberapa cabang hipnosis
seperti : Hypnobirthing (melahirkan tanpa rasa takut dan meminimalkan
rasa sakit), Hypnobreastfeeding (bagaimana hypnosis dapat membantu
melancarkan ASI), Hypnoslimming (menurunkan berat badan dengan cara
menanamkan program ke bawah sadar supaya dapat mengontrol nafsu
makannya), Hypnobeauty (bagaimana hipnosis dapat membantu
menghaluskan kulit atau memperbesar payudara), Hypnosex (bagaimana
hipnosis dapat membantu keharmonisan suami istri di atas ranjang),
Hypnolearning (bagaimana hipnosis dapat membantu seorang anak agar
dapat lebih optimal dalam belajar), dan masih banyak lagi manfaat hipnosis
dalam kehidupan kita.

B. ASI Eksklusif
ASI merupakan makanan alamiah yang paling baik bahkan terbaik bagi
bayi, karena komposisi ASI selalu disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan
bayi. Selain itu, ASI juga dilengkapi dengan zat-zat pelindung DHA
(decosahexaenoic acid) dan ARA (arachinoid acid) yang penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan jaringan saraf. Selain itu ASI juga
mengandung lebih banyak laktosa yang penting untuk mengembangkan
jaringan otak dan membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang
berguna. ASI juga mengandung jutaan sel darah putih yang beredar ke seluruh
sistem pencernaan bayi dan Dosen Poltekkes Denpasar Jurusan Kebidanan 5
merusak bakteri yang berbahaya. ASI juga mengandung immunoglobulin, yaitu
protein pelawan infeksi, yang berfungsi seperti antibiotik alamiah.
ASI eksklusif (exclusif breastfeeding) adalah pemberian hanya ASI saja
pada 6 bulan pertama usia bayi. Pedoman internasional menganjurkan
pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama berdasarkan bukti ilmiah
bahwa ASI bermanfaat bagi daya tahan tubuh bayi, pertumbuhan dan
perkembangannya. ASI memberikan kelengkapan semua kebutuhan bayi
selama 6 bulan pertamanya. Pada usia 6 bulan, perlu diperkenalkan makanan
pendamping ASI ( MPASI ) untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang
semakin meningkat. Bayi yang minum ASI mendapat cairan yang cukup.
Komposisi ASI yang unik dan spesifik, yang tidak bisa ditandingi oleh susu
formula merek apapun terdiri dari 88,1% air, 3,3% lemak, 0,9% protein, 7%
laktosa.
ASI juga mengandung zat pelindung (antibodi) yaitu Immunoglobulin,
lactobacillus, bifidus, lactoferin. Kolostrum yang didapat pada awal kelahiran
bayi merupakan imunisasi awalnya karena dapat melindungi bayi dari penyakit
dan membersihkan lambung bayi baru lahir. ASI mudah dicerna bayi dan tidak
menimbulkan alergi pada bayi. Diperkirakan 80% ibu yang melahirkan dapat
memberikan ASI yang cukup bagi bayinya. Semakin sering seorang ibu
menyusui semakin meningkat jumlah produksi ASI. Pemberian ASI eksklusif
dapat meningkatkan bonding antara ibu dan bayinya, rahim ibu lebih cepat
kembali keukuran semula dan memperjarang kehamilan. Selain itu, ASI
eksklusif yang diberikan oleh ibu dalam jangka waktu lama akan membuat ibu
terhindar dari kemungkinan penyakit misalnya, kanker payudara.

C. Hypnolactation / Hypnobreastfeeding
1. Pengertian Hypnobreastfeeding
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi hingga berusia
dua tahun. Teknik relaksasi hipnosis yang dikenal dengan
hypnobreastfeeding adalah cara / metode terbaru yang sangat baik untuk
membangun niat positif dan motivasi dalam menyusui serta mampu
memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI. Berbagai cara dilakukan ibu
menyusui, mulai dari konsumsi sayuran hingga jamu tertentu agar dapat
memenuhi kebutuhan ASI sang buah hati. Kini teknik terbaru
hypobreastfeeding diyakini dapat membantu hal tersebut.
Dalam hypnobreastfeeding, perubahan yang diinginkan adalah segala
hal yang mempermudah dan memperlancar proses menyusui.
Hypnobreastfeeding terdiri dari dua kata yaitu hypno = hipnosis yang
artinya adalah suatu kondisi nirsadar yang terjadi secara alami, dimana
seseorang menjadi mampu menghayati pikiran dan sugesti tertentu untuk
mencapai perubahan psikologis, fisik maupun spritual yang diinginkan.
untuk diketahui, pikiran bawah sadar (subconscius mind) berperan 82%
terhadap fungsi diri. Sedangkan breastfeeding artinya menyusui. Jadi, proses
menyusui dapat berlangsung nyaman karena ibu merekam pikiran bawah
sadar bahwa menyusui adalah proses alamiah dan nyaman.
Sehingga, dasar dalam melakukan hypno-breastfeeding adalah
relaksasi yang dicapai bila jiwa raga berada dalam kondisi tenang. Relaksasi
merupakan sebuah ketrampilan. Untuk itu perlu diulang-ulang untuk
menentukan keberhasilannya. Adapun timbulnya suasana relaks dapat
didukung oleh ruangan/suasana tenang, menggunakan musik untuk
relaksasi, ditambah aromatherapy, panduan relaksasi otot, napas dan
pikiran.
2. Keuntungan dan Manfaat Hypno-Breastfeeding
Keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan hipnosis
dalam hypno-breastfeeding adalah:
a. Sebagai sarana relaksasi
b. Biayanya relatif rendah karena tanpa penggunaan obat-obatan
c. Metode yang digunakan relatif sederhana sehingga mudah dipahami dan
dipraktekan oleh orang banyak, termasuk subjek.
d. Dapat dilakukan sendiri oleh subjek(ibu menyusui) dan cukup dibantu
oleh satu terapis(bidan)
e. Dapat menyehatkan unsur tindakan, perilaku, hasrat, semangat, motivasi,
inisiatif, kebiasaan buruk, dan lain-lain.
f. Mempersiapkan ibu agar berhasil pada masa menyusui
g. Mempersiapkan bayi menjadi generasi yang sehat, cerdas dan kreatif
3. Langkah-langkah Melakukan Hypno Breastfeeding
a. Persiapkan secara menyeluruh tubuh, pikiran dan jiwa agar proses
pemberian ASI sukses
b. Niatkan yang tulus dari batin untuk memberi ASI eksklusif pada bayi
yang kita sayangi dan yakin bahwa semua ibu, bekerja atau di rumah,
memilki kemampuan untuk menyusui/memberi ASI pada bayinya
c. Dengan berniat pikiran ibu menyusui semakin tenang, seluruh sel, organ,
hormonal pun seimbang sehingga produksi ASI cukup untuk kebutuhan
bayi.
d. Mulailah memberi sugesti positif. Contoh kalimat sugesti atau afirmasi,
misalnya “ASI saya cukup untuk bayi saya sesuai dengan kebutuhannya”
atau “saya selalu merasa tenang dan rileks saat mulai memerah” Kalimat
sugesti saat melakukan hypnotherapy juga dapat diberikan suami saat
menemani istri melakukannya.
e. Suasana nyaman benar-benar harus tercipta saat terapi hypno-
breastfeeding. Lingkungan sekitar harus dapat membantu ibu
menciptakan suasana nyaman .
4. Tiga Tahapan Relaksasi
Teknik relaksasi dalam hypnobreastfeeding terdiri atas tiga tahap:
1. Relaksasi otot mulai dari puncak kepala sampai telapak kaki, termasuk
wajah, bahu kiri dan kanan, kedua lengan, daerah dada, perut, pinggul,
sampai kedua kaki.
2. Relaksasi laksasi napas. Hidup di kota besar membuat orang sering
dilanda stres karena dituntut untuk melakukan segala sesuatu serba cepat
dan terburu-buru. Apalagi, zaman sekarang banyak perempuan yang
memiliki peran ganda sebagai seorang ibu sekaligus wanita karier. Untuk
mencapai kondisi relaks adalah dengan cara tarik napas panjang melalui
hidung dan hembuskan keluar pelan-pelan melalui hidung atau mulut
(fokuskan pernapasan di perut). Lakukan selama beberapa kali sampai
ketegangan mengendur dan berangsur hilang.
3. Relaksasi pikiran. Seringkali pikiran seseorang berkelana jauh dari
raganya. Untuk itu, belajarlah memusatkan pikiran agar berada di tempat
yang sama dengan raga. Salah satu cara dengan berdiam diri atau
meditasi dengan mengosongkan pikiran dan memejamkan mata dengan
napas yang lambat, mendalam dan teratur selama beberapa saat.
4. Pengaruh Hipnobreastfeeding terhadap produksi ASI
Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor, faktor yang paling
berperan adalah faktor hisapan bayi. Faktor hispaan bayi tidak hanya
dipengaruhi oleh kemampuan dan refleks isap yanag dimiliki bayi juga
dipengaruhi oleh faktor ibu. Seorang bayi yang tidak dapat memfasilitasi
bayinya melakukan perlekatan dengan baik dapat mempengaruhi
mekanisme penghisapan, dimana bayi tidak dapat menghisap sebagaian
besar areola mamae. Bayi yang tidak menghisap pada areola mamae
dapat menimbulkan lecet pada putting susu ibu dan berpengaruh juga
terhadap produksi ASI yang tidak dikeluarkan dapat menimbulkan
bendungan pada payudara yang merangsang rekresi inhibin sehingga
hipofisis anterior tidak memproduksi ASI.
Faktr lain juga yang tidak kalah pentingnya dengan faktor hisapan
adalah faktor psikis ibu. Faktor ini yang berperan terhadap sekresi
oksitosin dan prolactin. Seorang ibu yang stress merangsang rekresi
kortisol dan menghambat sekresi endorphin, oksitosin dan prolactin.
Oleh karena itu seoranag ibu menyusui harus dihindari stress sehingga
produksi ASI dapat mencukupi. Stress pada ibu menyusui dapat
disebabkan oleh banyak faktor baik karena faktor internal maupun
eksternal. Stress yang mempengaruhi kondisi post partum tidak hanya
terjadi pada masa post partum tetapi dapat juga terjadi pada saat hamil.
Kepercayaan diri ibu untuk dapat menyusui merupakan faktor
utama dalam memberikan bayinya ASI. Seorang ibu yang tidak percaya
diri dalam hal menysusi bayinya mungkin karena adanya informasi yang
salah tentang menyusui yang diterima ibu selama siklus kehidupannya.
Ibu harus mendapatkan informasi yang positif tentang menyusui
sehingga ibu dapat menyusui dengan baik dan produksi ASI dapat
meningkat sehingga keberlangsungan menyusui dapat dijaga. Kesiapan
ibu untuk menyusui dimulai sejak ibu hamil. Sehingga segera setelah
bayi lahir ibu sudah siap dan dapat memfasilitasi bayi untuk diberikan
ASI.
Intervensi hipnobreastfeeding pada masa hail dapat mempersiapkan
ibu untuk dapat menyusu segera setelah bayi lahir. Kesiapan ibu
mrnyusui dapat dimulai segera setaelah bayi lahir yaitu dengan IMD.
IMD dapat meningkatkan produksi ASI karena agar bayi tidak bingung
dengan putting ibu dan ibu yakin dapat menyusui bayinya.
Hipnobreastfeeding juga dapat menghilangkan persepsi negative
tentang menyusui dan menanamkan sugesti positif secara rutin bahwa ibu
mampu menyusi bayinya dan produksi ASI sangat mencukupi kebutuhan
bayi. Penanaman/implantasi afirmasi positif pada kondisi hypnosis secara
rutin dan berulang-ulang dapat menimbulkan perilaku post hypnosis
yaitu ibu mampu menyusi dan produksi ASI dapat mencukupi kebutuhan
bayi.
Disamping itu dengan kondisi terhipnosis atau gelombang otak
dalam kondisi alfa sampai dengan delta merangsang meningkatnya
sekresi oksitosin, prolactin dan endorphin. Oksitosin berperan dalam
mengalirkan ASI dari sinus laktiferus. Prolactin merangsang alveolus
memproduksi ASI. Oleh karena titu dengan hipnobreastfeeding produksi
ASI meningkat dan ASI dapat mengalir dengan baik.

 
 
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Metode terbaru yang sangat baik untuk membangun niat positif dan
motivasi dalam menyusui serta mampu memaksimalkan kuantitas dan kualitas
ASI. Berbagai cara dilakukan ibu menyusui, mulai dari konsumsi sayuran
hingga jamu tertentu agar dapat memenuhi kebutuhan ASI sang buah hati. Kini
teknik terbaru hypobreastfeeding diyakini dapat membantu hal tersebut.
Keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan hipnosis dalam
hypno-breastfeeding adalah Sebagai sarana relaksasi, Biayanya relatif rendah
karena tanpa penggunaan obat-obatan, Metode yang digunakan relatif
sederhana sehingga mudah dipahami dan dipraktekkan oleh ibu serta dapat
dilakukan sendiri oleh ibu menyusui dan cukup dibantu oleh satu terapis bidan.
Dengan melakukan hypnobreastfeeding, para ibu menyusui dapat
memproduksi ASI yang berlimpah yang dapat memnuhi kebutuhan bayi
sehingg ibu berhasil pada masa menyusui, dan mempersiapkan bayi menjadi
generasi yang sehat, cerdas dan kreatif.
B. Saran
Diharapkan para petugas kesehatan program kelas hipnobreastfeeding
bagi ibu menyusui dan memberikan motivasi ibu menyusui untuk megikuti
kelas hipnobreastfeeding sebagai sarana untuk memperlancar produksi ASI.
DAFTAR PUSTAKA

1. Armini, Ni Wayan. 2016. Hypnobreastfeeding Awali Suksesnya ASI Ekslusif.


Jurnal Skala Husada13(1): 21-29.
2. Ayahbunda. 2017. Lancar ASI dengan Hypnobreastfeeding, (diunduh 10
Desember 2020). Tersedia di: http://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-
psikologi/lancar-asi-dengan-hypnobreastfeeding.
3. Fachri, Hisyam A. 2017. The Real Art of Hipnosis: Kolaborasi Seni Hipnosis
Timur-Barat. Jakarta: Gagas Media.
4. Syaripudin Ahmad. 2018. Hipnoterapi Aplikasi Keperawatan Komplementer.
Jakarta : In Media.
5. Yuni & Heni. 2018. Pengaruh Hynobreastfeeding Terhadap Kecemasan Dan
Waktu Pengeluaran Air Susu Ibu pada Ibu Post Partum Primipara di
Yogyakarta.Jurnal Teknologi Kesehatan. 10(2):123-127.